Anda di halaman 1dari 5

SEKILAH TENTANG PTK

Oleh: Drs. Amiruddin, M. Pd Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat. A. Karakteristik PTK adalah sebagai berikut: 1. An inquiry of practice from witbin (penelitian berasal dari kerisauan guru akan kinerjanya). 2. Self-reflective inquiry (metode utama adalah refleksi diri, bersifat agak longgar, tetapi tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian). 3. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran. 4. Tujuannya : memperbaiki pembelajaran. Dari karakteristik tersebut dapat dibandingkan ciri-ciri PTK dengan penelitian kelas dan penelitian formal. Guru dianggap paling tepat melakukan PTK karena : (1) guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya, (2) temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran, (3) guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya, (4) interaksi guru siswa berlangsung secara unik, dan (5) keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru mampu melakukan penelitian di kelasnya. B. Mafaat PTK bagi guru adalah sebagai berikut : 1. Membantu guru memperbaiki pembelajaran 2. Membantu guru berkembang secara profesional 3. Meningkatan rasa percaya diri guru 4. Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Bagi pembelajaran/siswa, PTK bermanfaat untuk meningkatkan proses/ hasil belajar siswa, di samping guru yang melaksanakan PTK dapat menjadi model bagi para siswa dalam bersikap kritis terhadap hasil belajarnya. Bagi sekolah, PTK membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan/kemajuan pada diri guru dan pendidikan di sekolah tersebut. Di samping manfaat, PTK mempunyai keterbatasan, yaitu validitasnya yang sering masih dipertanyakan, serta tidak mungmin melakukan generalisasi karena sampelnya hanya kelas dari guru yang berperan sebagai pengajar dan peneliti. 1

PTK memerlukan berbagai kondisi agar dapat berlangsung dengan baik dan melembaga. Kondisi tersebut antara lain dukungan dari semua personil di sekolah.birokrasi yang terlampau ketat merupakan hambatan bagi PTK. C. Langkah-langkah dalam PTK merupakan satu siklus yang terdiri dari : 1. Merencanakan perbaikan 2. Melaksanakan tindakan 3. Mengamati, dan 4. Melakukan refleksi Untuk merencanakan perbaikan terlebih dahulu perlu dilakukan identifikasi masalah serta analisis dan perumusan masalah. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang pembelajaran yang di kelola. Setelah masalah teridentifikasi, masalah perlu dianalisis dengan cara melakukn refleksi dan menelaah berbagai dokumen yang terkait. Dari hasil analisis, dipilih dan dirumuskan masalah yang paling mendesak dan mungkin dipecahkan oleh guru. Masalah kemudian dijabarkan secara operasional agar dapat memandu usaha perbaikan. Pelaksanaan tindakan dimulai dengan mempersiapkan rencana pembelajaran dan skenario tindakan termasuk bahan pelajaran dan tugas-tugas, menyiapkan alat pendukung/sarana lain yang diperlukan, mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data, serta melakukan simulasi pelaksanaan jika diperlukan. Dalam melaksanakan tindakan atau perbaikan, observasi dan interprestasi dilakukan secara simulan. Aktor utama adalah guru, namun guru dapat dibantu oleh alat perekam data atau teman sejawat sebagai pengamat. D. Kriteria pelaksanaan tindakan sesuai dengan kaidah PTK 1. Metodologi penelitian jangan sampai mengganggu komitmen guru sebagai pengajar. 2. Pengumpulan data jangan sampai menyita waktu guru terlampau banyak 3. Metodologi harus reliabel (handal) hingga guru dapat menerapkan strategi yang sesuai dnegan situasi kelasnya. 4. Masalah yang ditangani guru harus sesuai dengan kemampuan dan komitmennya. 5. Guru harus memperhatikan berbagai aturan (etika) yang berkaitan dnegan tugasnya. 6. PTK harus mendapat dukungan dari masyarakat sekolah. Tahap observasi dan interprestasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanan tindakan perbaikan. Selain untuk menginterprestasikan peristiwa yang muncul sebelum direkam, interprestasi juga membantu guru melakukan penyesuaian.observasi yang efektif 2

berlandaskan pada lima prinsip dasar yaitu ; (1) harus ada perenacaan bersama antara guru dan pengamat, (2) fokus observasi harus ditetapkan bersama, (3) guru dan pengamat harus membangun kriteria observasi bersama-sama, (4) pengamat harus memiliki keterampilan mengobservasikan, dan (5) observasi akan bermanfaat jika balikan diberikan segera dan mengikuti berbagai aturan. Observasi yang berutjuan memantau proses dan dampak perbaikan dikaitkan dilakukan dnegan mengikuti tiga langkah yang merupakan satu siklus yang selalu berulang, yaitu : pertemuan pendahuluan (perencanaan), efektif, hubungan guru dan pengamat harus didasari saling mempercayai, fokus kegiatan adalah perbaikan, proses tergantung dari pengumpulan dan pemanfaatan data yang objektif, guru didorong untuk mengambil kesimpulan, setiap tahap observasi merupakan proses yang berkesinambungan, serta guru dan pengamat terlibat dalam perkembangan profesional yang saling menguntungkan. Selain melalui observasi, data mengenai pembelajaran dapat dikumpulkan melalui catatan/laporan harian guru, catatan harian siswa, wawancara (antara guru dan siswa, pengamat dan siswa, serta pengamat dan guru), angket dan telaah berbagai dokumen. Laporan PTK dibuat dan disebarkan dalam konteks tilik sejawat, sehingga sejawat guru yang lain dapat menelaah/memanfaatkan laporan tersebut. Dengan membuat laporan, guru berlatih mengembangkan kemampun profesional sebagai guru dan peneliti, yang semua ini mempunyai manfaat praktis. Laporan PTK harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan laporan penelitian. Proposal PTK adalah suatu perencanaan yang sistematis untuk melaksanakan PTK. Prokosal berisi tentang komponen dan langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan PTK. Oleh karena itu proposal mempunyai kegunaan pertama sebagai kerangka acuan untuk melakukan penelitian, dan kedua sebagai bahan pengajuan kepada penyandang dana apabila penelitian tersebut memerlukan bantuan dana. Untuk dapat menyusun proposal dengan baik perlu disusun format proposal terlebih dahulu. Ini merupakan kerangka berpikir dan sekaligus merupakan panduan dalam mengembangkan proposal PTK. Dnegan mengembangkan format proposal akan memudahkan para penelitian untuk menyusun proposal. Perangkat lain yang dapat digunakan dalam mengembangkan proposal adalah rambu-rambu penelaian atau format penilaian yang dapat digunakan sendiri oleh para peneliti PTK. 3

Masalah merupakan titik berangkat dalam membuat perencaan PTK yang baik. Oleh karena iu, anda harus merumuskan maslaah ini sebaik mungkin. Salah satu faktor penting dalam merumuskan masalah-masalah adalah masalah tersebut harus merupakan masalah riil yang anda hadapi sehari-hari. Pada tahap awal anda kan mengalami kesulitan untuk menentukan masalah tersebut, ini disebabkan karena masalahnya terlalu anyak sehingga Anda sulit menentukan masalah mana yang terlebih dahulu anda pilih. Oleh karena itu, ikutilah langkah berikut yuitu, identifikasi masalah, analisis masalah, dan baru rumusan masalah. Berdasarkan masalah tersebut anda dapat merumsukan hipotesis tindakan. Untuk dapat merumuskan hipotesis tindakan ini anda harus melandasi diri dengan teori pembelajaran dan pendidikan, hasil penelitian, hasil diskusi dengan teman dan para pakar, serta pengalaman Anda dan melakukan simulasi sebelum dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas. Dalam melakukan tindakan dalam pembelajaran Anda harus tetap memperhatikan topik-topik pelajaran yang ada dalam kurikulum, sehingga kurikulum tetap tercapai sesuai dengan target Anda. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berupaya untuk memperbaiki pelaksanaan proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas lulusan. Kegiatan PTK sebagian besar guru yang berpengalaman sudah menerapkannya dalam pembelajaran, walaupun kurang di sadari dan belum direncanakan. Pelaksanaan PTK terlebih-lebih pada masa perkenalan ini seharusnya tidak dikerjakan semata-mata oleh seorang guru tetapi perlu dibantu oleh pembimbing yang dialami oleh kebanyakan sekolah, yaitu ma sih kekuarangan tenaga pengajar, maka sebaiknyalah kepala sekolah atau wakilnya dan atau guru senior ikut melaksanakan PTK di sekolahnya. Dalam kondisi yang snagat memprihatikan, karena yang membantu guru pelaksanaan PTK tidak mungkin diadakan, guru sendirilah yang harus melakukannya. Upaya PTK ini untuk mencapai sekolah terbaik di lingkungannya tidak lepas dari keterlibatan kepala sekolah dan guru-guru senior yang tidak bosan-bosannya memacu guru di sekolahnya untuk melaksanakan renungan (refleksi) setiap melaksanakan satu tindakannya, kemudian melaksanakan perbaikan bilamana diperlukan. Banyak aspek pembelajaran yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Untuk mengetahui aspek yang kurang tersebut Anda dapat membaca komentar kepala sekolah, pemilik/pengawas aspek yang mana harus Anda perbaiki atau membaca hasil penelitian 4

atau meminta komentar sejawat. Biasanya meminta komentar sejawat kurang banyak informasi yang dapat dimanfaatkan karena enggan/basa-basi/toleransi terhadap teman sejawat. Semua kekurangan dalam pembelajaran akan dapat diperbaiki asalkan ada kemauan guru dan pihak sekolah untuk melaksanakan PTK. Sekirannya semua guru di sekolah termasuk kepala sekolah secara serempak melaksanakan PTK pada waktu yang tidak terlalu lama realitas meningkat bahkan menjadi sekolah unggulan. Pengalaman melaksanakan PTK dapat digunakan guru untuk menulis bahan ajar yang berkualiatas dan mencari alat bantu mengajar yang paling tepat. Di samping itu guru tidak cepat puas dengan apa yang telah dikerjakannya di kelas, namun secara terus menerus ingin menyempurkannya.