Anda di halaman 1dari 39

KERANGKA ACUAN SOSIALISASI PROGRAM KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT TAHUN 2013

I.

PENDAHULUAN Rumah Sakit merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu tetapi harus memperhatikan aspek sosialnya. Sifat Rumah Sakit yang unik ini perlu menggunakan berbagai ilmu untuk meningkatkan mutu pelayanan, ilmu ekonomi menjadi ilmu yang sangat menarik untuk dipakai dalam mengelola Rumah Sakit. Hal ini sesuai amanat UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 5, ayat (2) bahwa Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau dan Pasal 19 bahwa Pemerintah bertanggungjawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien dan terjangkau serta UU RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Pasal 29, ayat (1) huruf b. Bahwa Rumah Sakit mempunyai kewajiban memberi pelayanan kesehatan ang aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit dan Pasal 40, ayat (1) bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali. Rumah Sakit sebagai organisasi yang menghasilkan jasa pelayanan dan produk kesehatan dapat memanfaatkan ilmu ekonomi agar mencapai pelayanan yang efisien, efektif dan bermutu, manajer Rumah Sakit diharapkan menyadari bahwa keputusan keputusan manajemennya selalu membutuhkan analisis dari berbagai sudut pandang diantaranya sudut pandang pengguna jasa layanan Rumah Sakit. Dalam era globalisasi dan liberalisasi disegala bidang termasuk bidang kesehatan khususnya bidang kedokteran Rumah Sakit sebagai salah satu unsur penting dalam rangka turut serta meningkatkan derajad kesehatan, maka diperlukan kesiapan semua Rumah Sakit sebagai organisasi yang mandiri melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang mengutamakan pada customer (Customer Focus) dengan membangun budaya susila dan peningkatan profesionalisme pemberi layanan guna meningkatkan kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) serta harus dapat mengantisipasi perubahan lingkungan, keinginan dan kebutuhan masyarakat yang begitu cepat dan beragam. Untuk mengetahui dan memahami peningkatan mutu pelayanan rumah sakit, maka diperlukan adanya SOSIALISASI PROGRAM KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT TAHUN 2013 .

II.

TUJUAN A. UMUM

Adanya peningkatan pemahaman peserta tentang perkembangan perumahsakitan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan. Adanya peningkatan pemahaman peserta tentang : 1. Kebijakan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RS pada era pelaksanaan SJSN tahun 2014. 2. Kebijakan upaya pelayanan kesehatan di Jawa Timur.

B. KHUSUS

3. Penerapan HTA di RS. 4. Optimalisasi peran Komite Medik RS dalam penerapan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 755/Menkes/Per/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik di RS. 5. Pengalaman pelaksanaan akreditasi JCI di RS. 6. Penerapan kendali mutu dan kendali biaya dalam persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional tahun 2014. III. HASIL YANG DIHARAPKAN Hasil yang diharapkan pada sosialisasi ini adalah agar semua peserta mengetahui dan memahami : 1. Kebijakan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RS pada era pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional tahun 2014. 2. Kebijakan upaya pelayanan kesehatan di Jawa Timur. 3. Penerapan HTA di RS. 4. Optimalisasi peran Komite Medik RS dalam penerapan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 755/Menkes/Per/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik di RS. 5. Pengalaman pelaksanaan akreditasi JCI di RS. 6. Penerapan kendali mutu dan kendali biaya dalam persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional tahun 2014. METODA Ceramah dan tanya jawab NARASUMBER 1. 2. 3. 4. 5. 6. VI. Kementerian Kesehatan RI. RSUP Fatmawati Jakarta. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. RS Premier Surabaya. RS Panti Nirmala Malang. RSU Dr. Saiful Anwar Malang.

IV.

V.

SASARAN Peserta sosialisasi ini berasal dari seluruh RS Pemerintah, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan asosiasi perumahsakitan di Jawa Timur sebanyak 92 orang.

VII.

WAKTU DAN TEMPAT Sosialisasi dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu pada : Hari : SENIN SELASA Tanggal : 19 20 Agustus 2013 Tempat : Hotel Aria Malang Komplek MOG Jalan Kawi, Telp. (0341) 336262, 336260, Malang. PEMBIYAYAAN Pembiayaan penyelenggaraan pertemuan ini dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (DPA - SKPD) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2013.

VIII.

JADWAL TENTATIVE SOSIALISASI PROGRAM KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT TAHUN 2013

NO 1.

HARI, TANGGAL Senin, 19 Agust. 2011 07.30 08.30 WIB 08.30 09.00 WIB 09.00 10.30 WIB 10.30 12.00 WIB 12.00 13.00 WIB 13.00 15.00 WIB 15.00 17.00 WIB 17.00 WIB

MATERI Pendaftaran Peserta Pembukaan dan Pengarahan Kebijakan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RS pada era pelaksanaan SJSN tahun 2014. Kebijakan uapaya pelayanan kesehatan di Jawa Timur. ISHOMA Optimalisasi peran Komite Medik RS dalam penerapan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 755/Menkes/Per/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik di RS. Pengalaman pelaksanaan akreditasi JCI di RS. ISHOMA

NARASUMBER Panitia Dr. Nunik Dhamayanti Kementerian Kesehatan RI Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Panitia Ketua Komite Medik RS Panti Nirmala Malang RS Premier Surabaya Panitia

PENANGGUNGJAWAB Panitia Panitia Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus Panitia Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus Panitia

2.

Selasa, 20 Agust. 2013 08.00 09.30 WIB 09.30 10.00 WIB 10.00 12.00 WIB 12.00 13.00 WIB 13.00 15.00 WIB 15.00 15.30 WIB

Penerapan HTA di RS. Rehat Kopi Lanjutan Penerapan HTA di RS. ISHOMA Penerapan kendali mutu dan kendali biaya dalam persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional tahun 2014. Penutupan

Dr. Dody Firmanda, Sp.A,MA

Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus Panitia Kepala Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus Panitia

Dr. Dody Firmanda, Sp.A,MA Panitia RSU Dr. Saiful Anwar Malang Kasi Kesjuksus

Penerapan Penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Assessment/HTA) di Rumah Sakit

Dody Firmanda Ketua Komite Medik RSUP Fatmawati Jakarta


Disampaikan pada Acara Bimbingan Teknis Sosialisasi Program Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Tahun 2013 diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi JawaTimur di Hotel Royal Arya Gajayana, Malang Jawa Timur 19-20 Agustus 2013.

Health technology assessment (HTA) is a form of policy research that examines short and long-term social consequences (e.g. medical, societal, economic, ethical and legal) of the application of technology.

The goal of technology assessment is to provide policymakers with information on policy alternatives.

HTA has been defined as a multidisciplinary activity that systematically examines the: technical performance, safety, clinical efficacy and effectiveness, cost, cost-effectiveness, organisational implications, social consequences, legal and ethical considerations of the applications of a health technology.

Edisi Juli 2009

1989

2007 2008

2009

5
4

Collaborating for improved health

Doing the right things right

Doing things cheaper (Efficiency)

Doing the right things (Effectiveness)

Doing things right PNPK


Doing things better (Quality Improvement)

PPK

DF2004

Prosedur Tindakan

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK)

Bahan Habis Pakai

Panduan Praktik Klinis Tingkat Layanan Rujukan Panduan Praktik Klinis RS Tingkat Layanan Primer Panduan Praktik Klinis : Praktik Mandiri Panduan Praktik Klinis : Dokter Keluarga E Katalog Aktivitas Kementerian Kesehatan INA ABF E Katalog Kementerian Kesehatan

INA CBG

INA HRG
BUMN /D

Hospitals Room: INA HR Budget: APBN/APBD

Peran HTA dan Pengambilan Keputusan Kebijakan (Health Policy)

Dinkes Provinsi

Epidemiologi Provinsi Epidemiologi Kab./Klinis Needs Populasi

Dinkes Kab./Kota

RSUD

Direksi Instalasi
SPO

SMF
PPK CP

Puskesmas
SPO PPK CP

Peraturan Presiden RI No. 12/2013 Jaminan Kesehatan

Peraturan Menkes RI

No. 755/2011
Komite Medik Peraturan Menkes RI

No. 1438/2010
Standar Pelayanan Kedokteran UU RI No. 44/2009 Psl 36

Efisiensi 1
Sistem Jelas
Aktivitas Tepat

Technical Efficiency Allocative Efficiency

Rp
Unit Cost

Inputs

Outputs
Episode of Care LOS

Outcomes
Risk Adjusted Mortality

1. SISTEM
Peraturan Presiden RI No. 12/2013 Jaminan Kesehatan

Peraturan Menkes RI

No. 755/2011
Komite Medik Peraturan Menkes RI

No. 1438/2010
Standar Pelayanan Kedokteran UU RI No. 44/2009 Psl 36

No. 1438/Menkes/Per/IX/2010

RINGKASAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN

SPK PNPK SPO

Dibuat : Profesi Disahkan: Menkes Dibuat & ditetapkan: Pimpinan RS


Dikoordinasikan: Komite Medis Disusun: SMF

UU No. 29/2004 Praktik Kedokteran Psl 44 ayat 3 Standar Pelayanan Kedokteran

PerMenKes No 1438/IX/2010 Standar Pelayanan Kedokteran (SPK) Berita Negara Tahun 2010 No 464 24 Sept 2010

Panduan Praktik Klinis Clinical Pathways 1. Pengertian (Definisi) Algoritme 2. Anamnesis Protokol 3. Pemeriksaan Fisik Prosedur 4. Kriteria Diagnosis Standing Order 5. Diagnosis 6. Diagnosis Banding 7. Pemeriksaan Penunjang 8. Terapi 9. Edukasi 10.Prognosis 11. Kepustakaan DF2010

PMK 1438/2010

PMK 755/2011

Domain : Kementerian Kesehatan

2. AKTIVITAS

Peraturan Presiden RI Peraturan Pelaksanaan BPJS Kesehatan No. 12/2013 25-11-2012 (UU 24/2011 Psl 70a) Managed Care
SJSN KESEHATAN

P M D 6 1 / 2 0 0 7 B L U D

P P

P P

UU 40/2004 SJSN UU 24/2011 BPJS


PMK 147/2010 PMK 012/2012 PMK 001/2012
PMK 1691/2011 PMK 755/2011 PMK 1438/2010
U U 2 9 / 2 0 0 4 U U 4 4 / 2 0 0 9

2 3 / 2 0 0 5
B L U

7 4 / 2 0 1 2
B L U

Pathways

Guidelines
SPK PNPK/PPK

PPK Tatalaksana Kasus PPK Prosedur Tindakan

VIA

2 3

CRITICAL APPRAISAL

EBM

Value for Money (VfM)

Efisien Benefit Efektif

EBM HTA
3 (Tiga) Perspektif Manajemen Medik

Pasien Sembuh/Pulang (Recovery)

PENUNJANG: Laboratorium Radiologi PA Obat Obatan Bahan/Alat

Lama Pasien Dirawat (Patient Days)

Penanganan Penyakit Pasien (Cases Treated)

Pelayanan Medis di RS (Medical Services)

Faktor Hasil RS (Factors of Hospital production)

Rupiah

1 2 3

Fixed Price INA CBG

4
Volume Pelayanan

Jasa Rumah Sakit Hari Rawat

Bahan/Alat/Obat Pemeriksaan Penunjang Obat Obatan Tindakan dan Operasi

Jasa Pelayanan Umum Medis

Performance Measurement

Performance Measurement

KMK 1027/2004, KMK 1197/2004 KMK 830/2009, PP 51/2009 PMK 2406/211, PMK 02.02/2010

St Anestesiologi KMK 779/2008 PMK 519/2011

Hospital Malnourished KMK 374/2007, KMK 913/201

Near Missed PMK 1691/2011


1. 2. Hospital Health Promotion Discharged Planning PMK 4/2012

PMK 411/2010

Kinerja: 1. Teamwork 2. Individu

Relative Cost-Weight : Performance Measurement CMI dan Base Rate

Kendali Mutu dan Kendali Biaya

Donabedian: 1. Struktur 2. Proses 3. Outcome atau Output Sampling Pengukuran: 1. 2. 3. < 50 kasus n = semua 50 - 500 n = 50 > 500 n = 10%

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Nilai Tengah Batas Atas + 2 SD atau 2 SE Batas Bawah 2 SD atau 2 SE Gambaran sewaktu (Snapshot) Run Chart Statistical Process Control (SPC)

A S

P D

RCA FMEA

Analisis Hasil: 1. Sesuai ekspektasi (target tercapai) tanpa varians 2. Sesuai ekspekatsi dengan varians 3. Tidak sesuai ekspektasi tanpa varians 4. Tidak sesuai ekpektasi dengan varians