Anda di halaman 1dari 10

ABSTRAK Make-up of degree of resident health in the regency / city in 7 province passing improvement effort access and make-up

of quality of health services, family planning with the special attention to impecunious group are the representing the intention of decentralization health services. Contribution of revenue plan of area expense for the sector of health in every area mean 3,18% which highest presentation in Bitung area that 7,6% and the lowest is in Manado city 1,9%. Baby mortality which still be high [is] totality regency / city have to be degraded by maximizing existing ability, requiring cooperation of various related parties, like on Health Department, health comittee, center health of society and hospital. PENDAHULUAN

Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui tercapainya masyarakat yang hidup dengan perilaku dan lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia. Pada yaitu: rencana Indonesia sehat 2010, Menteri Kesehatan dan telah menyatakan ada empat pilar dalam melaksanakan sistem pelayanan kesehatan, desentralisasi, profesionalisme, paradigma sehata, jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat (JPKM). Keempat pilar tadi diharapkan secara efektif dapat mendukung sistem kesehatan yang harus memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan penduduk selaras dengan adanya perubahan kebutuhan akibat transisi di bidang kesehatan dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Dengan adanya kebutuhan tersebut diatas, maka pemerintah Indonesia telah mendapat bantuan pinjaman dana dari Asian Development Bank (ADB)

dalam rangka percepatan pelaksanaan desentralisasi khususnya dibidang kesehatan melalui proyek desentralisasi pelayanan kesehatan (Decentralized Health Services 1 Project). Proyek ini dimulai sejak tahun 2001 dan akan berakhir pada tahun 2006 nanti. Lokasi proyek di 7 propinsi termasuk Propinsi Sulawesi Utara dengan 9 kabupaten / kota. Tujuan proyek adalah meningkatkan derajat kesehatan penduduk di seluruh kabupaten / kota di tujuh propinsi proyek melalui upaya peningkatan akses, penyediaan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keluarga berencana dengan perhatian khusus pada kelompok miskin dan rentan. Dengan tujuan khusus: memperkuat kapasitas daerah dalam penyediaan pelayanan kesehatan, termasuk perencanaan dan manajemen; meningkatkan mutu, efisiensi biaya dan keseimbangan pelayanan kesehatan dan KB di wilayah proyek.

METODOLOGI PENELITIAN Disain Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey. Subyek Penelitian 1. Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Di 9 kabupaten / kota : Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Selatan, Minahasa Induk, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, Sangihe, dan Talaud. 2. Rumah Sakit Pemerintah RS Bolaang Mongondow RSUD Talaud RS Sam Ratulangi Tondano RS Manembonembo Bitung RS Sangihe RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado

Instrumen Penelitian 1. Data primer Wawancara langsung Pengamatan Data profil Data hasil kegiatan

2. Data sekunder

Pengumpulan Data dan Analisis Data Pengumpulan data dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Unsrat Manado. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan Epi Info 6.0 dan SPSS 8.0 (for Windows).

HASIL DAN PEMBAHASAN I. Dinas Kesehatan Hasil survey yang dilakukan di dinas kesehatan kabupaten kota diperoleh data sebagai berikut : Tabel I.1 Daerah yang memiliki RENSTRA
Kabupaten / Kota Manado Bitung Tomohon Minahasa Induk Minahasa Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Sangihe Talaud RENSTRA + + + + + + + + +

Dari 9 kabupaten / kota di Propinsi Sulawesi Utara seluruhnya (100%) telah menyusun rencana strategik pembangunan kesehatan. Tabel I.2 Daerah yang menyusun profil kesehatan
Kabupaten / Kota Manado Bitung Tomohon Minahasa Induk Minahasa Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Sangihe Talaud Profil Kesehatan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Profil Kesehatan per tahun Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Profil Kesehatan diselesaikan tepat waktu Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak

Seluruh dinas kesehatan se kabupaten / kota telah memiliki profil kesehatan yang dibuat setiap tahun. Daerah yang menyelesaikan profil kesehatan tepat waktu ada 6 daerah, dan sisanya yaitu Bolaang Mongondow, Sangihe, dan Talaud tidak dapat menyelesaikan tepat waktu.

Tabel I.3 Data GAKIN yang berobat di tiap daerah


Kabupaten / Kota Manado Bitung Tomohon Minahasa Induk Minahasa Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Sangihe Talaud Jumlah Gakin yang datang berobat tiap bulan 1319 1054 1148 1394 649 355 5883 874 389 Persentase dari total pengunjung 22,5 % 34,6% 45,60% 6m46% 12,45% 10,15% 22,81% 36,16% 13,31%

Dari data yang ada, seluruh dinas kesehatan memiliki pasien GAKIN. Subsidi GAKIN dari Pemda diterima oleh 4 Dinkes (44,44%), sisanya tidak menerima. Jumlah subsidi GAKIN bervariasi, paling banyak di kota Bitung, yaitu sebanyak 1 milyar rupiah, dan paling sedikit di kota Manado yaitu sebanyak 380 juta rupiah. Tabel I.4 Persentase APBD untuk sektor kesehatan
Kabupaten / Kota Manado Bitung Tomohon Minahasa Induk Minahasa Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Sangihe Talaud Persentase 1,19% 7,60% 1,60% 1,80% 1,80% 7% 2,99% 2,26% 2,40%

Persentase APBD untuk sektor kesehatan di tiap daerah rata-rata 3,18%, dimana persentase tertinggi ada di daerah Bitung (7,6%) dan terendah ada di daerah Manado (1,19%).

Tabel I.5 Pemberdayaan Masyarakat (LSM, Sektor swasta, serta organisasi profesi
Kabupaten / Kota Manado Bitung Tomohon Minahasa Induk Minahasa Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Sangihe Talaud Jumlah LSM Kesehatan 3 5 4 2 0 2 4 2 0

LSM, sektor swasta, serta organisasi profesi yang terlibat dalam riset operasional, implementasi, pelatihan, monitoring, dan evaluasi kegiatan pelayanan kesehatan masih kurang jumlahnya. Tertinggi berada di Bitung (5 LSM). Tabel I.6 Persentasi Daerah yang melaksanakan SIM/SIK daerah sesuai dengan pedoman
Kabupaten / Kota Manado Bitung Tomohon Minahasa Induk Minahasa Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Sangihe Talaud Jumlah 5 4 1 5 4 5 4 4 4 % 100 80 33,3 100 80 100 80 80 80

Dari data di atas dapat dilihat bahwa hampir semua telah melakukan SIM / SIK daerah sesuai pedoman. Ada beberapa daerah yang telah mencapai 100% yaitu Manado, Minsel, dan Minduk. II. Rumah Sakit Survey dilakukan terhadap 6 rumah sakit pemerintah yang terdapat di Sulawesi Utara, yaitu RS. Bolaang Mongondow, RSUD. Talaud, RS. Sam Ratulangi Tondano, RS. Manembonembo Bitung, RS. Sangihe, dan RSU. Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Tabel II.1 RS yang menerapkan Manajemen Mutu


Rumah Sakit RSU Prof. Dr. R.D. Kandou RS. Manembonembo RS. Sam Ratulangi RS. Bolmong RS. Liun Kendage RS. Talaud Manajemen Mutu Ya Ya Tidak Ya Ya Tidak

Berdasarkan hasil survey, didapatkan bahwa 83% Rumah Sakit telah menerapkan manajemen mutu. RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dan RS. Bolaang Mongondow telah menerapkan manajemen mutu sejak tahun 1990, RS. Talaud dan RS. Manembonembo Bitung sejak tahun 2000, dan RS. Sangihe sejak tahun 2003. Tabel II.2 RS yang melaksanakan PONED
Rumah Sakit RSU Prof. Dr. R.D. Kandou RS. Manembonembo RS. Sam Ratulangi RS. Bolmong RS. Liun Kendage RS. Talaud PONED -Ya Ya ----

Berdasarkan hasil survey, didapatkan bahwa hanya Minduk dan Bitung yang rumah sakitnya telah melaksanakan PONED. Tabel II.3 Data GAKIN yang berkunjung di RS
Rumah Sakit RSU Prof. Dr. R.D. Kandou RS. Manembonembo RS. Sam Ratulangi RS. Bolmong RS. Liun Kendage RS. Talaud Jumlah Gakin yang datang berobat tiap bulan 2500 0 415 0 373 9 Persentase dari total pengunjung 45% 0 65% 0 41,50% 3,71%

Jumlah GAKIN yang dilayani pada 4 rumah sakit setiap bulan ratarata 824 orang, dengan jumlah terbanyak pada RSU. Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Data jumlah GAKIN hanya dimiliki oleh 4 rumah sakit, sedangkan 2 rumah sakit lainnya yaitu RS. Bolaang Mongondow dan RS. Manembonembo tidak memberikan data. Dana yang disediakan untuk GAKIN per tahun

merupakan klaim ASKES (sesuai dengan jumlah kasus), sehingga tidak satupun rumah sakit yang menyebutkan angka nominal.

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Dari survey yang dilakukan dapat disimpulkan : 1. Seluruh dinas kesehatan kabupaten / kota di Propinsi Sulawesi Utara telah menyusun rencana strategik pembangunan kesehatan dan memiliki profil kesehatan yang dibuat setiap tahun. 2. Seluruh dinas kesehatan memiliki pasien GAKIN namun hanya 4 dinas kesehatan yang menerima subsidi GAKIN dari Pemda, dengan jumlah terbesar di Kota Bitung. 3. Persentase APBD untuk sektor kesehatan tertinggi di Kota Bitung (7,6%0 dan terendah di kota Manado (1,19%). 4. Jumlah LSM yang terlibat dalam riset operasional, implementasi, pelatihan, monitoring, dan evaluasi kegiatan pelayanan kesehatan masih kurang. 5. Hampir semua kabupaten / kota telah melaksanakan SIM / SIK daerah sesuai pedoman dengan angka persentasi diatas 80% kecuali Kota Tomohon (33,3%). 6. dari 6 RS pemerintah di Propinsi Sulawesi Utara, 4 RS telah menerapkan manajemen mutu. 7. Hanya 2 RS pemerintah yaitu RS. Manembonembo Bitung dan RS. Sam Ratulangi Tondano yang telah melaksanakan PONED. 8. Masing-masing RS melayani GAKIN yang datang berobat namun hanya 4 RS yang memiliki data jumlah GAKIN. Sedangkan dana yang disediakan untuk GAKIN merupakan klaim ASKES. SARAN Setelah melakukan survey, dengan melihat hasil yang diperoleh maka penulis menyarankan : 1. Kinerja Dinas Kesehatan dalam penyusunan rencana stategik pembangunan kesehatan dan profil kesehatan tahunan agar dapat dipertahankan guna peningkatan derajat kesehatan. 2. Adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk masalah kesehatan terutama subsidi GAKIN dan peningkatan dana kesehatan dalam APBD di masingmasing daerah.

3. Peningkatan kinerja rumah sakit pemerintah dalam penerapan manajemen mutu, melaksanakan PONED, dan pelayanan pasien GAKIN, dalam rangka peningkatan derajat kesehatan menuju Indonesia sehat 2010.

10