Anda di halaman 1dari 36

Claudia Merdiasi 10-2009-060

ANAMNESIS
1. 2. 3. 4. 5. Identitas pasien Keluhan Utama Riwayat Penyakit Sekarang Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Dalam Keluarga

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda vital : suhu, denyut nadi, respirasi, tekanan darah. Suhu : afebris Tekanan Darah : 180/90 mmHg Frekuensi nadi : 82x/menit Frekuensi napas : 20x/menit

Pemeriksaan fisik Inspeksi -wajah: pucat apa tidak -mata: ikterik apa tidak, pucat apa tidak - leher: apa terlihat adanya pembesaran apa tidak bagian lehernya

- torak: simetris apa tidak, dadanya saat bernafas naik turun ngga, simetris apa tidak kanan kiri, saat napas pasien terlihat kesakitan apa tidak. - kaki: ada edema apa tidak -tangan: apakah ada tangan seperti "clubbing", ada edema apa tidak

Palpasi - memeriksa pulsasi - thrill (getaran yang dapat dirasakan tangan pemeriksa) -heaving (rasa gelombang di tangan pemeriksa) -lift (rasa dorongan terhadap tangan pemeriksa misalnya pada stenosis mitral), - ictus cordis.

Perkusi - digunakan untuk mengetahui batasbatas jantung. Auskultasi - Pada auskultasi dapat terdengar derap atrial atau ventrikel dan murmur sistolik di daerah apeks. -Frekuensi denyut jantung dapat menurun, menetap atau meningkat pada waktu serangan angina.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Elektrokardiografi (EKG) -Adanya depresi segmen ST yang baru menunjukkan kemungkinan adanya iskemia akut -Gelombang T negatif juga salah satu tanda iskemia

Uji Latih Pasien yang telah stabil dengan terapi MM dan menunjukkan resiko tinggi perlu pemeriksaan uji latih dengan alat treadmill Bila hasilnya negatif, maka prognosis baik. Sedangkan jika hasilnya positif, lebih-lebih bila didapatkan depresi segmen ST yang dalam, dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan angiografi koroner

Ekokardiografi Pemeriksaan ekokardiografi tidak memberikan data untuk diagnosis UAP bila tampak adanya gangguan faal ventrikel kiri, adanya insufisiensi mitral dan abnormalitas gerakan dinding regional jantung, menandakan prognosis kurang baik.

Pemeriksanaan laboratorium - Pemeriksaan troponin T atau I dan pemeriksaan CK-MB telah diterima sebagai pertanda paling penting dalam diagnosis SKA. - Dianggap ada nekrosis miokard bila troponinT atau Ipositif -Pemeriksaan kadar serum transaminase (SGPT, LDH, CPKtotal dan CK- MB) tidak mengalami perubahan pada angina pektoris.

WORKING DIAGNOSIS
Angina Pektoris Tidak stabil

Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang

Diagnosis Banding

Penyebab nyeri dada Infark miokard

frekuensi Sering

Gejala umum Nyeri dada sentral seperti diikat, berat atau seperti dihancurkan, mual, muntah,berkeringat, menjalar ke lengan dan rahang Nyeri dada sentral seperti diikat, berat, menjalar ke lengan, rahang, dipicu oleh aktivitas, mual, muntah, berkeringat Nyeri dada sentral atau pleuritik, sesak nafas mendadak

Tanda umum Kesakitan, berkeringat, takikardi

Pemeriksaan penunjang diagnosis EKG Rontgen toraks Enzim jantung

angina

Sangat sering

Kesakitan, berkeringat

EKG Tes latih Enzim jantung

Emboli paru

Sering

Takikardi, takipnea, JVP meningkat, hipotensi, syok, gesekan pleura Hipertensi, perbedaan TD di kedua lengan, nadi tidak teraba Bisa ada gesekan perikard Nyeri tekan terokalisasi

EKG, rontgen toraks, analisis gas darah, CT scan

Diseksi aorta

Jarang

Nyeri dada atau punggung yang seperti merobek, dengan onset yang sangat mendadak, mual, berkeringat, muntah Nyeri dada membakar, berdenyut, atau berat Nyeri terlokalisasi, diperberat atau timbul kembali ole gerakan, bernafas, dan batuk Nyeri sentral, epigastrik, substernak yang tejam atau membakar, bisa menjalar ke pnggung, menghilang dengan antasid Nyeri tajam terokalisasi, menusuk, diperberat oleh bernafas, batuk dan gerakan

Rontgen toraks, EKG,ekokardiogram.

Perikarditis Muskuloskeletal

Jarang Sangat sering

EKG Ekokardiogram. EKG, Rotgen toraks

Dispepsia/ gastritis

Sangat sering

Nyeri tekan epigastrik

EKG normal, Rontgen toraks, endoskopi

Pleuritis

sering

Gesekan pleura, demam

Rontgen toraks

DIAGNOSIS BANDING

Angina Pektoralis Tak Stabil

Infark miokard STEMI NSTEMI iya


-Depresi ST - Inversi gel T dalam

Serum biomarker

tidak
-ST depresi -Inversi gel T

iya
-ST elevasi -Inversi gel T -Gelombang Q

EKG

ETIOLOGI
1. Suply oksigen ke miokard turun Faktor pembuluh darah : aterosklerosis, spasme, arteritis Faktor sirkulasi : hipotensi, stenosis aorta, insufisiensi aorta. Faktor darah : anemia, hipoksemia, polisitemia. 2. Curah jantung meningkat : anemia, hipertiroid, aktifitas berat, emosi, makan terlalu banyak. 3. Kebutuhan oksigen miokard meningkat : kerusakan miokard, hipertropi miokard, hipertensi miokard

Faktor resiko yang dapat menyebabkan angina pectoris tidak stabil yaitu: -Latihan fisik dapat memicu serangan dengan cara meningkatkan kebutuhan oksigen jantung. -Pajanan terhadap dingin dapat mengakibatkan vasokontriksi dan peningkatan tekanan darah, disertai peningkatan kebutuhan oksigen.

Makan makanan berat akan meningkatkan aliran darah ke daerah mesentrik untuk pencernaan, sehingga menurunkan ketersediaan darah untuk suplai jantung. Stress atau berbagai emosi akibat situasi yang menegangkan, menyebabkan frekuensi jantung meningkat, akibat pelepasan adrenalin dan meningkatnya tekanan darah dengan demikian beban kerja jantung juga meningkat.

EPIDEMIOLOGI
Di amerika serikat setiap tahun 1 juta pasien dirawat di rumah sakit karena angina pectoris tak stabil, dimana 68% kemudian mendapat serangan infark jantung.

PATOFISOLOGI

GEJALA KLINIK
Angina pectoris tidak stabil, merupakan rasa nyeri yang lebih berat dari angina stabil dan bisa timbul jika melakukan pekerjaan ringan bahkan istirahat sekalipun. dapat menjalar hingga ke leher,rahang,bahu kiri, hingga ke lengan dan jari manis dan kelingking,punggung,atau pundak kiri. Nyeri dada dapat disertai keluhan sesak napas, mual, muntah, kadang-kadang disertai keringat dingin.

PENATALAKSANAAN
1.OBAT ANTI ISKEMIA * Nitrat vasodilatasi pembuluh vena dan arteriol perifer - nitrogliserin atau isosorbid dinitrat diberikan sublingual atau i.v dengan dosis 1-4mg per jam.

*Penyekat Beta Penyekat beta dapat menurunkan kebutuhan oksigen miokardium melalui efek penurunan denyut jantung dan daya kontraksi miokardium. - Berbagai macam beta bloker seperti propanolol, metoprolol, atenolol telah diteliti pada pasien dengan UAP

Antagonis kalsium Antagonis kalsium dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu golongan dihidropiridin seperti nifeditin dan golongan nondihidropiridin seperti diltiazem dan verapamil. vasodilatasi koroner dan menurunkan tekanan darah.

2. OBAT ANTIAGREGASI TROMBOSIT Aspirin Aspirin dapat mengurangi kematian jantung dan mengurangi infark fatal maupun nonfatal Dosis awal adalah 160mg perhari. Dosis selanjutnya adalah 80-325mg perhari.

Tiklopidin Merupakan obat lini kedua dalam pengobatan UAP bila pasien tidak tahan aspirin. Klopidogrel Efek samping lebih kecil daripada tiklopidin. Klopidogrel terbukti dapat mengurangi stroke, infark, dan kematian kardiovaskuler. Dosis klopidogrel dimulai 300mg perhari dan selanjutnya 75mg perhari.

Inhibitor glikoprotein IIb/IIIa Pada saat ini terdapat 3 macam golongan yang telah disetujui untuk pemakaian dalam klinik , yaitu: absiksimab, eptifibatid, dan tirofiban.

3. OBAT ANTITROMBIN Unfractionated Heparin Heparin ialah suatu glikosaminoglikan yang terdiri dari berbagai rantai polisakarida yang berbeda panjangnya dengan aktivitas antikoagulan yang berbeda-beda. Low molecular weight heparin (LMWH) dalteparin, nadroparin, enoksaparin, dan fondaparinux. Direct Thrombin Inhibitors

Tindakan revaskularisasi pembuluh koroner - Bypass grafting arteri koroner (CABG) - percutaneous transluminal coronary angioplasty

KOMPLIKASI
1. Infark miokardium (IM) adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat kekurangan oksigen yang berkepanjangan. 2. Aritmia 3. Gagal Jantung

PROGNOSIS
80% pasien dengan UAP dapat distabilkan dalam 48 jam setelah diberi terapi medika mentosa secara agresif. Pada angina tidak stabil bila dapat didiagnosis dengan tepat dan cepat serta memberikan pengobatan yang tepat dan agresif maka dapat menghasilkan prognosis yang baik. Namun bila tidak dapat menimbulkan kematian.

PENCEGAHAN
1. Perubahan life style (termasuk berhenti merokok dan lain-lain), penurunan BB, penyesuaian diet, olahraga teratur dan lain-lain.4 2. Mengobati faktor predisposisi dan faktor pencetus : stress, emosi, hipertensi, penyakit DM, hiperlipidemia, obesitas, anemia.8 3. Menghindari bekerja pada keadaan dingin

KESIMPULAN
Angina pektoris tak stabil merupakan tipe angina pektoris dan suatu keadaan yang berbahaya yang dapat berubah menjadi infark atau kematian.

TERIMA KASIH