Anda di halaman 1dari 9

METODOLOGI RISET

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DARUL ULUM JOMBANG

METODOLOGI RISET
(Diasuh oleh : Dra. Denok Wigati, M. Si.)

Jenis-jenis penelitian: 1. Kualitatif : tidak berupa angka, non statistic, tidak ada hipotesa 2. Kuantitatif : berangkat dari angka-angka statistik, ada hipotesa a. Diskriptif : memberikan gambaran satu variabel saja b. Inferensial : menganalisis hubungan beberapa variabel. Penelitian inferensial memiliki beberapa tipe: 1) Korelatif : kecenderungan hubungan antar variabel 2) Komparatif : membandingkan beberapa variabel

Variabel utama : 1. Variabel bebas : sebab 2. Variabel tergantung : akibat

Gejala Variabel 1. Kontinum : variabel bisa diukur atau di skor 2. Diskrit : Variabel tidak bisa diukur, hanya bisa dipilah

Kaitan Variabel dengan Tipe Penelitian 1. Apabila variabel bebas adalah diskrit penelitian komparasi 2. Apabila variabel bebas adalah kontinum penelitian korelasi

Menyusun Hipotesis 1. Untuk model korelatif Ada korelasi antara VariabelBebas dengan VariabelTergantung 2. Untuk model komparatif Ada perbedaan tentang VariabelTergantung antara kelompok KelompokVariabelBebas1, KelompokVariabelBebas2.

Arah Hipotesa 1. Berarah


:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum

a. Pada penelitian korelasi 1) Positif : arah variabel bebas berbanding lurus dengan variabel tergantung, apabila variabel bebas naik, variabel tergantung juga naik 2) Negatif : arah variabel bebas berbanding terbalik dengan variabel tergantung, apabila variabel bebas naik, variabel tergantung turun. b. Pada penelitian komparasi Bahwa VariabelTergantung kelompok VariabelBebas lebih tinggi dari kelompok VariabelBebas 2. Tidak Berarah

Hipotesa berdasarkan Cakupan Variabel 1. Hipotesa mayor : variabel bebas dan variabel tergantung diteliti seluruhnya 2. Hipotesa minor : hanya beberapa aspek/sub variabel yang diteliti

Kedudukan Variabel 1. Variabel Utama, variabel yang murni akan diteliti sebagai tujuan utama. Terdiri dari a. Variabel bebas b. Variabel tergantung 2. Variabel Sampingan, variabel di luar variabel utama yang diduga

mempengaruhi variabel utama, baik pada variabel bebas maupun tergantung. Jenis variabel sampingan a. Tidak harus dikontrol, bila menurut fungsi dalam penelitian sebagai 1) Variabel Intervening, variabel perantara antara variabel bebas dan variabel tergantung. 2) Variabel Rambang, tidak perlu dikontrol dengan alasan a) menurut hasil penelitian sebelumnya tidak memiliki kontribusi yang signifikan b) variabel sulit diukur c) variabel bisa diukur tapi membutuhkan dana yang besar b. Harus dikontrol 1) Secara statistik dan hasilnya dilibatkan dalam analisis statistik a) Variabel Sertaan : apabila variabel yang dikontrol bersifat kontinum Pada penelitian korelasi disebut Koprediktor

:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum

Pada penelitian komparasi disebut Kopariabel

b) Variabel Moderator: apabila variabel yang dikontrol bersifat diskrit 2) Secara Subyek, disebut variabel kendali.

Macam-Macam Model Analisis Statistik 1. Tipe penelitian komparasi a. T-Test Digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan dua kelompok data dalam variabel diskrit b. Analisis Variansi (Anava) Digunakan untuk menguji sifnifikansi perbedaan lebih dari 2 kelompok data. Macam-macam anava Anava umum : apabila variabel tergantung hanya satu Anava simultan : apabila variabel tergantung lebih daru satu

Jalur-jalur anava Satu jalur (A) Dua jalur (AB) Tiga jalur (ABC)

Catatan : Jalur anava = jumlah var. bebas + jumlah var moderator c. Analisis kOvariansi (Anakova) Digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan lebih dari 2 kelompok data serta mengontrol secara statistik variabel sampingan bergejala kontinum (kovariabel), dengan kata lain, apabila ada kovariabel dalam tipe penelitian komparasi maka menggunakan anakova. Jenis anakova Anakova umum : variabel tergantung hanya satu Anakova simultan : variabel tergantung lebih dari satu

Jalur anakova satu jalur dua jaur tiga jalur

Catatan : untuk menentukan jumlah jalur, dihitung jumlah variabel bergejala diskrit dalam variabel bebas dan tergantung
:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum

2. Tipe penelitian korelasi a. Product Moment Digunakan untuk menguji signifikansi korelasi antara satu variabel bebas bergejala kontinum dengan satu variabel tergantung bergejala kontinum b. Analisis Regresi Umum Digunakan untuk menguji signifikansi korelasi antara beberapa variabel bebas bergejala kontinum dengan satu variabel bergejala kontinum c. Analisis Regresi Simultan Digunakan untuk menguji signifikansi korelasi antara beberapa variabel bebas bergejala kontinum dengan beberapa variabel tergantung bergejala kontinum. d. Korelasi Parsial Digunakan untuk menguji signifikansi korelasi satu variabel bebas bergejala kontinum dengan satu variabel tergantung bergejala kontinum serta mengontrol secara statistik variabel sampingan bergejala kontinum (koprediktor). Embel-embel jalur yang menggunakan variabel diskrit (menghitung jumlah moderator yang ada) 0 jalur 1 jalur 2 jalur

Jenjang-jenjang korelasi parsial (menghitung jumlah koprediktor) jenjang 1 jenjang 2 jenjang 3

e. Analisis Diskriminan Digunakan untuk menguji signifikansi korelasi antara satu variabel bebas bergejala kontinum dengan satu variabel kontinum bergejala diskrit

Populasi : sekelompok orang tempat generalisasi/diterapkannya hasil penelitian Sampel : Beberapa orang dari populasi yang merupakan wakil dari populasi yang akan diteliti

:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum

Teknik Sampling : Prosedur/tata cara pengambilan sampel dari populasi yang memenuhi kaidah metodologi penelitian untuk mendapatkan sampel yang betulbetul representatif

Macam-macam teknik sampling: 1. Proporsional Random Sampling Pengembilan sampel dengan memperhatikan proporsi jumlah sub-sub populasi. Digunakan bila kenyatan di lapangan bahwa jumlah objek dalam sub-sub populasi tidak sama 2. Stratified Ramdom Sampling Mengambil sampel dengan memperhatikan strata yang terdapat populasi. Pada tiap strata tersebut diambil jumlah sampel yang sama. 3. Cluster Random Sampling Pengambilan sampel dengan cara menghimpun/mendaftar sub-sub populasi yang ada untuk selanjutnya dirandom (diundi). Sub populasi yang tepilih dijadikan sampel. 4. Insidental Sampling Digunakan apabila populasi yang akan diteliti infinite (tidak jelas) dengan memilih orang yang berada di tempat penelitian pada waktu tertentu. 5. Area Random Sampling Pengambilan sampel dengan memperhatikan daerah/wilayah dari yang paling luas sampai yang paling kecil. Setiap wilayah dipilih secara acak diambil satu untuk mewakili, dan cara ini dilakukan secara terus menerus secara bertingkat 6. Quota Random Sampling Pengembilan sampel dengan cara memberi kesempatan anggota populasi yang telah mengumpulkan skala/angket pada jumlah yang telah ditetapkan. Biasanya untuk men-stimulus populasi diadakan undian berhadiah. 7. Purposive Random Sampling Pengambilan sampel dengan cara memilih orang-orang yang mempunyai ciri tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. 8. Simple Random Sampling Digunakan untuk populasi yang homogen. Langsung dirandom setelah kriteria ditetapkan.
:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum

Menentukan Sampel: 1. Homogenitas populasi : semakin heterogen, maka semakin banyak 2. Asumsi yang harus dipenuhi: sebaran gejala variabel tergantung harus memenuhi kurve normal dengan minimum subjek 30 orang

Metode Pengumpulan Data: 1. Interview (menanyakan secara langsung kepada responden) Variabel yang bisa diungkap dengan interview adalah tingkah laku covert (tidak bisa diamati) seperti pendapat, penilaian, sikap, motivasi. Agar data hasil interview akurat, wawancara harus dilakukan terstruktur. 2. Observasi (mengamati responden) Indra yang berperan adalah pengamatan dan pendengaran, ditunjang indera lain seperti perasa, penciuman, peraba. Variabel yang bisa diukur dengan observasi adalah tingkah laku overt (bisa diamati) seperti agresivitas, produktivitas, prestasi kerja. Untuk akurasi hasil observasi, perlu dilakukan: a. pemetaan hasil observasi yang terstruktur b. adanya pengujian antar rater : positif : bila korelasi antar rater sama diambil satu rater negatif : bila korelasi tidak asma menambah satu rater dan mengambil rater yang sesuai dengan rater terakhir

Contoh Model Rating Shcedule


NO 1 GEJALA Verbal - Mengumpat - Mengejek - Berteriak Fisik - Memukul - Meludah - Menendang SS V V V V V V S CS JR TP

Contoh Model Checklist


NO 1 GEJALA Verbal - Mengumpat - Mengejek Ani V Ana V V Nia Ina V V Ain

:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum

- Berteriak Fisik - Memukul - Meludah - Menendang

V V V V

V V V V

V V V

3. Test Mengambil data dengan menggunakan alat test yang sudah berlaku. Contoh : WAIS, SMP, TINTUM, Phi, dan sebagainya. 4. Skala Mengumpulkan data dengan menggunakan pertanyaan secara tertulis disertai alternatif jawaban yang dijawab secara langsung oleh subjek penelitian. Alternatif jawaban skala berdasarkan intensitas Prosedur penyusunan skala: a. Menetapkan konstrak (variabel yang akan diukur) b. Menetapkan landasan teoritik yang akan melandasi pengukuran c. Menyusun definisi operasional/ menjelaskan gejala variabel yang dimaksud berdasar manivestasi dalam kehidupan sehari-hari. d. Menentukan indikator-indikator/aspek-aspeknya e. Membuat blueprint yang berupa kisi-kisi/tabel-tabel yang berisi tentang aspek-aspek variabel beserta sumbernya f. Menyusun item berdasarkan blueprint g. Uji coba/try out h. Scoring i. Analisis butir untuk mengetahui validitas & releabilitas j. Skala valid

Macam-macam validitas: a. Validitas konstrak (logika) : sejauh mana alat ukur yang dibuat sesuai dengan landasan teori yang dipilih b. Kontent Validitas : Sejauh mana alat ukur menghimpun seluruh aspek variabel yang akan diukur. Untuk memenuhi kontent validitas ditempuh definisi operasional indikator blue print c. Face Validitas : seberapa jauh redaksional dalam item yang disusun bila dirasakan betul-betul mengungkap aspek variabel yang dimaksud

:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum

d. Emprikal Validitas : Sejauh mana item yang dibuat sesuai dengan kenyataan di lapangan. Untuk memenuhinya ditempuh uji coba dan analisis butir 5. Angket Daftar pertanyaan tertulis yang langsung dijawab oleh subjek yang menanyakan data faktual seperti nama, umur, dan sebagainya. 6. Dokumentasi Pengumpulan data dengan langsung mengambil data dari catatan yang ada.

Resumed by : Ahmadi Andianto (aan19@telkom.net)

:: Metodologi Riset :: Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum