Anda di halaman 1dari 25

OSTEOPOROSIS

Muhadi

OSTEOPOROSIS

Adalah peny. tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang & perburukan mikroarsitektur tulang tulang rapuh dan mudah patah National Institute of Health (NIH/2001) penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh compromissed bone strength sehingga tulang mudah patah

Terjadinya osteoporosis

Untuk mempertahankan kekuatan tulang dalam jangka waktu tertentu tulang diresorpsi dan diganti dengan yang baru (bone remodelling) Proses penuaan osteoporosis ok. terganggunya keseimbangan : Proses perusakan > proses pembaharuan Sel-sel osteoclast > sel-sel osteoblast

Peak Bone Mass ( Puncak massa tulang )


Masa kanak-kanak dan remaja tulang tumbuh : panjang, lebar, solid Umur 25 tahun : massa tulang mencapai puncak (PBM) PBM berbeda-beda tiap individu Tubuh kecil/kurus dan pendek PBM rendah PBM : salah satu faktor penentu yang penting osteoporosis Pria/wanita bone mass turun mulai umur 40 Wanita kehilangan massa tulang > laki-laki oleh karena faktor menopause (Estrogen berkurang)

Peak Bone Mass

FAKTOR RESIKO

Diperkirakan ada lebih 50 faktor resiko Faktor resiko : Tidak bisa dirubah : sex, ras, umur, menopause, bentuk tubuh, genetik/riw.keluarga Bisa dirubah : merokok, minum alkohol, pemakai obat-obatan, underweight/lost weight, def.calcium (diet), def.vit D, aktivitas fisik kurang Test BMD secara teratur!

Hanya

bila terjadi fraktur, sebelum terjadi fraktur tidak ada gejala! Osteoporosis is the silent thief Osteoporosis is the silent disease

KELUHAN dan GEJALA

Manifestasi Klinis
Acute back pain Chronic back pain oleh karena fraktur kompresi vertebrae: mid thoracic mid lumbar Kd. lumbar bwh Fr. prox femur Fr. Prox. radioulnar

Fraktur pelvis Fr. prox. Humeri Fraktur costae Kyphosis yang progresif : TB berkurang Abdomen protusi

Tanda-tanda
Tanda-tanda (sign) osteoporosis : Fraktur karena minor injury Kyphosis Tinggi badan berkurang

Chronic vertebral osteoporosis

Kriteria W.H.O. Dx : osteoporosis dengan B.M.D


Diagnosis Normal Osteopenia Osteoporosis Severe osteoporosis Criteria T-score > -1 T-score < -1 dan > -2.5 T-score < -2.5 T-score < -2.5 dengan fraktur

T = peak bone mass, BMD dinyatakan dengan T score atau standard deviation units (SD) dimana BMD individu dikurangi dengan BMD rata-rata pada wanita muda (peak bone mass)

Pilar Pengobatan Osteoporosis


Edukasi dan pencegahan II. Latihan dan rehabilitasi III. Pengobatan medikamentosa
I.

1. 2. 3. 4. 5. 6.
IV.

Bisfosfonat Raloksifen Terapi sulih hormon Kalsitonin Kalsitriol Kalsium dan vitamin D

Pembedahan

Aktifitas

fisik yang teratur Jaga asupan kalsium 1000-1500 mg Hindari merokok dan minum alkohol Diagnosis dini dan terapi yang tepat Kenali penyakit dan obat2an yang berhub dengan osteoporososis Hindari mengangkat barang berat Hindari terjatuh Hindari def vit D

Edukasi dan pencegahan

Latihan

yang teratur rangsangan biofisikoelektrokemikal bantu (ortosis) : korset lumbal, tongkat atau alat bantu berjalan lain

Latihan dan Rehabilitasi

Alat

Pengobatan Medikamentosa

BIFOSFONAT Terikat pd kristal hidroksiapatit di permukaan tlg Me kemampuan osteoklas untuk resorbsi tulang Me jumlah total osteoklas Me apoptosis osteoklas Risedronate, Alendronate

Hypothesis I

Hypothesis II

Potency to inhibite bone resorption


~1 Etidronate ~10x ~100x >100-<1000x Clodronate Tiludronate Pamidronate Neridronate Alendronate Climandronate EB-1053 Olpadronate Ibandronate Risedronate YH 529 Zolendronate

>1000-<10000x >10000x

Pengobatan Medikamentosa

RALOKSIFEN Selective estrogen-receptor modulator (SERM) Wanita menopause Efek samping : Ca payudara , trombosis vena TERAPI SULIH HORMON Estrogen Wanita menopause Efek samping

Pengobatan Medikamentosa

KALSITONIN Hormon peptida yang disekresi tiroid Salmon calcitonin nasal preparation Berikatan dengan reseptor osteoklas me resorbsi tulang KALSITRIOL : hipokalsemia gagal dgn Ca VITAMIN D KALSIUM

Terima Kasih

According to guidelines from the National Osteoporosis Foundation, BMD should be measured in the following people:

Postmenopausal women > 65 years Postmenopausal women < 65 years who have 1 or more risk factor Postmenopausal women who present with fragility fractures Women who are considering therapy in which BMD will affect that decision Women who have been on hormone replacement therapy (HRT) for prolonged periods Men who experience fractures after minimal trauma People with evidence of osteopenia on radiographs or a disease known to place them at risk for osteoporosis.