Anda di halaman 1dari 26

Recurrent Abdominal Pain BAB I PENDAHULUAN

2013

Nyeri perut berulang sering pada anak; sekurang-kurangnya terjadi pada 10 % anak usia prasekolah dan usia sekolah. Pada anak di bawah umur 2 tahun, gejalanya sering dikaitkan dengan penyebab organik; namun pada anak yang lebih besar hanya 10 % kasus yang disebabkan oleh penyebab organik. 1 Nyeri perut berulang tanpa penyebab organik selalu disebut nyeri perut fungsional. Kesulitan dokter, orang tua, dan si anak adalah karena nyeri perut fungsional terasa tidak menyenangkan dan mengganggu aktifitas normal sebagaimana nyeri organik tetapi sering lebih mempersulit dokter untuk mengevaluasi dan menanganinya. 1 Keluarga dan anak dengan nyeri perut berulang fungsional bisa kuatir karena tidak dapat mengetahui penyebab organiknya. Ada kecenderungan untuk menghubungkan tidak adanya penyebab organik yang jelas dengan prognosis yang lebih buruk. Dokter menjadi frustasi karena kesulitan mengetahui penyebab gejalanya secara jelas dan karena tekanan dari keluarga untuk mendapatkan dasar masalahnya. Sebagai akibatnya, ada kecenderungan untuk melakukan evaluasi yang berlebihan untuk mencari penyebab organik, bila anamnesis yang seksama, evaluasi sosial, dan pemeriksaan fisik sudah cukup dikerjakan. 1 Walaupun penting ditunjukkan kepada penderita dan keluarganya bahwa pemberi perawatan medis sedang memikirkan gejala secara serius, uji dan pengobatan yang terlalu banyak justru akan menambah rasa khawatir bahwa tentunya ada beberapa proses mendasar yang gawat. Gambaran nyeri dan keadaan sosial sering khas, jika gejala perutnya fungsional, dan pemeriksaan yang luas tidak diperlukan. 1

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2013

A. DEFINISI Recurrent Abdominal Pain atau Nyeri Perut Berulang adalah nyeri perut yang cukup berat sampai mengganggu aktifitas sehari hari yang diderita anak paling sedikit 3 kali dalam rentang waktu 3 bulan. Semua anak dengan nyeri perut tanpa kelainan organik juga didefenisikan sebagai nyeri perut berulang, termasuk kelainan saluran cerna fungsional seperti dispepsia non ulkus, IBS ( irritable bowel syndrome ), atau migren abdomen. 2 Sedangkan menurut kriteria Rome II, nyeri perut berulang ialah nyeri perut minimal 12 minggu, yang berhubungan dengan IBS ( irritable bowel syndrome ), dispepsia fungsional dan nyeri perut fungsional. Nyeri perut fungsional ialah nyeri perut yang terjadi tanpa kelainan anatomi, inflamasi, dan tanpa adanya kerusakan jaringan. Dimana yang termasuk dalam nyeri perut fungsional yaitu nyeri perut non-organik dan nyeri perut psikogenik. 1,2

B. PATOFISIOLOGI Persepsi tentang nyeri perut berulang adalah sumasi dari masukan sensorik, emosi, dan kognitif. Kornu dorsalis medulla spinalis mengatur konduksi impuls dari reseptor nosiseptif perifer ke medula spinalis dan otak, dan perasaan nyeri selanjutnya dipengaruhi oleh pusat kognitif dan pusat emosi. Nyeri perifer kronis dapat menyebabkan naiknya aktifitas saraf di pusat-pusat SSS yang lebih tinggi sehingga menyebabkan nyeri terus menerus. 2 Pada nyeri perut non-organik, rasa nyeri diakibatkan kelainan saraf sentral atau kondisi emosional. Dimana organ abdomen, dimulai dari dinding abdomen sampai pada organ bersaluran intraperitoneal dan retroperitoneal tidak dijumpai adanya kelainan. 2 Pada nyeri perut organik, pada umumnya rasa nyeri berasal dari kelainan organ intra abdomen ( saluran gastrointestinal, saluran empedu, pankreas, tuba, ureter ), dimana rasa sakit yang dialami biasanya hilang timbul sebagai kolik ( cramping pain ), dirasakan di daerah umbilikus dan epigastrium. Khususnya rasa nyeri berasal dari kelainan pada organ bersaluran intraperitoneal dan retroperitoneal yang disertai hambatan pasase usus ( rasa nyeri yang dirasakan terus menerus / constant pain di umbilicus dan epigastrium. Intensitas sakit tinggi, sakit sangat berat, terlihat pucat, nadi kecil dan disertai tanda-tanda syok. Rasa sakit tersebut
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

dirasakan melalui persarafan otonom dan dermatothorakal X ). Di samping itu juga rasa nyeri dapat berasal dari proses radang yang terjadi pada dinding abdomen, khususnya menyangkut lapisan peritoneum dan proses radang intra peritoneal. Rasa nyerinya disalurkan oleh persarafan somatik. 3

C. ETIOLOGI Nyeri perut yang paling sering berulang pada anak tidak berkaitan dengan penyebab struktural dan biokimiawi tertentu ( yaitu organik ). Namun, penyebab organik harus selalu dipikirkan dalam diagnosis banding karena kelainan ini lebih memungkinkan pengobatan yang lebih spesifik. Kebanyakan anak penderita sindrom nyeri perut berulang mengalami nyeri; seorang anak kadang-kadang dapat memakai gejala ini sebagai alasan untuk menghindari aktifitas tertentu tanpa mengalami nyeri yang sebenarnya. 1 Stress psikososial dapat mempengaruhi intensitas dan kualitas nyeri melalui mekanisme ini. Perbedaan dalam sensasi viseral dapat juga menyebabkan perbedaan dalam persepsi nyeri. Respons anak terhadap nyeri dapat dipengaruhi oleh stress, jenis kepribadian, dan dukungan perilaku sakit dalam keluarga. Kadar sakit yang sama dapat membuat anak pulang dari sekolah, terutama jika dianjurkan oleh pengurus sekolah, sementara anak lain bisa meneruskan aktifitasnya. Tidak ada bukti gambaran psikopatologi yang konsisten pada anak-anak yang mengalami nyeri perut berulang idiopatik. 1 Pada 80-90% kasus, nyeri perut berulang pada anak lebih disebabkan oleh faktor psikis ; biasanya dipicu atau semakin memburuk pada saat stress, cemas atau depresi. Kadang nyeri perut berulang disebabkan oleh kelainan fungsi pada organ dalam. Misalnya kelainan fungsi usus bisa terjadi jika makanan anak tidak sesuai, terutama jika anak tidak dapat menerima jenis makanan tertentu, seperti susu dan hasil olahan susu. Kelainan fungsi usus juga bisa disebabkan oleh sembelit yang terjadi karena berkurangnya pergerakan usus besar, yang kadang merupakan suatu reaksi terhadap pelatihan buang air besar yang tidak tepat. Pada remaja putri, nyeri perut berulang bisa terjadi disebabkan oleh kram otot di dalam rahim selama menstruasi ( dismenore ). Kadang pelepasan sel telur dari indung telur juga menyebabkan nyeri perut. 3

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain Tabel 2.1. Penyebab Organik Nyeri Perut Berulang
Intra Abdominal Saluran Cerna Malrotasi Duplikasi Gastritis Hernia inguinalis Volvulus Ulkus peptic Malabsorbsi laktosa Refluks gastroesofagal Helicobacter pylori Apendisitis kronik Divertikulum meckel Tuberculosis abdomen Peritonitis Konstipasi kronis Bezoar Askariasis Di Luar Saluran Cerna Hati, limpa, pankreas Pancreatitis kronik Kolelitiasis Hepatitis Splenomegali masif Saluran kemih dan kandungan Pielonefritis Hidronefrosis Batu ginjal Infeksi di daerah pelvis Dismenore Kista ovarium Endometriosis Kehamilan ektopik Ekstra Abdominal Hematologi Leukemia Limfoma Sickle cell anemia Thalasemia Purpura henoch-schoenlein

2013

Lain-lain Keracunan timbale Porfiria Epilepsy perut Migraine Hiperlipidemia Edema angioneurotik

D. GEJALA KLINIS Anak dengan nyeri perut nonorganik sering berasal dari keluarga yang retak. Pada beberapa keluarga, fokus pada gejala perut anak mungkin tidak disadari sebagai suatu cara untuk membelokkan perhatian dari stress keluarga yang lain, seperti masalah perkawinan. Korban seksual ketika masa anak-anak merupakan penyebab utama nyeri perut berulang pada saat dewasa. Kemungkinan ini harus selalu dipertimbangkan dan tidak dilewatkan, terutama pada gadis yang gejala perutnya mulai pada sebelum remaja atau pada masa remaja. Walaupun masalah ini menyangkut faktor psikososial, beberapa anak dengan nyeri perut fungsional tampak sehat dan berasal dari keluarga dengan toleransi baik. 1 Pada nyeri perut akibat penyakit fisik ( nyeri perut organik ), rasa nyeri biasanya tidak menghilang atau timbul dalam suatu siklus, seringkali dipicu oleh kegiatan atau makanan tertentu. Nyeri cenderung timbul pada sisi perut tertentu, tidak dirasakan di sekeliling pusar dan bisa menjalar ke punggung. Infeksi saluran kemih bisa menyebabkan nyeri perut atau nyeri pinggul bagian bawah. Nyeri terkadang bisa menyebabkan anak terbangun dari tidurnya. 4

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain Gejala lainnya yang mungkin ditemukan ( tergantung kepada penyebabnya ): nafsu makan berkurang penurunan berat badan demam berulang atau menetap jaundice ( sakit kuning ) bentuk dan warna tinja berubah sembelit atau diare di dalam tinja terdapat darah muntah makanan atau darah perut membengkak nyeri atau pembengkakan sendi. 2

2013

Tabel 2.2. Gejala Klinis Nyeri Perut Berulang Klasik ( Non-Organik )


Gejala Klinis Nyeri Perut Berulang Klasik Paroksismal Daerah perlumbilikus atau suprapubis Nyeri berlangsung < 1 jam Nyeri tak menjalar, kram atau tajam, tak membangunkan anak malam hari Nyeri tak berhubungan dengan makanan, aktifitas, kebiasaan buang air besar Mengganggu aktifitas Di antara 2 episode terdapat masa bebas gejala Pemeriksaan fisik normal, kecuali kadang-kadang sakit perut di kiri bawah Nilai laboratorium dalam batas normal

Etiologi nyeri perut berulang dengan gambaran klasik ini adalah bukan kelainan organik, sedangkan nyeri perut berulang yg disebabkan oleh kelainan organik mempunyai tanda peringatan ( alarm symptoms ) seperti yang terlihat pada tabel berikut. 2

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain Tabel 2.3. Alarm Symptoms Nyeri Perut Berulang Karena Kelainan Organik
Alarm Symptoms Nyeri Perut Berulang Karena Kelainan Organik Nyeri terlokalisir, jauh dari umbilicus Nyeri menjalar ( punggung, bahu, ekstremitas bawah ) Terdapat gangguan tumbuh kembang Nyeri sampai membangunkan anak pada malam hari Terdapat gejala sistemik: demam Nyeri timbul tiba-tiba, nafsu makan menurun Disertai muntah berulang terutama muntah kehijauan Terjadi pada usia < 4 tahun Disertai gangguan motilitas ( diare,obstipasi, inkontinensia ) dan perdarahan saluran cerna Terdapat organo megali Terdapat sendi bengkak, kemerahan Terdapat disuria dan hangat Berhubungan dengan menstruasi Kelaianan perirektal: fisura, ulserasi

2013

E. DIAGNOSA Berbagai langkah yang dapat dijalankan untuk mempermudah diagnosis, antara lain sebagai berikut : 1. Lakukan pemeriksaan Riwayat sakit Usia Nyeri perut berulang biasanya terjadi pada usia 4-14 tahun Rasa nyeri o Kualitas nyeri a. Sakit kolik ( colicky / cramping ) Serangan sakit yang hilang timbul, bersumber pada organ bersaluran yang mengalami gangguan aliran saluran pencernaan, saluran empedu, tuba dan ureter. b. Sakit terus menerus ( constant pain ) Timbul oleh iskemia suatu organ tertentu, lebih sering pada saluran gastrointestinal atau tuba yang volvulus atau strangulasi. Kondisi ini menrupakan proses puncak keluhan nyeri perut berulang.

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain c. Sakit rangsangan peritoneum.

2013

Serangan sakit akibat proses inplamasi peritoneum, khususnya bila peritoneum terangsang oleh gerakan pernafasan atau tekaan pada pemeriksaan tes rangsangan peritoneal. o Lokasi sakit Sakit bersumber dari organ intraperitoneum tertentu dapat menimbulkan sara sakit pada lokasi tertentu pula. Misalnya : a. lambung, duodenum dan saluran empedu, menimbulkan sakit terbatas di epigastrium, bisa di kanan atau di kiri. b. pankreas, nyeri di abdomen bagian atas. c. sumbatan saluran apendiks menimbulkan keluhan sakit di periumbilikus dan epigastrium di bagian tengah dan jarang di kiri. d. Tuba erat hubungannya dengan ovarium menimbulkan sakit di suprapubis kanan dan kiri. e. Sakit kolik atau konstan akibat gangguan pasase usus halus kadang kadang sulit ditentukan lokasinya khususnya pada bayi dan anak anak berumur muda. Tetapi umumnya sakit di periumbilkal atau epighastrium. o Intensitas sakit Nyeri perut berulang dengan intensitas ringan sampai sedang, karena umumnya gangguan aliran merupakan obstruksi parsial dan sederhana, bukan strangulasi. Kadang kadang sakit sekali, bila disertai strangulasi, misalnya pada invaginasi dengan kausa polip. Serangan sakit perut yang berat dengan disertai perdarahan saluran pencernaan harus dipikirkan proses obstruksi strangulasi saluran pencernaan. o Riwayat sakit terdahulu Laparotomi yang pernah dialami pasien, mengingatkan pada gangguan aliran suatu organ akibat perlekatan atau adhesi, umumnya menyangkut saluran pencernaan. o Gejala dan tanda-tanda klinik penyerta Adanya ikterus atau perdarahan saluran pencernaan, hematuria, disuria dapat pula mengarah pada kelainan organ tertentu. Terabanya massa dilokasi tertentu dapat mengarahkan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut.
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain Pola makanan Apakah banyak mengkonsumsi susu atau produk susu Pola defekasi Apakah terdapat konstipasi Pola berkemih Siklus haid Akibat nyeri perut pada anak Adanya kemunduran kesehatan Bagaimana nafsu makan anak Gejala/gangguan traktus respiratorius Gangguan muskulosketal Aspek psikososial Trauma Penyakit dalam keluarga

2013

Apakah diantara keluarga yg menderita cystic fibrosis, pancreatitis, ulkus peptikum, kolon iritabel. Adakah factor stress dalam keluarga. 2

2.

Lakukan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya di antaranya : Pemeriksaan Abdomen Dari pemeriksaan fisis kita dapat mengetahui apakah penyebab nyeri perut berulang tersebut kelainan organik atau bukan dengan memperhatikan adanya tanda peringatan ( alarm symptoms ) seperti pada tabel 2.3 di atas. Dilakukan secara menyeluruh dan sistematik terutama pada abdomen dengan memperhatikan keluhan utama, tambahan dan riwayat nyeri. Ultrasonografi Pemeriksaan dengan USG sangat penting , yang mana kegunaannya adalah untuk mendeteksi seluruh organ bersaluran intraperitoneal dan retroperitoneal. Tanda-tandanya dapat berupa massa padat, kistik atau pelebaran organ bersaluran intraperitoneal atau retroperitoneal, seperti kista duktus koledokus, kista pankreas, kista mesenterium atau massa padat seperti neoplasma berasal dari saluran gastrointestinal. Juga diperiksa organ
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

retroperitoneal. Pada dasarnya pemeriksaan USG mencari tanda tanda hambatan pasase pada organ bersaluran. Radiologik Sangat tergantung hasil pemeriksaan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik abdomen. Foto polos abdomen ; penyebaran udara yang tidak merata, gambaran massa padat serta gambaran perselubungan, dapat memperkuat kearah organ yang dicurigai mengalami proses radang dan hambatan pasase. Foto barium meal follow through, melihat lumen saluran pencernaan secara menyeluruh. Adanya penyempitan, pelebaran, deformitas ( filling / addition defect ) serta posisi perpindahan tempat, desakan dapat juga memperkuat dugaan ke organ yang dituju. Khususnya pada pasien dengan keluhan sakit di umbilical dan epigastrium dengan atau tanpa disertai nafsu makan menurun, mual sampai muntah. Foto barium meal dilakukan bila foto polos tidak informatif. 2 3. Dapat juga dilakukan pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan dibagi atas tiga tahap, yaitu : Tahap 1, dilakukan pada seluruh anak dengan nyeri perut berulang. Tahap 2, dilakukan bila pada pemeriksaan tahap 1 ditemukan kelainan atau bila didapatkan beberapa tanda-tanda peringatan seperti yg tertera pada tabel 2.4 di bawah ini atau bila tidak menemukan kriteria gejala klinis nyeri perut berulang yg klasik. Tahap 3, dilakukan, bila masih diperlukan ( tabel 2.4 ) 2

Tabel 2.4. Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang Nyeri Perut Berulang


Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang Nyeri Perut Berulang Tahap 1 Darah lengkap Laju endap darah Biokimia darah ( ureum kreatinin, trans-aminase, kolesterol, trigliserida, protein total, kalsium dan fosfor ) Urinalisis Biakan urin dan tinja ( termasuk parasit ) Uji feses untuk helicobacter pylori

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain


Foto polos abdomen USG abdomen Tahap 2

2013

Uji hydrogen nafas dengan laktosa Amylase urin dan darah Tes benzidin Gastrokopi Enema barium Voiding Cystourethrogram EEG Porfirin dalam darah dan urin Kolonoskopi CT scan abdomen

Tahap 3

4.

Terkadang perlu juga dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya, yakni : Kelainan appendisitis merupakan salah satu kelainan yang sering menimbulkan keluhan nyeri perut berulang disebabkan karena : apendiks merupakan bagian saluran pencernaan tersempit dan buntu submukosa dinding apendiks terdapat jaringan folikel limfoid yang dapat hiperplasia oleh proses radang lokal ataupun sistemik yg mengakibatkan penyempitan.lumen apendiks. laparotomi darurat sebagian terbesar pasien disebabkan apendisitis akuta. Oleh karena itu pada keluhan nyeri perut berulang terkadang perlu dilakukan juga pemeriksaan apendikogram.

F. PENATALAKSANAAN Pada nyeri perut berulang fungsional, pengobatan yang diberikan bertujuan memberikan rasa aman serta edukasi kepada penderita dan keluarga sehingga kehidupan keluarga menjadi normal kembali dan dapat mengatasi rasa sakit sehingga efeknya terhadap aktifitas sehari-hari dapat seminimal mungkin. Kadang-kadang diperlukan pula konsultasi ke psikolog atau psikiater anak. 4

10

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain Tabel 2.5. Ringkasan Pengobatan Nyeri Perut Berulang Fungsional
Ringkasan Pengobatan Nyeri Perut Berulang Fungsional Meyakinkan bahwa penyakitnya ringan Menerangkan masalah berdasarkan pada temuan positif maupun negatif Menemukan stress dan kecemasan yang mencetuskan rasa sakit Mengidentifikasi pengaruh keluarga / sosial yang mencetuskan sakit

2013

Menghindari gejala sakit yang berkepanjangan dan mengembalikan anak dalam kehidupan nromal Tatalaksana penyebab yang didapat : kurangi laktosa, diet tinggi serat Follow-up teratur untuk mengetahui perubahan gejala, meningkatkan rasa percaya diri dan mendorong keluarga serta anak untuk mengatasi masalahnya Hasil pengobatan jangan dipakai untuk membuat diagnosis

Pengobatan yang biasanya dilakukan tergantung kepada penyebabnya. Jika nyeri perut dipicu oleh suatu jenis makanan, maka sebaiknya dilakukan perubahan pola makan. Untuk itulah perlu dilakukan adanya anamnesa pemeriksaan pola makan di awal. Sedangkan pada nyeri yang disebabkan karena menstruasi, untuk mengurangi nyeri dapat diberikan paracetamol, ibuprofen, naproxen, fenoprofen, ketoprofen. 2 Nyeri perut berulang akibat faktor psikis merupakan nyeri yang timbul karena stres dan ketegangan. Orang tua dapat membantu dengan cara sebanyak mungkin mengurangi stres dan ketegangan, membantu anak menghadapi stres dan mendorong anak untuk masuk sekolah meskipun perutnya nyeri. Guru dapat membantu dengan memecahkan masalah yang dihadapi anak di sekolah. Jika setelah dilakukan berbagai usaha, anak masih merasakan nyeri perut ( terutama pada saat anak mengalami depresi atau menghadapi masalah perkawinan orang tuanya di rumah ), mungkin anak memerlukan bantuan dari ahli jiwa. 2

G. PROGNOSIS Belum ada studi prospektif Nyeri hilang 2-6 minggu setelah terdiagnosis, 30-60% dari pasien 30-50% yang Nyeri Perut Berulang pada anak akan berlanjut ke dewasa 70% yang menderita Nyeri Perut Berulang mengatakan tak mengganggu aktifitas 30% Nyeri Perut Berulang berkembang jadi nyeri kepala, punggung dan dismenore 2, 3

11

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

Tabel 2.6. Prognosis Nyeri Perut Berulang


PROGNOSIS Faktor Keluarga Sex Umur Onset Period Sebelum Terapi Prognosis Lebih Baik Normal Perempuan > 6 tahun < 6 bulan Prognosis Lebih Buruk Keluarga sakit Laki-Laki < 6 tahun > 6 bulan

12

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

PENUTUP

Nyeri Perut Berulang adalah nyeri perut yang cukup berat sampai mengganggu aktifitas sehari hari yang diderita anak paling sedikit 3 kali dalam rentang waktu 3 bulan. Nyeri perut berulang sering pada anak; sekurang-kurangnya terjadi pada 10 % anak usia prasekolah dan usia sekolah. Pada anak di bawah umur 2 tahun, gejalanya sering dikaitkan dengan penyebab organik; namun pada anak yang lebih besar hanya 10 % kasus yang disebabkan oleh penyebab organik. Persepsi tentang nyeri perut berulang adalah sumasi dari masukan sensorik, emosi, dan kognitif. Kornu dorsalis medulla spinalis mengatur konduksi impuls dari reseptor nosiseptif perifer ke medula spinalis dan otak, dan perasaan nyeri selanjutnya dipengaruhi oleh pusat kognitif dan pusat emosi. Nyeri perifer kronis dapat menyebabkan naiknya aktifitas saraf di pusat-pusat SSS yang lebih tinggi sehingga menyebabkan nyeri terus menerus. Pengobatan pada nyeri perut berulang anak biasanya dilakukan tergantung kepada penyebabnya. Pada nyeri perut berulang fungsional, pengobatan yang diberikan bertujuan memberikan rasa aman serta edukasi kepada penderita dan keluarga sehingga kehidupan keluarga menjadi normal kembali dan dapat mengatasi rasa sakit sehingga efeknya terhadap aktifitas sehari-hari dapat seminimal mungkin. Jika dicurigai intoleransi laktosa, percobaan dengan diet bebas laktosa selama 1 atau 2 minggu kemungkinan bersifat diagnostik atau terapeutik. Jika gejala membaik, diet harus dilanjutkan. Pemberian diet serat sering menolong gejala usus iritabel. Jika ada konstipasi kronis, keadaan ini harus diobati dengan protokol baku. Jika nyeri perut dipicu oleh suatu jenis makanan, maka sebaiknya dilakukan perubahan pola makan. Untuk itulah perlu dilakukan adanya anamnesa pemeriksaan pola makan di awal. Sedangkan pada nyeri yang disebabkan karena menstruasi, untuk mengurangi nyeri dapat diberikan paracetamol, ibuprofen, naproxen, fenoprofen, ketoprofen. Sejauh ini prognosis pada nyeri perut berulang pada anak, belum ditemukan adanya studi prospektif, nyeri hilang 2-6 minggu setelah terdiagnosis, 30-60% dari pasien, 30-50% yang Nyeri Perut Berulang pada anak akan berlanjut ke dewasa, 70% yang menderita Nyeri Perut Berulang mengatakan tak mengganggu aktifitas, 30% Nyeri Perut Berulang berkembang jadi nyeri kepala, punggung dan dismenore.
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

13

Recurrent Abdominal Pain

2013

DAFTAR PUSTAKA

1.

Prof. DR. dr. A. Samik Wahab, SpA (K). Ilmu Kesehatan Anak Nelson Edisi 15 Vol.2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2010.

2.

Prof. Dr. Sudigdo Sastroasmoro, SpA (K). Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak. RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Jakarta. 2009.

3. 4.

Behrman, dkk. 2000. Nelson : Ilmu Penyakit Anak. Jakarta: EGC. Price A Sylvia. 2006. Patofisiologi. EGC. Jakarta

14

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain STATUS PASIEN Anamnesa Pasien Nama Usia Jk Alamat BB masuk Tgl masuk : Melgi : 6 thn : Perempuan : Jln.Ahmad Yani No. 5 : 18 kg : 13 Mei 2013

2013

Identitas orangtua Nama Usia Agama : : : Ayah Bolnam 47 th Islam Wiraswasta Jln.Ahmad Yani No. 5 Ibu Sariani 40 th Islam IRT Jln.Ahmad Yani No. 5

Pekerjaan : Alamat :

Riwayat kelahiran Tanggal Lahir : Cara Lahir : Normal BB Lahir : 2300 gram Tempat Lahir : Klinik Bersalin Penolong : Bidan Keadaan Lahir : Menangis spontan I.Riwayat Imunisasi BCG : 1x DPT : 5x Polio : 5x Hepatitis : 3x Campak :1x Riwayat Perkembangan Anak Lahir 0 Bulan 0-3 Bulan 3-6 Bulan 6-8 Bulan 9-12 Bulan = Langsung menangis = Belajar mengangkat kepala, mengikuti objek dengan mata. = Berusaha meraih benda, menaruh benda ke mulut. = Dapat tengkurap = Dapat berdiri sendiri tanpa bantuan

15

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain 12-14 Bulan 2-3 Tahun 3-Sekarang = Bisa berjalan, belajar makan sendiri. = Bisa melompat dan berjalan lancr = Mulai berinteraksi dengan teman seumuran.

2013

Riwayat Pemberian Makan 0-4 Bulan : ASI Semaunya 4-6 Bulan : ASI Semaunya + Bubur Susu 6-10 Bulan : ASI Semaunya + Nasi Tim 10-12 Bulan : ASI Semaunya + Nasi Tim + Biskuit + Buah 12-14 Bulan : ASI Semaunya + Nasi + Telur + Buah 2 Tahun s/d Sekarang : Menu keluarga

Anamesis Penyakit KU : Sakit Perut Telaah : Os datang ke RSUD DR.RM.DJoelham Binjai pada tanggal 13 Mei 2013 pukul 12.00 wib dengan keluhan Sakit perut yang dialami Os 2 hari yang lalu.Os juga mengalami mual dan muntah dan disertai. Os juga mengeluhkan muntah(+), mengeluarkan seluruh makanan yang baru dimakan dan berkeringat dingin setelah muntah. BAK dan BAB (+) Normal. RPT : RPO : Tempra, Domperidon

Pemeriksaan Fisik V.Signs : Kesadaran : CM HR : 108x/i RR : 24 x/i T : 37,5oC BB : 18 kg Sianosis : (-) Edema : (-) Ikterus : (-) Status Gizi BB Umur BBN

Status gizi

= 18 kg = 6 tahun = 2 (6) + 8 = 12+8 = 24 = = = 75 % (Status gizi kurang)

16

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

Status Generalisata Kepala Rambut : Berwarna hitam, tidak mudah dicabut Mata : Conjuntiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), cekung (-/-) Telinga : Serumen (-) Hidung : Septum Deviasi (-). Sekret (-) Mulut : Mukosa bibir kering (-) Leher : Pembesaran KGB (-), Peningkatan JVP (-) Thorax Paru-paru

I : Simetris ki=ka P : Vocal Fremitus ki=ka P : Sonor seluruh lapang paru A : Vesiculer seluruh lapang paru I : Ictus cordis terlihat P : Ictus cordis teraba (+) P:A : BJ I, BJ II normal, regular

Jantung

Abdomen I : Simetris A : Peristaltik menurun (+) P : Soepel, nyeri tekan (+) P : Redup Genitalia Perempuan, tidak dilakukan pemeriksaan Ekstremitas Superior : Edema (-), sianosis (-), akral dingin (-) Inferior : Edema (-), Sianosis (-), akral dingin (-) Pemeriksaan penunjang Tanggal 13 Mei 2013 Darah Lengkap - Leukosit : 11,5 x 103 /uL Eritrosit : 4,59 x 10 6 /uL : 339 x 103 /uL : 35 %

Normal 5,00 12, 0 4, 00 5, 20 12, 0 15, 5 150 450 35,0 - 49,0

Haemoglobin : 11,2 g/dl Trombosit Hematokrit

17

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

Resume KU : Sakit Perut Telaah : Os datang ke RSUD DR.RM.DJoelham Binjai pada tanggal 13 Mei 2013 pukul 12.00 wib dengan keluhan Sakit perut yang dialami Os 2 hari yang lalu.Os juga mengalami mual dan muntah dan disertai. Os juga mengeluhkan muntah(+), mengeluarkan seluruh makanan yang baru dimakan dan berkeringat dingin setelah muntah. BAK dan BAB (+) Normal. RPT : RPO : Tempra, Domperidon V.Signs : Kesadaran : CM HR : 108x/i RR : 24 x/i T : 37,5oC BB : 18 kg Sianosis : (-) Edema : (-) Ikterus : (-) Status Gizi :75 % (Status gizi kurang) Pemeriksaan penunjang Tanggal 13 Mei 2013 Darah Lengkap - Leukosit : 11,5 x 103 /uL Eritrosit : 4,59 x 10 6 /uL : 339 x 103 /uL : 35 %

Normal 5,00 12, 0 4, 00 5, 20 12, 0 15, 5 150 450 35,0 - 49,0

Haemoglobin : 11,2 g/dl Trombosit Hematokrit

Status Lokalisata - Kepala Leher Thorax Abdomen Ekstremitas

: Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Peristaltik menurun, nyeri tekan abdomen : Dalam Batas Normal

18

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain Diagnosa banding : - Recurrent Abdomen Pain Kolik Abdomen Apendisitis

2013

Diagnosa kerja : - Recurrent Abdomen Pain Penatalaksanaan Non farmakologi - Bed rest - Diet TKTP :

Farmakologi 1. IVFD Asering 30 gtt/I makro 2. Inj. Cefotaxime 500 mg/6jam 3. Inj. Ranitidine 25 mg/8 jam 4. Inj. Ondansetron 2 mg/8jam 5. Combantrin 1 x Cth1 6. Antasida Syr 3 Cth 1 7. Omeprazole 3 x 10 mg 8. Cotrimoxazole 2 Cth 1 Anjuran 1. Pemeriksaan darah rutin Prognosa Hasil follow: No Tanggal 1 13-05-13 : Dubia et bonam

Perjalanan Penyakit KU : Nyeri perut, muntah, keringat dingin

Terapi 1. IVFD Asering 30 gtt/I makro 2. Inj. Cefotaxime 500 mg/6jam 3. Inj. Ranitidine 25 mg/8 jam 4. Inj. Ondansetron 2 mg/8jam 5. Combantrin 1 x Cth1 6. Antasida Syr 3 Cth 1 7. Diet TKTP

Vital Sign : HR : 108x/i RR : 24 x/i T : 37,5oC

19

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain 2 14-05-13 KU : Sakit perut

2013

Vital Sign : 3 15-05-13 KU : Sakit perut (+) HR : 100x/i RR : 24 x/i T : 36,8oC

1. IVFD Asering 20 gtt/I makro 2. Inj. Cefotaxime 500 mg/6jam 3. Inj. Ranitidine 25 mg/8 jam 4. Combantrin 1 x Cth1 5. Antasida Syr 3 Cth 1 6. Diet TKTP 1. IVFD Asering 20 gtt/I makro 2. Inj. Cefotaxime 500 mg/6jam 3. Inj. Ranitidine 25 mg/8 jam 4. Combantrin 1 x Cth1 5. Antasida Syr 3 Cth 1 6. Omeprazole 3 x 10 mg 7. Diet TKTP

Vital Sign : HR : 98x/i RR : 24 x/i T : 37,0 oC

16-05-13

KU : Sakit perut mulai berkurang Vital Sign : HR : 100x/i RR : 24 x/i T : 36,7 oC

1. Antasida Syr 3 Cth 2. Ranitidine 50 mg tab 3. Cotrimoxazole 2 Cth1

Pasien PBJ

20

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain INFORMASI OBAT 1. IVFD Asering Kebutuhan cairan maintenance pasien

2013

Jumlah tetesan permenit Dijadikan makro

= 1000 cc + (BB-10) x 50 = 1000 + (18-10) x 50 = 1000 + 8 x 50 = 1400 cc / 24 jam = 1400 / 24 = 58,3 cc/jam = 58, 3 / 60 = 0,97 cc/menit (mikro) = 0,97 x 20 = 19 tetes / menit

2. Cefotaxime Indikasi Infeksi berat yang disebabkan oleh patogen-patogen yang sensitif terhadap Cefotaxime seperti : - Infeksi saluran napas, termasuk hidung dan tenggorokan. - Infeksi pada telinga. - Infeksi kulit dan jaringan lunak. - Infeksi tulang dan sendi. - Infeksi genitalia, termasuk gonore non-komplikata. - Infeksi abdominal. Kontra indikasi Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap antibiotik cephalosporin. Penderita ginjal yang berat. Dosis Dewasa dan anak > 12 tahun : 1 gram setiap 12 jam. Pada infeksi berat : 2 kali 2 gram/hari biasanya cukup. Jika diperlukan dosis yang lebih besar, interval pemberian obat dapat diperpendek menjadi setiap 6 - 8 jam. Bayi dan anak-anak : 50 - 100 mg/kg BB/hari, dibagi dalam 2 - 4 dosis yang setara. Pada infeksi yang mengancam jiwa dapat digunakan dosis sampai 200 mg/kg BB/hari. Karena pada bayi prematur, klirens renal belum berkembang sempurna, dosis perhari tidak boleh melampaui 50 mg/kg BB. Untuk profilaksis perioperatif, dosis awal diberikan 30 - 60 menit sebelum pembedahan dimulai. Tergantung dari resiko infeksi, dosis serupa dapat diulang. Untuk terapi gonore non-komplikata pada orang dewasa, dosis tunggal Cefotaxime 1 gram diberikan intramuskular. Pada bakteri yang kurang sensitif mungkin diperlukan peningkatan dosis. Pasien harus diperiksa terhadap kemungkinan infeksi sifilis sebelum terapi dimulai. Dosis pada gangguan fungsi ginjal. Bila klirens kreatinin < 5 mL/menit, dosis pemeliharaan perlu dikurangi sampai separuh dosis normal. Dosis awal tergantung dari sensitivitas patogen

21

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

dan kegawatan infeksi. Rekomendasi dosis adalah berdasarkan pengalaman pada orang dewasa. . 3. Ranitidin Indikasi Untuk pasien rawat inap di rumah sakit dengan keadaan hipersekresi patologis atau ulkus usus duodenum yang sulit diatasi. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap ranitidin Dosis 2.4 mg/kgBB/hari Cara Kerja Ranitidin adalah antagonis kompetitif reversibel reseptor histamine H2 pada sel parietal mukosa lambung sehingga sekresi asam lambung terhambat. 4. Novalgin Komposisi Metampyrone + klordiazepoksida Indikasi Analgetik dan antipiretik (nyeri akut hebat, pasca pembedahan, tumor, kolik dan demam tinggi yang tidak bisa diatasi antipiretik lainnya) Kontraindikasi Hipersensitivitas, bayi <3 bulan, wanita hamil trimester 1 dan 3 Sediaan Tablet/.kapsul 250 mg, 500 mg Ampul 2 ml (250mg/ml) Vial 8 ml (250mg/ml) 5. Ondansetron Ondansetron adalah antagonis reseptor 5HT3 yang poten dan selektif. Pemberian obat-obat kemoterapi dan radioterapi dapat menyebabkan pelepasan 5HT3 ke dalam usus halus yang akan merangsang refleks muntah dengan mengaktifkan serabut afferen vagal lewat reseptor 5HT3. Ondansetron menghambat dimulainya refleks ini. Aktifasi serabut afferen vagal juga dapat menyebabkan pelepasan 5HT3 dalam area postrema, yang berlokasi di dasar ventrikel keempat.dan ini juga dapat merangsang emesis/muntah melalui mekanisme sentral. Karenanya efek Ondansetron dalam penanganan mual dan muntah yang diinduksi oleh kemoterapi dan radioterapi sitotoksik ini mungkin disebabkan oleh antagonisme reseptor 5HT3 pada neuron yang berlokasi di sistem saraf pusat maupun di sistem saraf tepi. Pada percobaan

22

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

Recurrent Abdominal Pain

2013

psikomotor, Ondansetron tidak mengganggu tampilan dan juga tidak menyebabkan sedasi. Ondansetron tidak mengganggu konsentrasi prolaktin dalam plasma. Indikasi Untuk untuk menangani mual dan muntah yang diinduksi oleh obat kemoterapi dan radioterapi sitotoksik. Pencegahan mual dan muntah pasca operasi. Kontraindikasi Jangan diberikan kepada penderita yang hipersensitif atau alergi terhadap Ondansetron. Efek Samping Efek samping yang biasanya terjadi adalah sakit kepala, sensasi kemerahan atau hangat pada kepala dan epigastrium. Efek samping yang jarang terjadi dan biasanya hanya bersifat sementara adalah peningkatan aminotransferase yang asimtomatik. Ondansetron juga dapat meningkatkan waktu transit usus besar dan dapat menyebabkan konstipasi pada beberapa penderita.

6. Combantrin Komposisi Pirantel palmoat Indikasi Combantrin adalah obat cacing yang bekerja mengatasi cacing kermi, cacing gelang, cavcing tambang, cacing Trichostrongylus colubriformis dan trichostrongylus orientalis. Kontra Indikasi Penderita hipersensitif Deskripsi Pirantel pamoat melumpuhkan cacing dengan cara mendopolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler dan mengeluarkannya dari dalam tubuh biasanya tampa memerlukan pencahar.

7. Omeprazole Omeprazole merupakan antisekresi, turunan benzimidazole, yang bekerja menekan sekresi asam lambung dengan menghambat H+/K+-ATPase (pompa proton) pada permukaan kelenjar sel parietal gastrik pada pH < 4. Omeprazole yang berikatan dengan proton (H+) secara cepat akan diubah menjadi sulfonamida, suatu penghambat pompa proton yang aktif. Penggunaan omeprazole secara oral menghambat sekresi asam lambung basal dan stimulasi pentagastrik.
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

23

Recurrent Abdominal Pain

2013

Indikasi Pengobatan jangka pendek tukak duodenal dan yang tidak responsif terhadap obat-obat antagonis reseptor H2. Pengobatan jangka pendek tukak lambung. Pengobatan refluks esofagitis erosif / ulceratif yang telah didiagnosa melalui endoskopi. Pengobatan jangka lama pada sindroma Zollinger Ellison.

Kontra Indikasi Penderita hipersensitif terhadap omeprazole.

Dosis Dosis yang dianjurkan 20 mg atau 40 mg, sekali sehari, kapsul harus ditelan utuh dengan air (kapsul tidak dibuka, dikunyah, atau dihancurkan). Sebaiknya diminum sebelum makan. Penderita dengan gejala tukak duodenal : lama pengobatan memerlukan waktu 2 minggu, dan dapat diperpanjang sampai 2 minggu lagi. Penderita dengan gejala tukak lambung atau refluks esofagitis erosif / ulseratif : lama pengobatan memerlukan waktu 4 mimggu, dan dapat diperpanjang sampai 4 minggu lagi. Penderita yang sukar disembuhkan dengan pengobatan lain, diperlukan 40 mg sekali sehari. Penderita sindroma Zollinger Ellison dosis awal 20-160 mg sekali sehari, dosis ini harus disesuaikan untuk masing-masing penderita. Untuk dosis lebih dari 80 mg sehari, dosis harus dibagi 2 kali sehari.

Efek Samping Omeprazole umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Pada dosis besar dan penggunaan yang lama, kemungkinan dapat menstimulasi pertumbuhan sel ECL (enterochromaffin-likecells). Pada penggunaan jangka panjang perlu diperhatikan adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan di saluran pencernaan.

Interaksi obat Omeprazole dapat memperpanjang eliminasi obat-obat yang dimetabolisme melalui sitokrom P450 dalam hati yaitu diazepam, warfarin, fenitoin. Omeprazole mengganggu penyerapan obatobat yang absorbsinya dipengaruhi pH lambung seperti ketokonazole, ampicillin dan zat besi.
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

24

Recurrent Abdominal Pain

2013

8. Cotrimoxazol Cotrimoxazole adalah bakterisid yang merupakan kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim dengan perbandingan 5 : 1. Kombinasi tersebut mempunyai aktivitas bakterisid yang besar karena menghambat pada dua tahap biosintesa asam nukleat dan protein yang sangat esensial untuk mikroorganisme. Cotrimoxazole mempunyai spektrum aktivitas luas dan efektif terhadap bakteri gram-positif dan gram-negatif, misalnya Streptococci, Staphylococci, Pneumococci, Neisseria, Bordetella. Klebsiella, Shigella dan Vibrio cholerae. Cotrimoxazole juga efektif terhadap bakteri yang resisten terhadap antibakteri lain seperti H. influenzae, E. coli. P. mirabilis, P. vulgaris dan berbagai strain Staphylococcus.

Komposisi Tiap tablet mengandung 80 mg trimetoprim dan 400 mg sulfametoksazol.

Indikasi Infeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan oleh E. coli. Klebsiella sp, Enterobacter sp, Morganella morganii, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris. Otitis media akut yang disebabkan Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae. Infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bronchitis kronis yang disebabkan Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae. Enteritis yang disebabkan Shigella flexneri, Shigella sonnei. Pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii. Diare yang disebabkan oleh E. coli.

Dosis 6 minggu 6 bulan: 120 mg, 2 kali sehari. 6 bulan 6 tahun: 240 mg, 2 kali sehari.
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai

25

Recurrent Abdominal Pain 6 12 tahun: 480 mg, 2 kali sehari.

2013

Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 960 mg, 2 kali sehari.

26

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. RM Djoelham Binjai