Anda di halaman 1dari 9

1

KONSTRUKSI TEST (ALAT UKUR ATRIBUT KOGNITIF)


Langkah-langkah penyusunan alat ukur 1. Menentukan wilayah yang akan dikenai pengukuran a. hasil belajar b. intelegensia c. potensi intelektual 2. Menetukan dasar konseptual a. dasar konseptual mengenai belajar apakah hasil belajar faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar bagaimana proses belajar terjadi apa bukti bahwa proses belajar telah terjadi

b. dasar konseptual mengenai intelegensi pendekatan spekulatif : memberikan definisi tentang intelegensi umum; memberikan definisi mengenai daya jiwa; memberikan definisi intelegensi sebagai taraf umum dari pada sejumlah daya jiwa khusus pendekatan pragmatis : intelegensi adalah apa yang dites oleh tes intelegensi pendekatan analisis faktor : intelegensi dipengauhi oleh faktor tertentu pendekatan operasional : merespon pendekatan analisis faktor dari pendefinisian dan pengukuran. pendekatan fungsional : disusun atas analisis bagaimana berfungsinya intelegensi, lalu dirumuskan definisinya c. dasar konseptual mengenai potensi intelektual : manusia memiliki intelegensi umum (general intelegence) dan potensi khusus (special attitude) 3. Penentuan subjek yang akan dikenai pengukuran 4. Menentukan tujuan pengukuran 5. Menentukan materi test alat ukur a. materi projektif digunakan untuk menyusun instrumen dalam mengukur atribut non kognitif berdasarkan pada proses psikologi. b. materi non projektif
Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

6. Menentukan tipe soal a. menuntut respon uraian b. menuntut pemilihan alternatif jawaban 7. Menentukan jumlah soal untuk keseluruhan alat ukur dan masing-masing bagiannya a. hubungan banyak soal dengan bobot : membuat banyaknya soal untuk masing-masing bagian sebanding dengan bobotnya b. hubungan banyak soal dengan reliabilitas tes : makin tinggi rata-rata korelasi soal dengan perangkat tes, makin tinggilah reliabilitas tes tersebut c. hubungan banyak soal dengan waktu tes : menyediakan waktu yang cukup bagi kira-kira 75% sampai 90% pengambil tes menyelesaikan tes tersebut d. hubungan banyak soal dengan uji coba tes : sebelum di uji coba, rencana tes banyak berupa terkaan 8. Merencanakan taraf dan distribusi kesukaran soal a. Indeks kesukaran soal : perbandingan banyaknya subyek yang menjawab benar dengan banyaknya subyek yang mengerjakan soal b. Rata-rata skor tes : perbandingan banyak soal dengan rata-rata taraf kesukaran soal 9. Menyusun kisi-kisi (test blue print) a. Fungsi kisi-kisi : merumuskan setepat mungkin ruang lingkup, tekanan tes dan bagian-bagiannya sehingga perumusan tersebut menjadi petunjuk yang efektif bagi penyusun tes, terutama bagi perakit soal b. Dua aspek isi tes : analisis isi mata pengetahuan : terdiri atas hasil analisis mengunsur tentang daerah kurikulum yang akan di tes terkait perbedaan kondisi dengan daerah yang lain. analisis behavioral objectives : bertitik tolak pada tujuan dasar pendidikan yaitu modifikasi perilaku c. klasifikasi dua jalan : serempak menyajikan kedua dimensi di atas 10. Merencanakan tugas untuk para penulis soal: a. Penulis soal: spesialis di bidang bersangkutan yang punya latar pendidikan dalam penulisan soal
Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

b. Alokasi waktu penulisan soal c. Bentuk penugasan :dapat memilih satu penulisa soal yang dikontrak d. Catatan-catatan mengenai soal: kartu soal yang berupa bagian dari kisi soal yang dibuatnya, bentuk soal, taraf kompetensi, kunci jawaban, estimasi taraf kesukaran e. Penelaahan soal: aspek teknis aspek substansi aspek editorial

11. Merencanakan perakitan soal 12. Merencanakan jadwal penerbitan tes

Langkah Pengembangan Tes Hasil Belajar 1. Pengembangan spesifikasi tes hasil belajar a. Wilayah yang akan dikenai pengukuran b. Subjek yang akan dites c. Tujuan testing d. Materi tes e. Tipe soal yang akan digunakan f. Jumlah soal untuk keseluruhan tes dan masing-masing bagiannya g. Taraf kesukaran soal h. Kisi-kisi tes 2. Penulisan soal a. Menulis soal-soal yang baik Penguasaan mata pengetahuan yang diteskan Kesadaran nilai-nilai yang mendasari pendidikan Pemahaman karakteristik individu yang dites Kemampuan membahasakan gagasan Penguasaan teknik penulisan soal Kesadaran terhadap kekuatan dan kelemahan dalam menulis soal

b. Pustaka mengenai penulisan soal c. Gagasan-gagasan untuk soal/tes


Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

Sifat-sifat gagasan soal Sumber-sumber gagasan soal Pemilihan gagasan soal Bentuk soal dan penerapannya (1) jawaban singkat : pertanyaan; melengkapi alat isian; identifikasi (2) dua pilihan : Benar-Salah; Ya-Tidak; jenis rumpun (3) pilihan ganda : jawaban benar; jawaban paling tepat; jawaban pernyataan tak lengkap; negatif; alternatif tak lengkap; kombinasi; kompleks (4) menjodohkan

d. banyaknya kemungkinan jawaban (makin banyak pengecoh, makin tinggi reliabilitas soal) e. pedoman penulisan soal (1) Pedoman Umum 9 Nyatakan soal sejelas mungkin 9 Ketika memungkinkan, pilih kata yang punya arti tepat 9 Hindari pengaturan kata-kata yang kompleks/janggal 9 Masukkan semua keterangan yang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan jawaban 9 Hindari memasukkan kata-kata yang tidak berfungsi 9 Rumuskan soal setepat mungkin 9 Sesuaikan taraf kesukaran dengan kelompok dan tujuan yang dimaksudkan 9 Hindari isyarat ke arah jawaban yang tidak perlu (2) Pedoman Bentuk Jawaban Singkat 9 Digunakan untuk pertanyaan yang dapat dijawab dengan kata, frasa, angka, atau simbol yang unik 9 Tidak mengambil pernyataan dari teks secara verbatim 9 Membuat pernyataan eksplisit 9 Menyediakan tempat yang cukup untuk memberi jawaban dan mempermudah skor 9 Menentukan kecermatan yang dituntut pada soal komputasi
Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

9 Mengusahakan bilangan utuh/bulat padasoal komputasi (3) Pedoman Bentuk Benar-Salah 9 Didasarkan pada pernyataan yang hanya punya kemungkinan benarsalah tanpa kualifikasi 9 Hindari penggunaan kalimat yang panjang tanpa kualifikasi 9 Hindari penggunaan kalimat yang langsung diambil dari teks 9 Jumlah soal hendaknya cukup banyak 9 Jumlah soal yang harus dijawab benar dan salah seimbang 9 Mengacak soal yang harus dijawab benar/salah (4) Pedoman Pilihan Ganda 9 Menggunakan pertanyaan langsung atau pernyataan tak lengkap sebagai batang tubuh soal 9 Memasukkan ke dalam batang tubuh soal kata-kata yang akan berulang dalam kemungkinan jawaban 9 Jika memungkinkan, hindari penggunaan pernyataan negatif pada batang tubuh soal 9 Sediakan jawaban yang berkompeten akan sependapat 9 Buatlah semua kemungkinan jawaban sesuai dengan batang tubuh soal 9 Buatlah semua pengecoh masuk akal dan menarik bagi pengikut tes yang kurang tahu dalam hal yang diukur oleh soal bersangkutan 9 Hindari pengecoh yang terlalu teknis 9 Hindari penggunaan jawaban yang tumpang tindih 9 Menggunakan pilihan bukan salah satu jawaban di atas untuk soal yang menghendaki jawaban benar, bukan terbaik 9 Menempatkan istilah pada batang tubuh dan definisi pada

kemungkinan jawaban (5) Pedoman Menjodohkan 9 Mengelompokkan premis homogen dan jawaban homogin 9 Menggunakan daftar jawaban yang relatif singkat 9 Mengatur premis dan jawaban sedemikian rupa sehingga jelas bagi pengambil tes
Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

9 Menjelaskan dasar yang digunakan dalam menjodohkan 9 Jangan menjodohkan sempurnna satu lawan satu 3. Penelaahan Soal a. Segi bidang studi yang diuji b. Segi format dan pertimbangan teknis penulisan soal c. Segi penerjemahan gagasan ke dalam bahasa 4. Perakitan Soal a. Soal yang dianggap baik diterima Pengelompokan berdasarkan isi Pengelompokan berdasarkan format Pengelompokan berdasarkan taraf kesukaran

b. Soal yang tidak baik gugur c. Soal yang kurang baik Direvisi untuk diterima 5. Uji coba Tes 6. Uji Coba Butir Soal a. Pra Uji Coba Pengolahan data pra uji coba Interpretasi pra uji coba Revisi setelah pra uji coba

b. Uji Coba Sampling Kondisi testing Jaminan pengujicobaan semua soal secara memadai Jaminan soal lebih Pengorganisasian soal ke dalam subtes Analisis butir soal

c. Analisis statistik data hasil uji coba taraf kesukaran soal daya pembeda soal efektivitas pengecoh

7. Seleksi dan perakitan soal a. Penggunaan kelompok 27% teratas dan 27% terbawah
Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

b. Galat baku indeks diskriminasi 8. Pencetakan tes 9. Administrasi tes bentuk akhir 10. Penyusunan skala dan Norma a. Penyusunan skala Skala Skor mentah Skala prosentase penguasaan Skala jenjang persentil Skor baku

b. Penyusunan norma karakteristik yang diukur oleh tes memungkinkan penentuan urutan para pengambil tes dalam suatu kontinum dari rendah ke tinggi tes yang digunakan harus mencerminkan definisi operasional karakteristik yang dipersoalkan sebaran skor yang dihasilkan dapat mengevaluasi karakteristik psikologi yang sama kelompok yang digunakan sebagai dasar penyusunan statistik deskriptif harus sesuai dengan tesnya data tersedia untuk kelompok yang relevan

Langkah Pengembangan Test Intelegensi 1. Pengembangan Spesifikasi tes intelegensi a. Kisi-kisi tes b. Subjek yang akan dites c. Tujuan tes d. Materi tes e. Jumlah soal f. Taraf kesukaran soal 2. Pengembangan soal 3. Penelaahan soal 4. Perakitan soal 5. Uji coba tes
Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

6. Analisis butir soal 7. Seleksi dan perakitan soal 8. Pencetakan tes 9. Administrasi tes bentuk akhir 10. penyusunan skala dan norma

Langkah Pengembangan Tes Potensi Intelektual 1. Pengembangan spesifikasi tes a. Rekaan teoritis b. Subjek c. Tujuan pengukuran d. Materi tes e. Tipe soal f. Jumlah soal g. Taraf kesukaran soal h. Kisi-kisi i. Tugas-tugas untuk penulis soal

j. Perakitan soal k. Pencetakan tes 2. Penelaahan soal 3. Perakitan soal 4. Perakitan soal 5. Uji coba tes 6. Analisis butir soal 7. Seleksi dan perakitan soal 8. Pencetakan tes 9. Administrasi tes bentuk akhir 10. Penyusunan skala dan norma

Resumed By : aan19@telkom.net

Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test

Teori Spearman (Dwi Faktor) : setiap perilaku manusia dimungkinkan oleh dua faktor yaitu faktor general (g) yang tergantung pada dasar, dan faktor khusus (s) yang dipengaruhi oleh pengalaman Teori Thompson : perilaku manusia hanya ditentukan oleh faktor khusus yang tidak tergantung pada keturunan atau dasar, melainkan pada pendidikan Teori CyrillBurt : Selain faktor general dan faktor khusus, perilaku ditentukan oleh faktor kelompok (c) yang lebih luas dari s tapi lebih sempit dari g Teori Thurstone

Fakultas Psikologi Undar :: Konstruksi Test