Anda di halaman 1dari 42

REFERAT

ASI

Oleh: Ninditha Retno Pradani, S.Ked. 082011101049

Pembimbing : dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A. dr. Gebyar Tri Baskoro, Sp.A. dr. Ramzy.Syamlan, Sp.A. dr. Saraswati Dewi, Sp.A.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak, menurunnya daya kerja fisik serta terganggunya perkembangan mental adalah akibat langsung atau tidak langsung dari masalah gizi kurang. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang paling utama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori, protein hal ini banyak ditemukan bayi dan anak yang masih kecil dan sudah mendapat adik lagi yang sering disebut “kesundulan” artinya terdorong lagi oleh kepala adiknya yang telah muncul dilahirkan. Keadaan ini karena anak dan bayi merupakan golongan rentan. Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia sekitar empat bulan. Setelah itu ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein vitamin dan mineral utama untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu pada beras. Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus di masa depan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang peningkatan penggunaan ASI.

Dukungan politis dari pemerintah terhadap peningkatan penggunaan ASI termasik ASI EKSLUSIF telah memadai, hal ini terbukti dengan telah dicanangkannya Gerakan Nasional Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu (GNPP-ASI) oleh Bapak Presiden pada hari Ibu tanggal 22 Desember 1990 yang betemakan “Dengan Asi, kaum ibu mempelopori peningkatan kualitas manusia Indonesia”. Dalam pidatonya presiden menyatakan juga bahwa ASI sebagai makanan tunggal harus diberikan sampai bayi berusia empat bulan.Pemberian ASI tanpa pemberiaan makanan lain ini disebut dengan menyusui secara ekslusif. Selanjutnya bayi perlu mendapatkan makanan pendamping ASI kemudian pemberian ASI di teruskan sampai anak berusia dua tahun. ASI merupakan makanan yang bergizi sehingga tidak memerlukan tambahan komposisi. Disamping itu ASI mudah dicerna oleh bayi dan langsung terserap. Diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan air susu dalam jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya secara penuh tanpa makanan tambahan. Selama enam bulan pertama. Bahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan ASI cukup tanpa makanan tambahan selama tiga bulan pertama. ASI sebagai makanan yang terbaik bagi bayi tidak perlu diragukan lagi, namun akhir-akhir ini sangat disayangkan banyak diantara ibu-ibu meyusui melupakan keuntungan menyusui. Selama ini dengan membiarkan bayi terbiasa menyusu dari alat pengganti, padahal hanya sedikit bayi yang sebenarnya menggunakan susu botol atau susu formula. Kalau hal yang demikian terus berlangsung, tentunya hal ini merupakan ancaman yang serius terhadap upaya pelestarian dari peningkatan penggunaan ASI. Hasil penelitian yang dilakukan di Biro Konsultasi Anak di Rumah Sakit UGM Yogyakarta tahun 1976 menunjukkan bahwa anak yang disusui sampai dengan satu tahun 50,6%. Sedangkan data dari survei Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 1991 bahwa ibu, yang memberikan ASI pada bayi 0-3 bulan yaitu 47% diperkotaan dan 55% dipedesaan (Depkes 1992) dari laporan SKDI tahun 1994 menunjukkan bahwa ibu-ibu yang memberikan ASI

EKSLUSIF kepada bayinya mencapai 47%, sedangkan pada repelita VI ditargetkan 80%. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr.Moh. Efendi di R.S. Umum Dr. Kariadi Semarang tahun 1977 didapatkan pemberian ASI setelah umur 2 bulan 31,6%, ASI + Susu botol 15,8% dan susu botol 52,6%. Sedangkan sebelumnya yaitu pada umur 1 bulan masih lebih baik yaitu 66,7% ASI dan 33,3% susu botol, dalam hal ini tampaknya ada pengaruh susu botol lebih besar. Juga hasil penelitian Dr. Parma dkk di Rumah Sakit Umum Dr. M. Jamil Padang tahun 1978 -1979 di dapatkan bahwa lama pemberian ASI saja sampai 4-6 bulan pada ibu yang karyawan adalah 12,63% dan pada ibu rumah tangga sebanyak 21,27%. Apabila dilihat dari pendidikannya ternyata 75% dari ibu-ibu yang berpendidikan tamat SD telah memberikan makanan pendamping ASI yang terlalu dini pada bayi. Berbagai alasan dikemukakan oleh ibu-ibu mengapa keliru dalam pemanfaatan ASI secara Eksklusif kepada bayinya, antara lain adalah produksi ASI kurang, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan puting susu ibu yang tidak menunjang, ibu bekerja, keinginan untuk disebut modern dan pengaruh iklan/promosi pengganti ASI dan tdak kalah pentingnya adalah anggapan bahwa semua orang sudah memiliki pengetahuan tentang manfaat ASI .

Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Artinya. WHO dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai dan mencapai ASI eksklusif yaitu dengan menyusui dalam satu jam setelah kelahiran Menyusui secara ekslusif: hanya ASI. KEBAIKAN MENYUSUI DAN ASI EKSLUSIF World Health Organisation (WHO). PENGERTIAN ASI Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein. pemberian ASI tetap dilakukan. bahkan air putih sekalipun. Setelah ASI ekslusif enam bulan tersebut. bukan berarti pemberian ASI dihentikan. Seiiring dengan pengenalan makanan kepada bayi. Menyusui kapanpun bayi meminta (on-demand). disaat tidak bersama anak serta mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang. Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan. Dengan demikian.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. siang dan malam. laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu. tidak ditambah makanan atau minuman lain. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini. United Nations Children’s Found (UNICEF) dan lembaga kesehatan dunia lainnya. sebaiknya menyusui dua tahun menurut rekomendasi WHO 2. sesering yang bayi mau. ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi. yang berguna sebagai makanan bagi bayinya. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Tidak menggunakan botol susu maupun empeng. seperti juga WABA ( World .

proses ini merupakan kunci bagi tumbuh – kembang sehat optimal bagi anak. Hasil penelitian yang dilakukan di 6 negara berkembang oleh WHO menunjukkan resiko kematian bayi yang tidak disusui meningkat hingga 40% untuk golongan umur 9-12 bulan. yaitu sekitar 13%. Para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan 22. 300% untuk umur 2 – 3 bulan. (Sentra Laktasi Indonesia. 2007).Alliance for Breastfeeding Action) berpendapat bahwa untuk sebagian besar bayi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangat penting. lebih dari 10 juta balita meninggal dunia pertahun. Pemberian ASI eksklusif adalah langkah awal bagi bayi untuk tumbuh sehat dan terciptanya sumber daya manusia yang tangguh. Penelitian di 42 negara berkembang menunjukkan bahwa pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang mempunyai dampak positif terbesar untuk menurunkan angka kematian balita. sampai umur bayi 2 tahun atau lebih. Inisiasi menyusu dini dalam 1 jam pertama akan menyelamatkan 22% kematian balita pertahun dari kematian. (Sentra Laktasi Indonesia. karena bayi tidak saja akan lebih sehat & cerdas. Perlindungan ASI akan semakin meningkat sejalan dengan makin mudanya usia bayi.000 kematian bayi di Indonesia tiap tahunnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. 2/3 dari kematian tersebut terkait dengan masalah gizi yang sebenarnya dapat dihindarkan. kontaminasi oleh E. 2007). (Sentra Laktasi Indonesia. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dapat . 2007). perilaku memberikan ASI secara eksklusif pada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan dapat menurunkan angka 30. dan 480% untuk umur kurang dari 2 bulan. kemudian menyusui dilanjutkan dengan bersama dengan makanan pendamping ASI yang bergizi.73% susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara bulan April hingga Juni 2006 telah terkontaminasi "Enterobacter sakazakii". (Sentra Laktasi Indonesia. tetapi juga akan memiliki emotional quotion (EQ) dan social quotion (SQ) yang lebih baik. Di negara berkembang. 2007). Berdasar pengujian pada bayi mencit (tikus percobaan). Pemberian makanan pendamping ASI yang benar dapat menurunkan angka kematian balita sebesar 6%.

2007). ASI sebagai makanan bayi mempunyai kebaikan/sifat sebagai berikut: 1. Lysozyme. Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin. ASI mengadung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan.000 bayi Indonesia yang meninggal dalam bulan pertama kelahiran. Mengacu pada hasil penelitian itu. mudah dicerna untuk memiliki komposisi. yang bermanfaat untuk:     Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen. sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). lactobacillus. Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat. Memudahkan penyerahan herbagai jenis mineral. (Sentra Laktasi Indonesia. seperti calsium. 2. ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi. tapi juga akan menyelamatkan jiwa bayi. seperti: Immunoglobin. magnesium. Antistapiloccocus. maka diperkirakan program “Inisiasi Menyusui Dini” dapat menyelamatkan sekurangnya 30. Complemen C3 dan C4. Didalam usus laktosa akan dipermentasi menjadi asam laktat. 2007). Lactoferrin. ekonomis. Pemberian ASI dalam 1 jam pertama pada bayi baru lahir. zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama. 3. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Hasil berbagai penelitian diatas menyimpulkan bahwa promosi dan dukungan menyusui tidak saja akan mengurangi jumlah balita yang sakit. praktis.menyebabkan enteritis (peradangan saluran pencernaan). (Sentra Laktasi Indonesia. dapat memenuhi kebutuhan bayi akan zat-zat gizi yang penting dan dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit berbahaya pada masa yang paling rentan dalan kehidupannya. 4. Bifidus. .

menyusui dengan bayi juga dapat memberikan keuntungan bagi ibu. selain juga bermanfaat bagi ibu. Hubungan yang lebih erat karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat. Penelitian membuktikan bahwa ibu menyusui enam bulan lebih langsing setengah kg dibanding ibu yang menyusui empat bulan. karena mengandung lebih dari . MANFAAT ASI Untuk Bayi Pemberian ASI merupakan metode pemberian makan bayi yang terbaik. Dengan menyusui maka kesuburan ibu menjadi berkurang untuk beberpa bulan (menjarangkan kehamilan) 6. bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak. 2. ibu menyusui tidak membutuhkan zat besisebanyak ketika mengalami menstruasi 10. ASI masih merupakan makanan utama bayi. Suatu rasa kebanggaan dari ibu. Ibu lebih cepat langsing. sehingga 8. ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. 5. 3. Mempercepat berhentinya pendarahan post partum. 3. 7. yaitu: 1. Dengan menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian keukuran sebelum hamil 4. Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan.Pada umur 6 sampai 12 bulan. Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayi. Memberi jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya 9.5. bahwa ia dapat memberikan “kehidupan” kepada bayinya. Mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang. terutama pada bayi umur kurang dari 6 bulan. Karena kembalinya menstruasi tertunda. Selain memberikan kebaikan bagi bayi.

Penelitian medis juga menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya mendapat manfaat fisik dan manfaat emosional 8. ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. ASI tak bakalan basi. meskipun ASI hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan bayi. perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). dsb 6. Bila gudang ASI telah kosong. 4. ASI disesuaikan secara unik bagi bayi manusia. . air panas. dsb 5. seperti halnya susu sapi adalah yang terbaik untuk sapi. ASI lebih hemat waktu karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol susu. Untuk Ibu 1. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker rahim dan kanker payudara. dot. Jadi. ASI selalu bebas kuman. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi. ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan membuang ASI-nya sebelum menyusui. karena tidak usah selalu membeli susu kaleng dan perlengkapannya 7. mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa pra-kehamilan dan mengurangi risiko perdarahan 2.60% kebutuhan bayi. akan tetapi pemberian ASI tetap dianjurkan karena masih memberikan manfaat. sehingga ibu lebih cepat langsing kembali 3. Lemak di sekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke dalam ASI. Setelah umur 1 tahun. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh ibu. kaleng susu formula. Hisapan bayi membantu rahim menciut. sementara campuran susu formula belum tentu steril. ASI lebih murah. ASI lebih praktis karena ibu bisa jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus membawa banyak perlengkapan seperti botol.

Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit. 2. Laktogenesis :  Tahap 1 (kehamilan akhir) : Sel alveolar berubah menjadi sel sekretoris . Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat. 4. 4. 2. Bayi sehat membuat negara lebih sehat. ASI adalah sumber daya yang terus menerus diproduksi dan baru. PROSES TERBENTUKNYA ASI Tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses laktasi mencakup : 1. 6. botol susu kayu bakar atau minyak untuk merebus air. 5. susu dan peralatannya. Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkan kematian. susu. Memberikan ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia. 3.Untuk Keluarga 1. tidak perlu membawa botol. 5. dll. Mammogenesis : Terjadi pertumbuhan payudara baik dari ukuran maupun berat dari payudara mengalami peningkatan. 3. Terjadi penghematan pada sektor kesehatan karena jumlah bayi sakit lebih sedikit. air panas. Tidak perlu uang untuk membeli susu formula. 6. 4. susu atau peralatan. Menghemat devisa negara karena tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lain untuk persiapannya. 2. Melindungi lingkungan karena tak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air. Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi LAM dari ASI eksklusif. Lebih praktis saat akan bepergian. Untuk Masyarakat dan Negara 1.

anggur tersebut terpencet dan mengeluarkan susu ke dalam ranting yang mengalir ke cabang-cabang lebih besar. Secara visual payudara dapat di gambarkan sebagai setangkai buah anggur. Pusat dari areda (bagan yang berpigmen) adalah putingnya. payudara menjadi penuh dan hangat. Susu diproduksi pada akhir ranting dan mengalir kedalam cabangcabang besar menuju saluran ke dalam putting. Berdasarkan waktu diproduksi. yang tidak kaku letaknya dan dengan mudah dihisap (masuk kedalam) mulut bayi. mewakili tenunan kelenjar yang mengsekresi dimana setiap selnya mampu memproduksi susu. Kontrol endokrin beralih menjadi autokrin. Involution PRODUKSI ASI Proses terjadinya pengeluaran air susu dimulai atau dirangsang oleh isapan mulut bayi pada putting susu ibu. hormon utama yang mengandalkan pengeluaran Air Susu. ASI dapat dibagi menjadi 3 yaitu: Colostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mamae yang mengandung tissue debris dan redual material yang terdapat dalam . Tahap 2 (hari ke-3 hingga ke-8 kelahiran) : Mulai terjadi sekresi susu. Kegagalan dalam perkembangan payudara secara fisiologis untuk menampung air susu sangat jarang terjadi. Proses pengeluaran air susu juga tergantung pada Let Down Replex. 3. bila sel-sel Myoepithelial di dalam dinding alveoli berkontraksi. yang secara perlahan-lahan bertemu di dalam aerola dan membentuk sinus lactiterous. Gerakan tersebut merangsang kelenjar Pictuitary Anterior untuk memproduksi sejumlah prolaktin. Galaktopoiesis 4. dimana hisapan putting dapat merangsang kelenjar Pictuitary Posterior untuk menghasilkan hormon oksitolesin. yang dapat merangsang serabutotot halus di dalam dinding saluran susu agar membiarkan susu dapat mengalir secara lancar. Payudara secara fisiologis merupakan tenunan aktif yang tersusun seperti pohon tumbuh di dalam putting dengan cabang yang menjadi ranting semakin mengecil.

ASI Mature tidak. Tentang colostrum : 1. Sedangkan vitamin larut dalam air dapat lebih tinggi atau lebih rendah. Merupakan suatu laxanif yang ideal untuk membersihkan meconeum usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi selanjutnya. PH lebih alkalis dibandingkan ASI Mature. Bila dipanaskan menggumpal. dari masa laktasi. 9. 8. Total energi lebih rendah dibandingkan ASI Mature yaitu 58 kalori/100 ml colostrum. Lebih banyak mengandung protein dibandingkan ASI Mature. 6. Vitamin larut lemak lebih tinggi. Merupakan cairan kental yang ideal yang berwarna kekuning-kuningan. Lebih rendah kadar karbohidrat dan lemaknya untuk menerima makanan dibandingkan dengan ASI Mature. 3. 4. Lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan ASI Mature yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai 6 bulan pertama. Disekresi oleh kelenjar mamae dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat. tetapi berlainan dengan ASI Mature dimana protein yang utama adalah casein pada colostrum protein yang utama adalah globulin. sehingga dapat memberikan daya perlindungan tubuh terhadap infeksi. Lemaknya lebih banyak mengandung Cholestrol dan lecitin di bandingkan ASI Mature. 5. 7. .alveoli dan ductus dari kelenjar mamae sebelum dan segera sesudah melahirkan anak. 2. Komposisi colostrum dari hari ke hari berubah. lebih kuning dibandingkan ASI Mature.

yangakan menambah kadar antobodi pada bayi. Air Susu Masa Peralihan (Masa Transisi) 1. 3. 4. sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi. Air Susu Mature ASI yang disekresi pada hari ke 10 dan seterusnya. yaitu: a. 2. Merupakan ASI peralihan dari colostrum menjadi ASI Mature. lactoperoxidese) .10. macrophag. Volume: 300 – 850 ml/24 jam Terdapat anti microbaterial factor. siap diberikan pada bayi tanpa persiapan yang khusus dengan temperatur yang sesuai untuk bayi. sehingga hidrolisa protein di dalam usus bayi menjadi krang sempurna. granulocyle. 4. Antibodi terhadap bakteri dan virus. b. Berikut ini adalah cir cirri ASI : 1. 3. yang dikatakan komposisinya relatif konstan. Volume semakin meningkat. Kadar protein semakin rendah. bahkan ada yang mengatakan pada ibu yangs ehat ASI merupakan makanan satu-satunya yang diberikan selama 6 bulan pertama bagi bayi. selalu tersedia. Merupakan cairan putih kekuning-kuningan. Enzim (lysozime. karena mengandung casienat. Merupakan makanan yang dianggap aman bagi bayi. Cell (phagocyle. Disekresi dari hari ke 4 – hari ke 10 dari masa laktasi. Tidak menggumpal bila dipanaskan. Terdapat trypsin inhibitor. tetapi ada pula yang berpendapat bahwa ASI Mature baru akan terjadi pada minggu ke 3 – ke 5. Volumenya berkisar 150-300 ml/24 jam. riboflaum dan karotin. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa minggu ke 3 sampai ke 5 ASI komposisinya baru konstan. lymhocycle type T) c. 2. ASI merupakan makanan yang mudah di dapat.

Ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan volume air susu yang diproduksi. 400-600 ml dalam 6 bulan kedua. Penyedotan/penghisapan oleh bayi biasanya berlangsung selama 15-25 menit. B12 Ginding Protein) Faktor resisten terhadap staphylococcus. kelenjar-kelenjar pembuat ASI mulai menghasilkan ASI. Selama beberapa bulan berikutnya bayi yang sehat akan mengkonsumsi sekitar 700-800 ml ASI setiap hari. Setelah 6 bulan volume pengeluaran air susu menjadi menurun dan sejak saat itu kebutuhan gizi tidak lagi dapat dipenuhi oleh ASI saja dan harus mendapat makanan tambahan. jumlah air susunya dalam sehari sekitar 500-700 ml selama 6 bulan pertama. Penyebabnya mungkin dapat ditelusuri pada masa kehamilan dimana jumlah pangan yang . terutama yang ukurannya tidak berubah selama masa kehamilan hanya memproduksi sejumlah kecil ASI.d. e. Konsumsi ASI selama satu kali menysui atau jumlahnya selama sehari penuh sangat bervariasi. dan 300-500 ml dalam tahun kedua kehidupan bayi. Karena itu selama kurun waktu tersebut ASI mampu memenuhi lkebutuhan gizinya. Complecement ( C3 dan C4) Volume Produksi ASI Pada minggu bulan terakhir kehamilan. pada hari pertama sejak bayi lahir akan dapat menghasilkan 50-100 ml sehari dari jumlah ini akan terus bertambah sehingga mencapai sekitar 400-450 ml pada waktu bayi mencapai usia minggu kedua. meskipun umumnya payudara yang berukuran sangat kecil.Akan tetapi penelitian yang dilakukan pada beberpa kelompok ibu dan bayi menunjukkan terdapatnya variasi dimana seseorang bayi dapat mengkonsumsi sampai 1 liter selama 24 jam. Dalam keadaan produksi ASI telah normal. volume susu terbanyak yang dapat diperoleh adalah 5 menit pertama.(9) Jumlah tersebut dapat dicapai dengan menysusui bayinya selama 4 – 6 bulan pertama. meskipun kedua anak tersebut tumbuh dengan kecepatan yang sama. f. Protein (lactoferrin. Apabila tidak ada kelainan. Pada ibu-ibu yang mengalami kekurangan gizi.

selalu dalam keadaan steril dan suhu susu yang pas. dengan akibat yang fatal bagi bayi yang masih sangat muda. Bayi ASI memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit. Apabila bayi sakit. Bayi ASI lebih bisa menghadapi efek kuning (jaundice). nyaman dan terlindungi. Produksi ASI dari ibu yang kekurangan gizi seringkali menurun jumlahnya dan akhirnya berhenti. Dengan adanya kontak mata dan badan. di antaranya: kolik. antibodi sang ibu terhadap penyakit tersebut diteruskan kepada bayi melalui ASI. dan ASI bermanfaat untuk menaikkan berat badan dan menumbuhkan sel otak pada bayi prematur. SIDS (kematian mendadak pada bayi). Bayi merasa aman. Akan tetapi kadang-kadang terjadi bahwa peningkatan jumlah produksi konsumsi pangan ibu tidak selalu dapat meningkatkan produksi air susunya. pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara ibu dan anak. dan Ulcerative Colitis. dan alergi. yang kelak akan digunakan sebagai salah satu komponen ASI dan sebagai sumber energi selama menyusui. Chron’s disease. ketika si ibu tertular penyakit (misalnya melalui makanan seperti gastroentretis atau polio). ASI selalu siap sedia setiap saat bayi menginginkannya. asalkan bayi tersebut disusui sesering mungkin dan tanpa pengganti ASI. Level bilirubin dalam darah bayi banyak berkurang seiring dengan diberikannya kolostrum dan mengatasi kekuningan. Di daerah-daerah dimana ibu-ibu sangat kekurangan gizi seringkali ditemukan “merasmus” pada bayi-bayi berumur sampai enam bulan yang hanya diberi ASI. Beberapa penyakin lebih jarang muncul pada bayi ASI. Bayi akan lebih cepat sembuh. Bayi prematur lebih cepat tumbuh apabila mereka diberikan ASI perah.dikonsumsi ibu tidak memungkinkan untuk menyimpan cadangan lemak dalam tubuhnya. sembelit. Komposisi ASI akan teradaptasi sesuai dengan kebutuhan bayi. IQ pada bayi ASI lebih tinggi 7-9 point daripada IQ bayi non- . eksim. ASI adalah makanan yang terbaik untuk diberikan karena sangat mudah dicerna. 5. Komposisi ASI ideal untuk bayi Dokter sepakat bahwa ASI mengurangi resiko infeksi lambung-usus. dan ini mempengaruhi kemapanan emosi si anak di masa depan. Contohnya.

lebih banyak. yang kesemuanya sangat penting untuk pertahanan tubuh bayi. Ini menjadi dasar bagi pertumbuhan manusia menuju sumber daya manusia yang baik dan lebih mudah untuk menyayangi orang lain. Bila bayi diberi susu sapi. Komposisi ASI dan Colostrum Kandungan colostrum berbeda dengan air susu yang mature. lebih banyak mengandung imunoglobin A (Iga). Sebagian besar dari protein tersebut adalah kasein. Menurut penelitian pada tahun 1997. Sambil menyusui.9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula. Sekitar setengah dari energi yang terkandung dalam ASI berasal dari lemak. karena colostrum mengandung berbeda dengan air susu yang mature. eluslah si bayi dan dekaplah dengan hangat. terhadap serangan penyakit (Infeksi) lebih sedikit mengandung lemak dan laktosa. karena colostrum dan hanya sekitar 1% dalam air susu mature. laktoterin dan sel-sel darah putih. kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 1/2 tahun mencapai 12. sehingga akan membetuk gumpalan yang lunak dan lebih mudah dicerna serta diserapoleh usus bayi. Menyusui bukanlah sekadar memberi makan. Tindakan ini sudah dapat menimbulkan rasa aman pada bayi. . Kandungan total lemak sangat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya. terhadap. Dimana susu sapi mengandung sekitar tiga kali lebih banyak protein daripada ASI. dan sisanya berupa protein whey yang larut. sedangkan ASI walaupun mengandung lebih sedikit total protein. Air susu berikutnya disebut “Hand milk”. namun bagian protein “whey”nya lebih banyak. tapi juga mendidik anak. Air susu yang encer ini akan membantu memuaskan rasa haus bayi waktu mulai menyusui. dari satu fase lakatasi air susu yang pertama kali keluar hanya mengandung sekitar 1 – 2% lemak dan terlihat encer. mengandung vitamin dan lebih banyak mengandung mineral-mineral natrium (Na) dan seng (Zn).ASI. Kandungan kasein yang tinggi akan membentuk gumpalan yang relatif keras dalam lambung bayi. sebab ASI mengandung lebih banyak enzim pemecah lemak (lipase). sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi dan spiritual yang tinggi. yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh bayi dibandingkan dengan lemak susu sapi.

Vitamin D yang terlarut dalam air telah ditemukan terdapat dalam susu. bila kulitnya sering terkena sinar matahari. National research Council Washington tahun 1990 diperoleh perkiraan komposisi Kolostrum ASI dan susu sapi untuk setiap 100 ml seperti tertera pada tabel berikut: . meskipun fungsi vitamin ini merupakan tambahan terhadap vitamin D yang terlarut lemak. kalium. Jumlahnya dalam ASI tak terlalu bervariasi dan terdapat lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi. Didalam usus asam laktat tersebut membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan juga membantu penyerapan kalsium serta mineral-mineral lain.mengandung sedikitnya tiga sampai empat kali lebih banyak lemak. Hanya sedikit terdapat vitamin D dalam lemak susu. jumlah ini akan mencukupi kebutuhan untuk bahan-bahan pertama kehidupannya ASI juga mengandung lebih sedikit natrium. Berdasarkan sumber dari food and Nutrition Boart. juga didalam usus sebagian laktosa akan diubah menjadi asam laktat. Laktosa (gula susu) merupakan satu-satunya karbohidrat yang terdapat dalam air susu murni. ASI mengandung lebih sedikit kalsium daripada susu sapi tetapi lebih mudah diserap. Apabila makanan yang dikonsumsi ibu memadai. semua vitamin yang diperlukan bayi selama empat sampai enam bulan pertama kehidupannya dapat diperoleh dari ASI. sehingga penting diperhatikan agar bayi. Ini akan memberikan sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh bayi. tetapi penyakit polio jarang terjadi pada aanak yang diberi ASI. banyak memperoleh air susu ini. fosfor dan chlor dibandingkan dengan susu sapi. Disamping fungsinya sebagai sumber energi. tetapi dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan bayi.

Vit K (mg) Mineral .9 Kolostrum 58 2.05 0.3 ASI 70 0.5 41 43 145 82 64 340 2.9 30 75 183 0.Vit C .5 75 14 40 160 12-15 246 0.Kasein/whey .Vit B2 (mg) .Tembaga (mg) .Vit D (mg) .6 1.2 Susu Sapi 65 3.5 187 161 167 142 7.Asam pantotenik .Kasein (mg) .9 1.9 1 : 1.Biotin .9 .Laktoferin (mg) .1 0.Asam folat .Vit B1 (mg) .8 .Vit B12 .Vit B6 (mg) .Vit A (mg) .02 0.8 3.3 4.1 5 0.1 0.Klorin (mg) .05 5. ASI dan susu sapi untuk setiap 100 ml Zat-zat Gizi Energi (K Cal) Protein (g) .Vit Z . Komposisi Kolostrum.07 6 140 218 330 364 5.Zat besi (ferrum) (mg) 39 85 40 70 35 40 40 100 130 108 14 70 151 1.06 0.6 0.04 0.Asam Nikotinmik (mg) .13 0.Ig A (mg) Laktosa (g) Lemak (g) Vitamin .25 1.Tabel 1.4 1 : 1.2 4.3 2.Kalsium (mg) .Laktamil bumil (mg) .

Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan. 6. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat)..Fosfor (mg) .Manajemen Laktasi Manajemen laktasi adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan menyusui. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal.Sulfur (mg) 4 14 74 48 22 4 15 57 15 14 12 120 145 58 30 Komposisi Taurin. .Sodium (mg) . Adapun upaya-upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Memberikan penerangan dan penyuluhan tentang manfaat dan keunggulan ASI. segera setelah persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya. Pada masa Kehamilan (antenatal) 1.Magnesium (mg) . Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. DHA dan AA pada ASI Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. disamping bahaya pemberian susu botol.Potassium (mg) . manfaat menyusui baik bagi ibu maupun bayinya.

kehamilan dan payudara/keadaan putting susu.000S1) dalam waktu dua minggu setelah melahirkan. . Pada masa menyusui selanjutnya (post-natal) 1. 2. 5.2. Ibu dibantu menyusui 30 menit setelah kelahiran dan ditunjukkan cara menyusui yang baik dan benar. b. Perhatikan gizi/makanan ibu menyusui. apakah ada kelainan atau tidak. 3. Menyusui dilanjutkan secara ekslusif selama 6 bulan pertama usia bayi. Pengertian dan dukungan keluarga terutama suami penting untuk menunjang keberhasilan menyusui. Perawatan payudara mulai kehamilan umur enam bulan agar ibu mampu memproduksi dan memberikan ASI yang cukup. Membantu terjadinya kontak langsung antara bayi-ibu selama 24 jam sehari agar menyusui dapat dilakukan tanpa jadwal. yakni: tentang posisi dan cara melakatkan bayi pada payudara ibu. Memperhatikan gizi/makanan ditambah mulai dari kehamilan trisemester kedua sebanyak 1 1/3 kali dari makanan pada saat belum hamil. c. Disamping itu perlu dipantau kenaikan berat badan ibu hamil. 3. 4. 2. perlu makanan 1 ½ kali lebih banyak dari biasa dan minum minimal 8 gelas sehari. Ibu menyusui harus cukup istirahat dan menjaga ketenangan pikiran dan menghindarkan kelelahan yang berlebihan agar produksi ASI tidak terhambat. Pemeriksaan kesehatan. Pada masa segera setelah persalinan (prenatal) 1. Ibu nifas diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (200. Menciptakan suasana keluarga yang menyenangkan. 3. yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan/minuman lainnya. 4. Dalam hal ini perlu diperhatikan keluarga terutama suami kepada istri yang sedang hamil untuk memberikan dukungan dan membesarkan hatinya.

Keadaan gizi anak pada waktu lahir sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi semasa hamil. juga kemungkinan dapat melahirkan anak dengan berbagai kelainan dalam pertumbuhannya. Meskipun demikian. Bahkan setelah diperkenankan bahan makanan tambahan yang utama. karena anugrah tuhan ini tidak dimiliki oleh semua ibu. 6. Menghubungi kelompk pendukung ASI terdekat untuk meminta pengalaman dari ibu-ibu lain yang sukses menyusui bagi mereka. kecuali jka ada tanda-tanda produksi ASI tidak mencukupi. berikan MP ASDI yang cukup baik kuantitas maupun kualitas. Menyusui adalah cara makan aanak-anak yang tradisional dan ideal. Sejak terjadinya pembuahan terhadap sel telur dalam rahim ibu. Hanya makanan yang memenuhi syarat gizi bagi anak dan bagi ibunya yang dapat membantu syarat gizi bagi wanita hamil dan pengaturan makanan anak yang sesuai merupakan masalah pokok yang perlu dihayati oleh para ibu. ASI masih tetap merupakan sumber utama yang bisa mencukupi gizi. terutama mulai bayi 4 bulan. Ibu yang semasa hamilnya menderita gangguan gizi selain akan melahirkan anak yang gizinya tidak baik. ternyata dapat memproduksi air susu yang berlimpah. Memperhatikan gizi/makanan anak. manfaatnyabagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat ditentukan oleh . Rujuk ke Posyandu atau Puskesmas atau petugas kesehatan apabila ada permasalahan menysusui seperti payudara banyak disertai demam. diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan air susu dalm jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya. atau mungkin anak akan lahir mati. Ibu-ibu seharusnya bersyukur bila payudaranya. Dalam usia 0-6 bulan bayi sepenuhnya mendapat makanan berupa ASI dan tidak perlu di beri makanan lain. yang biasanya sanggup memenuhi kebutuhan gizi seseorang bayi untuk masa hidup empat sampai enam bulan pertama.5. 7. Bahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan ASI cukup tanpa makanan tambahan selama 3 bulan pertama. secara penuh tanpa makanan tamabahan selama enam bulan pertama. Betapapun tingginya dan baiknya mutu ASI sebagai makanan bayi.

Berikan Kolostrum 4. Berikan ASI setiap kali meminta/menangis tanpa jadwal. Hal ini sesuai dengan kebijaksanaan PP-ASI yaitu ASI diberikan selama 2 tahun dan baru pada usia 4 bulan bayi mulai di beri makanan pendamping ASI. Kebaikan dan mutu ASI yang dapat dihasilkan oleh ibu tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Berikan ASI dari kedua payudara. kiri dan kanan secara bergantian. Payudara yang dihisap sampai kosong merangsang produksi ASI yang cukup. termasuk pada malam hari. Akan tetapi jika makanan ibu terus menerus tidak mengandung cukup zat gizi yang diperlukan tentu pada akhirnya kelenjar-kelenjar pembuat air susu dalam buah dada ibu tidak akan dapat bekerja dengan sempurna. dan akibatnya bayi akan menderita gangguan gizi. dan akhirnya akan berpengaruh terhadap produksi ASI. Adapun makanan bayi umur 0-4 bulan adalah sebagai berikut: 1.jumlah ASI yang dapat diberikan oleh ibu. tiap kali sampai payudara terasa kosong. . Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Makanan Ibu Makanan yang dimakan seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui tidak secara langsung mempengaruhi mutu ataupun jumlah air susu yang dihasilkan. 2. Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI. 6. Susui bayi segera 30 menit setelah lahir. Faktor-faktor yang memperoleh Produksi ASI Adapun hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah: a. ASI sebagai makanan tunggal harus diberikan sampai bayi berumur 4bulan. Dengan menysusui akan terjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan anak. 3. karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Dalam tubuh terdapat cadangan berbagai zat gizi yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan. paling lambat usia 6 bulan karena ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi pada 4 bulan pertama. 5. Berikan ASI 0-10 kali setiap hari.

Waktu bayi menghisap payudara ibu. Refleks memutarnya kepala bayi ke payudara ibu disebut :”rooting reflex (reflex menoleh). Ibu yang selalu dalam keadaan gelisah. Pada ibu ada 2 macam. Rangsangan ini diteruskan ke hypophyse melalui nervus vagus. Dari lobus ini akan mengeluarkan hormon prolaktin. Apabila ibu yang sedang menyusui bayinya tidak mendapat tambahan makanan. Kelenjar ini akan terangsang untuk menghasilkan ASI. Let-down Refleks (Refleks Milk Ejection) Refleks ini membuat memancarkan ASI keluar. mungkin akan gagal dalam menyusui bayinya. kurang percaya diri. Bayi secara otomatis menghisap putting susu ibu dengan bantuan . Dianjurkan disamping bahan makanan sumber protein seperti ikan. b. 2. masuk ke peredaran darah dan sampai pada kelenjar –kelenjar pembuat ASI. Dan walaupun tidak jelas pengaruh jumlah air minum dalam jumlah yang cukup. terus kelobus anterior. Terlebih jikapada masa kehamilan ibu juga mengalami kekurangan gizi. Bila bayi didekatkan pada payudara ibu. terjadi rangsangan neorohormonal pada putting susu dan aerola ibu. bahan makanan sumber vitamin juga diperlukan untuk menjamin kadar berbagai vitamin dalam ASI. telur dan kacang-kacangan. reflek yang menentukan keberhasilan dalam menyusui bayinya. yaitu setara dengan 3 piring nasi dan 1 butir telur. reflek tersebut adalah: 1. maka bayi akan memutar kepalanya kearah payudara ibu. rasa tertekan dan berbagai bentuk ketegangan emosional.Unsur gizi dalam 1 liter ASI setara dengan unsur gizi yang terdapat dalam 2 piring nasi ditambah 1 butir telur. maka akan terjadi kemunduran dalam pembuatan ASI. Karena itu tambahan makanan bagi seorang ibu yang sedang menyusui anaknya mutlak diperlukan. Reflek Prolaktin Reflek ini secara hormonal untuk memproduksi ASI. Jadi diperlukan kalori yang setara dengan jumlah kalori yang diberikan 1 piring nasi untuk membuat 1 liter ASI. Ketentraman Jiwa dan Pikiran Pembuahan air susu ibu sangat dipengaruhi oleh faktor kejiwaan. Agar Ibu menghasilkan 1 liter ASI diperlukan makanan tamabahan disamping untuk keperluan dirinya sendiri.

d. Pengurutan tersebut diharapkan apablia terdapat penyumbatan pada duktus laktiferus dapat dihindarkan sehingga pada waktunya ASI akan keluar dengan lancar. Hal ini memberikan kesan yang tidak mendidik pada ibu. Let-down reflex mudah sekali terganggu. Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron. Bayi tidak cukup mendapat ASI dan akan menangis. misalnya pada ibu yang mengalami goncangan emosi. yaitu hormon yang dapat merangsang produksi ASI. . karena hal ini dapat mengurangi jumlah produksi ASI bahkan dapat menghentikan produksi ASI secara keseluruhan oleh karena itu alat kontrasepsi yang paling tepat digunakan adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yaitu IUD atau spiral. Pengaruh persalinan dan klinik bersalin Banyak ahli mengemukakan adanya pengaruh yang kurang baik terhadap kebiasaan memberikan ASI pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin lebih menitik beratkan upaya agar persalinan dapat berlangsung dengan baik. ibu dan anak berada dalam keadaan selamat dan sehat. Bagi ibu yang dalam masa menyusui tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi pil yang mengandung hormon estrogen. c. dan ibu selalu beranggapan bahwa susu sapi lebih dari ASI.lidahnya. e. tekanan jiwa dan gangguan pikiran. Masalah pemebrian ASI kurang mendapat perhatian. yaitu dengan mengurut payudara selama 6 minggu terakhir masa kehamilan. Perawatan Payudara Perawatan fisik payudara menjelang masa laktasi perlu dilakukan. Karena AKDR dapat merangsang uterus ibu sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kadar hormon oxitoksin. Sering makanan pertama yang diberikan justru susu buatan atau susu sapi. Pengaruh itu akan semakin buruk apabila disekeliling kamar bersalin dipasang gambar-gambar atau poster yang memuji penggunaan susu buatan. Gangguan terhadap let down reflex mengakibatkan ASI tidak keluar. Tangisan bayi ini justru membuat ibu lebih gelisah dan semakin mengganggu let down reflex.

Antara lain: a. Namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui bayinya atau menghentikan menyusui lebih dini. maka susu sapi adalah satu-satunya jalan keluar dalam pemberian makanan bagi bayi yang ditinggalkan dirumah. Hubungan ini akan menghantarkan kasih sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi terhadap ibunya. Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga. . kakek. Hubungan kerabat yang luas di daerah pedesaan menjadi renggang setelah keluarga pindah ke kota. sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan erat. Kemudahan-kemudahan yang didapat sebagai hasil kemajuan Teknologi pembuatan makanan bayi seperti pembuatan tepung makanan bayi. Penelitian dan pengamatan yang dilakukan diberbagai daerah menunjukkan dengan jelas adanya kecenderungan meningkatkannya jumlah ibu yang tidak menyusui bayi ini dimulai di kota terutama pada kelomopk ibu dan keluarga yang berpenghasilan cukup. mertua dan orang terpandang dilingkungan keluarga secara berangsur menjadi berkurang. ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi selama 4-6 bulan pertama kehidupannya. b. Selain sebagai sumber energi dan zat gizi. hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh. Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi menyebabkan ibu beranggapan bahwa makanan-makanan itu lebih baik dari ASI d. Banyak hal yang menyebabkan ASI tidak diberikan khususnya bagi ibu-ibu di Indonesia. karena mereka itu umumnya tetap tinggal di desa sehingga pengalaman mereka dalam merawat makanan bayi tidak dapat diwariskan. Para ibu sering keluar rumah baik karena bekerja maupun karena tugas-tugas sosial. susu buatan bayi.7. c. Pengaruh orang tua seperti nenek. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI pada Bayi ASI merupakan malanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi baru lahir. yang kemudian menjalar ke daerah pinggiran kota dan menyebar sampai ke desa-desa. pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayinya. mendorong ibu untuk mengganti ASI dengan makanan olahan lain. sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.

ibu yang berpendidikan rendah. serta bayi yang dalam keadaan sakit. . Disamping itu juga karena faktor dari pihak bayi seperti bayi lahir sebelum waktunya (prematur) atau bayi lahir dengan berat badan yang sangat rendah yang mungkin masih telalu lemah abaila mengisap ASI dari payudara ibunya. serta praktek yang keliru dengan memberikan susu botol kepada bayi yang baru lahir. Berbagai aspek kehidupan kota telah membawa pengaruh terhadap banyak para ibu untuk tidak menyusui bayinya. luka-luka pada putting susu yang sering menyebabkan rasa nyeri. padahal makanan penganti yang bergizi tinggi jauh dari jangkauan mereka. h. terdidik dan mengikuti perkembangan zaman. baik karena faktor intern dari ibu seperti terjadinya bendungan ASI yang mengakibatkan ibu merasa sakit sewaktu bayinya menyusu. f.Kesehatan/status gizi bayi/anak serta kelangsungan hidupnya akan lebih baik pada ibu. Hal ini karena seorang ibu yang berpendidikan tinggi akan memiliki pengetahuan yang luas serta kemampuan untuk menerima informasi lebih tinggi. Pengaruh melahirkan dirumah sakit atau klinik bersalin. Memburuknya gizi anak dapat juga terjadi akibat ketidaktahuan ibu mengenai cara – cara pemberian ASI kepada anaknya. kelainan pada putting susu dan adanya penyakit tertentu seperti tuberkolose. demikian juga ibu yang gizinya tidak baik akan menghasilkan ASI dalam jumlah yang relatif lebih sedikit dibandingkan ibu yang sehat dan gizinya baik. Adanya anggapan bahwa memberikan susu botol kepada anak sebagai salah satu simbol bagi kehidupan tingkat sosial yan lebih tinggi. Kurangnya pengertian dan pengertahuuan ibu tentang manfaat ASI dan menyusui menyebabkan ibu – ibu mudah terpengaruh dan beralih kepada susu botol (susu formula). Belum semua petugas paramedis diberi pesan dan diberi cukup informasi agar menganjurkan setiap ibu untuk menyusui bayi mereka. Ibu takut bentuk payudara rusak apabila menyusui dan kecantikannya akan hilang. g. Sering juga ibu tidak menyusui bayinya karena terpaksa.e. malaria yang merupakan alasan untuk tidak menganjurkan ibu menyusui bayinya.

sehingga bayi cendrung mengalami malnutrisi. Alasan lain ibu – ibu tidak menyusui bayinya adalah karena ibu tersebut secara tidak sadar berpendapat bahwa menyusui hanya ibu merupakan beban bagi kebebasan pribadinya atau hanya memperburuk potongan dan ukuran tubuhnya. Sama halnya suatu kebudayaan tidak mencela penyusunan. ibu bersaliin. Disamping itu juga sikap sementara penaggung jawab ruang bersaliiin dan perawatan dirumah sakit. Semua faktor– faktor terebut diatas yang dianggap sebagai penyebab semakin melorotnya kegiatan meminumkan air susu ibu ke kalangan para ibu – ibu saat ini. Selain itu kemampuan ibu yang seusianya lebih tua juga amat rendah produksi ASInya.Pada penelitian di Pakisttan dimana tingkat kematian anak pada ibu – ibu yang lama pendidikannya 5 tahun adalah 50 % lebih rendah daripada ibu – ibu yang buta huruf. Demikian juga di Indonesia bahwa pemberian makanan padat yang terlalu dini.ibu yang berpendidikan rendah. Kendala lain yang dihadapi dalam upaya peningkatan penggunaan ASI adalah sikap sementara petugas kesehatan dari berbagai tingkat yang tidak bergairah mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan. agaknya faktor ketidaktauanlah yang menyebabkannya. maka “let down reflex” (reflex keluar) akan terhambat. Apabila pemikiran tentang menyusui dianggap tidak sopan dan memerlukan . maka pengisapan akan tidak terbatas dan akan menolong pengeluaran ASI. . Konsep baru tentang pemberian ASI dan mengenai hal – hal yang berhubungan dengan ibu hamil. ibu menyusui dan bayi baaru lahir. serta belum diterapkannya pelayanan rawat disebagian besar rumah sakit /klinik bersalin. Sebahagian besar dilakukan oleh ibu. Faktor lain yang berpengaruh terhadap pemberian ASI adalah sikap ibu terhadap lingkungan sosialnya dan kebudayaan dimana dia dididik.rumah bersalinn yang berlangsung memberikan susu botol pada bayi baru lahir ataupun tidak mau mengusahakan agar iibu mampu memberikan ASI kepada bayinya.

9. dan tidak dilakukan sembunyi-sembunyi. Kebiasaan itu adpat diciptakan suatu kondisi dan gairah bagi para gadis yang melihatnya. Didaerah perkotaan. terutama sebelum melahirkan. Didaerah pedesaan. Di daerah pedesaan menyusui anak terlihat sebagai suatu proses yang normal. ibu-ibu yang mampu harus dihimbau dan diberi motivasi agar kembali pada praktek menyusui anak sendiri. Motivasi untuk menyusui. pendidikan harus diarahkan untuk tujuan mencegah marasmus. hendaknya ditingkatkan pada masyarakat. atau ibu tidak nyaman dalam menyusui) bisa . Kemajuan dibidang kesehatan lingkungan dan industri makanan sapihan membuat segalanya menjadi sangat praktis sehingga para ibu lebih cenderung menggunakan susu botol. tentu akan banyak mempengaruhi tabiat gadis-gadis disekitarnya untuk berbuat sama. Bila tumbuh menjadi besar dan punya anak meeka ingin melakukan hal yang serupa. sasaran yang harus diberi pendidikan adalah para gadis remaja. kebiasaan ibu-ibu di kota yang malu-nalu serta sembunyi-sembunyi menyusui bayinya. pengertian tersebut harus ditanamkan pada anakanak gadis sejak masih usia muda. Dan bila menyusui. bahwa menyusui anak merupakan bagian dari tugas biologis seorang ibu.8. Untuk mengatasi masalah tersebut. Perkembangan teknologi yang telah dapat menciptakan “humanized milk” menyebabkan nilai ASI dan kebiasaan menyusui yang pada hakekatnya memberikan fasilitas kemudahan pengadaan susu. Ibu-ibu tidak malu menyusui bayinya. KETERAMPILAN MENYUSUI Banyak permasalahan dalam menyusui seperti (nyeri pada puting susu. dan menyusui anak merupakan sesuatu hal yang harus dihindarkan. murah serta praktis semakin kurang diminati dan dihindari. susu yang jumlahnya sedikit. Ibu-ibu harus dibangkitkan kemauan dan kesediannya untuk menyusui anaknya. Sebaliknya. Karena hal itu mendatangkan keuntungan bagi hubungan ibu dan anak dan terutama karena hal itu memenuhi ciri dan kodrat manusia. sehingga ada kemauan naluriah melakukan hal yang sama.

punggung dan kaki bagian atas. khususnya dalam memposisikan ibu dan bayi dengan benar. Gunakan tumpuan kaki atau pijakan bila ibu duduk. dengan posisi menghadap payudara. b.dipecahkan dengan meningkatkan teknik dasar dalam menyusui. jangan memutar leher bayi untuk mencapai putting susu ibu. Posisi Ibu : a. f. badan terbaring disepanjang lengan dan pantat dipegang oleh tangan. Posisikan lengan bayi dengan baik. Posisi tubuh bayi harus dalam kedaan tegak lurus menghadap tubuh ibu. untuk meningkatkan kontak dengan ibu. Posisi bayi : a. gunakan bantal untuk menyangga lengan. leher. Duduklah dengan nyaman dan carilah posisi yang paling nyaman ketika duduk diatas kursi. atau kursi goyang. Bisa juga ibu bersandar pada sandaran kasur dengan posisi menghadap bayi dengan menggunakan bantal sebagai penyangga kepala. Jika posisi bayi kurang tinggi. khususnya bila menggunakan kursi yang cukup tinggi. Baringkan bayi dalam dekapan ibu. b. Disarankan untuk memulai persiapan pemberian ASI dengan mengenakan pakaian yang sederhana pada bayi atau bahkan tidak mengenakan pakaian. Posisi leher pada lipatan lengan. e. c. c. dan dibawah lengan yang akan memberikan tumpuan ketika ibu menggendong bayi. d. Setelah itu putarlah tubuh bayi sedemikian rupa sehingga posisi bayi berhadapan dengan badan ibu. d. Letakkan bantal dibelakang punggung. kursi berlengan atau bahkan duduk diatas kasur dengan bersandar pada dinding atau sandaran kasur. lengan bawah diposisikan di bawah payudara dan lengan yang atas bila mengganggu bisa .

sehingga menjauhi daerah tempat bayi menghisap susu. f. hal ini akan melembabkan payudara ibu. Hal terakhir yang cukup penting adalah. Ketika bayi sudah menghisap ASI dengan baik maka pastikan kita mengatur posisi payudara dengan baik. e. Posisi payudara : a. hal ini bertujuan agar penghentian menyusui ini tidak . ketika kita akan menghentikan pemberian ASI. lalu pijatlah bibir bayi dengan lembut untuk merangsang refleks menghisap pada bayi. c. dengan ini nyeri pada payudara selama menyusui bisa dihindari.ditahan dengan menggunakan ibu jari lengan yang menggendong. Hal yang pertama perlu dilakukan dalam persiapan payudara menjelang menyusui. Ketika mulut bayi terbuka. hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi. b. tahan berat payudara dengan tangan sehingga berat payudara tidak seluruhnya membebani mulut dan bibir bayi. b. beban payudara ditahan dengan telapak tangan dan jari-jemari di bawahnya dan ibu jari di atasnya. d. Buatlah penyesuaian dengan irama pernafasan bayi. segeralah melekatkan mulut bayi di tengah payudara dan dekatlah bayi dengan erat ke tubuh ibu. Jauhkan jari dari daerah areola. Secara manual pijatlah payudara untuk mendapatkan beberapa tetes ASI pada puting ibu. jangan menarik mulut bayi dari payudara ketika bayi masih menghisap. Maka hentikan dahulu hisapan bayi lalu jauhkan bayi dari payudara dengan perlahanlahan. Proses Memulai menyusui : a. Dekatkan mulut bayi pada puting yang sudah lembab tadi. Pastikan bayi menghisap hingga areola payudara bukan puting susu ibu. c. Tahanlah payudara.

c. Bayi menunjukan keinginan dan gairah yang kuat untuk bangun secara teratur untuk menyusui.melukai payudara. Berikan ASI selama rata-rata 15-20 menit pada masng-masing payudara setiap menyusui. kulit yang sehat dan warna kulit yang sehat pula . Memiliki tonus otot yang baik. Oleh karena itu. yaitu : a. bagian depan telinga bayi akan terlihat sedikit bergerak dan ibu bisa mendengar bayinya menghisap dan menelan ASI yang diberikan. tinggi badan. Berikan ASI setidaknya setiap 1-3 jam selama dua bulan pertama. d. g. mengalami peningkatan berat. b. Bayi ngompol hingga 6-8 kali menandakan masukan cairan yang cukup. dan ukuran lingkar kepala. e. Bayi tubuh dengan kecepatan pertumbuhan yang normal. Irama hisapan yang ritmis dan teratur. berbagai tanda dibawah ini dapat dijadikan pedoman untuk mengevaluasi kecukupan pemberian ASI. Tanda Cukup Asi Banyak ibu yang kurang memperhatikan apakah bayinya sudah cukup mendapatkan ASI. atau bahkan banyak juga ibu yang bingung dengan berapa banyak atau berapa sering pemberian ASI yang baik itu. Setelah lebih dari dua bulan bayi akan mampu menghabiskan ASI lebih cepat. f. Disarankan juga untuk membangunkan bayi setiap 2-3 jam untuk memberikan ASI selama beberapa minggu awal. yang bisa berakibat nyeri hingga infeksi payudara. maka pemberian ASI dilakukan lebih jarang hingga setiap 3-5 jam dan durasi menyusui menjadi lebih singkat.

3. Jangan terlalu cepat memindahkan posisi menyusui dari payudara kiri ke kanan. jus buah. Payudara kanan dan kiri. Kalau bayi masih tampak kurang puas juga. Produksi ASI mengikuti hukum permintaan.10. kuah makanan. . Minum madu juga sangat bermanfaat 6. 1. Daun katuk segar lebih cepat menghasilkan daripada suplemen seperti Pro ASI atawa Lancar ASI. Ibu harus cukup istirahat dan jangan stres! Stres bikin ASI mendadak kering. 2. Jangan dijadwalkan. 4. Pompa payudara sehabis menyusui. semakin sering dihisap. Bisa2 bayinya ketindihan dan gak bisa bernafas. Jangan lakukan posisi menyusui tiduran sampe ketiduran kalau ibus punya kebiasaan tidur “pingsan”. Tapi sebenarnya penggunaan dot tidak dianjurkan paling tidak sampai usia bayi 6 bulan sebab dapat mengganggu perkembangan sistem syaraf dan struktur tulang kepala. Tips Sukses Pemberian ASI EKSLUSIF Ini tips dari aku yang sukses ASI eksklusif sampai 6 bulan walaupun ASI-ku tidak termasuk yang berlimpah dan sukses KB alamiah sampai si kecil 7 bulan. Melangsingkan tubuh bisa dilakukan kapan saja sementara menyusui waktunya cuma sebentar sementara manfaat baiknya untuk bayi adalah untuk kecerdasan dan daya tahan tubuhnya. pompa ASI dan masukkan ke botol untuk diberikan ke bayi. Jangan pikirkan diet dulu. 7. Bisa air putih. susu rendah lemak. Payudara yang kosong akan semakin mempercepat produksi ASI. Makanannya usahakan banyak sayur hijau dan makanan laut. ASI yang keluar setelah 15 menit pertama justru banyak mengandung lemak yang dapat mengenyangkan bayi. 5. maka semakin banyak berproduksi. Makan makanan yang bergizi dan minum cairan yang cukup banyak. dan sebaliknya. Susui bayi sesering mungkin.

Bayi “caesar” mengalami intensitas kesakitan yang sangat tinggi dibandingkan dengan bayi lahir normal yang sudah mengalami exercise dalam proses kelahiran sebelum khirnya muncul ke dunia dan beradaptasi dengan dunia luar. Ini yang paling penting. Memberikan ASI eksklusif terutama sangat dianjurkan untuk bayi2 yang dilahirkan dengan cara caesar.8. . yaitu RASA PERCAYA DIRI bahwa kita MAMPU untuk memberikan yang terbaik untuk bayi kita yaitu ASI. maka dapat membantu mencegah infeksi dan mengurangi rasa akit yang diderita bayi. Dengan memberikan ASI.

. Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik bagi bayi yang harus diberikan pada bayi sampai bayi berusia 6 bulan tanpa makanan pendamping. Masih rendahnya tingkat pengetahuan ibu-ibu tentang pemberian ASI. Perlu peningkatan penyuluhan kesehatan secara umum khususnya tentang ASI dan menyusui kepada masyarakat. Adanya kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan semakin besar persentase ASI secara Eksklusif. B. khususnya kepada ibu hamil tentang gizi dan perawatan payudara selama masa kehamilan. SARAN 1.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Perlu ditingkatkan peranan tenaga kesehatan baik di rumah sakit. ibu baru melahirkan dan ibu menyusui tentang ASI dan menyusui. 2. 3. Posyandu di dalam memberikan penyuluhan atau petunjuk kepada ibu hamil. KESIMPULAN 1. klinik bersalin. sehingga produksi ASI cukup. 2.

2000. Banani. Bedah Asi. Anonim. Jakarta: Puspa Swara 7.Arifin. Jakarta: Pusat Kesehatan Kerja Depkes RI 5.Nindya. D. Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Hegar. Stefani. Sumatra Utara: Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara 4. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM . Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. 2011. 2004. Anonim. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. 2011. http://aimi-asi. Dampak Pemberian ASI Eksklusif terhadap Penurunan Kesuburan Seorang Wanita. (serial online).DAFTAR PUSTAKA 1. 2010. Jakarta: Departemen Kesehatan Direktorat Jendral Binkesmas. Badriul. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi 3. Asosiasi Ibu menyusui Indonesia: Tanda bayi Menyusu dengan Baik. 6.1997. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta 2. Petunjuk Pelaksanaan Peningkatan ASI Eksklusif Bagi Petugas Puskesmas. Siregar. Rancangan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.org/2011/ulasan-pollingjanuari-2011/diakses taggal 5 agustus 2011 8. Manado: Bagian Obstetri dan Ginekologi. 2001. Pemberian ASI Eksklusif dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Krisnatuti. Kebijakan Departemen Kesehatan Tentang Pengingkatan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Pekerja Wanita. I. 2008.

Utami.9. . Roesli. 2008.Inisiai Menysu Dini Plus Asi Eksklusif: Jakarta: Pustaka Bunda.

ASI eksklusif membantu melindunginya bayi dari diare. 1. Uniceff dan juga Department Kesehatan RI melalui SK Menkes tahun 2004. Pada bulan-bulan awal. nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit porsi makanan padat.PR REFERAT MANAJEMEN BAYI BARU LAHIR 1. saat bayi dalam kondisi yang paling rentan. Mengapa ASI eksklusif harus diberikan selama 6 bulan? Jawaban: WHO. sudden infant death syndrome/SIDS – sindrom kematian tiba-tiba pada bayi. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. ” Setelah 6 bulan. Telah menetapkan rekomendasi pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan. ASI eksklusif dan juga susu formula. Organisasi Kesehatan Dunia – WHO mengatakan: “ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi… Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar. Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 bulan atau lebih – selama bayi anda terus menambah berat dan . Mari dukung dan publikasikan program ASI Ekslusif 6 bulan. ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia enam bulan ASI adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi. biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI – pada titik inilah. pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi. yang mudah untuk dicerna. infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi. Mengapa ASI Ekslusif Harus 6 Bulan? Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bagi yang mendapatkan ASI. Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan.

tumbuh sebagaimana mestinya. Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu manusia dan Resiko pemberian makanan instan). 3. timbulnya gas. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI ditambah makanan tambahan lain. Amilase. konstipasi dll). dan mungkin lebih banyak lagi yang masih tidak diketahui. pada usia 6 – 9 bulan. kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. berarti ASI anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik. maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan. baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis. ASI memiliki kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal. Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem penernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat. 2. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. 1998). Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi terhadap berbagai penyakit Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti . Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya. (Wilson.

4. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat termasuk :: 1. 4. dimana dia bisa memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit. Bayi sudah siap dan mau mengunyah. tumbuh gigi dan mengalami berbagai perkembangan – dalam satu waktu. akan tumbuh gigi . Menggunakan jari dan menggosokkan makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan “menjumput”. Banyak (bahkan sebagian besar) bayi usia 6 bulan yang mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba. Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. mengalami perubahan rutinitas atau mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba. 3. 2. Bayi sudah bisa “menjumput”. Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah.maltase. isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Sering kali kita mengatakan bahwa salah satu tanda bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat adalah bila bayi terus menerus ingin menyusu (kelihatan tidak puas setelah diberikan ASI/susu)-walaupun dia tidak sedang dalam keadaan sakit. Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu. 5. Meskipun demikian. sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan. Yakinkan bahwa anda melihat semua tanda-tanda kesiapan . sulit untuk menentukan apakah peningkatan kebutuhan untuk menyusui itu berhubungan dengan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. yang pada akhirnya bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui.

6. mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. 1995). bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai “usus yang terbuka”. Ini berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat makromolekul yang utuh. terutama pada usia enam bulan pertama. dapat masuk ke dalam aliran darah. para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat besi) . Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi. itu bukanlah tanda kesiapannya untuk menerima makanan padat. dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6 bulan. Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi dan Resiko Pemberian Makanan Instan). antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ pencernaan bayi dan menyediakan kekebalan pasif. saat usus masih “terbuka”. mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Dalam suatu studi (Pisacane. termasuk protein dan bakteri patogen. tetapi hal ini juga berarti bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangan zat besi Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi. Sejak lahir sampai usia antara empat sampai enam bulan. 5. karena bila bayi hanya menunjukkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui.untuk menerima makanan padat sebagai suatu kesatuan. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal.

Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan. von Kries 1999.menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada usia kurang dari tujuh bulan.. Kalies 2005) 8. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan mengurangi resiko terjadinya anemia. dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin sedikit. 10. (Untuk contoh. . Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI mereka Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi susu dalam menunya – makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. 7. maka makin sedikit susu yang dia serap dari ibunya. 9. lihat Wilson 1998. Makin banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas di masa datang Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahirn bayi Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui ASI. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.

2. Bagaimana peranan injeksi vitamin K pada bayi baru lahir? .