Anda di halaman 1dari 4

REFLEKSI KASUS

NAMA NIM

: Wulan Suci SAkti Rony : 20070310177

IDENTITAS PASIEN No. RM Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Alamat : 378874 : Sdr. A : 40 Tahun : SMA : Tidak bekerja : Islam : Pandak, Bantul : 5 APRIL 2013

Jenis kelamin : laki-laki

Bangsa/suku : Indonesia/ Jawa Tanggal Periksa

Rawat jalan : Poli Jiwa RSUD Panembahan Senopati bantul ANAMNESIS Keluhan Utama Nyeri di kaki kiri Riwayat Perjalanan Penyakit OS mengeluh nyeri di kaki kiri. Kaki kiri terasa kaku dan tidak bisa ditekuk. Nyeri dirasakan sejak 1 bulan yang lalu, seingat pasien setelah pasien melakukan perjalanan jauh dengn sepeda onthel ke tempat saudaranya yang tinggal di Godean. Pasien tidak begitu merasakan nyerinya sampai akhirnya beberapa hari yang lalu nyeri semakin bertambah. Awalnya nyeri dirasakan oleh pasien di kaki kanan yang sudah sejak dulu atau beberapa lama sudah dirasakan pasien tetapi pasien lupa kapan waktu pastinya pasien merasakan nyerinya. Saat kaki kanan terasa nyeri pasien sudah berobat ke beberapa rumah sakit

dan sekarang nyeri sudah mulai berkurang. Dari keterangan pasien, nyeri dirasakan setelah pasien mempunyai pikiran yang berat atau mengganggu sehingga dapat timbul nyeri. Dirumah pasien tinggal bersama kedua orang tuanya, pasien mempunyai 3 orang saudara yang sudah berkeluarga dan mempunyai pekerjaan tetap. Sekarang ini pasien belum menikah dan tidak mempunyai pekerjaan. Hal inilah yang menyebabkan pasien tiap malam susah untuk memulai tidur, kadang bingung dan pernah ingin mengakhiri hidpnya karena merasakan sakit yang tidak sembuh-sembuh, tidak punya pekerjaan, dan belum menikah. Padahal pasien sudah menginginkan hal itu. Pasien jarang menceritakan hal ini kepada keluarga, hanya saja pasien banyak membaca buku tentang agama sehingga cara inilah yang menurut pasien dapat membesarkan hati pasien saat terpuruk dalam masalah. Akhir-akhir ini pasien mulai bisa menyibukkan diri dengan beternak ayam dirumah membantu orang tuanya. Refleksi Kasus Pada pasien ini didapatkan riwayat ingin mengakhiri hidup karena masalah pekerjaan dan jodoh, serta sakit yang tidak sembuh, sehingga membuat pasien susah untuk memulai tidur. Dari permasalahan tersebut dapat dicari: adakah gangguan cemas adakah gangguan depresi bagaimana mengatasi permasalahan yang dihadapi

PEMBAHASAN Gangguan cemas: pasien harus menunjukkan gejala anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hamper setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan atau situasi khusus tertentu saja ( sifatnya free floating atau mengambang ) gejala-gejala tersebut mencakup unsure-unsur berikut:

kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb) ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak bias santai) dan; overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak napas, keluhan lambung, nyeri kepala, mulut kering)

Depresif memiliki gejala utama dan gejala penyerta. Untuk gejala utama: afek depresif kehilangan minat dan kegmbiraan berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah ( rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas. Gejala penyerta: konsentrasi dan perhatian berkurang harga diri dan kepercayaan diri berkurang gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna pandangan tentang masa depan yang suram dan pesimistis gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri tidur terganggu nafsu makan berkurang

untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahannya ( derajat ringan, sedang, dan berat) diperlukan masa sekurang-kurangnya 2 minggu untuk penegakan diagnosis, akan tetapi periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat. Cara mengatasi permasalahan yang dihadapi: Psikoventilasi : Pasien dibimbing untuk menceritakan segala permasalahan, apa yang terjadi kekhawatiran pasien kepada terapis, sehingga terapis dapat memberikan problem solving yang baik dan mengetahui cara antisipasi pasien dari faktorfaktor pencetus

Psikoterapi berupa mencari dan membicarakan konfliknya, menjamin kembali (reassurance), relaksasi, olahraga semampunya, dan rekreasi dapat mengurangi ketegangan, bias menghilangkan dan mencegah kecemasan baru.

Terapi spiritual dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatankegiatan keagamaan. Terapi ini dimaksudkan agar tetap mengingat dan menjalankan perintah dari ajaran/kepercayaannya sehingga dapat membuat lebih merasa tenang, aman dan nyaman dalam hati dan batin.

Terapi kerja ditujukan untuk mendorong penderita bergaul lagi dengan orang lain, kekurangan pasien. Juga ditujukan pada kemampuan dan

Mengajak pasien melakukan aktivitas kegiatan positif, agar potensi diri yang sudah ada bias tergali. Karena pasien suka membaca disarankan untuk membaca buku-buku tentang bercocok tanam atau tentang peternakan agar pasien dapat menjadikan hobinya sebagaipekerjaan dan dapat melakukan aktivitas meskipun didalam rumah.