Anda di halaman 1dari 1

KESEDIAAN DOKTER SPESIALIS BEKERJA DI DAERAH RAWAN KONFLIK

Oleh: Sir Aida 14175/PS/IKM/04


Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2005

ABSTRAK

Latar belakang : Rumah Sakit Umum Daerah Poso adalah rumah sakit tipe C dengan
kapasitas 101 tempat tidur, terletak di daerah rawan konflik, tepatnya di Kabupaten Poso.
Masalah penelitian yang dihadapi adalah kurangnya tenaga dokter spesialis untuk bersedia
bekerja di RSUD Poso. Manfaat penelitian yang diharapkan adalah didapatkannya dokter
spesialis empat dasar yang bersedia bekerja di RSUD Poso.

Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yakni
melakukan wawancara mendalam dengan pendekatan emic. Data diambil dari responden calon
dokter spesialis empat dasar tingkat akhir, dokter spesialis yang sedang bertugas di RSUD
Poso, ketua lembaga profesi spesialis empat dasar dan stakeholders di kabupaten Poso dan di
RS Korem Palu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti di tunjang
dengan alat bantu pedoman wawancara, tape recorder, alat tulis dan catatan lapangan.

Hasil penelitian : Hasil penelitian mendapatkan bahwa tipe dokter spedialis yang cocok
bertugas di RSUD Poso adalah mereka yang berwatak keras, ulet, berjiwa besar dan kuat,
mempunyai kepekaan nurani yang tinggi, serta berjiwa perantau. Sifat dan watak dari etnis
Aceh, Batak, Bugis, dan Ambon yang selama ini sudah tinggal di Poso merupakan etnis yang
cocok untuk tugas di daerah tersebut. Mereka tidak mempersoalkan keadaan keamanan, tetapi
menekankan pentingnya pembayaran kompensasi dan insentif yang transparan. Pemerintah
Kabupaten Poso telah memberikan dukungan yang kuat terhadap penempatan dokter spesialis
di RSUD Poso dengan memberi kompensasi, insentif yang wajar disertai fasilitas yang
memadai kepada dokter spesialis. Namun hal tersebut dikhawatirkan tidak dibarengi dengan
transparansi keuangan di RSUD Poso.

Kesimpulan : Selain karena fasilitas yang baik dan keamanan yang memadai, penempatan
dokter spesialis di daerah konflik hendaknya mempertimbangkan sifat dan watak asal etnis
dokter tersebut. Dibutuhkan keterbukaan dalam pengolaan keuangan dan jasa medis bagi
dokter-dokter tersebut mulai dari perda sampai pada pelaksanaan pembayaran insentif
tersebut.