Anda di halaman 1dari 151

RATNA SUPRADEWI S.

Psi, Msi

Materi Kuliah
I. II. Pengantar Arti Temperamen, Watak / Karakter, Kepribadian Baca BAhannya, III. Cara pendekatan: sebelum ikut

Tipologi Pensifatan Faktorial Modern: Alat-alat tes psikokologi

perkuliahan ya

IV. Tokoh-tokoh Psikologi Kepribadian:


Freud, Adler, Jung, Sullivan, dan tokoh yg lainnya.

Mengapa manusia tertarik menyelidiki Kepribadian?


TANYA MENGAPA?

Sejarah Psikologi Kepribadian


1. Dasar-dasar studi Kepribadian
Aspek biokimia / fisiologik dan pengaruhnya dalam diri seseorang Tingkah laku yang tampak Proses bawah sadar Interaksi dengan orang lain

2. Faktor pembentuk tingkah laku:


Keturunan / genetik Sosial budaya Pengalaman Belajar Dunia bawah sadar Kehendak bebas manusia

Sejarah Psikologi Kepribadian


3. Kendala mempelajari Kepribadian:
Setiap manusia itu unique; Tingkah laku manusia bersifat kompleks, berkaitan dgn kepribadian & lingkungan; Tingkah laku yg sama bisa memiliki tujuan dan sebab yg berbeda; Manusia tidak selalu sadar akan tingkah lakunya.

Sejarah Psikologi Kepribadian


Usaha Pra-Ilmiah (chirologi, astrologi, grafologi, phisiognomi, phrenologi, onycologi). Usaha lebih tinggi Hippocrates dan Galenus (dipengaruhi kosmologi Empedokles). dalam diri seseorang terdapat 4 macam sifat berdasar 4 macam cairan didalam tubuh manusia. 1. empedu kuning = chole: kering 2. empedu hitam = melanchole: basah 3. lendir = phlegma: dingin 4. darah = sanguis: panas. Tahu karakteristik ke Empat sifat ini ?

Sejarah Psikologi Kepribadian


1. Metode Spekulatif / metode intuitif: First Impression (kesan pertama) Sifat: tidak ilmiah Dasar: penampilan, suara, gerak-gerik, sopansantun, nama, suku bangsa, agama, title. Metode Pseudo-Scientific / Pra-Ilmiah:
Sifat: semi ilmiah Contoh: Palmistry / Chirology ilmu ttg gurat tangan Astrology ilmu ttg perbintangan Phisiognomy ilmu ttg bentuk tubuh dan wajah Phrenology ilmu ttg bentuk tengkorak Graphology ilmu ttg tulisan tangan Onychology ilmu ttg bentuk kuku

2.

Sejarah Psikologi Kepribadian


3. Metode Ilmiah:
i. Tes objective
contoh: MMPI (Minesota Multiphasic Personality Inventory) EPPS (Edwards Personal Perference Schedule)

ii. Interview iii. Life History Method (biography, diary) iv. Tes projective:
Word Association (Galton, 1897; Jung,1910) teknik cepat Sentence Completion, misal: Sack Sentence Completion. TAT (Thematic Apperception Test) Rorschach Inkbolt Test Expressive Techniques (drawing, toys, playing)

Personality
Persona = topeng public image (Carl Jung)
*public image : wajah yg dilihat oleh umum

Per + Sonare = to sound through (lewat) (suara) lewat topeng itu bisa melihat sifat

Istilah-istilah dlm Kepribadian


Temperamen: sifat-sifat bawaan yg erat hubungannya dgn Struktur kejasmanian, terutama fungsi-fungsi fisiologis.
Sifatnya: konstan

Watak / Karakter: keseluruhan dari sifat-sifat seseorang yang nampak dalam perbuatan sehari-hari sebagai hasil pembawaan dan lingkungan.
Sifatnya: tidak konstan, dapat dievaluasi (baik / buruk)

Trait / sifat: sistem neuropsikis yg umum dan terarah, terdapat dalam diri individu, mempunyai kemampuan utk memulai dan mengarahkan bentuk-bentuk yg konsisten dari perilaku yg ekspresif.
Contoh: saat banyak masalah, saraf otak tegang (neuropsikis), lalu perilaku ekspresifnya adalah marah-marah.

IMPORTANT

Istilah-istilah dlm Kepribadian


Attitude / sikap: kecenderungan bertingkahlaku yg dikaitkan dengan suatu objek (objek: benda / binatang / orang). Memiliki 3 aspek: kognisi; afeksi; konasi. Contoh: objek: PACAR aspek Kognisi: ada gunanya, aspek Afeksi: rasa senang, aspek Konasi: kemauan untuk selalu bertemu. Tipe: golongan / tipe dari sifat-sifat yg sama. Contohnya: apa ya? Persona / peran / topeng: berfungsi untuk menyembunyikan sesuatu yg lebih asli dari kepribadiannya. Contohnya: apa ya?

PENTING

Personality
Personality (kepribadian):
Pola-pola tingkah laku yg kurang lebih tetap (consistent behavior patterns).
Pola inilah yg menjadi identitas individu.

Pengertian menurut bbrp tokoh:


1) 2) 3) 4) Totalitas dari kualitas psikis individu (Erick Fromm, 1947). The relatively enduring pattern or recurrent interpersonal situations which characterize a human life (Sullivan, 1953). Which permits a prediction of what person will do in a given situation (Cattell, 1950). A persons unique pattern of traits (Guilford, 1959).

Cari bbrp Pengertian mnrt tokoh-tokoh lainnya:


5) ----(-----, 19--). 6) ----(-----, 19--). 7) ----(-----, 19--). 8) ----(-----, 19--). 9) ----(-----, 19--). 10)Pengertian KEPRIBADIAN mnrt anda sendiri apa????

Pendekatan / cara mempelajari kepribadian


I. Tipologis: Penggolongan berdasar pada sejumlah kecil kategori yg dianggap dapat membedakan ciriciri khas individu. Penggolongan: 1. Keadaan jasmani atau konstitusi (teori Hippocrates-Galenus, teori Kretschmer, teori Sheldon) 2. Temperamen (teori Kant, teori Heymans) 3. Sistem nilai-nilai (teori Spranger) 4. Sikap jiwa dan fungsi jiwa (teori Carl Gustav Jung).

Pendekatan / cara mempelajari kepribadian


II. Pensifatan: Dasar: hal-hal yang dapat dipakai utk menunjukkan ciriciri khas seseorang (dengan membuat deskripsi selengkap mungkin tentang seseorang individu). Dibahas dalam 3 segi: 1. tentang Struktur; 2. tentang Dinamika; 3. tentang Perkembangan. Penganutnya: Sigmund Freud, Carl Gustav Jung Kurt Lewin (Psikologi medan) Henry Murray (Personologi) Gordon Allport Carl Rogers

Pendekatan / cara mempelajari kepribadian III. Faktorial:


Dasar: pemikiran dari penelitian empiris tentang beberapa tingkah laku individu yg lalu dibuat hipotesa (bahwa ada sejumlah perilaku tampak yg mendasari tingkah laku individu merupakan sampel dari pencerminan / manifestasi faktorfaktor kepribadian individu tsb. Penganutnya: Eysenck Cattell Guilford

Metode / Cara pendekatan

Tipologis

Pensifatan

Faktorial

Berdasar keadaan Jasmani / Konstitusi Berdasar Temperamen

Struktur

Dinamika

Berdasar Sikap & Fungsi Jiwa

Perkembangan

Berdasar Sistem Nilai

Cara pendekatan Tipologis


Berdasar keadaan Jasmani / Konstitusi
1 2

De-Giovani Viola Rava

Mashab Italia Sigaud Mac Auliffe

Mashab Perancis
3

Tipologi diJerman
4

Tipologi diAmerika

Beneke C. C. Carus J. Bauer Zweig Kretschmer

W. H. Sheldon

Tipologi berdasar konstitusi


1

Mashab Italia: berpendapat bahwa variasi keadaan jasmani


manusia itu berakar pada keturunan / dibawa sejak lahir dan tdk dapat diubah oleh pengaruh dari luar.

1) Teori De-Giovani: Hukum deformasi (berdasarkan variasi


togok: besar / kecil / normal) Togok = (bhs Jawa : gembung, bhs Inggris : trunk)

2) Teori Viola:
1. Microsplanchnis, 2. Macrosplanchnis, 3. Normosplanchnis.

COBA ANDA JELASKAN

3) Teori Rava:
Neuroasthenia dan psychasthenia pada microsplanchnis Manis-depresif pada macrosplanchnis.

Tipologi berdasar konstitusi


2

Mashab Perancis: menyelidiki variasi tubuh manusia yg


dipengaruhi keturunan dan lingkungan / miliu sekitar yg dikelompokkan dalam 4 tipe. Keturunan telah ada, dan lingkungan sekitar mempengaruhi perkembangan selanjutnya. Diferensiasi / variasi dalam tipe keadaan jasmani manusia tersebut ditentukan oleh lingkungan sekitar.

1) Sigaud: organisme manusia beserta anomalieanomalienya harus dimengerti sebagai fungsi dari dasar (keturunan) dan sekitar (lingkungan, miliu). Empat tipe penggolongan sekitar:
1) 2) 3) 4) Wujud udara, sumber reaksi respiratoris Wujud makanan, sumber reaksi digestif Wujud keadaan alam, sumber reaksi muskuler Wujud keadaan sosial, sumber reaksi cerebral.

Tipologi berdasar konstitusi


Mac Auliffe: adalah seorang pengikut Sigaud. Auliffe menerbitkan monograf hasil penyelidikannya (sebagai dasar tipe kepribadian), dgn nama La Vie Humanie (1923).
Fungsi yg dominan

2)

Tipe
Muskuler

Keadaan jasmani yg khas


Muka penuh, badan kokoh, dan ciri lainnya.

Motorik

Pernapasan Pencernaan
Susunan saraf sentral

Respiratoris Thorax & leher lebih besar daripada yg lain, dan ciri lainnya. Digestif
Cerebral

Thorax pendek besar, rahang besar, dan ciri lainnya.


Dahi menonjol ke depan dgn rambut ditengah, mata bersinar, dan ciri lainnya.

Tipologi berdasar konstitusi


3

Tipologi di Jerman: dari hasil kesimpulan penyelidikan J.


Bauer (1921), tentang penggolongan manusia adalah sama dengan Mashab Perancis. Lalu teman sejawatnya yg bernama Zweig menemukan bahwa tipe-tipe yg dikemukakan oleh Sigaud itu tidak tetap selama hidup, tetapi nyata pada periode tertentu.

1) Beneke: sebelum pertengahan abad XVIII membedakan 2 macam tipe konstitusi:


yaitu: 1) Golongan yg secara relatif jantungnya kecil, pembuluh darah sempit, limpa kecil, usus pendek, kaki panjang. 2) Golongan yg berhabitus quadratus (apoplecticus, arthriticus), yg sifatnya adalah kebalikan daripada sifat-sifat yg pertama.

2) C.C Carus: mengemukakan 16 macam tipe, diantaranya adalah: cerebral, athletis, asthenis, pneumatis ( tipe respiratoris mashab Perancis) dan boeotian ( tipe digestif mashab Perancis).

Tipologi berdasar konstitusi


Tipologi Kretschmer: dalam karyanya: (1921), Kretschmer
tidak hanya membahas masalah konstitusi, tapi juga masalah temperament, walaupun pandangan / orientasinya tetap konstitusional. Beberapa istilah pokok utk dpt lebih memahami teori Kretschmer: a) Konstitusi (konstitutions): keseluruhan (totalitas) segala sifat-sifat individual (jasmaniah maupun kejiwaan) yg berdasar pada keturunan / endogen dan tidak dpt diubah oleh pengaruh dari luar. b) Temperament: bagian kejiwaan yg secara kimiawi mempunyai korelasi dgn aspek jasmaniah dan tidak dapat diubah oleh pengaruh dari luar. Temperament mempengaruhi 2 macamkualitas kejiwaan, yaitu: a) Suasana hati (Stimmung) b) Tempo psikis. c) Watak (Character dlm arti deskriptif, jadi kepribadian): keseluruhan (totalitas) kemungkinan-kemungkinan bereaksi secara emosional dan volisional ( : kemauan, kehendak, semangat ) seseorang, yg terbentuk selama hidupnya oleh unsur-unsur dari dlm (dasar, keturunan, faktor endogen) dan unsur-unsur dari luar (pendidikan, pengalaman, faktor-faktor eksogen).

Pokok pengertian dlm teori Kretschmer

Konstitusi ( faktor-faktor Endogen )

Watak (Kepribadian)

Faktor-faktor pengaruh luar ( faktor Eksogen )

Bagan ada di Buku Sumadi Suryabrata (2005),Hal: 21

Teori Kretschmer
1.
1) 2) 3) 4) Piknis / Stenis, Leptosom / Asthenis, Athletis, Displastis.

Kosnstitusi Jasmaniah Penggolongan manusia berdasar bentuk tubuhnya:

2.

Konstitusi Kejiwaan: Kretschmer dipengaruhi oleh pendapat Kraepelin dalam lapangan psikiatri.
1) golongan temperamen schizothym, 2) Golongan temperamen cyclothym.

Bagimana ciri-ciri Tipe tersebut ?

Teori Kretschmer
3. Korelasi antara Konstitusi & Temperamen
1) Pada penderita : gangguan psikosis
displastis.

Penderita manis-depresif kebanyakan bertubuh Piknis. Penderita skizofrenia kebanyakan bertubuh leptosom, atletis &
Pada orang : normal

2)

Orang yg berkonstitusi Piknis, umumnya bertemperamen Cyclothym. Orang yg berkonstitusi Leptosom, atletis & displastis,
umumnya bertemperamen Schizothym.

4.

Kritik terhadap Tipologi Kretschmer


1. 2. Ada kecenderungan lebih banyak orang yg digolongkan dalam kelompok displastis karena sulit dibedakan masuk dalam 3 kelompok yg telah ada. Dalam penelitiannya, yg diteliti adalah orang yg normal / sehat, padahal diyakini bahwa kondisi sakit / sehat seseorang sangatlah kondisional.

Perlu dipertimbangkan dalam menilai kesehatan jiwa seseorang: mengamati stimulus lingkungannya dan durasi waktunya.

Jangan Lupa BACA Materi Kuliah ya

Tipologi berdasar Temperamen


5

Tipologi Amerika:
Teori W. Sheldon:
membagi manusia berdasarkan:

1. Struktur tubuh jasmani:


Dimensi jasmaniah:

COBA ANDA JELASKAN

Primer: endomorphy, mesomorphy, ectomorphy. Sekunder: displasia, gynandromorphy, texture (tampang)

Konstansi somatotipe: didasarkan atas ukuran-ukuran objektif daripada tubuh itu diharapkan tetap, karena perubahan umur dan variasi makanan dapat mengubah ukuran-ukuran orang dari somatotipe yg satu ke somatotipe yg lain. (konstansi somatotipe itu membutuhkan adanya konstansi alam makanan dan tidak adanya hal-hal yang patologis.

Tipologi Amerika
Teori W. Sheldon:
Dimensi-dimensi Temperamen:
A. Cara kerja Sheldon: (tidak begitu Penting) ada di Buku Sumadi Suryabrata (2005),Hal: 39 B. Komponen-komponen primer Temperamen: 1. Viscerotonia: berhubungan dgn fungsi & anatomi alat-alat Visceral / digestif (Viscera[Latin]=organ dalam di abdomen / perut). 2. Somatotonia: berhubungan dgn dominasi dan anatomi struktur somatis (soma[Latin]=badan / tubuh). 3. Cerebrotonia: berhubungan dgn dominasi aktifitas pikiran (Cerebrum[Latin]=otak)

2. Analisis tingkah laku (kepribadian):

JELASKAN SiFaT-SiFaT
Komponennya

Komponen2 tsb mrp Scale of Temperament yg mpy skala 1 s/d 7.

Teori Sheldon
C. Korelasi antara Jasmani & Tingkah laku (Temperamen)

Viscerotonia
Endomorphy Mesomorphy Ectomorphy Mesomorphy +0.79

Somatotonia
-0.29 +0.82

Cerebrotonia
-0.32 -0.58 +0.83

Endomorphy

Ectomorphy

JeLas??
berTanyaLah Jika Tdk Paham..

Teori Sheldon
D. Korelasi antara Jasmani & Gangguan-ganguan Kejiwaan komponen-komponen psikiatris: 1) affective: bentuk ekstrem terdapat pada penderita psikosis jenis manis-depresif 2) paranoid: bentuk ekstrem terdapat pada penderita psikosis jenis paranoid 3) heboid: bentuk ekstrem terdapat pada penderita psikosis jenis hebephrenia (btk dari schizophrenia) Affective Endomorphy Mesomorphy Ectomorphy +0.54 +0.41 -0.59 Paranoid -0.04 +0.57 -0.34 Heboid -0.25 -0.68 +0.64

Paham??
Tanya Donk Jika kurang Jelas..

Teori Sheldon
D. Korelasi antara Jasmani & gangguan-gangguan Kejiwaan

Mesomorphy

Affective
Paranoid

Endomorphy

Ectomorphy

Heboid

Teori Sheldon
E. Korelasi antara Jasmani & Kenakalan (Delinquency) ada pada area Mesomorph yang Endomorph Mesomorphy

Affective Paranoid

Endomorphy

Ectomorphy

Heboid

JeLas??
berTanyaLah Jika Tdk Paham..

Teori Sheldon
Beberapa perumusan Teoretis:

1) Faktor2 yg mjd perantara dalam hubungan antara Jasmani & Temperamen:


1) Individu yg memiliki tipe jasmani ttn, mdptkan cara-cara bertingkah laku ttn yg efektif, individu yg lain akan bertingkah laku yg lain supaya dpt efektif. 2) Karena terpengaruh peran sosialnya dalam suatu kebudayaan tempat individu tsb berada. 3) Pengalaman atau pengaruh lingkungan menimbulkan tipe tubuh ttn.

2) 3) 4) 5)

Orientasi biologistis & genetis Tekanan thd faktor organisasi & medan Perkembangan individu Proses tak sadar

Jangan Lupa BACA Materi Kuliah ya

Teori Kretschmer & Sheldon


Krescmer
Tipe Pyknis Tipe Leptosom Tipe Athletik

Sheldon
Endomorph Ectomorph Mesomorph

Menurut Konstiusi

Menurut Temperamen
Tipe Cyclothym Tipe Schizothym Viscerotonik Cerebrotonik somatotonik

Jangan Lupa BACA Materi Kuliah ya

TIPOLOGI BERDASAR TEMPERAMEN

Tipologi berdasar Temperamen


Istilah Temperamen menurut:
Galenus: temperamen adalah sifat-sifat kejiwaan yg ditentukan oleh campuran (komposisi) cairancairan dalam tubuh. Kretschmer: temperamen adalah bagian daripada kejiwaan yg agaknya dgn melalui darah secara kimiawi mempunyai korelasi dgn aspek jasmaniah. Kohnstamm: temperamen adalah aku rohani yg bersangkutan dgn konstitusi jasmani, dan dibawa sejak lahir.

Tipologi berdasar Temperamen


Persamaan dari Istilah Temperamen menurut Galenus; Krestchmer dan Kohnstamm:
1. Temperamen adalah aspek kejiwaan daripada kepribadian 2. Temperamen itu dipengaruhi oleh konstitusi jasmaniah 3. Temperamen itu dibawa sejak lahir, maka sukar diubah oleh pengaruh dari luar.

A. Tipologi berdasar Temperamen (Sifat Kejiwaan)


1. Tipologi menurut Plato:
Dasarnya dari 3 bagian jiwa:
1) Pikiran (logos): berkedudukan di kepala 2) Kemauan (thumos): berkedudukan di dada 3) Hasrat (epithumid): berkedudukan di perut

Ada 3 macam kebajikan:


1) Kebijaksanaan. 2) Keberanian. 3) Penguasaan diri.

Manusia digolongkan mjd 3 tipe:


1) Orang yg cenderung dikuasai oleh pikir. 2) Orang yg cenderung dikuasai oleh kemauan. 3) Orang yg cenderung dikuasai oleh hasrat.

A.
2.

Tipologi berdasar Sifat Kejiwaan

Tipologi Mazhab Perancis:


Tokohnya:

a. Queyrat: berdasarkan atas daya-daya mana yg dominan.


1) Salah satu daya / aspek yg dominan:
a) Tipe meditatif / intelektual: daya kognitif dominan. b) Tipe emosional: daya afektif dominan. c) Tipe aktif: daya konatif dominan.

2) Dua daya yg dominan:


a) Tipe meditatif-emosional / sentimental: daya kognitif & afektif dominan. b) Tipe aktif-emosional / orang garang: daya konatif & afektif dominan. c) Tipe aktif meditatif / orang kemauan: daya konatif & kognitif dominan.

A.

Tipologi berdasar Sifat Kejiwaan

2. Tipologi Mazhab Perancis:


Tokohnya:

a. Queyrat: >> Lanjutan <<


3) Ketiga daya ada dalam posisi seimbang:
a) Tipe seimbang b) Tipe amorph c) Tipe apathis.

4) Ketiga daya ada itu ada tapi berfungsi tak teratur / tak menentu:
a) Tipe tak-stabil b) Tipe tak teguh hati c) Tipe kontradiktoris

A.

Tipologi berdasar Sifat Kejiwaan

2. Tipologi Mazhab Perancis:


Tokohnya:

a. Queyrat: >> Lanjutan <<


5) Ada 3 mcam tipe yg tidak sehat:
a) Tipe hypochondris b) Tipe melancholis c) Tipe histeris.

NB: 9 tipe yg pertama adalah tipe-tipe orang sehat, 3 tipe berikutnya tipe-tipe orang sakit, sedangkan 3 tipe yg paling akhir adalah tipe-tipe orang yg menderita sakit.

A.

Tipologi berdasar Sifat Kejiwaan

2. Tipologi Mazhab Perancis:


Tokohnya:

b. Malapert: menggolongkan manusia atas dasar dominasi daya-daya jiwa atau aspekaspek kejiwaan tertentu.
1) Tipe intelektual:
a) Golongan analitis b) Golongan reflektif

2) Tipe afektif:
a) Golongan emosional b) Golongan bernafsu

A.

Tipologi berdasar Sifat Kejiwaan

2. Tipologi Mazhab Perancis:


Tokohnya:

b. Malapert: >> Lanjutan <<


3) Tipe volunter:
a) Golongan tanpa kemauan b) Golongan besar kemauan

4) Tipe aktif:
a) Golongan tak-aktif b) Golongan aktif

B. Tipologi berdasar Temperamen (Kant & Neo-Kantianisme)


1. Tipologi menurut Kant:
Menurut Kant, watak memiliki 2 aspek:
1) Aspek fisiologis, yaitu konstitusi tubuh, kompleks atau susunan cairan jasmaniah 2) Aspek psikologis, yaitu kecenderungan-kecenderungan kejiwaan yg disebabkan oleh komposisi darah. Aspek psikologis terdiri dari 2 macam temperamen, yaitu:
a. Temperamen perasaan, mencakup 2 tipe temperamen: Sanguinis, dan lawannya adalah tipe Melancholis. b. Temperamen kegiatan, mencakup 2 tipe temperamen: Choleris, dan lawannya adalah tipe Phlegmatis.

B.

Tipologi berdasar Temperamen (Kant & Neo-Kantianisme)

1.

Tipologi menurut Kant:


Arti ethis/normatif Character

Arti deskriptif
Manusia Aspek Fisiologis

Sanguinis
Temperament Aspek Psikologis Temperament Choleris Phlegmatis Temperament

Perasaan

Melancholis

Kegiatan

Temperament campuran = tdk ada, krn temperamen slg bertentangan & menetralkan.

Sanguinis Temp.Sanguinis (darah ringan)


Mudah dan kuat menerima kesan (pengaruh kejiwaan), tapi tidak mendalam dan bertahan lama. Suasana perasaannya sll penuh harapan, sgl sst pd suatu waktu dipandangnya penting, tapi sebentar kmd tdk dipikirkannya lagi; sering menjanjikan sst tp jarang menepatinya. Suka menolong, tp tdk dpt dipakai sbg sandaran. Dalam pergaulan ramah dan periang. Umumnya bkn penakut, tp jk bersalah sukar bertobat; dia menyesal, tp sesal itu lekas lenyap. Mudah bosan, tp tentang permainan / hiburan tdk cepat bosan.

Melancholis

Temp.Melancholis (darah berat)


Semua hal yg berkaitan dg dirinya dipandang penting dan sll disertai dg syakwasangka / kebimbangan. Perhatiannya terutama tertuju pd segi kesukaran2nya. Tdk mudah membuat janji, ia berusaha akan menepati janjinya krn bukan bdsr pertimbangan moral, tp jk tdk menepati janji akan merisaukan jiwanya; hal ini salah satu sebab ia kurang percaya dan tdk mudah menerima keramahtamahan orang lain. Suasana perasaannya bertolakkan dg temperamen Sanguinicus; hal ini menyebabkan mengurangi kepuasan akan keadaannya, dan kurang dpt melihat kesenangan org lain.

Choleris

Temp.Choleris (darah panas)


Lekas terbakar tp juga lekas padam / tenang, tanpa membenci. Tindakan2nya cepat tp tdk konstan. Sll sibuk, tp dalam kesibukannya ia lebih suka memerintah drpd mengerjakannya sendiri. Sll mengejar kehormatan, suka sibuk dimata orang byk dan senang dipuji secara terang2an. Suka pd sikap semu dan formal. Suka bermurah hati dan melindungi, tp hal ini dilakukan bkn krn ia sayang pd org lain, melainkan krn sayang pd diri sendiri (dg berbuat demikian dia akan mendapatkan penghargaan). Dalam berpakaian sll cermat dan rapi, krn dg demikian dia nampak lebih cendekia drpd yg sebenarnya.

Phlegmatis

Temp.Phlegmatis (darah dingin)


Phlegma = ketidaklembaman (berarti tdk malas). Sifat yg tdk mudah bergerak, tp jk sdh bergerak lalu tahan lama. Lambat menjadi panas, tp panasnya itu tahan lama. Tdk mudah marah. Darahnya yg dingin itu tdk pernah dirisaukannya. Cocok utk tugas2 ilmiah.

B. Tipologi berdasar Temperamen (Kant & Neo-Kantianisme)


2.

Tipologi menurut Neo-Kantianisme:


Menurut Enselhans, temperamen kegiatan pada pendapat Kant, pada hakikatnya adalah konstitusi afektif yg menentukan kegiatan dlm hubungan dgn kehidupan kemauan. Kepribadian (Character) individu nampak dari tindakan2nya, dan tindakan2 itu selalu tindakan kemauan, sedangkan kemauan adalah penjelmaan dari temperamen.

Temperamen

Tindakan

B.

Tipologi berdasar Temperamen (Kant & Neo-Kantianisme)

2. Tipologi menurut Neo-Kantianisme:


a) Enselhans:
Kepekaan kehidupan afektif Mobilitas perasaan Kekuatan penggerak perasaan

Temperament

Bentuk kejadian afektif


Kekuatan perasaan

Impuls bagi motif kemauan

Tindakan

B.

Tipologi berdasar Temperamen (Kant & Neo-Kantianisme)

2.

Tipologi menurut Neo-Kantianisme:


Tipe-tipe manusia menurut Enselhans:
Kepekaan kehidupan Afektif Tdk Mendalam Bentuk afektif mobilitas Berganti-ganti Kejadian kekuatan Lemah Kekuatan penggerak perasaan Kuat Lemah Sifat khas orangnya ???? ???? Giat penuh cita2 Murung, pengelamun Kemauan garang/ hebat Perasaan mudah tersinggung

Temperamen

Sanguinis

Melancholis

Mendalam

Tetap

Kuat

Kuat Lemah

Choleris

Tdk Mendalam

Berganti-ganti

Kuat

Kuat Lemah

Phlegmatis

Mendalam

Tetap

lemah

Kuat
Lemah

Pemikir kristis
Bersikap apathis

JULIUS BAHNSEN
Orang yg pertama menggunakan istilah CHARACTEROLOGIE

Tipologi J. BAHNSEN
Kepribadian ditentukan 3 keadaan jiwa:
1. Temperamen dan kemauan 2. Posodyne: ketabahan mans. dlm menghadapi kesukaran / penderitaan (kuatlemah). 3. Daya susila: kemampuan utk membedakan dan meyakini hal-hal baik dan buruk.

Tipologi J. BAHNSEN
Temperamen ditentukan 4 faktor:
1. Spontanitas: kuat-lemahnya individu dlm menentukan sikap / bertindak. 2. Reseptivitas: cepat-lambatnya individu dlm menerima kesan. 3. Impresionabilita: mendalam-tidaknya pengaruh keadaan terhadap jiwa. 4. Reaktivitas: lama-tidaknya suatu kesan mempengaruhi jiwa.

4 faktor tsb menyusun 16 macam variasi temperamen.

Tipologi J. BAHNSEN
4 macam Temperamen pokok:
1. Choleris: spontanitas kuat, reseptivitas cepat. 2. Sanguinis: impresionabilitas tak mendalam, reaktivitas tak lama. 3. Phlegmatis: reseptivitas lambat, reaktivitas lama. 4. Anmatisch: spontanitas lemah, impresionabilitas mendalam.

Tipologi J. BAHNSEN
Teori J. Bahnsen lebih dekat pada pendekatan pensifatan (trait approach), karena dia mengemukakan banyak segisegi kejiwaan dlm kepribadian mans. Tapi berdasar latar belakang dialektis dari Hegel serta pikiran-pikiran Schopenhauer yg mempengaruhinya, menyebabkan sistem Bahnsen ini kurang jelas.

ERNST MEUMANN

ERNST MEUMANN
Watak: disposisi kemauan 1. Jasmani: Intensitas Lama Taraf perkembangan 2. Afektif: Kepekaan / rentan Kualitas Intensitas Waktu Efek Genesis Hub. dg isi kesadaran Hub dg subjek 3. Kecerdasan

ERNST MEUMANN
Afeksi mempengaruhi:
a) SSP b) Motoris c) Fungsi vaso-motoris.

Disposisi afektif (temperamen) (skema ? = see your book)

Kecerdasan:
1. Sifat kerja mental 2. Taraf kebebasan 3. Cara berpikir

produktif reproduktif Tdk produktif Tinggi - bebas Rendah - tdk bebas

Analitis >< Sintetis Intuitif >< Diskurtif Diskurtif Newton / langsung Jatuh Pemikiran Wacana / pertukaran ratio

Tipe-tipe disposisi afektif (temperament):


Temperament Kualitas perasaan Mudah sukarnya terpengaruh Intensitas dan lamanya Modus ekspresif: 1. Tonus otot & aktifitas motoris. 2. Aktifitas vasomotoris. 3. Aktifitas syaraf pusat. Aktif giat

Choleris Choleris

Taksenang

Mudah

Besar

Melancholis Melancholis
Phlegmatis Phlegmatis Sanguinis Sanguinis

Taksenang
Senang Senang

Sukar
Mudah Sukar

Besar
Besar Kecil

Pasif depresif
Pasif depresif Aktif giat

HEYMANS

HEYMANS
Tipe kepribadian (banyak)

Dasar klasifikasi
1. Emosionalitas: emosi / tidak 2. Proses pengiring: kuat / lemah 3. Aktifitas: aktif / tidak

Ikhtisar Tipologi Heymans:


aktif Proses pengiring kuat
EMOSIONAL

Tak aktif

aktif Proses pengiring lemah Tak aktif

KEPRIBADIAN

aktif Proses pengiring kuat


TAK EMOSIONAL

Tak aktif aktif Tak aktif

Proses pengiring lemah

Jika golongan yg emosional, yg proses pengiringnya kuat, serta yg aktif diberi tanda tambah (+), sedangkan yg sebaliknya diberi tanda kurang (-).
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Emosionalitas Sifat Emosional Emosional Emosional Emosional Tak emosional Tak emosional Tak emosional Tanda + + + + Pros. Pengiring Aktifitas Sifat Kuat Kuat Lemah Lemah Kuat Kuat Lemah Tanda + + + + Sifat Aktif Tak aktif Aktif Tak aktif Aktif Tak aktif Aktif Tanda + + + + Orang hebat Sentimentil Choleris Nerveus Phlegmatis Apathis Sanguinis Tipe

8.

Tak emosional

Lemah

Tak aktif

Amorph

Utk lebih memperjelas & memudahkan memahami tipe2 temperament memakai gambaran kubus, yg kedelapan sudut2nya mrp tempat tipe2 yg ekstrim, yg hal tsb hanya ada dl teori saja.

Emosionalitas Max 2 3 4 Pros. Pengiring Max 6 5 8 7 Bidang atas: emosional Max. Bidang bwh: emosional Min. Bidang kanan: aktifitas Max. Bidang kiri: aktifitas Min. Bidang belakang: pros.pengiring Max. Bidang depan: pros.pengiring Min. Anak panah menunjukkan: Arah dmn prinsip2 / kategori2 dasar itu mbesar Aktifitas Max 1

G. EWALD

G. EWALD

Temperament: Bio tonus Konstitusi psikis biotonus


Intensitas / tempo hidup Perasaan vital Tipe: 1. Sanguinis / hipomanis 2. Melancholis / depresif 3. Biasa / normal.

Watak: Totalitas keadaan / cara bereaksi

Dibawa sejak lahir Dipengaruhi lingkungan, pengalaman, pendidikan mengalami pertumbuhan.

Tingkah laku:
I. II. Penerimaan: (Ed E / Tr) pengolahan: R (proses pengiring)

IA (kecakapan mengolah)
III. Reaksi: L (kecakapan menjalankan apa yg telah diolah / dipertimbangkan itu dalam perbuatan).
Tipe 16 besar / kecil pendorong tinggi / rendah kombinasi

Ikhtisar struktur kepribadian mnrt Ewald


TEMPERAMENT 1. Intensitas dan tempo hidup 2. Perasan2 vital yg menyertainya (suasana perasaan individu).

KEPRIBADIAN

watak yg dibawa sejak lahir 1. Reaktive 2. Triebe 3. Willensaporote.

WATAK yg diperoleh

Sekitar, pengalaman, pendidikan

Teori kepibadian G. Ewald:


Dalam menyusun tipologinya, Ewald memakai prinsip2 yg lain lagi, yg pd pokoknya didasarkan pada busur refleks (mnrt psikologi lama: tingkah laku tersusun atas 3 stadia). Busur refleks:
1. 2. 3. Penerimaan perangsang, Penyimpangan & pengolahan kesan perangsang, Reaksi (yakni penjelmaan perangsang yg telah disimpan & diolah itu dlm tindakan).
Penyimpangan & pengolahan

Busur Refleks: 3 Stadia Tingkah Laku

R IA

Busur Refleks: 3 Stadia Tingkah Laku Penerimaan: (Ed E / Tr) pengolahan: R (proses pengiring) IA (kecakapan mengolah) III. Reaksi: L (kecakapan menjalankan apa yg telah diolah / dipertimbangkan itu dalam perbuatan). I. II.

Dgn dasar 4 kategori tsb, maka jika dilakukan dikotomisasi akan terdapat 2x2x2x2 atau 16 tipe manusia. Namun Ewald berpendapat bhw saling hubungan serta perbandingan keempat komponen di atas itu satu sama lain itulah yg mrp kepribadian manusia.
Kepribadian tdk ditentukan oleh salah satu komponen yg dominant saja, tapi oleh keempat komponen itu bersama-sama.

Dari 16 tipe tsb, Ewald masih memasukkan 2 komponen lagi, yaitu:


1. Besar-kecilnya pendorong pd individu, yg mengenai ini pd garis besarnya dpt dibedakan adanya 2 golongan manusia, yaitu:
1. Manusia2 dg pendorng besar 2. Manusia2 dg pendorong kecil.

2. Tinggi-rendahnya taraf kombinasi komponenkomponen itu, dan disini juga digolongkan mjd 2, yaitu:
1. Manusia2 golongan taraf tinggi 2. Manusia2 golongan tingkat rendah.

menurut Ewald, terdapat 64 golongan manusia.

Ikhtisar tipe-tipe manusia mnrt Ewald:


Tipe No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Ed
+ + + + + + + + -

R
+ + + + + + + + -

IA
+ + + + + + + + -

L
+ + + + + + + + -

Untuk menggambarkan berbagai ragam kepribadian dg lebih jelas, Ewald memakai rumus bangun yg biasa dipakai dlmilmu kimia, tapi angka2 dlm rumus tsb tdk berarti matematis mutlak (lebih bersifat ilustratif yg mengandung arti komparatif). Komponen2 dg sifat2 / kekuatan normal diberi angka 10, yg lebih dari itu diberi angka di atas 10, dan yg kurang dari itu diberi angka di bawah 10.

10 + Normal = 10 10 - 10
Jadi, rumus kepribadian ideal =
E 10 R 10
Tr 10 R 10

IA 10 L 10

Beberapa rumus kepribadian yg menyimpang dr komposisi ideal, tapi tetap selaras:

1. Kepribadian yg bertaraf Tinggi:


E 18 R 16
Tr 17 R 17

IA 18 L 16

2. Kepribadian yg bertaraf Rendah:


E7R5 Tr 8 R 6

IA 6 L 4

Dari pengalamannya, Ewald mendapat kesimpulan, bahwa dlm kenyataannya yg banyak justru komposisi2 yg tdk selaras. Contoh golongan Paranoid:
E 20 R 25
Tr 22 R 30

IA 14 L 20
Yg menyolok disini adalah: Kesan2 yg berhubungan dg Dorongan Instingtif luar biasa tingginya, dan hal ini juga dg kuat dijelmakan dlm Perbuatan.

Karya Ewald, memberi gambaran yg agak memadai ttg betapa rumitnya Kepribadian manusia itu. Dia mencoba meneropong kepribadian manusia dr berbagai sudut, Shg cara pendekatannya yg pd dasarnya Tipologis itu Lalu sampai pd hasil yg mirip sekali dg cara pendekatan Pensifatan.

EDUARD SPRANGER
Tipologi berdasarkan Nilai Kebudayaan

Guru besar Ilmu Filsafat & Ilmu Pendidikan

Tipologi EDUARD SPRANGER:


Dasar pemikiran SPRANGER: Mans. terdiri dari 2 macam roh (roh subjektif = individual & roh objektif = kebudayaan). Hubungan antara roh subjektif & roh objektif saling timbal balik. Lapangan-lapangan hidup: Kebudayaan dipandang sbg sistem nilai-nilai, yg digolongkan mjd 6 lapangan-lapangan hidup (yaitu: teori/pengetahuan, ekonomi, kesenian, keagamaan, kemasyarakatan, politik).

Tipologi EDUARD SPRANGER:


6 tipe manusia:
nilai budaya yg dominan 1 2 3 4 5 6 ilmu pengetahuan ekonomi kesenian keagamaan kemasyarakatan politik tipe mans. Teori mans. Ekonomi mans. Estetis mans. Agama mans. Sosial mans. Kuasa tingkah laku dasar berpikir bekerja menikmati keindahan memuja berbakti / berkorban (ingin) berkuasa / memerintah

Tipologi EDUARD SPRANGER:


Dalam kehidupan, yg biasa kita jumpai justru kombinasi dari tipe-tipe tersebut.
Kelemahan teori ini:
Tipologi tsb disusun secara dedukatif: kurang verifikasi secara induktif dg data empiris. Hasil konsepsinya bertinjauan statis, shg sukar dikenakan pd kepribadian mans. dlm kehidupan praktis yg dinamis.

LUDWIG KLAGES
Pendekatan pensifatan.
Peletak dasar psikologi Kepribadian Modern.

Ludwig Klages:
Klages tidak setuju dg pendekatan secara tipologis, krn jika seseorang telah dimasukkan dlm salah satu tipe, maka sifat khas individualnya justru terpaksa diabaikan. Seharusnya masing2 orang didekati dan dihadapi menurut apa adanya. 3 aspek kepribadian:
Materi atau bahan Struktur Kualitas atau sifat.

1.

Aspek Materi:
Materi kepribadian tdr: semua kemampuan pembawaan beserta talenta2nya (kodrat utk digunakan dan dikembangkan oleh mans). Materi ini yaitu: Pembedaan antara ingatan dan daya mengingat kembali: Jenis hal2 yg dikenang / diingat kembali: Pengalaman kisah2 / peristiwa Pengalaman benda2 / objek Kecakapan menerima kesan2 (tanggapan): 1. Kuantitas tanggapan 2. Kualitas tanggapan 3. Dinamika tanggapan 4. Kualitas kapasitas tanggapan Pembedaan antara daya dan cara (arah) dlm memahami kesan: a) Apersepsi aktif-pasif b) Arah apersepsi yg hayati (vital) dan rohani (spiritual) c) Arah apersepsi yg berarah subjektif dan berarah objektif d) Arah apersepsi yg berarah pd pribadi (person) dan yg berarah pd masalah atau faktanya (fact) e) Arah apersepsi yg konkret dan berarah abstrak.

Ingatan: daya utk mengingat kembali kesan2, dan membanding2kan kesan yg lama dg yg baru.
Fungsinya tanpa disadari, utk:
Mengingat kembali (recognition) Mengingat kebiasaan tingkah laku Mpy harapan2 akan kesan2 yg akan diterimanya. Mengenangkan kesan2 yg keliru sbg akibat jarak waktu Berfantasi.

Daya mengingat kembali (the capacity of recollection): menimbulkan kembali dalam kesadaran apa yg ada dlm ingatannya. Antara ingatan dan daya mengingat kembali tdk selalu berkorelasi positif (ct: apa yg ada dlm ingatan seseorang sukar
utk ditimbulkan dalam kesadaran. Tapi ada juga individu yg ingatannya tdk kuat, tdk dpt menyimpan kesan2 dg baik, dg mudah mampu menimbulkan kembali apa yg ada dlm ingatannya ke kesadaran).

2. Aspek Struktur: Struktur kepribadian: dipandang sbg sifat2 bentuknya atau sifat2 formalnya.
Perbedaan tingkah laku individual ditentukan oleh dua kekuatan:
kekuatan pendorong, kekuatan penghambat.

D ----H

Tingkah laku adalah sifat pribadi yg mpy nilai konstan Struktur kepribadian tdr: a) Tempereamen, b) Perasaan, c) Daya ekspresi.

a) Temperamen:
Mrp sifat dari struktur, dmn perbedaan antar temperamen bdsr pd 2 kekuatan (hambatandorongan).

b) Perasaan:

Dlm perasaan tdpt keingingan-keinginan(sifat: menerima-menolak). Perasaan Mpy 2 sifat pokok:


1. Terletak Kegiatan batin: daya pembeda keinginan2 dlm perasaan. 2. Terdapat Corak perasaan: taraf-taraf kejelasannya.

Beda keinginan dan perasaan: Keinginan dlm perasaan beda dg keinginan dlm kemauan.
Keinginan dlm kemauan: ingin menguasai tujuan (bendanya) juga ingin menguasai alat2 (sebab2nya) dan syarat2nya. Krn: tujuan hanya dpt dicapai jk alat2 dan syarat2nya dikuasai. Keinginan dlm perasan: mpy kebebasan (otonomi, tdk terikat). Dlm kemauan aku bekerja aktif (kemauan adl aktifitas), Dlm perasaan aku berperan pasif (perasaan adl pasifitas). Dlm kemauan tdpt dialektif bakat2 kombinasi, Dlm perasaan tdpt fantasi, mudah terpengaruh, sugestibilitas.

Beda afek dan suasana perasaan:


Affek: suatu perasaan akan mjd afek jk faktor keinginan menonjol ke muka.
Cth: Pd afek, orang lebih melihat getaran drpd corak kemarahan / kegembiraan (sifat perasaan yg mpy getaran afek). 3 sifat afek: Pasif: rasa takjub, terharu Aktif: nafsu kebencian, nafsu kelamin Reaktif: rasa kasihan.

Suasana perasaan: lebih menonjolkan warna dan corak2 tertentu, yg seringkali tdk disebabkan langsung oleh faktor dari luar, tapi krn perubahan konstelasi ketidaksadaran.
Cth: kesedihan, kerinduan. Arah suasana perasaan: ekspansif (menuju ke luar) dan depresif (menuju ke dalam).

Kepekaan perasaan: tergantung pd mudah-tdknya perasaan dibangkitkan, dalam-tdknya letak perasaan.

Kp

Bp ----Dp

Orang akan mudah tersinggung jk: perasaannya mudah bangkit dan letak alat perasaannya tdk dalam.

Kekuatan kemauan: tergantung pd daya kemampuan dan daya hambatan.


Sifat Kemauan:
Aktif: sll bergerak dr suatu tujuan ke tujuan yg lain. Pasif Reaktif.

Kk

Dk ----Dh

c) Daya ekspresi:
ekspresi: proses kejiwaan (dorongan2 nafsu) seseorang yg menampakkan diri dlm proses jasmaniah (perubahan pernafasan, detak jantung). Dipengaruhi oleh keadaan perangsang dan hambatan ekspresi (penguasaan diri).

P ---He

Daya ekspresi tiap individu berbeda-beda, bisa karena faktor: Usia, Jenis kelamin, budaya suku / bangsa.

3.

Aspek Kualitas:

Kualitas kepribadian (sistem dorongan2):


Dlm kemauan: tdpt aktifitas mpertahankan aku sekuat tenaga, tp dlm perasaan aku bersifat pasif saja. Kemauan dpt mengikuti atau melawan perasaan, tp tdk dpt memanggilnya / menimbulkannya. Perasaan dpt dibangkitkann jk kemauan dilumpuhkan / ditundukkan.
Dlm kemauan aku berkuasa, dlm perasaan aku dikuasai sesuatu.

Ada 2 nafsu: Nafsu mempertahankan diri dan nafsu menyerahkan diri. Hubungan antara jiwa dan roh:
Roh mjd pendukung prinsip keakuan, daya persepsi tindakan yg menarik garis pemisah antara subjek dg objek dan menempatkan diri pd dunia sekitarnya. Sedangkan jiwa mjd pendukung perasaan. Dlm kehidupan: jiwa dan tubuh tdk ada pertentangan, tapi antara jiwa dan roh tjd ketegangan terus.

Secara teoritis murni Ada 2 Bentuk kepribadian: 1. Kepribadian yg dikuasai oleh roh; 2. Kepribadian yg dikuasai oleh jiwa.

Dinamika kepribadian mnrt sistem KLAGES:


Penyerahaan diri: nafsu rohaniah. Aku umum (stabil) = Roh Pertahanan diri: keinsafan.

Aku
Penyerahaan diri: hawa nafsu. Aku pribadi Pertahanan diri: egoisme.

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN II

Ratna Supradewi, S.Psi, Msi

SIGMUND FREUD
Aliran Psikoanalisis

Sejarah Sigmund Freud


Bapak Psikoanalisis, ia lahir di Moravia 6 Mei 1856 dan meninggal di London 23 September 1939. Bercita-cita mjd ahli ilmu pengetahuan, ia tamat dari fakultas kedokteran Universitas Wina tahun 1881. Memiliki perhatian yg besar thd neurologi, shg ia menimba ilmu pd Jean Charcot ttg metoda hipnosis, lalu belajar pd Joseph Breuer metoda lain yaitu dg mengajak pasien berbicara. Freud dan Breuer bersama-sama menulis ttg keberhasilan metoda bicara itu utk pasien histeria, tapi kemudian mereka beda pendapat ttg pentingnya faktor seksual dalam histeria. Karya utama Freud yg pertama adalah Traumdeutung (Takbir mimpi, The Interpretation of Dream, 1900).

Pokok Teori Kepribadian mnrt Freud:

1. Das Es (id): aspek biologis; 2. Das Ich (ego): aspek psikologis; 3. Das Ueber Ich (super ego): aspek sosiologis.
Masing2 aspek memiliki fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja, dinamika sendiri2. Tapi ketiganya saling berpengaruh / berhubungan erat, dan sukar (tidak mungkin) terpisah.

1.

Das Es (id)

Aspek ini adalah aspek biologis dan mrp sistem yg original di dlm kepribadian. Aspek ini yg mendasari kedua aspek lainnya tumbuh. Disebut juga realitas psikis yg sebenarnya, krn: Das Es mrp dunia batin / subyektif manusia, dan tdk mpy hubungan langsung dg dunia obyektif. Berisi: hal2 yg dibawa sejak lahir (unsur2 biologis termasuk instink2). Das Es mrp reservoir (waduk/gudang) energi psikis yg menggerakkan kedua aspek lainnya.

Das Es (id)

Energi psikis di dalam Das Es dpt meninggkat krn perangsangan dr dalam, maupun dr luar. Jika energi itu meningkat akan menimbulkan tegangan, hal ini menimbulkan pengalaman yg tdk enak / tdk menyenangkan, maka Das Es harus segera mereduksi / menghilangkan pengalaman yg tdk mengenakkan tsb. Das Es bekerja sesuai prinsip kenikmatan: menghindarkan diri dari ketidakenakan dan mengejar keenakan. Cara / proses dari prinsip tsb: 1. Refleks dan reaksi2 otomatis (ct: bersin, berkedip); 2. Proses primer (ct: orang lapar membayangkan makanan).

2.

Das Ich (ego)

Aspek ini adalah aspek psikologis dan timbul krn kebutuhan organisme utk berhubungan secara baik dg dunia kenyataan (realitat).
Orang yg lapar mesti perlu makan utk menghilangkan tegangan yg ada dlm dirinya, hal ini berarti bahwa organisme harus dpt membedakan antara khayalan ttg makanan dan kenyataan ttg makanan. (hal ini yg membedakan antara Das Es dan Das Ich, Das Es hanya mengenal dunia subyektif / batiniah, sedangkan Das Ich dpt membedakan sesuatu yg ada di dalam dunia batin dan sesuatu yg ada di dunia luar.

Das Ich bekerja dg prinsip kenyataan / realitas, dan bereaksi dg proses sekunder.
Tujuan prinsip ini: mencari obyek yg tepat / serasi utk mereduksikan tegangan yg timbul dlm organisme. Proses sekunder itu ialah: proses berpikir realistis, merumuskan suatu rencana utk memuaskan suatu kebutuhan dan mengujinya utk mengetahui apakah rencana itu berhasil / tdk.
Ct: orang lapar merencanakan dimana ia dpt memperoleh makanan utk dimakan, lalu ia pergi ke suatu tempat (ruang makan / perpustakaan), apakah di situ ada makanan / tdk.

Das Ich (ego)

Das Ich merupakan aspek eksekutif kepribadian, ia mengontrol jalan2 yg ditempuh, memilih kebutuhan2 yg dpt dipenuhi, mencari cara2 memenuhinya, serta memilih objek2 yg sesuai.
Seringkali das Ich harus mempersatukan / mendamaikan pertentangan2 antara Das Es dg Das Ueber Ich dan dunia luar.

INGAT: Das Ich adalah derivat dari Das Es, dan bukan utk merintanginya. Peran utama Das Ich adalah: menjadi perantara antara kebutuhan2 instinktif dg keadaan lingkungan individu.

3.

Das Ueber Ich (super ego)

Aspek ini adalah aspek sosilogi / aspek moral kepribadian, mrp wakil dr nilai2 tradisional dan cita2 masyarakat. Fungsinya: menentukan apakah sesuatu tersebut benar / salah, pantas / tdk pantas, susila / asusila, shg individu bertindak sesuai dg moral masyarakat. Prinsipnya adalah mengejar reward dan menjauhi punishment, dimana perilaku yg sesuai akan mendapat hadiah pujian, sedangkan perilaku yg tdk baik akan mendapatkan hukuman rasa berdosa.
Introjection: Mekanisme menyatukan sistem benarsalah dalam diri individu.

Das Ueber Ich (super ego)

Fungsi pokok Das Ueber Ich thd kedua aspek lainnya:


1. Merintangi impuls2 Das Es, terutama impuls2 seksual dan agresif yg pernyataannya sangat ditentang oleh masyarakat. 2. Mendorong Das Ich utk lebih mengejar hal2 yg moralistis drpd yg realistis. 3. Mengejar kesempurnaan.

Das Ueber Ich cenderung utk menentang kedua aspek lainnya, dan membuat dunia individu tsb menurut konsepsi yg ideal.

Instink-Keinginan-Kebutuhan-Motif
instink: sumber perangsang somatis dlm yg dibawa sejak lahir. Keinginan: perangsang psikologis. Kebutuhan: perangsang jasmani. Motif: alasan tingkah laku. Misal: lapar ingin makan mencari makanan.

Dinamika Kepribadian mnrt Freud:


A. Instink
Memiliki sifat: sumber; tujuan; obyek; penggerak / pendorong. Macam2 instink: hidup & mati. Energi psikis Das Es Energi psikis Das Ich Energi psikis Das Ueber Ich

B. Distribusi & penggunaan energi psikis

C. Kecemasan / ketakutan
3 macam kecemasan:
1. Realistis 2. Neurotis 3. Moral / perasaan berdosa.

Dinamika Kepribadian mnrt Freud:

A. Instink
adl: sejumlah energi psikis yg dipergunakan oleh kepribadian. Ada 4 macam sifat instink:
1. Sumber: sumber instink adl kebutuhan (kondisi jasmaniah). 2. Tujuan: tujuannya adl menghilangkan rangsangan kejasmanian (mereduksi tegangan / ketidakenakan). Ct: tujuan instink lapar (makan) menghilangkan keadaan kekurangan makanan, dg cara makan. 3. Obyek: obyek instink adl segala aktifitas yg mengantarai keinginan & terpenuhinya keinginan itu, tdk terbatas pd benda, tapi termasuk cara2 memenuhi kebutuhan yg timbul krn instink tsb. 4. Pendorong / penggerak: penggeraknya adl kekuatan instink tsb, tergantung pd kapasitas (besar-kecilnya) kebutuhan. Ct: semakin lapar individu maka ia juga memiliki dorongan yg semakin besar.

Dalam pemuasan kebutuhan / mereduksi tegangan, Obyek instink dpt disubstitusikan (dicari, dicoba dan diganti dg obyek lain sampai cocok / sesuai).

Dinamika Kepribadian mnrt Freud:

B. Distribusi & penggunaan energi psikis


Jumlah / banyaknya energi psikis itu terbatas, didistribusikanserta digunakan oleh ketiga aspek, maka terjadi semacam persaingan dalam menggunakan energi psikis tsb. Jika salah satu aspek lebih banyak memakai energi psikis, maka energi psikis kedua aspek yg lain menjadi lemah / sedikit. Energi psikis Das Es Energi psikis Das Ich Energi psikis Das Ueber Ich

Dinamika Kepribadian mnrt Freud:

C. Kecemasan / ketakutan
3 macam kecemasan:
1. Realistis 2. Neurotis 3. Moral / perasaan berdosa.

Perkembangan Kepribadian mnrt Freud:


A. B. C. Identifikasi Pemindahan objek Mekanisme pertahanan Ego:
a) b) c) d) e) Penekanan / represi; Proyeksi; Pembentukan reaksi; Fiksasi; Regresi.
Fase Oral (0-1 thn) Fase Anal (1-3 thn) Fase Falis / Phallic (3-5 thn) Fase Latent / Latency (5-12 thn) Fase Pubertas / Genital (12- 20 thn / Dewasa)

D.

Fase2 perkembangan:
1. 2. 3. 4. 5.

CARL GUSTAV JUNG

Aliran psikologi Analitis

3 bagian struktur Kepribadian:


1) Kesadaran. 2) Ketidaksadaran Personal. 3) Ketidaksadaran Kolektif = simbol2 warisan leluhur.
Libido Energi berisi: Kesadaran & Ketidaksadaran Personal dorongan seksual adl bagian dr totalitas libido. Prinsip2 Libido: Hukum Thermodinamika 1. Ekuivalens (kesamaan): jumlah energi psikis sll tetap, distribusinya tdk {kehilangan energi pd bagian ttn akan muncul energi pd sisi yg lain} 2. Entropi (keseimbangan): kecenderungan energi menuju keseimbangan {energi tinggi rendah} 3. Hukum pasangan berlawanan: bag sistem yg lemah berusaha mjd kuat, bagian yg kuat akan ditekan oleh bagian lain yg lemah.

1) Kesadaran:
Pusatnya ada di Ego. Ego bekerja ke 4 arah:
Sensasi

Intuisi

EGO

Pikiran

Perasaan

Intuisi: penangkapan sesuatu secara langsung tanpa proses.

2) Ketidaksadaran Personal:
Berisi pengalaman2 traumatik: pengalaman yg ditekan, dilupakan, dan yg gagal menimbulkan kesan sadar. Mirip dg pra-sadar dari Freud Complex: sekelompok idea (perasaan2, pikiran2, persepsi2, ingatan2) yg mengorganisir diri mjd satu. Ex: dlm asosiasi kata, respon individu butuh waktu lama krn kata tsb berhubungan dg organisasi pikiran-perasaaningatan yg memiliki muatan emosi kuat, shg kata apapun yg menyentuh organisasi itu akan menghasilkan respon yg tdk wajar (mis: waktu yg lama utk merespon).

faktor penyumbang timbulnya complex di dlm tingkat kesadaran yg paling dalam, yaitu: Ketidaksadaran kolektif.

3) Ketidaksadaran Kolektif
= transpersonal unconcious Adl: gudang ingatan laten yg diwariskan oleh leluhur, baik dlm ujud manusia maupun leluhur pramanusia / binatang (teori evolusi Darwin). Berisi ttg hal2 universal, krn sifatnya universal muncul dlm bentuk simbol2 dan kabur (kurang jelas).
Ct: mimpi-mimpi simbolis yg tdk dpt dikaji secara ilmiah.

Struktur Jiwa yg lengkap mnrt C.G Jung : 1. Sensasi 2. Pemikiran 3. Perasaan 4. Intuisi 5. Memori 6. Komponen subjektif 7. Afek ct: merasa tdk enak tapi tdk tau mengapa. 8. Invasi 9. Ketidaksadaran personal 10. Ketidaksadaran kolektif

Struktur Kepribadian mnrt Jung:

Kesadaran Ketidaksadaran KETIDAKSADARAN ARCHETYPE KOLEKTIF personal (EGO)

1 2
SELF

3
ARCHETYPE: 1. PERSONA / TOPENG 2. ANIMA / ANIMUS 3. BAYANGAN / SHADOW 4. Keprib. MANA

SELF:
Perifer SELF Central SELF

Macam2 teknik utk mengenal struktur jiwa:


1. 2. 3. 4. 5. Analisis mimpi Hipnosis Asosiasi kata Imajinasi aktif Test gambar

ALFRED ADLER Psikologi Individual

Alfred Adler
Seorang penentang Oedipus complex, krn ia sangat membenci ibunya. Yang terpenting pd manusia adl dorongan agresi. Teorinya yg penting:
1. Striving for Perfection : perjuangan utk kesempurnaan. 2. Kompensasi: tindakan utk menutupi / mengalihkan kekurangan organis / psikologis. 3. Driving / Striving for Superiority : dorongan utk menjadi lebih unggul dari orang lain. 4. Masculine Protest

Teori Alred Adler


Life style / gaya hidup:
1. Cara kita menghayati hidup 2. Cara kita berelasi dg orang lain 3. Sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan & keluarga, sama spt urutan kelahiran (Anak sulung= tanggung jwb, protektif, keras kepala krn yg tadinya curahan kasih sayang satu2nya; Anak kedua / tengah= setia; Anak bungsu= lebih manja). Terinspirasi oleh Jan Smuth: politisi Afrika yg mengemukakan ttg Holisme (holos=keseluruhan). individual = in tidak + + dividere terbagi

Teori Alfred Adler


Teleologi >< paham kausalitas
mnrt Freud, kausalitas: pengalaman2 masa lalu, Mnrt Adler, Teleos: bergerak kearah tujuan tertentu (maju ke depan).

Hans Vaihinge: filosof yg mengemukakan Philosophy of As if filsafat adl seolah2.


Tuhan bukan melihat hasil, tapi usaha keras yg dilakukan kita. Fiction: kebenaran yg tdk utuh.

Teori Alfred Adler

Dorongan / minat sosial berasal dari:


Alamiah (ct: simpati thd teman yg susah); Pengaruh Lingkungan.

Inferioritas:
1. 2. 3. Objektif / organik (ct: krn kekurangan fisik), Subjektif (muncul dari perasaan krn kondisi fisik), Kompleks inferioritas: jika banyak inferior yg terpendam.

Inferioritas menyebabkan individu yg neurotis / mudah cemas dg diri sendiri. Jika inferioritas terus berlangsung terus menerus dpt menyebabkan kompleks superioritas (selalu menjelek-jelekkan orang lain), shg kita menjadi tinggi / superior.

Tipe kepribadian Alfred Adler:


Kepribadian lahir dari interaksi dg orang lain (energi sosial yg mengalir pd pola2 interaksi ini).
Kepribadian seseorang dpt terlihat dlm relasinya dg orang lain. Jenis kepribadian ditentukan oleh seberapa besar energi itu mengalir:
1. Roling type: tipe yg suka mengatur
energi sosial yg besar, susah terkontrol shg suka mengatur orang lain. CHOLERIC

2. Leaning type: tipe yg suka diatur


energi sosial yg biasa2 saja, shg keputusannya sering tergantung dg orang lain. PHLEGMATIS

3. Avoiding type: tipe yg cenderung menarik diri


energi sosial yg rendah. MELANCHOLIC

4. Social type: modifikasi dari ketiga aspek, shg ideal.


SANGUINIS

Erich Fromm

KODRAT
MANUSIA = BINATANG terpisah dari alam Rasa kesepian & terisolasi

Aspek binatang MANUSIA Aspek individu Kondisi eksistensi

Kebutuhan fisiologis

Kesadaran diri, pikiran, khayalan

5 kebutuhan spesifik Manusia: 1. Kebt. Akan keterhubungan 2. Kebt. Akan transendensi 3. Kebt. Akan keterberakaran 4. Kebt. Akan identitas 5. Kebt. Akan kerangka orientasi EVOLUSI

Cara2 aktual individu Mewujudkan potensi2 batiniah

FAKTOR SOSIAL masyarakat

Cara2 aktual individu Mewujudkan potensi2 batiniah

Kompromi antara kebutuhan2 batin Dengan tuntutan dari luar

PENYESUAIAN DIRI

KEPRIBADIAN 5 TIPE KARAKTER SOSIAL-MASYARAKAT dewasa ini: 1. Tipe Reseptif 2. Tipe Eksploratif Tiap individu 3. Tipe Penimbunan Memiliki tipe campuran 4. Tipe Pemasaran Diantara keduanya 5. Tipe Produktif sehat 6. Tipe Nekrofilus Vs Biofilus

Kebutuhan spesifik manusia:


1. 2. Keterhubungan: usaha manusia menciptakan hubungan / keterikatan dg alam cinta produktif (perhatian, tanggung jawab, respek,pemahaman, timbal-balik). Transendensi: kebutuhan utk mengatasi kodrat binatangnya kreatif. Mendambakan akar2 alamiah: keinginan utk mjd bagian integral dunia perasaan memiliki keluarga. Identitas pribadi: usaha utk mjd unik, dg usaha kreatifnya / mengidentifikasikan diri dg orang / kelompok lain. Kerangka orientasi / acuan: cara yg stabil & konsisten dlm memandang & memahami dunia bisa rasional / irrasional / keduanya.

3.
4. 5.

Karakter anak disesuaikan dg kebutuhan masyarakat masyarakat berfungsi baik. Tuntutan masyarakat bertentangan dg kodrat masyarakat manusia sesat & frustrasi. Karakter (kepribadian) mempengaruhi & dipengaruhi oleh struktur sosial & perubahan sosial.

Psikologi Ego
~ EH. Erickson, 1902 ~

~ EH. Erickson, 1902 ~


Sejarah: Lahir 15 Juni 1902. Ayahnya, orang Denmark bercerai dg ibunya, orang Yahudi. Erickson ikut ibunya. Ibunya menikah lagi dg Dr. hamburger. Erickson mjd guru, mengajar anak2 kecil. Lalu ia mengamati tingkah laku anak2. ia menulus teori2 ttg perkembangan sosial. Buku: 1. Childhood and Society. 2. Identity Youth and Crisis. 3. Insight and Responsibility. 4. Toys and Reason. Ciri khas Ericksons Theory: 1. Masa remaja sebagai masa krisis. 2. Fase perkembangan psikososial.

Perbedaan Freud dan Erickson:


Sifat ego: Freud: 1. Executive: mengatur tekanan dr super ego dan individu. 2. Devensif: seolah2 mempertahankan diri agar individu tdk terlalu mengikuti super ego dan individu. Erickson: 1. Kreatif: tdk sekedar mengikuti super ego dan individu, tapi ego juga mencoba meramu / menciptakan cara yg terbaik utk mengatur tingkah laku yg baik dan tepat. Pada fase perkembangan: Freud: fase perkembangan psikoseksual.
Oral; Anal; Phallic; Laten; Genital.

Erickson: fase perkembangan psikososial.


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Trust Vs mistrust autonomy Vs shame & doubt Initiative Vs Guilty Industrious Vs Inferiority Identity Vs Role confusion Intimacy Vs Isolation Generativity Vs Stagnation Ego integrity Vs Despair

Perkembangan Psikososial:
1. Trust Vs mistrust (0-1 thn):
Anak harus mendapatkan perhatian yg cukup. Kurang perhatian mistrust, tandanya: banyak menangis. Pada umur ini mrpkn saat yg tepat sbg dasar peletakkan kepercayaan pd orang lain. Anak mulai bisa berjalan, seolah ingin lepas bebas dari pegangan orang tua, ingin mandiri. Andak berlari lalu jatuh. Kalau diolok2, anak menjadi ragu2, takut, malu. Kalau dibantu, didukung, anak menjadi baik. Dunia anak semakin luas, ingin berinisiatif, berbuat ini dan itu. Kalau anak berbuat keliru anak merasa bersalah. Anak mulai belajar ttg kerajinan, bisa merasakan kepuasaan diberi penghargaan oleh orang lain (mendapat nilai baik di sekolah). Tetapi krn temannya banyak, ia merasa tersaingi, bahkan minder.

2.

autonomy Vs shame & doubt (2-3 thn):

3.

Initiative Vs Guilty (4-5 thn):

4.

Industrious Vs Inferiority (6-11 thn):

5. Identity Vs Role confusion (12-20 thn):


Merasa bukan anak2 lagi dan belum dewasa shg bersikap canggung bila bergaul dg orang dewasa. Inilah yg sering disebut krisis identitas. Ingin terjalin hubungan yg akrab dg teman baik pria maupun wanita. Kalau sendirian akan merasa kesepian dan terasing (terisolasi). Ingin produktif menghasilkan ide2, pekerjaan, karya dan berkeluarga. Kalau tdk menghasilkan apa2 stagnasi. Bila semua fase dilalui dg baik, pada usia ini seseorang bisa menikmati hidup bahagia dan penuh integritas. Kalau tdk demikian, seseorang akan mengalami despair (penyesuaian thd masa mudanya).

6. Intimacy Vs Isolation (21-24 thn):

7. Generativity Vs Stagnation (25-65 thn):


8. Ego integrity Vs Despair (65 thn-mati):

Perkembangan Epigenetihic: perkembangan tahap demi tahap dari organ2 embrio. Periode kritis: periode yg disediakan alam utk berkembang.

Jadi Epigenetihic Model = semua fase berpengaruh


pada pembentukan kepribadian individu

Interpersonal Psychoanalysis/ Psikologi Feminin


~ KAREN HORNEY 1885-1952 ~

INFANTS YOUNG CHILDREN ABSENT of ADEQUATE PARENTING HELPLESNESS


IDEAL PHYSICAL DEPENDENT PSYCHOLOGICAL SECURITY

PARENT

basic hostility dependency

CHILD despair

repress
basic ANXIETY
NEUROTIC (10 Needs of Neurotic Person)

Strategic Needs dominant on Personality Traits


1. 2. 3. MOVING TOWARD PEOPLE MOVING AGAINTS PEOPLE MOVING AWAY FROM PEOPLE

HEALTY PERSON

ADJUST

10 kebutuhan individu Neurotik:


1. 2. 3. 4. 5. 6. Membutuhkan persetujuan & perhatian orang lain. Membutuhkan mitra yg selalu menjaganya. Membatasi kehidupan sesempit mungkin. Menguasai & mengatur orang lain. Mengeksploitasi & mengambil yg terbaik dr orang lain. Memerlukan perhatian & prestise sosial. Membutuhkan kebanggaan pribadi. Sll terobsesi dg prestsi pribadi. Memenuhi segala sesuatu sendiri tdk mau bergantung pd orang lain. Kesempurnaan. MOVING TOWARD PEOPLE (pemenuhan)

MOVING AGAINTS PEOPLE (melawan) tdk ASERTIF

7. 8. 9.
10.

MOVING AWAY FROM PEOPLE (+3)

SEHAT

NEUROTIK
DIRI yg dibenci DIRI ideal

DIRI sesungguhnya

KAREN HORNEY
Sejarah: Lahir tgl: 16 Sept 1885 dan meninggal tgl: 4 Des 1952. lahir di Jerman (Humberg). Ia masuk di sekolah ilmu kedokteran. Mulai tertarik dg psikoanalisa Freud, tapi kmd mengembangkan ide2nya sendiri. Ia menyebut psikologinya: psikologi feminin. Ia membela kaumnya dr anggapan bhw wanita minder krn tdk berpenis. Penyebab Neurosa = hubungan antara manusia terutama dg ortu kurang baik. Hal ini menimbulkan rasa tdk aman dlm diri orang tsb.

A. Basic Evil (kejahatan dasar):


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Acuh tak acuh thd anak (indifference toward the child). Membenci anak / menolak (rejection of the child). Pilih kasih (obvious of preference for a sibling). Hukuman yg tdk adil (unfair punishment). Merendahkan, mengolok-olok (ridiculing the child). Mengingkari janji (unkept promises). Isolasi (isolation from others). Memusuhi anak (hostility). Mempermalukan anak di depan orang lain (humiliating the child).

Dua kebutuhan dasar manusia adalah rasa aman dan rasa puas.

B. Prinsip-prinsip Teori Horney:


1.

Optimis positif (optimism positive principle).


Manusia mpy kemampuan utk mengubah hidup mjd baik. Manusia sejelek apapun bisa berubah, jangan putus asa, terus berharap.

2.

Masyarakat budaya (society culture principle).


Setiap individu dibentuk oleh budaya dan masyarakat setempat dimana ia tinggal.

3.

Struktur karakter (character structure principle).


Sepanjang hidupnya manusia sll menciptakan struktur2 kepribadian ttn, misalnya: kepribadian sbg anak, sbg mahasiswa, sbg ibu / bapak dan sebagai yang lainnya.

4.

Konsep diri (self concept principle).


Setiap manusia sadar bhw manusia itu berbeda dr orang lain, baik bentuk maupun pandangannya thd dunia.

5.

Konflik komplementasi (complementetion conflict principle).


Setiap manusia dalam usaha mengatasi konflik sll mengusahakan cara utk mengatasi konflik (komplementasi) agar tak tersakiti.

6.

Analis diri (self analysis principle).


Setiap manusia mpy kemampuan utk menganalisa diri.

C. Neurotic Needs (kebutuhan2 Neurotik):


Kebutuhan irasional yg diupayakan oleh manusia utk mengatasi rasa cemas, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Afeksi dan persetujuan / pengakuan. Sahabat - pelindung. Membatasi diri. Kekuasaan. Memanfaatkan orang lain. Pengakuan sosial. Dikagumi. Ambisi dan prestasi. Mandiri. Sempurna.

penurut

bermusuhan

Tipe lepas

D. Teknik Penyesuaian Diri:


1. Primer (mayor), teknik yg sering digunakan, antara lain:
1. 2. 3. Moving toward people minta tolong, minta cinta kasih dr orang lain agar lebih aman. Moving againts people marah pd semua orang agar merasa aman. Moving away from people.

2.

Sekunder (minor):
a)

Blind spots (titik2 buta):


Mengingkari / menolak pengalaman buruk yg pernah dialami agar tak menyakiti dirinya.

b)

Kompartementalisasi:
Mengkotak-kotakkan hidup ini mjd terpisah

c)

Rationalisasi:
Mencari alasan yg logis utk menutupi kekurangan2 / kegagalan / pengalaman menyakitkan.

d)

Kontrol diri berlebihan:


Menjaga tingkah lakunya dg sangat hati2.

e)

Projeksi:
Melemparkan / mencari kesalahan di luar dirinya agar diri merasa aman.

f)

Kebenaran buta:
Drpd sulit memilih sikap yg harus diambil, maka ia mengambil sikap dg asal saja, tanpa byk pikir krn setiap perbuatan ada sisi positif dan negatif.

g)

Tak berbuat / terlibat:


Drpd berbuat lalu salah lebih baik diam, tak berbuat apa2.

h)

Sinisme:
Tak percaya pd semua orang.

HARRY STACK SULLIVAN

HARRY STACK SULLIVAN


Latar bebelakang: Lahir: di New York 21 Februari 1892. Meninggal di Perancis 14 Januari 1949. Pendidikan: kedokteran Neuropsikiatri. Penelitian: ttg Skizofrenia; teori ttg hubungan-hubungan antar pribadi.
INTERPERSONAL THEORY OF PSYCHIATRY

Teori singkat Sullivan:


Dasar teori: Menekankan pd hubungan-hubungan antar pribadi (interpersonal) yg terpenting & dialami individu:

hubungan antar bayi dg ibunya


Mengkomunikasikan kecemasan

karakter interpersonal awal Perkembangan SELF


Berkembang seiring dg perasaan individu sejak kecil ketika berinteraksi dg orang lain. Bagaimana persepsi anak ttg penilaian orang lain thd dirinya.

Struktur Kepribadian:
Kepribadian mrpk organisasi yg tdr atas peristiwa2 antar pribadi.
Suatu entitas yg hanya terobservasi ketika seseorang individu bertingkah laku dlm hubungan dg orang lain (salah satunya dpt bersifat khayalan). Sehingga semua proses psikis (a.l: persepsi, ingatan, pemikiran, mimpi & khayalan bersifat antar pribadi). Mrpk pusat dinamik dr berbagai proses yg tjd dlm serangkaian medan antar pribadi.

Proses-proses penting dalam Kepribadian:


1. Dinamisme:
Unit terkecil dlm individu. Sbg pola transformasi energi yg relatif menetap secara berulang memberi ciri kpd organisme selama keberadaannya sbg organisme hidup. Kebiasaan memberi ciri pd hubungan antar pribadi.

Reaksi thd individu lain / sekelompok orang lain perasaan, sikap, tindakan. Ex: dinamisme ketakutan. Dasarnya sama tapi beda pengungkapan, tergantung: situasi & pengalaman individu. Tujuannya: memuaskan kebutuhan dasar organisme akibat dr kecemasan: SISTEM DIRI.

2.

Personifikasi: Gambaran yg dimiliki individu ttg dirinya / SELF atau ttg orang lain. Mrpk perasaan, sikap & konsepsi kompleks yg timbul krn mengalami kepuasan kebutuhan & terhindar dr kecemasan. Muncul ketika individu memiliki pengalaman antar pribadi yg memberi kepuasan (pada 1 orang).

Gambaran yg relatif menetap pd diri orang tsb (gambaran baik).


Sikap individu thd orang lain. Personifikasi yg dimiliki oleh sejumlah orang disebut stereotip. Diterima secara luas & diwariskan dr generasi ke generasi. Ex: seniman eksentrik.

3.

Proses Kognitif:
Kognisi atau pengetahuan mengklasifikasikan pengalaman kedalam 3 golongan sebelum diterima sbg bagian dr kepribadian.
A. Prototaksik: Pengalaman / keadaan sesat yg terpisah2 dr organisme yg melakukan penginderaan. Tdk saling berhubungan & tanpa arti. Muncul mulai awal kehidupan & jadi syarat timbulnya 2 pengalaman berikutnya. Parataksik: Cara berpikir dg melihat hubungan kausal / sebab-akibat antara pengalaman2 yg ada, meskipun antar pengalaman tdk ada kaitannya. Ex: tahayul. Sintaksik: Aktifitas lambang (bersifat verbal) yg diterima bersama kesepakatan arti baku. Ex: angka, kata-kata. Memiliki keterlibatan logis mempermudah komunikasi.

B.

C.

Manusia hidup dlm: masa lampau, sekarang, & masa depan menerangkan pikiran & perbuatnnya. Tinjauan masa depan tergantung: ingatan masa lampau & interpretasi masa kini.

SISTEM DIRI
Sbg upaya organisme utk mhindari / mengurangi kecemasan aktual / potensial protektor SELF. 3 bentuk tindakan dlm sistem diri:
the good me
Menyetujui tingkah laku ttn. Berhubungan / diasosiasikan dg pengalaman yg menyenangkan.

the bad me
Melarang tingkah laku ttn. Diasosiasikan dg rasa sakit / pengalaman yg mengancam rasa aman.

the not me
Bagian diri yg ditolak. Diasosiasikan dg kecemasan yg tdk dpt ditolelir.

SISTEM DIRI
Cenderung terpisah dr aspek2 kepribadian yg lain.

Tdk membiarkan masuknya info yg tdk sesuai dg organisasi saat ini

Tdk mengambil pelajaran dr pengalaman Membuat individu subjektif dlm menilai tingkah lakunya sendiri.

Mereduksi kecemasan Menghambat individu berinteraksi secara konstruktif ~ kaku.

Dinamika Kepribadian:
Kepribadian mrpk sistem energi yg fungsi utamanya melakukan aktifitas2 utk mereduksi tegangan. Sumber tegangan:
1. Kebutuhan2 organisme (kebutuhan fisiokimiawi: makanan, air, oksigen; kebutuhan rasa aman; kebutuhan keintiman). Tegangan
Kebutuhan mentransformasikan energi khusus

Apathis
Kepuasan 2. Kecemasan = penghayatan thd tegangan akibat adanya ancaman nyata thd keamanan individu. Tingkat kecemasan / intensitas tergantung:
Keseriusan ancaman, Efektifitas SISTEM DIRI.