Anda di halaman 1dari 3

Etika Komunikasi Virtual

Oleh : Edwi Arief Sosiawan, SIP, M.Si Karakter komunikasi virtual. Secara rinci komunikasi virtual dalam proses penggunaannya dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Aktivitas dan proses meliputi : A. Menciptakan pengertian dengan menulis surat melalui E-mail, menuliskan kata-kata pada waktu yang sama dalam komunitas Chatting, serta menciptakan web sites melalui penciptaan file multimedia. B. Menyebarkan pengertian melalui komunikasi point to point (E-mail), dan komunikasi point to multi point (IRc, Web site) C. Merasakan arti dalam teks dan multimedia pada web sites, e-mail dan IRC. D. Berpartisipasi dalam forum untuk berkomunikasi yang merupakan awal penjelajahan karakteristik komunitas seperti tujuan bersama, norma-norma dan tradisi. (www.december.com/cmc/mag/1997/jan/decpro.html) 2. Level dan konteks komunikasi bermedia internet. Meskipun dalam aktivitas dan proses komunikasi bermedia internet adalah pertukaran data melalui komputer namun tetap melibatkan manusia sebagai pemberi konteks atau situasi pada aktivitas dan process komunikasi tersebut, yang meliputi konteks individual, group, organisasi, massa dan sosial. Pada level individual, pengguna menggunakan internet tools untuk mencari dan menerima informasi dan berkomunikasi dengan pengguna lain. Electronic mail adalah fasilitas yang paling banyak digunakan pada level ini. Pada tingkatan di atasnya yaitu level group communications, Electronic mail masih tetap digunakan dalam bentuk listserver atau mailng list serta penggunaan IRc. Tingkatan komunikasi massa adalah fasilitas broadcast on line yaitu Web sites identik dengan komunikasi di level ini. 3. Prespektif lintas budaya. Karena karakteristik yang mampu melintas jarak dan batas benua, maka dimungkinkan komunikasi bermedia internet akan memiliki fenomena terjadinya pertukaran antar budaya. Dalam penggunaanya user internet akan menjadi semakin bertambah partisipasinya dalam pertukaran budaya dan penghubung pertukaran budaya itu sendiri. (www.december.com/cmc/mag/1997/jan/decpro.html) Prinsip umum etika komunikasi Secara umum etika merupakan cabang filsafat yang bertugas mencari ukuran baik buruk bagi tingkah laku manusia (kepatutan) serta merupakan dasar tingkah laku manusia bagaimana manusia harus bertindak. Namun pehaman yang lebih jelas menyebutkan bahwa etika tidak menetapkan apa yang boleh dilakukan dan dilarang tetapi cenderung mengerti mengapa atau dasar apa harus menurut norma-norma tertentu. Etika pada dasarnya merupakan dialektika antara kebebasan dan tanggung jawab antara tujuan yang hendak dicapai dan cara untuk mencapai tujuan itu. (Salam, 1997, 5)

Dalam kaitannya dengan proses komunikasi, etika memiliki kaitan erat karena berbagai pertimbangan yaitu : 1. Proses komunikasi selalu berhubungan dengan masyarakat yang beragam (pluralistik) beserta moralitasnya dengan kata lain proses komunikasi berhadapan dengan komunikan yang berbeda-beda agama, bangsa, suku dan sebagainya. 2. Proses komunikasi melibatkan unsur media sebagai alat penyampai pesan yang memberikan stimulus dan efek yang berbeda-beda . (Etika digunakan sebagai sarana untuk membatasi dan meminimalisasi efek negatif) 3. Masyarakat sebagai komunikan selalu berada dalam transformasi yang menyebabkan perubahan dalam cara berpikir. Etika digunakan sebagai sarana peneguh agar komunikasi yang dilakukan tetap sesuai dengan hakiki budaya, nilai, serta norma yang sesuai. 4. Masyarakat sebagai objek komunikasi juga menerima (ter-exposure) pesan-pesan yang berasal dari luar yang memiliki nilai, norma, dan budaya yang berbeda. Dalam hal ini, etika digunakan untuk menghadapi nilai, norma-norma dan budaya dari luar secara kritis dan objektif untuk membentuk penilaian sendiri. (Sosiawan, 2003, 70) Dari konteks hubungan antara etika dengan komunikasi maka dapat disimpulkan bahwa konsep etika komunikasi memiliki makna sebagai standar perilaku yang baik dan benar, yang memungkinkan menjalankan aktivitas komunikasi secara etis dalam konteks budaya serta moralitas tertentu. Oleh karenanya ada beberapa prinsip dalam etika komunikasi, prinsipprinsip tersebut adalah sebagai berikut : Prinsip Kejujuran dalam Pesan a. Pesan harus sungguh-sungguh menyatakan realitas yang sebenar-benarnya. b. Menghindari upaya manipulasi dengan motif apapun Prinsip Manusia sebagai Pribadi a. Relasi / Interaksi yang dilakukan dan isi pesan yang disampaikan harus menghormati manusia sebagai pribadi b. Menghormati hak dan tanggung jawab terhadap pemilihan pesan yang dibutuhkan. c. Pesan komunikasi tidak menjebak manusia dalam kondisi bertindak Irasional. Prinsip Tanggung jawab sosial a. Setiap proses komunikasi akan selalu mengakibatkan dampak pada aspek kognitif, afektif dan konasi. Dampak yang ditimbulkan tersebut bisat bersifat positif dan negatif. b. Prinsip tanggung jawab sosial lebih menekankan pada minimalisasi dampak negatif disamping juga diperuntukkan sebagai cara untuk melakukan kontrol sosial. (Johannesen, 1996, 111)

Netiquette versi FAU dan Virginia Shea Aplikasi etis komunikasi virtual banyak menggunakan beberapa pedoman etika dalam penggunannya, namaun etika yang paling populer digunakan adalah etika keluaran Florida University Amerika (FAU) dan seorang netters Verginia Shea. Pada versi FAU beberpa etika yang dikemukakan adalah sebagai berikut : a. Internet tidak digunakan sebagai sarana kejahatan bagi orang lain, artinya pemanfaatan internet semestinya tidak untuk merugikan orang lain baik secara materiil maupun moril. b. Internet tidak digunakan sebagai sarana mengganggu kinerja orang lain yang bekerja menggunakan komputer. Contoh riil adalah penyebaran virus melalui internet. c. Internet tidak digunakan sebagai sarana menyerobot atau mencuri file orang lain d. Internet tidak digunakan untuk mencuri, contoh pengacakan kartu kredit dan pembobolan kartu kredit. e. Internet tidak digunakan sebagai sarana kesaksian palsu f. Internet tidak digunakan untuk mengcopy software tannpa adanya pembayaran g. Internet tidak digunakan sebagai sarana mengambil sumber sumber penting tanpa adanya ijin atau mengikuti aturan yang berlaku. h. Internet tidak digunakan untuk mengakui hak intelektual orang lain. i. Bertanggung jawab terhadap isis pesan yang disampaikan j. Menggunakan internet untuk keperluan berarti serta saling menghormati antar pengguna internet. (www.fau.edu/netiquette) 10 etika ini disebut sebagai the ten commandements for computer ethics atau sepuluh perintah etika menggunakan komputer. Versi lain yang juga menjadi rujukan etika komunikasi virtual adalah netiket yang disampaikan oleh Virgina Shea. Isi etika tersebut terdiri dari 10 pedoman pula yaitu : a. Lawan bicara dalam internet adalah manusia, sehingga penempatan diri secara empati perlu dilakukan dalam komunikasi virtual. b. Gunakan standard perilaku yang sama dalam kehidupan dan komunikasi alam nyata c. Mampu menempatakan diri dalam dunia maya dengan cara mengenali dahulu anggota komunitas yang online pada jalur tersebut d. Menghormati secara sesama user juga penggunaan bandwith yang tersedia e. Berkepribadian yang enak dan harmonis dalam penyusunan kata pesan yang dipampangkan agar lebih memudahkan dalam pemaknaan pesan f. Membagi semua pengalaman yang ada g. Mengatasi emosi yang terjadi dalam komunikasi virtual h. Menghormati hak privacy orang lain i. Penonjolan karakter adalah sesuatu yang tidak etis dalam proses komunikasi. j. Memberi maaf pada kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.