Anda di halaman 1dari 14

RABIES

MORFOLOGI
Disebut juga Lyssavirus / anjing gila Merupakan infeksi acut pada SSP yang bersifat fatal Telah dikenal sejak 2300 SM Rhabdovirus pertama yang diisolasi Dapat menyerang semua mamalia Merupakan penyakit zoonosis yang umumnya ditularkan melalui gigitan anjing terinfeksi

VIROLOGI RABIES
Famili : Rhabdoviridae (Yunani : rhabdo = peluru ) Virion berbentuk peluru dengan diameter 75 nm & panjang 180 nm Komposisi genom : RNA SS linier Mempunyai envelope Replikasi : pada sitoplasma

DAYA TA H A N V I RU S R A B I E S
Tahan pada suhu 4C , dapat juga tahan pada dibawah suhu 0C tetapi dalam keadaan CO2. Diinaktivasi oleh : CO2 ; radiasi UV / sinar matahari ; pada suhu 50C selama 1 jam dan pada 60C selama 3menit; pelarut lipid (ether atau o,1 % Na-deoksi-kolat) ; tripsin ; formalin ; detergent, pH extrem

KEPEKAAN HOST & EPIDEMIOLOGI


Mamalia
Urutan kepekaan : sangat peka (rubah, anjing hutan, serigala) ; sedang (sigung, kelelawar vampire) ; kurang peka (tupai) Manusia umumnya tertular dari anjing Terdapat dalam 2 bentuk epizootic : urban rabies (pada mamalia pet animal) & sylvatic rabies (pada mamalia liar)

PENULARAN
Pada umumnya manusia yang terinfeksi rabies melalui gigitan mamalia terinfeksi ; yang paling sering adalah anjing. Kepekaan terhadap infeksi & masa inkubasi sangat tergantung pada latar belakang genetik host , strain virus, konsentrasi reseptor virus pada sel host, jumlah inokulum , jarak antara tempat masuk dengan CNS

PA TO G E N E S I S : ( TA N PA V I R A E M I A )
Virus masuk lewat gigitan mamalia terinfeksi Menuju saraf perifer; kelenjar ludah

Replikasi pada sitoplasma sel otot /jaringan ikat lokal

Menuju CNS Replikasi pada sitoplasma sel CNS

Menuju neuromuscular junction saraf perifer

PATOLOGI
Hiperemia dan destruksi sel saraf terjadi di seluruh otak terutama cortex cerebral, cerebelum, hypocampus, ganglia spina dorsalis Demyelinasi substantia alba

Degenerasi axon dan selaput myelin


Infiltrasi seluler Paling berat terdapat pada cornua posterior medulla spinalis Patognomonis : (80%) Menghasilkan inclusion berupa Negri Bodies ( inclusi pada sitoplasma sel saraf bersifat eosinofilik)

GAMBARAN KLINIS RABIES


Rabies secara primer terjadi pada hewan, menyebar ke manusia melalui gigitan hewan terinfeksi atau melalui kontak dengan air liur hewan terinfeksi. Gejala berupa encephalitis acut , fulminant, fatal Masa inkubasi : bervariasi dari 10 hari hingga beberapa bulan Pada manusia terdiri dari 4 fase :

1. 2. 3.

4.

Fase prodromal : pendek , berlangsung 2-4 hari : malaise, anorexia, sakit kepala, nausea, vomit, sakit tenggorokan , demam Fase sensorik : terdapat sensasi abnormal di sekitar tempat infeksi Fase exitasi : sangat tegang, ketakutan, aktivasi berlebihan dari saraf simpatis umum . Hiperlacrimasi, dilatasi pupil, peningkatan air liur dan keringat, halusinasi, kaku otot, keinginan menentang, dysphagia sehingga air liur meleleh karena takut menelan; hydrophobia Fase paralitik / depresif : kejang konvulsif , coma, paralisis progresif, kematian (akibat paralisis otot pernafasan). Umumnya terjadi 3-5 hari setelah timbul gejala.

Pada hewan anjing umumnya masa inkubasi terjadi 10 hari sampai 3-8 minggu. Secara klinis terdapat 3 fase : 1. Prodromal : demam &perubahan temperamen anjing 2. Exitasi: selama 3-7 hari, iritabilitas, gelisah, gugup, respon berlebihan terhadap rangsangan suara dan cahaya mendadak kecenderungan menggigit 3. Paralitik : dysphagia, kejang konvulsif, kelumpuhan, koma, kematian. Kadang tanpa fase exitasi

DIAGNOSIS RABIES
Mikroskopi : immunofluoresensi langsung dengan serum anti rabies hamster Diagnosis pasti : menemukan Negri bodies pada otak / medula spinalis atau pada sel neuron : batas tegas, bentuk hampir bulat, diameter 2-10 m, struktur internal khas dengan granula basofilik dalam matrix eosinofilik Observasi hewan penggigit : karantina 10 hari. Hewan mati tersangka

rabies

periksa secara laboratoris

IMMUNITAS & PENCEGAHAN


Daya tahan hidup setelah infeksi tidak ada Perlu vaccinasi / imunisasi Rekomendasi prosedur vaksinasi parenteral 1. 2. 3. 4. Penyebaran vaksin Seleksi vaksin Vaksinasi hewan lliar dan anakannya .Sertifikat rabies perlu pengobatan segera setelah pemaparan

Pengobatan tidak berguna bila telah terjadi infeksi

Pada hewan : vacin berupa virus hidup yang dilemahkan (misal : strain fluri) HRIG (Human Rabies ImmunoGlobulin) 20 IU/KgBB , setengah diberikan di sekitar luka gigitan & setengahnya disuntikkan IM. Bila tidak ada , digunakan Serum anti rabies Kuda

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA