Anda di halaman 1dari 15

• Konsep Promosi Jabatan

Pada dasarnya Promosi Jabatan merupakan salah satu bagian dari program
penempatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. Penempatan karyawan
dilakukan dengan membuat penyesuaian terhadap kebutuhan perusahaan yang
berhubungan dengan perencanaan untuk memperoleh orang yang tepat pada
posisi yang tepat (right man on the right place).
Promosi jabatan dilakukan olah perusahaan untuk mengisi kekosongan
pormasi ini disebabkan oelh beragam hal mulai dari pension hari tua hingga
pengunduran diri karyawan. Untuk itu perusahaan mencari karyawan yang telah
ada yang dinilai memiliki kualifikasi sesuai dengan jabatan baru yang dibutuhkan
dari yang dibutuhkan untuk dapat di promosikan.
Promosi Jabatan memberikan peranan penting bagi setiap karyawan bahkan
menjadi sebuah idaman dan tujuan yang selalu di harapkan. Idaman dan tujuan ini
berkaitan dengan apa yang akan diperoleh dan dicapai oleh karyawan setelah
memperoleh promosi jabatan. Setiap karyawan berusaha memberikan performa
yang terbaik bagi perusahaan dengan harapan bahwa kinerja yang dihasilkan
sesuai yang diharapkan oleh perusahaan. Karyawan yang berhak memperoleh
promosi haruslah memiliki kecakapan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan. Karena karyawan tersebut akan memiliki tugas dan tanggung jawab
yang lebih besar dibandingkan dengan jabatan sebelumnya.

• Pengertian Promosi Jabatan


Untuk dapat memahami isi atau makna dari suatu konsep, hendaknya
seseorang mengatahui definisi atau pengertian terlebih dahulu dari konsep-konsep
ini. Peneliti akan menjabarkan beberapa pengertian terlebih dahulu dari konsep
tersebut. Peneliti akan menjabarkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh
para ahli yang dikutip dari berbagai sumber buku serta sumber lainnya.
Pengertian promosi jabatan menurut Hasibuan (2006:108) adalah promosi
jabatan merupakan perpindahan yang memperbesar authority dan responbility
karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehingga hak,
status, dan penghasilan mereka akan semakin besar.
Hal ini berarti seseorang memperoleh promosi jabatan akan memliki
wewenang dan tanggung jawab yang lebih besatr karena memperoleh jabatan
yang lebih tinggi. Selain itu efek yang ditimbulkan adalah hak, status, dan
penghasilan yang berupa upah/gaji dan tunjangan lainnya, akan bertambah
dibandingkan dengan jabatan yang diperoleh sebelumnya.
Penyataan senada juga dikemukakan oleh Samsudin (2005:264) dengan
menungkapkan bahwa: Suatu promosi jabatan berate pula perpindahan dari suatu
jabatan ke jabatan yang lain berarti bahwa konvensasi (upah, gaji, dan
sebagainya) menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan jabatan yang lama.
Tidak jauh berbeda dengan Hasibuan, Samsudin juga berpendapat bahwa
dengan memperoleh promosi jabatan maka seseorang akan menyandang jabatan
baru dengan tanggungjwab dan kewenagan yang lebih besar, serta konvensasi
yang menjadi salah satu tujuan dari seseorang untuk di promosikan akan semakin
besar pula.
Sementara itu Moekijat (1999:101) mengungkapkan pengertian lain dari
promosi jabatan, yaitu:
Promosi adalahkemajuan yang diperoleh sebagai pegawai pada suatu
tugas yang lebih baik, lebih baik dimaksud dipandang dari sudut tanggung jawab
yang lebih berat martabat atau status yang lebih tinggi, kecakapan yang lebih
baik, dan yang terpenting adalah penambahan jimlah gaji atau upah.
Moekijat menjelaskan bahwa promosi yang diperoleh oleh seorang
karyawan dipandang sebagai suatu kemajuan. Dimana karyawan akan memiliki
suatu pencapaian tugas dan pekerjaan yang lebih baik. Karyawan akan menerima
tanggung jawab dan tugas yang lebih itnggi. Tetapi keadaan ini akan diimbangi
dengan perolehan kompenasasi berupa gaji dan upah yang sebanding dengan
tanggung jawab dan tugas yang dijalankan.
Sedangkan Nitisemito (1986:134) menjelaskan mengenai adanya suatu nilai
yang bertambah kedalam pengertian promosi jabatan, yaitu :
“Promosi jabatan adalah proses pemindahan karyawan dari suatu jabatan
ke jabatan lain yang lebih tinggi. Promosi akan tugas tanggung jawab dan
wewenang yang lebih tinggi. Promosi akan diikuti dengn tugas tanggung jawab
dan wewenang yang lebih tinggi dari jabatan yang diikuti sebelumnya. Dan pada
umumnya promosi juga diikuti dengan peningkatan income dan fasilitas lain.
Tetapi promosi sendiri sebenarnya memiliki nilai karena promosi merupakan
bukti pengakuan antara lain terhadap prestasinya”.
Pengertian promosi menurut Nitisemito semakin menegaskan bahwa
prmosi jabatan merupakan perpindahan jabatan ke jabatan yang lebih tinggi
dengan tugas, tanggung jawa dan wewenang yang lebih tinggi, diiringi dengan
peningkatan kompensasi dan fasilitas lain. Selain itu Nitisemito menambahkan
bahwa promosi memiliki nilai lain sebagai sebuah pencapaian yang hendak
dicapai oelh seseorang selain unsure-unsur yang telah disebutkan, yaitu bukti
pengakuan yang antara lain prestasi kerja, kemampuan, dan potensi yang
dimiliknya untuk menduduki jabatan yang baru,
Selain itu Edwin B Flipo yang dialih bahasan oleh Hasibuan (2006:108)
mengungkapkan bahwa.
“A promotion involves a changes from one job another job that is better
in terms status and responbility. Ordinaly yhe changeti the hingger jib is is
accompanied by icreases pat and privikedges but not always”
Promosi ini berarti perpindahan dari jabatan ke jabatan yang lebih tinggi
disertai dengan peningkatan gaji/upah lainnya, walaupun tidak selalu demikian.

• Indokator Promosi Jabatan


Ada beberapa indicator dari promosi jabatan yang dikemukakan oleh para
ahli yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan promosi jabatan. Salah
satunya adalah dikemikakan oleh Moekijat (1999:106) yang menyebutkan bahwa ada
pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan jabatan, yaitu :
1. Promosi dibuat atas dasar kecapan
Semua pelaksanaan prmosi jabatan dalam saringan pegawai dibuat atas
dasar kecakapan diantara pegawai yang paling cakap.
2. Promosi diselenggarakan hanyya menurut rencana organisasi
Promosi diselenggarakan hanya menurut rencana ormosi organisasi dan
disesuaikan dengan kebijaksanaan promosi dari bagian urusa pegawai.
3. Pegawai harus diinformasikan tentang rencana promosi
Para pegawai harus menginformasikan tentang perkembangan dan
penempatan rencana promosi sejalas dab sedetail mungkin.
4. Pemberian keterangan mengenai kebijakan dan prosedur promosi
memelihara dan melindungi pegawai dengan member segala keterangan
tentang kebijaksanaan dan prosedur untuk mengatur rencana promosi.
5. Lapang persaingan seluas-luasnya.
Tiap rencana promosi menggunakan lapangan persaingan yang seluas-
luasnya dengan didasarkan atas alas an yang tepat serta dilakukan dengan
jujur.
• Tujuan Promosi Jabatan
Tujuan jabatan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang
berkompeten dan berkapabilitas yang telah memenuhi syarat-syarat Promosi
tentunya memiliki tujuan atau manfaat, baik demi kepentingan prusahaan ataupun
demi kepentingan karyawan itu sendiri.
Hasibun (2006:113) menjelaskan bahwa promosi jabtan dilakuakan oleh
perusahaan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Untuk memberikan pengakuan, jabatan, dan imbalan jasa yang semakin
besar kepada karyawan yang berprestasi kerja tinggi.
2. Daoat menimbulkan kepuasan dan kebangaan pribadi, satus sosial yang
lebih tinggi, dan penghasilan yang semakin besar.
3. Untuk merangsang agar karyawan lebih bergairah kerja, disiplin tinggi, dan
memperbesar produktifitas kerjanya.
4. Untuk menjadmin stabilitas kepgawaian dengan realisasinya promosi
kepada karyawan dengan dasar dan pada waktu yang tepat serta penilaian
yang jujut.
5. Kesempatan promosi dapat menimbulkan keuntungan berantai (Multiflier
effect) dalam perusahaan karena menimbulkan lowingan berantai.
6. Memeberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan
kreatib\vitas dan inovasinya yang lebih baik dari keuntungan optimal
perusahaan.
7. Untuk menambah/meperluas pengetahuan serta pengalaman kerja p\kepada
para karyawan para karyawan dan ini merupakan daya dorong bagi
karyawan bagi karyawan lainnya.
8. Untuk mengisi kekosongan jabatan kerena pejabatnya berhenti, agar jabatan
tidak kosong maka dipromosikan karyawan lainnya.
9. Karyawan di promosikan kepada jabatan yang tepat, semangat, kesenangan,
dan ketenangan dalam berkerja semakin mingingkat sehinnga produktivitas
kerjanya juga meningkat.
10. Untuk memerpmudah penarikan pelamaran sebab dengan adanya
perangsang bagi pelamat-pelamat untuk memasukan lamarannya.

Melalui promosi jabatan yang dilakukan oleh perusahaan, tentunya akan


member daya tarik bagi karyawan untuk lebih memaksimal dengan mengerahkan
seluruh kemapuan dan kompetensi yang dimilikinya.
Menlihat besarnya peranan promosi jabatan bagi kehidupan sekaligus
kelangsungankarier karyawan di perusahaan, maka para karyawan berlomba-lomba
untuk dapat bersaing dalam mengisi jabtan yang akan dipromosikan. Selain itu
perusahaan pun turut melihat manfaat lain dengan dilaksanakannya prmosi jabatan
yaitu dengan meningkatkan motivasi kerja dan produktivitas kerja karyawan maka
akan memberikan keuntungan yang optimal bagi perusahaan.

• Syarat-syarat promosi jabatan


Dalam mepromosikan karyawan, terliebih dahulu harus ditentukan syarat-
syarat mengenai promosi perusahaan. Syarat-syarat promosi di dalam rencana
program promosi perusahaan. Syarat-syarat promosi harus informasikan kepad
semua karyawan, hal ini bertujuan agar setiap karyawan mengetahui persyaratan
tersebut dengan jelas.
Persyaratan promosi yang dimili oleh perusahaan tidaklah sama antara
satu dengan perusahaan lainnya. Masing-masing perusahaan memiliki
ken\bijakan yang berbeda dalam menentukan syarat-syarat promosi.
Hasibuan (2006:111) menyebutkan beberapa syarat-syarat umum promosi
yang biasa digunakan oleh perusahaan dalam promosi yaitu :
1. Kejujuran
Karyawan harus jujur terutama pada diri sendiri, bahwa dan perjanjian
dalam menjalakan jabatan tersebut, selain itu karyawan hendaknya tidak
menyelewengkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
2. Disiplin
Karyawan harus mampu disiplin terhadap dirinya, tugasg-tungasnya, serta
peraturan yang ada dalam perusahaan, Disiplin sangat penting karean dengan
kedisplinan memungkinkan perusahaan dapat memcapai hasil yang optimal.
3. Kerja sama
Karyawan dapat bekerja samka secara harmonis dengan sasama karyawan baik
horizontal, mapupun vertikal dalam mencapai sasaran perusahaan. Dengan
demikian akan tercipta seasana hubugan kerja yang baik diantara semua
karyawan.
4. Prestasi Kerja
Karyawan mampu mencapai hasil kerja yang dapat dipertanggung jawablan
kualitas maupun kuantitas dan bekerja secara efektif dan efisien. Ini
menunjukan bahwa karyawan dapat memanfaatkan waktu dan
mempergunakan peralatan dengan baik.
5. Kecakapan
Aspek kreatifitas dan inovasi dalam penyelesaian tugas sangat diperhatikan.
Karyawan harus mampu bekerja mandiri dalam melaksanakan tugasnya
dengan baik, tanpa mendapatkan bimbingan terus menerus dari atasannya.

• Jenis-jenis promosi jabatan


Pada prakteknya, ternyata ada beberapa jenis bentuk promosi, Hasibuan
(2006:113) menyebutkan bahwa setidaknya ada 4 (tempat) jenis promosi
Jabatan, yaitu :
1. Promosi sementara (Tgemporary Promotion)
Seseorang yang mengalami kenaikan jabatan untuk sementara karena adanya
jabatan yang lowong yang harus sesegera mungkin diisi.

2. Promosi tetap (Permanent Promotion)


Seseorang yang dipromosikan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih tinggi
karena karyawan tersebut telah memnuhi syarat untuk di promosikan. Sifat
promosi ini adal tetap, dimana wewenang tanggung jawab, dan gaji akan
mengalami kenaikan.
3. Promosi kecil (Small Promotion)
Menaikan jabatan seseorang dari jabatan yang dinilai tidak terlalau sulit untuk
dipindahkan kejabatan yang lebih sulit yang membutuhkan keterampilan dan
kualifikasi tertentu, tetapi tidak disertai dengan peningkatan wewenang,
tanggung jwab, serta kenaikan gaji.
4. Promosi kering (Dry Promotion)
Seseorang yang dinaikan jabatannya ke jabatan yang lebih tinggi disertai
dengan peningkatan pangkat, wewenang dan tanggung jawab tetapi tidak
disertai dengan kenaikan gaji atau upah.
Pada umumnya setiap karyawan sangat menginginkan dirinya untuk
memperoleh promosi jabatan. Hal ini didasarkan atas bebrapa kondisi dan
alasan-alasan tertantu.
Alsan-alsan tersebut menurut Hasibuan (2006 : 114) antara lain sebagai
berikut:
a. Perbedaan kenaikan gaji dan y’ang diterima mungkin dianggap
tidak seimbang dengan tanggung jawab ‘yang akan
dilaksanakan.
b. Karyawan segan untuk meninggalkan kelompok lamayna
untuk masuk kedalam kelompok baru yang belum pasti sikap
penerimanya.
c. Keamanan pada pekerjaan yang baru selalu ada faktor-faktor
ketidakpastian sedangkan pada pekerjaan yang lama mereka
telah mempunyai keahlian dan telah menguasainya.
d. Keluarga tidak bersedia pindah ketempat yang baru karena
melihat banyak hal yang tidak sesuai dari tempat yang baru,
seperti pendidikan mauoun fasillitas lainnya.
e. Kesehatan sehingga tidak dapat memikul tanggung jawabyang
semakin besar. Iklim yang tidak cocok, dan seringnya wabah
penyakit melanda.
f. Lokasi baru merupakan wilayah terpencil sehingga untuk
mendapatkan saran dan fasilitas tertentu sangatlah sulit.
Misalnya: sarana pendidikan, transportasi, hiburan, rumah
sakit. Serta adapts istiadat dan bahasa ditempat baru yang tidak
cocok.

Konsep Motivasi Kerja


Istilah motivasi yang digunakan dalam managemen seringkali bagaimana
caranya dapat mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar bekerja sama secara
produktif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. mempersoalkan Untuk
dapat mendorong dan mengarahkan karyawan kepada usaha yang setingi-
tinginya, manajemen perlu mengusahakan adany akomunikasi dan peran serta.
Dengan adanya komunikasi dan peran-peran yang baik dari managemen maka
akan dapat diketahui hal-hal yang menjadi motif dari karyawan untuk bekerja
lebih giat dan antusias dalam mencapai hasil yang maksimal
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai motivasi, Hasibuan
menjelaskan pengertian mengenai motif. Motif diidentipikasikan sebagai suatu
perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan untuk bekerja Hasibuan
(2006 :144). The Liang Gie yang dikutip oleh manulang ( 2006 : 165 ) turut
menjelaskan pengertian motif, yaitu motif adalah suatu dorongan yang menjadi
pangkal seseorang melakuakan sesuatu atau bekerja.
Dengan diketahuinya motif para karyawan dalam bekerja, maka akan
memudahkan manajemen untuk memberikan motivasi didalam bekerja. Dengan
demikian lambat laun motivasi kerja dari para karyawan akan semakin tinggi dan
sesui dengan harapan manajemen.

Pengertian motivasi
Pengertian motivasi menurut George R Tery yang dikutip oleh Manullang
( 2006 : 193 ) Mengungkapakn bahwa Motivasi merupakan suatu keinginan
dalam diri seseorang yang mendorong dirinya untuk bertindak melakukan
sesuatu.
Pernyataan menjelaskan bahwa motopasi itu sebenarnya ada didalam diri
masing-masing individu. Akan menjadi sebuah pertanyaan bagi tiap individu
tersebut, apakah mereka mampu untuk mengerakan dirinya dalam bertindak
untuk mengerjakan suatu hal. Seorang individu yang baik harus mampu
memotivasi dirinya agar memiliki semangat yang tinggi dan dapat membuat suatu
tujuan atau pencapaian sebagai dorongan yang hendak dicapai olehnya.
Pendapat lainnya dari Samsudin (2005 : 281 ), Menyebutkan bahwa
pengertian motivasi adalah:
Motivasi merupakan proses mempengaruhi atau mendorong dari luar
terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan
sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi dimaksudkan sebagai desakan yang
alami untuk memuaskan dan mempertahankan.
Sementara itu pernyataan senada juga dikemukakan oleh Hasibuan (2006
:143 0 yang menyatakan bahwa : motivasi adalah pemberian daya penggerak
yang menciptakan kegairahan kerja seseoran agar mereka mau bekerja sama,
bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upaya untuk mencapai
kepuasan.
Edwin B Flipo yang dialih bahasakan oleh Hasibuan (2006 : 143 )
menyatakan bahwa:
Direction or motipation is essence, it is a skill in aligning employee an
organization interest so that behapior result in achievement of employee want
simultaneously with attainment or organizational objekyivies ( motivasi adalah
suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja
secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dam tujuan organisasi
tercapai).
Pernyataan dari Flipo menyatakan dan memberiakan penekanan bahwa
motivasi lebih merupakan sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang untuk
mengarajkan dan menggerakan orang lain. Ha lini menunjuk kepada kemampuan
pihak yang memberiakan motivasi kepada arang lain.
Sementra itu Manulang (2006 ; 166 0 membuat kesimpulan mengenai
motivasi kerja. Dijelaskan olehnya bahwa yan dimaksudkan motivasi kereja
adalah: sesuatu yanag dapat menimbulkan dorongan atau semangat dalam bekerja
Cara meningkatkan Motivasi kerja
Menurut Nitisemito (1995 :10 ) yang dikutip dari arumdati (2007 : 40 )
menjelaskan cara atau kombinasi yang paling tepat tergantung pada situasi dan
kondisi perusahaan serta tujuan yang ingin dicapai. Untuk dikemukakan beberapa
cara untuk meningkatkan motivasi keja karyawan, sebagai berikut:
a. Gaji yang cukup
b. Memperhatikan kebutuhan dasar karyawan
c. Menciptakan suasana kerja yang kondusif
d. Memberikan penghargaan
e. Menempatkan karyawan pada posisi yang tepat
f. Memberikan nesempatan untuki maju/ promosi jabatan
g. Memberikan jaminan rasa ama\
h. Usahaka agar karyawan memilki loyalitas
i. Diberikan kesempatanuntukk berpartisipasi
j. Pemberian intensif yang terarah

Dengan menggunakan kombinasi cara yhang tepat, karyawan dapat


termotivasi lebih baik untuk bekerja dengan optimum, sehingga prestasi kerja
karyawan tersebut akan meningkat.

Proses Motivasi
Hasibuan ( 2006 : 146 ) Menyebutkan bebrapa tujuan diberikan
motivasi, antara lsin sebagai berikut;
1. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawwan.
2. Meningkatakn produktifitas kerja karyawan perusahaan.
3. Mempertahankan kestabialan karyawan perusahaan.
4. Meningkatkan kedisiplinan karyawan perusahaan
5. Mengepektifkan pengadaan karyawan
6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
7. Meningkatkan loyalitas, kreatifitas, dan partisipasi karyawan.
8. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.
9. Mempertinggi Rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-
tugasnya.
10. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.

Dari tujuan diatas, terlihat arti penting motivasi. Beragam manfaat


dapat diperoleh oleh perusahaan, serlain itu perusahaan dap[at bekerja
keras secara optimal dan peningkatan prouktifitas, efektipitas, serta
efisiensi kerja dapat tercapai.

Proses Motivasi
Suatu perubahan memerlukan, proses, setidaknya ahal ini turut berlaku
kepada motivasi. Motivasi juga memiliki proses, seperti yang
dikemukakan oleh Hasibuan (2006 ; 150), yaitu:
1. Tujuan
Dalam proses motivasi perlu ditetapkan terlebih dahulu tujuan
berorganisasi baru kemudian para karyawan dimotivasi kearah
tujuan.
2. Mengetahui kepentingan
Hal yang penting dalam proses motivsi adalah, mengetahui
keinginan karyawan dan tidak hanya melihat dari sudut
kepentingan pimpinan atau poerusahaan saja.
3. Komunikasi efektip
Dalam proses motovasi harus dilakukan kominikasi yang baik
dengan bawahan. Bawahan harus mengetahui apa yang akan
diperolehnya dan syarat apa saja yang \harus dipenuhi supaya
insentif terserbut diperolehnya.
4. Integrasi tujua.
Proses perlu menyatukan tujuan organisasi dan tujuan kepentingan
karyawan. Tujuan organisasi adalah needs complexs yaitu untuk
memperoleh laba serta perluasan perusahaan, sedangkan tujuan
individu karyawan adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.
Jadi tujuan organisasi dan tujuan karyawan harus di satukan dan
untuk tu penting adnya penyesuaian motivasi.
5. Fasilitas
Manajer penting untuk memberikan bantuan fasilitas kepada
organisasi dan individu karyawan yang akan mendukung
kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
6. Team work
Manajer harus team work yang terkordinasi baik yang bisa
mencapai tujuan perusahaan. Team Work penting Karen adalam
satu perusahaan bias any aterdapat banyak bagian.

Teori- teori Motivasi


Banyak ahli yang mengeluarkan pendapat berupa teori-teori mengenai
motivasi dengan kandungan yang berbeda-beda. Berikut ini akan dikelom[pkan teori-
teorim mengenai motivasi.
1. Teori kepuasan (content teory)
Teori kepuasan mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan
kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak serta berprilaku dengan
cara tertentu. Teori ini memustkan perhatian pada faktor-fgaktor dalam diri
orang yang menguatkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan
prilakunya. Treori ini mencoba menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang
memuaskan seseoang dan apa yang mendorong semangat bekerja seseorang.
Penganut teoti motivasi kepuasan antara lain adalh sebagaiberikut:
a. Frederick Winslow Taylor dengan teori motivasi clasik
F.W Taylor mengemukakan teori yanmg berpendapat bahwa manusia mau
bekerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik/ biologisnya barang
dari hsil pekerjaanya.
b. Abraham h. Maslow dengan Maslows need Hierachy Theory.
Maslow memandang kebutuhan manusia tersusun dalam satu hirarki
(jenjang) yan gberawal dari kebutuhan yang paling rendah hingga
kebutuhan yang paling tinggi. Maslow juga menyimpulkan bahwa, apabila
seperangkat kebutuhan yang paling rendah hingga kebutuhan yang paling
tinggi. Moslow juga menyimpulkan bahwa, apabila seperangkat telah
terpenuhi, maka kebutuhan itu tidak lagi menjadi motivato.
Hirarki kebutuhan manusia tersebut adalah:
1. Kebutuhan fsikologis
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan ssosial
4. Kebutuhan akan haga mati
5. Kebutuhan akan aktalisasi diri.
c. Hezberg dengan Hesbergs two factor theory (teory 2 faktor)
Dalam teorinya menyimpulkan bahwa didalam suatu pekerjaan dan sumber
ketidakpuasan. Menurut Hezberg,
Sumber kepuasan kerja berkaitan dari isi pekerjaan (job content) sedangkan
sumber ketidakpuasan kerja berkaitan dengan ruang lingkup pekerjaan (job
context). Faktor yang termasuk dalam job conten disebut motivatore atu
satisfers sedangkan kedalamjob contect disebut hygiene faktor.
Yang termasuk ke dalam job contect, meliputi;
1. Balas jasa
2. Kondisi fisik kerja
3. Kepastian kerja
4. Supervise yang menyenangkan
5. Mobil dinas
6. Rumah dinas
7. Macam-macam tunjangan lainnya.
Sedangkan, yang termasuk kepada job content, meliputi
1. Prestasi (achievement)
2. Pengakuan (recognition
3. Pekerjaanitu sendiri (the workitself)
4. Tanggung jawab (responbility)
5. Kemajuan (advancement)
6. Pengembangan potensi individu (possibility to growth)
d. Douglas Mc. Gregor dangan teori X dsn Y
Dalam terorynya mengatakan bahwa hakikatnya individu terbagi menajafi
dua golongan, yaitu teory X dan Y.
Teori X menyatakab bahwa :
1. Rata-rata karyawan malas dan tidak suka bekerja.
2. Umumnya karyawan tidak berambisi mencapai prestasi yang optimal
dan mengindari tanggung jawab.
3. Karyawan lebih suka dibimbing, diperintah, dan diawasi.
4. Karyawan lebih mementingkan dirinya sendiri.
Sedangkan teori Y menjelaskan bahwa:
1. Rata-rata karyawan rajin fan menganggap sesungguhnya bekerja
sama wajar dengan bermain dan beristirahat.
2. Lazimnya karyawan memikul tanggung jawab dan berambisi untuk
maju dengan mencapai prestasi kerja yang optimal
3. Karyawan selalu berusaha mencapai sasaran organisasi.
e. Mc. Clellad dengan Mc. Clellad’s Achivement Motivation Theory yang
dikemukakan oleh Mc. Clellad mengutarakan bahwa karyawan yang
dikemukakan oleh Mc.. Clellad mengutarakan bahwa karyawan memiliki
cadangan energy potensial. Dimana energy dapat dilepaskan dan
dipergunakan tergantung kepada kekuatan dorongan atau motivasi
seseorang.
Hal-hal yang memotivasi seseorang adalah:
1. Kebutuhan akan prestasi (need for achievement)
2. Kebutuhan akan afiliasi (need for Affiliation)
3. Kebutuhan akan kekuasaan (need for power)
g. Claude S. George menganai motivasi
Teori ini mengemukakan bahwa seseorang mempunyai kebutahan
yang berhubungan dengan tempat dan suasana lingkungan kerja:
1. Upah yang adil dan layak.
2. Kesempatan untuk maju/promosi
3. Pengakuan sebagai individu
4. Keamanan kerja
5. Tempat kerja yang baik
6. Penerimaan kelompok
7. Perlakuan yang wajar
8. Pengakuan atas prestasi.

2. Teori motivasi proses (process Theory)


Teori motivasi proses pada dasarnya berusaha menjawab pertanyaan bagaimana
mengatakan, mengarahkan, memelihara, dan menghentikan perilaku individu
agar setiap individu bekerja sesuai dengan keinginan manajer.
Yang termasuk kedalam teori motivasi proses adalah:
1. Teori harapan (Expectancy Theory)
2. Teori keadilan (Equaly Theory)
3. Teory pengukuhan (Reinforcement Theory)
Teori ini didasarkan atas hubungan sebab akibat dari perilaku dengan
pemberian kepensasi.
Teori pengukuhan ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
a. Pengukuhan positif (Positive Reinforcement) yaitu bertambahnya
freksuensi perilaku, terjadi apabila pengukuhan positif diterapkan
secara bersyarat.
b. Pengukuhan negative (Negatif Reinforcement) yaitu bertambahnya
frekuensi perilaku, terjadi apabila pengukuhan negative dihilangkan
secara bersyarat.
Jadi, prinsip pengukuhan selalu berhubungan dengan bertambahnya
frekuensi dari tanggapan, apabila diikuti oleh suatu stimulus yang
bersayarat. Dengan demikian juga, prinsip hukuman selalu berhubungan
dengan berkurangnya frekuensi tanggapan, apabila tanggapan diikuti oleh
rangsangan yang bersyarat.

• Pengaruh promosi jabatan terhadap motivasi kerja.


Melihar arti penting faktor manusia sebagai asset terpenting dari
perusahaan, maka perusahaan harus mampu untuk memotivasi para karyawan
agar dapat terdorong fan tergerak untuk bekerja jauh lebih maksimal dengan
semangat kerja yang tinggi. Dengan demikian kepuasan kerja karyawan akan
dapat dicapai.
Promosi jabatan dan motivasi kerja meru[akan dua buah variableyang tidak
dapat dipisahkan begitu saja. Promosi jabatandapat memberikan sebuah harapan
bagi para karyawan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari
pekerjaannya. Selain itu promosi jabatan mampu menarik motivasi kerja
karyawan untuk dapat bekerja lebih giat lagi.
Samsudin (2005:264) Mengungkapkan bahwa ada keterkaitan anatara
prmosi jabatan dengan motivasi kerja, yaitu:
Suatu motivasi yang dapat mendorong seseorang untuk dapat
berpartisipasi aktif dalam suatu organisasi oleh perusahaan, antara lain
kesempatan untuk maju. Telah menjadi sifat dasar manusia pada umumnya untuk
menjadi lebih baik atau lebihmaju dari posisi yang dimilikinya pada saat ini.
Kesempatan untuk maju itu dalam suatu organisasi sering disebut sebagai
promosi.
Kemudian pendapat ini dipertegas kembali oleh Hasibuan (2006:109) yang
menyatakan bahwa: Promosi yang berasaskan keadilan akan menjadi alat
motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan motivasinya.