Anda di halaman 1dari 4

SUKSESMU IBADAHMU Padang, 26 Juli 1990.

Tempat dan tanggal itu sangat bersejarah bagi saya, itulah kali pertama saya bernafas di udara bebas. Masa kecil saya, saya habiskan dengan bermain dan bermain. Dahulu daya tidak memahami akan arti dan makna dari hidup, saya hanya memikirkan bagaimana cara untuk menjalankan mobilmobilan, memainkan stethoscope orangtua saya, bermain peran menjadi seorang dokter-dokteran, bermain bola, dan lain-lain. Masa kecil saya memang asik dan menyenangkan. Ketika umur saya sudah mencukupi untuk masuk Taman Kanak-kanak, saya langsung didaftarkan di TK Baiturrahmah Padang, sebuah TK yang benar-benar menjadi surga para anak, karena di TK tersebut banyak terdapat permainan yang mengasyikkan. Saya sangat bersemangat setiap kali masuk sekolah di TK tersebut. Saya masih teringat dulu ada ibu guru yang bernama ibu Yu, beliau guru terbaik di TK tersebut karena beliau sangat ramah, tidak pernah marah dan saya teringat disaat beliau mengajarkan pelajaran melipat kertas agar menjadi sebuah pesawat dan kapal. Tapi, hanya saya sendiri yang tidak bisa, sehingga bu yu datang menghampiri saya dan mengajarkan saya dari awal, sembari beliau berkata, Kita ini harus bersabar dalam apapun, termasuk ketika kita melipat kertas ini, jangan pantang menyerah ya nak. Wah, setelah itu saya menjadi bersemangat dan akhirnya saya bisa. Hati saya sangat gembira, saya menceritakan hal ini ke orang tua saya dan beliaupun tertawa. Saya mengarungi TK selama 1 tahun, sekarang saatnya melanjutkan ke Sekolah Dasar. SD Baiturrahmah 2 Padang, menjadi pilihan orangtua saya. SD yang sangat luas terdiri atas 5 lantai, aula yang sangat besar, perpustakaan yang lengkap, toilet yang cukup bersih, Mesjid yang besar, lapangan yang luas. Sungguh luar biasa, bisa bersekolah di SD ini. Ketika saya pertama masuk SD ini, ada pemilihan ketua kelas. Pemilihannya berdasarkan inisiatif muridnya, ternyata setelah ditanya oleh wali kelas, siapa yang inigin jadi ketua kelas, tak satupun yang mengacungkan tangannya. Alhasil saya berinisiatif menjadi ketua kelas. Di SD Baiturrahmah ini setiap hari pasti ada PR yang harus dikerjakan, sehingga menjadikan kita harus belajar setiap malam. Alhamdulillah, dengan sistem yang seperti ini membuat saya belajar teratur, dan bisa mengantarkan saya menjadi juara kelas dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD. Pengalaman yang tidak pernah saya lupakan adalah ketika hasil ujian nasional sekolah dasar diumumkan, saya sangat berkeinginan untuk masuk SMP N 1 Padang yang merupakan SMP favorit seSumatera Barat. Tapi yang sangat disayangkan ternyata hasil UNAS saya hanya mendapatkan nilai 23,33 sedangkan batas nilai yang diterima di SMP N 1 Padang itu adalah 23,50. Saya menangis sekuat tenaga, orang tua pun menangis, banyak guru-guru yang hanyut dalam duka saat itu. Tapi wali kelas saya yang bernama ibu Darlina berkata, Coba saja daftar di SMP N 1 Padang itu dulu, insya Allah diterima itu. Setelah itu saya tetap dengan tekad dan keyakinan kuat untuk mendaftarkan diri ke SMP N 1 Padang. Alhasil saya hanya diterima sebagai siswa cadangan. Saya dan orang tua pun sangat sedih. Tapi saya tetap berdoa dan barharap semoga ada yang tidak jadi mendaftar sehingga saya bisa menjadi salah satu siswa di SMP favorit ini. 3 hari kemudian, alhamdulillah akhirnya doa saya terkabul, 5 siswa cadangan akhirnya diterima di SMP favorit ini. Memang butuh kesabaran untuk mencapai kesuksesan didalam hidup ini. Ketika saya bersekolah di SMP N 1, sungguh sangat berbeda degan dunia SD. Pertama kali masuk SMP saya sudah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan karena saya dicemooh, salah seorang teman pernah berkata kepada saya,eh, siswa cadangan! Disini itu hanya untuk anak-anak pintar! Saya tetap mencoba pura-pura tidak mendengar. Dan itu menjadi kata-kata yang membuat saya berat melangkahkan kaki setiap kali harus masuk sekolah di SMP ini. Kata-kata itu cukup membuat kondisi psikologis. Rasanya semangat belajar saya menurun. Saya menceritakan hal ini kepada mami saya, beliau menanggapi dan berkata, kamu harus membuktikan kepada kami orangtua kamu, buktikan kepada teman -teman kamu dan buktikan kepada sekolah kamu bahwa kamu adalah siswa yang bisa mengharumkan nama sekolah kamu dan

By: Dicky Stevano Zukhri (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Pendidikan Dokter 2008)

kamu bisa masuk SMA Favorit, SMA N 1 Padang. Jangan sampai kita kecewa dua kali ya nak, mulai dari sekarang jadikan itu cambuk untuk kamu agar kamu berhasil. Mulai saat itu, semangat belajar dan daya juang ku untuk beprestasi mulai tumbuh lagi dengan perlahan. Alhamdulillah saya bisa masuk 5 besar di kelas, saya juga mengharumkan nama sekolah karena berhasil menjadi Juara 1 dalam lomba adzan antar SMP dan juga berhasil menjadi bagian dari group paduan suara yang menjadi juara 1 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Tiada kata selain kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat syukur Alhamdulillah. Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ujian Nasional tingkat SMP, saya mengeluarkan semua kemampuan saya agar bisa mendapatkan nilai terbaik sehingga dapat bersekolah di SMA N 1 yang merupakan SMA dengan label terbaik di Sumatera Barat. Alhamdulillah dengan nilai hasil ujian nasional dengan rata-rata 9,5 saya bisa menjadi salah seorang siswa SMA N 1 Padang. Dan masa-masa indah zaman SMA pun segera dimulai. Zaman SMA merupakan kunci bagi seseorang untuk mewujudkan cita-cita akan menjadi apa dia kelak. Oleh karena itu dari awal masuk SMA, saya sudah mempunyai niat yang kuat agar bisa menjadi mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saya pun membiasakan diri untuk belajar keras, mendisiplinkan waktu agar hidup teratur, selalu minta doa orang tua setiap kali akan ujian, tidak segan bertanya kepada teman-teman yang lebih hebat dan lebih pintar, tidak merasa inferior karena saya yakin setiap orang yang diciptakan di muka bumi ini mempunyai hak untuk sukses serta setiap orang yang mempunyai kelebihan pasti memiliki kekurangan. Zaman SMA memang zaman yang tidak bisa dilupakan, zaman SMA begitu membekas disetiap benak insan yang pernah mengarunginya. Disinilah saya banyak menemukan sahabat-sahabat sejati, ketika seseorang berkeinginan untuk mewujudkan cita-cita dan mimpinya maka carilah sahabat yang mempunyai determinasi yang tinggi, sahabat yang bisa mengayomi kita disaat kita lengah atau putus asa. Disini pulalah biasanya pertama kali setiap insan manusia mengenal arti cinta dan mencintai antar lawan jenis. Nah, apapun yang terjadi di zaman SMA saat itu saya berusaha untuk fokus mengejar mimpi, banyak prestasi yang pernah saya ukir di masa SMA, juara kelas, juara adzan, juara solo song, juara paduan suara, tergabung dalam tim International Biology Olympiad SMANSA PADANG dan banyak lainnya. Saya juga aktif diberbagai macam organisasi baik yang di internal sekolah seperti OSIS, ROHIS, dan IBO. Sedangkan diexternal sekolah seperti PRMM dll. Sulit memang membagi waktu tapi walau bagaimanapun tetap harus saya lakoni dengan sebaik mungkin. Waktu semakin berlalu, kelas 3 SMA pun sudah harus dilalui. Alhamdulillah saya tergabung kedalam kelas unggulan di SMA N 1 Padang. Dikelas ini terdapat siswa-siswa terbaik diantara siswa terbaik yang ada, sehingga saya pribadi semakin terpacu untuk menjadi lebih baik lagi. Sempat terlintas dipikiran saya bahwasanya saya adalah yang terbodoh dari teman-teman satu kelas ini, saya sempat merasa minder, mereka semua terlalu pintar dan luar biasa menurut saya. Tapi saya yakin pasti ada jalan terbaik untuk bisa melebihi teman-teman yang pintar ini. Saya memang harus lebih rajin lagi, karena saya tau otak saya tidak secemerlang teman-teman saya ini. Berjuang lebih untuk menutupi keterbatasan kita bukan hal yang sia-sia. Karena hal ini terbukti saya bisa melebihi teman-teman saya yang pintar luar biasa tersebut. Ketika mendekati ujian nasional, sekolah kami dibanjiri undangan bagi siswa berprestasi dari berbagai universitas terkenal seperti UI, ITB, Undip, UGM, UB, Unand dan lain-lain. Teman-teman satu SMA berbondong-bondong untuk mengambil undangan tersebut. Saya sendiri awalnya sangat ingin mendaftar di FKUI, tapi sayangnya sudah di ambil oleh teman saya yang memang nilainya lebih tinggi dari saya beberapa poin. Sehingga saya dengan ijin dan doa orang tua mencoba mengambil FKUB. Saya yakin dengan pilihan orang tua saya, karena sesungguhnya ridho Allah terletak pada ridho orang tuamu.

By: Dicky Stevano Zukhri (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Pendidikan Dokter 2008)

Alhamdulillah saya bisa lulus FKUB tanpa tes tetapi melalui jalur undangan siswa beprestasi. Waktu pengumuman kelulusan saya di FKUB ini, membuat saya langsung sujud syukur dan seluruh keluarga terutama orangtua saya terharu, orangtua saya saat itu sedang berada di luar kota, ketika saya menelpon beliau secara tidak sengaja saya langsung mengeluarkan air mata dan berkata ke mami, alhamdulillah mam, anak mami ini bisa kuliah di salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia mam. Sontak saat itu, mami teriak dan menangis, alhamdulillah, makasih ya nak. Terbalas rasanya perjuangan susah payah mami dan papi mencari uang untuk sekolah dicky. Wah, kami sungguh larut dalam suasana suka cita dan haru . Dan alhamdulillah perjalanan saya menjadi mahasiswa kedokteran dilancarkan oleh Allah SWT. Saya lulus dengan nilai UN SMA rata-rata 9,25. Ini semakin membuat hati orangtua semakin bahagia. Membuat kedua orangtua bangga itu sungguh memuaskan batin setiap anak manusia, oleh karena itu membuat saya semakin berjuang keras untuk berprestasi demi menyenangkan hati orangtua saya. Tibalah saat nya saya mulai mengarungi samudera perkuliahan di FKUB, pertama kali sampai di Kota Malang, saya begitu terbakar untuk berprestasi, demi menyenangkan hati orangtua saya. Saya masih ingat ketika maba dulu ada kompetisi karya tulis antar mahasiswa baru. Ketika itu saya begitu bersemangat, dan tibalah saatnya sesi penjurian. Saya benar-benar dibantai pada sesi penjuarian itu, sehingga saya merasa ilmu yang saya miliki sekarang sangatlah dangkal. Lagi ada-ada saja peristiwa yang mencambuk saya sehingga saya bisa terpacu agar menjadi lebih baik lagi. Hal ini berimbas pada kegiatan belajar saya di FK, saya mencoba untuk benar-benar fokus dan semangat ketika belajar di FKUB ini. Tapi lagi-lagi saya di uji IP saya semester 1 tidak cukup memuaskan saya dan orangtua saya. Saya hanya mendapatkan IP 3,1 sedangkan teman-teman saya lainnya mendapatkan IP mayoritas 3,5 keatas. Bahkan ada yang mendapatkan IP 4,00! Luar biasa! Hal ini tidak serta merta menjadikan saya patah arang. Namun, membuat saya semakin terbakar! Saya mulai instropeksi dan memperbaiki diri saya. Mulai semeseter 2, saya harus bisa menemukan pola dan cara belajar yang benar agar mampu mendapatkan IP yang lebih baik. Disamping kendala cara belajar yang tidak sama seperti cara belajar di sekolah, saya menemukan kendala baru yaitu kendala membagi waktu antara organisasi dan kepaniatiaan yang saya. Saya benar-benar kebingungan dalam memanajemen waktu saya dan merasa sangat kesusahan mengikuti pembelajaran di FKUB dimana materi belajar yang diberikan sungguh banyak dengan waktu yang sungguh singkat. Berkat sering bertanya pengalaman belajar kepada kakak kelas yang sukses, bertanya dan belajar bareng kepada teman-teman yang IP-nya 4 dan meminta nasehat serta doa dari orang tua, alhamdulillah perlahan saya bisa menemukan cara belajar yang pas. Sehingga IP saya naik terus setiap semester. Alhamdulillah saya pernah mencapai IP 3.98 . Akhirnya kesibukan organisasi dan kepanitian tidak bisa dijadikan kambing hitam atas kegagalan seseorang. Yang paling penting untuk memanajemen waktu agar bisa sukses dan beprestasi adalah dengan menentukan Skala Prioritas serta timbanglah manfaat dan mudaratnya. Semangat untuk terus berprestasi agar mampu membuat bangga orangtua, almamater, bangsa dan negara semakin menggebu-gebu didalam dada ini. Sehingga saya berpikir untuk berkiprah di PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa). Tahun kedua saya di FKUB, alhamdulillah saya diajak oleh kakak kelas saya untuk mengikuti PKM-Penelitian, dan alhamdulillah kami berhasil sampai di Tingkat Universitas tas, tapi kami kurang beruntung sehingga kami tidak bisa mewakili UB di PIMNAS. Kemudian saya mencoba mengikuti lomba Internasional Vegetarian Congress and Scientific Writing Competition yang merupakan lomba pertama atas inisiatif saya dan teman-teman, alhamdulillah tanpa disangka-sangka saya bisa menjadi juara 2. Hal ini membuat saya inigin berkiprah lagi di PIMNAS selanjutnya. Belajar dari kesalahan PKM-Penelitian ketika saya tergabung dengan kelompok kakak kelas, saya bertekad untuk menjadi juara. Saya pun membentuk suatu group yang terdiri atas 5 orang yang terdiri dari 1 orang yang sangat handal di bidang desain dan komputer yaitu Aditiya Satriya Nugraha, 1 orang yang sangat inovatif, berkarakter dan mempunyai analisis yang kuat yaitu Makhyan Jibril, kemudian ada 2 orang adek kelas yang pintar, kritis, logis, sistematis dan proaktif yaitu Durrotul Ikrimah serta Annisa Alkarimah, dan terakhir ya saya sendiri,

By: Dicky Stevano Zukhri (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Pendidikan Dokter 2008)

saya beranggapan saya bisa mengandalkan kemampuan public speaking saya. Kami pun mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan bersinergi. Dan alhamdulillah, kerja keras yang sinergis antara kami semua, dosen pembimbing dan lain-lain, menjadikan kami Juara 1 (Gold medal) tingkat nasional PKM-Penelitian PIMNAS XXIV 18-22 Juli 2011 di Universitas Hasanuddin Makassar dengan judul, STEMPOWERING: Sebuah Inovasi Pengembangan Terapi Autoregenerasi Berbasis Mobilisasi Hematopoietc Stem Cell pada Mencit Model DM Menggunakan Ekstrak Jamur Tiram (Pleorotus Ostreatus). Disaat awal penelitian sampai akhir, kami selalu meminta doa dari orang tua agar kelompok kami bisa berjaya di PIMNAS Makassar ini. Alhamdulillah keinginan kami menjadi juara terkabul. Dan karya tulis kami ini telah di publikasikan di jurnal ilmiah Internasional. Meskipun saya dan teman sudah menjadi juara 1 di PIMNAS XXIV yang notabenenya adalah kompetisi yang sangat bergengsi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia, saya tidak tinggal diam begitu saja. Saya beserta sahabat saya yang merupakan sahabat tempat saya sering belajar bersama dan tempat saya sharing yaitu Mirza Zaka Pratama. Kami membuat beberapa karya tulis ilmiah untuk di ikutkan lomba seperti dan kami pun memperoleh juara seperti: Juara I Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional antar FK seluruh Indonesia, pada acara IMSF (Islamic Medical Science Festival) yang ke-3, tanggal 30 Juli 2011 di Fakultas Kedokteran Universitas Jember dengan judul, ISLAMIC HYDROTHERAPHY: Sebuah Pendekatan Biomolekuler Menggunakan Air Zamzam Sebagai Pengobatan Alternatif Secara Islami Penyakit Rheumatoid Arhtritis. Juara 3 Karya Tulis Ilmiah antar FK seluruh Indonesia pada lomba Sriwijaya Medical Scientific Olympiad (SMSO) yang ke-2 di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya tanggal 30 September 2011, dengan judul karya tulis, STEMEREKTOR: Suatu Inovasi Terbaru Pengobatan Disfungsi Ereksi Berbasis Mobilisasi Endogenous Stem Cell menggunakan Freeze Dried Strawberry. Lolos Pendanan Penelitian Mandiri FKUB 2011 dan Akan di ikutkan ke PIMNAS 2012 dengan judul karya tulis: Immunomodulation Method Via Neuroendocrine Stimulation: Metode Peningkatan Aktivitas Makrofag Melalui Kegiatan Membaca dan Tadabbur Al Quran. Juara 1 Lomba Karya Tulisilmiah antar FK seluruh Indonesia pada lomba MEDMOTIONS FK UNS tanggal 12 November 2011, dengan judul karya tulis, i-Theraphy: INTERFERON- TRANSPORTED MESENCHYMAL STEM CELL SEBAGAI TERAPI KANKER PAYUDARA. Juara 1 Lomba Karya Tulis pada MITI Paper Challenge (MPC) 2011, dengan judul karya tulis, AnCor HD (Anti-Coronary Heart Disease) : PEMANFAATAN JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) SEBAGAI POTENSI LOKAL INDONESIA UNTUK TERAPI PENYAKIT JANTUNG KORONER BERBASIS MOBILISASI STEM CELL. Nilai-nilai yang bisa saya dan teman-teman ambil dari beberapa kisah hidup saya yaitu, Sukses itu adalah Hak setiap manusia, seseorang tidak akan bisa sukses dengan cara instan, semuanya butuh proses, jadikan kesabaran untuk menuntunmu ke jalan kesuksesan, jadikan tekad dan keyakinan yang kuat sebagai bahan bakar untuk sukses, jadikan doa,tawakal dan Ikhlas sebagai sahabat bagi setiap kerja kerasmu sehingga membuahkan hasil. Seseorang yang ingin sukses harus mempunyai karekter layaknya seseorang yang sudah sukses. Mental kita harus superior jangan beranggapan bahwa kita lebih inferior dari orang lain. Dan selalu minta restu serta doa dari orang tua karena sesungguhnya ridhonya Allah terletak pada ridho orangtua. SALAM SUKSES DAN BERPRESTASI!!!

By: Dicky Stevano Zukhri (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Pendidikan Dokter 2008)