Anda di halaman 1dari 11

BAB II ILUSTRASI KASUS A. ANAMNESIS: Seorang pasien laki-laki, 18 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUP. DR.

M. Djamil Padang pada tanggal 27 Juli 2012 dengan : Identitas Pasien Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Alamat Status perkawinan Negeri asal Agama Suku Keluhan Utama : Bintik merah gatal di hampir seluruh tubuh yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu Riwayat Penyakit Sekarang : Awalnya gatal dirasakan di kedua tungkai bawah sejak 1 bulan yang lalu. Kemudian gatal menyebar ke seluruh tubuh, kemudian timbul bintik-bintik merah 3 hari setelahnya. Awalnya bintik merah gatal tersebut hanya sedikit dan terdapat pada kedua tungkai bawah saja, namun terus bertambah banyak dan muncul pada sela-sela jari tangan dan kaki, lipat paha, kemaluan, perut, lutut dan kedua lengan. Bintik-bintik tersebut sangat gatal, gatal terutama dirasakan pada malam hari, sekitar pukul 01.00 malam 02.00 pagi, gatal-gatal tersebut sampai mengganggu tidur malam. Satu minggu ini, bintik-bintik tersebut terasa lebih gatal dari yang biasanya. Pasien mengaku tidak ada perbaikan yang berarti mengenai penyakitnya dalam satu bulan ini.
1

: Tn. RY : 18 tahun : Laki-laki : Mahasiswa : Anduring : Belum menikah : Padang : Islam : Minang

Pasien tinggal di rumah permanen dengan 4 kamar tidur dan 2 kamar mandi, di rumah pasien tinggal bersama kedua orang tua dan kedua saudaranya (Pasien anak kedua). Tidak ada anggota keluarga yang mengeluhkan keluhan serupa.

Pasien tidur di kamar sendiri. Luas kamar pasien 3x4 m2, di dalam kamar terdapat satu tempat tidur dengan kasur berbahan kapuk, satu set meja dan kursi yang digunakan sebagai tempat meletakkan buku-buku pelajaran dan peralatan kuliah pasien, 1 lemari baju yang berisi baju pasien, kamar dilengkapi dilengkapi dengan 2 buah jendela dengan ukuran 1x0.5 m2, dalam kamar ada kipas angin.

Pakaian pasien dicuci dengan menggunakan mesin pencuci dan dijemur di samping rumah di bawah sinar matahari (halaman rumah, dengan lantai ubin) Seprai, sarung bantal dan guling pasien diganti 3-4 kali sebulan. Kamar pasien disapu 2 hari sekali dan dipel 1-2 kali seminggu. Kasur pasien biasanya dijemur 1-2 kali dalam sebulan. Aktivitas sehari-hari pasien, pasien kuliah di UNAND, mulai dari pagi sampai siang atau sore. Terkadang, pasien sering pulang malam untuk mengerjakan tugas di tempat kos temannya.

Pasien mandi 1- 2 kali sehari, mengganti baju 1- 2 kali sehari, mengganti celana 1x sehari. Dalam 1 bulan ini, pasien sudah membeli obat sendiri di apotek (Capsida dan Norsip) dan menggunakan bedak salisil talk tapi karena tidak ada perbaikan, dua minggu yang lalu pasien pergi berobat ke Rumah Sakit Tentara. Disana pasien juga telah melakukan pemeriksaan labor darah, dan menurut dokter disana, hasil labor tidak ada ditemukan kelainan. Pasien kemudian diberi obat Interhistin, Interbat, CTM, dan obat minum berwarna ungu yang disuruh dikunyah saat gatal saja. Karena tidak ada perubahan, pasien kemudian berobat ke poli Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Tetangga pasien tidak ada yang memiliki keluhan yang sama. Dua orang teman dekat pasien ada yang menderita keluhan yang sama sejak 2 bulan yang lalu. Kedua teman dekatnya tersebut tinggal di tempat kos yang sama dan pasien hampir setiap hari berkunjung kesana dan paling sedikit pasien juga menginap disana sebanyak 1-2x seminggu.

Kedua temannya kos di rumah permanen dengan 4 kamar tidur dan 4 kamar mandi, dihuni oleh 8 orang mahasiswa dimana satu kamar diisi oleh dua orang. Kedua temannya tersebut tak tidur di kamar yang sama. Tidak ada penghuni kos lain yang mengeluhkan keluhan serupa selain dengan kedua orang temannya ini.

Masing-masing teman pasien tidur di kamar sendiri dengan teman sekamarnya masing-masing. Luas kamar temannya tersebut 4x4 m2, di dalam kamar terdapat dua tempat tidur dengan kasur berbahan kapuk, dua set meja dan kursi yang digunakan sebagai tempat meletakkan buku-buku pelajaran dan peralatan kuliah, 1 lemari baju yang berisi baju temannya, kamar dilengkapi dilengkapi dengan 2 buah jendela dengan ukuran 1x0.5 m2, dalam kamar ada kipas angin. Di dalam kamar juga sering terdapat tumpukan baju-baju kotor.

Pakaian kedua teman pasien dicuci di laundry sebanyak 1-2 kali seminggu Sepenglihatan pasien, seprai, sarung bantal dan guling kedua temannya jarang diganti, demikian pula dengan kasurnya yang jarang dijemur. Kamar kedua teman pasien biasanya dibersihkan 2-3 hari sekali dan jarang dipel. Aktivitas sehari-hari kedua temannya sama seperti pasien, yaitu kuliah di UNAND, mulai dari pagi sampai siang atau sore. Kedua orang temannya mandi 1- 2 kali sehari, mengganti baju 1- 2 kali sehari, mengganti celana 1x sehari. Selama menginap di tempat kos temannya, pasien mengaku sering menggunakan handuk yang sama dengan yang dipakai temannya saat itu saat mandi. Pasien menyangkal pemakaian bersama baju, pakaian dalam, maupun celana dengan kedua temannya.

Dalam 2 bulan ini, kedua orang temannya sudah berobat ke Puskesmas dan membeli obatnya di apotek (salep Innerson, menurut pasien, kedua orang temannya cukup sering mengolesi obat tersebut di bagian yang gatal) dan satu obat minum (pasien tidak tahu jenis dan merk yang diminum temannya tersebut). Kedua teman pasien mengaku sudah sembuh sejak 1 bulan ini.

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah mengalami keluhan atau sakit seperti ini sebelumnya.

Pasien memiliki riwayat alergi obat Amoksisilin (pasien mengeluhkan bengkak dan merah-merah setelah minum obat).

Pasien memiliki riwayat alergi makanan laut (pasien mengeluhkan mual dan keluar bintik-bintik gatal)

Riwayat bersin-bersin di pagi hari ada. Riwayat galigato ada sewaktu kecil (pasien lupa kapan persisnya yang terakhir). Pasien tidak memiliki riwayat Diabetes Mellitus dan penyakit kronik lainnya. Pasien tidak memiliki riwayat minum obat dalam jangka lama.

Riwayat Penyakit Keluarga/riwayat atopi/alergi : Tidak ada anggota keluarga yang mengeluhkan keluhan yang sama dengan pasien Kakek pasien dari pihak ibu ada menderita asma

B. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalisata : Keadaan Umum Kesadaran Frekuensi nadi Frekuensi nafas Suhu Tekanan darah Berat badan Tinggi badan IMT Status gizi Mata Thorax Abdomen : Tidak tampak sakit : Komposmentis kooperatif : Diharapkan dalam batas normal : 18 x / menit : Afebris : Diharapkan dalam batas normal : 50 kg : 182 cm : 15,09 : kurang : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik : Diharapkan dalam batas normal : Diharapkan dalam batas normal
4

Ekstremitas

: Diharapkan dalam batas normal

Status Dermatologikus :

Lokasi

: Dada, perut, kedua lengan, kedua lipat paha, paha, kemaluan, sela-sela jari tangan manis dan kelingking kanan

Distribusi Bentuk Susunan Batas Ukuran Effloresensi Status Venerologikus Kelainan Mukosa Kelainan kuku Kelainan rambut Kelainan kelenjar limfe

: Regional (30 - 70% permukaan tubuh) : Tidak khas : Diskret : tidak tegas : milier, lentikuler : Tampak gambaran lesi berupa papul eritem dan ekskoriasi di sekitarnya : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan pembesaran kelenjer getah bening di daerah leher, retroaurikula, supraklavikula, infraklavikula, aksila dan inguinal.

C. RESUME Seorang pasien laki-laki, 28 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUP. DR. M. Djamil Padang dengan keluhan utama terdapat bintik merah gatal di hampir seluruh tubuh yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu, awalnya gatal dirasakan di kedua tungkai bawah sejak 1 bulan yang lalu. Kemudian gatal menyebar ke seluruh tubuh, kemudian timbul bintik-bintik merah 3 hari setelahnya. Awalnya bintik merah gatal tersebut hanya sedikit dan terdapat pada kedua tungkai bawah saja, namun terus bertambah banyak dan muncul pada sela-sela jari tangan dan kaki, lipat paha, kemaluan, perut, lutut dan kedua lengan Gatal terutama dirasakan pada malam hari sampai mengganggu tidur malam. Pasien tinggal di rumah permanen dengan 4 kamar tidur dan 2 kamar mandi, di rumah pasien tinggal bersama kedua orang tua dan kedua saudaranya (Pasien anak kedua). Kebersihan kamar, alat-alat tidur dan pakaian cukup baik. Higiene pasien kurang, ia mandi 1- 2 kali sehari, mengganti baju 1- 2 kali sehari, mengganti celana 1x sehari.
7

Pasien sudah berusaha mengobati penyakitnya dengan membeli obat sendiri di apotek (Capsida, Norsip, dan juga menggunakan bedak salisil talk) dan juga berobat ke Rumah Sakit Tentara dimana disana pasien juga melakukan pemeriksaan labor darah dengan hasil tidak ditemukan adanya kelainan lalu pasien diberi obat (obat Interhistin, Interbat, CTM, dan obat minum berwarna ungu yang disuruh dikunyah saat gatal saja), namun tidak ada perbaikan sehingga ia memutuskan pergi berobat ke poli Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Dua orang teman dekat pasien ada yang menderita keluhan yang sama sejak 2 bulan yang lalu dan mereka tinggal di tempat kos yang sama. Pasien sering berkunjung, bahkan menginap disana. Riwayat pemakaian handuk bersama ada.

Kedua temannya kos di rumah permanen dengan 4 kamar tidur dan 4 kamar mandi, dihuni oleh 8 orang mahasiswa dimana satu kamar diisi oleh dua orang. Kebersihan kamar, alat-alat tidur, dan pakaian kurang.

Higiene pribadi kedua orang temannya kurang, dimana mereka mandi 1- 2 kali sehari, mengganti baju 1- 2 kali sehari, mengganti celana 1x sehari. Dalam 2 bulan ini, kedua orang temannya sudah berobat ke Puskesmas dan membeli obatnya di apotek (salep Innerson dan obat minum). Kedua teman pasien mengaku sudah sembuh sejak 1 bulan ini.

Pasien memiliki riwayat alergi obat Amoksisilin (pasien mengeluhkan bengkak dan merah-merah setelah minum obat). Pasien memiliki riwayat alergi makanan laut (pasien mengeluhkan mual dan keluar bintik-bintik gatal) Riwayat bersin-bersin di pagi hari ada. Riwayat galigato ada sewaktu kecil (pasien lupa kapan persisnya yang terakhir). Keluarga pasien memiliki riwayat atopi (Kakek dari pihak ibu menderita asma) Dari pemeriksaan Status Generalis : tidak ditemukan kelainan Status Dermatologikus Lesi terdapat di dada, perut, kedua lengan, kedua lipat paha, kemaluan, sela-sela sampai

jari tangan manis dan kelingking kanan. Distribusi regional (30-70% permukaan tubuh). Bentuk tidak khas. Susunan diskret. Batas tidak tegas. Ukuran milier lentikuler. Effloresensi tampak gambaran lesi berupa papul eritem dan ekskoriasi di

sekitarnya. Tidak ditemukan adanya kelainan pada status venerologikus, mukosa, kuku, rambut, dan kelenjar getah bening. D. DIAGNOSIS KERJA 1. Susp. Skabies

E. DIAGNOSIS BANDING 1. 2. 3. Pedikulosis korporis Pedikulosis pubis Dermatitis kontak alergi

F. PEMERIKSAAN LABORATORIUM RUTIN Mencari Sarcoptes scabie dewasa, larva, telur atau skibala dari dalam terowongan.

G. PEMERIKSAAN ANJURAN Tidak ada

H. DIAGNOSIS : Skabies

I. TERAPI : Umum : Edukasi pada pasien bahwa penyakit ini disebabkan oleh infestasi parasit dimana penyakit ini berhubungan dengan higienitas yang rendah. Perlu juga diterangkan bahwa penyakit ini sangat menular. Edukasi yang diberikan berupa: Meningkatkan kebersihan perorangan dan lingkungan
9

Menggunting kuku dan hindari garukan dan pengelupasan lesi agar tidak timbul infeksi sekunder

Mencuci dan menjemur dengan baik alat-alat tidur Jangan memakai handuk dan pakaian bersama Memakai obat sesuai instruksi Kontrol kembali sesuai waktu yang ditentukan

Khusus - Sistemik - Topikal : CTM 3 x 4mg (bila masih gatal) : Permetrin 5%, dioleskan setelah mandi sore dan dibiarkan selama 10 jam. Pemberian hanya 1 kali saja. (kontrol kembali 7 hari setelah pemberian krim) J. PROGNOSIS Quo ad sanam Quo ad vitam Quo ad kosmetikum Quo ad fungsionam : bonam : bonam : bonam : bonam

LAMPIRAN Resep dr. Agri SIP. 18/125/01/2008 Praktek Umum Senin-Jumat Pukul 17.00-19.00 WIB
10

Jl. Belibis Blok A No.10 Padang Telp.(0751) 7057233 Padang, 27 Juli 2012 R/ Permetrin 5% cream No.I Sue (1x selama 10 jam dioles setelah mandi) R/ CTM tab 4 mg S 3 dd tab I (bila masih gatal) No.XII

Pro

: Tn. RY

Umur : 18 Tahun

11