Anda di halaman 1dari 32

DEMAM RHEUMA AKUT & Penyakit Katup Jantung

Evi Supriadi S

SMF Kardiologi & Kedokteran Vaskuler FK USU / RSUP H. Adam Malik Medan

Demam rheumatik
1. 2. 3.
4. 5. 6. 7.

Penyakit jaringan ikat/ sistemk (inflamasi) Sub akut/ kronis Terjadi setelah 1-4 minggu infeksi streptokokus beta hemolitikus grup A( tonsilitis, nasofaringitis, otitis media) Diperkirakan karena reaksi antigen antibodi Insidens tertinggi umur 5-15 tahun, jarang <4 tahun atau > 50 tahun. Pada daerah epidemik 3% setelah URI. Pada daerah endemik 0,3% setelahURI Mengenai keluarga dengan sosio ekonomi rendah

PATOLOGI
1. Dapat mengenai: Endokard sendi peritoneum Miokard paru Perikaard Pleura otak kulit dll Lesi spesifik berupa Perivascular granulomatus reaction dan vasculitis (Aschoff nodule/body) Katup mitral terkena 75-80% Katup aorta terkena 30% Katup trkuspid 5% katup pulmonal 5% Dapat sembuh sempurna atau terjadi Progressive scarring karena inflamasinya menjadi subakut atau kronis selama beberapa bulan/ tahun.

2.

3.

4.

DIAGNOSIS
KRITERIA MAYOR 1. Poliartritis: a. Mengenai sendi-sendi besar b. Berpindah-pindah (migratory polyarthritis) c. Terjadinya perlahan/ mendadak d. Sendi membengkak, kemerahan, panas, nyeri tekan, ada cairan (effusion) di rongga sendi e. Sembuh 1-5 minggu tanpa gejala sisa

2. CARDITIS (perikarditis, miokarditis, endokarditis) a. Sering kurang menonjol - berdebar - dada sakit b. Diperlukan pemeriksaan tambahan EKG: AV blok derajat 1 Foto thorak: hipertriofi/ dilatasi jantung C. Perlu dicari - Pericardial friction rub - Mitral soft mid diastolic murmur (Carey-Combs murmur) - Mitral soft pansystolic murmur - Aortic short early diastolic murmur

Carditis (40% )

3. SYDENHAMS CHOREA Pergerakan kaku yang tak terorganisasi, kontinyu, tak berulang-ulang dari ekstremitas, badan atau muka (facial grimace) Terjadinya lama setelah infeksi streptokokus Sering pada anak perempuan, jarang pada dewasa kecuali wanita hamil Bertambah dengan emosi berkurang-hilang waktu tidur

4. SUBCUTANEUS NODULES Sering pada anak Diameter< 2 cm, jumlah bervariasi Keras tak nyeri, melekat pada tendon /fascia Lokasi pada penonjolan-penonjolan tulang (siku, bagian dorsal tangan, maleoli, vertebraal spine, occiput) Persisten beberapa hari-minggu Biasanya rekuren Sukar dibedakan dengan rheumatoid athritis Terjadi pada 10% kasus

5. Erythema marginatum (Annulaare) a. Sering menyertai subcutaneus nodule b. Makula berbentuk cincin cepat membesar terjadi konfluensi. c. Terutama pada badan, lengan, tidak pada muka. d. Dapat bersifat transien atau persisten untuk jangka waktu lama e. Terjadi pada 5% kasus.

KRITERIA MINOR
1. Panas badan, tak terlalu tinggi, intermiten , disertai malaise, asthenia, penurunan berat badan, anorexia, berlangsung beberapa minggu-bulan: chronic active disease, arthralgia. 2. Lekositosis, anemia normokromik, proteinuria ringan, mikrohematuria, LED meningkat. 3. Pembiakan streptokokus beta hemolitikus (+) (50% kasus aktif) 4. Peningkatan ASO titer > 300 Todd Unit M1-M3-4-Bln 2-4 (80% kasus). 5. Perpanjangan PR interval pada EKG.

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
1. Foto jantung paru 2. Ekokardiografi 3. Kateterisasi jantung (pada RHD)

DIAGNOSIS
1. Dua kriteria mayor 2. Satu kriteria mayor + dua kriteria minor + bukti infeksi streptokokus beta hemolitikus grup A.

DIAGNOSIS :

TERAPI
1 Salisilat 2. Penisilin (Tx AHA): Anak anak: Benzathin penicilline 600.000-900.000 U Dewasa: Benzathin penicilline 1,2 juta U Ataau : oral Penicilline 4 x 250 mg/ hari (10 hari) atau kombinasi IM daan oral (10 hari) Bila alergi peniciline eritromisin 4 x 250 mg (10 hari) 3. Kortikosteroid 4. Bed rest 5. TKTP 6. Penenang untuk chorea

PROFILAKSIS TERHADAP KEKAMBUHAN

1. Jauhi penderita URI 2. Penisilin Pada non RHD: min 3-5 tahun Pada RHD, resiko tinggi: selama mungkin 3. Sulfonamides 4. Pengobatan sedini mungkin URI

RHEUMATIC HEART DISEASE MITRAL INSUFFICIENCY


1. DP: a. Iktus ramai, melebar, pindah ke liri bawah, kuat angkat. b. S3 meningkat, APICAL HOLOSYSTIC MURUMUR. bernada tinggi decresendo meniup. Menjalar ke prekordial, ketiak kiri. 2. Foto dada a. PA: LVE,LAE b. RAO: LAE, LVE 3. EKG: LVH + vol overload LAE/AF

4. EKOKARDIOGRAFI: LVE + Hiperkinetik, LAE Mitral insufisiensi 5. CINE ANGIOGRAFI, RAO: Regurgitan, jet(LV LA) selama sistolik 6. INDIKASI OPERASI: Keluhan progresif

MITRAL STENOSIS
1. DP: a. Pulsasi prekordial + epigastrial, diastolik thrill b. S1 dan S2 meningkat, Mitral opening snap apical diastolik murmur - nada rendah, menggerendang - cresendo + presistolik murmur - Tak menjalar 2. FOTO DADA: a. PA: Konus pulmonalis menonjol Pinggang jantung hilang Cefalisasi arteria pulmonalis b. LAE, RVH

3. EKG: LAE (p mitral), RVH 4 Ekho: Tanda-tanda MS (penebalan, kalsifikasi) LAE, RVH 5. INDIKASI OPERASI: Stenosis berat PTMC

KOMPLIKASI MITRAL STENOSIS + INSUFISIENSI


1. 2. A. B. C. Hemoptoe Atrium fibrilasi tromboemboli ke otak/ paru AF + respon ventrikelNormal / sedang : digoksin +/AF dengan respon ventrikel lambat: digoksin (-) AF dengan respon ventrikel cepat a. Digitalisasi cepat: inj cedilanid 0,4 mg IV/IM/8 jam maintenance : digoksin 1 x 0,25 b. Digitalisasi lambat: Digoksin 3x 0,25 mg po/ hari 5 hari Maintenance : 1 x 0,25 mg po/ hari

3. Payah jantung 4. Edema paru 5. Sub Acute bacterial Endocarditis (SBE)

AORTIC INSUFFICIENCY
1. DP: a. Wide pulse pressure - Collapsing type pulse (water-hammer, Corrigan) - Pistol shot sounds b. Apical hyperdynamic, ictus melebar kekiri bawah. c. - Early systolic ejection Flow murmur pada katup aorta - High pitched decresendo diastolic murmur pada daerah katup aorta dan perjalanan aorta. - Austin-Flint murmur.

2. Foto dada: PA: - Ao knop prominent - Dilatasi + elongasi Ao - LVE 3. EKG: LVH + Volume overload 4. Ekho: AI, LVE+ hiperkinetik. 5. Cineangiografi: LAO, regurgitant jet dari Ao LV saat diastolik 6. Indikasi operasi: keluhan progresif

AORTIC STENOSIS
1. DP: a. Sustained apical lift. b. Ao S2 menurun, Ao ejection sound/ click - Harsh ejection diamond shaped systolic murmur (Bulldogs bark) di daerah katup Ao, menjalar ke leher (Carotid shudder/ carotid bruit). 2. Foto dada: PA rounded apex 3. EKG: LVH + pressure overload 4. Ekho: AS, LVH 5. Indikasi operasi: progresif

PENGOBATAN
1. Benzathin Penicillin inj. Im 1,2 juta U ATAU 2. Penicillin Procain inj. Im 600.000 u/ hari selama 10 hari diteruskan dengan profilaksis Benzatin Pen. G 1,2 juta U/ bln Sulfadiazin 0,5-1grm/ hari (BB 27 kg) Pen G 200.000 250.000 U/ hari Penicilline V 2 x 125 250 mg / hari 3. Salisilat 6-9 gr/ hari dosis terbagi, diberikan tiap 4 jam 4. Prednison 40-60 mg/ hr 5. Terapi Gagal Jantung 6. Terapi Arytmia

Sambungan Tabel 4.1

Infeksi -hemolitik Streptococcus Grup A

Tonsilopharingitis

Sembuh sempurna
Gejala klinis hilang

Sembuh tdk sempurna


Terapi Eradikasi

Proses penyakit berlanjut

Demam Rematik
Tidak Sembuh

Terapi Eradikasi Sekunder

KOMPLIKASI

Sembuh Sempurna

RHD

KOMPLIKASI (CHF, Valvular)

TERAPI Terapi Komplikasi


Pencegahan Sekunder

ANTIBIOTIKA PADA DEMAM RHEUMA AKUT Penisilin diberikan selama perjalanan penyakit untuk eradikasi streptokokus. Injeksi Benzathin Penisilin G 1,2 juta unit sekali. Pilihan obat per oral adalah penisilin G 200.000-250.000 unit 4 kali shari Bagi penderita yang alergi terhadap penisilin dapat diberi eritromisin 250 mg 4 kali sehari Lama pengobatan 10 hari.