Anda di halaman 1dari 3
EKSISTENSI WANITA Penulis: Hidayaturrahman Tanggal: 9.08.2002 alhikmah.com - Allah menciptakan pria dan wanita serta menjadikan mereka saling menyenangi, menimbulkan perasaan ketertarikan serta merasa adanya hubungan yang erat sekali, sehingga tidak seorangpun yang dapat melepaskan diri darinya. Allah juga menciptakan dalam diri anak Adam hawa nafsu guna menjamin kelangsungan eksistensi manusia di muka bumi. Sehingga dengan potensi yang dimilikinya manusia dapat melakukan regenerasi. Kecenderungan terhadap lawan jenis (baca; wanita) inilah yang kemudian dijadikan senjata yang sangat ampuh oleh setan demi melancarkan serangan maut dan mematikan, supaya manusia tergelincir dari jalan Allah Swt. Hal inilah yang diingatkan oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya:" Tidak ada fitnah (cobaan) yang aku tinggalkan yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dibandingkan dengan kaum wanita" (HR. Bukhari-Muslim). Akal tidak akan mampu membendung dan menolak ketertarikan pria kepada wanita, bahkan keinginan seperti itu mampu menguasai akal, memperalatnya, menutup dan membatasinya. Aturan manapun tidak mampu menaklukkan naluri manusia ini atau menghambat aktivitasnya, karena itu seorang manusia apabila sudah berhadapan dengan syahwatnya tidak peduli lagi pada kekuatan dan tidak takut pada kekuasaan. Sering terjadi Undang Undang dan peraturan yang membantu mewujudkan kenistaan, mendukung terang-terangan pelacuran dan membela perbuatan terkutuk lainnya. Hal ini menunjukkan manusia modern yang pada satu sisi mencapai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi pada sisi lain mereka mencapai puncak prilaku asusila, sehingga seorang pemimpin yang jelas dan nyata melakukan perselingkuhan dipertahankan untuk memimpin. Mereka kalah dalam menghadapi hawa nafsu, jatuh dalam menghadapi godaan seksual, yang pada akhirnya mereka terjungkal balik menjadi pelayan dan budak yang patuh melayani keinginan nafsu syaitani. Firman Allah:" Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya ? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Q.S. Al-Jaatsiyah: 23). Sejarah membuktikan betapa banyak para pahlawan penakluk dan para panglima perkasa dapat takluk bertekuk lutut dihadapan wanita, Bill Clinton harus menerima nama buruk karena Monika Lewinsky, begitu juga Margaret Teacher harus turun dari tahta kekuasaannya karena wanita, lalu siapa lagi yang akan menyusul? Faktalah yang akan menunjukkan dan Wallahu a’lam. Semua perangkat disediakan untuk mengekploitasi wanita; Modernisasi merupakan senjata ampuh melancarkan budaya permisivisme. Kesucian menjadi barang super langka dalam kehidupan ini. Pemuda dan pemudi yang bersenggolan atau bertabrakan dalam sebuah suasana ikhtilath , yang cukup diselesaikan hanya dengan lips service maaf dan terjadilah saling memaafkan. Yang terjadi bukan hanya itu, melainkan senyuman yang diiringi dengan obrolan. Selanjutnya terjadi perkenalan dalam tempo singkat, yang kemudian dihiasi dengan bunga-bunga syahwati, dan diikat hubungan syaitani. Seandainya hubungan tersebut putus ditengah jalan, maka sigadis akan berusaha menjalin hubungan baru dengan pemuda lain, yang berarti dia berpindah dari satu tangan ketangan lelaki lain, sehingga dia kehilangan kehormatan dan harga dirinya. Kemungkaran yang paling besar, paling berbahaya dan paling dahsyat pengaruhnya adalah kebebasan wanita, pamer kecantikan, mengumbar aurat, dan pembaurannya dengan kaum pria dalam semua bidang kehidupan. Penyakit berbahaya ini telah menyerang semua rumah tangga dan menjangkiti seluruh keluarga tanpa membedakan sasarannya, mulai dari anak perempuan yang masih dalam usia bermain sampai kepada gadis manis setengah baya dan wanita lanjut usia. Begitu seseorang mengayunkan langkahnya keluar rumah,naik mobil, atau pergi ke pusat perbenjaan (mall-mall), maka pandangannya akan terfokus pada segerombolan wanita yang membuka wajah, aurat serta memamerkan kecantikan tanpa merasa malu dan sungkan sedikitpun. Sekujur tubuh mereka sarat dengan berbagai macam perhiasan menawan, seolah-olah menjadikan tubuh mereka sebagai pameran keliling yang disaksikan oleh semua orang yang lalu lalang. Gaya hidup wanita yang suka buka-bukaan dan tidak mengindahkan akhlaq bisa merangsang kaum pria yang sudah tua maupun muda untuk melakukan perbuatan mungkar, menginjak-injak kehormatan, mengorbankan keturunan, merusak rumah tangga dan membuat pemuda lari dari menyempurnakan diri dengan ilmu, akhlaq dan etika. Rasulullah Saw bersabda:" Bagaimana sikapmu jika kaum wanitamu durhaka, para remajamu fasik, dan kamu meninggalkan jihad? Shahabat bertanya: " Apakah hal ini akan benar-benar terjadi ya Rasulullah ?" Beliau menjawab:" Ya, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, bahkan lebih dahsyat dari hal itu". Mereka bertanya lagi:" Apa yang lebih dahsyat dari itu ?" Beliau menjawab:" Bagaimana menurutmu jika kamu tidak lagi menyuruh berbuat ma'ruf dan tidak melarang yang mungkar?" Mereka bertanya:"Dan hal itu apakah akan terjadi ?" Beliau menjawab:" Ya, demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, bahkan lebih dahsyat dari itu". Mereka bertanya, apa yang lebih dahsyat dari itu?" Beliau menjawab:" Bagaimana menurutmu jika kamu kalau kamu yang malah menyuruh berbuat mungkar dan melarang yang ma'ruf?". Mereka bertanya:"Dan hal itu akan terjadi ?" Beliau menjawab:" Ya, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, malah lebih dahsyat dari itu akan terjadi. Allah berfirman:" Akan diberikan kepada mereka suatu cobaan yang membuat orang jujur dan baik kebingungan menghadapinya" (HR.Az-Zubaidi). Tidak ada jawaban terhadap hal ini melainkan memperbaiki kesalahan dan menghindari kerusakan, dengan menyadarkan manusia supaya kembali kepada tradisi leluhur dan ajaran agama kita, mengembalikan para gadis ke pangkal jalan semula, mendidik dengan baik agar terbiasa dengan prilaku dan etika agama dan membentenginya dari pengaruh budaya barat yang tercela. Islam memerintahkan kaum wanita supaya senantiasa memakai jilbab sebagai tuntutan akal sehat untuk menjauhi kaum laki-laki keji dan bejad, demi menjaga dari kesalahan dan memelihara kehormatan, agar tidak diganggu orang yang tidak bermoral dan berakhlaq buruk. Sesungguhnya kebatilan, kejahatan, kerusakan dan kesesatan merupakan hal yang memerlukan langkah-langkah tertentu yang harus ditempuh untuk mewujudkannya, karena ini merupakan tipuan dan rekayasa setan. Sedangkan kebenaran dan kebaikan tidaklah memerlukan langkah ataupun tahapan tertentu, karena kebaikan yang terbaik adalah yang lebih cepat. Secepatnya memakai hijab dengan sempurna hanyalah salah satu langkah untuk mematahkan setiap langkah setan, yang akan menghijab kehormatan dan rasa malu. Firman Allah:" Katakanlah! Hai hamba-hamba- Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Q.S. Az-Zumar: 53). Kita mengharapkan kembalinya masa-masa indah dimana para pemuda dan pemudi apabila sudah menginjak usia dewasa mulai merasakan suatu kehidupan baru, cita-cita dan masa depan yang baik, mereka bekerja dengan giat, tekun dan ulet, tidak mau pasrah dan bermalas-malasan, mempunyai tekad yang kuat dan terpelihara dari kesalahan. Sehingga terbentuklah generasi dari kaum wanita terpelajar yang bertaqwa sebagai karunia Ilahi dan utusan perdamaian, bahkan merupakan sumber kebahagiaan dan kesejahteraan. Wanita seperti inilah yang akan melengkapi tatanan alam sebagai sebaik-baik perhiasan. Inilah yang sebenarnya yang dikehendaki oleh Rasulullah terhadap kaum Hawa dalam sabdanya:" Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah"(HR. Muslim). Rasa malu adalah ciri utama para wanita shalihah, dimana mereka malu untuk menampakkan hal-hal yang diluar kodrat kewanitaannya, apalagi melakukan perkara yang bertentangan dengan syar'i. -GMX - Die Kommunikationsplattform im Internet. http://www.gmx.net