Anda di halaman 1dari 12

Bab I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada usia pertengahan, banyak perempuan yang mengkhawatirkan terjadinya menopause. Meski demikian, setiap kaum hawa akan melewati masa-masa ini. Akan banyak perubahan yang terjadi, baik perubahan fisik maupun perubahan mental, yang kemudian akan menuntut banyak penyesuaian. Tidak ada seorang pun yang dapat dengan pasti menentukan kapan menopause ini akan datang. Kebanyakan wanita akan mengalaminya pada usia 50 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi lebih cepat atau lebih lambat. Proses menopause ini akan memakan waktu antara 3 sampai 5 tahun sampai dinyatakan lengkap, ketika seorang wanita telah berhenti haid selama 12 bulan. Dari penellitian, ada hubungan antara haid pertama dengan menopause. Semakin dini seorang wanita mengalami haid pertama semakin lambat pula menopause terjadi, serta sebaliknya semakin lambat haid pertama, begitu pula sebaliknya. Ada penelitian lain yang menyatakan petunjuk terbaik kapan seorang wanita akan mengalami menopause adalah kapan ibu dari wanita tersebut mengalaminya. Walaupun demikian, banyak faktor-faktor lain yang ikut berperan. Sebagian wanita takut menghadapi menopause karena akan mengurangi peran atau kesempatan untuk berprestasi. Bila sudah demikian, umumnya beban stres mereka semakin bertambah, karena terbaginya pikiran untuk pekerjaan dan keluarga. Mereka dihadapkan pada berbagai perubahan dalam diri maupun kehidupan rumahtangga. Padahal, proses ini tidak akan menghambat kinerja mereka. Semua tergantung pada pikiran masing - masing individu. Karenanya, penting bagi kaum wanita untuk membekali diri dengan ilmu melalui pembahasan tentang menopause. Didukung dengan perkembangan teknologi kedokteran yang juga semakin canggih untuk mengatasi berbagaiketidaknyamanan selama masa ini terjadi.

1.2 RUMUSAN MASALAH Mendefinisikan menopause Mejelaskan proses menopause


1

menjelaskan perubahan psikologis pada masa menopause

1.3 TUJUAN Dapat menjelaskan menopause secara umum dan mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh menopause serta mengetahui perubahan psikologis menopause. Dengan mengetahui hal tersebut maka seseorang akan siap menerima bahwa ia akan memasuki masa menopause tersebut.

Bab II PEMBAHASAN

2.1.

MENDEFINISIKAN MENOPOUSE Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus dan sejumlah cetacean. Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun. Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun. Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus
3

yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur. Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone - hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise). Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh. Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak daripada indung telur pramenopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pramenopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita. Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur. Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat pada kulit.

2.2.

PROSES MENOPAUSE Secara endokrinologis, wanita mengalami proses menua sejak dikandungan sejumlah 7.000.000 sel telur (folikel) terdapat pada kedua ovarium janin yang berusia 22-24 minggu dan berkurang akibat penghancuran sehingga sewaktu dilahirkan folikel bayi wanita 2.000.000 buah. Jumlah tersebut menjadi 200.000 saat mendapat haid pertamanya pada masa pubertas. Haid adalah pendarahan bulanan vagina akibat kerja ovulasi namun sel telur tidak dibuahi sperma sehingga terjadi pelepasan selaput lendir rahim (endometrium). Untuk keteraturan haid, diperlukan keseimbangan fungsi hormon seperti: hormon, FSH (Folicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) yang diproduksi di otak, serta hormon estrogen dan progesteron di ovarium. Adanya pelepasan endometrium pada setiap haid menyebabkan keluarnya sel telur dari ovarium. Oleh karena itu, semakin meningkat usia, maka semakin menurun jumlah folikel pada kedua ovarium. Pada usia wanita sekitar 50 tahun, kirakira hanya berjumlah 1.000 folikel dan akhirnya berhenti bekerja. Semakin sedikit folikel berkembang, semakin kurang pembentukan hormon ovarium, yaitu hormon progesteron dan estrogen. Haid akan menjadi tidak teratur hingga akhirnya endometrium akan kehilangan rangsangan hormon estrogen. Lambat laun haid pun berhenti, disebut peristiwa menopause.

2.3.

PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA MASA MENOPAUSE Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause amat penting peranan dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan masa menopause. Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, suka tidur, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, tegang (tension), cemas dan depresi. Ada juga lansia yang kehilangan harga diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual, mereka merasa tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka, serta merasa kehilangan feminitas karena fungsi reproduksi yang hilang. Beberapa keluhan psikologis yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu: 1. ingatan menurun gejala ini terlihat bahwa sebelum menopause wanita dapat mengingat dengan mudah, namun sesudah mengalami menopause terjadi kemunduran dalam
5

mengingat, bahkan sering lupa pada hal-hal yang sederhana, padahal sebelumnya secara otomatis langsung ingat. 2. kecemasan Banyak wanita yang mengeluh bahwa seteleh menopause dan lansia merasa menjadi pencemas. Kecemasan yang timbul sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikhawatirkan. Misalnya kalau dulu bisa pergi sendirian ke luar kota sendiri, namun sekarang merasa cemas dan khawatir, hal itu sering juga diperkuat oleh larangan dari anak-anaknya. Kecemasan pada wanita lansia yang telah menopause umumnya bersifat relatif, artinya ada orang yang

cemas dan dapat tenang kembali, setelah mendapatkan semangat/dukungan dari orang di sekitarnya, namun ada juga yang terus-menerus cemas, meskipun orang-orang disekitarnya telah memberi dukungan. Akan tetapibanyak juga wanita mengalami menopause namun tidak mengalami perubahan yang berarti dalam kehidupannya. Menopause rupanya mirip atau sama juga dengan masa pubertas yang dialami seorang remaja sebagai awal berfungsinya alat-alat reproduksi, dimana ada remaja yang cemas, ada yang khawatir namun ada juga yang biasa-biasa sehingga tidak menimbulkan gejolak. Adapun gejala-gejala psikologis adanya kecemasan bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Blackburn dan Davidson (1990) yang dikutip oleh kuntjoro (2002) adalah sebagi berikut: a. suasana hati yaitu keadaan yang menunjukkan ketidaktenangan psikis, seperti: mudah marah, perasaan sangat tegang. b. Pikiran yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu, seperti khawatir, sukar konsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman, memandang diri sebagai sangat sensitif, merasa tidak berdaya. c. Motivasi yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu, seperti: menghindari situasi, ketergantungan yang tinggi, ingin melarikan diri, lari dari kenyataan. d. Perilaku gelisah yaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti: gugup, kewaspadaan yang berlebihan, sangat sensitif dan agitasi. e. Reaksi- reaksi biologis yang tidak terkendali, seperti: berkringat, gemetar, pusing, berdebar-debar, mual, mulut kering.

3. mudah tersinggung Gejala ini lebih mudah terlihat dibandingkan kecemasan. Wanita lebih mudah tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mengganggu. Ini mungkin disebabkan dengan datangnya menopause maka wanita menjadi sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung dalam dirinya. Perasaannya menjadi sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung dalam dirinya. Perasaannya menjadi sangat sensitif terhadap sikap dan perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama jika sikap dan perilaku tersebut dipersepsikan sebagai menyinggung proses penerimaan yang sedang terjadi dalam dirinya. 4. Stress Tidak ada orang yang bisa lepas sama sekali dari rasa was-was dan cemas, termasuk para lansia menopause. Ketegangan perasaan atau stress selalu beredar dalam lingkungan pekerjaan, pergaulan sosial, kehidupan runah tangga dan bahkan menyelusup kedalam tidur. Kalau tidak ditanggulangi stress dapat menyita energi, mengurangi produktivitas kerja dan menurunkan kekebalan terhadap penyakit, artinya kalau dibiarkan dapat menggerogoti tubuh secara diam-diam. Namun demikian strees tidak hanya memberikan dampak negatif, tapi bisa juga memberikan dampak positif. Apakah kemudian dampak itu positif atau negatif, tergantung pada bagimana individu memandang dan mengendalikannya. Stress adalah suatu keadaan atau tantangan yang kapasitasnya diluar kemampuan sesorang. Oleh karena itu, stress sangat individual sifatnya. 5. Depresi Wanita yang mengalami depresi sering merasa sedih, karena kehilangan kemampuan untuk bereproduksi, karena kehilangan

kesempatan untuk memiliki anak, karena kehilangan daya tarik. Wanita merasa tertekan karena kehilangan seluruh perannya sebagai wanita dan harus menghadapi masa tuannya. Depresi dapat menyerang wanita untuk satu kali, kadang-kadang depresi merupakan respon terhadap perubahan sosial dan fisik yang sering kali dialami dalam fase kehidupan tertentu, akan tetapi beberapa wanita mungkin mengembangkan rasa depresi yang dalam yang tidak sesuai atau

proporsional dengan lingkungan pribadi mereka dan mungkin sulit dihindarkan. Gejala-gajala psikologis adanya depresi bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Marie Blackburn dan Kate Davidson (1990) yang dikutip oleh Kuntjoro (2002) adalah sebagai berikut: a. suasana hati, ditandai dengan kesedihan, kecemasan, mudah marah b. berpikir, ditandai dengan mudah hilang konstenrasi, lambat dan kacau dalam berpikir, menyalahkan diri sendiri, ragu-ragu, harga diri rendah. c. motivasi, ditandai dengan kurang minat bekerja dan menekuni hobi, menghindari kegiatan kerja dan sosial, ingin melarikan diri, ketergantungan tinggi pada orang lain. d. perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban, sering mondarmandir, menangis, mengeluh e. gejala biologis, ditandai dengan hilang nafsu makan atau nafsu makan bertambah, hilang hasrat seksual, tidur terganggu, gelisah 2.4 SKENARIO 2.2 Menopause Ibu siska saat ini sudah berusia 50 tahun. ia memiliki tiga orang anak. Ia adalah seorang wanita karier saat ini bekerja sebagai Directris sebuah bank swasta terkemuka di kotanya. Dating berkonsultasi dengan seorang SPOG dengan keluhan utama haid tidak teratur, banyak, disertai sensasi dan gejolak panas seluruh tubuh, sering gemetaran, merasa cemas, sulit tidur dan nyeri saat berhubungan seksual. Karena keluhan tersebut, ia sampai beberapa kali harus meninggalkan tugas kantornya dan meninggalkan kewajiban sebagai istri terhadap suaminya. Hal ini menimbulkan rasa cemas pada dirinya. Pertanyaan : 1. jelaskan bagaimana analisa saudara tentang masalah menopause dari sudut pandang aspek biologis? 2. jelaskan bagaimana analisa saudara tentang masalah menopause tersebut dari sudut pandang aspek psikologis? 3. jelaskan bagaimana analisa saudara tentang masalah menopause tersebut dari sudut pandang aspek sosiologis atau kultural?

4. jelaskan pendapat dan saran anda jika sebagai Dokter dalam menghadapi fenomenal tersebut Pembahasan 1. dari sudut pandang biologis seseorang yang yang menopouse adalah hentinya datang bulan dan hal yang paring parah dikatakan bahwa mereka yang monopouse mudah mengalami osteoporosis. Mereka juga susah untuk tidur, nyeri saat berhubungn seks sering gemetaran dan lain-lain. 2. Dari segi psikologis maka orang yang menopouse akan mengalami: Ingatan menurun gejala ini terlihat bahwa sebelum menopause wanita dapat mengingat dengan mudah, namun sesudah mengalami menopause terjadi kemunduran dalam mengingat, bahkan sering lupa pada hal-hal yang sederhana, padahal sebelumnya secara otomatis langsung ingat. Merasa Cemas Banyak wanita yang mengeluh bahwa seteleh menopause dan lansia merasa menjadi pencemas. Kecemasan yang timbul sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikhawatirkan. Misalnya kalau dulu bisa pergi sendirian ke luar kota sendiri, namun sekarang merasa cemas dan khawatir, hal itu sering juga diperkuat oleh larangan dari anak-anaknya. Kecemasan pada wanita lansia yang telah menopause umumnya bersifat relatif, artinya ada orang yang cemas dan dapat tenang kembali, setelah mendapatkan semangat/dukungan dari orang di sekitarnya, namun ada juga yang terus-menerus cemas, meskipun orang-orang disekitarnya telah memberi dukungan. Mudah Tersinggung Gejala ini lebih mudah terlihat dibandingkan kecemasan. Wanita lebih mudah tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mengganggu. Ini mungkin disebabkan dengan datangnya menopause maka wanita menjadi sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung dalam dirinya. Sterss Tidak ada orang yang bisa lepas sama sekali dari rasa was-was dan cemas, termasuk para lansia menopause. Ketegangan perasaan atau stress selalu beredar dalam lingkungan pekerjaan, pergaulan sosial, kehidupan runah tangga dan
9

bahkan menyelusup kedalam tidur. Kalau tidak ditanggulangi stress dapat menyita energi, mengurangi produktivitas kerja dan menurunkan kekebalan terhadap penyakit, artinya kalau dibiarkan dapat menggerogoti tubuh secara diam-diam. Depresi Wanita yang mengalami depresi sering merasa sedih, karena kehilangan kemampuan untuk bereproduksi, karena kehilangan kesempatan untuk memiliki anak, karena kehilangan daya tarik. Wanita merasa tertekan karena kehilangan seluruh perannya sebagai wanita dan harus menghadapi masa tuannya. 3. Dari segi sosiokultural seorang menopause akan merasa kurang dihargai, ia akan merasakan tersisikan dari masyarakat dan mereka menjadi orang terlantar. Namun tidak semua lansia akan mendapatkan prilaku seperti ini. Keluarga yang mengutamakan kebahagiaan orang tua akan memperhatikan orangtuanya. 4. Seorang dokter harus menjelaskan bagaimana terjadinya menopause tersebut dan akibat yang akan ditimbulkan dari masa menopause yang di alami sang penderita. Seorang dokter juga harus dapat menjelaskan dampak negatif dari masa menopause secara baik agar penderita mudah mengerti dantidak tersinggung.

10

Bab III PENUTUP Kesimpulan a. Perubahan psikologis pada menopause: mudah tersinggung, stress, ingatan menurun, cemas, depresi b. Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan c. Proses menopause ini akan memakan waktu antara 3 sampai 5 tahun sampai dinyatakan lengkap, ketika seorang wanita telah berhenti haid selama12bulan. d. Dari dampak biologis akan mengakibatkan hentinya datang bulan dan hal yang paring parah dikatakan bahwa mereka yang monopouse mudah mengalami osteoporosis. Mereka juga susah untuk tidur, nyeri saat berhubungn seks sering gemetaran dan lain-lain. e. Dari dampak psikologi dapat mengakibatkan ingatan menurun, mudah cemas, mudah tersinggung, stress, dan depresi. f. Dari dampak sosiokultural dapat mengakibatkan penderita akan merasakan tersisikan dari masyarakat dan mereka menjadi orang terlantar. Namun tidak semua lansia akan mendapatkan prilaku seperti ini. Keluarga yang mengutamakan kebahagiaan orang tua akan memperhatikan orangtuanya. Saran Hendaknya diharapkan pada wanita untuk mengetahui tentang menopause agar dapat memahami dampak biopsikososiokultural yang ditimbulkannya dan mengtahui akibat-akibat yang di dapat saat masa menopause.

11

DAFTAR PUSTAKA

Anne

Ahira,

Tetap

Bijak

Menghadapi

Menopause

http://www.anneahira.com/perempuan/menopause.html Anonimus. 2008. Benarkah kesehatan lansia menurun akibat kesepian. Http://www.infosehat.com/ Nico S. Kalangie; Kebudayaan dan Kesehatan; Megapoin; Jakarta Tahun 1994 Obstetri dan Ginekologi Sosial; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo; Jakarta, Tahun 2005 Solita Sarwono; Sosiologi Kesehatan; Universitas Gajah Mada; Jogjakarta, Juni 2004

12