Anda di halaman 1dari 17

Koefisien Fenol

Rahmi Yosmar, S.Farm, M.Farm, Apt

Koefisien Fenol adalah perbandingan ukuran keampuhan suatu bahan antimikrobial dibandingkan dengan fenol. Fenol dijadikan pembanding karena fenol sering digunakan untuk mematikan mikroorganisme. Koefisien fenol yang kurang dari 1 menunjukkan bahwa bahan antimikrobial tersebut kurang efektif dibandingkan fenol. Sebaliknya, apabila koefisien fenol lebih dari 1 artinya bahan mikrobial tersebut lebih ampuh dari pada fenol

O Bahan anti mikroba yang ditemukan memiliki

keefektifan yang bermacam-macam, dan pengunaannya pun ditujukan terhadap hal-hal yang berbeda-beda pula. Salah satu jenis anti mikroba dikenal sebagai disinfektan, merupakan suatu zat (biasanya kimia) yang dipakai untuk maksud disinfeksi pada bahan-bahan tak bernyawa. O Fenol adalah salah satu contoh disinfektan yang efektif dalam membunuh kuman. Pada konsentrasi rendah, daya bunuhnya disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif, dan selain itu juga merusak membran sel dengan menurunkan tegangan permukaannya. Oleh karena itu fenol dijadikan standar pembanding untuk menentukan aktivitas sesuatu disinfektan.

Defenisi :
Koefisien fenol merupakan perbandingan pengenceran terbesar suatu desinfektan dengan fenol yang dapat mematikan bakteri dalam 10 menit tetapi tidak dalam 5 menit

Tujuan :
Untuk mengevaluasi daya anti mikroba suatu desinfektan dengan memperkirakan potensi dan efektifitas desinfektan berdasarkan konsentrasi dan lamanya kontak terhadap kuman dan membandingkannya terhadap fenol standard yang disebut koefisien fenol.

Bakteri uji yang digunakan dalam penentuan angka fenol : Staphylococcus aureus ( mewakili grampositif ) Salmonella typhi ( mewakili bakteri gramnegatif )

Kedua bakteri uji ini diinokulasikan dalam berbagai pengenceran larutan fenol murni dan bahan desinfektan yang akan ditentukan koefisien fenolnya.

Prinsip Kerja :
Pertumbuhan bakteri uji pada media yang sesuai setelah bakteri tersebut kontak dengan disinfektan dalam waktu 5, 10, dan 15 menit.

Cara Kerja : Pembuatan Inokulum

Cara Kerja : Pembuatan Fenol Standar

Cara Kerja : Pengenceran Disinfektan

Cara Kerja : Inokulasi Kuman ke dalam Disinfektan

Kemudian tabung reaksi diinkubasi pada suhu 37C selama 24 - 48 jam diamati ada tidaknya pertumbuhan bakteri pada setiap tabung pengamatan : (+) keruh : ada pertumbuhan (-) jernih : tidak ada pertumbuhan Angka koefisien fenol dapat ditentukan dengan:
10 5 10 5

Contoh lain :
Bakteri uji : Salmonella typhii atau Staphylococcus aureus
O Buat pengenceran fenol

misalnya, 1:70, 1:80, 1:90, 1:100, 1:110 O Desinfektan yang akan diuji itu diencerkan menurut perbandingan tertentu. misalnya, 1:250, 1:300, 1:350, 1:400, 1:450 O Masukkan masing-masing pengenceran sebanyak 5ml ke dalam tabung reaksi O Buatlah suspensi bakteri uji

O Masukkan larutan Nutrien Broth ke dalam

O O

O
O

tabung reaksi(jumlah NB sesuai dengan pengenceran zat kimia dan fenol) Suspensi bakteri ditambahkan ke dalam tabung reaksi yang berisi zat kimia dan fenol Setelah suspensi bakteri berkontak 5menit dengan zat kimia dan fenol,di ambil satu ose dari masing-masingnya, masukkan ke dalam NB Setelah kontak 10 menit,lakukan hal yang sama dengan yang di atas Masukkan sampel ke dalam inkubator 37C,selama 24 jam Setelah itu, amati pertumbuhan bakteri pada masing-masing tabung

Contoh Perhitungan :
Hasil yang diperoleh dari percobaan uji koefisien fenol di atas adalah:
Fenol/PI 5 menit 10 menit

1:70/250
1:80/300 1:90/350 1:100/400 1:110/450

+ + +

+ +

Pembahasan :
Cara penghitungan : - Gunakan prinsip koefisien fenol: mematikan bakteri dalam 10 menit tetapi tidak mematikan dalam 5 menit. Berdasarkan data yang diperoleh di atas, yang memenuhi prinsip tersebut adalah 1:90/350 - Apabila ada 2 atau lebih data yang memenuhi prinsip koefisien fenol, maka yang diambil adalah perbandingan yang terbesar - Hitung koefisien fenolnya! koefisien fenol : 350/90= 3,89

Koefisien fenol juga digunakan untuk menentukan jumlah pelarut yang digunakan untuk suatu desinfektan. Rumusnya : Koefisien fenol x 20

Dari data percobaan di atas, didapatkan jumlah pelarut dalam pemakaian 1 ml produk desinfektan yaitu: = Koefisien fenol x 20 = 3,89 x 20 =77,8 ml