Anda di halaman 1dari 22

PENYEBAB INFEKSI

DR. Mudatsir, M. Kes
Oleh

Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM-BANDA ACEH 2008

Beberapa Terminologi dalam Penyakit Infeksi:  Infeksi Suatu proses dimana mikroorganisme atau parasit memasuki host, mengadakan invasi, lalu berkembang biak di dalam host dan menimbulkan penyakit  Patogen Mikroorganisme yang mampu menimbulkan penyakit  Patogenitas Kemampuan suatu mikroorganisme untuk menyebabkan penyakit

.   Virulensi Derajat patogenitas yang dinyatakan dengan jumlah mikroorganisme atau mikrogram toksin yang dibutuhkan untuk membunuh binatang percobaan dengan syarat-syarat tertentu Masa Inkubasi Masa yang diperlukan oleh suatu mikroorganisme dari masuk ke dalam tubuh dan memperbanyak diri sampai timbul gejala suatu infeksi Carrier (Pembawa) Seseorang secara klinis dinyatakan telah sembuh dari suatu infeksi tetapi di dalam tubuhnya masih terdapat sumber infeksi yang dapat disebarakan kepada orang lain.

Toksigenitas . Daya Invasi Kemampuan untuk berpenetrasi ke jaringan. berkembang biak dan menyebar 2.Virulensi kuman dipengaruhi oleh: 1. mengatasi pertahanan tubuh hospes.

3.Ikatan molekul pada bakteri dan . Faktor Perlekatan Interaksi antara mikroba dengan permukaann jaringan dalam proses adhesi cukup kompleks.Interaksi respon inang . Faktor yang berperan antara lain: .Perlekatan oleh pili juga faktor yang mempengaruhi virulensi .Permukaan hidrofobisitas dan muatan permukaan jaringan .

Struktur Bakteri .

Flora Normal (Bakteri dan Jamur) .Penyebab Infeksi Patogen: .Parasit Non Patogen .Jamur .Bakteri .Virus .

Mikroba dapat menimbulkan infeksi melalui 2 cara: 1.  Melalui invasi (perusakan jaringan) Mikroba intraseluler Kelompok mikroba ini tidak hanya tinggal di dalam sel fagosit melainkan dapat hidup dan berkembang biak dalam sel fagosit .

mikroba ekstraseluler ini dihancurkan 2. tidak memiliki kemampuan untuk tinggal lama dalam sel fagosit karena bila difagosit. Pembentukan Toksin . Mikroba ekstraseluler Kelompok mikroba ini merusak jaringan sewaktu berada di luar sel fagosit.

dengan pemanasan aktivitas toksin menurun . aktivitas toksin menetap walaupun dipanaskan Struktur Kimia Sifat Fisik Relatif tidak stabil.Perbedaan antara Eksotoksin dengan Endotoksin Eksotoksin Tempat produksi Endotoksin Dikeluarkan oleh kuman Sbg bagian integral hidup. konsentrasi dalam dari dinding sel kuman medium cair sangat tinggi Gram negatif Polipeptida Kompleks lipopolisakarida Relatif stabil.

dalam dosis besar baru menimbulkan kematian Sangat antigenik. menimbulkan kematian walaupun dlm jumlah dosis kecil Badan tidak memberi reaksi panas/deman Toksisitas Reaksi Badan Ada reaksi demam . menghasilkan antitoksid dlm jumlah yang banyak dan dpt dibuat toksoid Sangat toksid.Perbedaan antara Eksotoksin dengan Endotoksin Eksotoksin Sifat Imunologis Endotoksin Tidak menginduksi terbentuknya antitoksin dan tidak dapat dibuat toksoid Kurang toksik.

Corynobacterium diphtheriae .Salmonella typhi .Staphylococcus pyogenes . Mikroorganisme Patogen Konvensional Penyebab infeksi pada orang sehat karena tidak adanya kekebalan spesifik terhadap kuman seperti: .Staphylococcus aureus .Mycobacterium tuberculosis .Secara umum mikroorganisme penyebab infeksi digolongkan: 1.

seperti: . Kuman langsung masuk ke dalam jaringan tubuh atau sebagaian tubuh yang biasanya steril.Proteus .Klebsiella .Staphylococcus epedermidis .2.Pseudomonas . Mikroorganisme Patogen Kondisional Menyebabkan infeksi kalau ada faktor predisposisi pada orang yang dayannya menurun.

seperti: . Mikroorganisme Patogen Opertunistik Menyebabkan penyakit menyeluruh pada penderita yang daya tahannya dapat menurun.Crytococcus neoformans. dll .3.Candida albicans .Mycobacterium atypic .

Untuk timbulnya penyakit. 4. 3. penyebab infeksi harus memenuhi beberapa syarat antara lain: Adanya jalan masuk bagi mikroba tsb Penyebab infeksi mempunyai sifat patogenitas yang tinggi Daya virulensi yang kuat Daya invasi yang tinggi Mempunyai daya pertahanan dan daya hindar yang baik terhadap serangan selsel fagosit host . 5. 2. 1.

pencernaan Inokulasi/infeksi melalui kulit atau membran mukosa Alat kelamin Infeksi transplasental Infeksi melalui umbilikus . 5. 6.Jalan masuk penyebab infeksi 1. 4. 2. 3. Inhalasi saluran pernafasan Ingesti/ infeksi melalui sal.

Toksin RISUS SARDONIKUS OPISTOTANUS .Faktor-Faktor Patogenitas 1.

Hemolisin lebih patogen .typhi mencegah destruksi intraseluler . Daya invasi organisme Misalnya Shigella melakukan penetrasi ke dlm lapisan epitel. berkembang biak dan kemudian merusak epitel 3.Antigen permukaan pd E. . Permukaan sel kuman Pada kuman enterik tertentu permukaan sel kuman mempunyai peranan penting.coli sbg perlekatan kuman pada mukosa usus .2. pneumonia mencegah fagositosis .Antigen Vi pd S.Kapsul pada K.

Ciri kapsul mikroba pada media perbenihan .

Permukaan Antigen sel kuman .

Enzim ektraseluler -Koagulase yang dihasilkan oleh Stap. aureus pelindung bakteri -Hialurodinase mempermudah penyebaran bakteri dengan cara mengurai asam hialuronat dalam jaringan -Kolagenase mengurai kalogen dalam jaringan oleh bakteri Clostridium perfringens .4.