Anda di halaman 1dari 3

Studi Inventori Daerah Pengaliran Sungai di Propinsi Gorontalo Satuan Kerja Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Gorontalo

1.1 Latar Belakang

Pemanfaatan sumber daya air untuk berbagai keperluan disatu pihak terus meningkat dari tahun ketahun, sebagai dampak pertumbuhan penduduk dan pengembangan aktivitasnya. Padahal dilain pihak ketersediaan sumber daya air semakin terbatas dan cenderung semakin langka, terutama akibat penurunan kualitas lingkungan dan penurunan kualitas akibat pencemaran. Untuk memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat diberbagai keperluan, diperlukan suatu perencanaan terpadu yang berbasis satuan wilayah sungai guna menentukan langkah dan tindakan yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengoptimalkan potensi pengembangan Sumber Daya Air, melindungi/melestarikan serta meningkatkan nilai Sumber Daya Air dan lahan. Dalam rangka mengoptimalkan pengembangan sumber daya air terutama daerah pengaliran sungai yang merupakan komponen utama sumber daya air diperlukan langkah terpadu dalam pemanfaatannya. Di Propinsi Gorontalo terdapat 2 (dua) satuan wilayah sungai yaitu Wilayah Sungai Limboto Bone (SWS No. 05.02) dan Wilayah Sungai Paguyaman-Randangan (SWS No. 05.03). Pada kedua wilayah sungai tersebut terdapat 14 Daerah Pengaliran Sungai. Pemerintah Daerah Propinsi Gorontalo menyatakan bahwa Daerah Pengaliran Sungai (DPS) Utama yang sangat vital adalah DPS Randangan, DPS Paguyaman dan DPS Bolango-Bone. Studi Database Sumberdaya Air untuk propinsi Gorontalo telah dilakukan pada tahun 2003. Dalam Studi tersebut direncanakan adanya pengelolaan database sumberdaya air, yang secara langsung akan melibatkan studi mengenai database yang lebih detail yaitu database DPS. 1.2 Permasalahan

Bab Satu

Dalam rangka mengoptimalkan pengembangan sumber daya air terutama daerah pengaliran sungai yang merupakan komponen utama sumber daya air diperlukan langkah terpadu dalam pemanfaatannya. Untuk mencapai optimalisasi pengembangan sumber daya air tersebut diperlukan dukungan teknologi informasi dalam bentuk sistem infomasi geografis pada setiap potensi daerah aliran sungai. Sistem informasi geografis untuk wilayah daerah aliran sungai di Gorontalo saat ini belum mampu mendukung kegiatan optimalisasi pengembangan sumber daya air yang ada, disebabkan antara lain: 1. Kesulitan dalam penyediaan, dan pelayanan data pengairan secara mudah, cepat dan terbaru.
Bab1 - 1

PT. Planoship Nusantara Konsultan

Studi Inventori Daerah Pengaliran Sungai di Propinsi Gorontalo Satuan Kerja Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Gorontalo

2.

Koordinasi data belum dilakukan secara integreated di antara instansi terkait, sehingga dalam pengelolaan daerah aliran sungai belum terdapat keterpaduan pengembangan dan pemecahan masalah. Data belum tersusun dalam sistem database, sehingga kesulitan mendapatkan data secara detail dalam suatu wilayah sungai Dari tiga masalah di atas menyebabkan penyusunan ulang program pembangunan dan pengembangan pada kegiatan-kegiatan pengairan sering menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaannya. Maksud dan Tujuan

3. 4.

1.3

Maksud dan tujuan dari pekerjaan adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang tepat serta gambaran mengenai keadaan DPS yang berada dalam Wilayah sungai di Propinsi Gorontalo melalui informasi detail yang disusun dalam suatu database. Database yang disusun tersebut juga dimaksudkan agar dapat memberikan gambaran mengenai identifikasi-identifikasi maupun evaluasi terhadap sistem pengendalian banjir pada DPS tersebut. 1.4 Manfaat yang Diharapkan

Dibuatnya sistem infomasi mengenai keadaan DPS yang baik akan bermanfaat bagi pengelolaan sumber daya air di wilayah pengembangan dan konservasi daerah tersebut. Dengan demikian penyusunan program pengembangan dapat menyesuaikan dengan data yang terkini dan dapat diandalkan. Selain itu dengan disusunnya sistem informasi akan memberikan kemudahan dalam pemanfaatan oleh instansi-instansi yang berkepentingan. Manfaat langsung yang diharapkan dalam pembuatan database dengan sistem informasi geografis tentang sumberdaya air, adalah: 1. 2. 3. 4. Dapat memudahkan dalam proses penyedian data pengairan secara mudah, cepat dan terbaru. Terciptanya koordinasi dalam manajemen data antara instansi terkait, sehingga pengelolaan daerah aliran sungai dapat dilakukan secara manajemen terpadu. Tersedianya data dalam bentuk database dalam satuan wilayah sungai. Memudahkan dalam program pembangunan dan pengembangan pada kegiatan-kegiatan pengairan. Lingkup Pekerjaan dan Jenis Kegiatannya Inventori fisik maupun non fisik Daerah Pengaliran Sungai , termasuk penyusunan peta DPS yang berisi batas-batas area administratif maupun topografis dan entitas-entitas maupun lapis/ layer lain yang diperlukan. Identifikasi area genangan banjir pada DPS tersebut disertai rekomendasi dan saran untuk rencana evaluasi banjir dan genangan. Identifikasi proyek-proyek yang diperlukan kemudian dan memberikan rekomendasi maupun saran untuk penyempurnaan database Daerah Pengaliran Sungai.
Bab1 - 2

1.5 1.

Lingkup kegiatan utama dalam studi ini antara lain berupa :

Bab Satu

2. 3.

PT. Planoship Nusantara Konsultan

Studi Inventori Daerah Pengaliran Sungai di Propinsi Gorontalo Satuan Kerja Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Gorontalo

4. 5. 6.

Menyusun secara runut sistem database Daerah Pengaliran Sungai yang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa teks, gambar, foto, maupun peta. Database yang dimaksud juga berisi tentang: potensi-potensi air permukaan maupun air tanah berdasarkan data dan informasi hidrologis, hidrogeologis maupun hidrotopografis. Melakukan training kepada staf dilingkungan Proyek Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Gorontalo dengan maksud agar terjadi proses transfer pengetahuan dan teknologi. Spesifikasi Teknis

1.6

Program harus dibuat dengan bahasa Pemograman sedemikian rupa sehingga mudah dipelajari dan aplikatif, terutama dalam hal pembaharuan data dan pencetakan. Untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan sasaran yang akan dicapai, maka dalam melakukan kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Studi Pustaka Berupa studi pustaka (library research) yaitu dengan mengumpulkan data/informasi yang berasal dari studi terdahulu. Kegiatan ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran kondisi informasi menyangkut data DPS. Pengumpulan Data. Pengumpulan data dilakukan di unit inventarisasi (pendataan) untuk mendapatkan data data yang relevan. Informasi utama antara lain data satuan wilayah sungai, hidrologi, daerah irigasi, data sumber daya air, dan data unit-unit pengamatan yang tersedia. Pengolahan dan Analisa Data Data dan informasi yang diperoleh berdasarkan hasil inventarisasi di unit inventarisasi (pendataan) dilengkapi dan diseleksi sesuai kebutuhan analisa lebih lanjut. Pekerjaan Pemrograman Tahapan pelaksanaan pemrograman dijabarkan sebagai berikut : Inventarisasi Data Mencari masukan data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan studi inventori DPS. Data yang dikumpulkan meliputi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan prasarana Sumberdaya Air. Analisa Awal Penentuan Inventori DPS dengan membuat basis data, digitasi dan tabulasi data, dan penggabungan basis data. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

b.

c.

d.

Bab Satu

1.7

Waktu pelaksanaan yang disediakan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 180 (seratus delapan puluh) hari Kalender atau 6 (enam) bulan, terhitung dari sejak ditetapkan dalam SPMK.

PT. Planoship Nusantara Konsultan

Bab1 - 3