Anda di halaman 1dari 5

BAB III ANALISA KASUS

Diagnosis kejang demam sederhana pada kasus ini berdasarkan : a. Anamnesis demam yang mendadak tinggi (40C) disertai batuk dan pilek kejang (1 kali, tidak berulang kurang dari 24 jam, lama kejang 2 menit, setelah kejang pasien menangis) Kejang bersifat umum, tanda bangkitan fokal. Tidak ada riwayat kejang sebelumnya maupun pada saat demam Hal ini sesuai dengan kriteria diagnosis kejang demam sederhana yang mungkin disebabkan oleh infeksi saluran nafas atas. b. Pemeriksaan fisik Tidak ditemukan penurunan kesadaran Tidak ada kejang saat pasien masuk bangsal Didapatkan suhu 40 oC (suhu 38,5 oC) per axiler dicurigai sebagai penyebab kejang demam Tidak didapatkan reflek patologis maupun meningeal sign , reflek fisiologis normal kejang demam pada pasien tidak disebabkan oleh proses intrakranial melainkan proses kranial (morbili stadium prodormal) Pada hari ke-5 demam (hari pertama perawatan)ditemukan koplik spot yang merupakan tanda patognomonik dari morbili stadium prodormal Pada hari ke-7 demam (hari ke 3 perawatan) ditemukan eritema makula papular (dari wajah menjalar ke badan lalu ke ekstremitas) yang dapat dipastikan morbili masuk ke stadium erupsi

Jadi dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, diagnostik Kejang Demam Sederhana yang disebabkan oleh Morbili Stadium Prodormal dapat ditegakkan.

c. Pemeriksaan penunjang Pada hari pertama masuk rs (01/10/12) dilakukan pemeriksaan darah rutin dan dan pemeriksaan elektrolit didapatkan hasil pemeriksaan darah rutin dalam batas normal sedangkan pemeriksaan elektrolit didapatkan hasil hiponatremi ringan yaitu 131 mEq/L. Hiponatremi yang ditemukan pada pemeriksaan elektrolit pada hari pertama perawatan termasuk hiponatremi ringan sehingga tidak dapat menimbulkan kejang demam sederhana. Pemeriksaan darah rutin (02/10/12 s/d 04/10/12) didapatkan hasil leukosit 4200/3000/2900 mm3 sedangkan hasil trombosit 158000/137000/150000 mm3 . maka dapat disimpulkan leukopeni yang menunjukan infeksi virus, dan trombositopeni ringan tanpa hemokonsentrasi yg dpt menyingkirkan DD/DBD, widal (-) menyingkirkan DD/ demam tifoid Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan terhadap pasien, diagnosis dari pasien ini adalah morbili stadium erupsi disertai kejang demam sederhana (pada stadium prodormal morbili).

d. Penatalaksanaan non-farmakologi: i. tirah baring agar mencegah demam yang meningkat ii. isolasi agar tidak menular (morbili) iii. diit : untuk pasien yang ada keluhan penurunan nafsu makan selain diberikan tatalaksana kristaloid dapat ditambahkan pemberian protein untuk menjaga kebutuhan gizi agar seimbang. iv. - infus asering 10 tpm makro untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan maintenance. v. - Dapat diberikan infus RL pada hari pertama untuk menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh pasien

farmakologi :

i. Saat masuk ke bangsal, keadaan pasien : Suhu : 400 C Kejang (-) & terpasang infus dapat diberikan profilaksis intermitten antikonvulsan (diazepam) secara oral maupun intravena. Diazepam oral : 0,35mg/kgBB setiap 8 jam. Diazepam intravena : 0.2-0.5 mg/kg/dosis (dapat diberikan 2x dosis dengan interval 5-10 menit). Menurut teori yang dikemukakan bahwa diazepam diberikan pada saat suhu tubuh > 38,50C, sehingga pada pasien ini dimana suhunya(saat masuk) 400C dapat diberikan pilihan diazepam peroral maupun intravena. Juga diberikan profilaksis antipiretik paracetamol sirup 3x1 cth untuk mengatasi demam.

ii. Cefotaxime 2x250 mg seharusnya tidak diberikan karena batuk dan pilek pasien merupakan gambaran manifestasi dari morbili yang penyebabnya adalah virus, antibiotik diberikan apabila terjadi komplikasi yang disebabkan oleh bakteri iii. antipiretik : (yang diberikkan) ottopan drop 2x0,8 cc (paracetamol), proris 3x1 dan Novalgin injeksi 80 gr IV jika suhu pasien diatas 39 C. Seharusnya antipiretik tersebut tidak diberikan bersamaan, pemilihan paracetamol (ottopan dengan dosis yang seharusnya diberikan 4x perhari dengan dosis 10-15 mg/kgBB perkali jika ingin diberikan proris tidak perlu diberikan paracetamol ; pemberian novalgin pada anak sampai sekarang masih kontroversi) iv. Pemberian Mucera (ambroxol) 3x0,3 cc dengan tujuan mukolitik dosis sudah sesuai dengan yang dianjurkan.

v. Salisil talk diberikan untuk mengatasi gatal yang disebabkan oleh gangguan kulit berupa ruam yang diakibatkan oleh morbili. vi. Gentamisin tetes mata seharusnya tidak perlu diberikan karena konjungtivitis yang tampak pada pasien ini merupakan bagian manufestasi klinik oleh infeksi virus morbili, tetes mata antibiotik hanya diberikan apabila ada dugaan sekunder infeksi oleh bakteri sebagai komplikasi morbili. vii. Pemberian Vitamin A dapat diberikan dengan dosis (umur > 1 tahun) 200.000 IU Per oral. Bertujuan menurunkan angka mortalitas. viii. Pada pasien ini dianjurkan sebelum dirawat di bangsal dilakukan pemeriksaan kadar elektrolit dalam darah terlebih dahulu untuk menyingkiran kemungkinan kejang akibat gangguan elektrolit. ix. Pemeriksaan pungsi lumbal juga dianjurkan pada pasien ini untuk memastikan tidak adanya penyebab intrakranial untuk terjadinya kejang. x. Edukasi yang diberikan kepada keluarga mengenai penyakit ini adalah bahwa kejang dapat timbul kembali jika pasien panas. Oleh karena itu, keluarga pasien harus sedia obat penurun panas, termometer, dan kompres hangat jika pasien panas. Dan perlu dijelaskan alasan pemberian obat rumatan adalah untuk menurunkan resiko berulangnya kejang Dari penatalaksanaan profilaksis kejang demam sederhana yang telah diberikan kepada pasien ini telah sesuai

Pasien dipulangkan atas indikasi : Stadium erupsi pada morbili yang diderita tidak memberat (klinisnya membaik) dan tidak ditemukan komplikasi seperti bronkopneumoni maupun komplikasi lainnya. Suhu menurun, tidak ditemukannya sesak nafas maupun ronki pada pemeriksaan fisik. Kesadaran pasien juga membaik selama dalam perawatan.

Untuk anak usia 1 tahun 10 hari (pasien) infeksi campak pada usia <18 bulan meningkatkan risiko SSPE sehingga harus diwaspadai. Sehingga bisa dipertimbangkan untuk dilakukan observasi. Sehingga keputusan untuk rawat jalan dapat dipertimbangkan.