Anda di halaman 1dari 2

Pilot Kamikaze yang Dibungkam dalam Sejarah Sejak dahulu, Jepang memang sudah Judul : Mawar Jepang dikenal

sebagai salah satu negara yang tidak Penulis : Rei Kimura diragukan lagi dalam berbagai aspek dalam Penerbit : Gramedia Pustaka Utama kehidupan. Kemajuan Tebal : 298 halaman persenjataanpun Jepang patut diperhitungkan. Terbukti menangnya Jepang atas Amerika ditandai dengan berhasilnya Jepang menghancurkan Pearl Harbour. Dalam dunia peperangan sudah tidak asing apabila panggilan tugas turun ke medan tempur diwajibkan untuk para pria. Apalagi jika perang tersebut telah terjadi berpuluhpuluh tahun yang lalu dimana patriarki masih dijunjung tinggi. Tak banyak pilihan perjuangan nasionalisme yang dapat ditunjukan para wanita dikala perang selain dengan menjadi pekerja di pabrik seragam militer, bekerja di ladang, dan yang paling dekat dengan lingkungan militer adalah menjadi perawat. Semua bermula ketika Mayumi Onodera seorang sejarawan yang dikontrak oleh seorang produser acara dokumenter di NHK untuk menggali sejarah Perang Dunia II. Namun, sebuah kejanggalan terlihat pada arsip perang di Tokyo. Dalam suatu kamp terdapat dua daftar, daftar masuk dan daftar keluar. Ia mendapati nama Sayuri Miyamoto di daftar masuk tetapi tidak ada satu pun catatan bahwa ia pernah keluar. Dan nama Rika Kobayashi yang tidak ada di daftar masuk namun ada dalam daftar keluar. Kejanggalan itu menuntunnya hingga ia menemukan Sayuri Miyamoto. Sayuri Miyamoto adalah salah satu contoh wanita yang pemberani dan mempunyai rasa nasionalis yang sangat tinggi. Terbukti dengan keberaniannya menjadi seorang pilot Kamikaze (Angin Tuhan) yang hanya berisikan para lelaki. Namun dengan tekad membalaskan dendam atas kematian adik dan sahabatnya, Sayuri masuk dalam basecamp pilot Kamikaze dengan mengubah namanya dengan nama adikknya, Hiro Miyamoto. Mawar Jepang merupakan sebuah novel dari Rei Kimura yang kental akan sejarah Jepang yang patut di perhitungkan keberadaannya. Rei Kimura memang sering menampilkan kisah yang digali dari kejadian nyata dan kisah hidup

beberapa orang dalam buku-bukunya. Ia meyakini bahwa ini sebuah cara yang paling baik untuk menjadikan sejarah yang tersembunyi menjadi "hidup" dan dapat diterima pembaca di abad 21. Dengan cara itu, Rei Kimura menyentuh beberapa sejarah tragis seperti tenggelamnya Kapal Awa Maru dan tentu saja, kisah pilot Kamikaze perempuan di masa Perang Dunia II. Meskipun begitu, ia menggambarkan peristiwa dan karakter para tokoh dengan jelas. Selain itu tema yang dipilih sangat menarik. Mengingat jarangnya para penulis mengangkat tema sejarah yang kental akan feminisme. Pergantian setting dari masa kini menuju masa lalu Sayuri ditata dengan apik tanpa membingungkan pembacanya. Karena ini adalah buku terjemahan, mungkin sebagian tata bahasanya agak berbeda dengan novel Indonesia pada umumnya. Namun secara keseluruhan, novel ini sungguh terlalu sayang untuk dilewatkan. Sangat direkomendasikan bagi mereka yang menyukai Jepang, sejarah, atau kisah roman yang dikemas dengan gaya penceritaan yang unik.