Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS STRUKTUR ORGANISASI DAN DESAIN ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS ORGANISASI PADA KKT SARI REJEKI DESA

PULOSARI KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR MOCHAMAD MUCHSON UNP KEDIRI ABSTRAK Diantara pelaku ekonomi koperasi masih menunjukkan kinerja yang kurang optimal apabila dibandingkan dengan para pelaku kegiatan ekonomi yang lain seperti Badan Usaha Milik Negara maupun usaha swasta. Hal ini disebabkan karena ciri koperasi sendiri adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Jadi kesejahteraan bersama menjadi dasar dari didirikannya koperasi. Berbeda dengan dua pelaku ekonomi yang lain yaitu BUMN dan usaha swasta yang didirikan untuk semata-mata memperoleh keuntungan. Salah satu faktor penyebab mengapa kinerja koperasi belum optimal adalah organisasi koperasi disamping sebagai organisasi formal juga sebagai organisasi social hal ini sangat berbeda dengan BUMN atau usaha swasta yang berperan hanya sebagai organisasi formal. Organisasi social adalah konsep yang menunjuk pada cara-cara suatu masyarakat diorganisasi yang berpedoman pada norma (kaidah), tata kelakuan (mores), peran-peran (roles), nilai-nilai (values) dan pola-pola komunikasi. Organisasi formal merupakan salah satu kategori dalam organisasi social yang dikonstruksi dengan sengaja untuk mencapai tujuan-tujuan yang spesifik dan dirumuskan dengan jelas. Koperasi sebagai organisasi social karena tujuannya adalah untuk mencapai kesejahteraan bersama, sedang koperasi sebagai organisasi formal karena adanya pembagian kerja, pengelompokkan kerja dalam rangka mencapai tujuan yaitu pengembangan usaha dan peningkatan sisa hasil usaha. Organisasi koperasi juga diarahkan untuk mencapai efektivitas organisasi yaitu tingkatan pencapaian organisasi atas tujuan jangka pendek (tujuan) dan jangka panjang (cara). Organisasi koperasi dikatakan efektif apabila menunjukkan kinerja yang baik dari aspek kelembagaan, aspek permodalan, dan aspek usaha. Dari latar belakang masalah tersebut dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana organisasi koperasi dipandang dari sudut Teori Organisasi yaitu struktur organisasi dan desain organisasi? 2) Apakah Koperasi sudah mencapai organisasi yang efektif? Hasil pembahasan menunjukkan: 1) Koperasi KKT Sari Rejeki telah memenuhi unsure kompleksitas yaitu differensiasi horizontal yaitu melakukan spesialisasi pekerjaan: Dewan penasehat, Pengawas, Pengurus, Manajer, Kepala Unit, dan Karyawan. 2) Koperasi KKT Sari Rejeki juga telah melakukan departementalisasi yaitu: Unit saprodi, Unit simpan pinjam dan unit pertokoan. 3) Rantai komando mengalir dari atas ke bawah. Sedang rantai tanggung jawab mengalir dari bawah ke atas. 4)Differensiasi spasial (Rentang kendali). Manajer membawahi tiga kepala unit yaitu unit saprodi, unit simpan pinjam dan unit pertokoan. Sedang masing-masing kepala unit membawahi tiga karyawan yaitu bagian distribusi, bagian pemasaran dan bagian administrasi. 5) Koperasi KKT Sari Rejeki mengikuti sistem desentralisasi yaitu pengembilan keputusan terletak pada rapat anggota. 6) Koperasi KKT Sari Rejeki adalah organisasi formal yang ditandai oleh adanya uraian jabatan, aturan tertulis organisasi, prosedur (proses kerja) terdefinisi dengan jelas yaitu ada di Undang-Undang Koperasi. 7) Koperasi KKT Sari Rejeki telah menjadi organisasi yang efektif yaitu telah mencapai tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang, baik dari sisi kelembagaan, permodalan, maupun usaha. Kata-kata kunci: Koperasi, BUMN, BUMS, Organisasi formal, Organisasi sosial, norma (kaidah), tata kelakuan (mores), peran-peran (roles), nilai-nilai (values) dan pola-pola komunikasi, Specialisasi, Departementalisasi, Desentralisasi.

1. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah Diantara pelaku ekonomi koperasi masih menunjukkan kinerja yang kurang optimal apabila dibandingkan dengan para pelaku kegiatan ekonomi yang lain seperti Badan Usaha Milik Negara maupun usaha swasta. Hal ini disebabkan karena ciri koperasi sendiri adalah badan usaha yang

beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Jadi kesejahteraan bersama menjadi dasar dari didirikannya koperasi.
Berbeda dengan dua pelaku ekonomi yang lain yaitu BUMN dan usaha swasta yang didirikan untuk semata-mata memperoleh keuntungan. Di pandang dari sudut Teori Organisasi organisasi koperasi adalah system yang saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Sistem dalam organisasi terdiri dari rapat anggota, pengawas, pengurus, manajer dan unit-unit usaha. Unsur-unsur system ini bekerja sama dan saling tergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan para anggota. Salah satu faktor penyebab mengapa kinerja koperasi belum optimal adalah organisasi koperasi disamping sebagai organisasi formal juga sebagai organisasi social hal ini sangat berbeda dengan BUMN atau usaha swasta yang berperan hanya sebagai organisasi formal. Organisasi social adalah konsep yang menunjuk pada cara-cara suatu masyarakat diorganisasi yang berpedoman pada norma (kaidah), tata kelakuan (mores), peran-peran (roles), nilai-nilai (values) dan pola-pola komunikasi. Organisasi formal merupakan salah satu kategori dalam organisasi social yang dikonstruksi dengan sengaja untuk mencapai tujuan-tujuan yang spesifik dan dirumuskan dengan jelas. Koperasi sebagai organisasi social karena tujuannya adalah untuk mencapai kesejahteraan bersama, sedang koperasi sebagai organisasi formal karena adanya pembagian kerja, pengelompokkan kerja dalam rangka mencapai tujuan yaitu pengembangan usaha dan peningkatan sisa hasil usaha. Organisasi koperasi memenuhi unsure sebagai organisasi formal seperti yang dikatakan oleh Etzioni (1985) yaitu (i) ada pembagian kerja, kekuasaan dan tanggung jawab dalam komunikasi yang berpola. Sengaja direncanakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu; (ii) adanya beberapa pusat kekuasaan yang berfungsi untuk (a) mengendalikan kegiatan (usaha) organisasi; (b) mengarahkan organisasi mencapai tujuan; dan (c) mengkaji hasil yang dicapai untuk menyusun pola-pola kerja baru guna meningkatkan efisiensi di masa depan; (iii) ada dinamika ketenagaan seperti pergantian, pemindahan dan promosi karyawan.

Struktur organisasi koperasi juga merupakan struktur organisasi formal dimana didalamnya terdapat spesialisasi kerja yaitu sampai tingkat mana tugas-tugas dibagi ke dalam pekerjaanpekerjaan yang terpisah (pengawas, pengurus, manajer), departementalisasi yaitu

pengelompokkan pekerjaan (unit Saprodi, unit simpan pinjam, unit pertokoan), rantai komando yaitu kepada siapa individu dan kelompok melapor (karyawan melapor ke manajer, manajer melapor ke pengurus, dan pengurus melapor ke rapat anggota), rentang kendali yaitu berapa jumlah individu sebenarnya yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efektif dan efesien ( 3 karyawan, bagian distribusi, bagian pemasaran, bagian administrasi), sentralisasi dan desentralisasi merujuk pada dimana letak wewenang pengambilan keputusan ( kekuasaan tertinggi koperasi terletak pada rapat anggota/desentralisasi), dan formalisasi yaitu sampai tingkat manakah ada aturan dan pengaturan untuk mengarahkan karyawan dan manajer ( ada job deskripsi masing/masing unsur dalam koperasi). Organisasi koperasi juga diarahkan untuk mencapai efektivitas organisasi yaitu tingkatan pencapaian organisasi atas tujuan jangka pendek (tujuan) dan jangka panjang (cara). Organisasi koperasi dikatakan efektif apabila menunjukkan kinerja yang baik dari aspek kelembagaan, aspek permodalan, dan aspek usaha. b. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah tersebut dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana organisasi koperasi dipandang dari sudut Teori Organisasi yaitu struktur organisasi dan desain organisasi pada Koperasi Kelompok Tani Sari Rejeki Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar? 2. Apakah Koperasi Kelompok Tani Sari Rejeki Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar sudah mencapai organisasi yang efektif? c. Tujuan Pembahasan Dari rumusan masalah tersebut tujuan pembahasan ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui struktur organisasi dan desain organisasi pada Koperasi Kelompok Tani Sari Rejeki Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. 2. Untuk mengetahui apakah Koperasi Kelompok Tani Sari Rejeki Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar sudah mencapai organisasi yang efektif. II. Pembahasan a. Struktur Organisasi Kompleksitas

Kompleksitas merujuk pada tingkat differensiasi yang ada di sebuah organisasi. Differensiasi horizontal mempertimbangkan tingkat pemisahan horizontal diantara unit-unit. Differensiasi vertical merujuk pada kedalaman hirarkhi organisasi. Differensiasi spasial meliputi tingkat sejauh mana lokasi fasilitas dan para pegawai organisasi tersebar secara geografis. Peningkatan salah satu dari ketiga factor tersebut akan meningkatkan kompleksitas sebuah organisasi. (Stephen P. Robins, 2006:92). Differensiasi horizontal merujuk pada tingkat differensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi pada anggotanya, sifat dan tugas yang mereka laksanakan dan tingkat pendidikan serta pelatihannya. Dapat dikatakan bahwa semakin banyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan yang istimewa, semakin komplek pula organisasi tersebut. Mengapa? Karena orientasi yang berbesa-beda akan lebih menyulitkan para anggota organisasi untuk berkomunikasi serta lebih sukar bagi manajemen untuk mengkoordinasi kegiatan mereka. Differensiasi horizontal di dalam organisasi ditunjukkan oleh adanya spesialisasi dan departementalisasi. 1. Spesialisasi Pekerjaan Spesialisasi menekankan pembagian pekerjaan untuk dikerjakan oleh sekelompok orang yang mempunyai kompetensi tertentu. Pekerjaan tersebut diselesaikan sebagai langkah yang diterimanya dan atau diberikannya kemudian kepada sekelompok individu lain untuk merampungkannya. Berikut ini adalah spesialisasi pekerjaan yang ada di KKT Sari Rejeki: a. Dewan penasehat b. Pengawas c. Pengurus d. Manajer e. Kepala Unit f. Karyawan

2. Departementalisasi Departementalisasi adalah kegiatan membagi-bagi aktivitas ke dalam unit-unit organisasi yang akan melaksanakan fungsi atau bidang kerja tertentu. Dalam departementalisasi terbentuk satuan organisasi utama yang langsung berada di bawah pucuk pimpinan dan satuan organisasi lanjutan yang berkedudukan di bawah satuan organisasi utama. Pengelompokkan kegiatan dilakukan menurut fungsi, tipe produk, geografi/teritori,

pelanggan (grosir, eceran, pemerintah). Berikut ini departementalisasi pada koperasi KKT Sari Rejeki:

a. Kepala Unit Saprodi 1) Bagian distribusi 2) Bagian pemasaran 3) Bagian administrasi b. Kepala Unit Simpan Pinjam 1) Bagian distribusi 2) Bagian pemasaran 3) Bagian administrasi c. Kepala Unit Pertokoan 1) Bagian distribusi 2) Bagian pemasaran 3) Bagian administrasi 3. Rantai Komando Konsep rentai komando terkait dengan dua konsep lain yaitu wewenang dan kesatuan komando. Rantai komando menunjuk pada garis yang tidak putus dari wewenang; terentang dari pucuk organisasi sampai eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor kepada siapa. Wewenng menunjuk pada hak-hak inherent (esensial, fundamental) suatu posisi manajerial untuk memberikan perintah dan mengharapkan dipatuhinya perintah itu. Kesatuan komando merupakan prasyarat yang menjamin bahwa sorang bawahan hanya mempunyai satu atasan kepada siapa ia bertanggung jawab secara langsung. Dari bagan dibawah ini dapat dilihat bahwa di dalam koperasi ini garis perintah mengalir dari atas ke bawah. Sedang garis tanggung jawab mengalir dari bawah ke atas.

RAPAT ANGGOTA

DEWAN PENASEHAT

PENGURUS

PENGAWAS

MANAJER

KEPALA UNIT SAPRODI

KEPALA UNIT SIMPAN PINJAM

KEPALA UNIT PERTOKOAN

KARYAWAN

KARYAWAN

KARYAWAN

Keterangan: Garis perintah Garis tanggung jawab

Differensiasi vertical Differensiasi vertical merujuk pada kedalaman struktur. Kedalaman meningkat, demikian pula kompleksitasnya, karena jumlah tingkatan hirarkhi di dalam organisasi bertambah. Makin banyak tingkatan yang terdapat diantara top manajemen dan tingkat hirarkhi yang paling rendah makin besar pula potensi terjadinya distorsi dalam komunikasi, dan makin sulit mengkoordinasi pengambilan keputusan dari pegawai manajerial,serta makin sukar bagi

top manajemen untuk mengawasi kegiatan bawahannya. Differensiasi vertical di dalam organisasi terdapat di dalam rentang kendali (span of control). (Stephen P. Robins, 2008:96). 4. Rentang Kendali Rentang kendali (span of control) adalah jumlah maksimum bawahan atau fungsi yang dapat dikerjakan secara efektif (Winardi, 1972:418) Untuk melakukan analisis rentang kendali diperlukan pemahaman terhadap uraian tugas dan bagan organisasi. Suatu bagan organisasi akan menunjukkan setidak-tidaknya jumlah laporan langsung, walaupun dalam kenyataan seringkali tidak selalu, seseorang kepada atasanatasannya. Uraian tugas akan membantu menentukan peran-peran untuk dilakukan setiap orang dalam organisasi (Cushway and Lodge, 1999:36). Rentang kendali yang kecil memungkinkan seorang manajer dapat mempertahankan control yang akrab dengan bawahan-bawahannya. Rentang kendali yang kecil mempunyai kelemahan sebagai berikut (i) manajemen menjadi mahal karena mempunyai tingkatan yang banyak; (ii) komunikasi vertical dalam organisasi menjadi lebih rumit, sehingga

pengambilan keputusan menjadi lambat dan cenderung menyebabkan manajemen atas terpencil, (iii) mendorong penyeliaan ketat yang berlebihan dan tidak memberikan peluang untuk otonomi bagi karyawan. Sebaliknya, dalam rentang kendali yang lebar organisasi memperoleh beberapa keuntungan seperti (i) mengurangi biaya, menekan overhead, mempercepat keputusan, meningkatkan keluwesan, lebih dekat dengan pelanggan, dan memberdayakaan karyawan, (ii) jaminan kerja tetap baik, investasi yang lebih besar untuk pelatihan karyawan, dan (iii) karyawan mengetahui pekerjaan mereka secara mendalam dan mendapatkan solusi atas kesulitan kerja dari rekan kerja. Rentang kendali biasanya diistilahkan dengan rentang 4, 6, 8100 dan seterusnya, artinya seorang manajer membawahi 4, 6, 8..100 bawahan. Dalam koperasi ini seorang manajer membawahi 3 kepala bidang usaha yaitu bidang saprodi, bidang simpan pinjam, dan bidang pertokoan. Sedang masing-masing kepala bidang membawai 3 orang karyawan yaitu bagian distribusi, bagian pemasaran dan bagian administrasi. Berikut ini bagan organisasi yang menunjukkan rentang kendali tersebut.

RAPAT ANGGOTA

DEWAN PENASEHAT

PENGURUS

PENGAWAS

MANAJER

KEPALA UNIT SAPRODI

KEPALA UNIT SIMPAN PINJAM

KEPALA UNIT PERTOKOAN

KARYAWAN 1) Bag. Distribusi 2) Bag. Pemasaran 3) Bag. Administrasi

KARYAWAN 1) Bag. Distribusi 2) Bag. Pemasaran 3) Bag. Administrasi

KARYAWAN 1) Bag. Distribusi 2) Bag. Pemasaran 3) Bag. Administrasi

5. Densentralisasi Pada prinsipnya, sentralisasi dalam organisasi ditunjukkan oleh pengambilan keputusan terpusat pada satu titik tunggal dalam organisasi. Sebaliknya dalam organisasi yang terdentralisasi keputusan dilakukan secaraa leluasa yang tercermin dari proses pengambilan keputusan yang dialihkan para manajer ke bawah, yaitu pada tingkat karyawan tingkat lebih rendah. Pasal-pasal UU No. 25 Tahun 1992 berikut ini menjelaskan bahwa koperasi menganut system desentralisasi:

a) Prinsip Koperasi (Pasal 5) b) Rapat Anggota Pasal 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28

Differensial spasial Organisasi dapat melakukan aktivitas yang sama dengan tingkat differensiasi horizontal dan pengaturan hirarkhi yang sama di berbagai lokasi. Tetapi keberadaan berbagai lokasi tersebut meningkatkan kompleksitas. Oleh karena itu, elemen ketiga dalam kompleksitas adalah differensiasi spasial yang merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi dari kantor, pabrik, dan personalia sebuah organisasi tersebur secara geografis. (Stephan P. Robins, 2008:98). Di Koperasi ini aktivitas operasional manajemen dan unit-unit usaha menjadi satu lokasi sehingga tidak ada differensiasi spasial. 6. Formalisasi Formalisasi adalah tingkat pembakuan pekerjaan dalam organisasi. Tingkat pembakuan pekerjaan itu bisa sangat forml (tinggi) dimana kuantitas keleluasaan minimum, baik menyangkut apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana seharusnya dikerjakan. Organisasi dengan tingkat formalisasi tinggi ditandai oleh (i) uraian jabatan tersurat, banyak aturan organisasi, prosedur (proses kerja) terdefinisi jelas; (ii) sedikit masukan dari karyawan berkenaan dengan bagaimana pekerjaan dilakukan; (iii) menyingkirkan kemungkinan karyawanmenjalankan perilaku alternative; dan (iv) karyawan tidak merasa perlu mempertimbangkan alternative-alternatif. Berikut ini adalah job description pengurus dan pengawas menurut UU No. 25 tahun 1992: a) Pengurus Pasal 29, 30, 31, 32, 33, 35, 36 b) Pengawas Pasal 38, 39

b. Efektivitas Organisasi 1. Rasio Keuangan Ratio Keuangan 2007 2008 Standar

1. Ratio likwiditas

a) Cash to current Liabilities ratio b) Current ratio 1,18 % 229,26% 4,74% 178,42% 10 % 200%

2. Ratio solvabilitas a) Total assets to debt ratio 246,43% 194,16% Tahun lalu

3. Ratio rentabilitas a) Rentabilitas ekonomis b) Rentabilitas modal sendiri 17,05% 14,95% Tahun lalu 6,60% 5,09% Tahun lalu

Keterangan: 1. Ratio likwiditas adalah ratio yang menggambarkan kemampuan koperasi untuk membeyar utang jangka pendek. Ratio cash to current liabilities adalah kemampuan kas untuk melunasi utang jangka pendek. Apabila dibandingkan dengan standar 10 % maka tahun 2007 dan 2008 kemampuan kas untuk membayar utang jangka pendek sangat kecil 1,18% tahun 2007 meningkat menjadi 4,74% tahun 2008. Sedang current ratio adalah kemampuan aktiva lancar untuk melunasi hutang jangka pendek. Apabila dibandingkan dengan standar 200% maka tahun 2007 kemampuan aktiva lancer

melunasi hutang lancar diatas standar 229,26%. Sedangkan tahun 2008 mengalami penurunan yaitu 178,42%. 2. Ratio solvabilitas adalah kemampuan koperasi untuk melunasi utang jangka panjang. Apabila dibandingkan pertahun maka kemampuan koperasi untuk melunasi hutang jangka panjang semakin menurun yaitu 246,43% tahun 2007 menjadi 194,16% tahun 2008. 3. Ratio rentabilitas adalah ratio yang menunjukkan kemampuan koperasi untuk mendapatkan keuntungan. Ratio rentabilitas ekonomis adalah kemampuan total modal untuk menghasilkan keuntungan. Apabila dibandingkan dengan tahun lalu maka kemampuan total modal untuk menghasilkan keuntungan semakin menurun yaitu 6,60%

tahun 2007 menjadi 5,09% tahun 2008. Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan. Apabila dibandingkan dengan tahun lalu maka kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan juga semakin menurun yaitu 17,05 % tahun 2007 menjadi 14,95% tahun 2008. 2. Program Kerja Tahun 2009 a) Bidang Kelembagaan 1) Menyadarkan anggota melalui penyuluhan tentang pengertian koperasi dimasingmasing dukuh sehingga akan tahu hak dan kewajiban sebagai anggota koperasi. 2) Meningkatkan peran serta kelompok tani dan lembaga-lembaga yang ada di desa Pulosari untuk mendukung kegiatan koperasi. 3) Menggalang kerja sama dengan perusahaan/distributor dengan prinsip saling menguntungkan. 4) Melengkapi sarana perkantoran guna menunjang ketertiban dan kelancaran administrasi koperasi (laptop, brangkas). 5) Meningkatkan hubungan dengan dinas terkait guna mendapatkan informasi yang ada kaitannya dengan program pemerintah. 6) Mengkoordinasikan kelompok tani dan Darmo Tirto dalam setiap musim tanam maupun musim panen. 7) Bagi anggota yang meninggal dunia haknya diberikan semua (simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela) dan ditambah uang lurup sebesar Rp 250.000,(dua ratus lima puluh ribu rupiah). 8) Bagi anggota yang sakit opname di rumah sakit minimal 3 hari akan mendapatkan bantuan pengobatan sebesar Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah). 9) Dana untuk (pada huruf g dan h) dicadangkan dari SHU yang belum dibagikan. 10) Mengadakan pendidikan anggota mengenai perkoperasian. 11) Pengadaan alat alsintan serta cara pengoperasiannya. b) Bidang Permodalan 1) Menertibkan simpanan wajib dengan manyadarkan anggota melalui angsuran pinjaman. 2) Membuka tabungan berjangka (Sijakop) dan Simkop dengan suku berjangka (Sijakop) dan Simkop dengan suku bunga sesuai dengan bunga bunga sesuai dengan bunga bank dan sewaktu-waktu bank dan sewaktu-waktu bisa berubah. 3) Mengajukan kredit lunak lewat BBM, BUMN, APBD sesuai kebijaksanaan pemerintah.

c) Bidang Usaha 1) Unit usaha saprodi Menagih piutang-piutang yang sudah lama dengan kerjsama perangkat desa dan kelompok tani. Mengangsur KUT pada Bank BPD setiap tahun Rp 5.000.000,-

2) Unit pertokoan Meningkatkan pelayanan kepada anggota (melengkapi bagian took). Menertibkan mekanisme penjualan dan pembelian barang took dan buku stock guna mengantisipasi kerugian. 3) Unit simpan pinjam Meningkatkan pelayanan anggota melalui konsultasi dengan calon nasabah sehingga anggota tahu maksud dan tujuan koperasi khususnya program simpan pinjam. Jasa simpan pinjam 24% pertahun dicadangkan 1 s/d 1,3 % untuk PTT berlaku bagi simpan pinjam uang dan saprodi. Pinjaman berapapun besarnya pakai agunan bagi semua nasabah anggota maupun bukan anggota. Pinjaman yang kurang lancar dipanggil dan didatangi langsung kepada nasabah yang bersangkutan.

Jasa simpan pinjam 2% plet, angsuran terakhir tidak dikenakan jasa.

3. Laporan badan pengawas: a. Organisasi dianggap sudah baik namun perlu ditingkatkan kinerjanya. b. Administrasi baik keuangan maupun organisasi telah dikerjakan sesuai aturan perundangan koperasi. c. Pendapatan meningkat dalam usaha namun masih perlu peningkatan pelayanan terhadap anggota masalahnya koperasi adalah milik anggota. d. Pertanggungjawaban pengurus cukup transparan maka pengawas merekomendasikan untuk dapat disahkan (pertanggungjawaban pengurus).
C. Kerangka Berpikir

Tulisan ini mengkaji organisasi koperasi KKT Sari Rejeki dari dua aspek yaitu struktur organisasi dan desain organisasi. Struktur organisasi meliputi kompleksitas, rantai komando, rentang kendali, desentralisasi dan formalisasi. Kompleksitas merujuk pada tingkat differensiasi yang ada di sebuah organisasi. Differensiasi horizontal mempertimbangkan tingkat pemisahan horizontal diantara unit-unit.

Differensiasi vertical merujuk pada kedalaman hirarkhi organisasi. Differensiasi spasial meliputi tingkat sejauh mana lokasi fasilitas dan para pegawai organisasi tersebar secara geografis.sentralisasi/desentralisasi, formalisasi dan desain organisasi meliputi bagan organisasi. Konsep rentai komando terkait dengan dua konsep lain yaitu wewenang dan kesatuan komando. Rantai komando menunjuk pada garis yang tidak putus dari wewenang; terentang dari pucuk organisasi sampai eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor kepada siapa. Wewenng menunjuk pada hak-hak inherent (esensial, fundamental) suatu posisi manajerial untuk memberikan perintah dan mengharapkan dipatuhinya perintah itu. Kesatuan komando merupakan prasyarat yang menjamin bahwa sorang bawahan hanya mempunyai satu atasan kepada siapa ia bertanggung jawab secara langsung. Konsep rantai komando terkait dengan dua konsep lain yaitu wewenang dan kesatuan komando. Rantai komando menunjuk pada garis yang tidak putus dari wewenang; terentang dari pucuk organisasi sampai eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor kepada siapa. Wewenng menunjuk pada hak-hak inherent (esensial, fundamental) suatu posisi manajerial untuk memberikan perintah dan mengharapkan dipatuhinya perintah itu. Kesatuan komando merupakan prasyarat yang menjamin bahwa sorang bawahan hanya mempunyai satu atasan kepada siapa ia bertanggung jawab secara langsung. Rentang kendali (span of control) adalah jumlah maksimum bawahan atau fungsi yang dapat dikerjakan secara efektif. Sentralisasi dalam organisasi ditunjukkan oleh pengambilan keputusan terpusat pada satu titik tunggal dalam organisasi. Sebaliknya dalam organisasi yang terdentralisasi keputusan dilakukan secaraa leluasa yang tercermin dari proses pengambilan keputusan yang dialihkan para manajer ke bawah, yaitu pada tingkat karyawan tingkat lebih rendah. Formalisasi adalah tingkat pembakuan pekerjaan dalam organisasi. Tingkat pembakuan pekerjaan itu bisa sangat forml (tinggi) dimana kuantitas keleluasaan minimum, baik menyangkut apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana seharusnya dikerjakan. Desain organisasi merujuk pada bagan organisasi. Struktur organisasi dan desain organisasi termasuk teori organisasi (makro) dari organisasi.

KOMPLEKSITAS
HORIZONTAL: SPESIALISASI, DEPARTEMENTALIS ASI. VERTIKAL: RENTANG KENDALI

STRUKTUR ORGANISASI

RANTAI KOMANDO, RENTANG KENDALI, DESENTRALISASI

TEORI ORGANISASI

(MAKRO) ORGANISASI

DESAIN ORGANISASI FORMALISASI

PRODUKTIVITAS PERILAKU ORGANISASI(MIKRO) PEGAWAI

BAGAN ORGANISASI

ABSENSI

PERPUTARAN PEGAWAI KEPUASAN KERJA PERILAKU INDIVIDU PERILAKU KELOMPOK


PERSEPSI, NILAI-NILAI, PENGETAHUAN, MOTIVASI, KEPRIBADIAN

PERAN, STATUS KEPEMIMPINAN, KEKUASAAN, KOMUNIKASI, KONFLIK

III. Penutup a. Kesimpulan 1. Koperasi KKT Sari Rejeki telah memenuhi unsure kompleksitas differensiasi horizontal karena telah melakukan spesialisasi dan departementalisasi. Spesialisasi pekerjaan yaitu penasehat, Pengawas, Pengurus, Manajer, Kepala Unit, dan Karyawan. 2. Koperasi KKT Sari Rejeki juga telah melakukan departementalisasi yaitu: a. Kepala Unit Saprodi 1) 2) 3) Bagian distribusi Bagian pemasaran Bagian administrasi Dewan

b. Kepala Unit Simpan Pinjam 1) 2) 3) Bagian distribusi Bagian pemasaran Bagian administrasi

c. Kepala Unit Pertokoan 1) 2) 3) Bagian distribusi Bagian pemasaran Bagian administrasi

3. Rantai komando mengalir dari atas ke bawah. Sedang rantai tanggung jawab mengalir dari bawah ke atas. 4. Differensiasi spasial diwiujudkan dalam bentuk rentang kendali. Manajer membawahi tiga kepala unit yaitu unit saprodi, unit simpan pinjam dan unit pertokoan. Sedang masing-masing kepala unit membawahi tiga karyawan yaitu bagian distribusi, bagian pemasaran dan bagian administrasi. 5. Koperasi KKT Sari Rejeki mengikuti sistem desentralisasi yaitu pengembilan keputusan terletak pada rapat anggota. 6. Koperasi KKT Sari Rejeki adalah organisasi formal yang ditandai oleh adanya uraian jabatan, aturan tertulis organisasi, prosedur (proses kerja) terdefinisi dengan jelas yaitu ada di UndangUndang Koperasi. 7. Koperasi KKT Sari Rejeki telah menjadi organisasi yang efektif yaitu telah mencapai tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang, baik dari sisi kelembagaan, permodalan, maupun usaha. b. Rekomendasi Sesuai dengan rekomendasi badan pengawas KKT Sari Rejeki hendaknya :

1. Meningkatkan kinerja organisasi. 2. Meningkatkan sistem administrasi dan keuangan sesuai dengan perundangan koperasi. 3. Meningkatkan pelayanan pada anggota. IV. Daftar Pustaka Materi Kuliah Teori Organisasi. 2009. Tipologi Organisasi. Upaya Mengelompokkan OrganisasiOrganisasi Berdasarkan Karakteristik tertentu. Rapat Anggota Tahunan 2008. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi kelompok Tani KKT Sari Rejeki. Desa Pulosari. Kecamatan Kebakkramat. Kabupaten Karanganyar. Robbins, Stephen P, Teori Organisasi: Struktur, Desain dan Aplikasi: Edisi 3, Prentice-Hall International, Inc, Arcan, Jakarta, 2008 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992. Perkoperasian.