Anda di halaman 1dari 41

Hubungan Internasional

&
Organisasi Internasional
Di rangkum oleh:
Wida Sanditya
Kusuma
XI-IIA-2
SMAN 8 Pekanbaru
Riau, Indonesia

http://sayawida.blogspot.com naruto_wiekz@yahoo.com
Standar Kompetensi
 Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kamu diharapkan mampu
menganalisa Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional.

Indikator
 Mendeskripsikan pengertian, pentingnya dan sarana-
sarana Hubungan Internasional suatu negara;
 Menjelaskan tahap-tahap perjanjian Internasional
 Menganalisis fungsi perwakilan diplomatik;
 Mengkaji peranan organisasi Internasional, seperti
ASEAN & PBB dalam meningkatkan hubungan
internasional;
 Menghargai kerja sama dan perjanjian Internasional
yang bermanfaat bagi Indonesia.
Konsep
Hubungan Internasional (HI) & Organisasi Internasional

Pengertian,
Kerjasama Organisasi
Pentingnya &
Internasional (KI) Internasional (OI)
Sarana-sarana HI

Definisi HI Perjanjian Contoh Organisasi


Internasional Internasional

Peranan & Sarana Diplomasi, Propaganda,


Poleksosbud, Hankam

Perwakilan Kebijaan Politik


Diplomatik Luar Negeri
Bebas Aktif

Menghargai Kerja Sama


& Perjanjian Internasional
Apa itu Hubungan Internasional?

Hubungan yang terjadi


antar individu, kelompok,
organisasi maupun
negara baik secara
langsung ataupun tidak
langsung.
Mengapa kita perlu
mengadakan hubungan
internasional?

 Karena sifat dasar manusia 


makhluk sosial

 Setiap negara tidak mampu


memenuhi kebutuhan sendiri
Landasan HI
 Landasan Iidil
 Pancasila (sila ke-5)
 Landasan konstitusional/struktural
 UUD 1945
 Pembukaan, alinea ke-IV
 Pasal 13

 Landasan Operasional
 Tap MPR no.IV/MPR/1999 tentang GBHN
 UU no.37 tahun 1999 tentang Hubungan
Internasional
 Kepres, Kepmen, Perpu, dll. (selalu
diperbaharui)
 Kebijakan Politik Luar Negeri ditetapkan
pada tanggal 2 September 1948 dalam
sidang BPKNIP
Pengertian Hubungan
Internasional
adalah hubungan yang mengatur perilaku setiap
negara untuk berinteraksi dengan negara lain dalam
bidang ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan
keamanan.
 Menurut Daniel S.Papp = Hubungan
Internasional adalah ilmu yang mempelajari
masalah-masalah internasional dan sistem yang
membentuk hubungan Internasional serta para
aktor yang terlibat di dalamnya.
 Menurut Hugo de Groat = Hukum & Hubungan
Internasional didasarkan pada kemauan bebas dan
persetujuan negara-negara. Bertujuan demi
kepentingan bersama dari yang menyatukan diri
dalam ikatan tsb. Hugo dikenal sebagai Bapak
Hukum Internasional
 Menurut Mochtar Kusumaatmadja = dengan
adanya hubungan antar bangsa, berkembang pula
Asas-Asas dalam
Hubungan Internasional
– Asas Kebangsaan
(ekstrateritorial)  warga
negara tetap mendapat
perlakuan hukum dari
negaranya dimana dia berada
– Asas Teritorial  berlaku bagi
semua orang & barang yg
berada di wilayahnya baik
warga negara atau orang
asing
SUBJEK HUKUM
INTERNASIONAL
a. Negara
b. Organisasi internasional  PBB
c. Tahta suci  Vatikan
d. Palang merah internasional
e. Individu
f. Pemberontak & Pihak dalam
sengketa  PLO,GAM, Hamas
Kegiatan Diplomasi
 = Kegiatan yang menyangkut hubungan
antar negara dengan negara lain.

Hubungan Diplomatik
Alat-alat perlengkapan/instrument diplomasi, a.l. :
 Departemen Luar Negeri
 Perwakilan Diplomatik
Alat-alat perlengkapan Republik Indonesia di luar
negeri:
 Bidang politik = Perwakilan Diplomatik
 Bidang non-politik = Perwakilan Konsuler
Dasar pertimbangan Negara
menempatkan perwakilannya

 Penting/tidaknya kedudukan negara


pengirim dan negara penerima;
 Erat/tidaknya hubungan antara negara
pengirim dan negara penerima;
 Besar/kecilnya kepentingan antara
negara pengirim dengan negara
penerima.
PERWAKILAN DIPLOMATIK
Perwakilan Diplomatik adalah lembaga kenegaraan
diluar negeri yang bertugas dalam membina dan
menyelenggarakan tugas-tugas hubungan politik dengan
negara lain.
Tugas dan wewenang ini dilakukan oleh perangkat korps
Diplomatik, yaitu (C.D)

Duta (Ervoye Extraordinaire et ministre fleni to
centiaire) dan menteri berkuasa penuh/Gerzant

Duta besar (Ambassador)

Menteri Residen (Minister Resident)

Kuasa usaha (Charges d`affaires)
Pembagian ini didasarkan pada kongres Wina 1815 dan
kongres achan 1818.
Ketentuan mengenai perwakilan diplomatik RI diatur
dalam UUD 1945 pasal 13 “Presiden mengangkat duta
PERWAKILAN DIPLOMATIK
Tugas dan Fungsi Perwakilan
Diplomatik, tugas
pokok perwakilan Diplomatik secara
umum:
1. Menyelenggarakan kepentingan politik negaranya di
luar negeri terutama di negara tempat bertugas;
2. Menjamin efisiensi dari perwakilan asing di suatu
negara;
3. Melakukan hubungan serta perundingan-perundingan
dengan pemerintah negara tersebut;
4. Menciptakan pengertian bersama (Good will);
5. Berkewajiban melindungi kepentingan-kepentingan
negara dan warga negaranya di negara penerima.
Tugas Utama:
Hak-Hak Perwakilan
Diplomatik
•Hak Ekstrateritorial adalah hak untuk
mengamati tata hukum negeri sendiri(tidak
tunduk pada tata hukum negara tempat
bertugas).

5.Hak kekebalan Diplomatik (Imunitas) adalah


hak imunitas menyangkut diri pribadi seorang
diplomat serta gedung perwakilannya dengan
hak ini seorang diplomat berhak mendapat
perlindungan istimewa terhadap keselamatan diri
serta harta bendanya,anggota Diplomatik tidak
tunduk kepada juridiksi pengadilan
pidana/perdata dinegara tempat ia bertugas.
PERWAKILAN KONSULER
Dalam membina / Menyelenggarakan hubungan
yang Non-politis Duta Besar Tadi Dibantu Oleh Korps
Consuler Yang Terdiri Dari
Konsul Jenderal
Konsul
Wakil Konsul
Agen Konsul
Tugas pokok perwakilan konsuler, menjaga
duta memajukan kepentingan - kepentingan
perdangangan, industri, pelayaran dan persetujuan-
persetujuan dagang ekonomi lainnya.
Perbedaan antara Perwakilan
Diplomatik dan Perwakilan
Konsuler
Perwakilan Diplomatik Perwakilan Konsuler

• Perwakilan diplomatik hanya • Perwakilan konsuler bisa terdapat


terdapat 1 di setiap Negara lebih dari 1 di negara penerima;
penerimanya; • Bekerja di bidang non-politik
• Bekerja di bidang politik; tetapi dapat menjadi politik di
• Perwakilan Diplomatik terletak di wilayah kekonsulannya;
Ibukota Negara penerima; • Hanya konsul jenderal yang
• Duta besar bertanggung jawab terdapat di ibukota negara;
pada presiden melalui Menteri • Konsul jenderal langsung
Luar Negeri; bertanggung jawab pada Menteri
• Pengangkatannya terdapat surat Luar Negeri;
pengakuan kerja yang disebut • Pengangkatan terdapat surat
Letter of creadance (surat pengakuan kerja disebut exequatur
kepercayaan) (surat pengangkatan)
Perjanjian
Internasional
 Dasar hukum perjanjian internasional adalah pasal 38 ayat 1
piagam mahkamah Internasional, yang menyatakan perjanjian
internasional harus diadakan oleh subjek hukum internasional
yang menjadi anggota masyarakat internasional
 Perjanjian internasional adalah sebagai sumber hukum
internasional dengan alasan:
– Perjanjian internasional lebih menjamin kepastian hukum, karena
perjanjian internasional diadakan secara tertulis
– Perjanjian internasioanl mengatur masalah-masalah bersama
yang penting dalam hubungan antara subjek hukum
internasional
TAHAP-TAHAP PERJANJIAN INTERNASIONAL

Berdasarkan konvensi WINA 1969 tentang hukum


perjanjian Internasional disebutkan bahwa dalam
pembuatan perjanjian baik bilateral maupun multilateral
dapat dilakukan melalui tahap-tahap.Tahap-tahap
tersebut dilakukan secara berurutan, yaitu muali dari
perundingan, penandatanganan nota, agreement ataupun
treaty yang megikat negara-negara yang membuat
perjanjian, mengesahkan perjanjian tersebut melalui
ratifikasi yang melibatkan dewan
perwakilan/parlemen.
1.PERUNDINGAN (NEGOISASI)

Perundingan merupakan perjanjian tahap pertama antara


pihak/negara yang dilakukan oleh wakil-wakil negara yang
diutus oleh negara-negara peserta berdasarkan mandat
tertentu. Wakil-wakil negara melakuakn perundingan
terhadap masalah yang harus dilakuakn. Perundingan
dilakuakn oleh kepala negara,Mentri luar negeri, atau duta
besar. Perundingan dapat juga diwakili oleh pejabat yang
dapat memajukan surat kuasa penuh (full Power) apabila
perundingan
mencapai kesepakatan, perundingan tersebut meningkat pada
tahap penandatanganan.
2. PENANDATANGANAN (SIGNATURE)
Lazimnya dilakuakn oleh para menteri luar negeri atau
kepala pemerintahan. Untuk perundingan yang bersifat
multilateral, penandatanganna teks perjanjian sudah dianggap sah
jiak dua pertiga suara peserta yang hadir memberikan suara,
kecuali ditentukan lain. Namun perjanjian belum dapt dilakukan
masing-masing negara apabila beluum diratifikasi oleh masing-
masing negaranya atau perjanjian akan berlaku setelah
ditandatangani pada waktu diumumkan mulai berlaku atau setelah
ditandatangani, perjanjian memasuki tahap ratifikasi atau
pengesahan oelh parlemen/ dewan perwakilan rakyat di negara-
negara yang menandatangani perjanjian.
3. PENGESAHAN (RATIFIKASI)

Suatu negara mengikatkan diri pada suatu perjanjian


dengan syarat apabila telah disahkan oleh badan berwenag
(treaty making powers) di negaranya. Penandatanganan atas
perjanjian yang bersifat sementara dan masih harus dikuatkan
dengan pengesahan atau penguatan dinamakan ratifikasi.
Ratifikasi dilakuakn oleh DPR dan Pemerintah perlu
mengajak DPR untuk mensahkan perjanjian karena DPR
merupakan perwakilan rakyat yang berhak untuk mengetahui isi
dan kepentingan yang diemnban dalam perjanjian tersebut.
Pasal 11 UUD 1945 menyatakan bahwa masalah perjanjian
internasional harus mendapatkan persetujuan dari DPR. Apabila
perjanjian telah disahkan atau diratifikasi
dengan persetujuan DPR, perjanjian tersebut harus dipatuhi dan
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Ratifikasi perjanjian internasional dapat dibedakan
atas:

 Ratifikasi oelh badan eksekutif, hal ini biasa dilakuakn


oelh Raja absolut dan pemerintahan otoriter.
 Ratifikasi oleh badan legislatif, secara umum sistem ini
jarang digunakan, tetapi sistem ini pernah diterapkan di
negara Turki 1924. Elsalvador 1950, Honduras 1936.
 Ratifikasi campuran (DPR dan Pemerintah), sistem ini
paling benyak digunakan karena legislatif dan eksekutif
secara bersama-sama menentukan dalam proses
ratifikasi suatu perjanjian.
BERLAKUNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL
Perjanjian internasional berlaku pada saat:
• Mulai berlaku sejak tanggal yang ditentukan atau menurut yang disetujui
oleh negara perunding
• Jika tidak ada ketentuan, perjanjian mulai berlaku
setelah persetujuan diikat dan dinyatakan oleh semua negara
berunding.
• Bila persetujuan suatu negara untuk diikat oleh perjanjian setelah
perjanjian itu berlaku. Maka perjanjian mulai berlaku bagi negara itu
pada tanggal tersebut, kecuali bila perjanjian menentukan lain
• Ketentuan-ketentuan perjajian yang mengatur pengesahan teksnya,
pernyataan prsetujuan suatu negara untuk diikat oleh suatu perjanjian. Cara dan
tanggal berlakuanya, persyaaratan fungsi-fungsi penyimpanan dan masalah-
masalah lain yang timbul yang perlu sebelum berlakunya perjanjian itu,
berlakunya sejak saat disetujuinya teks perjanjian itu.
PEMBATALAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
 Berdasarkan konvensi Wina 1969, karena berbagai alasan suatu
perjanjian Internasional dapat batal antara lain:
 Negara atau wakil kuasa pernah melanggar ketentuan hukum
Nasionalnya.
 Adanya unsur kesalahan error pada saat perjanjian itu dibuat.
 Adanya unsur penipuan dari negara peserta tertentu terhadap
negara peserta lain, waktu pembentukan perjanjian.
 Terdapat penyalahgunaan atau kecurangan (Corruption) melalui
kelicikan atau penyuapan.
 Adanya unsur paksaan terhadap wakil suatu negara peserta,
paksaan tersebut baik dengan ancaman maupun penggunaan
kekuatan.
 Bertentangan dengan suatu kaidah dasar hukum Internasional
umum.
BERAKHIRNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL

A. Pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian


tersebut.
B. Pengakhiran perjanjian yang disimpulkan dari pembuatan perjanjian
berikutnya. Secara umum suatu perjanjian bisa punah/berakhir karena hal
berikut:
 Telah tercapai tujuan dari perjanjian Internasional
 Masa berlakunya perjanjian itu sudah habis
 Adanya persetujuan dari peserta-peserta untuk mengakhiri perjanjian itu
 Salah satu pihak peserta perjanjian menghilang atau punahnya objeck
perjanjian itu
 Adanya perjanjian baru antara peserta yang kemudian meniadakan
perjanjian yang terdahulu
 Syarat-syarat tentang pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan
perjanjian itu sudah dipenuhi.
 Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran
itu diterima oleh pihak lain.
Bisa damai kok pilih
perang?!
BENTUK & NAMA PERJANJIAN
INTERNASIONAL
 a.Traktat perjanjian 2 negara atau lebih yg
sifatnya formal & sangat mengikat
 b.Konvensi  perjanjian yg lebih khusus
namun bersifat multilateral, tidak
menyangkut kebijakan tingkat tinggi.
 c.Pakta traktat dalam arti sempit &
memerlukan ratifikasi
 d.Persetujuan (agreement) perjanjian
bersifat teknis/adminitratif
 e.Protokol persetujuan yg melengkapi
konvensi
 f. Perikatan persetujuan bagi transaksi2
bersifat sementara
KEBIJAKAN POLITIK
INDONESIA
Bebas Aktif
 Bebas
menentukan
sikap&kehendak
sendiri tidak
memihak

 Aktif berperan
dalam kancah
internasional
HAKIKAT POLITIK LUAR NEGERI
INDONESIA
 Menghormati
kedaulatan
Negara lain
 Lepas dari
ikatan blok
ideologi,
militer&bebas
menentukan
masalah sendiri
 Menentang
segala bentuk
penjajahan
 Kerjasama
internasional yg
saling
menguntungkan
 Hidup
berdampingan
Organisasi internasional
adalah suatu bentuk
dari gabungan beberapa
negara atau bentuk unit
fungsi yang memiliki tujuan
bersama mencapai
persetujuan yg juga
merupakan isi dari
Bendera PBB
(Perserikatan Bangsa-
Bangsa)
Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB)
Tujuan PBB:
 a. Memelihara perdamaian & keamanan dunia
 b. Mengembangkan persahabatan antar
bangsa berdasar azas persamaan Hak
 c. Mewujudkan kerjasama internasional
dalam memecahkan masalah internasional
 d. Menjadi pusat penyerasian tindakan
bangsa2 dalam mencapai tujuan
bersama
SEBUAH SIDANG PBB
Asas PBB
a. Asas persamaan kedaulatan bagi semua
anggota
b. anggota wajib memenuhi kewajiban sesuai
dengan piagam PBB
c. anggota menyelesaikan sengketa dengan
damai
d. Dalam hubungan internasional menghindari
anacaman & kekerasan
e. Memberi bantuan kepada PBB sesuai
dengan piagam PBB
f. PBB tidak berkuasa mencampuri urusan
dalam negeri suatau negara
BADAN-BADAN POKOK PBB
 Majelis umum (General Assembly)
 Dewan keamanan (Security council)
 Dewan Ekonomi dan sosial (Economic and
Sosial Council)
 Dewan Perwalian (Trusteeship Council)
 Mahkamah Internasional (International
Court of Justice)
 Sekretaris Jendral (Secretary General)
Organisasi-organisasi dibawah
PBB
 UNESCO
Pengetahuan &
budaya
 UNICEF
Kesejahteraan anak-
anak
 FAO Kakanan
 WHO  Kesehatan
 ILO Perburuhan
Bendera ASEAN
(Association of South East
Asian Nation)
NEGARA-NEGARA ASEAN
TUJUAN ASEAN
1. Menjalin kerjasama negara-negara Asia
Tenggara dibidang Ekonomi, sosial dan
budaya
2. Menjaga stabilitas keamanan Asia
Tenggara
3. Meningkatkan peran negara-negara
ASEAN dalam kancah internasional
SEKIAN
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA…
MOHON MAAF JIKALAU ADA
KESALAHAN DALAM
PENYAMPAIAN.

-Wida S.Kusuma

Anda mungkin juga menyukai