Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL LOMBA RECYCLE INNOVATION 2011

INOVASI DINDING PARTISI TAHAN GETARAN DAN KEDAP SUARA DARI STYROFOAM, LIMBAH KERTAS DAN TRIPLEKS BEKAS
UG AHA M. Hasbiallah Syaukany M. Adam Nudfadlillah Sri Ayu Pajarwati

UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK 2011

LEMBAR PENGESAHAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA

1. 2.

Nama Tim Judul Karya Tulis

: UG AHA : Inovasi Dinding Partisi Tahan Getaran dan Kedap Suara dari Styrofoam, Limbah Kertas dan Tripleks Bekas.

3. 4.

Nama Perguruan Tinggi Nama Anggota Tim a. Nama, NIM b. Nama, NIM c. Nama, NIM

: Universitas Gunadarma

: M. Adam Nurfadlilah : M. Hasbiallah Syaukany : Sri Ayu Pajarwati

(19310895) (19310898) (19310915)

5.

Alamat Perguruan Tinggi Telepon Faksimile E-mail

: Jalan Akses UI Kelapa Dua, Depok (Kampus G) : 021-8727539 : 021- 8710561 : mediacenter@gunadarma.ac.id Depok, 3 Oktober 2011 Mengetahui,

Dosen Pembimbing

Ketua Jurusan Teknik Sipil

Dr. Sri Wulandari NIP. 991105 Menyetujui, Purek Bidang Kemahasiswaan

Dr. Heri Suprapto NIP. 950590

Irwan Bastian S.Kom.,M.Msi NIP. 930390


i

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Perkembangan zaman saat ini menuntut terjadinya pembangunan di berbagai sektor

kehidupan mulai dari industri hingga konstruksi. Peningkatan pembangunan ini memiliki banyak pengaruh yang tentu dapat membawa keadaan negeri ini menjadi lebih baik. Dalam kenyataannya, pembangunan tidak hanya memiliki efek positif seperti meningkatkan perekonomian dengan terserapnya tenaga kerja dan pemanfaatan sumber daya yang optimal, tetapi juga memiliki efek negatif tertama dari hasil buangan tidak terpakai yang berasal dari pengolahan sumber daya. Hasil buangan yang tidak terpakai atau yang sering disebut sebagai limbah sering sekali hanya menjadi sampah yang terus menggunung tanpa ada penyelesaian untuk meminimalisasi dari penambahan kuantitas yang tidak terkendali. Permasalahan tentang limbah ini sudah sering diangkat ke public dan menjadi topic perbincangan hangat dibeberapa kalangan. Tetapi sayangnya perbincangan tersebut hanya menjadi sekedar wacana tanpa adanya bukti nyata dalam mewujudkan wacana tersebut. Sebenarnya limbah-limbah tersebut masih dapat digunakan kembali dan juga dapat berubah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Pemanfaatan dari barang-barang tersebut dapat sama seperti fungsi sebelumnya dan dapat pula menjadi barang yang memiliki fungsi yang berbeda melalui serangkaian pengolahan terlebih dahulu yang biasa disebut sebagai proses daur ulang. Limbah-limbah yang telah melalui proses daur ulang tersebut tidak hanya dapat mengurangi volume sampah tetapi juga memiliki manfaat dari segi ekonomi. Manfaat tersebut dapat dilihat dengan terserapnya tenaga kerja untuk pengolahan walau masih dalam lingkup produksi rumahan. Walau memiliki beragam keuntungan, hasil olah dari daur ulang limbah ini masih kurang mendapat minat dari konsumen. Kurangnya minat tersebut disebabkan karena masih

kurangnya kesadaran terhadap lingkungan dan juga perwujudan dari barang-barang hasil limbah yang kurang menarik. Oleh karena itu diperlukan inovasi lebih lanjut dalam hal pendaur ulangan barangbarang limbah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi, menarik dan dimanati berbagai pihak sehingga program-program daur ulang sampah dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat. Limbah-limbah atau sampah yang sering kali terlihat disekitar kita antara lain sampah kertas dan tripleks bekas pakai. Sampah-sampah kertas dihasilkan dari sisa-sisa pembungkus maupun koran-koran bekas. Kertas-kertas tersebut tak termanfaatkan dan hanya menjadi tumpukan kertas yang memakan ruang penyimpanan dan mengurangi nilai estetika dari rumah. Tripleks bekas pakai didapat dari hasil-hasil pembongkaran hunian sementara dan juga berasal dari bagian suatu bangunan yang sudah tidak dipergunakan lagi. Styrofoam memiliki karakteristik yang sulit untuk diurai dalam tanah dan juga akan tidak baik jika dibakar karena asap yang dihasilkan dari pembakaran Styrofoam tersebut dapat mengganggu kesehatan. Limbah Styrofoam dihasilkan dari sisa-sisa pemotongan bahan ini untuk kepentingan dekorasi maupun berasal dari bekas pengemasan barang-barang elektronik. Karena karakteristik dan seringnya penggunaan bahan Styrofoam, sehingga limbah yang dihasilkan karena penggunaannya perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Kertas, tripleks bekas pakai dan Styrofoam ini dapat dikombinasikan menjadi suatu barang baru yang lebih termanfaatkan. Salah satu inovasi dalam pengkombinasian ketiga jenis barang tersebut adalah dengan membuat dinding partisi untuk rumah.

1.2

Manfaat Dinding partisi yang dihasilkan dari pengkombinasian kertas, tripleks bekas pakai

yang masih layak dan Styrofoam memiliki banyak manfaat. Manfaat-manfaat yang dapat dihasilkan dengan pembuatan jenis dinding seperti ini antara lain: 1. Mengurangi volume sampah kertas, tripleks bekas layak pakai, dan Styrofoam. 2. Meredam suara dalam ruangan karena fungsi kertas sebagai lapisan terluar sehingga pemantulan suara dapat diperkecil. 3. Mendapatkan dinding yang memiliki massa lebih ringan.

4. Dinding dapat dipasang dalam waktu yang singkat sehingga dapat mengefisiensikan waktu pembangunan. 5. Dinding partisi ini cocok untuk wilayah Indonesia yang berada pada pertemuan lempeng bumi yang berpotensi terjadinya gempa karena dinding lapisa Styrofoam dan kertas ini dapat meredam goncangan yang ditimbulkan. 6. Lebih aman karena tidak menghasilkan runtuhan. 7. Dari segi biaya, dinding ini lebih ekonomis bila dibandingkan dengan dinding gypsum dengan penambahan lapisan peredam suara.

BAB 2 ISI
2.1 Spesifikasi Bahan 2.1.1 Bubur kertas Bubur kertas merupakan hasil limbah dari kertas-kertas bekas yang kemudian diolah dengan terlebih dahulu membuat kertas-kertas tersebut lebih lunak dan halus dengan cara merendamnya kemudian dihaluskan dengan mesin penhancur. 2.1.2 Styrofoam Styrofoam merupakan susunan sel busan yang tahan terhadap kelembaban. Styrofoam juga dapat digunakan dalam struktur bawah jalan dan struktur lainnya untuk mencegah gangguan tanah. (sumber: en.wikipedia.org/wiki/Styrofoam) 2.1.3 Trilpleks Bekas Tripleks adalah sebuah bahan struktural terbuat dari lapisan dari kayu direkatkan, biasanya dengan butir lapisan yang

berdampingan di sudut kanan satu sama lain. (sumber: www.thefreedictionary.com/plywood) Tripleks bekas yang digunakan memiliki ukuran utuh minimal memiliki panjang dan lebar 1 meter dan masih dalam keadaan layak dengan toleransi kerusakan berupa lubang-lubang kecil yang diakibatkan dari pemakuan. 2.1.4 Lem campuran bubur kertas Lem yang digunakan adalah lem kayu. Alasan penggunaan lem jenis ini adalah karakteristik kertas yang memiliki bahan baku pembuatan dari kayu sehingga lem kayu akan cocok dalam perekatan kertas.

2.1.5

Lem perekat antara lapisan Jenis lem untuk perekat antar lapisan digunakan lem serupa dengan lem yang digunakan untuk bahan campuran bubur kertas. Alasan dari penggunaan ini adalah sifat dari lem tersebut yang dapat merekatkan kayu sehingga untuk merekatkan kertas, tripleks dan Styrofoam tidaklah menjadi masalah.

2.1.6

Cat lapisan kedap air Lapisan cat kedap air digunakan untuk mengindari terjadinya kelembaban pada kertas baik karena kondisi udara maupun kontak langsung dengan zat cair.

2.2 a.

Cara Kerja Pembuatan Tahap I Pembuatan Bubur Kertas 1. Memotong kertas dengan ukuran 3 x 3 cm. 2. Merendam kertas terlebih dahulu minimal selama 12 jam. Air sering diganti agar tetap bersih dan tidak menimbulkan aroma tidak sedap dan mengurangi kadar asam dari bubur kertas. 3. Setelah kertas lunak, kertas dihaluskan menggunakan blender atau alat penghalus lain. Perbandingan penghalusan yaitu 1 bagian kertas : 4 bagian air. Penghalusan lebih baik dilakukan sebanyak dua kali dengan interval 30 detik. 4. Tiriskan kertas dari air hingga kondisi masih agak lembab. 5. Mencampurkan bubur kertas tersebut dengan lem campuran untuk merekatkan partikel antara kertas. 6. Mencetak kertas tersebut menjadi menjadi lembaran dengan ukuran sesuai yang kita inginkan. Kemudian kertas dikeringkan tanpa terkena matahari langsung.

b.

Tahap II Pembuatan Dinding Partisi 1. Siapkan tripleks dan Styrofoam dengan ukuran yang sama. 2. Rekatkan Styrofoam dan tripleks dengan susunan lapisan tripleks-styrofoam-tripleks hingga benar-benar terekat dengan kuat.

3. Setelah bubur kertas yang telah dicetak kering, jadikan lembaran kertas tersebut sebagai lapisan terluar dengan merekatkan kertas tersebut pada kedua sisi dari tripleks yang telah terekat dengan Styrofoam. 4. Untuk mencegah terjadinya kelembaban pada kertas karena kontak dengan air, lapisi kertas terluar dengan cat kedap air secara merata. 5. Untuk memperindah tampilan, dapat ditambahkan cat dengan warna sesuai selera pada lapisan terluar. C K3 (Kesehatan dan Keselatan Kerja) Dalam proses pembuatan dan perangkaian dinding partisi ini tidak menggunakan alat-alat berat sehingga untuk memenuhi K3 hanya diperlukan sarung tangan yang digunakan sarung tangan dan masker saat pencampuran bubur kertas dengan lem dan pada saat melapisi dinding dengan cat kedap air. 2.3 Visualisasi Ide Styrofoam dan kertas bekas merupakan limbah rumah tangga dan industri yang sering dijumpai karena banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tripleks bekas yang sering dijumpai dan mudah dalam pengaplikasian menjadikannya diminati untuk digunakan dan mudah juga untuk pemakainya mengganti bahan tersebut sehingga menjadikan tripleks sebagai sampah yang menghiasi lingkungan. Limbah-limbah tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi barang-barang yang lebih berguna. Limbah Styrofoam, tripleks dan kertas dapat dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Salah satu pemanfaatan dari limbah tersebut antara lain sebagai dinding partisi. Alasan penggunaan limbah-limbah tersebut sebagai dinding partisi karena memiliki kelebihan yang bermanfaat dibidang konstruksi. Styrofoam dikenal sebagai bahan yang tahan akan getaran. Kelebihan dari Styrofoam ini dapat dimanfaatkan dalam salah satu bahan pembuatan dinding terutama untuk daerah yang sering mengalami gempa. Potensi yang ditimbulkan oleh gempa dapat diminimalisasi dengan penambahan Styrofoam pada dinding partisi rumah atau gedung. Limbah kertas yang dihasilkan dari sisa-sisa Koran maupun kertas yang sudah tidak digunakan dapat berfungsi meredam suara dengan cara mengurangi pemantulan gelombang suara yang dihasilkan. Pemilihan limbah kertas ini didasarkan karena limbak kertas yang

diolah menjadi bubur kertas mudah untuk dibentuk sehingga dapat dibuat sesuai keinginan pembuatnya. Tripleks bekas yang masih layak dapat digunakan pada lapisan tengan antara Styrofoam dan kertas. Sehingga kondisi dan warnanya yang kurang menarik dapat tertutupi oleh kertas. Tripleks bekas pada dinding partisi ini dimanfaatkan untuk memperkokoh din 2.4 RAB Rencana anggaran biaya dalam pembuatan dinding partisi ini diperkirakan mebutuhkan biaya sebagai berikut untuk luasan sebesar 10 m2 : a. Tripleks Bekas 10 m2 2 b. Lem Fox putih 350 gr 10 sachet c. Aquaproof 2 kg d. Kuas roll e. Styrofoam f. Kertas Jumlah = Rp.200.000,= Rp.80.000,= Rp.74.000,= Rp.10.000,= Rp.0,= Rp.0,= Rp.264.000,-

(sumber: http://ade1997.blogspot.com, http://mekarraya.blogspot.com dan harga pasaran wilayah depok) Harga yang dibutuhkan untuk dinding partisi dengan ukuran 10 m2 dibutuhkan biaya sebesar Rp.364.000,- atau sekitar Rp.370.000,- . Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk satuan m2 didapat dengan membagi biaya yang dibutuhkan untuk 10 m2 dengan sepuluh sehingga didapat biaya per m2 sebesar Rp.37.000,-.

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan Limbah kertas, tripleks bekas dan styrofoam dapat dimanfaatkan pada bidang konstruksi yaitu sebagai dinding partisi dari bangunan. Dinding partisi dengan bahanbahan limbah ini memiliki banyak kelebihan baik dari segi kualitas maupun biaya. Kelebihan dari segi kualitas, dinding jenis ini dapat meredam goncangan, meredam suara dan bobot yang lebih ringan. Biaya yang dibutuhkan untuk material penyusunnya pun lebih murah bila dibandingkan dengan dinding gypsum maupun bata pada umumnya. Keuntungan utama dari menggunakan dinding jenis ini adalah dapat meminimalisasi produksi limbah buangan sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

3.2 Saran Inovasi dinding partisi dengan bahan limbah kertas, tripleks bekas dan Styrofoam masih perlu dikembangkan baik dari segi bahan-bahan yang digunakan terutama dari faktor ketersediaan dan ukuran yang ada dan juga metode pembuatannya hingga kombinasi bahan dan metode dapat menghasilkan biaya yang lebih kecil.