Anda di halaman 1dari 7

PRATIKUM BIMBINGAN KONSELING BELAJAR TUGAS AKHIR PRATIKUM BK BELAJAR Tugas Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata

Kuliah Pratikum Bimbingan Konseling Belajar

Dosen Pengampu : Drs. Mudjijono, M.Pd., M.Pd., Kons.

Disusun Oleh : I Made Sumadiyasa ( 1011011103 )

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2013

Layanan Bimbingan Konseling yang Diberikan

Layanan yang dapat diberikan terhadap siswa yang memiliki persentase pilihan negatif tertinggi ( 5 tertinggi ) berdasarkan hasil pengumpulan data menggunakan metode Check List adalah sebagai berikut : Layanan Informasi. Layanan informasi diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami masalah dalam hal belajar dengan memilih jawaban Tidak berdasarkan poin soal check list nomor soal 3 dengan soal Saya belajar setiap waktu secara teratur seperti masalah belajar tidak teratur, tidak memiliki daftar waktu belajar, sulit dalam memahami materi dalam bidang studi yang dipilih, serta cara belajar yang kurang tepat untuk dirinya. Layanan ini bertujuan memberikan informasi kepada siswa yang bermasalah dalam hal belajar, layanan ini memberikan informasi mengenai bagaimana cara mengatur waktu yang baik ( time Management ), memberikan informasi mengenai teknik-teknik cara belajar yang baik untuk semakin mempermudah dalam memahami atau menguasai materi pelajaran yang diberikan. Layanan informasi ini dapat diberikan secara klasikal atau bimbingan kelompok. Layanan Pembelajaran/Penguasaan Konten. Layanan ini diberikan agar siswa-siswa yang mengalami masalah dalam bidang belajar dapat mengembangkan sikap sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan konten yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Layanan ini diberikan setelah layanan informasi diberikan yang tujuannya untuk menerapkan teori belajar yang telah diberikan melalui layanan informasi sebelumnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran. Pemberian layanan ini dimaksudkan untuk membantu siswa yang mengalami masalah belajar tersebut seandainya masalah belajarnya disebabkan oleh salah dalam memilih jurusan yang sedang ia ikuti saat ini, hal ini berdasarkan banyak siswa yang bermasalah dalam soal Ada beberapa bidang studi yang sulit saya ikuti, berdasarkan pada hal tersebut

siswa yang bersangkutan ( memilih jawaban Ya pada soal nomor 24 ). Layanan ini diberikan agar siswa yang bermasalah dalam memahami materi pelajaran karena salah dalam hal memilih jurusan dapat terbantu, penempatan dan penyaluran pada jurusan, kelompok belajar dan kelas disesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh siswa tersebut seperti minat dan bakatnya. Bimbingan Kelompok. Layanan bimbingan kelompok ini diberikan kepada siswa - siswa tadi sebagai format dalam memberikan layanan informasi yang diberikan kepada siswa yang berisikan informasi mengenai hal-hal dalam bidang belajar seperti manajemen waktu, metode belajar yang baik, pengaturan jadwal belajar dan lain-lain sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa berdasarkan hasil check list. Layanan Konsultasi. Layanan konsultasi yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu untuk dilakukan berkaitan dengan penyelesaian masalah belajar yang dihadapi oleh siswa. Guru BK atau konselor sekolah memberikan wawasan, pemahaman dan cara-cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah peserta didik dalam bidang belajar seperti dimulai dari menunjukkan rujukan-rujukan materi yang dibahas ( tampilan kepustakaan ), dilanjutkan dengan menyusun jadwal belajar yang akan dilaksanakan, memilih lokasi belajar yang tepat untuk belajar dan terakhir memilih metode yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan kecepatan siswa dalam mempelajari materi yang ingin dipelajari. Tampilan Kepustakaan. Tampilan kepustakaan adalah kegiatan pendukung Bimbingan Konseling yang digunakan untuk membantu individu dalam memilih rujukan-rujukan sumber belajar kepada peserta didik untuk lebih semakin mengembangkan potensinya terutama dalam hal pengembangan pengetahuan materi belajar yang sedang ia pelajari saat ini.

Layanan Penempatan dan Penyaluran sesuai Sosio Metri. Jika dikaitkan dengan sosio metri yang telah dibuat untuk mengetahui hubungan antara individu dalam kelas tersebut, didapatkan siswa nomor 5 memilih nomor 2 dan 13 dan hanya dipilih oleh nomor 17, ini menunjukkan bahwa siswa nomor 5 sedikit memiliki teman yang juga menyebabkan ia mendapatkan persentase tertinggi dengan pilihan negatif pada check list. Layanan penempatan dan penyaluran diberikan kepada individu nomor 5 tersebut dengan tujuan untuk membantunya memilih kelompok belajar dan kelompok bermain dengan harapan agar ia dapat mengembangkan hubungan sosial yang baik dan lebih luas. Selain layanan ini diberikan kepada individu nomor 5, penempatan dan penyaluran juga diberikan kepada individu lain yang kurang populer di kelasnya seperti individu nomor 11, 12, 14 dan 17 ini dilihat berdasarkan jumlah individu yang memilih mereka yang sangat sedikit dan pemilihan layanan ini diberikan kepada mereka karena mereka termasuk ke dalam 5 individu dengan jumlah pemilih paling sedikit di kelas berdasarkan instrumen sosio metri walaupun mereka tidak memiliki masalah dalam kebiasaan belajar, layanan ini diberikan dengan tujuan agar mereka dapat lebih mengembangkan kemampuan sosial mereka karena jika tidak mereka akan selamanya terisolasi dari kelompok teman sebaya mereka. Penempatan dan penyaluran ini diarahkan pada teman atau individu yang cukup dekat dengan mereka seperti individu nomor 11 yang memilih nomor 3 dan 17, yang artinya individu nomor 11 tersebut dikelompokkan dengan individu nomor 3 dan 17, begitu pula dengan individu nomor 12 dengan nomor 7 dan 19, individu nomor 14 dengan nomor 8 dan 16, 17 dengan nomor 5 dan 18. Jadi diharapkan dengan pemberian layanan penempatan dan penyaluran ini dapat mengatasi masalah dalam hubungan sosial individu yang terisolasi dari kelompok atau teman sebayanya di kelas.

Layanan Bimbingan Konseling Berdasarkan Nilai Mata Pelajaran

Layanan BK Berdasarkan Nilai Individu. Layanan secara individual diberikan kepada siswa yang memperoleh nilai mata pelajaran tertentu berada di bawah nilai rata-rata kelas pada mata pelajaran tersebut. Adapun daftar siswa yang perlu mendapatkan layanan yaitu berdasarkan nilai yang diperolehnya banyak berada di bawah rata-rata kelas ( 5 siswa dengan nilai rata-rata di bawah rata-rata kelas ), yaitu individu dengan nomor berikut : Nomor 6 ( 19 mata pelajaran ). Nomor 1 ( 15 mata pelajaran ). Nomor 13 ( 14 mata pelajaran ). Nomor 14 ( 13 mata pelajaran ). Nomor 20 ( 12 mata pelajaran ).

Layanan yang diberikan adalah layanan bimbingan belajar dengan format individual, kelompok atau klasikal serta pemberian kegiatan pendukung tampilan kepustakaan yang bertujuan untuk semakin menambah

pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh individu berkaitan dengan materi mata pelajaran yang sedang mereka pelajari. Layanan yang diberikan juga disesuaikan dengan materi dan tingkat masalah yang individu alami, layanan diprioritaskan pada individu yang memiliki nilai yang cukup jauh di bawah nilai rata-rata kelas, dan individu yang nilainya tidak begitu jauh dari nilai rata-rata kelas tetap mendapatkan layanan namun tidak diprioritaskan. Individu yang mendapatkan layanan prioritas dan tidak dapat diketahui dengan melihat nilai atau tanda warna pada daftar nilai sebagai berikut : : Diprioritaskan dalam pemberian layanan.

: Tidak diprioritaskan namun tetap mendapatkan layanan.

Layanan bimbingan belajar, layanan informasi, penempatan dan penyaluran, tampilan kepustakaan diberikan sesuai dengan mata pelajaran yang individu-individu tersebut mendapatkan nilai di bawah nilai rata-rata kelas. Layanan BK berdasarkan Nilai Mata Pelajaran. Layanan yang kedua adalah layanan yang berkaitan dengan nilai pada mata pelajaran tertentu yang mendapatkan nilai siswa paling banyak di bawah nilai rata-rata kelas ( 5 nilai terbanyak ). Sasaran layanan ini pertama ditujukan kepada siswa-siswa yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata kelas pada mata pelajaran yang dimaksud. Adapun mata pelajaran yang nilai perolehan siswanya banyak di bawah nilai rata-rata adalah sebagai berikut : Bahasa daerah Bali. M. D. Elektronika Komputer. Kewirausahaan. Fisika. Matematika.

Layanan diberikan kepada beberapa pihak yaitu siswa, guru dan kepala sekolah. Layanan kepada siswa diberikan kepada mereka yang mendapatkan nilai di bawah nilai rata-rata kelas dengan layanan informasi, layanan bimbingan belajar, penempatan dan penyaluran dan tampilan kepustakaan yang bertujuan untuk menunjang pemahaman para siswa terhadap materi pelajaran yang sedang mereka pelajari, memiliki pengetahuan tentang cara belajar yang baik, tepat dan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan mereka dalam mempelajari materi yang diberikan. Prioritas layanan yang diberikan kepada siswa disesuaikan dengan nilai yang diperoleh siswa tersebut pada daftar nilai siswa dengan keterangan sebagai berikut : : Perlu mendapatkan layanan yang diprioritaskan.

: Perlu mendapatkan layanan tapi tidak diprioritaskan.

Guru BK berkolaborasi / bekerja sama dengan guru mata pelajaran tersebut untuk memberitahukan bahwa siswa mengalami masalah dalam mata pelajaran tersebut, dan Guru BK dapat memberikan masukan kepada guru

mata pelajaran untuk mengubah metode mengajarnya, apabila metode yang sebelumnya digunakan ternyata tidak tepat untuk siswa yang ia didik. Kemudian Guru BK juga dapat memberikan informasi kepada Kepala Sekolah seandainya penyebab siswa bermasalah dalam mata pelajaran tersebut dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran tersebut yang

mengakibatkan banyaknya siswa mendapatkan nilai di bawah nilai rata-rata kelas. Jadi dengan pemberian layanan kepada siswa seperti yang disebutkan di atas, pemberian informasi hasil belajar kepada guru mata pelajaran dan kepala sekolah diharapkan dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah belajar yang mereka alami dan semakin mempermudah mereka dalam mengikuti pendidikan di sekolah.