Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami

dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul Ayat-Ayat Yang Relevan Dengan Subyek Pendidikan. Makalah ini berisikan tentang ayat-ayat dan hadist-hadist yang relevan dengan subyek pendidikan, konsep subyek pendidikan, karakteristik pendidikan. Diharapkan, makalah ini akan memberikan pemahaman kepada kita tentang konsep kependidikan dalam islam. Walaupun kami telah mencurahkan segala kemampuan kami dalam penulisan makalah ini. Kami menyadari bahwa, penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi, penulisan, maupun kata-kata yang digunakan. Oleh sebab itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah Swt senantiasa meridhoi segala usaha kita.

Tuban, 07 Mei 2013 Penyusun

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Proses pendidikan dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari peran pendidik dan peserta didik itu sendiri. Berhasil atau gagalnya pendidikan diantaranya ditentukan oleh kedua komponen tersebut. Mulai dari kemapanan ilmu pengetahuan pendidik, sampai kemampuan pendidik dalam menguasai objek pendidikan, berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik, motivasi belajar peserta didik, kepribadian anak didik dan tentu saja pengetahuan awal yang dikuasai oleh peserta didik. Agar hasil yang direncanakan tercapai semaksimal mungkin. Disinilah pentingnya pengetahuan tentang subjek pendidikan. Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia di dalamnya menyimpan berbagai mutiara yang mahal harganya yang jika dianalisis secara mendalam sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Diantara mutiara tersebut adalah beberapa konsep pendidikan yang terkandung dalam Al-Quran, diantara konsep tersebut adalah konsep awal pendidikan, kewajiban belajar, tujuan pendidikan dan subjek pendidikan. Untuk itu dalam makalah ini penulis akan mencoba memaparkan sedikit tentang salah satu konsep tersebut, yaitu yang berhubungan dengan subjek pendidikan dengan harapan dapat lebih memahami bagaimana subjek pendidikan menurut Al-Quran. 1. B Tujuan Penulisan Makalah ini ditulis dengan berdasarkan kepada tujuan-tujuan di bawah ini : 1. Untuk mengetahui bagaimana konsep subjek pendidikan. 2. Untuk mengetahui bagaimana tafsir QS. Ar-Rahman ayat 5-6, QS. An-Nahl ayat 43-44, QS. An Najm 34-44, QS. Al-Kahfi 67-70. 3. Untuk mengetahui bagaimana konsep subjek pendidikan menurut QS. ArRahman ayat 5-6, QS. An-Nahl ayat 43-44, QS. An Najm 34-44, QS. AlKahfi 67-70. BAB II

SUBYEK PENDIDIKAN (Kajian Tafsir Tarbawy Menurut Surat al-Rahman ayat 1-4, Surat al-Najm ayat 5-6 Surat al-Nahl ayat 43-44, Surat al-kahfi ayat 65) A. Pengertian Subyek (Pelaku) Pendidikan Secara filosofis, pendidikan merupakan sebuah sistem yang memiliki aspekaspek yang saling berhubungan. Pendidikan adalah proses membimbing atau memimpin yang dilakukan secara sadar oleh pendidik untuk mengembangkan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Dalam proses membimbing atau memimpin tersirat dua pihak yang saling berhubungan, yaitu pendidik dan peserta didik. Selain itu, agar usaha dalam proses tersebut dapat mencapai tujuan pendidikan, maka diperlukan landasan/dasar yang jelas serta alat dan badan/lembaga penyelenggara pendidikan. Dengan demikian, pendidikan terdiri dari beberapa aspek, yaitu: peserta didik, pendidik, dasar, tujuan, alat, dan badan/lembaga pendidikan. Berdasarkan keterangan tersebut, pendidik merupakan salah satu bagian integral dari sistem pendidikan. Pendidik atau subyek pendidikan adalah orang yang terlibat secara langsung dan kuntinyu dalam proses pendidikan. Dalam dunia pendidikan, yang lazim disebut pendidik adalah orang tua, guru, dan para pemimpin masyarakat atau orang-orang yang telah dewasa. Orang tua berperan sebagai pendidik di lingkungan rumah tangga, guru berperan sebagai pendidik di sekolah, sedangkan yang lainnya dapat memainkan peran sebagai pendidik di lingkungan sosial. Walaupun peranan para pendidik ini berbeda tempatnya, tidak berarti mereka bekerja sendiri-sendiri. Semuanya harus dapat memainkan perannya masing-masing secara bertanggung jawab dalam kerangka kerjasama yang harmonis dan saling mendukung agar peserta didik memiliki kepribadian yang utama. B. Kajian Tafsir Tarbawy Menurut Surat al-Rahman ayat 1-4.


Terjemah 1. (tuhan) yang Maha pemurah, 2. yang telah mengajarkan Al Quran. 3. Dia menciptakan manusia. 4. mengajarnya pandai berbicara.1 Mufrodat adalah salah satu nama yang dikhususkan untuk

Allah, berbeda dengan asma Allah yang lain seperti maka bisa di ungkapkan untuk yang lainnya seperti halnya lafadz . adalah khobar dari lafadz , lafadz khobar kedua , sedangkan adalah khobar ketiga2 Sedangkan pengertian ada pendapat yang menyatakan Nabi Adam, ada yang menyatakan semua jenis manusia, ada yang mengataakan Nabi Muhammad. artinya menciptakan dari tidak ada menjadi ada dengan segala kemampuan yang diberikanNya. adalah mantiq yang fasih dan ta`lim adalah mempelajari yang tampak dan segala sesuatu yang tidak tampak yang berhubungan dengan lainnya. 3 Asbabunnuzul Ayat ini diturunkan setelah terjadi pelecehan orang kuffaar setelah ada perintah untuk bersujud pada Arrahman yang terdapat dalam surat al furqon ayat 60
1

Depag-Al quran- Online, rabo 7 Mei,jam 09


Jabir bin Musa aljazairi,Aisaruttafasir, Maktabah ululm wal haikmah, Madinah,2003, Juz 5 hal 224. Ahmad bin Muhammad almahdy asyyadili, bahrul Murid, Darul Kutub,Bairut,2002, Juz7 hal 394

2
3

, orang kafir mengungkapkan


kita tidak kenal dengan sesorang yang namanya Rohman kecuali Rohman dari Yamamah maka ayat ini menegaskan bahwa Arrahman bukanlah dia tetapi Allah yang maha yang maha rahman yang telah mengajarkan Alquraan dan telah menciptakan manusia.4 Munasabah Munasabah ayat ini dengan ayat sebelumnya ada dula hal, pertama ayat sebelumnya diawali dengan mu`jizah yang menunjukkan kekuasaan dan dan kebesaranNya, sedang ayat ini menun jukkaan mu`jizah dengan kasih sayangnya dzat maha rohman dengan mengajarkan manusia atas alquran. Kedua pada akhir ayat surah sebelumnya adalah kalimat makna yang terkandung pada akhir ayat ini menunjukkan kewibawaan Allah sedang pada ayat Arrahman menunjukan kelembutanNya.5 Analisa Bahasan Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajar Muhammad saw Alquran dan Muhammad telah mengajarkan umatnya. Ayat ini adalah turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan:


Artinya: Sesungguhnya Alquran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". (Q.S. An Nahl: 103).

4 5

As Sayuthi, Darrul Manstur, Darul Fikr, Bairut,1993, Juz 6 hal 268. Ar Razi, Mafatihul Ghoib, Darul Kutub Bairut, 2000, juz 29 hal 73

Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hambaNya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajar Alquran. Maka manusia dengan mengikuti ajaran Alquran akan berbahagialah di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk Nya niscaya akan tercapailah tujuan di kedua tempat tersebut. Alquran adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada sebaik-baik makhluk Allah yang berada di bumi ini.6 Dalam ayat ini Allah menyebutkan nikmat kejadian manusia yang menjadi dasar semua persoalan dan pokok segala sesuatu. Sesudah Allah menyatakan nikmat mengajar Alquran pada ayat yang lalu, maka pada ayat ini Dia menciptakan jenis makhluk Nya ini dan diajarkan Nya pandai membicarakan tentang apa yang tergores dalam jiwanya dan apa yang terpikir oleh otaknya, kalaulah tidak mungkin tentu Muhammad tidak akan mengajarkan Alquran kepada umatnya. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, tidak dapat hidup kecuali dengan berjemaah, maka haruslah ada alat komunikasi yang dapat menghubungkan antara ia dengan saudaranya yang menulis kepadanya dari penjuru dunia yang jauh dan dari benuabenua serta dapat memelihara ilmu-ilmu terdahulu untuk dimanfaatkan oleh orangorang kemudian dan menambah kekurangan-kekurangan yang terdapat dari orangorang terdahulu. Ini adalah suatu anugerah rohaniah yang sangat tinggi nilainya dan tidak ada bandingannya dalam hidup, dari itu nikmat ini didahulukan sebutannya dari nikmat-nikmat lainnya. Pertama-tama dimulai dengan sesuatu yang harus dipelajari, yaitu Alquran yang menjamin kebahagiaan, lalu diikuti dengan belajar kemudian ketiga cara dan metode belajar, dan seterusnya berpindah kepada membacakan bendabenda angkasa yang diambil manfaat dari padanya. C. Surat al-Najm ayat 5-6


Terjemah
6

Ibid, , juz 29 hal 85

5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. 6. yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) Menampakkan diri dengan rupa yang asli.7 Mufrodat yang di maksud adalah malaikat Jibril8 yang mempunyai kecerdasan yang kuat. . menampakkan diri dari langit dalam wujud aslinya. Analisa Mengenai dua ayat tersebut, dalam Tafsir Al Qurthuby dijelaskan bahwa seluruh mufasir mengatakan adalah malaikat Jibril, kecuali Al Hasan, ia menyatakan bahwa adalah Allah SWT. Adapun kalimat berarti memiliki kekuatan dan kecerdasan/wawasan luas. Demikian pula yang dinyatakan oleh Ibn Katsir. Dengan merujuk kepada pendapat jumhur mufasir, ayat ini berbicara tentang Malaikat Jibril yang menjadi guru besar Nabi Muhammad SAW. Terlepas dari ikhtilaf mengenai figur yang disebut pada ayat 5, seluruh mufasir sepakat bahwa figur dimaksud bersifat memiliki kekuatan dalam segala dimensinya serta kecerdasan khusus. Dengan demikian, makna tarbawy dalam ayat ini adalah bahwa seorang pendidik seyogyanya merupakan sosok yang kuat, baik dari segi fisik, mental, ekonomi, maupun intelektual. C. Surat al-Nahl ayat 43-44


7 8

Depag-Al quran- Online, rabo 7 Mei,jam 09


Ahmad bin Muhammad almahdy asyyadili, bahrul Murid..Juz 7 240.

Terjemah
Dan

Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami

beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,(QS. 16:4344) Mufrodat : Ahli ilmu, : mu`jizat, : kitab yang dibawa rosul arti sebenarnya adalah tulisan.9

Analisa Bahasan Allah SWT menyatakan bahwa Dia tidak mengutus Rasul sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw terkecuali laki-laki yang diutusnya itu diberi wahyu. Ayat ini menggambarkan bahwa Rasul-rasul yang diutus untuk menyampaikan wahyu hanyalah laki-laki dari keturunan Adam as sehingga Muhammad saw diutus untuk membimbing umatnya agar mereka itu beragama tauhid dan mengikuti bimbingan wahyu. Maka yang pantas diutus ialah Rasul-rasul dari jenis mereka dan berbahasa seperti mereka. Pada saat itu Rasulullah saw diutus
9

Al Qotton, taisiruttafsir, Mauqi` tafsir, Juz 2 hal 13

orang-orang Arab menyangkal bahwa Allah tidak mungkin mengutus utusan yang berasal dari manusia seperti mereka, tetapi kalau Allah mau mengutus seorang malaikat, seperti firman Allah SWT:


Artinya: Dan mereka berkata: "Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?. Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?"Q.S Al Furqan: 7) Dan firman-Nya: Artinya: Patutkah menjadi keheranan bagi manusia, bahwa kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka". Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar tukang sihir yang nyata". (Q.S Yunus: 2) Mengenai penolakan orang-orang Arab pada kerisalahan Muhammad karena ia seorang manusia biasa, dapatlah diikuti sebuah riwayat dari Ad Dahhak yang disandarkan kepada Ibnu Abbas bahwa setelah Muhammad saw diangkat menjadi utusan, orang Arablah yang mengingkari kenabiannya, mereka berkata: "Allah SWT lebih Agung bila Rasul Nya itu bukan manusia. Kemudian turun ayat-ayat surah Yunus. Sesudah itu Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang musyrik agar bertanya kepada orang-orang Ahli Kitab sebelum kedatangan Muhammad saw, baik kepada orang-orang Yahudi ataupun kepada orang-orang Nasara. Apakah di dalam

kitab-kitab mereka itu disebutkan suatu keterangan bahwa Allah pernah mengutus malaikat kepada mereka. Maka kalau disebutkan di dalam kitab mereka itu bahwa Allah pernah menurunkan malaikat sebagai utusan Allah bolehlah mereka itu mengingkari kerisalahan Muhammad. Akan tetapi apabila yang disebutkan di dalam kitab mereka Allah hanya mengirim utusan kepada mereka manusia yang sejenis dengan mereka maka tidak benarlah apabila orang-orang musyrik itu mengingkari kerisalahan Muhammad saw.10 Sesudah itu Allah SWT menjelaskan bahwa rasul-rasul itu diutus dengan membawa keterangan-keterangan yang membuktikan kebenarannya, yaitu mukjizat dan kita-kitab. Yang dimaksud dengan keterangan di dalam ayat ini ialah dalil-dalil yang membukakan kebenaran kerisalahannya dan di maksud dengan Az Zabur ialah kitab yang mengandung tuntunan hidup dan tata hukum yang diberikan oleh Allah kepada hamba Nya. Dan Allah SWT menerangkan pula bahwa Dia telah menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad saw, agar supaya Kitab Alquran itu dijadikan pedoman untuk memberikan penjelasan kepada manusia apa saja yang telah diturunkan kepada mereka yaitu perintah-perintah dan larangan-larangan serta aturan-aturan hidup lainnya yang harus mereka perhatikan dan mengandung kisah-kisah umat-umat terdahulu agar supaya dijadikan suri tauladan, dalam menempuh kehidupan di dunia. Juga agar Alquran itu dijadikan sebagai dasar mengenai hal-hal yang mereka merasa sukar, yaitu menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam Alquran itu serta memerinci kandungan yang bersifat global sesuai dengan kemampuan berpikir dan kepahaman mereka terhadap tujuan-tujuan hukum. Di akhir ayat Allah SWT menandaskan agar mereka suka memikirkan kandungan isi Alquran dengan pemikiran yang jernih baik terhadap prinsip-perinsip hidup yang terkandung di dalamnya, tata aturan yang termuat di dalamnya serta tamsil ibarat yang ada di dalam ayat-ayat Alquran itu, agar mereka itu memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat, terlepas dari berbagai macam azab dan bencana seperti yang menimpa umat-umat sebelumnya.
10

Haqi, Tafsir Haqi, amuqi`altafasir, TT,2 Juz 8 hal 233

10

D. Surat al-Kahfi Ayat 65.

Terjemah 65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hambahamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. 66. Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" 67. Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku. 68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"

11

69. Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun". 70. Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, Maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu". Bahasan


Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hambahamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami . Al-Quran telah mengisyaratkan sejak dini, yaitu pada Q.S. Al-Alaq: 4-5 di mana telah disebut cara yang di tempuh oleh Allah untuk mengajarkan manusia:


(4) Allah yang mengajar (manusia) dengan perantaran pena (5). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. . Pengajaran dengan pena (tulisan) mengisyaratkan adanya peranan dan usaha manusia antara lain dengan membaca hasil tulisan, dan pengajran kedua tanpa pena atau alat apapun mengisyaratkan pengajara secara langsung tanpa alat, dan itulah ilmu ladunni. Setiap aksi pengetahuan mempunya dua faktor, yakni subjek dan objek. Secara umum subjeklah yang dituntut perananya, dalam rangaka memahamai bahwa objek. objek Namun pengalaman menampakkan ilmiah dirinya menunjukkan terkadang

kepada subjek, tanpa usaha dari pihak subjek.

12


Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang aku Kata khubran pada ayat ini bermakana pengetahuan yang mendalam. Dari akar kata yang sama kata khobir yakni akar yang sangat dalam pengetahuannya. Nabi Musa as. Memiliki ilmu lahiriah dan menilai sesuatu berdasarkan hal yang bersifat lahiriyah. Tetapi seperti diketahui, setiap hal yang lahir ada pula sisi batiniahnya yang mempunyai peranan yang tidak kecil bagi lahirnya hal-hal yang lahiriyah. Sisi batiniah inilah yang tida bisa di jangkau oleh pengetahuan Nabi Musa as. Hamba Allah yang saleh secara tegas menyatakan bahwa Nabi Musa as. Tidak akan sabar, bukan saja karena Nabi Musa as dikenal berkepribadian tegas dan keras, tetapi lebihlebih karena peristiwa dan apa yang akan dilihatnya dari hamba Allah yangt saleh itu, sepenuhnya bertentangan dengan hukum-hukum syariat yang bersifat lahiriyah dan yang dipegang teguh oleh Nabi Musa as. Kata attabiuka asalnya adalah atsbaaka dari kata tabia yakni mengikuti. Penambahan huruf ta pada kata attabiuka mempunyai makna kesungguhan dalam upaya mengikuti itu. Memang demikianlah seharusnya seorang pelajar bertekad untuk bersungguh-sungguh mencurahkan perhatian bahkan tenaganya terhadap apa yang akan di pelajarinya. Ucapan Nabi Musa ini sungguh sangat halus. Beliau tidak menuntut diajar, tetapi permintaanya diajukan dalam bentuk pertanyaan,bolehkah aku mengikutimu? selanjutnya belia menamai pengajaran yang diharapkannya itu sebagai ikutan yakni beliau menjadikan diri beliau sebagai pengikut dan pelajar. telah diajarkan kepadamu?" 67. Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama

13

Beliau juga menggarisbawahi kegunaan pengajaran itu untuk dirinya secara pribadi yakni untuk menjadi petunjuk baginya. Di sisi lain beliau mengisyaratkan keluasan ilmu hamba yang saleh itu sehingga Nabi Musa as. Hanya mengharap kiranya dia mengajarkan sebagian yang telah diajarkan kepadanya. Disisi lain kita menemukan hamba Allah yang saleh itu juga penuh denga tata krama, beliau tidak langsung menolak permintaan Nabi Musa tetapi menyampaikan penilainnya bahwa Nabi yang agung itu tidak akan bersabar mengikutinya sambil menyampaikan alas an yang begitu logis dan tidak menyinggung perasaan sebab ketidak sabaran itu. Thahir Ibn Asyur memahami jawaban hamba Allah yang saleh itu bukan berarti memeri tahu Nabi Musa tentang ketidak sanggupannya, tetapi menuntunya untuk berhati-hati karena seandainya jawaban itu merupakan pemberitaan ketidak sanggupan kepada Nabi Musa tentu saja hamba Allah itu tidak akan menerima diskusi dan Nabi Musa pun tidak akan menjawab bahwa insya allah dia akan bersabar. Ucapan hamba Allah ini, member isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan memberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi ketika menuntut ilmu, bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui jika potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajarinya.


Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun". 70. Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, Maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu".

14

Ucapan insyaAllah itu disamping merupakan adab yang diajarkan semua agama dalam menghadapi sesuatu di masa depan, ia juga mengandng makna permohonan kiranya memperoleh bantuan Allah swt dalam menghadapi sesuatu. Apalagi dalam belajar, khususnya dalam mempelajari dan mengamalkan hal-hal yang bersifat bathiniah/tasawuf. Ini lebih penting lagi bagi seseorang yang telah memiliki pengetahuan yang dimilikinya tidak sejalan dengan sikap atau apa yang diajarkan sang guru. Di sisi lain, perlu dicatat bahwa jaaban hamba Allah yang saleh dalam menerima keikut sertaan Nabi Musa as sama sekali tidak memaksakannya ikut. Beliau memberi kesempatan kepada Nabi Musa as untuk mengikutinya. Dengan demikian larangan tersebut bukan datang dari diri hamba yang saleh itu, tetapi dia adalah konsekuensi dari keikutsertan bersamanya. Perhatikanlah ucapan:jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkanya kepadamu. Dengan ucapan ini, hamba yang saleh telah mengisyaratkan adanya hal-hal yang aneh atau bertentangan dengan pengetahuan Nabi Musa as yang akan terjadi dalam perjalanan itu, yang boleh jadi memberatkan Nabi Musa as.

BAB III PENUTUP

15

A. Kesimpulan Dari uraian surat-surat diatas, dapat kami simpulkan beberapa hal yang berkaitan dengan subjek pendidikan. 1. Surat Ar-Rahman ayat 1 4 : a. Kata Ar-Rahman menunjukkan sifat-sifat pendidik adalah murah hati, penyayang dan lemah lembut, santun dan berakhlak mulia khususnya kepada peserta didik dan kepada masyarakat pada umumnya. b. Al-Quran merupakan sumber pendidikan Islam yang pertama dan utama, karena Al-Quran memiliki nilai absolut yang diturunkan dari Allah c. Tujuan utama dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang sempurna, berilmu, berakhlak dan beradab. d. Ayat ini kaitannya dengan proses pendidikan adalah seorang guru apapun pelajaran yang disampaikan, sampaikanlah dengan sejelas-jelasnya, sampai pada tahap seorang siswa (subyek didik) benar-benar faham. 2. Surat An-Najm : Seorang guru itu harus mempunyai kekuatan, baik kekuatan secara jasmani maupun rohani. Kekuatan jasmani yakni berupa totalitas dalam mengajar, penampilan dan perilaku yang baik,karena perilaku kita akan dijadikan cerminan oleh muridmurid kita. 3. Surat An-Nahl 43 - 44 : Q.S. An-Nahl ayat 43-44 terdapat hubungan yang sangart erat dengan pendidikan, khususnya tentang subyek pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan pengajaran yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril tentang ketauhidan dan sebagainya dan Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk menyampaikannya kepada umatnya. Subyek pendidikan meliputi pendidik dan peserta didik, keduanya merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu diantara keduanya tidak ada maka

16

tidak akan terjadi proses pendidikan, sehingga tujuan pendidikan untuk mencapai insan kamil tidak akan dapat tercapai. 4. Surat Al-Kahfi 65-70: Seorang mendidik harus memiliki kompetensi dan kepribadian yang luhur dalam proses pembelajaran, diantaranya ada lah dengan memiliki sikap sabar dalam menghadapi prilaku peserta didiknya. Jika sikap seperti ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, maka akan tercapai suasana yang kondusif terhadap upaya memperoleh hasil belajar yang berkualitas baik, salah satunya dengan menerapkan model pembelajara PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan) Dalam Al Qur'an terdapat beberapa sebutan bagi subyek pendidikan, yaitu: ulul ilmi, ulama, ahludz dzikr, ahlur rusyd, syadidul quwa, dan dzu mirroh. Masingmasing nama tersebut menunjukan kapasitas subyek pendidikan, yang secara umum merujuk kepada pribadi yang memiliki kompetensi lengkap, yakni pribadi yang taqwa kepada Allah SWT, memiliki pengetahuan dan wawasan luas, cerdas, memiliki fisik, mental, dan ekonomi yang kuat, serta sabar menghadapi perilaku peserta didik dan menghargai keberadaannya.

DAFTAR PUSTAKA Depag-Al quran- Online, Rabo 7 Mei, jam 09 Jabir bin Musa aljazairi, Aisaruttafasir, Maktabah ulum wal hikmah, Madinah, 2003

17

Ahmad bin Muhammad almahdy asyyadzili, Bahrul Murid, Darul Kutub,Bairut,2002 As Sayuthi, Darrul Manstur, Darul Fikr, Bairut,1993 Ar Razi, Mafatihul Ghoib, Darul Kutub Bairut, 2000 Al Qotton, Taisiruttafsir, Mauqi` tafsir Haqi, Tafsir Haqi, Almauqi`Altafasir, TT

18

Anda mungkin juga menyukai