Anda di halaman 1dari 7

ALGORITMA DOOLITTLE DAN CROUT

DALAM DEKOMPOSISI LU

Gatot Hardiyanto¹, Nuh Akbar², Resti Oktaviani³


1,2,3
Program Sarjana Magister Fakultas Ilmu Teknik Sipil Universitas Gunadarma
Kampus D, Gedung 2 Lantai 3
Jl. Margonda Raya 100 Depok 16424
e-mail: ¹gatmet@yahoo.com, ²smile.akbar@yahoo.co.id, ³resti.oktaviani@yahoo.com

ABSTRAK

Suatu proses produksi, perakitan, dan pengiriman barang merupakan contoh peristiwa yang
dapat dinyatakan dalam model matematika. Model matematika dapat memiliki bentuk yang sederhana,
namun juga dapat berbentuk kompleks. Dengan menyelesaikan sistem persamaan itu, dapat diketahui
penyelesaian masalah yang diminta model matematika tersebut. Dengan metode Dekomposisi LU,
yaitu dengan cara membentuk matriks segitiga atas (upper) dan matriks segitiga bawah (lower) dari
matriks koefisien A serta membentuk vektor matriks dari matriks hasil dengan aturan tertentu. Ada 2
metode untuk menyelesaikan dekomposisi LU, yaitu metode Doolittle dan metode Crout. Kelebihan
dari metode dekomposisi LU adalah sangat efektif untuk menyelesaikan persamaan linier serentak
yang berordo tinggi, dengan hasil yang mendekati nilai eksaknya, namun memerlukan cara yang
cukup kompleks.

Kata kunci: Triangular Atas, Triangular Bawah, Dekomposisi LU, Metode Doolittle, Metode Crout.

1 PENDAHULUAN
Matematika adalah ilmu pasti yang serentak ordo tinggi secara efektif, efisien, dan
hingga kini sesuai dengan perkembangannya dengan hasil yang sangat mendekati nilai
telah mengalami perkembangan yang sangat eksaknya. Ada 2 metode untuk menyelesaikan
pesat, yaitu dengan dikembangkannya oleh dekomposisi LU, yaitu metode Doolittle dan
para ilmuwan di seluruh dunia yang metode Crout. Permasalahannya, “Apakah
mempunyai persepsi yang cukup berbeda. terdapat kesamaan hasil, dari 2 metode ini,
Mungkin ketika di SMU, kita hanya diajarkan dalam menyelesaikan persamaan linier
materi dengan beberapa kasus serta cara simultan?”
penyelesaian yang belum terlalu kompleks,
sehingga ketika bertemu dengan kasus yang 2 LANDASAN TEORI
sangat kompleks maka tidaklah efektif jika
diselesaikan dengan cara yang sederhana. Oleh Teori 1 : Prinsip Dekomposisi LU dan
karena itu di dalam perkuliahan kita diajarkan Matriks Identitas. Matriks [A] dari SPAL
cara penyelesaian yang mungkin dapat efektif didekomposisi (difaktorisasis) menjadi
dan efisien ketika kita ingin menyelesaikan matriks-matriks Lower Triangular (L) dan
suatu permasalahan yang sangat kompleks. Upper Triangular (U) sedemikian rupa
Dalam hal ini, peranan para ilmuwan sehingga matrik identitasnya adalah: [A] =
sangatlah penting. Seiring dengan kemajuan [L]·[U] atau A = L·U. Bila persamaan linear
jaman yang semakin canggih kemampuan [A]{x} = (b), maka mengisikan matriks [A]
berfikir dan rasa ingin tahu serta kemampuan dengan [L][U] menghasilkan [L][U]{x} = (b)
mengembangkan suatu teori beserta cara Berarti terdapat dua sistem [L]{z}=(b) untuk
penyelesaian dari beberapa kasus yang mencari {z}, dan [U]{x}={z} untuk
kompleks dapat diselesaikan dengan lebih memperoleh {x}.
efektif dan efisien daripada dengan cara yang Algoritma proses dekomposisi LU:
sederhana yang memerlukan banyak waktu, 1. Mendapatkan matriks [L] dan [U].
tenaga, dan pikiran. 2. Menyelesaikan [L]{z} = (b).
Dekomposisi LU adalah suatu metode 3. Menyelesaikan [U]{x} = {z}
penyelesaiaan sistem persamaan aljabar linier
Teori 2 : Notasi Matriks LU berdasarkan Teori 3 : Notasi Matriks LU berdasarkan
Metode Doolittle. Notasi matriks L dan U Metode Crout. Notasi matriks L dan U seperti
seperti di atas dituliskan sebagai berikut: di atas dituliskan sebagai berikut:
𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛
𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑎21 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛
𝑎21 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑎31 𝑎32 𝑎33 … 𝑎3𝑛 =
𝑎31 𝑎32 𝑎33 … 𝑎3𝑛 = ⋮ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮
⋮ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛3 … 𝑎𝑛𝑛
𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛3 … 𝑎𝑛𝑛 𝑙11 𝟎 𝟎 … 𝟎
𝟏 𝟎 𝟎 … 𝟎 𝑙21 𝑙22 𝟎 … 𝟎
𝑙21 𝟏 𝟎 … 𝟎 𝑙31 𝑙32 𝑙33 ⋯ 𝟎
𝑙31 𝑙32 𝟏 ⋯ 𝟎 ⋮ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮
⋮ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ 𝑙𝑛1 𝑙𝑛2 𝑙𝑛3 ⋯ 𝑙𝑛𝑛
𝑙𝑛1 𝑙𝑛2 𝑙𝑛3 ⋯ 𝟏 𝟏 𝑢12 𝑢13 … 𝑢1𝑛
𝑢11 𝑢12 𝑢13 … 𝑢1𝑛 𝟎 𝟏 𝑢23 … 𝑢2𝑛
𝟎 𝑢22 𝑢23 … 𝑢2𝑛 𝟎 𝟎 𝟏 ⋯ 𝑢3𝑛
𝟎 𝟎 𝑢33 ⋯ 𝑢3𝑛 ⋮ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮
⋮ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ 𝟎 𝟎 𝟎 ⋯ 𝟏
𝟎 𝟎 𝟎 ⋯ 𝑢𝑛𝑛
Jelas bahwa semua elemen diagonal dari Jelas bahwa semua elemen diagonal dari
matriks L di atas berharga 1 (satu), dan juga matriks L di atas tidak harus berharga 1 (satu),
bahwa semua elemen yang terletak di bawah sedangkan, elemen-elemen di atas diagonal
diagonal matriks U di atas (=𝑢1,1 …𝑢𝑛 ,𝑛 ) semuanya berharga 0 (nol) dan juga bahwa
berharga 0 (nol). Notasi A = LU dalam Metode semua elemen diagonal (=𝑢1,1 … 𝑢𝑛,𝑛 )
Doolittle seperti di atas dapat diuraikan dalam berharga 1 (satu), sedangkan yang terletak di
operasi perkalian matriks (sebagai contoh: bawahnya berharga 0 (nol).
matriks n x n) sebagai berikut:
3. METODE PENELITIAN
Baris 1 (i = 1):
𝒂𝟏,𝟏 = 𝒖𝟏,𝟏 Metode pada penelitian ini adalah dengan
𝒂𝟏,𝟐 = 𝒖𝟏,𝟐 secara langsung menguji atau menyelesaikan
⋮ ⋮ 𝒖𝟏,𝒊 = 𝒂𝟏,𝒊 ; i=1,…,n soal-soal persamaan linier untuk membuktikan
𝒂𝟏,𝒏 = 𝒖𝟏,𝒏 kebenaran daripada tujuan dari metode
Dekomposisi LU ini. Sebagai contoh, ditinjau
Baris 2 (i = 2): dari proses dekomposisi LU untuk
𝑎2,1 = 𝑙2,1 · 𝑢1,1 menyelesaikan persamaan:
𝑎2,2 = 𝑙2,1 · 𝑢1,2 + 𝑢2,2
𝑎2,3 = 𝑙2,1 · 𝑢1,3 + 𝑢2,3 1. Metode Dolittle
⋮ ⋮
𝑎2,𝑛 = 𝑙2,1 · 𝑢1,𝑛 + 𝑢2,𝑛 5𝑥1 + 4𝑥2 + 2𝑥3 = 5
-3𝑥1 − 4𝑥2 + 𝑥3 = -1
Baris 3 (i = 3): 2𝑥1 − 𝑥2 + 3𝑥3 = 5

𝑎3,1 = 𝑙3,1 · 𝑢1,1 Dalam bentuk matriks :


𝑎3,2 = 𝑙3,1 · 𝑢1,2 + 𝑙3,2 · 𝑢2,2 5 4 2 𝑥1 5
𝑎3,3 = 𝑙3,1 · 𝑢1,3 + 𝑙3,2 · 𝑢2,3 + 𝑢3,3 −3 −4 1 𝑥2 = −1
2 −1 3 𝑥3 5
⋮ ⋮ untuk proses dekomposisi menggunakan:
𝑎3,𝑛 = 𝑙3,1 · 𝑢1,𝑛 + 𝑙3,2 · 𝑢2,𝑛 + 𝑢3,2 5 4 2
−3 −4 1
Baris n (i = n): 2 −1 3
𝑎𝑛 ,1 = 𝑙𝑛,1 · 𝑢1,1
𝑎𝑛 ,2 = 𝑙𝑛,1 · 𝑢1,2 + 𝑙𝑛,2 · 𝑢2,2 Proses membentuk matrik [U] secara simultan
𝑎𝑛 ,3 = 𝑙𝑛,1 · 𝑢1,3 + 𝑙𝑛,2 · 𝑢2,3 + 𝑙𝑛 ,3 · 𝑢3,3 diikuti dengan pembentukan matrik [L]
⋮ ⋮ pengali 𝑚𝑖𝑘 = 𝑎𝑖𝑘 / 𝑎𝑘𝑘
𝑎𝑛 ,𝑛−1 = 𝑙𝑛 ,1 · 𝑢1,𝑛−1 + 𝑙𝑛 ,2 · 𝑢2,𝑛−1 + 𝑙𝑛 ,3 · 5 4 2
𝑢3,𝑛−1 + … + 𝑙𝑛 ,𝑛−1 · 𝑢𝑛 −1,𝑛−1 −3 −4 1
2 −1 3
𝑎𝑛 ,𝑛 = 𝑙𝑛 ,1 · 𝑢1,𝑛 + 𝑙𝑛 ,2 · 𝑢2,𝑛 + 𝑙𝑛,3 · 𝑢3,𝑛 +
… + 𝑢𝑛,𝑛
kemudian 𝑟2 - 𝑟1 (-3/5) → sebagai pengali → Proses membentuk matrik [L] secara simultan
menjadi 𝐿21 , dan 𝑟3 - 𝑟1 (2/5) → sebagai diikuti dengan pembentukan matrik [U]
pengali → menjadi 𝐿31 , maka pengali 𝑚𝑖𝑘 = 𝑎𝑖𝑘 / 𝑎𝑘𝑘
5 4 2 5 4 2
[U] menjadi 0 −1.6 2.2 kemudian 𝑟3 - −3 −4 1 kemudian c2 - c 1 (4/5) →
0 −2.6 2.2 2 −1 3
𝑟2 (-2.6/-1.6) → sebagai pengali → menjadi sebagai pengali → menjadi 𝐾21 dan c3 - c 1
𝐿32 , maka (2/5) → sebagai pengali → menjadi 𝐾31 , maka
5 4 2 5 0 0
[U] menjadi 0 −1.6 2.2 [L] menjadi −3 −1.6 2.2 kemudian 𝑐3 -
0 0 −1.375 2 −2.6 2.2
𝑐2 (2.2/-1.6) → sebagai pengali →
Untuk mencari [L] : menjadi 𝐾32 , maka
1 0 0 5 0 0
Anggap [L] = 𝑥 1 0 [L] menjadi −3 −1.6 0
𝑦 𝑧 1 2 −2.6 −1.375
untuk mencari nilai x,y, dan z yaitu
menggunakan notasi [A] = [L]·[U] dimana, Untuk mencari [U] :
5 4 2 1 𝑥 𝑦
−3 −4 1 = Anggap [U] = 0 1 𝑧
2 −1 3 0 0 1
1 0 0 5 4 2 untuk mencari nilai x, y, dan z yaitu
𝑥 1 0 0 −1.6 2.2 menggunakan notasi [A] = [L]·[U] dimana,
𝑦 𝑧 1 0 0 −1.375 5 4 2 5 0 0
Jadi nilai x, y, dan z yaitu -0.6, 0.4 dan 1.625 −3 −4 1 = −3 −1.6 0
1 0 0 2 −1 3 2 −2.6 −1.375
−0,6 1 0 1 𝑥 𝑦
0.4 1.625 1 0 1 𝑧
0 0 1
Penyelesaian persamaan: Jadi nilai x,y, dan z yaitu 0.8, 0.4 dan
a) [L]·{z}=(b) -1.675
1 0 0 𝑧1 5 1 0.8 0.4
−0.6 1 0 𝑧2 = −1 0 1 −1.375
0.4 1.625 1 𝑧3 5 0 0 1
𝑧1 5
𝑧2 = 2 Penyelesaian persamaan:
𝑧3 −0.25 a) [L]·{z}=(b)
5 0 0 𝑧1 5
b) [U]·{x} ={z} −3 −1.6 0 𝑧2 = −1
5 4 2 𝑥1 5 2 −2.6 −1.375 𝑧3 5
𝑥 𝑧1 1
0 −1.6 2.2 2 = 2
𝑧2 = −1.25
0 0 −1.375 𝑥3 −0.25
𝑧3 0.1818
𝒙𝟏 𝟏. 𝟕𝟐𝟕𝟑
𝒙𝟐 = −𝟏. 𝟎𝟎 b) [U]·{x} ={z}
𝒙𝟑 1 0.8 0.4 𝑥1 1.7273
𝟎. 𝟏𝟖𝟏𝟖
0 1 −1.375 𝑥2 = −1.00
0 0 1 𝑥3 0.1818
2. Metode Crout
𝒙𝟏 𝟏. 𝟕𝟐𝟕𝟑
5𝑥1 + 4𝑥2 + 2𝑥3 = 5 𝒙𝟐 = −𝟏. 𝟎𝟎
-3𝑥1 − 4𝑥2 + 𝑥3 = -1 𝒙𝟑 𝟎. 𝟏𝟖𝟏𝟖
2𝑥1 − 𝑥2 + 3𝑥3 = 5
4 ALGORITMA MATEMATIS
Dalam bentuk matriks :
5 4 2 𝑥1 5
−3 −4 1 𝑥2 = −1 Dari operasi-operasi perkalian matriks LU
2 −1 3 𝑥3 5 pada metode Doolittle di atas, dapat
untuk proses dekomposisi menggunakan: disimpulkan beberapa hal berikut:
5 4 2 1. Ubah persamaan linier ke dalam
−3 −4 1 bentuk matriks
2 −1 3 2. Membentuk matrik [L] terlebih
dahulu secara simultan diikuti dengan
pembentukan matrik [U] pengali 𝑚𝑖𝑘 [m,n]=size (A);
= 𝑎𝑖𝑘 / 𝑎𝑘𝑘 L=eye (m,n);
3. Setelah matriks [L] dan [U] terbentuk, U=A;
lalu mencari nilai z dengan persamaan if m~=n
[L].{z}={b} error('matrik tidak bujur
4. Kemudian mencari nilai akhir (x) sangkar')
dengan menggunakan persamaan end;
[U].{x}={z}. for k=1 :(n-1)
for i= (k+1) :n
Sedangkan dari operasi-operasi perkalin if U (k,k)~=0
matriks LU pada metode Crout di atas, dapat
disimpulkan beberapa hal berikut: pengali=U(i,k)/U(k,k);
1. Ubah persamaan linier ke dalam L(i,k)=pengali;
bentuk matriks U(i,k)=0;
2. Membentuk matrik [U] terlebih end
dahulu secara simultan diikuti dengan for j= (k+1):n
pembentukan matrik [L] pengali 𝑚𝑖𝑘 U(i,j)=U(i,j)-
= 𝑎𝑖𝑘 / 𝑎𝑘𝑘 pengali*U(k,j);
3. Setelah matriks [U] dan [L] terbentuk, end;
lalu mencari nilai z dengan persamaan if jejak ==1
[L].{z}={b} U
4. Kemudian mencari nilai akhir (x) L
dengan menggunakan persamaan pause
[U].{x}={z}. end;
end;
5 ALGORITMA PROGRAM end;

Algoritma penyelesaian persamaan simultan Penerapan dalam Soal


linier dengan metode dekomposisi LU
menggunakan Matlab. 5 4 2 𝑥1 5
−3 −4 1 𝑥2 = −1
(1) Kode Matlab untuk metode Eliminasi 2 −1 3 𝑥3 5
Gauss-Jordan adalah seperti di bawah ini :
>> A=[5,4,2;-3,-4,1;2,-1,3]
function x = ElimGaussJordan
(A,B,jejak) A =
[n n] = size (A);
A = [A';B']'; 5 4 2
X = zeros(n,1); -3 -4 1
for p = 1:n, 2 -1 3
for k = [1:p-1,p+1:n], >> b=[5;-1;5]
if A(p,p)==0, break, end
pengali = A(k,p)/A(p,p); b =
A(k,:) = A(k,:) -
pengali*A(p,:); 5
A(k,:)=A(k,:)/A(k,k); -1
if jejak==1 % untuk 5
menampilkan langkah demi langkah dari
proses A >> [L,U]=DekomLU(A,0)
pause
end L =
end
end 1.0000 0 0
x = A(:,n+1); % mendapatkan nilai x -0.6000 1.0000 0
0.4000 1.6250 1.0000

(2) Kode Matlab untuk dekomposisi LU


adalah seperti di bawah ini : U =

function [L,U]=DekomLU (A,jejak)


5.0000 4.0000 2.0000
0 -1.6000 2.2000
0 0 -1.3750

>> z=ElimGaussJordan(L,b,0)

z =

5.0000
2.0000
-0.2500

>> x=ElimGaussJordan(U,z,0)

x =

1.7273
-1.0000
0.1818

6 PENUTUP
Dalam penggunaan kedua metode tersebut
terbukti, baik metode Doolittle maupun
metode Crout terdapat kesamaan hasil dalam
penyelesaian persamaan linier simultan. Jadi
kita dapat menggunakan kedua metode
tersebut dalam SPAL. Kelemahan dari kedua
metode tersebut adalah caranya sangat
kompleks.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Choiron,Mochammad Agus,ST.,MT.


http://mesin.brawijaya.ac.id/diktat_ajar/da
ta/01_e_bab3_anum.pdf,Persamaan
Aljabar linier serentak.26 November
2008,8:39 AM
[2] Dr. Ir. Setijo Bismo,
DEA.http://www.chemeng.ui.ac.id/~bism
o/S2/mtks2/modul-2.pdf,Modul Sistem
Persamaan Aljabar Linier.21 November
2008,10:48 AM
[3] Nasution, Amrinsyah; Hasballah Zakaria.
2001.Metode Numerik dalam Ilmu
Rekayasa Sipil. ITB.Bandung