Anda di halaman 1dari 2

PERBEDAAN PENGOLAAN DANA PELAYANAN KESEHATAN KELUARGA MISKIN

SEBELUM DAN SETELAH DIKELOLA PT ASKES DI RSU KABUPATEN BUOL PROPINSI


SUL - TENG

Oleh: Muhammad Ihsan Sidjal 14666/PS/IKM/04


Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta 2006

ABSTRAK

Latar Belakang: Pengelolaan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar


Minyak (PKPS-BBM) bidang kesehatan, semua dikelola oleh Rumah Sakit dan sekarang
dikelola oleh PT Askes sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan nomor 1241 tahun 2004.
Perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap pemanfaatan dana dan kepuasan pemberi
pelayanan kesehatan.

Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan pengelolaan dana Program Kompensasi


Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak Bidang Kesehatan (PKPS-BBM) Bidkes) sebelum
dan setelah dikelola PT Askes serta kepuasan PPK terhadap perubahan tersebut.

Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional. Kasus yang menjadi


perhatian penelitian ini adalah pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat miskin. Data
kuantitatif diambil dengan melakukan wawancara terhadap semua perawat di RSUD Kabupaten
Buol. Data yang diambil dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian
Direktur RSU Buol, Penanggung Jawab Program, semua dokter dan kepala ruangan.

Hasil: Setelah dikelolah PT Askes jumlah kasus keluarga miskin rawat jalan menurun sekitar
50 persen. Penurunan tersebut menyebabkan jumlah biaya yang dikeluarkan juga mengalami
penurunan yang sangat tajam mencapai 90 persen. Rata-rata biaya tindakan medis per kasus
di instalasi rawat jalan menurun sekitar 42 persen. Jumlah kasus keluarga miskin rawat inap
menurun hanya sekitar 7 persen, namun biaya pelayanan menurun sekitar 71 persen. Rata-rata
biaya tindakan medis per kasus di instalasi rawat inap menurun sekitar 67 persen. Tingkat
kepuasan Penyediaan Pelayanan Kesehatan (PPK) terhadap program PJKMM sebelum dan
setelah dikelolah PT Askes terdapat perbedaan. Setelah Dana PKPS BBM Bidkes dikelolah PT
Askes, dokter kurang puas terhadap jumlah dan waktu pemberian jasa medis karena birokrasi
yang berbelit-belit serta pembatasan obat berdasarkan DPHO. Manajemen RSU Buol kurang
puas terhadap transparansi verifikasi klaim.
Kesimpulan: Biaya pelayanan kesehatan keluarga miskin di rumah sakit lebih efisien setelah
pengelolaan dana PKPS BBM oleh PT Askes.