Anda di halaman 1dari 22

TONSILEKTOMI

Bellinda Paterasari 030.09.046 FK Trisakti

Pendahuluan
Tonsilektomi merupakan prosedur yang paling sering dilakukan dalam sejarah operasi. Konsensus umum yang beredar sekarang menyatakan bahwa tonsilektomi telah dilakukan dalam jumlah yang tidak tepat (seharusnya) pada anak-anak pada tahun-tahun yang lalu. Besarnya jumlah ini karena keyakinan para dokter dan orangtua tentang keuntungan tonsilektomi dan bukan berdasarkan bukti ilmiah atau studi klinis. Pada dekade terakhir, tonsilektomi tidak hanya dilakukan untuk tonsilitis berulang, namun juga untuk berbagai kondisi yang lebih luas termasuk kesulitan makan, kegagalan penambahan berat badan, overbite, tounge thrust, halitosis, mendengkur, gangguan bicara dan enuresis. Saat ini walau jumlah operasi tonsilektomi telah mengalami penurunan bermakna, namun masih menjadi operasi yang paling sering dilakukan.

Pendahuluan
Dalam praktek sehari-hari, terdapat beberapa masalah utama seputar tonsilektomi, yaitu penentuan indikasi tonsilektomi baik bagi anak maupun dewasa dan belum adanya koordinasi antara masing-masing cabang ilmu kedokteran spesialis dalam hal ini. Selain itu, ditinjau dari segi keamanan, hingga kini belum ada acuan mengenai teknik terpilih dalam melakukan tindakan tonsilektomi.

Tinjauan Pustaka

Anatomi dan Fisiologi Tonsil


Tonsil terdiri dari jaringan limfoid yang dilapisi oleh epitel respiratori. Tonsil berbentuk oval dengan panjang 2-5 cm, masingmasing tonsil mempunyai 1030 kriptus yang meluas ke dalam jaringan tonsil. Tonsil palatina, tonsil faringeal (adenoid), tonsil lingual, dan tonsil tubal berada di faring membentuk cincin waldeyer.

Anatomi dan Fisiologi Tonsil


Tonsil mendapat pendarahan dari :

arteri maksilaris eksterna (arteri fasialis) dengan


cabangnya arteri tonsilaris dan arteri palatina asenden

arteri maksilaris interna dengan cabangnya arteri palatina


desenden

arteri lingualis dengan cabangnya arteri lingualis dorsal


arteri faringeal asenden.
Aliran balik melalui vena-vena tonsil membentuk pleksus yang bergabung dengan pleksus faring disekitar kapsul tonsil dan vena lidah.

Tonsil Palatina
Massa jaringan limfoid yang mengisi fossa tonsilaris. Terletak di lateral orofaring antara sudut pilar anterior dan pilar posterior, dibatasi oleh:

Lateral : muskulus konstriktor faring superior Anterior : muskulus palatoglossus Posterior : muskulus palatofaringeus

Superior : palatum molle


Inferior : tonsil lingual

Tonsil Lingual
Terletak di dasar posterior lidah dan dibagi menjadi dua oleh ligamentum glosoepiglotika.

Tonsil Faringeal (adenoid)


Adenoid merupakan massa limfoid yang berlobus dan terdiri
dari jaringan limfoid yang sama dengan yang terdapat pada tonsil. Lobus atau segmen tersebut tersusun teratur seperti suatu segmen terpisah dari sebuah ceruk dengan celah atau kantong diantaranya.

Adenoid tidak mempunyai kriptus. Adenoid terletak di


dinding belakang nasofaring. Jaringan adenoid di nasofaring terutama ditemukan pada dinding atas dan posterior, walaupun dapat meluas ke fosa Rosenmuller dan orifisium tuba eustachius.

Pada umumnya adenoid akan mencapai ukuran maksimal


antara usia 3-7 tahun kemudian akan mengalami regresi dan menghilang pada umur 14 tahun.

Definisi
Tonsilektomi adalah operasi pengangkatan tonsil
palatina baik unilateral maupun bilateral.

Tonsiloadenoidektomi adalah pengangkatan tonsil


palatina dan jaringan limfoid di nasofaring yang dikenal sebagai adenoid atau tonsil faringeal.

Tonsilektomi merupakan prosedur operasi yang praktis


dan aman, namun hal ini bukan berarti tonsilektomi merupakan operasi minor karena tetap memerlukan keterampilan dan ketelitian yang tinggi dari operator dalam pelaksanaannya.

Epidemiologi
Pada awal tahun 1960 dan 1970-an, telah dilakukan 1 sampai 2
juta tonsilektomi, adenoidektomi atau gabungan keduanya setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Di Indonesia, data nasional mengenai jumlah operasi


tonsilektomi atau tonsiloadenoidektomi belum ada. Namun, data yang didapatkan dari RSUPNCM selama 5 tahun terakhir (1999-2003) menunjukkan kecenderungan penurunan jumlah operasi tonsilektomi, sedangkan data dari rumah sakit Fatmawati dalam 3 tahun terakhir (2002-2004) menunjukkan kecenderungan kenaikan jumlah operasi tonsilektomi dan penurunan jumlah operasi tonsiloadenoidektomi.

Jenis Teknik Tonsilektomi


1. Guillotine Diperkenalkan pertama kali oleh Philip Physick
(1828) dari Philadelphia, sedangkan cara yang masih digunakan sampai sekarang adalah modifikasi Sluder.

2. Diseksi Cara ini diperkenalkan pertama kali oleh Waugh


(1909). Cara ini digunakan pada pembedahan tonsil orang dewasa, baik dalam anestesi umum maupun lokal.

3. Cryogenic Tonsillectomy Tindakan pembedahan tonsil


dapat menggunakan cara cryosurgery.

4. Electrosterilization of tonsil Merupakan suatu


pembedahan dengan cara koagulasi listrik pada jaringan tonsil (bedah listrik). Alat yang biasanya digunakan adalah monopolar blade, monopolar suction, dan monopolar/bipolar diathermy

Indikasi Tonsilektomi
Indikasi Absolut Indikasi Relatif Pembengkakan tonsil yang Terjadi 3 episode atau lebih infeksi tonsil per menyebabkan obstruksi saluran tahun dengan terapi napas, disfagia berat, gangguan tidur dan komplikasi kardiopulmoner. antibiotik adekuat. Halitosis akibat tonsilitis Abses peritonsil yang tidak kronik yang tidak membaik membaik dengan pengobatan dengan pemberian terapi medis dan drainase. medis. Tonsilitis yang menimbulkan kejang Tonsilitis kronik atau demam. berulang pada karier Tonsilitis yang membutuhkan biopsi streptokokus yang tidak untuk menentukan patologi membaik dengan anatomi. pemberian antibiotik -

laktamase resisten.

Kontraindikasi Tonsilektomi
Gangguan perdarahan

Risiko anestesi yang besar atau penyakit berat


Anemia Infeksi akut yang berat

Persiapan Praoperasi

Perawatan postoperasi
Diet

Tidur miring ke 1 sisi


Pemberian Antibiotik Pemberian Analgesik (anti nyeri)

Komplikasi
Komplikasi Anestesi

Komplikasi Bedah
Komplikasi lainnya

Kesimpulan
Telah dikatakan banyak sekali kontroversi yang dilaporkan mengenai tonsilektomi.. Sering kali pembesaran tonsil jarang merupakan indikasi untuk pengangkatan tonsil. Kebanyakan anak-anak mempunyai tonsil yang besar, yang ukurannya akan menurun sejalan dengan pertumbuhan usia. Saat ini walau jumlah operasi tonsilektomi telah mengalami penurunan bermakna, namun masih menjadi operasi yang paling sering dilakukan. American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery telah mengeluarkan rekomendasi resmi mengenai tindakan tonsilektomi yang merupakan kesepakatan para ahli. Berdasarkan indikasi dan kontraindikasi serta mempertimbangkan komplikasi yang dapat terjadi, diharapkan dokter spesialis THT yang melakukan tonsilektomi dapat lebih selektif dalam memilih pasien.

Daftar Pustaka
1. 2.
Eibling DE. Tonsillectomy. In: Myers EN, editor. Operative Otolaryngology Head and Neck Surgery. Philadelphia: WB Saunders Company 1997.p.186-97 Bailey BJ. Tonsillectomy. In: Bailey BJ, Calhour KH, Friedman NR, Newlands SD, Vrabec JT, editors. Atlas of Head and Neck Surgery- Otolaryngology. Philadelphia:Lippincott Williams & Wilkins 2001.2nd edition.p.327-2- 327-6 Younis RT, Lazar RH. History and current practice of tonsillectomy. Laryngoscope 2002;112:3-5 Data operasi Tonsiloadenoidektomi tahun 1999-2003 Bagian THT FKUI-RSUPNCM. Data operasi Tonsiloadenoidektomi tahun 2002-2004 RS Fatmawati. Rahardjo E, Sunatrio H, Mustafa I, Umbas R, Thayeb U, Windiastuti E, dkk. Persiapan rutin prabedah elektif. HTA Indonesia 2003 Frey RJ. Gale Encyclopedia of Medicine. Published December, 2002 by the Gale Group Ferrari LR, Vassalo SA. Anesthesia for otolaryngology procedures. In: Cote CJ, Todres ID, Ryan JF, Goudsouzian NG, editors. A Practice of anesthesia for infants and children. Philadelphia: WB Saunders Company 2001. 3rd ed.p.461-67. Joseph MM. Anesthesia for ear, nose, and throat surgery. In: Longnecker DE, Tinker JH, Morgan GE,editors. Principles and practice of anesthesiology. London: Mosby 1998.2nd ed.p.2208-10. Adams GL,Penyakit-penyakit nasofaring dan orofaring. Dalam: Adams GL,Boies buku ajar penyakit THT,Jakarta, Penerbit buku kedokteran EGC edisi 6, 2008 : 337-40 Randal DA, Hoffer ME. Complication of tonsillectomy and adenoidectomy. Otolaryngol Head Neck Surg 1998;118:61-8

3. 4. 5. 6. 7. 8.

9. 10. 11.

THANK YOU