Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA

PUTRI PONDOK PESANTREN ALKHAIRAT PUSAT PALU

Oleh: Santi Darmiati 19638/PS/IKM/06


Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta 2008

ABSTRAK

Latar belakang: Pola makan merupakan gambaran mengenai frekuensi, jenis dan jumlah
bahan makanan yang dikonsumsi remaja putri sehari-hari dan merupakan ciri khas pada suatu
kelompok masyarakat. Dengan demikian diharapkan pola makan yang baik dan beraneka
ragam dapat memperbaiki mutu gizi makanan seseorang. Penyelenggaraan makanan di
pondok pesantren Alkkhairat Pusat Palu khususnya bagi santri putri belum menggunakan siklus
menu, dengan keterbatasan dana yang ada menyebabkan kurang bervariasi menu yang
diberikan. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap pola makan dan status gizinya.
Disamping itu, keadaan gizi ini juga akan mempengaruhi kemampuan belajar remaja putri di
sekolah dan prestasi belajarnya.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan status
gizi dengan prestasi belajar remaja putri Pondok Pesantren Alkhairat Pusat Palu.

Metode:: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan studi potong
lintang (cross sectional). Penelitian inji dilakukan di pondok pesantren Alkhairat Pusat Palu.
Responden adalah santri remaja putri usia 13-15 tahun yang sekolah dan tinggal di pondok
pesantren Alkhairat Pusat Palu tahun ajaran 2007/2008 yang berjumlah 80 orang. Variabel
bebas dalam penelitian ini adalah pola makan dan status gizi, variabel terikat adalah prestasi
belajar. Analisis statistik bivariat dengan uji chi square dengan α = 0,0500.

Hasil: Hasil uji statistik variabel bebas, terikat dan kontrol menunjukan ada hubungan yang
signifikan antara pola makan sumber energi dengan status gizi (nilai p=0,03), pola makan
sumber protein dengan status gizi (nilai p=0,022) dan pola makan karbohidrat dengan status
gizi (nilai p=0,00), kadar Hb dengan status gizi (p=0,026), kadar Hb dengan prestasi belajar
(p=0,013), dan intelegensi dengan prestasi belajar (p=0,020). Sedangkan untuk variabel yang
tidak berhubungan adalah antara pola makan sumber lemak dengan status gizi (p=0,395),
status gizi dengan prestasi belajar (nilai p=0,121), dan intelegensi dengan status gizi (0,297).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pola makan sumber energi, protein dan
karbohidrat dengan status gizi, dan tidak terdapat hubungan antara pola makan sumber lemak
dengan status gizi dengan prestasi belajar.

Kata kunci: Pola makan, Status gizi, Prestasi Belajar, Pondok Pesantren Alkhairat Pusat
Palu.