Anda di halaman 1dari 19

IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN BAGI PNS

DASAR : PP NO. 10 TAHUN 1983 PP NO. 45 TAHUN 1990

PNS yang akan melakukan perceraian wajib memperoleh izin atau surat keterangan lebih dahulu dari Pejabat

1.

2.

3.

Salah satu pihak berbuat zinah (dibuktikan dg putusan pengadilan, atau keterangan 2 org saksi, atau perzinahan itu diketahui oleh suami/istri ybs krn tertangkap tangan); Salah satu pihak menjadi pemabok, pemadat, atau penjudi yg sukar disembuhkan (dibuktikan dg keterangan 2 org saksi yg sdh dewasa atau surat keterangan dari dokter atau polisi; Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain, tanpa alasan yg sah;

4.
5.

6.

Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yg lebih berat; Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yg membahayakan pihak lain (dibuktikan dg visum et repertum dari dokter pemerintah); Antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tdk ada harapan unt hidup rukun lagi dlm rumah tangga.

1. bertentangan dengan ajaran / peraturan agama yang dianut PNS yang bersangkutan ; 2. tidak ada alasan sebagaimana dimaksud di atas ; 3. bertentangan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku; dan/atau 4. alasan yang dikemukakan bertentangan dengan akal sehat.

Apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS pria maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas isteri dan anak anaknya.

Pembagian gaji kepada bekas isteri tidak diberikan apabila alasan perceraian disebabkan karena isteri berzinah, dan atau melakukan kekejaman atau penganiyaan berat baik lahir maupun batin terhadap suami, dan atau isteri menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar disembuhkan, dan atau isteri telah meninggalkan suami selama dua tahun berturut-turut tanpa izin suami dan tanpa alasan yang sah

Syarat

alternatif :

Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri ; 2. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan ; atau 3. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan.
1.

Syarat kumulatif :

Ada persetujuan tertulis dari isteri ; 2. PNS pria yang bersangkutan mempunyai penghasilan yang cukup untuk membiayai lebih dari seorang isteri dan anak- anaknya yang dibuktikan dengan surat keterangan pajak penghasilan ; dan 3. Ada jaminan tertulis dari PNS yang bersangkutan bahwa ia akan berlaku adil terhadap isteri isteri dan anak anaknya.
1.