Anda di halaman 1dari 18

Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

http://www.elhobela.co.cc

MODIFIKASI EKONOMI ISLAM DALAM BENTUK


SAINTIFIK DENGAN ELIMINASI DOKTRIN YANG
SUBJEKTIF GUNA UNIVERSALISASI NILAI-NILAI
EKONOMI ISLAM

ESAI EKONOMI ISLAM

Diajukan guna mengikuti Lomba Penulisan Esai Ekonomi Islam (LPEEI)


Temilreg 2009 di Fakultas Ekonomi UNEJ

Oleh
ABDUS SOLIHIN

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2009
1
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam, yang telah melimpahkan rahmat
dan kenikmatannya pada hamba yang dhaif ini, sehingga hamba ini dapat menyelesaikan
esai ini dengan seksama. Tak lupa, penulis panjatkan shalawat dan salam pada Rasulullah
Muhammad SAW, sahabat, dan manusia yang mengikuti risalah dan petunjuknya hingga
hari kiamat.

Ekonomi Islam adalah hanya satu bagian dari khazanah ke-Islaman dan keilmuan
yang amat luas sekali. Akan tetapi, apapun bidang yang kita geluti (kimia, kodokteran,
fisika, sejarah, komputer, dan sebagainya) tak akan lepas dari Agama dan ekonomi.
Karena Agama merupakan fitrah hidup manusia yang pasti manusia membutuhkannya,
dan ekonomi adalah presentasi penghargaan dunia untuk kerja dan kemanfaatan yang kita
lakukan untuk orang lain dan lingkungan. Maka penulis dengan bangga dan rendah hati
memberikan kontribusi kecil dalam bentuk esai ini untuk bias bermanfaat bagi penulis
khususnya, serta umat manusia dan lingkungan secara umum.

Kesempurnaan hanya milik Allah semata, dan penulis hanyalah hamba yang
dhaif yang penuh kekurangan. Sehingga jika ada sesuatu yang kurang berkenan dalam
tulisan ini, penulis minta maaf dengan sangat. Karena kritik dan saran yang konstruktif
dari pembaca penulis butuhkan guna perbaikan kedepan.

Wassalam.

Penulis,

ABDUS SOLIHIN
Mahasiswa Jurusan Fisika
FMIPA UNEJ

2
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………… 2


DAFTAR ISI ………………………….………………………………….. 3
BAB 1. PENDAHULUAN ……………………………………………… 4
1.1 Latar Belakang ……………………………………………… 4
1.2 Rumusan Masalah ………………...………………………... 5
1.3 Tujuan ………………….……………………………………. 7
1.4 Manfaat ………………………..……………………………. 7
BAB 2. PEMBAHASAN ………………………………………………... 8
2.1 Potret Indonesia dengan Sistem Ekonomi Kapitalis ……...… 9
2.2 Sejarah Ekonomi Islam dan Perkembangannya Saat Ini ….… 11
2.3 Teknik Modifikasi Ekonomi Islam Dalam Bentuk Saintifik … 13
BAB 3. PENUTUP ……….……………………………………………… 16
3.1 Kesimpulan …………………………………………………. 16
3.2 Saran …………………………….…………………………... 16
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………... 17
AUTOBIOGRAFI ……………………………………………………… 18

3
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ekonomi Islam (ekonomi syariah) merupakan salah satu sistem alternatif


dalam melakukan kegiatan ekonomi yang meliputi jual-beli, perbankan, utang
piutang, dan sebagainya. Berbeda dengan sistem konvensional yang menggunakan
teori-teori ekonomi yang umum dikenal, ekonomi Islam menyandarkan hukum-
hukumnya lewat nilai-nilai keagamaan, khususnya Agama Islam, yang tercantum
didalam Al-Qur’an dan Hadits.

Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.


Akan tetapi, tidak sedikit pemeluk agama Islam di Indonesia yang tidak paham
tentang sistem ekonomi Islam. Bahkan, dalam banyak transaksi ekonomi yang
dijalankan oleh mayoritas penduduk Islam di Indonesia lebih memilih sistem
ekonomi konvensional daripada kaidah-kaidah sistem ekonomi Islam. Sofyan Syafri
Harahap Ph.D, seorang pakar ekonomi Universitas Trisakti Jakarta, menyatakan
bahwa sistem ekonomi konvensional yang saat ini dianut Indonesia adalah sistem
ekonomi kapitalis, walaupun sistem ekonomi konvensional tersebut banyak
diistilahkan dengan sistem ekonomi Pancasila, ekonomi campuran, ekonomi
kerakyatan dan istilah lainnya.

Sayangnya, sistem ekonomi konvensional yang banyak dijalani oleh


mayoritas penduduk Indonesa tersebut ternyata tidak berhasil membentuk
kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi yang merata secara menyeluruh. Hal ini
dapat terindikasikan mulai dari krisis moneter, krisis ekonomi serta krisis
multidimensi pada 1997 yang lalu, sampai dengan global financial crisis pada tahun
2009, hasilnya hanyalah justru bencana, kesengsaraan, dan penderitaan umat manusia
pada umumnya.

Sehingga disinilah dibutuhkan alternatif sistem ekonomi baru yang dapat


memecahkan kekurangan yang terjadi selama ini. Sehingga dapat terbentuk tatanan
ekonomi yang makmur, sejahtera, dan merata secara menyeluruh. Sistem ekonomi

4
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

alternatif tersebut adalah sistem ekonomi Islam atau bisaa disebut sistem ekonomi
yang syar’i.

Untuk dapat merealisasikan sistem ekonomi Islam guna mencapai tujuan


seperti tersebut diatas, masyarakat harus benar-benar mengerti dan paham tentang
ekonomi Islam, seluk-beluknya, pengaplikasiannya, serta apa yang membedakannya
dengan sistem ekonomi konvensional. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan
sosialisasi dan pendidikan mengenai ekonomi Islam terhadap masyarakat Islam
Indonesia.

Akan tetapi, ekonomi Islam tidak banyak diajarkan disekolah-sekolah dan


perguruan tinggi, walaupun perguruan tinggi tersebut memiliki afiliasi program
ekonomi. Untuk menjadikan pembelajaran ekonomi Islam sebagai mata pelajaran
atau mata kuliah yang diprioritaskan, tentu hal ini akan mengundang pro-kontra dan
pertentangan dimana-mana karena Indonesia bukanlah negara Islam yang
mengutamakan Agama tertentu saja.

Sehingga, disini penulis menawarkan solusi dengan memodifikasi ekonomi


Islam yang pada awalnya merupakan bagian dari keyakinan beragama diperluas
menjadi sesuatu yang ilmiah, dapat dipertanggung-jawabkan, dan menggunakan
metode-metode keilmuan dalam pembuktiannya. Dengan demikian, ekonomi Islam
tidak hanya dapat dinikmati oleh pemeluk agama Islam, akan tetapi juga oleh
pemeluk Agama lain. Selain itu, karena ini saintifik, maka pengajaran materi ini
dapat diterima disekolah maupun universitas tanpa ada protes SARA.

1.2 Rumusan Masalah

Ekonomi Islam adalah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk dapat
mencapai kemapanan ekonomi yang maksimal dan menyeluruh. Satu-satunya cara
agar ekonomi Islam dapat memasyarakat adalah membuat masyarakat paham tentang
ekonomi Islam, pengaplikasiannya, serta seluk-beluknya. Untuk mencapai hal
tersebut, ekonomi Islam dapat disisipkan kedalam pendidikan formal maupun non
formal. Akan tetapi, ada beberapa masalah yang dapat muncul dalam proses tersebut.

5
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

Pertama, permasalahan yang muncul misalnya ketika ekonomi Islam


dikurikulumkan dan dijadikan sebagai mata pelajaran atau mata kuliah yang
diprioritaskan disekolah-sekolah atau perguruan tinggi, maka ini sangat mungkin
untuk menimbulkan penentangan dari golongan tertentu karena alasan SARA
maupun alasan pengistimewaan Agama tertentu. Ini bisa terjadi karena tidak semua
penduduk Indonesia beragama Islam. Sehingga kurang etis untuk membawa-bawa
Agama kedalam institusi yang bersifat keilmuan dimana tidak memandang keyakinan
atau kepercayaan tertentu, akan tetapi institusi yang berdasar pada objektifitas
keilmuan.

Kedua, selama ini, proses muamalah, tijarah, waris, dan kegiatan ekonomi
lainnya yang dilakukan oleh umat Islam yang disandarkan pada Agama dilakukan
hanya sebatas suatu keharusan dari suatu hukum keagamaan tanpa mengkritisinya
dengan meneliti lebih jauh dengan metodologi ilmiah tentang manfaat yang
terkandung didalamnya. Dengan demikian, aspek kemanfaatan dunia yang
seharusnya muncul tereliminir dengan aspek doktrin keagamaan yang membuat
sistem Islam tersebut terkesan inklusif hanya bermanfaat untuk pemeluk Islam saja.

Ketiga, perkembangan perekonomian dunia yang semakin kompleks dan


maju menyebabkan terbentuknya beberapa interpretasi-interpretasi baru tentang
ekonomi Islam. Interpretasi-interpretasi baru ini menopang eksistensi perkembangan
ekonomi pemeluk Agama Islam. Akan tetapi disisi lain, karena terdapat banyak
tawaran penafsiran yang bahkan sebagian interpretasi kontroversial antara satu
dengan yang lain, menyebabkan tingkat kepercayaan pemeluk Islam terhadap
ekonomi Islam berkurang. Sehingga secara faktual, ekonomi Islam relatif tidak lagi
dianggap sebagai sesuatu yang mengikat bagi pemeluknya.

1.3 Tujuan

Esai ini ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan dan mengetahui salah satu
teknik yang diharapkan oleh penulis dapat memberikan kontribusi dalam
memasyarakatkan ekonomi Islam lewat pendidikan baik formal maupun non formal.
Teknik tersebut adalah teknik memodifikasi ekonomi Islam yang bisaanya dipandang

6
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

sebagai suatu keyakinan atau doktrin keagamaan, menjadi suatu bentuk subjek
keilmuan yang ilmiah, objektif, dapat dipertanggung jawabkan, dan bersifat
universal. Sehingga nilai-nilai ekonomi Islam dengan begitu dapat diterima oleh
siapa saja, tanpa memandang suku, tempat, dimensi waktu, bahkan Agama sekalipun.
Dan dengan demikian, ekonomi Islam dapat disisipkan pada kurikulum pendidikan
formal maupun non-formal sebagai suatu subjek keilmuan yang deskriptif,
menjelaskan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya secara lebih objektif dan apa
adanya, tanpa ada unsur persuasi keagamaan.

1.4 Manfaat

1. Ekonomi Islam akan dapat lebih bersifat universal sehingga sesuai dengan
Islam sebagai rahmatal lil a’lamiin (rahmat bagi semesta alam)
2. Membentuk sifat kritis pada Umat muslim sehingga dapat terjauh dari
dogmatis dan taklid buta dalam melakukan kegiatan ekonomi yan Islami
3. Dapat lebih menganalisa interpretasi ekonomi Islam dengan lebih
mendalam dan yang mendekati kebenaran yang paling argumentatif dan
objektif
4. Meningkatkan SDM umat

7
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

BAB 2. PEMBAHASAN

Kata ekonomi berasal dari dua kata bahasa Yunani oikos yang artinya
rumah dan nomos yang berarti peraturan. Sehingga secara epistemologi, ekonomi
dapat berarti ilmu yang mempelajari aturan-aturan memanagemen keuangan
rumah tangga (dalam artian yang luas) dalam rangka efisiensi dan strukturisasi.
Aturan-aturan tersebut tersebut teraktualisasi lewat teori-teori yang secara empiris
membentuk sistem-sistem ekonomi tertentu. Sistem-sistem ekonomi tersebut
misalnya merkantilis, sistem ekonomi klasik dan neoklasik, kapitalis, sosialis,
komunis, monetary orde, orde strukturalis, sistem ekonomi campuran, dan
post industrial state economy.

Sedangkan ekonomi dalam Islam adalah ilmu yang mempelajari segala


prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan
memperoleh falah (kedamaian & kesejahteraan dunia-akhirat). Kata Islam setelah
Ekonomi dalam ungkapan Ekonomi Islam menurut Prof. Dr. Suroso Imam Jazuli
dalam bukunya yang berjudul Prinsip-Psinsip Ekonomi Islam berfungsi sebagai
identitas tanpa mempengaruhi makna atau definisi ekonomi itu sendiri. Karena
definisinya lebih ditentukan oleh perspektif atau lebih tepat lagi worldview yang
digunakan sebagai landasan nilai. Dengan demikian, terdapat dua perbedaan yang
mendasar antara ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam. Jika ekonomi
konvensional hanya memiliki tujuan mencapai sesuatu yang kongkret dan
berbentuk, maka ekonomi Islam memberikan nilai plus dengan menawarkan
tambahan tujuan ukhrawi (psikologi) yang cenderung pada fungsi sosial.

Pada tingkat tertentu, isu definisi Ekonomi Islam sangat terkait sekali
dengan wacana Islamisasi ilmu pengetahuan (Islamization of Knowledge). Sains
atau ilmu pengetahuan dalam Islam lebih dimaknakan sebagai segala pengetahuan
yang terbukti kebenarannya secara ilmiah yang mampu mendekatkan manusia
kepada Allah SWT (revelation standard – kebenaran absolut). Sedangkan Science

8
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

yang dikenal luas dalam dunia konvensional adalah segala ilmu yang memenuhi
kaidah-kaidah metode ilmiah. Dan akhir-akhir ini, pendekatan sains yang
menawarkan objektifitas keilmuan tersebut merupakan hal yang paling bisa
diterima oleh masyarakat dunia luas dari pada pendekatan-pendakatan yang lain.
Sehingga, penulis disini menawarkan metode atau teknik memodifikasi ekonomi
Islam yang bisaanya dipandang sebagai suatu keyakinan atau doktrin keagamaan,
menjadi suatu bentuk subjek keilmuan yang ilmiah, objektif, dapat dipertanggung
jawabkan, dan bersifat universal. (Nadjib, 2007: 161)

Dalam tulisan berikut, penulis akan terlebih dahulu menjelaskan mengenai


potret Indonesia dengan sistem ekonomi kapitalis dalam rangka instrospeksi dan
melihat kekurangan yang ada. Lalu, untuk mempermudah susunan kerangka
berpikir, penulis lanjutkan dengan pembahasan tentang sejarah ekonomi Islam dan
perkembangan ekonomi Islam saat ini. Setelah itu, baru penulis deskripsikan
tentang teknik todifikasi ekonomi Islam dalam bentuk saintifik yang selanjutnya
akan dijelaskan mengenai kendala yang mungkin muncul dan solusinya.

2.1 Potret Indonesia dengan Sistem Ekonomi Kapitalis

Dalam berbagai pidato dan tulisan, ekonomi Indonesia dinamai dengan


berbagai istilah seperti ekonomi pancasila, ekonomi campuran, ekonomi
kerakyatan dan istilah lainnya. Namun menurut pakar ekonomi Universitas
Trisakti Jakarta, Bpk. Sofyan Syafri Harahap Ph.D, setelah ditelaah lebih
kritis sebenarnya sistem ekonomi yang dianut Indonesia adalah sistem
ekonomi Kapitalis. Bahkan dalam hal-hal tertentu, menurut beliau, sistem
ekonomi kita lebih kapitalis dari sistem kapitalis di negara kampiun kapitalis
seperti halnya di Amerika apalagi di Eropa. (http://sofyan.syafri.com)

Sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan di Indonesia semakin


memasyarakat karena kelemahan sistem hukum dan sistem demokrasi yang

9
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

diterapkan di Indonesia. Walaupun setelah reformasi Indonesia menjadi lebih


baik, tetapi masih terkendala. Sehingga, sistem ekonomi pancasila yang
pernah terusung menghilang begitu saja. Dampaknya adalah bahwa kapitalis
dengan mudahnya menikmati keuntungan material dari berbagai kebijakan
ekonomi nasional yang dipaksakannya untuk dianut termasuk memaksakan
keinginannya melalui aparat dan birokrat yang korup.

Jika dilihat dari segi siapa yang diuntungkan oleh sistem kapitalis saat
ini maka dapat dipastikan bahwa bahwa yang diuntungkan adalah sang
kapitalis. Kalau di Dunia maupun Amerika kemajuan ekonomi dalam
beberapa dekade terakhir ini dinikmati lebih besar oleh orang kaya. Berikut
persentase bagian yang diterima masyarakat dunia dari sistem kapitalis yang
banyak dianut didunia. Data statistik dibawah menunjukkan bahwa, pada
masyarakat dengan perekonomian rendah, semakin lama tingkat ekonominya
semakin turun. Sedangkan pada masyarakat tingkat ekonomi menengah
keatas, semakin lama tingkat ekonominya semakin meningkat.

No Penduduk 1965 1970 1980 1990

1 Termiskin 20% 2,3 2,2 1,7 1,4

2 Termiskin ke 2 20% 2,9 2,8 2,2 1,8

3 Terkaya ke 3, 20% 4,2 3,9 3,5 2,1

4 Terkaya ke 2, 20% 21,3 21,3 18,3 11,3

5 Paling kaya , 20% 69,5 70,0 75,4 83,4

Sumber: Korzeniewics dan Moran 1997

Dari statistik diatas dapat disimpulkan bahwa semakin lama yang kaya
semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Sistem kapitalisme memang
akan menghasilkan situasi seperti ini.

10
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

Tidak berbeda dengan data diatas. Data statistik yang dimiliki


Indonesia juga menunjukkan bahwa pada masyarakat dengan perekonomian
rendah, semakin lama tingkat ekonominya semakin turun. Sedangkan pada
masyarakat tingkat ekonomi menengah keatas, semakin lama tingkat
ekonominya semakin meningkat. Berikut distribusi pendapatan penduduk
Indonesia 2002-2004:

No Penduduk 2002 2003 2004

1 Pendapatan tertinggi 20% 42,2 42,3 42,1

2 Pendapatan Menengah 40% 36,9 37,1 37,1

3 Pendapatan Termiskin, 20% 20,9 20,6 20,8

Diolah Mustafa Edwin Nasution dari BPS

Kelembagaan ekonomi kapitalis bermuara dan mengerucut pada


institusi Korporasi. Bahkan oleh John Perkins (2005) dalam bukunya “The
Confession of Economic Hit Man” menyatakan dan mengalami bagaimana
lembaga corporacy ini memiliki kekuasaan yang sungguh luar bisaa sampai
pada bidang politik serta menguasai dan mengatur kebijakan negara maupun
kebijakan internasional melalui berbagai lembaga internasional seperti IMF,
Bank Dunia, atau PBB.

2.2 Sejarah Ekonomi Islam dan Perkembangannya Saat Ini

Menurut H. Muhammad Jamhuri, Lc., perjalanan sejarah ekonomi


Islam dapat dibagi menjadi empat periode, yaitu masa pertumbuhan, masa
keemasan, masa kemunduran, dan masa kesadaran. Masa pertumbuhan adalah
pada saat periode awal Islam diemban oleh Rasulullah Muhammad SAW,
para sahabat, tabiin, dan tabi’it tabiin.
11
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

Ekonomi Islampun mengalami masa keemasannya setelah terjadi


beberapa perkembangan dalam kegiatan ekonomi, pada abad ke 2 Hijriyah
para ulama mulai meletakkan kaidah-kaidah bagi dibangunnya sistem
ekonomi Islam di sebuah negara atau pemerintahan dan terbit banyak kitab-
kitab yang membahas ekonomi Islam seperti Al-Majmu’ karya Imam An-
Nawawi (wafat657 H).

Masa kemunduran ekonomi Islam muncul sejak ditutupnya pintu


ijtihad pada abad 15 H. Maka dalam menghadapi perubahan sosial, prinsip-
prinsip Islam pada umumnya dan prinsip ekonomi khususnya, tidak berfungsi
secara optimal, karena para ulama seakan tidak siap dan berani untuk
langsung menelaah kembali sumber asli tasyri’ dalam menjawab perubahan-
perubahan tersebut. Mereka lebih suka merujuk pada pendapat imam-imam
mazdhab terdahulu dalam mengistimbat suatu hukum, sehingga ilmu-ilmu
keislaman lebih bersifat pengulangan dari pada bersifat penemuan. Tradisi
taklid ini menimbulkan stagnasi (kejumudan) dalam mediscover ilmu-ilmu
baru, khususnya dalam menjawab hajat manusia di bidang ekonomi. Padahal
ijtihad adalah sumber kedua Islam setelah al-Quran dan as-Sunnah. Dan
pukulan telak terhadap Islam adalah ketika ditutupnya pintu ijtihad tersebut.

Masa kesadaran kembali muncul pada permualaan abat ke 19, setelah


merebak hal-hal baru dalam bidang ekonomi yang menejadi masalah
dimasyarakat. Langkah ini terlihat dari diadakannya beberapa seminar dan
muktamar, antara lain Muktamar Internasional tentang fiqih Islam Pada
Muktamar Fiqih Islam pertama yang diadakan di Paris tahun 1951 dibahas
masalah-masalah yang berhubungan dengan ekonomi, riba dan konsep
pemilikan, Muktamar Fiqih Islam kelima diadakan di Riyadh pada bulan
Nopember 1977, Muktamar ekonomi Islam, diadakan di London pada bulan
Juli 1977, dan diikuti banyak seminar internasional yang lain.

Perkembangan ekonomi syari’ah di Indonesia demikian cepat,


khususnya perbankan, asuransi, reksadana, pasar modal, pegadaian, leasing,
12
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

dan lembaga keuangan mikro syariah. Jika pada tahun 1990-an jumlah kantor
layanan perbankan syariah masih belasan, maka tahun 2000an, jumlah kantor
pelayanan lembaga keuangan syariah itu melebihi enam ratusan yang tersebar
di seluruh Indonesia ditambah ribuan office channeling atau layanan syare di
seluruh kantor pos di Indonesia dan asset yang semakin bertambah walaupun
perkembangannya tidak sesignifikan banyaknya penganut sistem kapitalis.

2.3 Teknik Modifikasi Ekonomi Islam dalam Bentuk Saintifik

Dalam masa-masa kesadaran kembali terhadap ekonomi Islam yang


sedang berlangsung ini dibutuhkan teknik-teknik yang mumpuni untuk dapat
lebih mengembangkan, menyebarluaskan, dan memasyarakatkan nilai-nilai
ekonomi Islam. Dari sejarah ekonomi Islam yang telah dijelaskan diatas,
didapati bahwa penyebab kemunduran ekonomi Islam bermula pada abad ke-
15 saat pintu ijtihad ditutup. Sehingga waktu itu terjadi kebuntuan berpikir.
Dan berarti bahwa, untuk dapat mengembangkan ekonomi Islam, merupakan
suatu keharusan untuk tidak statis pada metode yang sudah ada, akan tetapi
senantiasa mencari pencerahan baru dengan metode atau teknik baru yang
lebih baik, atau dengan kata lain berijtihad.

Teknik modifikasi ekonomi Islam dalam bentuk saintifik adalah


metode pengajaran dan pembelajaran dengan pendekatan sains yang
menawarkan objektifitas keilmuan dalam memaparkan, merepresentasikan,
atau merealisasikan sistem jual-beli, perbankan, utang piutang, dan kegiatan
ekonomi lainnya yang disyariatkan didalam agama Islam yang tertuang
didalam Al-Qur’an dan Hadits. Sehingga, ekonomi Islam tidak lagi menjadi
suatu keyakinan beragama pemeluk Agama Islam semata, tetapi juga menjadi
suatu bentuk subjek keilmuan yang ilmiah, dapat dipertanggung jawabkan,
objektif, dan bersifat universal. Dan dengan demikian, ekonomi Islam dapat
disisipkan pada kurikulum pendidikan formal maupun non-formal sebagai
13
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

suatu subjek keilmuan yang deskriptif, menjelaskan kelebihan-kelebihan yang


dimilikinya secara lebih apa adanya, tanpa ada unsur doktrinasi ataupun usaha
mempersuasi.

Berbeda dengan metode pemaparan yang umum dikenal dalam


mendeskripsikan ekonomi Islam, Teknik modifikasi ekonomi Islam dalam
bentuk saintifik ini menggunakan tiga aspek filosofis yang dilekatkan dengan
sistem Islam yang murni dalam pengaplikasiannya, yaitu aspek ontologis,
epistemologis, dan aksiologis dalam menginterpretasikan firman literer Al-
Qur’an dan Hadits. Sehingga, nilai-nilai ilmiah dari syariatullah atau firman
literer yang termaktub didalam Al-Qur’an dan Hadits akan tampak. Dengan
demikian, pengadopsian nilai-nilai ekonomi Islam yang muncul dalam wajah
yang lebih ilmiah ini akan lebih bersifat universal, dapat diterima oleh semua
golongan tanpa memandang Agama, suku, ras, area, dan kebudayaan.

Aspek ontologis meliputi objek ekonomi Islam yang dibicarakan.


Objek kajian dapat berupa sistem perbankan, jual-beli, utang piutang, bursa
saham, dan kegiatan ekonomi lainnya. Untuk memahami objek kajian secara
jelas, dibutuhkan kerangka pemikiran latar belakang yang jelas, logis, runtut,
dan alur pemikiran yang taat asas atau konsisten.

Untuk mempertajam pemahaman objek melalui aspek ontologis diperlukan


kajian teoritis tentang masalah yang dikaji, latar belakang terjadinya masalah, dan
faktor-faktor lain yang terkait serta keterkaitan faktor yang satu dengan yang lain.
Penajaman pengertian memerlukan referensi baik dari sumber saintifik maupun
sumber keagamaan. Hal ini karena analisis berbagai faktor yang mempengaruhi
timbulnya masalah dapat membantu terbukanya jalan bagi pemecahan yang lebih
tepat.

Aspek epistemologis ekonomi Islam berkaitan dengan metode pemecahan


masalah, baik secara teoritis maupun secara empiris sehingga dapat dipertanggung
jawabkan secara rasional empiris. Pemecahan masalah secara rasional menyangkut
pengkajian secara teoritis, yang secara deduktif dapat ditemukan pemecahan secara

14
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

sementara. Hasil pemecahan sementara dapat dituangkan dalam hipotesis atau asumsi
yang perlu ditindak lanjuti dengan pengkajian empiris dalam artian luas. Ada
beberapa tahapan yang dapat dilakukan dalam rangka menemukan jawaban tentang
pemecahan masalah, termasuk didalamnya pengujian hipotesis atau pembuktian
asumsi. Tahap pertama berisi pengkajian teoritis terhadap masalah yang akan
dipecahkan, baik melalui deduksi berbagai teori yang telah ada maupun dari berbagai
hasil penelitian sebelumnya. Tahap kedua memuat pengkajian metodologis tentang
cara yang akan ditempuh dalam usaha memperoleh data atau informasi gabungan dari
nalar dan firman literer yang diperlukan untuk deskripsi jawaban atas masalah yang
dipecahkan. Tahap ketiga merupakan langkah analisis terhadap data hasil penelitian.
Hasil analisis data merupakan pembuktian logis atau empiris terhadap hipotesis atau
criteria baku yang ditetapkan dalam suatu penelitian atau kajian.

Aspek terakhir adalah aspek aksiologis. Aspek ini berkaitan dengan manfaat
atau nilai pemecahan masalah yang tersirat dalam judul atau tema kajian. Misalnya
mengenai riba’ atau bunga Bank, disini argumentasi dapat berupa faktor kepentingan
dalam hal yang secara nalar paling positif. Walaupun secara ontologis kajian
ekonomi Islam bersifat objektif, tapi kenyataannya memang masih tersirat
kepentingan aksiologis karena tersirat tanggung jawab moral demi kesejahteraan
manusia dan lingkungan.

Dengan ketiga aspek filosofis yang telah dijelaskan diatas, maka Teknik
modifikasi ekonomi Islam dalam bentuk saintifik dapat diaplikasikan dalam ranah
yang sangat luas sekali, meliputi pendidikan formal maupun non-formal dengan
disisipkan pada kurikulum yang berlaku. Karena materi ekonomi Islam yang sudah
diolah dengan teknik ini tidak lagi bersifat keagamaan semata, tapi sudah bernilai
sains, maka pembuatan, penyisipan, atau pembelajaran secara khusus terhadap
ekonomi Islam tidak ada kendala lagi.

15
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari analisa dan pembahasan yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan


bahwa teknik modifikasi ekonomi Islam dalam bentuk saintifik sesuai dan cocok
untuk diaplikasikan guna pengaplikasian nilai-nilai ekonomi Islam menjadi lebih
universal dalam kehidupan manusia dan lingkungannya. Selain itu, eknik tersebut
yang menggunakan aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam meng-
interpretasikan firman literer Al-Qur’an dan Hadits dapat lebih meminimalisir
permasalahan yang muncul dalam sosialisasi dan pendidikan mengenai ekonomi
Islam terhadap masyarakat Islam Indonesia, baik dalam ruang lingkup formal
maupun non-formal.

3.2 Saran

Ada banyak jalan menuju makkah, demikian peribahasa itu berbunyi.


Analogi dengan peribahasa tersebut, penulis berharap metode atau teknik modifikasi
ekonomi Islam dalam bentuk saintifik ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan dapat
diaplikasikan dalam ranah yang lebih luas sehingga dapat dimanfaatkan oleh lebih
banyak orang. Akan tetapi bukan berarti bahwa teknik ini tiada cacat, karena yang
maha sempurna hanyalah Allah saja. Sehingga jika ada khilaf, penulis mengharap
kritik dan saran konstruktif untuk perbaikan kedepan.

16
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Yafie, K.H. Prof. Ali., dkk. 2003. Ekonomi Syariah Dalam Sorotan. Yayasan
Amanah: Jakarta.
Nadjib, Emha Ainun. 2007. Sarjana Fakultatif Lulusan Universitas. Penerbit
Kompas: Jakarta.
Jazuli, Prof. Dr. Suroso Imam. 2006. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam. Mizan:
Jakarta.
Perkins, John. 2005. The Confession of Economic Hit Man. John Willey: New York.

Internet:

http://sofyan.syafri.com/2008/07/03/ekonomi-syariah-dan-masa-depan-ekonomi-
indonesia/

http://agustianto.niriah.com/2008/04/03/fatwa-ekonomi-syariah-di-indonesia/

http://www.shariaheconomics.org/2008/sejarah-ekonomi-syariah/

http://id.shvoong.com/books/1834907-sejarah-pemikiran-ekonomi-islam/

http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/8-kajian-
ekonomi/949-urgensi-kurikulum-ekonomi-syariah
http://www.dikti.org/?q=node/321

17
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
http://www.elhobela.co.cc

PROFIL PENULIS

Nama : Abdus Solihin


T.T.L : Probolinggo, 31 Januari 1989
Web : http://www.elhobela.co.cc
HP : +6285258184400

Pendidikan Formal:
1. TK Kemala Bahyangkari
2. SDN Sebaung III, lulus thn. 2001
3. SMPN 1 Gending, lulus thn. 2004
4. Jurusan Ilmu Alam SMAN 1 Gending, lulus thn. 2007
5. Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Jember, sedang ditempuh.
Pendidikan Informal:
1. Santri Masjid Fathullah Sebaung-Gending, thn. 2001-2004
2. Lembaga Bimbingan Belajar PRIMAGAMA, thn. 2006-2007
3. TOEFL Preparation Course 1 UPT of Language UNEJ, thn. 2008
Pengalaman:
1. Pramuka, thn. 2001
2. Seksi Keagamaan OSIS SMAN 1 Gending, thn. 2004-2007
3. Sekretaris 2 Forum Anak Kabupaten Probolinggo (dibawah naungan LPA
dan BAPPEDA Kab. Probolinggo), thn. 2005-2006
4. Perumus & Tim soal Olimpiade Fisika Tingkat SMA se-Jawa Timur,
FMIPA UNEJ, thn.2009
5. Seksi Acara sekaligus Moderator Seminar Nasional Teknologi Robotika
FMIPA UNEJ tahun 2009
6. Fasilitator Seminar "Temu Bocah" yang diselenggarakan LPA (Lembaga
Perlindungan Anak) Kab. Probolinggo, Agustus 2009.
7. Peserta Technical Assistance “Perancangan Media Promosi Berbasis
Teknologi Informasi dan Media Massa” Universitas Jember, 19-30 April
2010.
8. Beberapa seminar-seminar lokal, Nasional, dan Internasional.
Prestasi:
1. Sepuluh besar nilai tertinggi Ujian Akhir Nasional SMPN 1 Gending tahun
2004
2. Juara Harapan lomba Apresiasi & Baca Puisi Tingkat Kabupaten
Probolinggo tahun 2006
3. Peserta English Debating Competition se-Kota dan Kabupaten
Probolinggo tahun 2007
4. Juara Harapan 1 Kompetisi Esai Ekonomi Islam Tingkat Mahasiswa se-
Jawa Timur tahun 2009
5. Juara 3 "Agribusiness Blog Competition" Tingkat Nasional, Agustus 2009
6. Pemenang Alnect Computer Blog Contest Yogyakarta, thn. 2009
7. Finalis Lomba Karya Kreatif Inovatif Mahasiswa UNEJ Bidang GKI

18