Anda di halaman 1dari 40

ABUL FIDA' HANIF BIN ABUL ABBAS AR

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy


Darul Hadits Dammaj
Buktikan Salafymu
Ditulis Oleh:
ABUL FIDA' HANIF BIN ABUL ABBAS AR-RIAWY

Dibantu Mengedit:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy
-- _-'-

Darul Hadits Dammaj Yaman
')~,= _-'-
Buktikan Salafymu
2
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m


RIAWY
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy
Buktikan Salafymu
3


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Pengantar Penulis
Segala puji bagi Alloh yang telah berfirman dalam ayatnya:
--

) ~

--'

--

- -

- -

-- --'-

-'

--

;- -

-'

-;

'-


Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama
yang haq agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah
Allah sebagai saksi. [Al-Fath : 28].
Sungguh Alloh telah mengutus Rosululloh r dengan petunjuk dan
kebenaran tanpa ada keraguan padanya, agar umat manusia mengikuti dan
mencontoh apa yang telah diajarkan oleh Rosululloh r kepada umat ini, tanpa
harus bersusah payah untuk membuat cara-cara yang baru. Namun sebagian
manusia masih juga belum puas sebelum mengikuti hawa nafsunya, walau
harus menentang seribu dalil asalkan apa yang dia inginkan dapat
terwujudkan. Padahal Alloh telah menyempurnakan agama ini tanpa ada
kekurangan sedikitpun. Alloh berfirman:
'

--

- > ~

('

- -

---

;-

- - -

- -

- -

--

- -

--

'

-
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-
cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama
bagimu. [Al-Maidah : 3].
Demikian pula Rosululloh r, beliau telah mengajarkan segala sesuatu yang
berkaitan dengan syariat ini yang akan memberikan maslahat kepada umat ini,
tanpa kita harus memeras fikiran untuk memikirkan maslahat yang kita anggap
yang tidak tegak di atas dalil hingga rambut pun berguguran.
'~---'------,--- . 4-V'---')--,-V'')--')---
"Sungguh aku telah meninggalkan kalian atas kejernihan, malamnya seperti
siangnya tidak ada yang menyimpang darinya setelahku melainkan binasa".
(HR. Ibnu Majah disohihkan imam Al-Albani).
Jika demikian maka wajib bagi manusia untuk menjadikan Rosululloh r
sebagai suri tauladan dalam segala perkara, tanpa harus banyak bicara yang
akan mengakibatkan perselisihan dan perpecahan yang mengakibatkan
kehancuran. Bukankah Alloh _''- berfirman :

,-

- -

--

, -

= 7'

--;

= ,

-' -

; ~

'

--

V;

,-

- -

-' - -
Buktikan Salafymu
4


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. [Al-Ahzab ; 21].
Lalu apa yang membawa sebagian mereka untuk membuat metode baru
dalam syariat ini kalau bukan karena mengikuti rayuan setan terkutuk yang
telah merasuk di dalam hatinya. Padahal mereka tahu bahwa metode
Rosululloh r sudah mencukupi dan sempurna untuk mewujudkan segala
kebaikan untuk umat manusia. Tanpa mereka sadari hari demi hari mereka
menjadi semakin jauh dari ajaran Rosululloh r, dan hati mereka pun semakin
membeku dan membatu, sehingga teguran dan nasehat bahkan Al-qur'an dan
hadits pun tak dapat lagi menyejukkan hati mereka, karena tidak mencocoki
bahkan bertolak belakang dengan apa yang mereka inginkan, yang telah
mereka anggap sebagai kebaikan, padahal mereka pun tahu bahwa sang
pembawa dalil telah datang dengan embun yang dapat menyejukkan. Namun
hati telah terlanjur membeku akibat penyelisihan yang telah lama bersarang di
lubuk hati, atau akibat pergaulan yang telah melekat sehingga nasehat pun
menjadi berat. Ini merupakan titik-titik kehancuran seorang hamba jika tidak
segera kembali keajaran Rosululloh r.

- -' ~

- -

--

- -

- ,

--

- ~-;

--- V

; ;

--'

-'

--

-- ~

--

---

- -

-
" Dan bahwasannya ini adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan
janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai-beraikan kalian dari jalanNya. yang demikian itu diwasiatkan Allah
agar kalian bertakwa. [Al-An'am : 153].
Berpegang teguh dengan sunnah Rosululloh r adalah kunci keselamatan,
lebih-lebih di masa fitnah yang tengah mengobrak-abrik kesatuan umat. Kita
hidup di masa yang telah dikatakan Rosululloh r dalam haditsnya:
'-')---;~-')-;-~-----~,-'----)--'--=--~;---~------,---'->-='-,-~--------~---)-'-
->~----------=----'-;-V'-'--=-;--'--=;--
"Sesungguhnya barang siapa yang hidup setelahku di antara kalian maka dia
akan melihat perselisihan yang banyak, maka pegang teguhlah oleh kalian
sunnahku dan sunnah khulafa' al-mahdiyyin ar-rosyidin berpegang teguhlah
dengannya dan gigitlah dia dengan gigi geraham, dan hati-hatilah kalian
dengan perkara yang baru sesungguhnya semua yang baru (dalam agama)
adalah bid'ah dan semua bid'ah itu sesat. HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dan
Ibnu Majah dari hadits Irbadh bin Sariyah disohihkan imam Al-Albani. ([1])
Buktikan Salafymu
5


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Maka apakah masih berat bagi kita untuk meruju' kepada Al-Qur'an dan
sunnah jika terjadi perselisihan. Dan apakah kita akan terus bertahan di atas
kemauan walaupun dalil tidak mendukung?! Lalu kapan kita akan tunduk dan
mewujudkan tuntutan dalil-dali tadi. Bukankah Alloh berfirman:

~-

-- - '

--

'

- -

V'-

-;

~ ,-;

--;

-!

--

-'

) -

'

- ;-

--

- -

(;

~ ,-

--'-

'
>-

'-

~ =

, -

= -

= 7'

--'

-;

-
" Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan
ulil amri di antara kalian. kemudian jika kalian berlainan Pendapat tentang
sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik
akibatnya. [An-Nisa' :59].
Ketauilah wahai manusia, sesungguhnya fitnah itu datang hari demi hari
semakin samar, hampir-hampir tidak dapat diketahui kecuali bagi orang yang
teliti dan koreksi, sehingga banyak orang yang akan terseret dalam fitnah
tersebut tanpa sengaja ataupun dengan sengaja, disebabkan kelalaian ataupun
sedikitnya pengetahuan, atau bisa jadi disebabkan fanatik ataupun suatu
ambisi. Terfitnahlah orang yang terfitnah dan kokohlah orang yang kokoh di
atas sunnah.
Dapat kita ambil pelajaran akan kisah yang terjadi dan dialami oleh
imam Amad -= dalam kasus ucapan Jahmiyyah "Al-Quran itu makhluk". Di
awal kali fitnah ini datang dalam keadaan jelas sehingga mudah diketahui
kerusakannya, dan orang tidak mudah tertipu dengannya. Namun hari demi
hari fitnah ini semakin samar yang dapat menyeret orang yang lalai hingga
datanglah kelompok baru yang seakan-akan datang sebagai pahlawan dan
penengah dengan membawa bendera tawaqquf tidak mengatakan Al-Qur'an
itu makhluk tidak pula bukan makhluk akan tetapi hanya mengtakan Al-Qur'an
itu kalamulloh. Kelompok ini dicela oleh para salaf dengan celaan yang keras,
lihatlah ucapan syeikhul islam -= dalam Majmu' Fatawa 12/420-421.
Sampai-sampai seseorang mendatangi imam Ahmad dan bertanya tentang
bagimana sikapnya jika bertemu dengan orang yang tawaqquf tidak mau
mengatakan Al-Qur'an itu bukan makhluk sedangkan orang orang itu
mengucapkan salam kepadanya, apakah dia menjawab salamnya? Beliau pun
menjawab "Jangan kamu salam kepadanya, jangan bicarai dia. Bagaimana
jadinya manusia mengenal dia jika kamu salam kepadanya? Dan bagaimana
dia mengetahui kalau kamu mengingkarinya. Jika kamu tidak mengucapkan
Buktikan Salafymu
6


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

salam padanya maka dia mengetahui kehinaan dan mengetahui kalau kamu
mengingkarinya dan manusia pun mengetahuinya([2])"Kelompok ini
dikatakan oleh Ishaq bin Rohawaih -= : "Barangsiapa mengatakan "aku
tidak mengatakan Al-Qur'an bukan makhluk" maka mereka adalah
Jahmiyyah"([3]), dan dikatakan oleh Utsman bin Abi Syaibah "mereka
(komplotan tawaqquf) lebih jelek dari mereka (yaitu yang mengatakan Al-
Qur'an itu makhluk)([4]). (Lihat Asy-Syari'ah karya Al-Ajurry halaman 68-69
cetakan Dar Ibnu Hazm, dan lihat Syarah Usul I'tiqod Ahlu Sunnah karya Al-
Lalika'i bersama tahqiqnya 2/466-475 dan 2/501-507).
Dalam kisah ini dapat diambil pelajaran bahwa sekedar mengaku
Alqur'an itu kalamulloh namun enggan untuk mengatakan bukan makhluk
hal ini tidak mencukupi dan mereka dihukumi mubtadi' jika mereka tidak ragu
bahwa Al-Qur'an kalamulloh, dan jika mereka ragu maka mereka dihukumi
kafir oleh para ulama', lihat Syarah Ushul I'tiqod Ahlu Sunnah 2/466-473 (Al-
Maktabah Al-Islamiyyah). Demikian pula halnya orang yang hanya mengaku
salafi namun perbuatan menyelisihi maka pengakuannya tidak mencukupi
untuk menjadikannya sebagai salafi.
Setelah itu datang lagi fitnah yang baru yang lebih samar dari sebelumya
ketika datangnya seseorang yang bernama Abu Ali Husain bin Ali Al-Karobisi
ketika ditanya seseorang "Apa yang kamu katakan tentang Al-Qur'an? Dia
menjawab "Kalamulloh bukan makhluk" kemudian lelaki itu bertanya lagi "Apa
pendapatmu tentang ucapan "lafdzi bil qur'an (ucapanku terhadap Al-
Qur'an)?" dia pun menjawab: "Ucapanmu terhadap Al-Qur'an adalah
makhluk". Kemudian penanya tadi bertanya kepada imam Ahmad tentang
jawaban Al-Karobisi tadi dan imam Ahmad mengingkarinya dan mengatakan
"ini adalah bid'ah". Kemudian penanya mendatangi Karobisi dan
mengkhabarinya tentang pengingkaran imam Ahmad, kemudian dia pun
mengatakan "Ucapanmu terhadap Al-Qur'an bukan makhluk" kemudian
ucapan ini pun diingkari oleh imam Ahmad dan mengatakan " ini juga bid'ah!".
Kemudian penanya kembali kepada Karobisi dan mengkhabarinya bahwa imam
Ahmad mengingkarinya dan mengatakan ini juga bid'ah, maka Karobisi pun
berkata "Apa yang kita perbuat untuk si anak kecil ini (yaitu imam Ahmad),
kalau kita bilang makhluk dia bilang bid'ah, kalau kita bilang bukan makhluk dia
bilang bid'ah". Mendengar komentar ini maka marahlah para murid imam
Ahmad, sehingga Karobisi dijarah dengan sebab itu([5]). Tujuan imam Ahmad
dengan pengingkaran ini adalah untuk membantah orang-orang Jahmiyyah.
Buktikan Salafymu
7


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Lihatlah bagaimana fitnah itu datang dengan berbagai bentuk, semakin
hari semakin samar dan menghanyutkan, namun orang yang cermat tidaklah
mudah tertipu dengan makar-makar busuk tersebut. Dengan demikian para
ulama' memberi peringatan keras terhadap orang-orang seperti ini. Dapat kita
ambil faedah bahwa seseorang yang hanya mengaku mengatakan Al-Qur'an
kalamulloh namun masih menyerap sebagian pemikiran Ahlul bida' maka
pengakuan itu hanya dongeng belaka. Maka demikian pula halnya seseorang
yang mengaku bermanhaj salaf namun masih juga duduk dengan mubtadi'
maka pengakuan itu hanyalah dongeng belaka karena perbuatannya masih
menunjukkan dia berwala' dengan pelaku bid'ah.
SISI KEMIRIPAN DENGAN FITNAH MAR'I
Demikian juga dengan fitnah mar'i yang kini muncul dan mengobrak-
abrik dakwah salafiyyah, di awal kali munculnya fitnah ini keadaannya sangat
jelas seperti matahari di siang bolong, para pembelanya memiliki keberanian
untuk membela yang batil dan berani terang-terangan untuk menebar fikiran
busuknya, sehingga para pengikut mereka memang betul-betul orang yang
ingin kebatilan, dan mudah bagi ahlul haq untuk membongkar kedok busuk
mereka, sehingga mudah untuk memberi peringatan kepada orang yang haus
kebenaran. Dan ahlul haq berjuang sekuat tenaga mereka untuk membela
kebenaran tersebut dan menumpas kebatilan mereka.
Namun para hizbiyyin tersebut tidaklah mau kalah demi membela kebatilan,
sehingga mereka menggunakan kekuatan tenaga mereka untuk menganiaya
orang yang lemah dari para pembawa bendera alhaq setelah mereka tidak
mampu untuk membantah hujjah. Akhirnya mumpung ada kesempatan dan
kawan-kawannya masih banyak akhirnya mereka cari orangorang yang lemah
di mata mereka dan kemudian mereka menyakitinya, ada yang sekedar
diancam dan ada pula yang dikasih tonjokan([6]). Begitulah gayanya Ahlul batil
mengikuti gaya bos besar yaitu Fir'aun ketika tidak mampu lagi untuk
membantah hujjah yang dibawa nabi Musa r yang telah dikisahkan Alloh Y
dalam ayatnya:
Q---'

-' -

'

; - ,

-'

- * Q-

-;

--

- -

'

- -

-'

'

- ~-' -

-'

- * ;

-- ~- V

'

-'

- *

- - -

-'

-
Q-

V'

- -

-'

-! -

* ;

- =

- - -

>

'-

-'

- -

-;

('

- *
23. Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
Buktikan Salafymu
8


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

24. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di
antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang)
mempercayai-Nya".
25. berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak
mendengarkan?"
26. Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang
kamu yang dahulu".
27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu
sekalian benar-benar orang gila".
Lihatlah bagaimana gaya orang terlaknat ini ketika tidak mampu
membantah hujjah dia mulai memberi talbis kepada para pengikutnya agar
kebatilannya tidak terbongkar, kemudian nabi Musa r melanjutkan hujjahnya
dan Fir'aun semakin gelagapan dan tidak mampu menghadapi hujjah nabi
Musa r, mulailah dia menggunakan kekuatan dan kekuasaannya dengan
memberi ancaman agar nabi Musa r menghentikan misi yang dia bawa:
;

- -

--

- -

'

- -

-'

, ~

-' -

-'

- * Q-

-;

= ~

-'

- -

>-

, -

-'

'-

=-'

-'

- *
28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang
ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
29. Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain Aku,
benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
Namu pembawa bendera kebenaran tidaklah kemudian melemah akibat
ancaman konyol, akan tetapi semakin kokoh untuk menegakkan hujjah dan
bukti kebenaran. Maka mulailah nabi Musa r menunjukkan bukti dan mu'jizat
yang dikaruniakan Alloh Y kepadanya:

Q-

- -- -

V'- * Q-

' ~-'

--

- -

'

'

-'

- * Q-

-'

'

- '

'

- *

'

--

'

~ -

'

- -

- - ,

Q-

*
30. Musa berkata: "Dan Apakah (kamu akan melakukan itu) Kendatipun aku
tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata ?"
31. Fir'aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika
kamu adalah Termasuk orang-orang yang benar".
Buktikan Salafymu
9


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

32. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu
(menjadi) ular yang nyata.
33. dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), Maka tiba-tiba tangan
itu Jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
Firaun semakin terbongkar kelemahannya, sedangkan nabi Musa tidak
merasa gentar dengan ancaman konyol si terlaknat, akhirnya karena dia takut
akan gugurnya kekuasaan yang dia miliki dia pun semakin ingkar dan berusaha
mengelabui dan menakut-nakuti para pengikutnya agar tidak mengikuti
kebenaran yang dibawa nabi Musa r:

-'

;-

- - ,

='

'

> *

'-

'

, =

- -

'

- -

--

- *
34. Fir'aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya:
Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
35. ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; Maka
karena itu Apakah yang kamu anjurkan?"
Melihat ketegaran nabi Musa r di depan musuhnya, mulailah mereka
mencari jalan untuk melemahkan nabi Musa r sekaligus mengelabui manusia
agar tidak mengikutinya:
Q-

~'

- -

-'-

; '

; )

-'

- *

;-

- -

' =

- -

- -;-

'

- *

-'

--

= ~-'

- * -

>

~'

--

--

-- =

- * Q-

-'

-'

- ;

-' -

= ~-'

--

-'

- *
36. mereka menjawab: "Tundalah (urusan) Dia dan saudaranya dan
kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli
sihir),
37. niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai
kepadamu".
38. lalu dikumpulkan Ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang
ma'lum
39. dan dikatakan kepada orang banyak: "Berkumpullah kamu sekalian.
40. semoga kita mengikuti Ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang
yang menang"
Buktikan Salafymu
10


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Memang hati Fir'aun telah membatu mengikuti ahli sihir jika mereka
menang, kemudian apakah Fir'aun mau mengikuti nabi Musa r jika ahli sihir
kalah?! Mari kita simak firman Alloh Y:
Q-

-'

-'

- =

-'

- -

, =

V'

'

; - ,

-;

-'

= ~-

'

='

- * ,

-'

'

- -

-'

- Q-

- * -

'

-;

'-

~;

-'

-
;

- * ;

-'

-'

- =

-'

'

; - ,

-;

-'

)-

-'

'

- * ; -

'

-'

--

'

- '

~;

--

'

-
*
41. Maka tatkala Ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun:
"Apakah Kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika Kami
adalah orang-orang yang menang?"
42. Fir'aun menjawab: "Ya, kalau demikian, Sesungguhnya kamu sekalian
benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".
43. berkatalah Musa kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu
lemparkan".
44. lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan
berkata: "Demi kekuasaan Fir'aun, Sesungguhnya Kami benar-benar akan
menang".
45. kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya Maka tiba-tiba ia menelan
benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
Pembawa bendera Alhaq pasti tertolong dan kebenaran pasti
ditegakkan, lihatlah bagaimana keajaiban pertolongan Alloh Y dan Fir'aun pun
semakin dipermalukan Alloh Y dengan berimannya ahli sihir karena kebenaran
yang dibawa nabi Musa r:
Q-

='

= ~-'

'

- * Q-

-'

-'-

-'

-;

-'

- *

'

;-

~;

--

*
46. Maka tersungkurlah Ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
47. mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
Lihatlah bagaimana gaya Fir'aun setelah ini:
-

'

>

-;

- -

, = ~-'

- -

-'

- -

,-

- -

'

- -

> -

--

- 7'

- >

- -

- -

- -

- =

'

- -

-

Buktikan Salafymu
11


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

49. Fir'aun berkata: "Apakah kalian sekalian beriman kepada Musa sebelum
aku memberi izin kepada kalian? Sesungguhnya Dia benar-benar pemimpin
kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian Maka kalian nanti pasti benar-
benar akan mengetahui (akibat perbuatan kalian); Sesungguhnya aku akan
memotong tangan kalian dan kaki kalian dengan bersilangan dan aku akan
menyalib kalian semuanya".([7])
Jika iman telah membasahi lubuk hati yang memberi kesejukan, maka
bagaimanapun beratnya rintangan da'i tidak akan mempedulikannya demi
mendapatkan keridhoan Alloh Y:
;

-'

--

,-

'

, -

~ V;

-'

- * Q-

- ;

- V

'

- -

'

-'

-'

='

- -

'

'

-'

*
50. mereka berkata: "tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya
Kami akan kembali kepada Tuhan Kami,
51. Sesungguhnya Kami Amat menginginkan bahwa Tuhan Kami akan
mengampuni kesalahan Kami, karena Kami adalah orang-orang yang
pertama-tama beriman".
Bagaimana pun mereka menyembunyikan makar busuk mereka maka
Alloh mengetahuinya, maka Alloh Y memerintahkan nabi Musa r untuk
berangkat dan menyelamatkan kaumnya dengan mengikuti perintah Alloh Y,
sedangkan Fir'aun bagaimana pun pintarnya dia membuat rencana maka dia
tidak akan bisa mengetahui rencana Alloh yang mengakibatkan kehancuran
Fir'aun dan bala tentaranya. Mari kita simak Firman Alloh Y hingga akhir
kehancuran Fir'aun:
;

--

- -

'-

'

, ~

'

'-

~;

--

'

- -

* Q-

~'

- -

-'-

; - ,

'

- * ;

--

V ;

-'

- *

-'

'

= -

- *

- -

-'

- '

- =

'

- *

;-

, -

-'

- -

J-

, ~

'-

-' '

; -

- -
* Q-

, ~

- ;

- -

'

- * ; -

-'

'-

~;

-'

= ~

V'

-'

-'-

,-'

- * )

~--


> -

-'

Q-

- *

~;

--

'

- -

'

;-

=-' -

- ,

- -

-' -

-'

, =

-' -'

- -

, ~'

'- * Q-

= 7'

-'

* Q-

- =

'

;-

~;

-'

- -

'

-
Q-

= 7'

- *
52. dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari
dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena Sesungguhnya
kamu sekalian akan disusuli".
53. kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya)
ke kota-kota.
Buktikan Salafymu
12


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

54. (Fir'aun berkata): "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar
golongan kecil,
55. dan Sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah
kita,
56. dan Sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga".
57. Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata
air,
58. dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia[1084],
59. Demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (Itu) kepada Bani
Israil
60. Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu
matahari terbit.
61. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah Pengikut-
pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".
62. Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku
besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".
63. lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan
tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah
seperti gunung yang besar.
64. dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain[1086].
65. dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya
semuanya.
66. dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.
Demikian pula yang dilakukan oleh para hizbi Adni, tidak mampu
mengalahkan hujjah, mereka main premanisme.


Buktikan Salafymu
13


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

MUNCULNYA MANHAJ TAWAQQUF
Di saat fitnah sedang memanas maka muncullah kaum berwajah dua yang
mengobarkan bendera tawaqquf, yang kenyataannya tawaqquf ini lebih
condong kepada hizbiyyin, karena itu syekh Yahya mengatakan "Para
mutawaqqifun lebih dekat/ cenderung kepada kebatilan". Sungguh benar apa
yang dikatakan oleh beliau, kenyataan yang kita saksikan dari kalangan
Indonesia, siapa di antara mereka yang bermanhaj tawaqquf yang tidak
cenderung kepada luqmaniyyin?! Di saat itu Syekh Salim Al-Hilali =-= pun
mengatakan tawaqquf dalam fitnah adalah bid'ah, maka terpukullah para
mutawaqqif tapi mereka tak punya jalan untuk membantah. Berkata imam Al-
Ajurri -= dalam kitabnya Asy-Syari'ah hal. 68:
'---=---'---= : '-;-'---= : ='--~ -- : )---;----=-)--;-,--'--'--'-'----=,-
--'-'- : ;-V'-,---'-'-,----=--=----V; : -;------'---=,)----~--='--
='-----'---- : ='-;->~-')---,---=--->-----'---=--V,- : ~'----~--'-=;='-
~--'==-'--,-- '--;)----=;--
"telah mengkhabarkan kepadaku Ibnu Makhlad, berkata telah mengkhabarkan
kepadaku Abu Dawud, berkata aku mendengar Ahmad dan disebutkan dua
lelaki yang tawaqquf dalam Al-Qur'an dan menyeru kepada (madzhab) ini,
maka imam Ahmad mendoakan jelek untuk keduanya- dan beliau berkata
kepadaku mereka adalah fitnah yang besar dan beliau menyebut keduanya
dengan kebencian. Berkata Abu Dawud aku melihat Ahmad disalami oleh
seorang lelaki dari Baghdad dari kalangan yang mutawaqqif menurut berita
yang sampai kepadaku, maka imam Ahmad berkata kepada lelaki itu :
menjauhlah, aku tidak mau melihatmu datang ke pintuku" dengan ucapan yang
keras dan beliau tidak menjawab salamnya, dan beliau berkata padanya
"Alangkah butuhnya kamu untuk diperbuat seperti yang diperbuat Umar t
kepada Subaigh, dan beliau masuk ke rumahnya dan menutup pintunya.
Demikianlah sikap yang harus kita tegakkan kepada para mutawaqqif
dalam fitnah Mar'iy, karena kenyataannya mereka lebih cenderung kepada
hizbiyyin.
MUNCULNYA MAKAR SILUMAN HITAM ABU SALMAN
Di tengah-tengah gentingnya fitnah Mar'iy, muncul sesosok makhluk
yang berlindung di balik kekuatan luqmaniyyin dengan menampakkan diri
Buktikan Salafymu
14


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

sebagai pembela kebenaran. Ini merupakan makar untuk melemahkan ahlul
haq, namun Alloh telah berfirman:
Q-

-'

, -

--

--

, -

, -

Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. dan
Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya. [Ali-Imron ayat: 54]
Awal makhluk yang bertipe ini dalam fitnah Adny adalah Mustofa Abu
Salman Al Butoniy siluman hitam, yang mengaku terang-terangan bahwa
Abdur-Rohman Adny adalah hizbi dan mengaku tidak membela luqman dan
komplotannya, dan kemudian berusaha masuk ke para hurros alias penjaga
pondok dengan mempengaruhi mereka bahwa para Tsabitin mereka adalah
orang-orang yang suka bikin pecah belah dengan modal ucapannya "Abdur-
Rohman Adny adalah hizbi". Sehingga para hizbiyyin ketika itu terlihat seakan-
akan mereka adalah penegak kebenaran sedangkan para tsabitin terlihat
seakan-akan sebagai pemecah belah di mata para hurros([8]). Ini semua akibat
ulahnya si Abu Salman siluman hitam sedangkan dia berlindung di belakang
hizbiyyin agar selamat dari hantaman Luqmaniyyin. Dan di Dammaj bertopeng
dengan kalimat "Abdur-Rohman Adny hizby" agar terlihat dia sebagai pembela
kebenaran. Hingga terbongkarnya kedok luqman dengan celaannya terhadap
Syekh Yahya, sehingga terbukalah mata para hurros berikut terbongkarlah
sampah busuk siluman, namun tak henti-hentinya dia bikin talbis dengan
modal kalimat tadi, namun Alloh tidaklah buta sehingga terbongkarlah kedok
busuknya dan setelah sampai di Indonesia diapun menjadi sang penerjemah
dauroh Abdulloh Mar'iy, maka terbuktilah perbuatan nifaqnya dan tamatlah
riwayat siluman hitam([9]).
PEWARIS MAKAR SILUMAN HITAM
Fitnah berdatangan hari-demi hari semakin halus dan mulus, sebagaimana
yang telah terjadi di zaman imam Ahmad, demikian pula di zaman ini fitnah
Mar'iy semakin datang dengan bentuk yang sangat halus. Setelah perginya
para hizbiyyin Indonesia dari markaz Dammaj, mulailah para pengobar bendera
makar mengobarkan benderanya yang dilapisi dengan emas, setelah mereka
tidak punya pelindung dari kalangan hizbiyyin, terlihat mereka semakin
melemah dan tersudutkan, yang sebelumnya mereka berlindung di balik layar
hizbiyyin untuk menanti kemenangan, tapi ternyata hizbiyyin semakin
dilemahkan Alloh hingga mereka harus kabur dari markaz ilmu. maka
bangkitlah Imam Brebes untuk mencari kekuatan, mengumpulkan
Buktikan Salafymu
15


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

komplotannya yang terdiri dari beberapa orang di antaranya Ridho dan
beberapa orang yang teranggap sebagai pembesar mereka, beranjaklah
mereka dengan melangkahkan kaki menuju syekh Yahya untuk protes atas
sikap yang mereka dapatkan dari para tsabitin. Setelah berhasil mereka
menembus pintu syekh Yahya segeralah mereka mengutarakan keluhan yang
selama ini mereka alami, kenapa mereka selalu mendapatkan boikot dan
wajah masam padahal selama ini mereka bersama para Tsabitin dalam
keyakinan yaitu mereka meyakini Abdur Rohman Mar'iy dan saudaranya
adalah hizbi dan luqman juga hizbi, dan mereka/sebagian mereka rela
bersumpah atas kebenaran yang mereka ucapkan.
Lihatlah wahai pembaca yang mulia bagaimana pintarnya mereka mengelabui
seorang ulama', menutupi kesalahan hanya sekedar dengan pengakuan yang
tidak berarti ini. Sehingga mereka pun menuntut hak mereka dan meminta
agar santri Indonesia semua dikumpulkan di depan syekh Yahya. Maka
terjadilah pertemuan dan terjadilah diskusi, bercelotehlah Imam, Ridho dan
yang lainnya mengutarakan mauqifnya mereka selama ini.
Mereka menganggap bahwa mereka menang dalam ijtima' ini, tidaklah
demikian, karena Alloh yang akan membongkar kedok mereka. Ternyata benar,
sesampainya Imam di Indonesia diapaun turun di markas hizbiyyin di Aceh dan
mengisi muhadhoroh di sana, maka terbongkarlah kehizbiyannya yang selama
ini dia tutupi di depan masyayikh dan dia menampakkan kebaikan di depan
para masyayikh.
Dapat kita fahami bahwa ucapan Imam "kami meyakini Abdurrohman
hizby mulai awal fitnah" hanyalah dongeng belaka untuk menipu ulama',
bagaimana tidak, karena ucapan ini didustakan oleh perbuatannya. Jika dia
meyakini Abdur Rohman hizby dari awal fitnah, maka keharusannya dia tidak
berkumpul dengan para hizbiyyin dan tentunya mendukung dan membela para
pembela alhaq yang dikumandangkan syekh Yahya. Tapi apa kenyataannya,
semenjak dulu dari awal fitnah teman duduknya hanyalah dengan para
hizbiyyin dan tidak pernah lepas dari mereka, maka cukuplah ini sebagai bukti
akan samanya dia dengan mereka. Rosululloh r telah bersabda:
J-'=------=,=----)---=------=,-
"Seseorang itu di atas agama saudaranya maka hendaklah salah seorang
dari kalian melihat siapa yang dia temani". HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dari
hadits Abu Huroiroh t.([10])
Buktikan Salafymu
16


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Maka kami lebih percaya dengan ucapan Rosululloh r daripada alasan
Imam: Aku duduk dengan mereka untuk menasehati mereka, ini hanya
omong kosong, jika ini kau yakini sebagai kaedah yang benar, kenapa baru kali
ini kalian terapkan, sementara sururiyyin juga butuh nasehat semenjak dahulu
karena banyak juga dari mereka yang bodoh tidak tahu apa-apa, kenapa kalian
tidak mau duduk dengan sururiyyin demi menasehati mereka, bahkan kalian
dulu meyakini siapa yang duduk dengan sururi maka diapun sururi. Pengekor
Abul Hasan juga butuh nasehat kenapa tidak satupun dari kalian yang mau
duduk dengan mereka untuk menasehati jika kalian memang orang yang
jujur?! Dan siapakah dari kalangan salaf yang memberi keringanan bolehnya
duduk dengan ahlul bathil jika tujuannya untuk nasehat?! Tidakkah bisa kalian
ambil pelajaran akan kisahnya Imron bin Hitthon yang menikahi wanita
khowarij dengan tujuan ingin mengembalikannya kepada sunnah, apa
akibatnya? justru Imron yang menjadi khowarij. Renungilah ucapan Ibnu
Batthoh -= dalam kitabnya Al-Ibanah:
)-=-~=-----='---=-VQ---~--,~-)--')--'--~--'-'~-;;-~;)--)--'--~-;~,-V;--
'~-~-'=---)----,'=--'--)---=~-)--,----)-'-~--- ;---;V'-)- : '->)-=
-----~)--'---;-----,=,=-'---~-'-)->-'=--'------~'-)-'----)--=,=-~V,
'--==~'---'-)---'--;)---,-'--(>--~---;~-'=-;)-;-~-;)-;---;-'-~'--'---'-=
;)--;-~--=,---'---,---
"Ini adalah ucapan Rosululloh r dan beliau adalah orang yang jujur dan
dibenarkan, maka takutlah kepada Alloh wahai kaum muslimin jangan sampai
prasangka baik sebagian kalian terhadap dirinya sendiri menyeretnya, dan
jangan sampai apa yang dia ketahui dari pengetahuannya akan benarnya
madzhabnya menyeretnya kepada sesuatu yang membahayakan agamanya
dengan duduk-duduk dengan para pengekor hawa nafsu ini dan dia
mengatakan: Aku memasukinya untuk mendebatnya dan mengeluarkan
madzhabnya darinya", sesungguhnya mereka lebih berbahaya fitnahnya dari
pada dajjal, dan ucapan mereka lebih lengket dari pada kudis, dan lebih
membakar hati dari pada nyala api. Dan sungguh aku telah melihat
sekumpulan manusia yang mereka dulu melaknat mereka (ahlul ahwa') dan
mencacinya, kemudian mereka duduk-duduk dengan mereka dengan tujuan
mengingkari dan membantah mereka, dan senantiasa mubasathoh
(bersenang) dengan mereka dan tersembunyi tipu daya dan halusnya
kekufuran hingga mereka (ahlul ahwa') menimpakannya kepada mereka (orang
yang mengingkari).
Buktikan Salafymu
17


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Bukankah tujuan orang ini ingin memberi nasehat dengan cara
membantah dan menjelaskan kesalahan madzhabnya? namun apa akibatnya,
justru dialah yang terseret dalam jaringan kudis mereka. Apakah kalian lebih
percaya dengan ucapan gombal Imam Brebes ini daripada ucapan Al Imam As
Sunniy Ibnu Batthoh?! Lihatlah bagaimana Imam sekarang apakah dia yang
menjadi salafi ataukah dia yang terseret kejaringan kudis hizby? Telah kita lihat
kenyataannya, padahal Imam dulu bersumpah di depan syekh Yahya, namun
yang namanya nifaq tetap saja nifaq, mengaku bersama syekh Yahya dan para
tsabitin namun perbuatannya duduk-duduk bersama hizbiyyin
mendustakannya, dan tidak sesuainya ucapan dengan perbuatan adalah
termasuk nifaq, sebagaiman yang dikatakan oleh Al-Hasan -= :
'---'- : '---'-;=,=--;-=---;---;-;---->-,~-'->-='-'--- : '---')---------'-'---'~ : -
--
" Dan dikatakan : nifaq adalah berselisihnya yang tersembunyi dan yang
Nampak dan ucapan dan amalan dan tempat masuk dan tempat keluar, dan
dikatakan : pondasinya nifaq yang dibangun nifaq di atasnya adalah dusta.
(Diriwayatkan Al-firyabi -= dalam " Sifat Nifaq", dihasankan oleh syekh
Jamil =-= dalam kitab Fathu Arhamir Rohimin hal. 39).
Selanjutnya, jika memang Imam adalah orang yang jujur dalam
pengakuannya, kenapa ketika luqmaniyyin masih segar dan kuat dia tidak
pernah mengutarakan mauqifnya itu di hadapan mereka, dan tidak pernah
terdengar dia menyatakan bahwa mereka adalah hizbiyyun, padahal dia
mengaku bahwa dirinya satu keyakinan dengan kami dalam fitnah mar'iy mulai
awal fitnah?!. Selanjutnya lagi, jika memang Imam orang yang jujur, kenapa
ketika sebagian ikhwah tsabitin didzolimi luqmaniyyin dia hanya menonton,
tidak membela ikhwah tersebut dan tidak pula mensikapi si zholim, malah dia
tetap asyik berlenggak-lenggok dengan mereka?! Setelah luqmaniyyin pada
kabur membawa hizbiyyahnya barulah Imam dan komplotannya berkoar-koar
"kami bersama syekh Yahya". Buktikan pengakuan kalian dengan perbuatan,
jangan bergaya seperti kaum munafiqin, mengaku tanpa berbuat.
Kepercayaan kami dengan hadits Rosululloh r akan membawa kebaikan,
terbuktilah Imam sebagai salah satu dari para hIzbiyyin. Dan kepercayaan kami
dengan hadits Rosululloh r membawa kami untuk mensikapi Imam cs berikut
para pembelanya sesuai dengan ajaran salaf:
Buktikan Salafymu
18


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Allalika'i -= dalam Syarah Ushul I'tiqod meriwayatkan dari Fudhoil bin
Iyadh -= berkata: -='-----='~-~-=--
"Barangsiapa yang duduk-duduk dengan pelaku bid'ah, maka berhati-hatilah
darinya"([11])
Berkata Syeikhul Islam -= dalam kitab Majmu' Fatawa 35/414:
---=-,~->V,-~-'--'=-'=--=,-'-'-'-
"Dan apabila seorang lelaki bergabung dengan pelaku kejelekan dalam
perjalanan maka harus hati-hati darinya"
Lalu bagaimana dengan Imam, Ridho berikut para pembuntutnya?,
setelah mendengar ucapan Fudhoil dan syeikhul islam ini, apakah masih ada
yang menyalahkan sikap kami untuk berhati-hati dari mereka, karena mereka
selalu asyik dengan hizbiyyin?!, jika masih ada yang menyalahkan maka apa
komentarnya terhadap ucapan dua ulama' ini? Apakah dia juga akan
menyalahkannya? Jika iya, maka siapakah dia berani komentar sedangkan dia
tidak faham manhaj salaf?!, jika tidak, maka kenapa dia menyalahkan kami
ketika kami amalkan nasehat dua ulama' ini?! Maka ketahuilah wahai para
pembaca dan pendengar bahwa apa yang kami lakukan dari sikap kami
memboikot mereka sebagai sikap berhati-hati adalah di atas alhaq, bukan
karena hawa nafsu, dan barangsiapa yang menyalahkan maka datangkanlah
dalil dan bantahlah ucapan syaikhul islam dan Fudhoil yang telah kami nukil
tadi.
Demikian juga dengan Ridho yang telah mengaku seperti pengakuan
Imam di depan syekh Yahya =-= , apa buktinya dan bagaimana dia sekarang?
Bukankah dia bersama hizbiyyin?! Apakah kalian masih tidak percaya dengan
penjelasan kami bahwa mereka itu berhati sakit semenjak dahulu?
Lalu bagaimana dengan yang lainnya yang hingga sekarang ini masih
bertahan di Dammaj. Kami menghukuminya secara dzohir, yaitu telah kami
lihat dari awal fitnah Mar'iy dia bersama para hizbiyyin, setelah itu dia bersama
pasukan Imam, maka kami meyakini bahwa mereka sepemikiran dengan Imam
hingga sekarang ini, selama dia tidak berlepas diri dari mereka dan
menyatakan kehizbiyyan mereka. Inilah yang dzohir bagi kami walaupun dia
menyatakan sebagaimana dia dulu menyatakan bahwa Abdur Rohman hizby,
namun perbuatannya tidak bisa diingkari kalau dia itu seperti Imam dalam
pengakuannya. Maka kami nyatakan bahwa dirinya adalah makhluk yang
Buktikan Salafymu
19


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

berhati sakit([12]), hingga dia benar-benar membuktikan baronya (berlepas
dirinya) dari para virus dan kuman!
PEWARIS MAKAR IMAM BREBES
Setelah kepergian Imam dari markaz Dammaj, muncul sang pewaris
makarnya yang pada hakekatnya dia memang dari komplotan Imam dan
prajuritnya, namun tidak banyak bicara karena hanya sekedar prajurit. Dialah
yang bernama Syarif (Palembang) yang kini juga mengaku sebagai pembela
syekh Yahya, berada di barisan Imam Brebes yang maknanya satu pendapat
dengannya, yaitu meyakini Abdur Rohman hizby dari awal fitnah. Maka kami
katakan: Jika demikian pernyataan Syarif maka itu hanyalah dongeng belaka,
dan akan kami sebutkan kisah yang kami alami dengan Syarif sebagai bukti
akan dongengnya ini.
Di awal kedatangan Sayrif di Dammaj, fitnah Luqmaniyyun sedang berkecamuk
dan mereka memiliki kekuatan otot, sehingga mereka berusaha untuk
mengkaburkan masalah ketika tidak mampu melawan hujjah. Syarif ketika itu
menyatakan bingung tentang kondisi Abu Taubah, karena dia mendengar dari
sebagian tsabitin bahwa Abu Taubah mencela syekh Yahya dan diusir oleh
syekh Yahya dari Dammaj, sementara Luqmaniyyun memuji-muji Abu Taubah
dan mengkaburkan masalah. Di tengah-tengah kebingungan ini maka diapun
mencoba untuk mencari keterangan yang benar, di antara yang dia mintai
keterangan tentang hal itu adalah kami (penulis), tiba-tiba dia datang bertamu
ke kamar kami bertepatan kamar kami berada di atas kamarnya (tetangga),
lalu dia menanyakan tentang kondisi Abu Taubah yang sebenarnya apakah dia
itu baik atau jelek, maka kami jelaskan sesuai kenyataan yang kami lihat di
Dammaj, lalu dia pun faham dan mengatakan ternyata begitu Abu Taubah
(jelek), lalu dia mengeluhkan perkara yang dia alami sewaktu dia masih di
Indonesia dan mengatakan: "Makanya kok saya dihalang-halangi ke Dammaj
oleh Bukhori([13]), ternyata karena Abu Taubah kaya gitu", tanpa kami
mengorek-ngoreknya.
Setelah dia menyatakan pernyataan ini kami mengira dia berhati bersih. Lalu
kami sebarlah pernyataan ini sebagi bukti bahwa Bukhori termasuk salah satu
dari yang menghalangi ke Dammaj, tiba-tiba Syarif berusaha untuk membalik
fakta di hadapan Ali Klaten([14]). Maka Ali pun mendatangi Dzakwan dan
menegurnya bahwa Syarif bilang dia tidak ada mengatakan Bukhori
menghalangi ke Dammaj. Ini pengakuan Ali di hadapan Dzakwan, sementara
kami mendengar dengan telinga kami dia bilang begitu, dan kami siap
Buktikan Salafymu
20


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

mubahalah jika Syarif mengingkari. Mendengar hal ini maka Dzakwan pun
mendatangi kami dan menanyakan tentang kebenaran hal itu, dan kami
katakan: Iya benar dia sendiri yang bilang begitu tanpa ana tanya-tanya.
Tidak lama kemudian, ketika kami turun dari kamar kami, Syarif pun
memanggil kami ke kamarnya, maka kami pun masuk, lalu dia
mengatakan: "Ana minta tolong, ana jangan diikut-ikutkan masalah ini", lalu
kami menjawab: "Kami tidak mengikut-ikutkan antum, cuma kami jadikan ini
sebagai bukti akan kebenaran kami bahwa banyak dari ustadz Indonesia yang
menghalang-halangi ke Dammaj, tapi ternyata para saksi pada mundur ketika
dibutuhkan, akhirnya kami dituduh pendusta, ketika kami mendengar
pernyataan antum, kami senang karena ini sebagai bukti akan kejujuran kami.
Dan kami tidak mengikut-ikutkan antum, tapi kalau antum kemudian mundur
lagi maka kami lagi yang dituduh dusta". Lalu dia mengatakan: "Iya tapi
janganlah ana diikut-ikutkan". Setelah ini maka kami tahu bahwa Syarif
pengecut takut kena hantaman Luqmany, atau mungkin dia berpihak kepada
Luqmaniyyin. Kami yakin dua sebab ini semua ada pada dirinya
karena kenyataannya dia berada di barisan mereka. Kemudian kalau dia
mengaku bahwa dirinya meyakini sebagaimana keyakinan para tsabitin dari
awal fitnah, apakah masih ada yang mau percaya padanya setelah keterangan
kami tadi?! Tentu saja ini semua hanyalah dongeng. Dan jika dia mengatakan
bahwa dia dulu luqmani dan sekarang tidak lagi, maka kami tanyakan mana
pernyataan tobatnya atas tingkah lakunya yang lalu, dan kenapa tidak
menyatakan pernyataan ini ketika ijtima' di depan syekh Yahya?! Malah dia
diam di barisan Imam yang menunjukkan dia seperti Imam dari awal fitnah!,
maka sangat lucu jika ada yang komentar bahwa Syarif sekarang sudah bagus
mauqifnya,kami menganggap orang seperti ini adalah orang yang lalai([15]),
apakah dia tidak melihat hari-harinya Syarif bersama para mardho, apakah dia
pura-pura buta? Lalu bagaimana komentarnya sekarang ini setelah terbukti
Syarif bersama Bukhori dan Abu Taubah, apakah dia masih juga mengatakan
Syarif bagus. Janganlah kalian tertipu dengan slogan si Syarif: "Aku kembali ke
pondok Bukhori untuk menasehatinya". Mereka saling mewarisi embel-embel
ini untuk menyelamatkan diri dari kritikan dan untuk menipu orang-orang yang
lalai. Kalau memang kamu jujur wahai Syarif kenapa kamu tidak ke sururiyyin
untuk menasehati? Dan ucapan kamu Bukhori sekarang sudah faham
fitnah, apa yang kamu maksud dengan kalimat sudah faham? karena
fahamnya mereka adalah Abdur Rohman Al Adniy itu salafi([16]). Apakah ini
yang kamu maksud? Ataukah yang kamu maksud dia faham bahwa Abdur
Rohman dan luqmaniyyin hizbiyyun, jika ini yang kamu maksud maka mana
Buktikan Salafymu
21


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

buktinya setelah dulu kamu menyatakan bahwa Bukhori menghalangi ke
Dammaj.
Tidak ada ulama' salaf yang mau berteman dengan hizbiyyin ahlul bida'
sebelum mereka bertobat([17]). setelah bertobatpun mereka hati-hati, kalau
memang terlihat bukti kejujurannya dalam bertobat baru mereka terima.
Adapun kamu wahai Syarif- mau jadi pahlawan, maka hadits Rosululloh r dan
kalam ulama' lebih kami percaya dari pada gombalnya Syarif. Dan ucapannya
"Aku sudah hajr Abu Taubah", ini hanyalah dongeng dan permainan ketoprak,
bagaimana tidak, sedangkan dia tetap berada di sana, jika kamu benar-benar
menghajr Abu Taubah maka tidak mungkin kamu sanggup tinggal bersamanya
dan pasti terjadi bentrok. Paling-paling kamu hanya tamayyu' sebagaimana
perbuatanmu di Dammaj. Maka keberadaanmu bersama mereka sudah cukup
menjadi bukti akan sakitnya hatimu.
Ketahuilah wahai ahlu sunnah, sesungguhnya mereka itu adalah orang-
orang yang menanti-nanti kemenangan, baru kemudian mereka ikut terjun. Di
awal fitnah terlihat luqmaniyyun merdeka, mereka pun berada di barisan
luqmaniyyun, ketika luqmaniyyun bangkrut dan kabur dan terlihat para tsabitin
telah menang dalam arena tanding, maka merekapun mulai mengaku-ngaku
bersama syekh Yahya =-= . ([18]) Gombal dan gombal!!! Tidak ada tamayyu'
dalam agama ini, sikap kalian seperti ini adalah seperti sikapnya kaum
munafiqin di zaman Rosululloh r, jika kaum mu'minin menang dan pasti
menang- mereka mengaku-ngaku bersama kaum mu'minin, sebagaimana Alloh
Y berfirman:

--

-' -

-' -

- -

- -

-'

--'

- = -

- -

-' -

'

- -

-;

~-

,-

--

-'

- -

- - -

- -

; =- ~

-'

---

-
>-

--

- ;

-'-

--

-' -

-- >

-'

-'

- -

- -

- - =

--'

--

-
" (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi
pada diri kalian (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagi kalian
kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah Kami (turut berperang)
beserta kalian ?" dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan
(kemenangan) mereka berkata: "Bukankah Kami turut memenangkan kalian
dan membela kalian dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi
keputusan di antara kalian di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan
memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang
yang beriman". [An-Nisa' : 141]
YASIRUDDIN ABU HAMMAM BIKIN HEBOH
Buktikan Salafymu
22


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Setelah para pembuat makar tadi berjatuhan, muncul lagi makhluk yang
lebih menghanyutkan fitnahnya dan lebih halus dan mulus. Dialah Yasiruddin
alias Abu Hammam yang telah meniti jejak Abu Salman dalam fitnah ini.
Sungguh orang ini telah menipu banyak orang di Indonesia dengan gaya sang
pembela alhaq.
Kami akan menguraikan secara ringkas gelagat orang ini ketika di
Dammaj. Dahulu Yasiruddin adalah salah satu dari murid Abu Ma'sud di Gresik,
kemudian dia kabur mengekori Ja'far panglima khowarij. Kemudian Alloh
memudahkannya ke Dammaj dan sesampainya di Dammaj baru dia mengakui
akan kesalahan Ja'far dan Abu Mas'udlah yang di pihak benar. Ketika terjadi
fitnah Mar'iy Yasiruddin terlihat santai seperti orang tak peduli([19]), namun
teman sehariannya hanyalah dengan para maftunin, dengan itu tahulah kami
bahwa Yasiruddin termasuk dari salah satu maftunin yang berlagak sebagai
pembela Alhaq([20]). Ketika dia masih di Dammaj tidak ada yang terkecoh
dengannya kecuali para maftun juga walaupun dia berkoar-koar membantah
Luqman, karena terlihat sehari-hari dia hanya berteman dengan orang-orang
yang sakit hatinya, maka para tsabitin dapat membaca akan makarnya
Yasiruddin dan dia tidak mampu menipu mereka. Dahulu dia pernah
menyatakan pada Abu Mas'ud bahwa dia memiliki bantahan terhadap luqman
dalam beberapa kaset, ketika Abu Mas'ud meminta kaset itu dia tidak mampu
mendatangkannya, karena ternyata bantahan itu tidak ada, hanya omong
kosong, Begitulah Yasiruddin hingga Abu Mas'ud mengatakan "apa yang keluar
dari mulutnya sama dengan yang keluar dari lobang pantatnya", yaitu
sebagaimana halnya kentut, bunyinya besar tapi kosong tak berisi yang
kemudian sirna bersama hembusan angin. Demikianlah Yasiruddin, bicara
besar tapi hanya omong kosong tak ada bukti. Demikian pula dalam
pengakuannya bahwa dia menyatakan Abdur Rohman Al Adniy dan juga
Luqman Al Jambariy adalah Hizby, ini sebagaimana halnya Imam dan
komplotannya, bagaimana tidak, sedangkan teman duduknya hanyalah orang
maftun? Sempat terjadi dialog antara kami (penulis) dan Yasiruddin), kemudian
kami menuntutnya agar dia jelas dalam mauqif, dia menjawab: "Ana di atas
alhaq insyaalloh, dan ana siap dibawa ke syekh Yahya", lalu kami katakan:
"Kalau antum di atas alhaq kenapa antum duduk-duduk dengan orang maridh
(hati sakit)? jika hanya berani dibawa kesyekh Yahya,maka sudah cukup
kasusnya Abu Salman jadi contoh" (yaitu banyak dari kalangan Indonesia yang
berpura-pura baik di depan syekh Yahya salah satunya Abu Salman). Yasiruddin
tidak mampu menjawab dan dia hanya mengatakan: "Ana di atas
alhaq"([21]) kemudian dia permisi pergi karena tidak mampu lagi menjawab
pertanyaan dan tuntutan. Maka apakah orang seperti ini dikatakan bagus
Buktikan Salafymu
23


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

mauqifnya? Tidaklah menyatakan demikian melainkan orang yang lalai dan
lemah.
Imam cs dan Syarif adalah komplotannya, jika kalian telah tahu kondisi
Imam maka seharusnya kalian tahu kondisi Yasiruddin([22]), karena mereka
satu komplotan pembuat makar. Tapi ternyata Yasiruddin betul-betul
mempesona sehingga bisa menipu sebagian da'i yang ada di Indonesia hanya
dengan kalimat: Luqman hizby, Abdur Rohman hizby, dan saya tidak akan
bertemu dengan Luqman selama-lamanya. Yang lebih menipu lagi karena dia
ternyata memang tidak mau turun di markaz mereka, berbeda dengan Imam
dan Syarif, karena makar mereka berdua terbongkar dengan turunnya mereka
di markaz hizby. Adapun Yasiruddin ternyata caranya lebih halus lagi. ([23])
Kami menuntut kepada Yasiruddin jika memang dia orang yang jujur agar dia
menyatakan tobatnya dari tingkah lakunya yang telah lalu, dan berlepas diri
dari komplotan Imam cs, jika tidak maka kami tetap menghukuminya
sebagaimana dia di Dammaj selama delapan tahun hanya berteman dengan
para maftunin, maka dia maftun.
Kami lebih percaya dengan hadits Abu Huroiroh daripada tazkiyah sebagian
para da'i, dan kami lebih percaya dengan nasehat Fudhoil dan syeikhul islam
dari pada gombalan Yasiruddin, lebih-lebih syekh Abu Amr telah menyatakan
bahwa Yasiruddin berwajah dua.
Adapun jika kalian menentang dengan alasan: Kita hukumi seseorang itu
sesuai dzohirnya Maka kami katakan: apa yang kalian inginkan dengan lafadz
dzohir, karena lafadz ini mujmal mengandung banyak kemungkinan? Apakah
yang yang kalian maksud dengan lafadz dzohir hanyalah dzohirnya lisan saja,
tanpa melihat dzohirnya perbuatan? Berarti kalian telah mengambil satu dalil
dan meninggalkan dalil yang lain, lalu bagaimana jika dzohir lisan bertentangan
dengan dzohir perbuatan([24]), apakah hanya dzohirnya lisan saja yang kalian
anggap dan dzohir perbuatan tidak berguna? jika demikian siapa dari kalangan
salaf yang mengajarkan demikian. Renungilah hadits Usamah bin Zaid t :
--;-;---'-->')--'--=---=,-'-'-=---'--')----)-=--'--'------'--'--------'---'-;--=,-'---;-
--,----'--)-;)--V;-,--'-,-!---------;---,----'--)--;-,--'-,-'------4-'-->-
"Didatangkan seseorang pada hari kiamat, kemudian dilemparkan ke dalam
neraka maka keluarlah usus perutnya, kemudian dia berputar-putar
dengannya sebagaimana himar berputar-putar di penggilingan, kemudian
penduduk neraka mengerumuninya dan mereka mengatakan: wahai fulan
Buktikan Salafymu
24


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

ada apa denganmu? Bukankah kamu dulu menyuruh kepada yang ma'ruf
dan melarang dari yang mungkar? Dia menjawab : tentu saja sungguh aku
dahulu menyuruh kapada kebaikan dan aku tidak melakukannya dan aku
melarang dari kemungkaran dan aku melakukannya. Muttafaqun alaih.
Apa komentar kalian dengan lelaki ini? Apakah kalian akan mengatakan
dzohirnya lelaki ini baik karena dia menyuruh kepada yang ma'ruf dan
melarang dari yang mungkar? Kemudian kalian tidak mengambil hukum dari
perbuatannya yang tidak melakukan kebaikan dan melakukan kemungkaran?
Bukankah hadits ini mengajarkan agar kita juga mengambil dzohirnya
perbuatan?! Justru hadits ini menunjukkan bahwa dzohirnya perbuatan itu
lebih kuat dari pada dzohirnya lisan, karena Alloh Y telah mengadzabnya sebab
perbuatannya walaupun dzohir lisannya menyuruh kepada kebaikan dan
melarang kepada kemungkaran.
Demikian pula amalan sohabat mereka menghukumi seseorang dengan dzohir
perbuatannya dan teman duduknya sebagaimana dalam hadits Itban t yang
panjang dan padanya terdapat :

-'

-'

) -

--'-

-- V;

-'

-;

--' -

- >

-'

- -

-'

> -

-'

' -

-- >

~
'

'

- -

'

-;

-- V'

--'

) =

; -

--

- -

--

V

'

>

-'

,- V

-'

--

-'

-'-

'

--

= V

;-

- >

--

- =

--

- -

--

V

'

>

-'

'

--'-

- ,

= -

--'

'

) -

--'-

-- V;

='

) =

; -
"Berkata seorang lelaki dari mereka: "Apa yang dilakukan Malik (bin Dukhsyun)
aku tidak melihatnya" maka seorang lelaki dari mereka menjawab " dia itu
munafiq tidak mencintai Alloh dan Rosulnya", maka bersabda Rosululloh r
: "Jangan kamu katakan begitu bukankah kamu lihat dia mengucapkan la
ilaha illalloh mencari wajah Alloh dengannya?" lelaki itu menjawab " Alloh
dan Rosulnya yang lebih tahu, adapun kami demi Alloh tidaklah kami melihat
persahabatannya dan ngobrolnya kecuali hanya kepada kaum munafiqin"
berkata Rosululloh r: Sesungguhnya Alloh telah mengharamkan atas neraka
orang yang mengucapkan La ilaha illalloh mencari wajah Alloh dengannya. [
HR. Bukhori]
Lihatlah bagaimana sahabat ini berhujjah, beliau menghukumi Malik bin
Dukhsyun munafiq dengan melihat teman duduknya, dan Rosululloh tidak
mengingkari hujjahnya. Adapun Rosululloh melarangnya untuk
menghukuminya munafiq ini sebelum beliau mendengarkan alasannya sahabat
tadi, dan setelah sahabat tadi menyampaikan alasannya, Rosululloh r tidak
mengingkarinya. ([25])
Buktikan Salafymu
25


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Jika masih merasa kurang jelas, maka renungilah perkataan Umar t :

--

V;

- )

- =

-'

= ;

-;

-' -'

~'

'

'

-'

'

- 7'

- -

'

-'

- -

- =

-'

) -

--'-
-

~-

~'

--

,-

-'

- -

'

~ -

; '

- - ,

; '

, -

='

'

- -

-'

- -

~'

'

'

)-

,-

('

- -

-
"Sesungguhnya manusia dahulu dihukumi dengan wahyu di zaman Rosululloh r
dan sesungguhnya wahyu telah terputus, dan hanya saja kami menghukumi
kalian sekarang ini dengan apa yang dzohir pada kami dari amalan kalian,
barang siapa yang menampakkan kebaikan kepada kami maka kami percaya
dia dan kami dekatkan dia, dan tidak kepada kami rahasianya sedikitpun, Alloh
lah yang menghisabnya akan rahasianya Dan barangsiapa menampakkan
kepada kami kejelekan maka kami tidak percaya dengannya dan tidak
membenarkannya, walaupun dia mengatakan sesungguhnya yang dia
sembunyikan adalah baik. [Bukhori].
Umar menghukumi baik dan buruknya adalah dengan apa yang dzohir
dari perbuatannya, walaupun dzohir lisannya mengaku-ngaku baik,
menunjukkan bahwa dzohir perbuatan itu lebih kuat dari pada dzohir lisan.
Jika ada yang berkata: Rosululloh r menghukumi kaum munafiqin
dengan dzohirnya lisan, makanya Rosululloh r tidak membunuh mereka karena
dzohir lisan mereka mengucapkan syahadat padahal mereka kafir. Maka
jawab kami :
Yang pertama: sungguh hina kalian ini, ingin menyamakan diri kalian seperti
kaum munafiqin supaya kalian tidak diboikot sebagaimana kaum munafiqin.
Yang kedua : bukankah kalian tahu bahwa Rosululloh r tidak membunuh
mereka dikarenakan sebab tertentu?! Sebagaimana dalam hadits Jabir bin
Abdillah t:

'

--

- - -

--'

-'

-'

- -

-'

'

~'

--'

- -

=-

- >

) - -

) -

--'-

~ -

-- V'

-'

, ~

'

-- V;

-'

= ~

>-

- -

-
Berkata Umar: Biarkanlah aku wahai Rosululloh untuk memenggal lehernya
si munafiq ini (Abdulloh bin Ubai bin Salul), maka Rosululloh r
bersabda: Biarkan dia jangan sampai manusia bercerita bahwa Muhammad
membunuh para sahabatnya. Muttafaqun alaih.
Rosululloh r membiarkan munafiq ini karena suatu maslahat yang besar,
supaya Rosululloh r tidak dikatakan membunuh para sahabatnya, sehingga
Buktikan Salafymu
26


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

orang akan takut masuk islam karena nanti akan dibunuh sebagaimana orang
yang dibunuh.([26]) Bukan Rosululloh r tidak menghukumi dia itu munafiq,
Rosululloh r tetap menghukumi mereka munafiq walaupun dzohir lisan mereka
mengucapkan syahadat, akan tetapi perbuatan mereka semua menunjukkan
kekufuran mereka. Bukankah Alloh Y telah menyebutkan ciri-ciri mereka
dengan perbuatan mereka yang bisa dijadikan dalil akan nifaqnya mereka
walaupun dzohirnya lisan mengaku muslim. Di antara ciri-ciri dari perbuatan
mereka adalah yang disebutkan Alloh Y:
1.Pintarnya mereka bersilat lidah:

; -

-'

- -

'

--

-'

- =

--

, -

- '

--

)-

) -'

- -

' ~


"Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu
sehingga kamu benar-benar dapat Mengenal mereka dengan tanda-
tandanya. dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan
perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian. [QR
.Muhammad : 30] ([27])
2. Malas melakukan ketaatan:

- V

~'

--'

--

-'

~ -;

-'

> ~-'-

-'

) -

'

--'

-; -

'

--

-'

-'

>-

-

V

'

--'

, -

-
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan
membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka
berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya' (dengan shalat) di hadapan
manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
3.Berpaling dari ketaatan :
-

~ -

- -

--

-'

-'- -

-;

~ ,-'-

-- V ,

'

--

-'

--


apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum
yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu Lihat
orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari
(mendekati) kamu.[ QS. An-Nisa, : 61].

-- V;

- -

- ,

- ~

-'

--

-- ~

- -

)- -

~
"dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah
memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu
Lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.[ QS: Al-
Munafiqun : 5]
Buktikan Salafymu
27


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4. Suka mengolok-olok kaum muminin:
- ~

- =

-'

'

- -

-'

-'

--

'

- ~-

'

-;

-'

-;

-!

--

-;

;-

, )
"dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka
mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada
syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami
sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok."QS. Al-Baqoroh : 14.
;-

, )- ~-

--

- -

-;

-'

--'

>

~;

-'

- -'

'

-;

)-

'


"dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan
itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya Kami hanyalah
bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah,
ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"[ QS: At-Taubah :
65].
Kalau memang dzohirnya lisan saja yang dianggap, sedangkan dzohirnya
perbuatan tidak, maka apa gunanya Alloh menyebutkan ciri-ciri dari perbuatan
mereka? Dari sini maka kita ketahui bahwa dzohirnya perbuatan itu lebih
didahulukan dari pada dzohirnya lisan.
Dengan demikian maka dapat kita ketahui bahwa Imam, Ridho, Syarif
dan Abu Hammam mereka adalah virus yang membawa wabah, dan tugas kita
adalah mensikapi mereka sebagaimana nasehatnya imam Al-Barbahari -=
dalam Syarhus Sunnah :
=,-'-- ;)-='~)-'-)--'----'---)-~-=-'-)-,-;-='-;V>'-~-=--
Dan jika kamu melihat seseorang duduk-duduk dengan pengekor hawa nafsu,
maka hati-hatilah kamu dengannya dan kenalkan (jelaskan kondisi) dia, dan
apabila dia tetap duduk bersamanya setelah dia mengetahui maka lindungilah
kamu dari dia sesungguhnya dia itu adalah sohibu hawa.
Bukankah komplotan virus ini tetap duduk bersama kuman setelah adanya
bayan?!!
Maka sangat lucu jika ada yang berkomentar bahwasanya orang-orang
yang memperingatkan dari komplotan ini adalah mutasyaddid. Pada
hakekatnya kalimat ini adalah kalimat yang biasa digunakan oleh para
sururiyyin ketika tidak mampu lagi melawan hujjah.
Buktikan Salafymu
28


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Ketahuilah wahai ahlu sunnah sesungguhnya BUKTI SEORANG SALAFI
BUKAN SEKEDAR TAHDZIR HIZBY, akan tetapi salafi adalah orang-orang yang
benar-benar meniti manhaj salaf. Kalau hanya sekedar tahdzir hizby sudah
dikatakan salafy, maka Luqmaniyyun semua salafy karena mereka juga
mentahdzir sururiyyin, demikian juga sururiyyun mereka semua salafy karena
mereka juga tahdzir jaringan mujahidin dan semisalnya, demikian juga jaringan
Al-Qoidah mereka juga salafy karena mereka tahdzir Rofidhoh, demikian juga
Rofidhoh mereka juga salafy karena mereka tahdzir jaringan Al-Qoidah dan
seterusnya. lalu siapa yang mubtadi kalau demikian? ([28]) Lalu bagaimana
kalian menganggap Abu Hammam bagus hanya karena dia tahdzir Luqman,
sementara di Dammaj selama delapan tahun duduknya hanya dengan para
mardho. Bukankah para ulama salaf telah memperingatkan bahwa orang
yang bertipe ini adalah sohibu hawa?!!
Bangunlah wahai salafiyyin dan kokohlah kalian jangan kalian tergoyang hanya
karena embel-embel butut yang dibawa Yasiruddin: "Abdur Rohman hizby, dan
dia tidak akan ketemu Luqman Abadan!".
Bukankah telah kami katakan bahwa bukti seorang salafi bukan sekedar tahdzir
hizby, bukankah Luqman juga mentahdzir Abul Hasan?! Apakah dengan itu
kalian katakan Luqman salafy? Jika kalian mengatakan karena Luqman
membela hizby, maka kami katakan, lalu bagaimana dengan Bukhori kenapa
kalian tinggalkan dia padahal tidak terdengar dia membela Abdur Rohman,
tentu karena wala'nya terhadap hizbiyyin, kalau demikian kenapa kalian terima
Yasiruddin padahal selama di Dammaj dia juga wala'nya terhadap hizbiyyin!!
Adapun ucapannya dia tidak akan ketemu Luqman Abadan (selamanya),
apakah dengan kalimat ini kalian menganggap Yasiruddin bagus? Apakah tidak
maunya seseorang duduk dengan seorang hizby akan tetapi dia duduk
dengan hizbiyyin yang lain itu sudah dikatakan bagus? Lalu bagaimana
dengan Abu Nida', dia juga tidak mau ketemu Luqman apakah mau kalian
katakan bagus juga. Jika kalian menjawab "Abu Nida' wala'nya dengan
sururiyyin Turotsiyyin", maka demikian juga dengan Yasiruddin wala'nya
dengan hizbiyyin, kenapa tidak kalian hukumi sebagaimana kalian hukumi Abu
Nida'? Jika kalian juga menghukumi Abu Nida' Surury karena wala'nya dia
dengan sururiyyin, maka demikian juga kami katakan Yasiruddin juga virus
karena wala'nya dengan para kuman. ([29])
Selanjutnya anggapan Yasiruddin bahwasanya: Nasihat tidak cukup
dengan tersebarnya malzamah, iqomatul hujjah tidak qowy, status mereka
Buktikan Salafymu
29


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

dikatakan sunny maftun makanya Ridhwan, Mahmud dan Sanen
(Luqmaniyyun tulen) dia anggap sunny maftun. Sungguh anggapan ini semakin
membongkar virusnya, kalau memang nasehat itu tidak cukup dengan tulisan,
lalu apa yang akan kamu katakan tentang surat Rosululloh r kepada Hiroqles,
apakah akan kamu katakan tidak cukup, dan apakah akan kamu katakan
Rosululloh r tidak qowi dalam menegakkan hujjah?! Dari mana kamu dapat
semua ini?([30]) Mana dalilnya iqomatul hujjah tidak cukup lewat tulisan? Lalu
apa gunanya ulama' membuat tulisan berupa rudud dan semisalnya kalau
memang itu tidak qowy, apakah qowy itu harus sesuai dengan
virusmu?! Sedangkan syekh Soleh Al-Fauzan menegaskan: "Barang siapa yang
telah sampai padanya Al-Quran maka telah tegak hujjah atasnya".
Ucapanmu ini hanya untuk membela virusmu yang selalu dihadang oleh anti
virus, karena kenyatannya kamu tetap berwala' dengan hizbiyyin ketika di
Dammaj padahal telah tegak hujjah atas mereka lewat lisan, bukan hanya
tulisan yang kamu anggap tidak qowy!!!
Dan ucapanmu "status mereka adalah sunny maftun" hanya dikarenakan
nasehat hanya lewat tulisan ini adalah ucapan yang konyol. Karena
keharusannya sururiyyin mereka adalah sunny maftun, karena kalian tidak
pernah menasehati mereka langsung lewat lisan, bahkan mungkin lewat
tulisanpun tidak pernah. Maka Abu Nida' sunny maftun, Abu Sa'ad sunny
maftun, Yazid sunny maftun, Abdul Hakim Abdad sunny maftun, Aunur Rifiq
sunny maftun dan semuanya sunny maftun, belum jadi ahli bidah. Kalau kamu
mengatakan: "Tahdzir ulama' telah banyak tentang Ihyaut Turots sebagai
bayan untuk mereka", maka kami katakan bukankah bayan ulama' itu juga
lewat tulisan? Maka kenapa tidak kamu terima kalau bayan dari Dammaj juga
lewat tulisan? Dan bukankah bayan dari Dammaj juga banyak untuk
memperingatkan mereka dari para maftunin? Kalau demikian kenapa kamu
hukumi mereka surury dan luqmaniyyun salafi maftun padahal kondisi mereka
sama?!
Kemudian ucapan kamu "maftun", itu menunjukkan mereka itu harus dijauhi
atau harus didekati? Tentu saja yang namanya maftun harus dijauhi supaya
jangan jadi maftun juga, kalau demikian kenapa kamu mau mendekati mereka
padahal kamu katakan mereka itu maftun?!
Wahai Ust Yasiruddin !!! sepintar-pintarnya kamu membuat virus, virusmu
tetap akan loyo, tak akan mampu menghadapi hujjah, anti virus telah tersedia,
bisa jadi virus itu akan menyerangmu sehingga kamu pun menjadi error. ([31])
Buktikan Salafymu
30


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Kembalilah kalian kepada jalan yang benar dan ikutilah toriqoh salaf, jika kalian
meyakini sebagaimana syekh Yahya meyakini dalam fitnah ini, maka jauhilah
para hizbiyyin dan berlepas dirilah kalian dari mereka. ([32])
'~- '----- _-- -~-

([1]) Berdasarkan hadits di atas, kunci selamat dari fitnah adalah dengan
mengilmui sunnah Rosul dan mengikutinya. Juga mengilmui sunnah Khulafaur
Rosyidin dan mengikutinya. Intinya adalah gabungan antara ilmu dan amal,
bukan sekedar mengumpulkan teori, atau beramal tanpa ilmu. Lihat ucapan Al
Imam Ibnul Qoyyim -= dalam "Miftah Daris Saadah" hal. 31.
([2]) Asy-Syari'ah milik Al-Ajurry hal. 69 cetakan Dar Ibnu Hazm, dari jalan
Ja'far bin Muhammad Ash-Shondali dari Fadhl bin Ziad dari Abu Tholib.
Sanadnya dho'if. Abu Tholib dia adalah Ahmad bin Humaid Al-Misykani, kami
tidak mendapati ada yang mentsiqohkannya melainkan hanya kalimat " dan
Imam Ahmad memuliakannya dan menghormatinya sebagaimana dalam
Tarikh Baghdad, kalimat ini bukan kalimat tautsiq, maka Abu tholib
terhukumi majhul. Dan Fadhl bin Ziad dia termasuk murid imam Ahmad dan
banyak meriwayatkan darinya, dan dalam sanad ini dia meriwayatkan melalui
perantara Abu Tholib, kami juga tidak medapati ulama' yang mentsiqohkannya
melainkan kalimat "dan Abu Abdillah mengetahui kedudukannya dan
memuliakannya sebagaimana dalam Tarikh Baghdad, ini juga bukan kalimat
tautsiq maka dia juga terhukumi majhul. Ja'far bin Muhammad Ash-Shondali
dikatakan oleh Al-Khotib tsiqoh solih, lihat Tarikh Baghdad. Kami sebutkan
kisah ini walaupun sanadnya dho'if, karena sikap imam Ahmad yang seperti ini
sangatlah masyhur dan didukung oleh dalil.
([3]) Diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam kitab Asy-Syari'ah halaman 68, dari
jalan Ibnu Makhlad dari Abu Dawud dari Ishaq. Sanadnya sohih, Ibnu Makhlad
adalah Muhammad bin Makhlad bin Hafs Abu Abdillah Ad-Darowi Al'atthor
dikatakan oleh Daroquthni tsiqoh ma'mun, lihat Mausu'atu Aqwalid
Daroquthni dan Tarikh Baghdad.
([4]) Diriwayatkan Al-Ajurri dalam Asy-Syari'ah halaman 69 dari jalan yang
sama.
([5]) Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad
melalui jalan Abdul Karim bin Muhammad bin Ahmad Adh-Dhoby dari Ahmad
Buktikan Salafymu
31


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

bin Ibrohim Bin Syadzan dari Abu Bakr Abdulloh bin Ismail bin Burhan dari Abu
Thoyyib Al-Mawardi. Semua periwayatnya kami tidak mendapati tarjamah dan
tautsiq dari ulama' kecuali Ahmad bin Ibrohim bin Syadzan tarjamahnya dalam
kitab Ghoyatunnihayah Fi Thobaqotil Qurro' dia adalah Abu Bakr Al-Baghdadi
namun tidak ada tautsiq juga. Dengan demikian maka kisah ini sanadnya dho'if
sebatas ilmu yang kami miliki-, dan kami sebutkan kisah ini dalam tulisan ini
karena kisah ini telah masyhur dalam kitab-kitab aqidah bahwa Al-Karobisi ini
merupakan pelopor kalimat " lafadzku dengan Al-Qur'an adalah makhluk". Dan
kami berharap jika ada yang punya faedah tentang kesohihan kisah ini agar
memberi faedah tersebut kepada kami. Imam Ad-Dzahabi juga menyebutkan
kisah semisal dengan kisah ini dalam Siar A'lam 11/289.
([6]) Tambahan editor - : Para Luqmaniyyun itulah yang pantas dijuluki
sebagai haddadiyyun. Asy Syaikh Robi' -hafizhahulloh- berkata tentang sifat
Haddadiyyah kesembilan: "Mereka punya keistimewaan dengan melaknat,
kasar dan terror sampai ke derajat mereka mengancam Salafiyyin dengan
memukul, dan bahkan tangan-tangan mereka telah menjulur untuk memukul
sebagian Salafiyyin." ("Shifatul Haddadiyyin" hal. 51-52).
([7]) Tambahan editor - : Begitulah karakter pengekor hawa nafsu dari
masa ke masa, melakukan kejahatan fisik terhadap para pembela kebenaran.
Asy Syaikh Ahmad An Najmiy berkata tentang ahli hawa: " karena mereka,
termasuk dari kebiasaan mereka adalah: mudah terbakar emosinya demi
menolong manhaj mereka, maka mereka menyakiti orang yang mengkritik
mereka. Dan ini adalah kebiasaan ahli batil di setiap zaman dan tempat, sejak
masa Nuh sampai hari kita ini." ("Ar Roddusy Syariy"/hal. 69).
([8]) Tambahan editor - : Kaum munafiqun berusaha memutarbalikkan
fakta. Alloh taala berfirman:
{ ;

V _-

'

= _

' - } ] -,-' / 48 [
"Dan mereka membolak-balikkan perkara kepadamu hingga datangnya
kebenaran dan menanglah agama Alloh dalam keadaan mereka benci."
([9]) Ini hanya sekedar riwayat ringkas dan insyaalloh mencukupi untuk
mengenalkan siluman hitam ini.
([10]) Tambahan editor - : hadits ini hasan.
Buktikan Salafymu
32


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

([11]) Tambahan editor - : Atsar hasan, diriwayatkan oleh Al Lalikaiy -=
dalam "Syarh Ushul Itiqod" (1/hal. 562) berkata: akhbarona Al Hasan bin
Utsman: akhbarona Ahmad bin Hamdan: haddatsana Ahmad ibnul Hasan:
haddatsana Abdush Shomad Mardawaih yang berkata: aku mendengar Al
Fudhoil..dst.
Al Hasan bin Utsman adalah Al Hasan bin Utsman bin Ahmad, Abu Umar yang
terkenal sebagai Ibnul Falwi Al Waizh. Al Khothib berkata: "La basa bihi"
("Tarikh Baghdad"/3881).
Ahmad bin Hamdan adalah Ahmad bin Jafar bin Hamdan, tsiqoh. ("Lisanul
Mizan"/1/hal. 145).
Ahmad ibnul Hasan adalah ibnu Abdil Jabbar Al Baghdadiy Ash Shufiy,
ditsiqohkan oleh Al Khothib Al Baghdadiy dan Adz Dzahabiy. Orang ini adalah
ahli hadits dan ahli kemantapan hapalan. (Siyar Alamin Nubala/14/hal. 152
/cet. Ar Risalah).
Mardawaih, Abdush Shomad bin Yazid, adalah sahabat Al Fudhoil bin Iyadh.
Yahya bin Main berkata: La basa bihi. Bukan termasuk orang yang berdusta.
Al Husain bin Qohm berkata: Tsiqoh, termasuk ahlissunnah dan waro
(Lisanul Mizan/2/hal. 114/Darul Kitabil Islamiy).
([12]) Tambahan editor - : Imam Al-Barbahariy -rohimahulloh- berkata:
Permisalan ahli bidah itu seperti kalajengking, mereka memendam kepalanya
dalam tanah sambil mengeluarkan ekornya. Jika sudah memungkinkan, maka
mereka akan menyengat. Demikian pula ahlul bida, mereka bersembunyi di
antara manusia. Jika sudah memungkinkan, maka mereka akan melancarkan
apa yang mereka inginkan. (Thobaqotul Hanabilah/ 2/hal. 44/biografi Al
Imam Hasan bin Ali Al Barbahariy/Darul Marifah).

([13]) Tambahan editor - : Bukhori adalah ustadz si Syarif yang
menampung Abu Taubah di pondoknya di Palembang.
([14]) Tambahan editor - : Ali Klaten salah seorang anggota Luqmaniyyin.
([15]) Tambahan editor - : kenyataan membuktikan bahwa tidak sedikit
orang yang di awal pergulatan melawan hizbiyyin, dia nampak mantap dan
tegar, namun seiring dengan pergantian malam dan perputaran siang, dirinya
Buktikan Salafymu
33


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

berubah menjadi lembek dan mudah ditipu oleh penampilan lahiriyyah para
pengikut hawa nafsu, dan mulai memandang jelek orang-orang yang tegar
setia di medan perang yang panas dan penuh duri ini. Alangkah besarnya nilai
istiqomah. Syaikhul Islam -= berkata:
'-- ,'= -' ' -'---` ' , --= .`-- -,, _'= '- -=, '-, -,, '-- --,
,' _, - -= .
Dan hanyalah puncak dari karomah (kemuliaan) itu adalah: senantiasa tegak
lurus. Maka tidaklah Alloh memuliakan seorang hamba semisal diri-Nya
menolongnya untuk melaksanakan perkara yang dicintai-Nya dan diridhoi-Nya,
dan menambahinya dengan perkara yang semakin mendekatkannya kepada-
Nya, dan dengannya Dia mengangkat derajatnya. (Al Furqon Baina Auliyaur
Rohman/hal. 91/cet. Ar Risalah)
([16]) Tambahan editor - : Iya benar. Para hizbiyyun banyak memiliki
keseragaman langkah untuk menipu orang-orang yang lemah. Dulu Abu Kholid
Muntilan bilang ke ana: "Ana sudah paham tentang fitnah ini. Perkaranya
jelas." Ternyata dia bergabung dengan Luqmaniyyin, menyalahkan Asy Syaikh
Yahya Al Hajuriy =-= ., dan membela Abdurrohman Al Mar iy. Demikian pula
Abdul Aziz Banyuwangi bilang ke ana: "Fitnah ini jelas, ana telah paham."
Ternyata dia selalu gabung dengan para Luqmaniyyun dan menyindir-nyindir
para tsabitin.
([17]) Tambahan editor - : Ini adalah perkara ijma. Al Imam Abu Utsman
Ash Shobuni -= menukilkan madzhab Salaf: "Dan mereka
bersepakat untuk menundukkan Ahlul Bida`, menghinakan dan merendahkan
mereka, dan menjauhkan mereka, dan menjauh dari mereka, dan menghindari
persahabatan dengan mereka dan pergaulan dengan mereka, dan
mendekatkan diri kepada Alloh dengan cara menjauhi mereka dan
meninggalkan mereka." (Aqidatis Salaf Ashabil Hadits" hal. 114/Darul Minhaj).
([18]) Tambahan editor - : Iya benar. Kain gombal produksi CV. Abdulloh
bin Ubaiy selalu laris di sepanjang zaman di kalangan para munafiqun. Al Imam
Ibnul Qoyyim -= berkata: Cukuplah bagi seorang hamba kebutaan dan
ketertinggalan manakala dia melihat para tentara iman dan pasukan sunnah
dan Quran telah memakai pakaian perang mereka, mempersiapkan
perbekalan mereka, menempati barisan mereka, dan berdiri di posisi-posisi
mereka, tungku pertempuran telah memanas, roda penggilingan telah
berputar, peperangan semakin dahsyat, para sejawat saling berteriak: Ayo
Buktikan Salafymu
34


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

turun, ayo turun! tapi orang ini masih saja ada di tempat persembunyian, di
lobang-lobang, dan bersembunyi di tempat masuk bersama para perempuan
yang tertinggal. Jika takdir membantunya dan dia bertekad untuk keluar,
duduklah dia di atas ketinggian bersama para penonton, sambil melihat
siapakah yang menang, agar dia bisa bergabung dengan mereka. Lalu diapun
mendatangi mereka sambil bersumpah dengan nama Alloh dengan sumpah
yang paling berat dan berkata: Sungguh aku ini bersama kalian, dan aku
berangan-angan bahwasanya kalian itulah yang menang. (Al Qoshidatun
Nuniyyah/Ibnul Qoyyim/1/hal. 8/syaroh Asy Syaikh Muhammad Kholil
Harros).
([19]) Tambahan editor - : Mungkin di luar kelihatan tidak peduli agar tidak
dimusuhi oleh Luqmaniyyun, tapi di hadapan kami Yasir ini sering mencaci-
maki Luqmaniyyun dengan berlebihan, dan membakar semangat kami untuk
memerangi mereka. Hanya saja dalam suasana genting dia selalu lari ke
belakang dan membiarkan kami sendirian mengalami pedihnya kekerasan
tangan para Luqmaniyyun dan kelihaian lidah mereka di persidangan. Lalu
setelah itu dia sering bergaul dengan mereka dan membela-bela mereka.
([20]) Tambahan editor - : Yasir pantas untuk dijauhi berdasarkan kaidah
yang disepakati para imam tentang sikap bergaul dengan ahli ahwa. Al Imam
Ibnu Baththoh -= berkata: termasuk dari perkara yang akan kami
jelaskan itu telah bersepakat padanya Muslimin dan seluruh umat sampai
pada ucapan beliau:- dan termasuk dari sunnah adalah: menjauhi setiap orang
yang berkeyakinan sedikit saja dari apa yang telah kami sebutkan,
meninggalkannya, membencinya, dan meninggalkan orang yang berloyalitas
pada orang tadi, dan orang yang menolongnya, membelanya dan bersahabat
dengannya, sekalipun pelaku itu tadi menampakkan sunnah. (Asy Syarh
Wal Ibanah/Ibnu Baththoh/hal. 65/Darul Atsar).
([21]) Tambahan editor - : Alloh taala berfirman :

Q -

; --

-'

'

- V

-'

'-

- Q

~ , =

- V

- Q

'

,-

- ] '~-- : 123 [
"Bukanlah dengan angan-angan kalian, dan bukan pula dengan angan-
angan ahli kitab. Barangsiapa melakukan kejelekan maka dia akan dibalasi
sesuai dengan kejelekan itu, dan dia tak akan mendapati pelindung ataupun
penolong selain Alloh."
([22]) Tambahan editor - : Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu 'anhu bahwa
Rosululloh .- ,'= '- bersabda:
Buktikan Salafymu
35


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

V ;-= --=- '-- '- ')-- ~--- '- ')--,-'-- ~--=
"Ruh-ruh adalah tentara yang berkelompok-kelompok. Yang saling mengenal
akan saling condong, dan yang tidak saling mengenal akan saling
berselisih." (HSR Muslim di "Shohih" (2638), Al Bukhori di "Al Adabul Mufrod"
(901)).
Dan diriwayatkan Al Bukhoriy secara muallaq dalam Shohih , dan
bersambung di "Al Adabul Mufrod" (900) dari Aisyah radhiyallohu `anha-.
Ibnu Mas`ud radhiyallohu `anhu- berkata:
'-- ~'-- J=,- ~='~- Q- -=- Q- ; ---
"Seseorang itu hanyalah akan mengajak berjalan dan bersahabat dengan orang
disukainya dan yang seperti dirinya" ("Al Ibanah" 2\476\ karya Imam Ibnu
Baththoh -rahimahulloh-).
Dan dalam satu riwayat: Nilailah seseorang itu dengan orang yang bersahabat
dengannya, karena dia itu hanya akan bersahabat dengan orang yang semisal
dengannya.
Atsar Ibnu Masud ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqiy di Syuabul Iman no.
8994, dan Abdurrozzaq di Al Mushonnaf no. 7894. Atsar ini jayyid dengan
seluruh jalannya.
([23]) Tambahan editor - : Memang Yasir mencapai rekor mengalahkan
para sejawatnya dalam memakai topeng Salafiyyah sehingga banyak orang
yang tertipu. Akan tetapi para Salafiyyun yang mendapatkan taufiq dari Alloh,
juga telah banyak menelusuri jejak Salaf dalam menghadapi ahli ahwa, dan
kenyang berhadapan langsung dengan berbagai makar lisan ahli ahwa akan
berkerut keningnya manakala mendengar ucapan Yasir di hadapan sebagian
muridnya di Indonesia : "Yang hizbiy hanyalah Luqman, ustadz-ustadz yang lain
hanyalah salafiy yang maftun." "Boleh salam pada mereka." Kabar ini
disampaikan oleh akhunal fadhil Abu Ukkasyah Al Jawiy =-= .
([24])Tambahan editor - : Zhohir perbuatan itu lebih kuat untuk
menjelaskan jati diri seseorang daripada zhohir lisan. Al Imam Al Albaniy -=
berkata:
'-' '=' =- - '-' '--' .
Buktikan Salafymu
36


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

Dalil keadaan itu lebih bisa bicara daripada dalil ucapan. (At Tashfiyah Wat
Tarbiyah/Al Albaniy /hal. 22-23/Maktabatul Maarif).
([25])Tambahan editor - : bagi sebagian orang yang suka mencari celah
kekurangan dan tidak puas dengan penjelasan Akhunal fadhil Abul Fida =-= ,
dan berkata: "Di manakah penjelasan ulama tentang hadits ini?", maka silakan
membaca penjelasan berikut ini: yang diinginkan dengan kemunafiqan dalam
hadits ini adalah nifaq Itiqodiy. Dan dengan sebab itulah Rosululloh _'- ,'=
'- menjawabnya dengan menyebutkan La ilaha illalloh mencari dengan itu
wajah Alloh. Dan tidak menjawabnya dengan menyebutkan faktor kejujuran,
ataupun amanah, ataupun penunaian janji.
Sesungguhnya sebagian Shohabat - +-= menuduh Malik ibnud Dukhsyun
- -= dengan nifaq itiqodiy karena nampak darinya perkara yang
membuat mereka berkata: Itu karena kami melihat wajahnya dan nasihatnya
kepada munafiqun. Rosululloh _'- ,'= '- tidak menyalahkan mereka
dalam cara pendalilan mereka dengan zhohir tadi, karena telah tetap dalam
syariah bahwasanya sikap menolong, condong, dan mendekat pada suatu
kelompok merupakan dalil adanya rasa cinta, kecocokan dan loyalitas.
Andaikata seseorang itu benci pada munafiqun pastilah dirinya akan menjauh
dari mereka.
Syaikhul Islam -= berkata: Wilayah (perwalian) itu adalah lawan dari
adawah (permusuhan). Dan asal dari perwalian adalah rasa cinta dan
kedekatan. Dan asal dari permusuhan dalah kebencian dan sikap menjauh.
(Al Furqon Baina Auliyair Rohman Wa Auliyaisy Syaithon/hal. 3/cet. Ar
Risalah).
Akan tetapi Rosululloh _'- ,'= '- didukung oleh wahyu sehingga beliau
mengetahui bahwasanya Malik - -= termasuk orang yang mengucapkan
La ilaha illalloh mencari dengan itu wajah Alloh, sehingga dia bersih dari
nifaq Itiqodiy dengan nash ini. Badrud Din Al Ainiy -= berkata: Dan ini
adalah persaksian dari Rosululloh tentang keimanan Malik secara batin, dan
kebersihannya dari kemunafiqan. (Umdatul Qori/6/hal. 443).
Dan termasuk perkara yang memperkuat bahwasanya Malik ibnud Dukhsyun
- -= bersih dari kemunafiqan adalah: beliau tidak pernah tertinggal
dalam jihad bersama Rosululloh _'- ,'= '- , dan beliau mencurahkan apa
saja yang dimilikinya di jalan Alloh. Al Imam Abu Umar Ibnu Abdilbarr -=
berkata: Para ulama tidak berselisih pendapat bahwasanya Malik ini hadir
Buktikan Salafymu
37


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

dalam perang Badar dan seluruh peperangan setelah itu. Dan dalam perang
Badr beliaulah yang menawan Suhail bin Amr. Beliau pernah dituduh dengan
kemunafiqan sampai pada ucapan beliau:- Tidaklah benar kemunafiqan itu
pada beliau, sementara telah nampak bagusnya keislaman beliau yang
menghalangi tuduhan tadi. (Al Istiab Fi Marifatil Ashhab/1/hal. 420).
Memang, sesungguhnya duduk-duduk dan persahabatan bersama munafiqin
itu merupakan alamat keburukan, akan tetapi Alloh = .= mengetahui apa
yang ada di hati Malik - yang berupa kejujuran iman. Dan cukuplah
baginya hadirnya beliau dalam perang Badr sebagai tazkiyah bagi beliau. Maka
bagaimana dengan hadirnya beliau pada seluruh peperangan bersama
Rosululloh _'- ,'= '- bahkan hingga pada waktu yang susah (perang
Tabuk)? Beliau - -= hadir dalam perang Tabuk yan mana barangsiapa
tidak menghadirinya tanpa udzur maka dia tertuduh sebagai munafiq.
Al Imam Ibnu Rojab -= berkata: Hanyalah Nabi _'- ,'= '- tidak
memerintahkan untuk memboikot Malik ibnud Dukhsyun karena beliau tidak
mengetahui ada padanya perkara kemunafiqan yang ditakutkan, dan
kemunafiqan yang dituduhkan tadi tidaklah ada dengan bayyinah. Malik hanya
dituduh saja dengan kemunafiqan. Ini berbeda dengan tiga orang yang
tertinggal itu, karena sesungguhnya mereka mengakui perkara yang dengannya
ditakutkan pada diri mereka ada kemunafiqan. Oleh karena itu Nabi
memberikan udzur pada orang-orang yang mengemukakan udzur dan
menyerahkan urusan mereka pada Alloh, dan kebanyakan mereka (orang-
orang yang mengemukakan udzur tadi) itu pendusta. (Fathul Bari/Ibnu
Rojab/no. 425/3/hal. 191).
Adapun apa yang disebutkan sebagian Shohabat dari keadaan Malik: Itu
karena kami melihat wajahnya dan nasihatnya kepada munafiqun. Maka hal
itu adalah dikarenakan kerasnya penyamaran para munafiqun di hadapan
beliau sehingga tidak jelas bagi beliau kemunafiqan mereka. Tidak diragukan
bahwasanya beliau - -= memiliki udzur di sisi Alloh. Badrud Din Al Ainiy
-= berkata: Barangkali beliau memiliki udzur dalam kasus tersebut
sebagaimana dulunya Hathib bin Abi Baltaah juga punya udzur. Dan Hathib
juga termasuk orang yang menghadiri Badr. Dan barangkali orang yang
mengucapkan tuduhan itu adalah karena dia menilai berdasarkan zhohir.
Tidakkah engkau melihat bahwasanya Nabi bagaimana beliau menjawab
perkataannya tadi: Karena sesungguhnya Alloh telah mengharomkan
terhadap neraka orang yang berkata La ilaha illalloh mencari dengan itu
Buktikan Salafymu
38


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

wajah Alloh. Dan ini adalah pengingkaran terhadap perkataannya itu.
(Umdatul Qori/6/hal. 436).
([26]) Tambahan editor - : Ini memang jawaban yang bagus terhadap
syubuhat tersebut. Al Imam Ibnul Qoyyim -= berkata: Kemunafiqan
Abdulloh bin Ubaiy dan ucapan-ucapannya dalam kemunafiqan itu banyak
sekali bagaikan mutawatir di sisi Nabi _'- ,'= '- dan para Shohabatnya.
Dan sebagian dari mereka mengakuinya dengan lidahnya dan berkata: Kami
mengucapkan itu hanyalah untuk obrolan dan permainan. Sebagian khowarij
juga telah berkata di hadapan beliau: Sesungguhnya engkau tidak adil. Dan
Nabi _'- ,'= '- ketika ditanya: Tidakkah sebaiknya Anda membunuh
mereka? beliau tidak berkata: Belum tegak bayyinah terhadap
mereka. Akan tetapi beliau bersabda: Agar orang-orang tidak berkata
bahwasanya Muhammad membunuh teman-temannya sendiri.
Maka jawaban yang benar jika demikian adalah: bahwasanya tidak
dibunuhnya mereka pada masa hidupnya Nabi _-~ --- ;-~ di situ ada
maslahat yang mengandung pelunakan hati manusia kepada Rosululloh _-~
--- ;-~ dan penyatuan kalimat manusia untuk beliau. Dan pembunuhan
mereka saat itu akan menyebabkan larinya orang dalam keadaan Islam masih
jauh terasing, dan Rosululloh _'- ,'= '- itu paling bersemangat untuk
melunakkan hati manusia, dan paling menjauhi perkara yang membikin
mereka lari dari menaati beliau. Perkara ini khusus pada waktu hidupnya
beliau _-~ --- ;-~ . sampai dengan ucapan beliau:-
Maka sesungguhnya yang demikian itu adalah murni hak beliau. Beliau
berhak untuk menuntut balas, dan beliau juga berhak untuk membiarkan
orang itu. Dan umat ini sepeninggal beliau tak punya hak untuk tidak menuntut
hak beliau untuk membalas. Bahkan mereka semua wajib untuk menuntut
balas demi beliau, dan itu adalah wajib. (Zadul Maad/3/hal. 496).
([27]) Tambahan editor - : ayat juga menjadi dalil bahwasanya seseorang
yang berusaha bergaya bagus dengan kepandaian bersilat lidah, tetap saja
akan terbongkar jati dirinya. Al Imam Abul Fida Ismail bin Katsir -=
berkata dalam tafsir Dan pastilah engkau akan mengenali mereka pada gaya
bicara mereka (QS. Muhammad: 20): Yaitu: pada sesuatu yang muncul dari
ucapan mereka yang menunjukkan pada maksud-maksud mereka. Orang yang
berbicara itu bisa dipahami dari kelompok manakah dirinya itu dengan makna-
makna ucapannya dan maksud perkataannya. Dan itulah yang dikehendaki dari
gaya bicara. (Tafsirul Quranil Azhim/7/hal. 324/Darul Hadits).
Buktikan Salafymu
39


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

([28]) Tambahan editor - : Mereka semua tadi adalah hizbiyyun ahlul
ahwa, sekalipun mereka mengumandangkan tahdzir terhadap hizbiyyun,
karena mereka semua bersatu dalam penyelisihan terhadap suatu manhaj
Salaf. Syaikhul Islam -= berkata: Manakala mereka paling jauh dari
mengikuti Salaf, merekapun jadi paling terkenal dengan kebidahan. Maka
diketahuilah bahwasanya syiar ahlu bidah adalah: tidak mau beragama
dengan mengikuti Salaf. (Majmuul Fatawa/4/hal. 155).
Al Imam Al Wadiiy -= berkata: Sesuai dengan kadar keluarnya seseorang
dari Salaf dan dari jalan Salaf ,- +,'= terjadilah kebidahan. (Ghorotul
Asyrithoh/2/hal. 17/Maktabah Shonal Atsariyyah).
([29]) Tambahan editor - : virus senang berdekatan dengan kuman. Ini
ungkapan bagus. Malik bin Dinar berkata: Manusia itu berjenis-jenis seperti
jenis-jenis burung. Burung dara bersama burung dara, burung gagak bersama
burung gagak, bebek bersama bebek, showu (sejenis burung kecil) bersama
showu. Dan setiap manusia itu bersama dengan orang yang sekarakter
dengannya. (Diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Bathhthoh -= (Al Ibanatul
Kubro/no. 517/sanad hasan).
([30]) Tambahan editor - : dari mana ya? Tak mungkin dari Alloh.
Barangkali jawabannya ada dalam firman Alloh taala:

Q-

'

- ~- ;

=;

- _

-'

; -;

'

- ] '-V : 121 [
Dan sesungguhnya para setan itu benar-benar memberikan wahyu kepada
para wali mereka untuk mendebat kalian.
([31]) Tambahan editor - : o, itu tepat sekali. Pembikin virus makar akan
terjangkiti virusnya sendiri. Alloh taala berfirman:
{ V _-=- ,--- ~- V -'- }
Dan tidaklah makar yang buruk itu menimpa kecuali pelakunya sendiri.
([32]) Tambahan editor - : Inilah akhir dari risalah yang bagus dari akhinal
fadhil Abul Fida =-= . Semoga Alloh memberkahinya dan memberkahi
seluruh amalannya. Oya ada sedikit perkara yang perlu editor sampaikan:
Yang pertama: bisa saja para pencari celah kesalahan akan berkata: Siapa
penulis risalah ini? Apakah dia majhul ataukah pembikin tadlis dengan


mengganti kuniyah? maka ana jawab: bel
di Darul Hadits Dammaj, yang kecemburuannya terhadap Islam dan sunnah
mendorongnya untuk turut andil menulis beberapa risalah nasihat. Beliau
selama ini dikenal sebagai Abu Hanifah Hanif bin Abil Abbas Ar Riyawiy.
Kemudian mengganti kuniyahnya sebagai Abul Fida. Dan itu sah
Yang kedua: andil editor
risalah ini bukanlah dalam rangka pamer ilmu sebagaimana yang dibisikkan
sebagian pihak, tapi dalam rangka memenuh
memperbagus risalah yang sudah bagus ini, sehingga pedang sunnahnya
bertambah indah dan tajam untuk merantas jaring syubuhat ahlul bathil.
Itupun sebatas kemampuan editor. Wabillahit taufiq.
Baca ilmu ilmu yang bermanfaat l
Buktikan Salafymu
mengganti kuniyah? maka ana jawab: beliau adalah salah seorang tholibul ilmi
di Darul Hadits Dammaj, yang kecemburuannya terhadap Islam dan sunnah
mendorongnya untuk turut andil menulis beberapa risalah nasihat. Beliau
selama ini dikenal sebagai Abu Hanifah Hanif bin Abil Abbas Ar Riyawiy.
udian mengganti kuniyahnya sebagai Abul Fida. Dan itu sah
andil editor '-= -= dalam memberikan catatan kaki untuk
risalah ini bukanlah dalam rangka pamer ilmu sebagaimana yang dibisikkan
sebagian pihak, tapi dalam rangka memenuhi kepercayaan sang penulis untuk
memperbagus risalah yang sudah bagus ini, sehingga pedang sunnahnya
bertambah indah dan tajam untuk merantas jaring syubuhat ahlul bathil.
Itupun sebatas kemampuan editor. Wabillahit taufiq.
Baca ilmu ilmu yang bermanfaat lainnya di



Buktikan Salafymu
40
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

iau adalah salah seorang tholibul ilmi
di Darul Hadits Dammaj, yang kecemburuannya terhadap Islam dan sunnah
mendorongnya untuk turut andil menulis beberapa risalah nasihat. Beliau
selama ini dikenal sebagai Abu Hanifah Hanif bin Abil Abbas Ar Riyawiy.
udian mengganti kuniyahnya sebagai Abul Fida. Dan itu sah-sah saja.
dalam memberikan catatan kaki untuk
risalah ini bukanlah dalam rangka pamer ilmu sebagaimana yang dibisikkan
i kepercayaan sang penulis untuk
memperbagus risalah yang sudah bagus ini, sehingga pedang sunnahnya
bertambah indah dan tajam untuk merantas jaring syubuhat ahlul bathil.