Anda di halaman 1dari 28

ALERGI IMUNOLOGI ILMU PENYAKIT DALAM

Pbtkn kompleks ag ab pro alami utk perthanan tubuh thdd ag larut (toksin) Normal difagositosis & hilang dr sirkulasi Tdk normal penyakit kompleks imun; PENYAKIT KOMPLEKS IMUN

Penyakit didasari adanya endapan kompleks imun pd organ spesifik, jaringan atau berbedar dlm PD (circulating Imune Complex) Berupa IgG atau IgM, kadang IgE dan IgA Dpt berasal dr ikatan ag-ab dlm sirkulasi atau tbtk dr jar setempat Autoantigen (dr jar sendiri) atau berasal dr agen infeksi (bakteri, virus, jamur)

Kompleks imun di jar atau sirkulasi aktifkan mediator inflamasi komplemen hasilkan:

Sel radang PMN & monosit ke tempat lesi hasilkan bhn toksik dr metab oksigen & arginin, protease & enzim kerusakan jaringan C3a dan C5a kemotaksis & anafilaktosis Sitolisin lisis jaringan setempat

Penyakit kompleks imun dibagi jadi:


Penyakit kompleks imun alergi: rx Artus, serum sickness, alergik bronkoalveolaris Penyakit kompleks imun non alergi: SLE, vaskulitis, glomerulonefritis, artritis reumatoid, demam rematik

Dasar: rx hipersensitivitas tipe III (Gel & Coombs) Rx kompleks imun


Aktifkan komplemen mll jalur klasik pd IgG & IgM; jalur alternatif pd IgA Pd aspergilosis bronkopulmonari IgE bperan mll rx hipersensitivitas tipe I

Komplemen aktif melepas Macrophage chemotactic factor; Macrofag melepaskan:

Ez protease & ez lain merusak jar Bahan toksik dr oksigen & arginin (oksigen radikal bebas) jar rusak lbh parah

Antigen dapat berasal dari:


Infeksi kuman patogen persisten (malaria) Bahan terhirup (spora jamur alveolitis alergik ekstrinsik) Dari jaringan sendiri (penyakit autoimun)

Normal:

Kompleks imun difagosit o/ mononuklear di hati, limpa, & paru tanpa bantuan komplemen

Penting ukuran kompleks:


Ukuran besar lbh mudah difagosit di hati Kompleks kecil sulit difagosit lama beredar dlm sirkulasi bahaya bila mengendap di jaringan tu pd kompleks imun ukuran kecil & permeabilitas vaskular meninggi ok pelepasan histamin

Yg berperan pd pelepasan histamin: Komplemen Mastosit: atas pengaruh anafilatoksin (C3a dan C5a) pd aktivasi komplemen Trombosit Terjadinya pengendapan kompleks imun : Kapiler glomerulus, bifurkatio PD, pleksus koroid, ciliary body mata lbhh mudah SLE: ginjal tempat endapat Imun kompleks Arthritis reumatoid: sel plasma dlm sinovium mbtk anti-IgG Muatan kompleks imun positif cenderung lbh mudah mengendap di glomeruli

1. REAKSI ARTUS Serum kuda yg disuntikkan pd kelinci intra dermal berulang rx hebat
Mula hanya eritema pd 2-4 jam hilang esok Suntikan ke 5-6: perdarahan & nekrosis = Fenomena Arthus btk rx imun complex Memerlukan ag ab jumlah besar

Ag yg disuntik mbtk kompleks tak larut dlm sirkulasi mengendap pd ddg PD:

PENYAKIT KOMPLEKS IMUN

REAKSI ARTUS REAKSI SERUM SICKNESS ASPERGILOSIS BRONKOPULMONARI ALERGIK

ARTRITIS REUMATOID SINDROM GOODPASTEUR

DEMAM REUMATIK

VASKULITIS

ANAFILAKSIS

ANEMIA HEMOLITIK

LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMATIK

INFEKSI LAIN

Patogenesis rx Arthus: Komplemen diaktifkan C3a & C5a meningkatkan permeabilitas kapiler terjd edema Faktor kemotaktik menggerakkan makrofag Netrofil & trombosit menimbun di tmpat rx stasis & obstruksi total aliran darah: Netrofil memakan kompleks imun Netrofil & trombo melepaskan bahan toksik (oksigen radikal bebas, protease, kolagenase, bhn vasoaktif) perdarahan & nekrosis jar setempat

Teknik Imunofluoresense: Antigen, antibodi, & komplemen (-) pd tempat kerusakan PD

2. REAKSI SERUM SICKNESS Penyakit kompleks imun alergik bersifat sistemik ok pemberian serum heterolog Berasal dr Pirquet & Shick konsekuensi imunisasi pasif pd difteri & tetanus dg antiserum kuda

Rx timbul 1-2 mgg stlh injeksi: reaksi sistemik: Panas & gatal (urtikaria), bengkak (angioedema), kemerahan & sakit badan, sendi, kelenjar limfoid Radang akut pd tempat injeksi Gejala hilang sendiri dlm 7 30 hari Berat: jantung & ginjal ; neurologik (mono/polineuropati), sindrom Guillain Bare, meningoencephalitis jarang

3. ASPERGILOSIS BRONKOPULMONARI ALERGIK

Radang sal nafas pd pasien atopi usia muda


Gejala alergi thd jamur Aspergilus fumigatus Kerusakan bronkus (bronkiektasis) & parenkim paru Peran: Ig G dan IgE IgE tbtk thd alergen spora; IgG thd alergen miselium

2 mekanisme imunologik:

Kompleks imun terbtk dr ag aspergilus & ab (IgG) sebabkan inflamasi sal nafas mll aktivasi komplemen & sel fagosit Kerusakan parenkim paru & bronkus terjd akibat ikatan IgE dg alergen aspergilus yg nempel dp mastosit timbul rx hipersensitivitas tipe I ok pelepasan histamin & mediator lain

Gejala klinis aspergilosis bronkopulmonari alergik:


Spt asma dg tanda serangan demam, batuk produktif, nyeri dada & kelelahan, hemoptor jarang Sakit kepala, nyeri sendi & otot Fisik diagnostik: Ronkhi ok adanya infiltrat

Termasuk kelompok Penyakit Farmers Lung disease:


Pd orang yg rentan thd pemaparan jerami yg mgd aktinomiset termofilik yg melepas spora Timbul ggan nafas (pneumonitis) dalam 6-8 jam pemaparan Produksi byk IgG spesifik thd actinomycete termofilik mbtk kompleks ag-ab Reaksi tipe III lain: Pigeon breeders disease, Cheese washers disease, Maple bark strippers disease, Paprika workers disease, dan Tathed roof workers disease

4. LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMATIK

= red wolf gejala dini berupa kemerahan di pipi (kurang tepat) krn lbh spt kupu2 Sistematik: mengenai bbagai alat tubuh spt sendi, jtg, ginjal & SSP kematian (byk ok kerusakan ginjal) Dasar: ??? Mbtk imunoglobulin thd bbrp komponen badan m/ DNA tanda utama SLE Kdg dbtk Ig thd denaturated single stranded DNA atau nukleohiston DNA mbtk kompleks DNA basal dr degradasi jar normal sensitivitas thd UV

Agregat disaring di ginjal & mengendap di membran basalis glomerulus Aktifkan komplemen, menarik granulosit rx inflamasi (glomerulonefritis) proteinuri & perdarahan

Imunisasi binatang dg kapsul bakteri Klebsiella timbul Ig bereaksi silang dg DNA Diduga SLE dpt ditimbulkan o/ infeksi MO di lingkungan

5. ARTHRITIS RHEUMATOID Dibtk IgM (rheumatoid factor/RF) spesifik thd fraksi Fc molekul IgG dibtk berlebihan

Kompleks IgG RF ditimbun di sinovial sendi aktifkan komplemen yg lepaskan mediator bsifat kemotaktik & lisis jaringan: Respon inflamasi + peningkatan permeabilitas vaskular edema sendi & nyeri bila eksudat >> Enzim hidrolitik pd rx ini destruksi permukaan sendi ganggu fg sendi Inflamasi berulang timbunan fibrin & pgantian tlg rawan o/ jar ikat ankilosis (sendi menyatu) sendi sulit digerakkan Sitokin dilepaskan dlm rx inflamasi

6. DEMAM REUMATIK Infeksi Streptokokus gol A inflamasi & kerusakan jantung, sendi & ginjal Ag dlm kuman bereaksi silang dg ag pd otot jtg, tlg rawan & membran glomerulus Antibodi thd Streptokokus: mengikat ag jar normal & timbulkan rx inflamasi

7. SINDROM GOODPASTEUR Trias: perdarahan paru, glomerulonefritis, ditemukan antibodi thd membran basalin (anti GBM) Dasar kelainan: Endapan imun kompleks pd membran basalis tubuli/glomeruli ginjal & paru aktifkan komplemen & sel fagosit Kmd dilepas mediator inflamasi yg merusak jar sekitar

Imunofluoresensi: Dpt deteksi endapan kompleks imun pd organ

Kelainan ginjal dg dasar endapan imun kompleks: Glomerulonefritis anti-GBM, glomerulonefritis kompleks imun, nefritis tubulointerstisial, nefropati lesi minimal, glomerulosklerosis fokal

8. VASKULITIS Peny kompleks imun: Ditandai adanya inflamasi & nekrosis lokal pd ddg PD Ok respon tubuh thd ag infeksi, keganasan, obat/bhn kimia, radiasi, & ag tdk diketahui
a. b.

c.

d.

Hal penting pada vaskulitis: Adanya kompleks imun larut di dlm darah Peningkatan permeabilitas vaskular ok endapan imun kompleks pd ddg PD Aktivasi komplemen pengerahan sel PMN & monosit ke tempat endapan Pelepasan mediator inflamasi kerusakan & nekrosis PD

9. ANEMIA HEMOLITIK Rx kompleks imun (autoimun atau non-autoimun) dasar terjadi trombositopeni & leukopeni Gol Penisilin sbg hapten nempel pd ddg sel target (eri, trombo, leuko) Plasma protein sbg carrier hapten jd imunogen Kompleks imun aktifkan komplemen & NK mediator inflamasi dilepaskan Reaksi type II di atas lisis sel target anemia hemolitik, trombositopeni & leukopeni

10. ANAFILAKSIS Dpt didasari rx kompleks imun Aktivasi komplemen & trombosit dpt bebaskan amin vasoaktif (histamin dll) permeabilitas vaskular meningkat vasodilatasi Hasil akhir: renjatan anafilaksis 11. INFEKSI LAIN Malaria, hepatitis B, lepra Ag mengikat Ig & mbtk kompleks imun ditimbun di organ al ginjal

Untuk menunjang diagnosis & memantau keberhasilan terapi pd: SLE, reumatoid artritis, poliartritis nodosa

Pemeriksaan kompleks imun: 1. Analisis spesimen jar utk melihat komponen endapan kompleks (Ig, komplemen, ag) dg teknik imunofluoresence
2.

Kompleks imun dlm serum atau cairan tubuh

a. b.

Kompleks imun dlm sirkulasi dg 2 cara: Pemeriksaan ag spesifik dlm kompleks dg ab: sulit dilakukan Pemrx ag non spesifik Tidak ada cara yg plg ideal yg sering digunakan adalah dg menggunakan cell line limfoma (sel Raji) Dlm serum Komplek imun berguna utk menilai & memantau penyakit serta efek pertukaran plasma Biopsi jaringan: Dpt dilakukan & kompleks imun jaringan diperiksa dg imunofluoresens Pemeriksaan kompleks imun dlm jaringan lbh bermakna dp dr sirkulasi ok kerusakan jar ok kompleks imun tdk sll disertai dlm sirkulasi

Pemeriksaan Komplemen Dlm serum: utk mengukur fg komplemen & tentukan sifat antigenik komplemen (cara Mancini)

Pembagian komplemen jd 3 gol:


Komponen dini pd jalur klasik: C1, C4, C2 2) Komponen dini pd jalur alternatif: faktor B, D dan P 3) Komponen lambat pada kedua jalur: C3 & C9
1)

Pengukuran C3 & C4: membantu pemantauan terapi pd glomerulonefritis dan vaskulitis

Pemeriksaan Jaringan Biopsi Dpt utk memeriksa kadar: 1. Imunoglobulin 2. Komplemen 3. Antigen

Utk pemeriksaan imunofluoresens: jar tdk boleh difiksasi buat sediaan beku Dicuci dg lar garam sblm diwarnai utk kurangi fluoresensi dr jar biopsi (fluoresensi intrinsik) Sering dg spesimen: kulit, ginjal & ST

Pemeriksaan Autoantibodi Autoantibodi: ANA (anti nuklir antibodi), ds-DNA, SMA (smooth muscles antibodi) dlm sirkulasi dot ditemukan dg bbrp cara: Teknik immunofluoresens RIA Countercurent electrophoresis

Rheumatoid factor (RF): IgM yg bereaksi dg IgG sbg ag Diperiksa dg bantuan lateks yg melapisi IgG mengendap bila ada RF mudah, murah & cepat Cara Rosewaaler menggunakan IgG thd SDM biri2 aglutinasi bila RF berikatan dg IgG

Menghilangkan penyebab & hilangkan respon inflamasi


Serum sickness: self limited hentikan obat penyebab Plasmaferesis: dpt membuang kompleks imun dlm sirkulasi

Terapi suportif:
Antihistamin: untuk urtikaria Asetaminofen: utk demam, myalgia, artralgia Glukokortikooid sistemik: pada gangguan renal berat, ggan CNS & vaskular

Aspergilosis bronkopulmonari alergik: Th tgt kecepatan diagnostik Steroid dosis tinggi: kurangi gejala inflamasi alergik akut & cegah kerusakan parenkim paru /b ronkus yg ireversible Bronkodilator: Utk atasi sesak nafas (mirip asma) Anti jamur: tdk bermanfaat Penyakit kompleks imun non alergik -- SLE, artritis rematoid, glomerulonefritis: Obat anti inflamasi non steroid: pd kasus ringan

Steroid dosis tgt beratnya penyakit Kelainan ringan: dosis 1 mg/kg BB Keadaan lbh berat:
dosis tinggi 2 mg/kgBB atau mega dose 500 1000 mg/hari selama 3 hari

berturut2

Terapi jangka panjang:


metil prednisolon (ES rendah)

Berat/respon thd steroid kurang: Ditambah imunosupresif:


Klorokuin, siklofosfamid, metotreksat atau

siklosporin