Anda di halaman 1dari 12

TIA (Transient Ischemic Attack)

Definisi
Gangguan neurologi sekunder yang bersifat sementara akibat aliran darah ke otak berkurang TIA yang lama merupakan peringatan terjadinya stroke Kebanyakan stroke terjadi dalam waktu 90 hari setelah TIA Resiko terjadinya stroke setelah TIA yang tiddak diobati ialah 8-10% per tahun

TIA sirkulasi anterior: disfungsi dari cerebral dan mata, TIA sirkulasi posterior: disfungsi struktur dari fossa posterior (cerebellum dan brainstem), bagian dari lobus temporal, dan lobus oksipital

Etiologi
Trombosis akibat aterosklerotik Lacunar infarc (biasanya akibat hipertensi atau diabetes yang lama) Carotid stenosis Cardioemboli Arteri Dissections

Tanda dan Gejala


TIA Sirkulasi Anterior Focal paresis, parestesia, kehilangan sensasi (lengan, kaki, dan / atau wajah) Kebutaan monocular sementara jarang terjadi : seluruh/setengah lapangan pandang, atas/bawah. Gangguan berbicara yang dominan pada bagian yang terlibat

TIA Sirkulasi Posterior Cerebellar : Ataksia, dysarthria, pusing, Brainstem : Diplopia, dyarthria, ataksia, quadrapharesis, penurunan serangan, nystagmus, ophtalmoparesis Occipital lobe dysfunction : hilangnya penglihatan monokular atau kabur Dysmetria

Tanda babinski dapat terjadi baik pada TIA anterior maupun TIA posterior

Langkah Diagnostic
History and neurologic examination (TIA jarang berhubungan dengan hilang kesadaran) Pemeriksaan lab. awal meliputi CBC, platelet, glukosa, profil lipid, tingkat homocysteine, dan Creactive protein (profil koagulasi diindikasikan pada pasien yang lebih muda) CT scan digunakan untuk menyingkirkan perdarahan, tumor atau infarc (infark akut tidak akan muncul di CT selama setidaknya 24 jam)

MRI dengan pembobotan difusi akan mengungkapkan infark akut dalam beberapa menit dari kejadian Echocardiogram untuk mengevaluasi sumber emboli jantung (gema transesophageal lebih akurat daripada transthoracic CTA atau MRA digunakan untuk mengevaluasi stenosis arteri ekstra dan intrakranial atau oklusi Karotis dan vertebralis Doppler studi juga digunakan untuk mengevaluasi untuk stenosis arteri atau oklusi Chateter angiogram sekarang digunakan lebih jarang

terapi
Modifikasi faktor risiko meiputi berhenti merokok, menurunkan profil lipid dan olahraga, kontrol tekanan darah, manajemen yang tepat terhadap diabetes Semua kecurigaan terhadap pasien TIA harus diberikan terapi antiplateled, termasuk aspirin, clopidogrel (plavix), atau dipyridamole / aspirirn (aggrenox)

Statin terapi untuk hiperlipidemia Antikoagulasi dapat diindikasikan pada pasien dengan emboli pada jantung Carotid endarterctomy diindikasikan jika> 70% stenosis hadir dalam arteri karotid yang sesuai Stenting karotis endovascular kurang invasif dibandingkan endarterektomi dan dapat ditunjukkan dalam pasien berisiko tinggi jika endarterektomi tidak dapat dilakukan

Prognosis
TIA adalah tanda peringatan untuk stroke berikutnya Kemungkinan stroke adalah 8-10% per tahun untuk tahun pertama setelah TIA dan kemudian sekitar 5% per tahun selama 5 tahun ke depan Risiko terbesar dari stroke berikutnya adalah selama 90 hari awal setelah TIA Risiko stroke dapat dikurangi sebesar 50% jika semua faktor risiko dapat ditangani

Daftar Pustaka
http://books.google.co.id/books?id=fSlFA8B24 FgC&pg=PA34&dq=Transient+ischemic+attack +is&hl=en&sa=X&ei=m_I_Uc2zN8imrAe88oDg DQ&redir_esc=y#v=onepage&q=Transient%20 ischemic%20attack%20is&f=false Brillman, Jon and scott kahan. 2005. In a Page: Neurology. Australia; Blackwell Publishing