Anda di halaman 1dari 4

KU-4078 Studium Generale

TUGAS RESUME KE-8


Sparkling Surabaya
Pembicara: Ir. Tri Rismaharini, MT (Walikota Surabaya)
Rabu, 10 April 2013

Oleh : Sofia Fadillah Teknik Sipil - 15010077 Hp. 02270705132

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013

Pada pertemuan kali ini, kuliah Studium Generale mengangkat tema Sparkling Surabaya. Kuliah yang diselenggarakan pada 10 April 2013 di Aula Barat ITB ini menghadirkan Ir. Tri Rismaharini, MT sebagai pembicara. Ibu Risma adalah walikota Surabaya yang menjabat sejak 8 Juni 2010. Beliau merupakan wali kota wanita pertama di Surabaya. Ibu Risma menyelesaikan studi S-1 jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kemudian di almamater yang sama Risma meraih S-2 Manajemen Pembangunan Kota. Beliau memiliki prinsip bahwa apapun tindakan yang dilakukannya harus bermanfaat bagi orang-orang dan lingkungan di sekitarnya. Tri Rismaharini dianggap berhasil dalam tata ruang kota Surabaya. Kota Surabaya berhasil meraih kembali penghargaan Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan, setelah lima tahun bertutut-turut tidak pernah memperolehnya. Prestasi ini sebenarnya sudah dapat diduga sebelumnya, karena beliau adalah orang yang sejak masih di birokrat dikenal sangat memperhatikan kebersihan dan keindahan kota Surabaya. Sebelum menjadi walikota, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2005-2008) dan Kepala Perencanaan Kota Surabaya (2008-2010). Di tangannya, banyak sudut kota Surabaya, seperti lahan-lahan kosong sampai dengan pulau-pulau jalan yang tak terpelihara dan gersang disulap menjadi taman-taman dengan bunga-bunga warna-warni yang asri. Beliau dijuluki pejabat yang "gila taman" karena dikenal sangat memperhatikan kebersihan dan keindahan kota Surabaya. Hasilnya, kota Surabaya yang sebelumnya dikenal sebagai kota yang garang dengan kegersangannya, panas terik menyengat kulit, dengan sampah di mana-mana, berhasil disulap menjadi kota yang penuh dengan taman nan asri. Membuat kota Surabaya menjadi selain bersih, hijau, dan asri, juga enak dipandang mata, sekalipun kita berada di tengah jalan raya dengan kepadatan lalulintas. Taman-taman itu semuanya dengan telaten dan rutin dirawat sampai dengan sekarang. Taman-taman itu pun bukan hanya sekadar taman-taman belaka, tetapi sedapat-dapatnya taman-taman itu dibuat sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan masyarakat, sebagai ruang sosial dan rekreasi. Sekaligus semakin menyadarkan warga Surabaya akan pentingnya kebersihan, penghijauan, dan keindahan sebuah kota. Di taman-taman tersebut , diletakkan berbagai sarana olahraga, tempat refleksi serta papan catur. Bahkan di beberapa taman terdapat fasilitas wifi. Hal ini menjadi tempat strategis anak-anak muda untuk berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan positif. Setiap Sabtu-Minggu, pengamen diberi kesesempatan untuk mengadakan pertunjukan di taman dan mereka dibayar oleh pemerintah. Keberadaan PKL di taman tentu tidak dapat dipungkiri lagi. Bu Risma mengakali hal tersebut, dengan cara membuat sentra PKL di setiap taman. Selain disediakan tempat, para PKL juga

Sofia Fadillah (15010077)

diberi pelatihan mengenai rasa, kebersihan dll. Mereka diperbolehkan berjualan hingga 24 jam. Keadaan ini membuat omzet mereka jauh meningkat dibandingkan sebelumnya. Bu Risma menegaskan bahwa kenyamanan masyarakat tinggal di kota merupakan hal yang utama. Untuk itu, beliau menggratiskan pendidikan dari tingkat TK sampai SMA, memberikan pengobatan gratis untuk warga tidak mampu serta memberi makan orang cacat, anak yatim dan lansia yang terlantar. Halhal ini tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Beliau berusaha menekan biaya di sektro lain. Salah satunya yaitu meng-merger beberapa sekolah dan kelurahan yang tidak efektif. Di bidang pendidikan, Ibu Risma membuat terobosan baru. Beliau mengubah sekolah-sekolah yang ada menjadi sekolah vertical sehingga sekolah tersebut memilki ruang terbuka tambahan. Ruang terbuka tersebut dapat dimanfaatkan sebagai taman atau lapangan olahraga. Di setiap sekolah tersedia ruang pertemuan, wi-fi dan broadband learning center. Beliau bahkan membangun toilet bertaraf internasional dengan tujuan agar jika suatu saat siswa keluar negeri, dia akan terbiasa dan tidak gagap. Keberadaan ruang terbuka hijau di Surabaya mencapai 20,62%, melebihi amanat undang-undang. Tetapi, Ibu Risma masih ingin meningkatkan jumlah RTH dan menargetkan Surabaya memiliki RTH sebanyak 35% dari total luas keseluruhan wilayahnya. Keberadaan RTH ini dipercayai Bu Risma dapat mengurangi sifat keras dan menambah keramahan penduduk Surabaya. Selain taman, hutan mangrove juga ikut menyumbang RTH. Bu Risma sadar bahwa menanam mangrove merupakan hal yang tidak mudah dan membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu beliau melibatkan seluruh elemen masyarakat, seperti mahasiswa, anak sekolah, pns, polri, TNI dll. Keberadaan hutan mangrove di tepi pantai juga dapat mengurangi besarnya gelombang tsunami. Selain itu Risma juga berjasa membangun pelestarian bagi pejalan kaki dengan konsep modern di sepanjang jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman. Beliau juga membenahi situs internet resmi milik pemerintah Kota Surabaya, dengan dilengkapi dengan fitur-fitur yang komprehensif dan selalu diperbaharui. Aspek social juga tidak luput dari perhatian Bu Risma. Beliau mendirikan 494 taman bacaan yang tersebar di seluruh pelosok kota Surabaya. Taman bacaan ini dijaga oleh kakak-kakak yang selalu siap menjawab pertanyaan dari anak-anak dan mengajari mereka. Bu Risma juga menanam bibit ikan di sungai, sehingga tidak jarang dijumpai masyarakat yang memancing di pinggir sungai. Orang gila dan pengidap kusta diberdayakan dengan cara melatih mereka membuat produk yang memiliki nilai ekonomis. Sofia Fadillah (15010077) 2

Dengan banyaknya peningkatan dan kemajuan di berbagai sector, Bu Risma berhasil mengubah wajah kota Surabaya. Atas prestasinya tersebut, Bu Risma dinominasikan sebagai walikota terbaik versi The City Mayors Foundation.

Sofia Fadillah (15010077)