Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN KEGIATAN PENYULUHAN PIJAT BAYI DI DESA KARANGNANAS KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS

DISUSUN OLEH: POKJA KESEHATAN BALITA KELOMPOK 2 STASE KOMUNITAS

PROGRAM PROFESI NERS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO PURWOKERTO 2013

A. Latar Belakang Kegiatan Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa khususnya Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas masih dipegang peranannya oleh dukun bayi. Selama ini pemijatan tidak hanya dilakukan bila bayi sehat tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. (Sari, 2004). Maka pentingnya pelatihan pijat bayi terhadap kader posyandu sehingga diharapkan para kader dapat menerapkan dan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu yang mempuyai balita.

B. Tujuan 1. Tujuan Umum Agar ibu mengetahui tentang pijat bayi 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui pengertian pijat bayi b. Mengetahui manfaat pijat bayi c. Mengetahui waktu yang tepat untuk pemijatan bayi d. Mengetahui persiapan sebelum memijit dan saat memijit e. Mengetahui cara-cara pemijatan pada bayi

C. Rencana Kegiatan 1. Hari/tanggal 2. Waktu 3. Tempat 4. Penanggungjawab Rencana Acara 1. Pembukaan 2. Penyampaian materi dan SOP pijat bayi 3. Diskusi dan praktek pijat bayi 4. Penutupan : Selasa, 20 Agustus 2013 : 10.00 s.d selesai : Balai Desa Karangnanas : Rusto Sigit Jatmiko

D. Setting Tempat

Keterangan: : Peserta

: Penyaji

: Fasilitator

: Observer

E. Susunan Kepanitiaan Penyaji : Windy Agussetyana Sri Suparni Moderator Fasilitator : Aji Maulana : Rusto Sigit J Farid A Iga Nur Suyono

F. Rencana Evaluasi 1. Kriteria Struktur a. Nara sumber b. Audiance 2. Kriteria Proses Penyaji menyampaikan materi tentang pijat bayi menggunakan LCD kemudian dilanjutkan praktik pijat bayi, setelah itu dibuka termin diskusi dimana audiance mendapatkan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang berkaitan dengan yang disampaikan. Terakhir dilakukan evaluasi menggunakan beberapa pertanyaan dan praktik. : Mahasiswa : Kader-kader posyandu balita

3. Kriteria Hasil a. Bidan dan kader posyandu terbuka dengan kegiatan yang akan dilakukan berhubungan dengan ibu dan balita b. Kader posyandu antusias untuk mengikuti rangkaian penyuluhan tentang pijat bayi

Lampiran Susunan Acara Penyuluhan Adapun susunan acara kegiatan penyuluhan Pijat bayi adalah sebagai berikut: 1. Pembukaan 2. Perkenalan mahasiswa 3. Pemaparan materi 4. Diskusi dan evaluasi 5. Penutup

Anda mungkin juga menyukai