Anda di halaman 1dari 5

BAB VII UJI PEMBEDAAN : TRIANGEL TEST A. PENDAHULUAN Pengujian organoleptik mempunyai macam-macam cara.

Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling popular adalah kelompok pengujian pembedaan (difference tests) dan kelompok pengujian pemilihan (preference tests). Disamping kedua kelompok pengujian itu, dikenal juga pengujian skalar dan pengujian deskripsi. Uji segitiga digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil. Pengujian ini lebih banyak digunakan karena lebih peka daripada uji pasangan. Dalam uji segitiga disajikan 3 contoh sekaligus dan tidak dikenal adanya contoh

pembanding atau contoh baku. Penyajian contoh dalam uji segitiga sedapat mungkin harus dibuat seragam agar tidak terdapat kesalahan atau bias karena pengaruh penyajian contoh (Anonim, 2008). Terdappat dua pola penyajian yang mungkin dilakukan, yaitu dua contoh X dan satu contoh Y, atau dua contoh Y dan satu contoh X. Dari masing-masing penyajian tersebut diperoleh 3 kombinasi yang mungkin, apakah contoh yang berbeda akan disajikan pertama, kedua, atau ketiga. Dihasilkan 6 kemungkinan kombinasi, yaitu: YXX, XYX, XXY, XYY. YXY, dan YYX. Berdasarkan ha; tersebut, maka jumlah panelis yang diikut sertakan harus dapat dibagi enam, dan umumnya minimal panelis yaitu sebanyak 18 orang. (Dwi Setyaningsih dkk, 2010) Terdapat dua pendekatan pada panelis yang dilakukan untuk mendapatkan hasil dalam uji segitiga ini, yaitu opsi memilih dan opsi boleh tidak memilih. Opsi harus memilih adalah metode dimana panelis diwajibkan untuk memilih contoh yang berbeda, apabila panelis tidak dapat mengidentifikasi perbedaan yang ada maka mereka harus menebaknya. Opsi boleh tidak memilih adalah metode dimana panelis dapat dengan bebas mengekspresikan perasannya, apabila mereka tidak dapat mengidentifikasi perbedaan maka mereka dapat mengetakan sesuai dengan apa yang dirasakan. Akan tetapi, metode ini dapat diterapkan apabila panelis yang

dilibatkan adalah panelis yang terlatih, sehingga hasil yang akan diperoleh akurat dan terpercaya.selain itu, pada kasus ini tidak dapat dilakukan pengolahan data binomial. Pengolahan data binomial terdiri dati dua jawaban yaitu jawaban benar bernilai 1 dan salah bernilai 0, menggunakan analisis berurutan , yaitu dengan cara memplot jawaban kumulatif yang benar dari panelis dalam sebuah grafik, sampai seluruh panelis selesai melakukan uji. (Dwi Setyaningsih dkk, 2010) B. TUJUAN PRAKTIKUM Praktikum ini bertujuan untuk mampu membedakan contoh produk dari dua contoh yang sama dari segi warna, rasa, dan bau. C. METODE PRAKTIKUM Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum dilakukan pada hari Senin, 1 Oktober 2012 pukul 11.00 WIB bertempat di Laboratorium Agroindustri, Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, FPTK, UPI, Bandung. Alat dan Bahan Alat Sendok Piring Prosedur Pengujian Dari tiga contoh yang disajikan, memilih salah satu contoh yang berbeda dengan contoh lainnya dari segi rasa, warna, dan aroma. D. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Praktikum
No 1 2 3 4 5 Panelis 1005128 1006578 1000664 1000566 1000822 Warna Rasa Aroma

Bahan Margarin Merk Blue Band Margarin Merk Filma

357 231 654 357 231 654 357 231 654 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

1008992 1005384 1003097 1000551 1005151 1002280 1000684 1006272 1000497 1003133 1002394 1000774 1003108 1000748 1002356 1000077 1000701 1005194 1005218 1000198 1000205 1002439 1006404 1005338 1000151 1003090 1002311 1002457 1005051 1000732 Jumlah

1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 25

0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 6

0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 4

0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 23

1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 8

0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 4

1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 26

0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 5

0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 4

Keterangan : 1 = berbeda 0 = sama

Pembahasan Uji pembedaan merupakan uji untuk mendeteksi adanya perbedaan karakteristik organoleptik yang kecil antara dua contoh (produk). Uji pembedaan

segitiga merupakan uji pembedaan yang lebih sensitif dibanding uji pembedaan pasangan. Uji ini merupakan uji sederhana yang menggunakan tiga buah contoh (produk), dimana dua contoh adalah sama (identik) dan satu contoh lainnya berbeda. Uji pembedaan segitiga biasanya digunakan pada product development and improvement dan quality control . Soekarto (1985) menyebutkan bahwa uji triangle termasuk salah satu dari uji pembedaan yang digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara dua contoh produk sehingga tidak ada produk sebagai pembanding.Pembedaan dalam uji triangle tidak terarah, tidak perlu disertai pernyataan sifat yang satulebih dari yang lainnya, cukup menyatakan ada perbedaan atau tidak. Pada praktikum ini digunakan tiga buah sampel yang masing-masing berkode 357, 654, dan 251. Sampel 654 dan 231 merupakan sampel identik yang sama mereknya, sedangkan sampel berkode 357 marupakan sampel yang berbeda dari merk margarin yang berbeda. Pada tabel dari hasil praktikum diatas, dapat diketahui bahwa masing-masing atribut yaitu warna, rasa, dan aroma dipilih oleh panelis dengan jumlah 25, 23, dan 26 untuk contoh yang memang berbeda. Berdasarkan tabel statistik ditentukan bahwa jumlah terkecil pilihan yang benar untuk menyatakan beda nyata untuk jumlah panelis 35 orang adalah 17 orang pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan data diatas, dapat dianalisis bahwa pada atribut warna pada dua merk margarin yang berbeda terdapat perbedaan warna nyata yang signifikan karena terdapat 25 orang panelis dari 17 orang yang seharusnya menyatakan contoh memang berbeda warna. Pada segi atribut rasa, terdapat perbedaan rasa yang signifikan antara dua merk margarin yang berbeda yang disajikan pada tingkat signifikansi 5%. Karena ada 23 panelis dari 17 panelis yang seharusnya menyatakan contoh memang berbeda pada segi rasa. Dan pada atribut sensori terakhir yang diujikan yaitu pada segi aroma, terdapat perbedaan aroma nyata yang signifikan antara dua merk margarin yang berbeda yang disajikan pada

tingkat signifikansi 5%, karena terdapat 26 panelis dari 17 panelis yang seharusnya menyatakan contoh memang berbeda pada segi aroma. E. KESIMPULAN Digunakan tiga buah sampel dari merk margarin yang ber357beda yang terdiri dari dua sampel yang identik (sama) dan satu sampel berbeda. Sampel berkode 654 dan 231merupakan sampel yang identik dan sampel yang berkode 357 merupakan sampel yang berbeda. Terdapat perbedaan nyata pada atribut warna karena terdapat 25 panelis yang menyatakan perbedaan, begitu pula dengan atribut rasa, terdapat perbedaan nyata karena terdapat 23 panelis yang menyatakan adanya perbedaan. Pada atribut aroma juga terdapat perbedaan nyata karena terdapat 26 panelis yang menyatakan adanya perbedaan. Untuk menyatakan terdapatnya perbedaan digunakan tingkat signifikansi sebesar 5%. F. DAFTAR PUSTAKA Maribeth, Nindyo Glorita. (2011). Organoleptik Uji Pembedaan Segitiga (Triangle Test), [Online]. Tersedia:

http://id.scribd.com/doc/97037131/Organoleptik-Triangle-Test-Nindyo [09 November 2012]. Putri, Ayu dkk. (2012). Uji Pembeda [Uji Pasangan, Duo Trio, Segitiga], [Online]. Tersedia: http://id.scribd.com/doc/86616993/UJI-

PEMBEDAAN [09 November 2012]. Setyaningsih, Dwi.dkk. (2010). Analisis Sensori untuk Industri Pangan. PT Penerbit IPB (IPB Press). Bogor.