Anda di halaman 1dari 19

KLONING DAN

BAYI TABUNG (In Vitro Vertilization (IVF))

1. Latar Belakang Masalah.


Tidak mungkin seseorang menentang kehendak Allah. Bagaimana mungkin,
sedangkan akal yang menjadi sandaran para ilmuwan merupakan makhluk ciptaan
allah? Allah lah yang mewujudkan dan menjadikan untuknya kemampuan terbatas,
tak mungkin bisa melampauinya.
Ungkapan orang bahwa ilmu pengetahuan menundukkan alam adalah
perkataan yang hampa dari makna. Sebab ilmu pengetahuan hanya mengenal
sebagaian saja, dari hokum – hokum Allah untuk alam ini.
Belakangan ini telah berkembang satu teknologi baru yang mampu
memduplikasi makhluk hidup dengan sama persis, teknologi ini dikenal dengan nama
teknologi kloning. Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetik
yang sama dengan induknya pada makhluk hidup tertentu baik berupa tumbuhan,
hewan, maupun manusia. Kloning telah berhasil dilakukan pada tanaman
sebagaimana pada hewan belakangan ini, kendatipun belum berhasil dilakukan pada
manusia. Tujuan kloning pada tanaman dan hewan pada dasarnya adalah untuk
memperbaiki kualitas tanaman dan hewan, meningkatkan produktivitasnya, dan
mencari obat alami bagi banyak penyakit manusia terutama penyakit-penyakit kronis
guna menggantikan obat-obatan kimiawi yang dapat menimbulkan efek samping
terhadap kesehatan manusia.
Upaya memperbaiki kualitas tanaman dan hewan dan meningkatkan
produktivitasnya tersebut menurut syara’ tidak apa-apa untuk dilakukan dan termasuk
aktivitas yang mubah hukumnya. Demikian pula memanfaatkan tanaman dan hewan
dalam proses kloning guna mencari obat yang dapat menyembuhkan berbagai
penyakit manusia terutama yang kronis adalah kegiatan yang dibolehkan Islam,
bahkan hukumnya sunnah (mandub), sebab berobat hukumnya sunnah. Begitu pula
memproduksi berbagai obat-obatan untuk kepentingan pengobatan hukumnya juga
sunnah. Oleh karena itu, dibolehkan memanfaatkan proses kloning untuk
memperbaiki kualitas tanaman dan mempertinggi produktivitasnya atau untuk
memperbaiki kualitas hewan seperti sapi, domba, onta, kuda, dan sebagainya. Juga
dibolehkan memanfaatkan proses kloning untuk mempertinggi produktivitas hewan-

Page 1 of 19
hewan tersebut dan mengembangbiakannya, ataupun untuk mencari obat bagi
berbagai penyakit manusia, terutama penyakit-penyakit yang kronis.
Oleh karena itu tidak salah jika Majma' al-Buhûts al-Islâmiyyah yang
berpusat di Kairo Mesir mengeluarkan fatwa akan bolehnya memanfaatkan teknologi
kloning terhadap tumbuh-tumbuhan atau hewan asalkan memiliki daya guna
(bermanfaat) bagi kehidupan manusia. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa segala
sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan untuk kesejahteraan manusia. Apalagi jika
kita memanfaatkan proses kloning ini untuk jelas-jelas untuk memperbaiki kualitas
tanaman dan mempertinggi produktivitasnya atau untuk memperbaiki kualitas hewan.
Selain itu juga dibolehkan memanfaatkan proses kloning untuk mempertinggi
produktivitas hewan-hewan tersebut dan mengembangbiakannya, ataupun untuk
mencari obat bagi berbagai penyakit manusia, terutama penyakit-penyakit yang
kronis.
2. Rumusan Masalah.
a. Bagaimanakah pengertian cloning dan bayi tabung?
Cloning pengertian secara sederhanya adalah cangkok; yaitu penggabungan
unsur-unsur hayati dua atau lebih untuk memperoleh manfaat tertentu. Dibidang
biologi molekuler, pengertian kloning ini sering dikonotasikan dengan teknologi
penggabungan fragment (potongan) DNA, sehingga pengertiannya identik dengan
teknologi rekombinan DNA atau rekayasa genetik.
Namun pengertian di luar itu juga masih tetap digunakan, misalnya kloning
domba dsb, yang merupakan "penggabungan" unsur inti sel dengan sel telur tanpa
inti. Dengan demikian teknologi kloning ini juga termasuk dalam wacana
bioteknologi; malah bisa dikatakan sebagai hal yang mendasar untuk bioteknologi.
Teknologi kloning memang memungkinkan untuk dikembangakan ke arah rekayasa
pembuatan jaringan atau organ tertentu. Namun mesti memperhatikan masalah etik.
Mengenai rekayasa darah untuk keperluan transfusi, meskipun sel darahnya sendiri
bisa diusahakan melalui teknologi kloning (melalui stimulasi hematopoietic
progenitors, atau dari stem cells-nya), namun mesti juga harus memperhatikan
komponen-komponen lainnya selain komponen sel-sel darah.
Adapun kloning manusia adalah teknik membuat keturunan dengan kode
genetik yang sama dengan induknya yang berupa manusia. Hal ini dapat dilakukan
dengan cara mengambil sel tubuh (sel somatik) dari tubuh manusia, kemudian diambil

Page 2 of 19
inti selnya (nukleusnya), dan selanjutnya ditanamkan pada sel telur (ovum) wanita
yang telah dihilangkan inti selnya dengan suatu metode yang mirip dengan proses
pembuahan atau inseminasi buatan.
Dengan metode semacam itu, kloning manusia dilaksanakan dengan cara
mengambil inti sel dari tubuh seseorang, lalu dimasukkan ke dalam sel telur yang
diambil dari seorang perempuan. Lalu dengan bantuan cairan kimiawi khusus dan
kejutan arus listrik, inti sel digabungkan dengan sel telur. Setelah proses
penggabungan ini terjadi, sel telur yang telah bercampur dengan inti sel tersebut
ditransfer ke dalam rahim seorang perempuan, agar dapat memperbanyak diri,
berkembang, berdiferensiasi, dan berubah menjadi janin sempurna. Setelah itu
keturunan yang dihasilkan dapat dilahirkan secara alami. Keturunan ini akan berkode
genetik sama dengan induknya, yakni orang yang menjadi sumber inti sel tubuh yang
telah ditanamkan pada sel telur perempuan.
Bayi tabung adalah bayi yang di hasilkan bukan dari persetubuhan, tetapi
dengan cara mengambil mani/sperma laki – laki atau ovum perempuan, lalu
dimasukan dalam suatu alat dalam waktu beberapa hari lamanya. Setelah hal tesebut
dianggap mampu menjadi janin, maka dimasukan dalam rahim ibu. Sel sperma
tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. Sel telur
yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri dengan suatu cara tertentu
sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya.
Pada dasarnya pembuahan yang alami terjadi dalam rahim melalui cara yang alami
pula (hubungan seksual), sesuai dengan fitrah yang telah ditetapkan Allah untuk manusia.
Akan tetapi pembuahan alami ini terkadang sulit terwujud, misalnya karena rusaknya atau
tertutupnya saluran indung telur (tuba
(tuba Fallopii)
Fallopii) yang membawa sel telur ke rahim, serta
tidak dapat diatasi dengan cara membukanya atau mengobatinya.
mengobatinya. Atau karena sel sperma
suami lemah atau tidak mampu menjangkau rahim isteri untuk bertemu dengan sel telur,
serta tidak dapat diatasi dengan cara memperkuat sel sperma tersebut, atau mengupayakan
sampainya sel sperma ke rahim isteri agar bertemu dengan sel telur di sana. Semua ini akan
meniadakan kelahiran dan menghambat suami isteri untuk berbanyak anak. Padahal Islam
telah menganjurkan dan mendorong
mendorong hal tersebut dan kaum muslimin pun telah
disunnahkan melakukannya. Program bayi tabung sebagai salah satu teknik rekayasa
reproduksi memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan.

Page 3 of 19
Keunggulan program bayi tabung adalah dapat memberikan peluang
kehamilan bagi pasutri yang sebelumnya menjalani pengobatan infertilitas
biasa,namun tidak pernah membuahkan hasil. Sedangkan kelemahan dari program ini
adalah tingkat keberhasilannya yang belum mencapai 100 persen. waktu untuk
mengikuti program ini cukup lama dan memerlukan biaya yang mahal.

b. Bagaimanakah umur dan kesehatan bayi tabung?


Para dokter hingga kini masih memperdebatkan usia bayi tabung yang lebih
pendek dari pada bayi normal. Namun perdebatan itu masih harus dibuktikan. Para
dokter masih mengevaluasi dan mengumpulkan data – data menyangkut kualitas dan
panjangnya usia bayi tabung.
Bukti yang dikemukakan oleh Dokter Ali Baziad spesialis kebidanan,
mengemukakan bahwa bayi tabung yang pertama di Dunia hingga kini masih hidup
dan umurnya 30 tahun bahkan dia sudah memiliki anak dengan proses normal.
Di indonesia perkembangan bayi tabung perkembangannya cukup maju.
Pasangan suami istri mulai memilih program bayi tabung. Setelah berbagai upaya
yang dicoba tidak mampu memiliki keturunan.
Dr. Indra anwar mengatakan bahwa salah satu penyebab ketidak suburan istri
sehingga sulit memperoleh anak mungkin akibat adanya saluran tersumbat. Ada pula
disebabkan adanya antibody yang diproduksi oleh tubuh menolak sperma, tapi hal
semacam itu masih hurus diteliti lebih lanjut.
# Persentase Keberhasilan Bayi Tabung
Tingkat keberhasilan bayi tabung hanyalah sekitar 1% sesaat setelah bayi
tabung pertama Louise Brown dilahirkan pada tahun 1978. Dengan adanya
peningkatan teknologi kedokteran, angka keberhasilan ini menjadi sekitar 25% - 50%
sekarang.
Perlu diperhatikan arti angka tersebut, ada yang mengartikan berhasil
sampai hamil, ada yang mengartikan berhasil sampai melahirkan sang bayi.
Ada yang dihitung dari jumlah pasangan yang mengikuti program bayi tabung, dan
ada juga yang dihitung dari semua jumlah program bayi tabung yang dilakukan.
Contoh dari 100 pasang suami istri ada 20 yang berhasil melahirkan bayi, berarti 20%
Tapi bagaimana kalau 50 dari 100 pasangan itu sudah menjalani 3 kali proses bayi
tabung, artinya ada 20 bayi dari 200 (50+50*3) proses bayi tabung = hanya 10%

Page 4 of 19
Tingkat keberhasilan bayi tabung berbeda-beda dari rumah sakit atau klinik
satu dengan lainnya. Hal ini tergantung dari ketersediaan peralatan, jenisnya,
prosedur, keahlian dari para dokternya, dll. Yang paling baik adalah bertanya langsung
ke rumah sakit.
Ada Rumah Sakit yang mempunyai tingkat keberhasilan hamil dengan
program bayi tabung sekitar 60% di tahun 2006. Lumayan besar tapi jangan senang
dulu, ini statistik untuk keberhasilan hamil dari wanita berumur kurang dari 30 tahun
dan dari fresh cycle (program penuh, bukan dari embrio yang dibekukan). Rata-
ratanya 30-35% untuk semua kasus (dihitung dari banyaknya proses bukan dari
banyaknya pasangan suami-istri), dan untuk sampai melahirkan (atau kerennya take-
home-baby) sekitar 25-27%.
Dari data statistik ternyata umur sang ibu punya pengaruh yang sangat
besar terhadap keberhasilan bayi tabung. Semakin tua semakin kecil tingkat
keberhasilannya. Katanya sekitar 25% untuk wanita di bawah umur 35 tahun, di
bawah 10% bagi yang berumur diatas 40, sekitar 1% untuk yang diatas 45 tahun, 0%
di atas 50 tahun.
Ternyata ada faktor lainnya yang juga mempengaruhi tingkat keberhasilan
yaitu kesehatan, tipe embrio yang dimasukkan fresh atau frozen. Memang banyak
sekali faktor yang menentukan keberhasilan program Bayi Tabung ini namun pada
pelaksanaanya anda tinggal menanyakan langsung pada dokter.

c. Bagaimanakah pendapat cloning dan bayi tabung menurut ilmuwan


barat?
Perdebatan tentang kloning dikalangan ilmuwan barat terus terjadi, bahkan
dalam hal kloning binatang sekalipun, apalagi dalam hal kloning manusia. Kelompok
kontra kloning diwakili oleh George Annos (seorang pengacara kesehatan di
universitas Boston) dan pdt. Russel E. Saltzman (pendeta gereja lutheran). menurut
George Annos, kloning akan memiliki dampak buruk bagi kehidupan, antara lain :

• merusak peradaban manusia.


• memperlakukan manusia sebagai objek.
• Jika kloning dilakukan manusia seolah seperti barang mekanis yang bisa
dicetak semaunya oleh pemilik modal. Hal ini akan mereduksi nilai-nilai
kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia hasil kloning.

Page 5 of 19
• kloning akan menimbulkan perasaan dominasi dari suatu kelompok tertentu
terhadap kelompok lain. Kloning biasanya dilakukan pada manusia unggulan
yang memiliki keistimewaan dibidang tertentu. Tidak mungkin kloning
dilakukan pada manusia awam yang tidak memiliki keistimewaan. Misalnya
kloning Einstein, kloning Beethoven maupun tokoh-tokoh yang lain. Hal ini
akan menimbulkan perasaan dominasi oleh manusia hasil kloning tersebut
sehingga bukan suatu kemustahilan ketika manusia hasil kloning malah
menguasai manusia sebenarnya karena keunggulan mereka dalam berbagai
bidang.

Sedangkan menurut pdt. Russel E. Saltzman, bagaimanapun kloning tetap


tidak diperbolehkan, karena pada prosesnya terdapat pengambilan sel dari makhluk
hidup yang berhak mendapat kehidupan. Sel yang diambil untuk kloning berarti sama
saja dengan membunuhnya untuk kemudian dijadikan sebagai organisme baru.
Padahal setiap makhluk hidup sekecil apapun berhak menikmati kehidupan.

Adapun kelompok yang memperbolehkan kloning diwakili oleh Panos Zavos


(seorang peneliti pada pusat Reproduksi kentucky), mereka berpendapat bahwa
kloning untuk saat ini memang diperlukan oleh manusia. Contoh misalnya ketika
christopher reeves kehilangan tulang punggungnya, salah satu cara yang pas untuk
menyembuhkan sakitnya adalah dengan kloning. Atau Andrea Gordon, seorang pasien
yang mengalami gagal ginjal dan organ tubuhnya tidak bisa menerima transplantasi
ginjal walau dari orang terdekatnya sekalipun. Ia rela menunggu hasil kloning organ
ginjal walau ginjal babi sekalipun. Untuk mereka berdua kloning sangat diperlukan
karena menimbang manfaat yang mereka dapatkan dari hasil kloning tersebut. Selain
itu, kloning juga diharapkan bisa menjadi alternatif untuk melestarikan hewan langka,
sehingga keberadaan hewan-hewan langka terus bisa dilestarikan, hal ini seperti yang
dilakukan oleh Betsy Dresser (seorang pakar binatang di kebun binatang audubon,
new orlands, Australia). Kloning juga bisa menjadi solusi bagi wanita yang tidak bisa
melahirkan anak tetapi ingin mempunyai anak secara genetis karena adanya
keterkaitan histori antara keduanya, hal ini seperti yang diinginkan oleh Viviane
Maxwell (warga California). Menimbang faktor-faktor diatas, para ilmuwan terus
berupaya untuk melakukan penelitian tentang kloning ini dengan harapan penelitian
mereka bisa dimanfaatkan pada kehidupan manusia.

Page 6 of 19
Tentang bayi tabung sekitar 30 tahun lalu seorang bayi perempuan dilahirkan
dari rahim seorang perempuan. Sekilas kelahiran tersebut merupakan kelahiran biasa,
normal. Namun, kelahiran itu sebenarnya merupakan hasil dari pembuahan di luar
tubuh manusia. Metode tersebut dikembangkan oleh ilmuwan Inggris, Louise Brown.
Pada mulanya, hasil percobaan ”bayi tabung” tersebut memicu protes di berbagai
belahan dunia, akan tetapi sekaligus mengubah pandangan akan kehidupan dan
kemajuan sains. Metode tersebut telah menandai perubahan mendasar dalam
perkembangan ilmu kedokteran.

d. Bagaimanakah cloning dan bayi tabung dalam kajian hokum islam?

Kloning dan hukumnya secara tersurat tidak didapatkan dari kitab-kitab


maraji’ islam, baik dari Al-Qur’an, Hadits, maupun kitab-kitab ulama klasik.
Penentuan hukum kloning murni merupakan ijtihad kaum muslim sekarang dan ini
merupakan tantangan bagi kaum muslim dalam menanggapi realitas yang terjadi
disekitarnya. Oleh karena itu, salah satu cara yang mungkin dilakukan adalah dengan
melihat metode yang dilakukan ulama terdahulu dalam memutuskan hukum terhadap
suatu realitas yang tidak pernah dijumpai sebelumnya (pendekatan ushul fiqh).
Pada dasarnya, kloning merupakan suatu ide ilmiah hasil pemikiran kreativitas
manusia. Ide ini merupakan realisasi dari pembacaan manusia terhadap alam yang
sebenarnya juga dianjurkan oleh islam (iqra dalam artian ayat-ayat kauniyah).
Menurut Syekh Muhammad Taufiq Miqdad setiap ide ilmiah yang dikemukakan tidak
keluar dari tiga katagori. Pertama, ia berkaitan dengan sesuatu yang telah pasti
diharamkan agama, seperti eutanasia. Ini jelas ditolak oleh agama karena berkaitan
langsung dengan kehidupan manusia yang merupakan anugerah Ilahi tanpa sedikitpun
campur tangan manusia.

Kedua, ide tersebut berkaitan dengan sesuatu yang jelas didukung oleh agana
dan juga pertimbangan akal, seperti penciptaan aneka obat untuk penyembuhan
manusia. ini termasuk bagian dari kebutuhan pokok manusia. Islam mendukung setiap
usaha ke arah sana, dan menilainya sebagai sesuatu yang amat terpuji.
Ketiga, suatu ide ilmiah yang belum terbukti hasil dan dampaknya baik positif
maupun negatif. Ide semacam ini baru dalam proses pembentukan atau tahap awal.
Kita belum dapat memperoleh gambaran jelas dan utuh yang dapat menyingkirkan
segala ketidakjelasan yang berkaitan dengannya. Ide semacam ini, tidak dapat
Page 7 of 19
ditetapkan atasnya hukum haram atau halal secara pasti, karena ia baru berbentuk ide
atau baru dalam bentuk kekuatiran adanya sisi mudharat dan negatif yang juga baru
dalam benak dan teori. Menetapkah hukum (halal maupun haram) menyangkut hal
semacam ini adalah ketergesa-gesaan yang bukan pada tempatnya dan tidak sejalan
dengan tuntunan akal dalam berpikir atau menarik kesimpulan.

Kloning, dalam ranah kloning manusia disini berada pada posisi ketiga dari
ide ilmiah tersebut. Kita tidak bisa menentukan secara pasti (halal/haramnya) karena
ide tersebut masih dalam tataran ide dan belum diaplikasikan. Dalam hal ini segala
bentuk penelitian ilmiah hukumnya mubah/boleh. Kita bisa mengambil kesimpulan
keputusan hukumnya setelah ide tersebut diaplikasikan dengan menimbang dampak-
dampaknya terhadap kehidupan, tentang maslahah atau tidaknya hasil penelitian
tersebut.
Tetapi pendapat para ulama tentang kloning pada manusia seandainya nanti
berhasil dilakukan menarik untuk dikaji. Diantaranya pendapat Sheikh Muhammad
Thanthawi dan Sheikh Muhammad Jamil Hammud Al-’Amily yang mengatakan
bahwa kloing dalam upaya mereproduksi manusia terdapat pelecehan terhadap
kehormatan manusia yang mestinya dijunjung tinggi. Kloning mengarah kepada
goncangnya sistem kekeluargaan serta penghinaan dan pembatasan peranan
perempuan. Ia bukan saja memutuskan silaturahim tetapi juga mengikis habis cinta. Ia
adalah mengubah ciptaan Allah dan bertentangan dengan Sunatullah. Itu adalah
pengaruh setan bahkan merupakan upayanya untuk menguasai dunia dan manusia.

Sheikh Muhammad Ali al-Juzu (Mufti Lebanon yang beraliran Sunni)


menyatakan bahwa kloning manusia akan mengakibatkan sendi kehidupan keluarga
menjadi terancam hilang atau hancur, karena manusia yang lahir melalui proses
kloning tidak dikenal siapa ibu dan bapaknya, atau dia adalah percampuran antara dua
wanita atau lebih sehingga tidak diketahui siapa ibunya. Selanjutnya kalau cloning
dilakukan secara berulang-ulang, maka bagaimana kita dapat membedakan seseorang
dari yang lain yang juga mengambil bentuk dan rupa yang sama.

Page 8 of 19
Sheikh Farid Washil (mantan Mufti Mesir) menolak kloning reproduksi
manusia karena dinilainya bertentangan dengan empat dari lima Maqashid asy-
Syar’iah: pemeliharaan jiwa, akal, keturunan, dan agama. Dalam hal ini cloning
menyalahi pemeliharaan keturunan.
Dari beberapa pendapat tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa cloning hukumnya
haram karena lebih berpotensi menghasilkan dampak buruk daripada dampak
baiknya. Keharaman cloning ini lebih didasarkan pada hilangnya salah satu hal yang
harus dilindungi manusia yaitu faktor keturunan. Hal ini kemudian disandarkan pada
qaidah “dar’ul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih” yang artinya Menampik
keburukan lebih diutamakan daripada mendatangkan manfaat’. Hilangnya garis
keturunan manusia yang dikloning akan menghilangkan hak-hak manusia tersebut,
seperti misalnya hak untuk mendapat penghidupan dari keluarganya, warisan, lebih
parah lagi hak untuk mendapatkan kasih sayang dari orang tua geneticnya, dan hak-
hak lain yang harus ia dapatkan. Pengharamannya diambil dari kaedah yang
ditegaskan oleh firman Allah (QS. 2: 219) tentang minuman keras yang artinya, Dosa
keduanya (minuman keras dan perjudian) lebih besar daripada manfaatnya. Dari sana
kita bisa menarik benang merah bahwa cloning yang bertujuan untuk pengobatan
misalnya penggantian organ tubuh manusia dengan organ cloning menurut kami
diperbolehkan sepanjang hal itu mendatangkan maslahah dan karena kondisi dlarurat
yang dialami oleh pasien (Sheikh Farid Washil : 2003).

Adapun kloning dalam ranah binatang dan tumbuh-tumbuhan, maka Islam


secara jelas membolehkannya, apalagi kalau tujuannya untuk meningkatkan mutu
pangan dan kualitas daging yang dimakan manusia. Selain itu, karena binatang dan
tumbuh-tumbuhan tidak perlu mengetahui tentang asal-usul garis keturunannya.
Kloning terhadap hewan atau tumbuhan jika memiliki daya guna bagi kehidupan
manusi maka hukumnya mubah/boleh dalilnya : Q.S. Al-Baqoroh:29

َّ ُُُ ‫عا ث‬ َ ‫في اْل‬ ُُُ َ‫ق ل‬ َُُ ‫خل‬ َّ


‫م‬ ًُُ ‫مي‬ِ ‫ج‬َ ‫ض‬ُُِ ‫ر‬
ْ ُ
ُِ ‫ما‬
ُ
َُ ‫م‬ْ ‫ك‬ َ َ ‫ذي‬
ِ ‫و ال‬ َ ‫ه‬ُ
‫و‬
َ ‫ه‬ ُ ‫و‬ َ ‫ت‬ ٍ ‫وا‬َ ‫م‬َ ‫س‬
َُ ‫ع‬ َ ْ ‫سب‬ َُ ‫ن‬ َّ ‫ه‬
ُ ‫وا‬ َّ ‫س‬
َُ ‫ف‬ َ ‫ء‬
ِ ‫ما‬َ ‫س‬ َُّ ‫وى إِلَى ال‬ َ َ ‫ست‬ ُْ ‫ا‬
‫م‬ٌ ‫علِي‬َ ‫ء‬ ٍ ‫ي‬
ْ ‫ش‬ َ ‫ل‬ ِّ ُ ‫بِك‬

Artinya :

Page 9 of 19
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia
berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu.”(Q.S.Al-Baqoroh:29)
Berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan beberapa ulama' dapat di
ketahui mafsadat dari kloning lebih banyak daripada maslahatnya. oleh karena itu,
praktek kloning manusia bertentangan dengan hukum islam dengan demikian kloning
manusia dalam islam hukumnya haram. Anak-anak produk proses kloning tersebut
dihasilkan melalui cara yang tidak alami. Padahal justru cara alami itulah yang telah
ditetapkan oleh Allah untuk manusia dan dijadikan-Nya sebagai sunnatullah untuk
menghasilkan anak-anak dan keturunan.Dalil-dalil keharaman.:Q.S. An-Najm:45-46

‫ة‬ َ ْ‫ن نُط‬


ٍ ‫ف‬ ِ )45)‫واْلُنْث َى‬
ْ ‫م‬ َ
َ ‫ن الذّكََر‬ ْ ‫جي‬
َ ‫و‬
ْ َّ ‫ق ال‬
‫ز‬ َ َ ‫خل‬
َ ‫ه‬
ُ َّ ‫وأَن‬
َ
ِ
)46)‫منَى‬ ْ ُ ‫إِذَا ت‬

Artinya :

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan


wanita.(45) dari air mani, apabila dipancarkan.)46).”

Q.S.Al-Qiyamah:37-38,

َ َ ‫عل‬ َ ْ‫ك نُط‬ َ


‫ة‬
ً ‫ق‬ َُ ‫م كَا‬
َ ‫ن‬ َّ ُُ ‫) ث‬37) ‫من َُى‬
ْ ُ‫ي ي‬
ّ ٍ ُِ ‫من‬
َ ‫ن‬
ُْ ‫م‬
ِ ‫ة‬
ً ‫ف‬ ْ َُ ‫أل‬
ُ َُ ‫م ي‬
)38) ‫وى‬ َّ ‫س‬ َ ‫ق‬
َ ‫ف‬ َ َ ‫خل‬َ ‫ف‬ َ

Artinya :

“Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim) (37),
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan
menyempurnakannya (38)” (Q.S.Al-Qiyamah:37-38)

Anak-anak produk kloning dari perempuan saja (tanpa adanya laki-laki), tidak
akan mempunyai ayah. Dan anak produk kloning tersebut jika dihasilkan dari proses
pemindahan
pemindahan sel telur --yang telah digabungkan dengan inti sel tubuh-- ke dalam rahim
perempuan yang bukan pemilik sel telur, tidak pula akan mempunyai ibu. Sebab rahim

Page 10 of 19
perempuan yang menjadi tempat pemindahan sel telur tersebut hanya menjadi penampung,
tidak lebih. Ini merupakan tindakan menyia-nyiakan manusia, sebab dalam kondisi ini tidak
terdapat
terdapat ibu dan ayah. Hal ini bertentangan dengan firman Allah SWT :

Q.S.Al-Hujurat:13,

‫وأُنْثَى‬ َ ‫ر‬ٍَ ‫ن ذَك‬ ْ ‫م‬ ِ ‫م‬ ْ ُ ‫قنَاك‬ ْ َ ‫خل‬ َ ‫س إِنَّا‬ ُ ‫ها النَّا‬
َ
َ ُّ ‫يَا أي‬
َ َ ‫فوا إ‬
ْ ُ ‫مك‬
‫م‬ َ ‫ن أكَْر‬ ّ ِ ُ ‫عاَر‬َ َ ‫ل لِت‬َ ِ ‫قبَائ‬ َ ‫و‬َ ‫عوبًا‬ ُ ‫ش‬ ُ ‫م‬ ْ ُ ‫علْنَاك‬َ ‫ج‬ َ ‫و‬
َ
َ َ ْ ‫ه أَت‬ َ
‫خبِيٌر‬ َ ‫م‬ ٌ ‫علِي‬
َ ‫ه‬ َ ّ ‫ن الل‬ َّ ِ ‫م إ‬ ْ ُ ‫قاك‬ ِ ّ ‫عنْدَ الل‬ِ

Artinya :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki


dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia
diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S.Al-Hujurat:13)

Q.S.Al-Ahzab:5,

َ ْ َ‫و أ‬ َ ْ ‫ه‬
‫م‬ ْ َ‫ن ل‬ْ ِ ‫فإ‬ َ ‫ه‬ ِ ّ ‫عنْدَ الل‬ ِ ‫ط‬ ُ ‫س‬ َ ‫ق‬ َ ‫ه‬ ُ ‫م‬ ْ ‫ه‬ ِ ِ ‫م ِلبَائ‬ ُ ‫عو‬ ُ ْ‫اد‬
ْ ُ ‫والِيك‬
‫م‬ َ ‫م‬ َ ‫و‬َ ‫ن‬ ِ ‫دّي‬ ِ ‫في ال‬ ِ ‫م‬ ْ ُ ‫وانُك‬َ ‫خ‬ َ ‫م‬
ْ ِ ‫فإ‬ ْ ‫ه‬ ُ َ‫موا آَبَاء‬ ُ َ ‫عل‬ْ َ‫ت‬
ْ ْ َ ‫ما أ‬
‫ما‬ َ ‫ن‬ْ ِ ‫ولَك‬ َ ‫ه‬ ِ ِ‫م ب‬ ْ ُ ‫خطَأت‬ َ ‫في‬ ِ ‫ح‬ ٌ ‫جنَا‬ ُ ‫م‬ ْ ُ ‫علَيْك‬
َ ‫س‬ َ ْ ‫ولَي‬ َ
َّ
‫ما‬ً ‫حي‬
ِ ‫ر‬ ‫را‬
َ ً ‫فو‬ ُ َ
‫غ‬ ‫ه‬ُ ‫ن الل‬ َ ‫وكَا‬ َ ‫م‬ ْ ُ ‫قلُوبُك‬ ُ ‫ت‬ ْ َ‫مد‬ َّ ‫ع‬ َ َ‫ت‬
Artinya :

“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-


bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui
bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu
seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu
khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S.Al-Ahzab:5)

Page 11 of 19
Q.S.Al-Israa':70,

ْ َ ‫والْب‬ َ
‫ر‬ِ ‫ح‬ ِ ّ َ ‫في الْب‬
َ ‫ر‬ ُِ ‫م‬ ُْ ‫ه‬ُ ‫ملْنَا‬
َ ‫ح‬ َ ‫و‬
َ ‫م‬ ْ ‫قدْ كََّر‬
َ َُ‫من َُا بَن ُِي آد‬ َ َ ‫ول‬
َ
َّ ‫ف‬ َ
ٍ ‫علَى كَثِي‬
‫ر‬ َ ‫م‬ ُ ‫ضلْنَا‬
ُُْ ‫ه‬ َ ‫و‬
َ ‫ت‬ ُُِ ‫ن الطّيِّبَا‬ َُُ ‫م‬ ِ ‫م‬ُُْ ‫ه‬ ُ ‫قنَا‬ْ ‫وَرَز‬ َ
‫ضيًل‬
ِ ‫ف‬ ْ َ ‫خل‬
ْ َ ‫قنَا ت‬ َ ‫ن‬ َّ ‫م‬
ْ ‫م‬ ِ

Artinya :

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut


mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan
Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk
yang telah Kami ciptakan” (Q.S.Al-Israa':70)

Q.S.At-tiin:4

َ
ٍ‫ويم‬ ْ َ‫ن ت‬
ِ ‫ق‬ ِ ‫س‬
َ ‫ح‬
ْ ‫في أ‬
ِ ‫ن‬
َ ‫سا‬ ْ َ ‫خل‬
َ ْ ‫قنَا اْلِن‬ َ َ‫ل‬
َ ْ‫قد‬
Artinya :

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-


baiknya.”( Q.S.At-tiin:4)

Memproduksi anak melalui proses kloning akan mencegah pelaksanaan banyak


hukum-hukum syara', seperti hukum tentang perkawinan, nasab, nafkah, hak dan kewajiban
antara bapak dan anak, waris, perawatan anak, hubungan kemahraman, hubungan
hubungan 'ashabah,
dan lain-lain. Di samping itu kloning akan mencampur adukkan dan menghilangkan nasab
serta menyalahi fitrah yang telah diciptakan Allah untuk manusia dalam masalah kelahiran
anak. Kloning manusia sungguh merupakan perbuatan keji yang akan dapat menjungkir
balikkan struktur kehidupan masyarakat.

Berdasarkan dalil-dalil itulah proses kloning manusia diharamkan menurut hukum


Islam dan tidak boleh dilaksanakan. Allah SWT berfirman mengenai perkataan Iblis
terkutuk, yang mengatakan :

Page 12 of 19
ُ َ ‫ن آَذَا‬ ُ ‫ضلَّن َّه م وَل‬ ُ
‫ن‬ َّ ُ ُ ‫فلَيُبَتِّك‬
َ ‫م‬ ُْ ‫ه‬ ُ َ ‫وَل‬
ُ َّ ‫مَرن‬ َ ‫م‬
ُ ْ ‫ه‬
ُ َ ّ ‫ن‬َ ‫ي‬ِ ّ ‫ن‬ ‫م‬
َ َ ُ ْ ُ ِ ‫وَل‬ َ
َ ْ ‫خل‬
‫ق‬ َ ‫ن‬ َ ُ ‫فلَي‬
َّ ‫غيُِّر‬ َ ‫م‬ ْ ‫ه‬ ُ َّ ‫مَرن‬ ُ َ ‫وَل‬ َ ْ ‫اْلَن‬
َ ِ ‫عام‬
َ َّ ‫ذ ال‬ َ
‫د‬
ْ ‫ق‬ َ ‫ف‬
َ ‫ه‬ ِ ُّ ‫ن الل‬ ُِ ‫ن دُو‬ ُْ ‫م‬ِ ‫ولِي ًُّا‬َ ‫ن‬ َُ ‫شيْطَا‬ ِ ‫خ‬ ِ َّ ‫ن يَت‬ ُْ ‫م‬َ ‫و‬
َ ‫ه‬ِ ُّ ‫الل‬
‫مبِينًا‬
ُ ‫سَرانًا‬
ْ ‫خ‬
ُ ‫سَر‬
ِ ‫خ‬
َ
Artinya :
"...dan akan aku (Iblis) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka
mengubahnya." (QS. An Nisaa' : 119)

Yang dimaksud dengan ciptaan Allah (khalqullah


(khalqullah)) dalam ayat tersebut adalah
suatu fitrah yang telah ditetapkan Allah untuk manusia. Dan fitrah dalam kelahiran dan
berkembang
berkembang biak pada manusia adalah dengan adanya laki-laki dan perempuan, serta
melalui jalan pembuahan sel sperma laki-laki pada sel telur perempuan. Sementara itu
Allah SWT telah menetapkan bahwa proses pembuahan tersebut wajib terjadi antara
seorang laki-laki dan perempuan yang diikat dengan akad nikah yang sah.
Dengan demikian kelahiran dan perkembangbiakan anak melalui kloning
bukanlah termasuk fitrah. Apalagi kalau prosesnya terjadi antara laki-laki dan perempuan
yang tidak diikat dengan akad nikah yang sah.

Sedangkan masalah bayi tabung pada dasarnya adalah bayi yang di hasilkan
bukan dari persetubuhan, tetapi dengan cara mengambil mani/sperma laki – laki atau
ovum perempuan, lalu dimasukan dalam suatu alat dalam waktu beberapa hari
lamanya. Karena adanya kerusakan
rusakan atau tertutupnya saluran indung telur (tuba
(tuba Fallopii)
Fallopii)
yang membawa sel telur ke rahim, serta tidak dapat diatasi dengan cara membukanya atau
mengobatinya.
mengobatinya. Atau karena sel sperma suami lemah atau tidak mampu menjangkau rahim
isteri untuk bertemu dengan sel telur, serta tidak dapat diatasi dengan cara memperkuat sel
sperma tersebut, atau mengupayakan sampainya sel sperma ke rahim isteri agar bertemu
dengan sel telur di sana. Semua ini akan meniadakan kelahiran dan menghambat suami
isteri untuk berbanyak anak. Padahal Islam telah menganjurkan dan mendorong
mendorong untuk
berbanyak anak dan kaum muslimin pun telah disunnahkan melakukannya. Program bayi
tabung sebagai salah satu teknik rekayasa reproduksi memiliki sejumlah keunggulan
dan kelemahan

Page 13 of 19
Proses seperti ini merupakan upaya medis untuk mengatasi kesulitan yang
ada, dan hukumnya boleh (ja’iz) menurut syara’. Sebab upaya tersebut adalah upaya
untuk mewujudkan apa yang disunnahkan oleh Islam, yaitu kelahiran dan berba nyak
anak, yang merupakan salah satu tujuan dasar dari suatu pernikahan. Diriwayatkan
dari Anas RA bahwa Nabi SAW telah bersabda :

“Menikahlah kalian dengan perempuan yang penyayang dan subur (peranak), sebab
sesungguhnya aku akan berbangga di hadapan para nabi dengan banyaknya jumlah
kalian pada Hari Kiamat nanti.” (HR. Ahmad)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA bahwa Rasulullah saw telah bersabda :

“Menikahlah kalian dengan wanita-wanita yang subur (peranak) karena


sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya) kalian pada Hari Kiamat
nanti.”(HR. Ahmad)

Dalam proses pembuahan buatan dalam cawan untuk menghasilkan kelahiran


tersebut, disyaratkan sel sperma harus milik suami dan sel telur harus milik isteri. Dan
sel telur isteri yang telah terbuahi oleh sel sperma suami dalam cawan, harus
diletakkan pada rahim isteri.

Hukumnya haram bila sel telur isteri yang telah ter buahi diletakkan dalam
rahim perempuan lain yang bukan isteri, atau apa yang disebut sebagai “ibu
pengganti” (surrogate mother). Begitu pula haram hukumnya bila proses dalam
pembuahan buatan tersebut terjadi antara sel sperma suami dengan sel telur bukan
isteri, meskipun sel telur yang telah dibuahi nantinya diletakkan dalam rahim isteri.
Demi kian pula haram hukumnya bila proses pembuahan tersebut terjadi antara sel
sperma bukan suami dengan sel telur isteri, meskipun sel telur yang telah dibuahi
nantinya diletakkan dalam rahim isteri.

Ketiga bentuk proses di atas tidak dibenarkan oleh hukum Islam, sebab akan
menimbulkan pencampuradukan dan penghilangan nasab, yang telah diharamkan oleh
ajaran Islam.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW
bersabda ketika turun ayat li’an :

Page 14 of 19
“Siapa saja perempuan yang memasukkan kepada suatu kaum nasab (seseorang)
yang bukan dari kalangan kaum itu, maka dia tidak akan mendapat apa pun dari
Allah dan Allah tidak akan pernah memasukkannya ke dalam surga. Dan siapa saja
laki-laki yang mengingkari anaknya sendiri padahal dia melihat (kemiripan)nya,
maka Allah akan tertutup darinya dan Allah akan membeberkan perbuatannya itu di
hadapan orang-orang yang terdahulu dan kemudian (pada Hari Kiamat
nanti).” (HR. Ad Darimi).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah
bersabda :

“Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada orang yang bukan ayahnya, atau
(seorang budak) bertuan (loyal/taat) kepada selain tuannya, maka dia akan
mendapat laknat dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. Ibnu Majah)

Ketiga bentuk proses di atas mirip dengan kehamilan dan kelahiran melalui
perzinaan, hanya saja di dalam prosesnya tidak terjadi penetrasi penis ke dalam
vagina. Oleh karena itu laki-laki dan perempuan yang menjalani proses tersebut tidak
dijatuhi sanksi bagi pezina (hadduz zina), akan tetapi dijatuhi sanksi berupa ta’zir*,
yang besarnya diserahkan kepada kebijaksaan hakim (qadli).

3. Target dan Tujuan


Dari rumusan masalah diatas maka penulisan draft ini mempunyai target dan
tujuan:
1. Untuk mengetahui pengertian cloning dan bayi tabung.
2. Untuk mengetahui umur dan kesehatan bayi hasil cloning.
3. Untuk mengetahui pendapat cloning dan bayi tabung menurut ilmuwan barat.
4. Untuk mengetahui cloning dan bayi tabung dalam kajian hokum islam.
4. Metodologi
Dalam pembuatan draft ini penulis menggunakan metode library research
atau kajian kepustakaan. Riset kajian kepustakaan ini adalah melakukan penelitian
dari buku – buku atau kitab – kitab perpustakaan dan sumber dari internet yang
relevan dengan masalah yang dibahas.

Page 15 of 19
Darft ini merupakan hasil penggumpulan data yang penulis lakukan untuk
mencari fakta – fakta yang berkaitan dengan masalah tersebut. Baik berupa dokumen
atau informasi yang valid dan dapat dipercaya.
5. Kontribusi
Dalam penyusunan draf ini penulis mengharapkan masyarakat khususnya
para muslim paham betul akan artinya cloning dan bayi tabung serta hukumnya.
Dalam era globalisasi sekarang, perkembangan teknologi semakin canggih. Banyak
hal – hal yang mengejutkan yang tanpa kita sadari akan menimbulkan masalah baru.
Tentang masalah kloning, hal ini menjadi kontroversi masyarakat
International ada yang pro dan ada yang kontra. Meskipun ada ilmuwan yang
melakukan percobaan kloning. Mereka beralasan kloning sangat diperlukan karena
menimbang manfaat yang mereka dapatkan dari hasil kloning tersebut. Selain itu,
kloning juga diharapkan bisa menjadi alternatif untuk melestarikan hewan langka,
sehingga keberadaan hewan-hewan langka terus bisa dilestarikan. Dan didalam
hukum islam hal ini diharamkan sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Firman
Allah SWT yang mengharamkan kloning sudah tegas dan jelas.
Sedangkan masalah bayi tabung, memang telah ada orang yang
mempraktekkannya, karena dianggap suatu solusi untuk pasangan menikah yang
kesulitan untuk memiliki anak. Dan didalam hukum islam hal ini diperbolehkan
asalkan memenuhi syarat tertentu. Karena cara tersebut adalah suatu cara untuk
mewujudkan apa yang disunnahkan oleh Islam, yaitu kelahiran dan memperbanyak
keturunan, yang merupakan salah satu tujuan dasar dari suatu pernikahan
6. Kesimpulan Hipotesis
Bayi tabung adalah bayi yang dihasilkan bukan dari persetubuhan, tapi dengan
cara mengambil sperma laki – laki dan ovum perempuan, lalu di masukkan dalam alat
dalam waktu beberapa hari lamanya setelah hal tersebut dianggap mampu menjadi
janin, maka dimasukkan kedalam rahim ibu.
Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama
dengan induknya pada makhluk hidup tertentu baik berupa tumbuhan, hewan, maupun
manusia.
Dokter Ali Baziad spesialis kebidanan, mengemukakan bahwa bayi tabung
yang pertama di Dunia hingga kini masih hidup dan umurnya 30 tahun bahkan dia
sudah memiliki anak dengan proses normal.

Page 16 of 19
Dari data statistik ternyata umur sang ibu punya pengaruh yang sangat
besar terhadap keberhasilan bayi tabung. Semakin tua semakin kecil tingkat
keberhasilannya. Katanya sekitar 25% untuk wanita di bawah umur 35 tahun, di
bawah 10% bagi yang berumur diatas 40, sekitar 1% untuk yang diatas 45 tahun, 0%
di atas 50 tahun.
Menurut George Annos, kloning akan memiliki dampak buruk bagi
kehidupan, antara lain :

• merusak peradaban manusia.


• memperlakukan manusia sebagai objek.
• Jika kloning dilakukan manusia seolah seperti barang mekanis yang bisa
dicetak semaunya oleh pemilik modal. Hal ini akan mereduksi nilai-nilai
kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia hasil kloning.
• kloning akan menimbulkan perasaan dominasi dari suatu kelompok tertentu
terhadap kelompok lain. Kloning biasanya dilakukan pada manusia unggulan
yang memiliki keistimewaan dibidang tertentu. Tidak mungkin kloning
dilakukan pada manusia awam yang tidak memiliki keistimewaan. Misalnya
kloning Einstein, kloning Beethoven maupun tokoh-tokoh yang lain. Hal ini
akan menimbulkan perasaan dominasi oleh manusia hasil kloning tersebut
sehingga bukan suatu kemustahilan ketika manusia hasil kloning malah
menguasai manusia sebenarnya karena keunggulan mereka dalam berbagai
bidang.

Menurut pdt. Russel E. Saltzman, prosesnya terdapat pengambilan sel dari


makhluk hidup yang berhak mendapat kehidupan. Sel yang diambil untuk kloning
berarti sama saja dengan membunuhnya untuk kemudian dijadikan sebagai organisme
baru. Padahal setiap makhluk hidup sekecil apapun berhak menikmati kehidupan.
Hukum bayi tabung dalam islam boleh menurut syarat yang ditentukan dan
haram bila tidak memenuhi syarat tentunya, sedangkan kloning jelas – jelas haram
menurut islam dan tidak boleh dilakukan.

7. Penutup
Kelegaan hati penuis dengan terselesaikannya penulisan draft ini guna
melengkapi mata kuliah masail fiqhiyah, penulis refleksikan dengan rasa syukur

Page 17 of 19
kepada ALLAH SWT. Ditengah kegembiraan penulis Syukur dan tahmid wajib
penulis implementasikan dalam aktiftas nyata, yaitu dengan berusaha mentaati
perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Penulis menyadari bahwa apa yang telah penulis draft ini tidak luput dari
kekurangan dan kesempurnaan baik dari segi penulisan maupun substansi yang ada,
oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan
Semoga draft ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan bagi
siapapun yang ingin memanfaatkannya
Atas Nikmat dan Rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada penulis, hanya
panjatan do’a penulis tengadahkan tangan sujud di hadapan-Nya penulis

8. Referensi
 kloning%20dan%20bayi%20tabung/Hukum_Kloning_Dalam_Pandangan_Isla
m_.htm
 kloning%20dan%20bayi%20tabung/msg00116.html
 Dr.KH.M H.Sahal Mahfudh, “Ahkammul Fuqaha (solusi Problematika actual
hokum Islam, Keputusan Muktamar, Manus dan Konbes nahdlatul
Ulama1926-2004 M) “Lajnah Syaikh Ta’lih Wan Nasyr” (LTN) NU, Jawa
Timur, 2007.hlm 352
 Syaikh Ali Thanthawi, “Fatwa-Fatwa Populer Ali Thanthawi”, Era
Intermedia, Solo ,1998.hlm 125-126
 www.Konsultasi – islam.com
 www.wordpress.com
 www.ui.edu
 kloning%20dan%20bayi%20tabung/»%20Hukum%20Kloning%20Dalam%20
Perspektif%20Agama%20Islam%20Dan%20Imuwan%20Barat%20gudangny
a%20makalah%20dan%20artikel.htm
 kloning%20dan%20bayi%20tabung/index.php.htm
 http://www.scribd.com/doc/7215880/Beberapa-Problem-Kontemporer
 kloning%20dan%20bayi%20tabung/2.htm

Page 18 of 19
 kloning%20dan%20bayi%20tabung/Niezha’s%20Blog%20»%20Pengertian%
20bayi%20tabung%20&%20Bayi%20tabung%20di%20lihat%20dari%20kaca
mata%20syariat%20islam.htm
 Kliping humas universitas indonesia, media Indonesia, senin, 28 januari 2008,
halaman 9 kolom 1.

Page 19 of 19