Anda di halaman 1dari 2

Cerumen Prop

60-80% keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop). Seberapa sering Anda membersihkan kotoran telinga? Mengapa telinga kita terus-menerus memproduksi kotoran telinga? Sebenarnya apakah ada gunanya kotoran tersebut? Bagaimana cara membersihkan yang benar? Serumen adalah substansi lengket berwarna kekuningan sampai coklat, yang ada di liang telinga. Substansi tersebut adalah hasil produksi dari kelenjar minyak dan modifikasi kelenjar keringat dinding telinga. Serumen tersebut terdiri dari 60% keratin*, 12-20% asam lemak*, alkohol, squalene*, dan 6-9% kolesterol. Komposisi ini menentukan wujud serumen itu sendiri. Serumen ini secara umum dibagi menjadi: Tipe basah: o Serumen putih (White/Flaky Cerumen), sifatnya mudah larut bila diirigasi. o Serumen coklat (light-brown), sifatnya seperti jeli, lengket. Tipe kering: o Serumen gelap/ hitam, sifatnya keras, biasanya erat menempel pada dinding liang telinga bahkan menutup liang sehingga menimbulkan gangguan pendengaran. Serumen tipe basah lebih dominan dibandingkan tipe kering. Serumen diproduksi tubuh dengan tujuan: Pembersihan Dinding dalam telinga, membrane tympani (gendang telinga) setiap hari menghasilkan epitel mati. Serumen membantu pengeluaran epitel-epitel tersebut sehingga tidak menumpuk dengan bantuan gerakan rahang mulut. Lubrikasi/ pelicin Serumen mencegah terjadinya desikasi/ kekeringan, rasa gatal, dan panas dalam liang telinga.

Antibakterial dan antijamur Kemampuan antibacterial dan antijamur serumen karena serumen bersifat asam, mengandung enzim lysozyme*, dan adanya asam lemak. Produksi serumen dipengaruhi oleh stres fisik dan stres psikis. Bila produksi serumen berlebihan, serumen dapat menumpuk dan menyumbat liang telinga, dan menyebabkan penurunan pendengaran. Diperkirakan 6080% keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop). Metode Pembersihan Serumen Kuretase*, dengan alat khusus pengangkat serumen, atau dengan cotton bud Irigasi, menggunakan air hangat dan alat khusus Vakum* Pembersihan serumen yang terlalu sering, justru merangsang produksi serumen lebih banyak. Seruminolisis adalah proses untuk melisiskan (meluruhkan) serumen, biasanya menggunakan agen seruminolitik yang diteteskan ke liang telinga. Biasanya agen ini akan membuat serumen mencair, atau bila terlalu keras maka akan lebih melunakkan serumen sehingga lebih mudah diangkat dengan metode pembersihan yang sesuai. Agen seruminolitik yang tersedia adalah Minyak zaitun, minyak almond, minyak mineral, baby oil, gliserol, Peroksida karbamid(6.5%) Larutan sodium bicarbonate, atau sodium bicarbonate B.P.C. (sodium bicarbonate dan glycerine) Cerumol (arachis oil, turpentine dan dichlorobenzene) Cerumenex (Triethanolamine, polypeptides dan oleate-condensate) Exterol (urea, hydrogen peroxide dan glycerine) Docusate sodium

Hidrogen Peroksida 3% Agen-agen ini dipakai 2-3 kali sehari selama 3-5 hari. Pemberian agen-agen ini justru lebih baik daripada manipulasi telinga secara pribadi karena malah mungkin mengakibatkan perlukaan dinding liang telinga. Penggunaan cotton bud pun harus dilakukan secara hati-hati. Sebaiknya sebelum digunakan untuk membersihkan serumen, kapas cotton bud dibasahi dengan baby oil, atau air bersih, atau dibuat lembab, supaya kapas cotton bud tidak mudah lengket dengan serumen yang bisa mengakibatkan kapas terlepas dari batangnya. KAMUS KITA

Keratin Squalene Epitel Enzim lysozim Kuretase Vakum

: : : : : :

suatu protein yang menyusun rangka yang bersifat sangat tidak mudah larut zat perantara dalam pembuatan kolesterol, merupakan asam lemak tidak jenuh. Banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu. Lapisan yang menutupi permukaan dalam dan luar tubuh termasuk lapisan pada pembuluh darah dan rongga yang kecil lainnya. enzim yang mampu membunuh bakteri. pengeluaran suatu bahan dari dinding suatu rongga. Penghisapan

REFERENSI McCarter, D.F.2007.Cerumen Impaction. Available at URL: www.aafp.org. Cited at: 12 Oktober 2007 http://www.emedicinehealth.com/earwax http://www.earnosethroatdrs.com/