Anda di halaman 1dari 15

2008

PERENCANAAN
STRATEGIS SISTEM
INFORMASI
Rinda Cahyana, ST
Ringkasan buku Strategic Planning For Information System 3rd Edition Karya
John Ward dan Jow Peppard, dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah
Perencanaan Informasi Strategis

Program Magister Teknik Informatika


Institut Teknologi Bandung
1|Hal a ma n

PERENCANAAN STRATEGIS Pengantar


SISTEM INFORMASI Tulisan ini merupakan ringkasan dari buku
Strategic Planning for Information System 3rd
Rinda Cahyana
Edition karya John ward dan Joe Peppard. Dibuat
untuk memenuhi tugas matakuliah Perencanaan
Informasi Strategis pada program Pascasarjana
Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung.
Dalam penyusunannya, Penulis mengambil
Ringkasan Buku
kalimat atau paragraf yang dianggap sebagai
STRATEGIC PLANNING FOR INFORMATION intisari bagi bab atau dan sub bab buku, serta
SYSTEM 3RD EDITION menghilangkan yang sifatnya tambahan bagi
kalimat atau paragraf penting tersebut. Dengan
JOHN WARD AND JOE PEPPARD keterbatasan penulis dan rentang waktu yang
singkat, peringkasan ini sangatlah jauh dari
kesempurnaan.

Sabda Rasululloh SAW, ‘Tuntutlah ilmu hingga ke


negeri Cina’ bermakna mengambil ilmu di mana
saja, baik dari sumber berupa materi digital atau
non digital, melalui guru, hikmah, ataupun
kecerdasan buatan, dan dengan cara pergi ke luar
negeri, mengambilnya di dalam negeri jika
tersedia, atau di dunia maya. Dalam pengerjaan
tugas meringkas ini terdapat kesempatan bagi
penulis untuk menyerap pengetahuan John Ward
dan Jow Peppard dari buku digital yang
diterbitkan oleh Wiley untuk kemudian dapat
difahami dan diterapkan sesuai dengan keadaan
dan kebutuhan di lingkungan kerja.
Menyelesaikan tugas ini berarti memenuhi dua
kewajiban, yakni kewajiban memenuhi tugas
akademis dari Dosen dan dari Rasululloh SAW.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi penulis,
memberi hasil akhir yang baik bagi studi
matakuliah Perencanaan Informasi Strategis dan
meningkatkan kualitas perniagaan penulis, baik di
dunia ataupun di akhirat. Amien.

Bandung, Oktober 2008

Program Magister Teknik Informatika Rinda Cahyana, ST


Institut Teknologi Bandung NIM : 23508016
2008
2|Hal a ma n

BAB I website-nya (www.dell.com). Dell membangun


elemen cerdas pada situsnya untuk membantu
Peran Pengembangan Sistem pelanggan dalam mengambil keputusan berkaitan
Dan Teknologi Informasi dengan konfirgurasi komponen, memastikan tidak
dipilihnya konfigurasi PC yang tidak optimal atau
Dalam Organisasi : Perspektif konfigurasi yang secara teknikal tidak mungkin.
Strategis Pelanggan juga dapat memilih berbagai pilihan
pengiriman. Tatkala pesanan pelanggan
Sekarang ini hampir semua organisasi di berbagai dikonfirmasi, pesanan pembelian untuk
sektor industri, perdagangan, dan pemerintahan komponen secara otomatis dibuat untuk
yang telah atau sedang melakukan digitasi kemudian dikirimkan secara elektronik kepada
bergantung kepada sistem informasi atau aplikasi pemasok. Hal ini memungkinkan Dell untuk
teknologi informasi. Aplikasi teknologi dipandang membangun PC persis seperti yang dikehendaki
oleh organisasi tidak hanya sebatas untuk oleh pelanggannya. Dengannya, Dell berhasil
medukung operasi bisnis tetapi juga untuk mengirimkan data transaksi dalam hitungan
menciptakan peluang bisnis baru. menit. Multi sistem informasi ini dibangun oleh
berbagai teknologi yang berbeda, mulai dari
SISTEM INFORMASI (SI) DAN TEKNOLOGI
server, simpanan data, perangkat lunak, jaringan
INFORMASI (TI)
computer, dan lain sebagainya.
TI berkaitan secara khusus dengan teknologi,
Istilah yang sering digunakan bersama-sama
perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan
dengan SI dan TI adalah aplikasi, yang merujuk
telekomunikasi, baik yang terukur (seperti server,
kepada penggunaan TI untuk kegiatan bisnis
router, dan lain sebagainya) dan yang tidak
proses. Terdapat dua tipe mendasar dari aplikasi:
terukur (seperti perangkat lunak dan yang
semisalnya). Sementara SI didefinisikan oleh The 1. Penggunaan secara umum perangkat
UK Academy of Information Sistem (UKAIS) keras dan perangkat lunak TI untuk tugas
sebagai orang atau organisasi yang tertentu seperti pemrosesan kata, surat
memanfaatkan teknologi untuk mengumpulkan, elektronik atau menyiapkan bahan
memproses, menyimpan, menggunakan, dan presentasi.
menyebarkan informasi. UKAIS mendefinisikan
domain dari studi SI mencakup studi tentang teori 2. Penggunaan teknologi untuk melakukan
dan praktek yang berkaitan dengan penomena kegiatan bisnis spesifik atau proses,
sosial dan teknologi, yang menentukan seperti akunting umum, penjadwalan
pengembangan, penggunaan dan pengaruh dari produksi atau permintaan permosesan
sistem informasi bagi organisasi dan masyarakat.
Aplikasi tersebut dapat dibuat dalam bentuk
Beberapa SI diotomatisasi sepenuhnya dengan TI. program perangkat lunak pre-packaged atau pre-
Contohnya Dell Computers, memiliki sistem yang written untuk suatu kegiatan bisnis tertentu atau
tidak memerlukan campur tangan manusia, mulai dibangun untuk fungsionalitas tertentu. Beberapa
dari mengambil pesanan pelanggan, mengirim paket perangkat lunak aplikasi bisnis dapat
komponen ke pabrik Dell untuk dirakit, hingga dikhususkan atau diubah sesuai dengan
mengirim pesanan kepada pelanggan. Perusahaan kebutuhan spesifik organisasi, seperti contohnya:
dapat mengambil pesanan Personal Computer SAP, Baan, Oracle atau JD Edward.
(PC) secara langsung dari pelanggan melalui
3|Hal a ma n

E-BUSINESS DAN E-COMMERCE  Kendali Manajemen

Secara harfiah, e-commerce merujuk kepada  Kendali Operasi


perilaku perdagangan atau bisnis secara
elektronik menggunakan teknologi internet. E- Aplikasi berbeda dibuat untuk mendukung tingkat
commerce sudah ada sekitar tahun 1980-an, aktivitas manajemen yang berbeda.
dengan terjadinya pertukaran dokumen bisnis
dalam perdagangan antar perusahaan
menggunakan electronic data interchange (EDI).
EDI merupakan teknologi yang susah, perlu
menggunakan partai ketiga a value-added
network supplier atau VANS untuk memfasilitasi
aliran informasi.

Dengan dibukanya internet untuk kegiatan


komersial pada tahun 1991, maka medium besar
‘network of networks’ pun muncul dengan Gambar 1.1 Perencanaan tipikal, sistem kendali
strandar terbuka, koneksi yang mudah, tanpa dan operasional
perlu menggunakan VANS. Sementara itu WAP
Berdasarkan hasil analisa terhadap penggunaan
(Wireless Application Protocol) memungkinkan
SI/TI di sejumlah organisasi di Amerika Serikat,
perangkat bergerak (telepon, personal digital
Nolan dan Gibson mengajukan model evolusi,
assistant [PDA], dan sebagainya) untuk
yang menggambarkan 6 tahapan yang ditempuh
menghubungkan ke internet dan melakukan
oleh organisasi dalam mencapai kematangannya
transaksi bisnis padanya.
dalam menerapkan SI/TI. Analisanya berdasarkan
Apabila m-commerce merupakan istilah berkaitan penelitian atas enam aspek benchmark SI/TI dan
dengan perilaku transaksi bisnis melalui perangkat tentang pengelolaannya di dalam organisasi, yang
bergerak, sebagaimana t-commerce merujuk meliputi: (i) tingkat pembelanjaan SI/TI, (ii) bentuk
kepada perilaku transaksi bisnis melalui televisi, wujud teknologi, (iii) portfolio aplikasi (seperti
maka e-business merujuk kepada otomatisasi model Anthony), (iv) organisasi TI / pemrosesan
proses bisnis internal organisasi menggunakan data (PD), (v) perencanaan PD/TI dan pendekatan
internet dan teknologi Browser. kendali, dan (vi) karakteristik kesadaran
pengguna.
MODEL TI/SI DALAM ORGANISASI

Model yang terkenal pada tahun 1970-an yang


menangkap evolusi SI/TI dalam organisasi adalah
yang dikembangkan oleh Gibson dan Nolan.
Model ini menggunakan model portfolio aplikasi
hierarkis yang dijelaskan oleh Anthony, orang
yang mendefinisikan struktur untuk sistem
informasi dalam organisasi berbasis stratifikasi
aktivitas manajemen :

 Perencanaan Strategis Gambar 1.2 Langkah Meningkatkan


Kesempurnaan dan Kematangan
4|Hal a ma n

 Initiation: Pemrosesan batch untuk tentang bagaimana meningkatkan


mengotomatisasikan operasi klerek untuk kemampuan dalam mengirim dan
mencapai pengurangan biaya, fokus mendukung sistem dan teknologi.
kepada sistem operasional murni,
2. Reorientation: Fokus isu meluas hingga ke
kekuarang dari minat manajemen.
luar Departemen Pemrosesan Data, yakni
 Contagion: Lebih banyak aplikasi dengan tentang bagaimana memberikan layanan
ekspektasi manfaat yang tinggi, beranjak kepada seluruh manajemen fungsi bisnis.
ke sistem online, tingginya biaya karena
3. Reorganization: Yakni tentang bagaimana
unit Pemroses Data berusaha untuk
memenuhi setiap kebutuhan bisnis yang
memenuhi semua permintaan pemakai,
berbeda melalui kesatuan tanggung jawab
kendali yang sedikit
pengelolaan informasi dan sistem.
 Control: Sebagai respon atas perhatian
JAMAN PEMROSESAN DATA (PD) DAN
manajemen terhadap biaya; Proyek
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
sistem diharapkan dapat menampilkan
pengembalian modal, rencana dibuat dan Penggunaannya SI/TI dalam organisasi
metodologi / standar dikuatkan. Seringkali meliputi dua jaman, yakni: Jaman Pemrosesan
menyebabkan pekerjaan dari aplikasi Data dari tahun 1960-an, dan jaman Sistem
tertunda dan ketidakpuasan pengguna. Informasi Manajemen dari tahun 1970-an.
Tahun 1980-an merupakan awal dari jaman
 Integration: Pertimbangan pembiayaan
ketiga yang disebut Sistem Informasi
untuk mengintegrasikan sistem melalu
Strategis.
basis data, ditetapkannya tanggung jawab
pengguna terhadap sistem, dan Perbedaan utama antara jenis aplikasi
Departemen Pemrosesan Data pemrosesan data (PD) dan sistem informasi
memberikan layanan kepada para manajemen (SIM) adalah sebagai berikut:
pengguna tidak hanya sebatas solusi bagi
persoalan.  Tujuan. PD: Penanganan transaksi efiesien
dan kendali sumber daya efektif. SIM:
 Data administration: Informasi dibagi Resolusi masalah efektif dan dukungan
bersama di dalam organisasi. Kemampuan untuk pengambilan keputusan.
basis data dieksploitasi oleh pengguna
yang faham akan nilai informasi.  Daur hidup. PD: 3-12 tahun, tergantung
kepada tingkat perubahan. SIM: Dari jam
 Maturity: Rencana dan pengembangan ke bulan dan ada kalanya berulang.
SI/TI dalam organisasi dikordinasikan
dengan pengembangan bisnis.  Batasan waktu informasi. PD: Sekarang
dan jangka pendek masa depan. SIM:
Berikut ini adalah model tiga tahap hasil Sekarang dan jangka panjang.
penelitian Hirschheim dan para kolega atas
perkembangan isu seputar pengelolaan SI/TI  Sumber Informasi. PD: Transaksi internal
dalam organisasi: dan eksternal. SIM: ‘Penelitian data’
internal dan eksternal.
1. Delivery: Fokus isu SI di dalam
Departemen Pemrosesan Data, yakni
5|Hal a ma n

 Proses Logis. PD: Strictly algoritmic. SIM:  Organisasi memerlukan perencanaan


Probabilistic dan ‘Fuzzy’ sistem yang saling berhubungan.
Perencanaan yang baik menyebabkan
 Pengguna. PD: Operator, staf kerikal, dan peningkatan pada semua sistem yang
mandor lini pertama. SIM: Profesional dan terkait dan peningkatan produktivitas.
manajer pertengahan dan senior.
Pelajaran yang diperoleh dari jaman SIM:
 Teknologi. PD: Mainframe / minikomputer
yang prosesnya dikendalikan di  Justifikasi dari inverstasi SI tidak
workstation. SIM: Pemrosesan lokal semuanya merupakan materi analisis
terhubung ke sumber daya informasi. investasi/finansial.

Pelajaran yang diperoleh dari jaman PD:  Diperlukan proyek restrukturisasi yang
besar untuk basis data.
 Tidak hanya program untuk memproses
data saja, tetapi juga diperlukan  Sumber daya SI diperlukan untuk beranjak
pemahaman terhadap proses dari orientasi produksi ke layanan yang
pengembangan sistem informasi yang memungkinkan pengguna mendapatkan
lengkap. informasi yang dibutuhkannya dari
sumber daya data – konsep pusat
 Persyaratan yang lebih seksama dan informasi.
analisa data untuk meningkatkan
hubungan antar sistem serta pendekatan  Tidak hanya memerlukan metodologi DP,
yang lebih ‘elips’ untuk merancang tetapi juga kebijakan-kebijakan organisasi.
komponen sistem.
 Komputer pribadi (Personal Computer/PC)
 Justifikasi investasi yang lebih sesuai, dan system kantor memungkinkan
dengan mengkaji ekonomi dari dibangunnya SIM yang baik, dengan
keuntungan efisien dan mengubahnya ketentuan pengguna dan spesialis SI fokus
menjadi rasio laba modal. terhadap kebutuhan informasi dari pada
teknologi.
 Tidak kreatif, terlalu banyak
pemrograman dengan pendekatan Tiga hal yang menyebabkan sistem informasi
terstruktur, serta uji coba dan menjadi lebih baik dan sering dikembangkan:
dokumentasi untuk mengurangi masalah
1. Perangkat keras – Penurunan harga dan
amandemen di masa depan. Telah
ukuran, peningkatan reliabilitas dan
diperkenalkan banyak disiplin dengan
konektifitas.
‘mengubah semua prosedur kendali’ serta
menghentikan spesifikasi dan tes. 2. Perangkat lunak – Perangkat lunak
operasi yang lebih fleksibel dan
 Mengenali kebutuhan akan koordinasi di
menyeluruh, bahasa pemrograman yang
antara pengguna dan fungsi PD serta
semakin baik, memungkinkan aplikasi
kebutuhan untuk menetapkan peran
bisnis di-instal dengan cepat, dengan
penting manajemen pengguna dalam
akurasi yang luar biasa dan dapat
pengembangan sistem.
dioperasikan oleh staf yang memiliki
sedikit pengalaman.
6|Hal a ma n

3. Metodologi. Cara yang efisien untuk mengotomatisasi proses berbasis


mengimplementasikan sistem yang informasi.
kompleks, dan proyek yang besar dapat
dikelola dengan baik.  Pada jaman SIM, SI/TI digunakan untuk
meningkatkan efektivitas manajemen
JAMAN SISTEM INFORMASI STRATEGIS (SIS) dengan memenuhi kebutuhan informasi
untuk pengambilan keputusan.
Selama tahun 1970-an, sejumlah organisasi mulai
menggunakan SI/TI, mengubah cara bisnis  Pada jaman SIS, SI/TI digunakan untuk
mereka, mengubah perimbangan kekuatan dalam meningkatkan daya saing dengan
industri berkaitan dengan pesaing, pelanggan, perubahan alami atau perilaku bisnis.
dan/atau pemasok. SI/TI menjadi senjata baru
yang meningkatkan kedudukan persaingan bisnis STRATEGI PENGGUNAAN SI/TI: KLASIFIKASI,
mereka. FAKTOR SUKSES DAN IMPLIKASI MANAJEMEN

Perbedaan utama penggunaan SI/TI disetiap Empat jenis klasifikasi utama sistem strategis:
jaman adalah sebagai berikut:
1. Informasi dibagi dengan pelanggan /
 Pada jaman PD, SI/TI digunakan untuk konsumen dan / atau pemasok melalui
meningkatkan efisiensi dengan system berbasis teknologi dan mengubah
sifat alami hubungan.

Gambar 1.3 Trends in the evolution of business IS/IT (source: adapted from R.D. Galliers and E. Somogyi,
‘From data processing to strategic information systems: A historical perspective’, in R.D. Galliers and E.
Somogyi, eds, Towards Strategic Information Systems, Abacus Press, 1987)
7|Hal a ma n

2. Integrasi penggunaan informasi yang lebih Dimensi dari gambar tersebut menunjukan
efektif di dalam organisasi. perubahan peran SI/TI dan perubahan fokus
investasi dari internal ke eksternal.
3. Memungkinkan organisasi untuk
mengembangkan, menghasilkan, FAKTOR SUKSES DALAM SYSTEM INFORMASI
memasarkan, dan mengirimkan produk STRATEGIS
baru atau meningkatkan produk atau
Berikut ini adalah faktor sukses dari SIS yang
layanan berdasarkan informasi.
selalu bersebrangan dengan pendekatan SI/TI
4. Menyediakan informasi bagi manajemen tradisional dan lebih banyak digunakan sebagai
eksekutif untuk mendukung inovasi bisnis:
pengembangan dan implementasi
1. Fokus eksternal dan bukan internal, yakni
strategi.
melihat kepada pelanggan, pesaing,
Notowidigdo membagi SIS ke dalam: pemasok, industri lainnya, hubungan
bisnis, atau dunia bisnis luar. Sementara
 System internal yang memberikan secara tradisional, SI/TI hanya terfokus ke
keuntungan bagi perusahaan. proses internal saja.
 System eksternal yang memberikan 2. Menambahkan nilai dan tidak perlu
keuntungan bagi pelanggan perusahaan. mengurangi biaya. Pengurangan biaya
bukan merupakan satu-satunya jalan
Tiga jenis penggunaan TI secara revolusioner
untuk mencapai kesuksesan.
menurut Venkatraman:
3. Berbagi keuntungan antara organisasi
1. Perancangan ulang proses bisnis
dengan pemasok, pelanggan, dan
2. Perancangan ulang jaringan bisnis antara kompetitor.
organisasi dengan rekanan dagang.
4. Memahami pelanggan, apa yang mereka
3. Pendefinisian ulang lingkup bisnis lakukan terhadap produk atau layanan.

Perbedaan cara pandang system informasi 5. Tidak sekedar mengikuti perkembangan


strategis dapat dilihat pada gambar berikut: teknologi tetapi juga mengembangkan
inovasi bisnis. Keen mengatakan, ‘Major
failures using IT are often based on much
better technology and bad business vision.
Successed come from good enough
technology and a clear understanding of
the customer.’

6. Pengembangan yang berkelanjutan, yakni


tidak berhenti begitu eksperimen
pengembangan aplikasi sukses dilakukan
Gambar 1.4 Lingkungan Manajemen Sistem tetapi kembali bertanya apa yang harus
Informasi dilakukan berikutnya.
8|Hal a ma n

7. Menggunakan informasi dari system dalam empat kategori berdasarkan kajian


untuk mengembangkan bisnis. terhadap kepentingan bisnis dari aplikasi masa
kini dan masa mendatang. Aplikasi didefinisikan
IMPLIKASI MANAJEMEN sebagai strategis, potensial tinggi, kunci operasi,
Dengan melihat evolusi SI/TI, tergambar implikasi dan dukungan, berdasarkan arus dan kontribusi
manajemen naik dari lapisan bisnis terbawah yang diharapkan untuk mencapai bisnis yang
hingga ke lapisan tertinggi eksekutif, tempat sukes.
dimana visi strategis muncul.

Gambar 1.6 Portfolio Aplikasi

APAKAH STRATEGI SI/TI ITU?

Strategi SI/TI terdiri dari dua bagian, yakni


komponen SI dan komponen TI. Strategi SI
mendefinisikan kebutuhan organisasi atau
Gambar 1.5 Hubungan antara bisnis, System permintaan informasi dan system untuk
Informasi Strategis, System Informasi Manajemen, mendukung keseluruhan strategi bisnis. Strategi
dan Pemrosesan Data TI memperhatikan visi tentang bagaimana
teknologi mendukung permintaan organisasi akan
Aplikasi pada keseluruhan aplikasi PD, SIM, dan informasi dan system.
SIS perlu direncanakan dan dikelola menurut
kontribusi nya kepada bisnis sekarang dan masa 12 komponen keselarasan strategis:
depan. Portfolio tradisional mempertimbangkan
I. Stratgi bisnis
hubungan system yang satu dengan lainnya dan
tugas yang sedang dilakukan, dari pada dengan 1. Lingkup bisnis, termasuk pasar,
kesuksesan bisnis. Model portfolio yang produk, layanan, kelompok
dikembangkan oleh McFarlan mempertimbangkan pelanggan/klien dan lokasi dimana
kontribusi SI/TI terhadap bisnis sekarang dan di perusahaan bersaing sama, dan para
masa depan berdasarkan dampak industrinya. pesaing potensial yang
mempengaruhi lingkungan bisnis
Model McFarlan seperti yang tampak pada
gambar 1.6 mengusulkan kepada kita agar analisa 2. Kemampuan berbeda, meliputi
terhadap semua yang ada, dan aplikasi yang merek, penelitian, pengembangan
potensial dan direncanakan dikategorikan ke manufaktur dan produk, struktur
9|Hal a ma n

pembiayaan dan harga, dan saluran IV. Proses dan infrastruktur SI


distribus dan penjualan.
1. Arsitektur. Prioritas teknologi,
3. Tata kelola bisnis. Bagaimana kebijakan dan pilihan yang
perusahaan menetapkan hubungan memungkinkan aplikasi, perangkat
antara manajemen, pemegang saham lunak, jaringan, perangkat keras dan
dan dewan komisaris. Juga tentang manajemen terintegrasi ke dalam
bagiamana pengaruh kebijakan platform kohesif.
pemerintah terhadap perusahaan dan
2. Proses. Parktek dan aktivitas yang
bagaimana perusahaan mengelola
dilakukan untuk mengembangkan dan
hubungan tersebut dan bersekutu
dengan mitra strategis. memelihara aplikasi dan mengelola
infrastruktur TI.
II. Proses dan infrastruktur organisasi
3. Keahlian, tentang bagaimana
1. Struktur administratif. Cara memberi motivasi, melatih/medidik.
perusahaan mengorganisir bisnisnya.
Termasuk di dalamnya sentralisasi,
desentralisasi, matriks, horisontal,
vertikal, geografis, federal dan
fungsional.

2. Proses. Bagaimana aktivitas operasi


dan aliran bisnis perusahaan. Isu
utama meliputi aktivitas penambahan
nilai dan peningkatan proses.

3. Keahlian, tentang bagaimana Gambar 1.7 Model Keselarasan Strategis


memberi motivasi, melatih/mendidik.
KONTEKS STRATEGI SI/TI
III. Strategi TI
Sullivan mengusulkan model matrik sederhana
1. Lingkup teknologi. Teknologi dan untuk menjelaskan bagaimana lingkungan SI/TI
aplikasi informasi penting. strategis dipengaruhi oleh kekuatan diluar kendali
dari siapapun di dalam organisasi. Dia
2. Kompetensi sistemik. Kemampuan
menjelaskan dua axes yang organisasi dapat
(misalnya mengakses informasi
mempertimbangkan implikasi kekuatannya:
penting untuk membuat strategi
perusahaan) membedakan layanan TI. 1. Infusi – Sebutan saat organisasi menjadi
bergantung kepada SI/TI untuk
3. Tata kelola TI. Bagaimana tentang
melaksanakan operasi intinya dan
otoritas sumber daya, resiko, resolusi
mengelola bisnis.
konflik dan tanggung jawab TI dibagi
di antara rekanan bisnis, manajemen 2. Difusi – Sebutan saat TI menjadi tersebar
TI dan penyedia layanan. Termasuk di dalam perusahaan dan dikeluarkannya
didalamnya isu tentang pemilihan keputusan yang memperhatikan
proyek dan prioritas. penggunaannya.
10 | H a l a m a n

BAB I I

Konsep Strategi Bisnis Dan


Implikasi Strategi SI/TI
PENGEMBANGAN SIFAT ALAMI STRATEGI DAN
PERENCANAAN STRATEGI DALAM ORGANISASI

Gluck mengembangkan suatu model untuk


menggambarkan peningkatan kematangan evolusi
dan perencanaan strategis sebagai berikut:

Gambar 1.8 Lingkungan Strategis SI/TI

 Difusi rendah / infusi rendah – Kendali


sumber daya TI yang benar-benar
terpusat, dan SI tidak dianggap penting
bagi bisnis. Ini adalah tipikal lingkungan
tradisional dari perusahaan yang
menggunakan TI semata-mata hanya
untuk meningkatkan efisiensi system
dengan basis system.
Gambar 2.1 Evolusi Kematangan Manajemen
 Difusi rendah / infusi tinggi – Kendali yang Strategis
benar-benar terpusat, dan SI mengalami
kerugian yang serius jika system Strategi dapat didefinisikan sebagai: Sekumpulan
mengalami kegagalan. System menjadi kesatuan tindakan yang diarahkan untuk
tulang punggu organisasi. meningkatkan kesejahteraan jangka panjang dan
kekuatan perusahaan terhadap para pesaingnya.
 Difusi tinggi / infusi rendah – Sebagian
besar kendali didesentralisasi, Ada tiga proses yang saling berhubungan yang
memberikan kemampuan kepada berperan dalam penetapan strategi:
manajer bisnis untuk memuaskan 1. Pemikiran strategis untuk menemukan
prioritas lokal mereka. cara mengembangkan perusahaan.
 Difusi tinggi / infusi tinggi – Sebagian 2. Perencanaan strategis berupa analisa
besar kendali didesentralisasi, tetapi menyeluruh untuk mengembangkan
kesuksesan bisnis bergantung kepada rencana kerja
system. Ini adalah lingkungan kompleks
yang susah untuk dikelola. 3. Pengambilan keputusan menguntungkan,
sebagai bentuk reakti efektif terhadap
ancaman dan peluang tidak terduga.
11 | H a l a m a n

Untuk mencapai salah satu atau semuanya,  Organisasi, struktur dan hubungannya,
diperlukan pemahaman terhadap lingkungan sikap dan budaya, efektivitas operasional
bisnis, golongan yang berpengaruh, pemegang dan manajemen proses, dan
saham, kemampuan perusahaan. kemampuannya dalam mengubah
keadaan.
KERANGKA STRATEGIS
Analisa kedua meliputi analisa terhadap
Dalam kerangka strategis, faktor yang terlibat
lingkungan kompetitif sehingga perusahaan dapat
dalam strategi bisnis tersebar dalam tiga lapisan:
mengenali posisi mereka dalam pasar dan pilihan
 Lingkungan eksternal strategis yang mungkin di masa depan. Hal ini
meliputi:
 Golongan berpengaruh dan pemegang
saham  Segmen pasar dan penguasaan pasar
dalam segmen tersebut, mengidentifikasi
 Perencanaaan dan strategi bisnis internal pilihan untuk meningkatkan penguasaan
pasar, meningkatkan total pasar atau
Faktor lingkungan dipertimbangkan pada awal
menargetkan segmen yang berbeda.
pemikiran strategis menggunakan pendekatan
analisa PEST (Politik Ekonomi Sosial Teknologi).  Posisi organisasi dalam daur hidup
Dalam analisis PEST standar, faktor hukum produk, dengan memperhatikan produk
biasanya tercakup dalam faktor politik, ekologi yang sedang bergerak ke arah yang lebih
dalam faktor sosial matang atau akan menjadi usang, produk
yang permintaan atasnya masih
Analisa situasional dilakukan ke dalam dan keluar
berkembang.
organisasi. Perhatian pertama adalah terhadap
strategi saat ini dan memahmi kelemahan dan  Pengujian terhadap semua kompetitor
kekuatan organisasi. Meliputi analisa : terkini dan potensinya untuk memahami
stratiegi saat ini dan potensinya, kekuatan
 Sumber daya dalam organisasi dalam hal
dan kelemahan mereka di berbagai pasar
kemampuan mereka membuat dan
dalam kaitan dengan produk, layanan,
mengirimkan produk dan layanan, apakah
pemasaran, keuangan, orang dan proses.
kedua sedang dalam proses
pengembangan atau sudah ada.  Tindakan kompetitif di masa depan yang
dapat dilakukan untuk memperkenalkan
 Kesehatan organisasi menyangkut hutang,
produk pengganti potensial atau
likuditas, dan aset.
lingkungan sekarang yang mana peserta
 Karyawan, keterampilan, pelatihan, baru mengakses pasar yang dipilih oleh
pengalaman, dan motivasi mereka, dan perusahaan.
penguasaan organisasi atas hasil
Analisa jenis ini seringkali disebut SWOT
kemampuan bisnis mereka.
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan
 Aset fisik, umur aset tersebut, teknologi Threats). Dengan analisa ini perusahaan mencari
yang digunakan, kegunaannya jalan agar kekuatan yang dimilikinya dapat
digunakan untuk memanfaatkan peluang,
 Riset dan pengembangan menghadapi kelemahannya dan melindungi diri
dari ancaman.
12 | H a l a m a n

Gambar 2.2 Daur hidup industri dan produk – fokus kepada system dan informasi (sumber: diambil dari
analisa J.M. Higgins, Strategy Formulation, Implementation and Control, Dryden Press, New York, 1985,
halaman 130-135)

IMPLEMENTASI STRATEGI Pada saat strategi diimplementasikan, diperlukan


monitor kinerja dan pengendalian aktivitas untuk
Agar organisasi mencapai keinginannya maka memastikan bahwa tindakan yang diambil
strategi harus implementasi. Untuk ini diperlukan
mengarah ke tujuan yang diharapkan. Hasil dari
sumber daya yang cukup yang dialokasikan secara
pengukuran kinerja digunakan untuk
efektif, tanggung jawab organisasi, dan motivasi memperbaiki tujuan organisasi dan memastikan
terhadap mereka agar dapar berperan dalam
apakah strategi telah direalisasikan atau belum.
pencapaian strategis.
TEKNIK DAN ALAT STRATEGI

Matrik Boston merupakan salah satu contoh


teknik yang menggunakan matrik portfolio.
Esensinya model ini menggunakan dua ajaran,
yakni daur hidup produk dan hubungan antara
penguasaan pasar dan profitabilitas. Sekalipun
model ini berlaku bagi banyak jenis produk dan
industri, tapi tidak berlaku pada kondisi tertentu.
Gambar 2.2 Realita pengembangan strategi
Daur hidup produk seperti tampak pada gambar
(Sumber : G. Johnson and K. Scholes, Exploring
Corporate Strategy, Prentice-Hall, Englewood 2.2 menjelaskan bagaimana pasar produk
Cliffs, New Jersey, 2002) meningkat dari tahap ‘percobaan’ penerimaan
13 | H a l a m a n

pasar berkembang menuju kematangan dan tinggi) kesuksesan dicapai dengan


kemudian mundur karena kehilangan permintaan meningkatkan inovasi di pasar umum dan
pelanggan. Pelanggan yang membeli produk fokus terhadap pasar. Strategi SI/TI
disetiap tahapan dapat dijadikan acuan untuk terfokus kepada produk dan
mengetahui strategi segmen produk di masa pengembangan proses, atau digunakan
depan. Tidak setiap produk mengikuti daur yang untuk mengidentifikasi pelanggan
sama, beberapa diantaranya tidak pernah hilang potensial, jenis segmen pelanggan.
dan sebagian yang lain tidak pernah dapat
meningkatkan penerimaan pasar. Durasi dari daur  Produk dan bisnis Star (posisi pasar yang
hidup dapat berbeda-beda. kuat dalam pertumbuhan pasar yang
atraktif atau tinggi), organisasi harus
Hubungan daur hidup produk dengan posisi pasar mengembangkan kebutuhan pelanggan
menghasilkan model matrik 2X2 (Gambar 2.3). dan produk pesaing yang dianggap sangat
Empat sel di dalam matrik merefleksikan dua vital bagi kesuksesan bisnis. Fokus System
tahap (pertumbuhan dan kematangan) di dalam dan Informasi lebih ke arah pelanggan –
daur hidup dan produk yang relatif sukses mengidentifikasi pelanggan berikut
berhadapan dengan produk yang kompetitif. Hal syarat-syarat yang dikehendaki untuk
yang harus diingat bahwa matrik memahami kebutuhan, dari pada ke
mempertimbangkan penguasaan pasar yang pesaing aktual atau potensial. System
relatif dan bukan yang absolut. membantu pertumbuhan bisnis.
Penekanan utamanya pada inovasi bisnis
– untuk memenuhi presyaratan pasar dan
membedakan perusahaan dalam pasar
tersebut. Investasi system difokuskan
untuk penambahan nilai dan
pertumbuhan.

 Produk dan bisnis Cash cow (Posisi pasar


yang dan matang, pertumbuhan pasarnya
lemah). Posisi organisasi harus
dipertahankan, biaya harus lebih rendah
atau sama rendahnya. Fokus system
Gambar 2.3 Portfolio produk (Sumber: Grup
cenderung kepada kendali aktivitas dan
konsultan Boston)
hubungan bisnis dari pada inovasi.
Gambar 2.3 menunjukan aspek tipikal dari daur
 Produk dan binsis Dog (posisi pasar
hidup produk, terutama kunci kegiatan usaha
lemah, pertumbuhan lemah, pasar
yang dapat ditingkatkan dengan pengembangan
merosot) mau tidak mau menyebabkan
SI/TI yang efektif. Pada waktu tertentu industri
banyaknya pembiayaan investasi
mungkin sedang dalam salah satu tahap daur
korporat. Organisasi mengharapkan
hidup produk ini. Strategi bisnis berbeda-beda
sedikit SI/TI yang inovatif.
dalam tahap kemunculan, pertumbuhan,
kematangan, dan kemunduran. Selama evolusi industri berputar, perusahaan
akan mengubah fokusnya dari pelanggan ke
 Untuk produk Wildcat (penguasaan pasar
produk ke pelanggan dan lain sebagainya ketika
lemah dalam pertumbuhan pasar yang
14 | H a l a m a n

siklusnya meningkat, untuk mendapatkan potensial dan produk dan layanan pengganti
pertumbuhan pasar dan meningkatkan penguasan masuk ke dalam pasar kompetitif tertentu. Untuk
pasar. bertahan dan tumbuh di lingkungan ini, sangat
penting untuk memahami interaksi dan impikasi,
dalam arti bagaimana terhindar dari kerugian dan
memahami peluang untuk meningkatkan
keuntungan kompetitif. Berikut ini adalah
gambaran tentang dampak potensial pada lima
kekuatan bisnis yang meliputi: pembeli, pemasok,
pesaing, pendatang baru, dan produk pengganti.

Gambar 2.4 Dimensi pertumbuhan bisnis

Beberapa isu kunci strategi yang ditekankan di


dalam model ini antara lain:

 Kebutuhan untuk mengelola produk


sesuai dengan peluang pasar dan tekanan,
bukan sesuai dengan faktor internal. Gambar 2.5 E-commerce dalam kaitannya dengan
kekuatan industri kompetitif
 Kebutuhan untuk melakukan investasi
ulang sebagai jaminan ketersediaan …
sumber pendapatan di masa depan.

 Kebutuhan untuk memiliki protfolio yang


lengkap dan seimbang jika bisnis tumbuh
berkembang untuk jangka waktu yang
panjang.

Sekalipun Matrik Boston bermanfaat bagi


perencanaan dan analisa karena fokusnya
terhadap isu kunci seperti aliran kas, penguasaan
pasar, pertumbuhan industri, namun dipandang
terlalu menyederhanakan faktor yang terlibat
dalam suksesnya suatu bisnis. Laju pertumbuhan
dan penguasaan pasar hanyalah dua aspek dari
daya tarik industri dan posisi kompetitif, beberapa
faktor lainnya perlu dipertimbangkan.

KEKUATAN DAN STRATEGI KOMPETITIF

Saat perusahaan berinteraksi dengan pelanggan,


pemasok dan pesaing, pendatang baru yang