Anda di halaman 1dari 3

Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai Benoa Provinsi Bali Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua,

Ngurah Rai, Tanjung Benoa menghubungkan ketiga titik tersebut. Jadi pembangunan jalan itu sebenar tugas dari pemerintah, jadi pemerintah berkewajiban membangun jalan, baik jalan kabupaten, jalan propinsi, dan jalan nasional, maupun jalan tol. Tetapi karena pemerintah kita saat ini tidak memiliki dana, maka untuk pembangunan saat ini biasanya pemerintah meminta bantuan kepada investor. Jalan tol nusa dua, ngurah rai ini dalam tender investasinya di menangkan oleh PT Jasa Marga Bali Tol, PT Jasa Marga Bali Tol adalah gabungan dari 7 BUMN, yang terdiri dari : 1. PT. Jasa Marga Persero (perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perusaan jalan tol) (60%) 2. PT. Pelindo III (20%) 3. Angkasapura I (10%) 4. PT. BTDC (1%) 5. PT. Wijaya Karya (5%) 6. PT. Hutama Karya (2%) 7. PT. Adhi Karya (2%) PT. Jasa marga bali tol oleh pemerintah di beri kewenangan untuk mengusahankan jalan tol nusa dua ngurah rai selama 45 tahun, jalan tol nusa dua ngurah rai di bangun dengan perkiraan biaya 2,4 triliun. PT. Jasa Marga bali tol mengupayakan sendiri biaya pembangunan jalan tol nusa dua ngurah rai tersebut, dan sebanyak 70% dibiayai oleh bank, ada 6 bank yang bergabung terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bank mandiri Bank BNI Bank BRI Bank BCA Bank BTN Bank Bali

Kami mendapat kredit sebanyak 1,7 triliun, lalu yang 30% menggunakan modal sendiri. Jadi ini adalah konsep yang harus diketahui oleh mahasiswa bahwa pembangunan jalan tol itu adalah pembangunan jalan yang nantinya di biayai oleh yang lewat, yang melalui. Sehingga terjawab mengapa setiap kali melewati jalan tol harus bayar, dan di biayai oleh masyarakat itu sendiri. Dan pinjaman kepada bank sebanyak 1,7 triliun harus di lunasi di bayar kembali berikut bunganya. Berdasarkan pengguna jalan yang lewat yang kita pungut bayaran, kalau perkiraan trafficnya pas kita bisa membayar hutang tepat waktu, namun bila rencana trafficnya kurang maka kita akan memutus. Sampai jangka waktu 10 tahun investasi jalan tol tersebut baru akan menguntungkan, jadi mungkin bila mahasiswa akan ada tender jalan tol di lampung, seandainya tidak ada peserta jadi di anggap jalan tol tersebut belum pasibble, antara biaya dan yang akan lewat tidak sebanding. Karena pembangunan jalan tol di atas darat kira kira sekitar 60 milyar perkilometer di atas tanah, untuk di atas laut 150 milyar perkilometer karena berada di atas laut, jadi mahasiswa dapat menghitung sendiri jika akan membangun jalan tol sepanjang 10 kilometer di perlukan 10 x 60 milyar, jadi total

biaya 600 milyar rupiah, itu harus di pinjam dari bank di bayar modalnya dan bunganya, apakah bisa di bayar oleh peserta yang leawat jalan tol tersebut. Biala yang lewat sedikit berarti tidak passiblle. nusa dua ngurah rai dapat menjangkau bandara, pantai sanur, jadi yang ada saat ini hanya jalan baypass ngurah rai. Biasanya bila dari denpasar ke nusa dua membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam, dengan di bangunnya jalan tol ini hanya di tempuh selama 10 menit, salah satu keuntungan jalan tol jarak tempuh harus lebih singkat. Dengan singkatnya waktu tempuh maka semakin sedikit biaya operasional, maka biaya akan semakin murah. Jadi selisih harga itu akan di bayarkan untuk pembayaran jalan tol. Untuk pengetahuan tentang jalan tol mahasiswa dapat membaca Undang undang no 38 tahun 2004 bab 5 tentang jalan tol, ada pun mpelajaran tentang BKBOK, adapun peraturan pemerintah no 15 tahun 2005 tentang jalan tol, disitu lebih lengkap lagi bagaimana mengusahakan jalan tol dari mulai kita harus merebut investasi jalan tol sampai kita membangun sampai mengoperasikan. Ada pula Keputusan menteri PU no 392 tentang standar pelayanan minimal jalan tol dengan membaca ketiganya akan tahu semua. Untuk membangun jalan tol sepanjang 12 kilometer ini kita hanya di beri waktu selama 14 bulan, sehingga dalam tahun ini kita bagi menjadi 4 sesi. Disini seluruh kontaraktor seluruh indonesia di undang dalam desaign and deal. Investor hanya membeli hasil design peserta tender, silahkan menghitung sendiri membangun sambil mendesign. Dari design itu untuk paket 1 di menangkan oleh adhi karya, paket 2 dan 4 waskita karya, paket 3 oleh utama karya. Sehingga mulai maret 2012 jalan tol kita di bangun oleh ketiga kontrak tor tersebut dan sampai saat ini pembangunan telah selesai sekitar 80%, bila tidak ada kendala akhir april konstruksi akan selesai 100%, dilanjutkan dengan proses serah terima di lanjutkan dengan pemeriksaan kelayakan operasi, yang akan di periksa oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, sehingga jalan tol kita di anggap layak sebagai : 1. Jalan nasional

2. Jalan tol Dengan persyaratan seperti Kepmen 392 yaitu standard pelayanan minimal jalan tol. Intinya bahwa nanti siapapun yang melewati jalan tol ini di jamin nyaman aman dan lancar. Harus lengkap rambu rambunya, harus mulus jalannya. Nanti akan di aspal lagi setebal 5 cm, kemudian apabila ada yang kecelakaan dan mogok yang harus di bantu, ada yang mengawasi secara ketat memelihara jalan tol, sehingga bulan maret 2012 pekerjaan dimulai. Medan yang harus dihadapi berupa laut yang terkadang berupa daratan, dan terkadang berupa laut dangkal. Setelah itu mencari lagi metode kerja yang tepat untuk bekerja dilapangan, terkadang teori sangat jauh sekali dengan di lapangan. Berdasarkan medan yang dihadapi, maka metode yang harus dihadapi 1. Yang di laut dengan menggunakan pongton untuk menanam tiang pancang di tengah laut. Tiang pancang tersebut bundar dengan diameter 60 cm. Untuk mencapai tanah kerasnya sampai 15 meter berdasarkan hasil penelitian tanah (borlock), tapi kenyataannya 20 meter

baru sampai tanah keras. Tiang pancang yang di tanam hampir 14.000 titik, berjarak 7,5 meter, bila di jumlah hampir 40.000 batang tiang pancang yang sudah di tanamkan. Apabila di panjangkan kira kira 325 km, satu tiang pancang beratnya hampir 5 ton, dan tiang pancang ini tidak dapat di buat di bali tetapi pabriknya terdapat di pasuruan jawa timur, karawang, subang, purwakarta. Hal tersebut menjadi salah satu kesulitan dalam mendatangkan tiang pancang tersebut yang berjumlah 40.000 tiang pancang, dengan panjang 10 meter berat rata rata 4 sampai 6 ton, jika menggunakan continer hanya bisa mengangkut 8 tiang pancang dari karawang sekali berangkat itu sekitar 5 kali. Dari pasuruan sekitar 2 kali, itu pekerjaan pertama yang harus di hadapi. Yang kedua bagaimana kita menempatkan alat alat pancang dengan ponton di bawa ke tengah laut, lalu setelah ada alat pancang di atas ponton, bagaimana mengirimkan tiang pancang dari pelabuhan ketengah laut, satu ponton kecil hanya mampu 2 tiang, dan menunggu saat air pasang yang hanya 2 hari sekali, terkadang ada ombak, terkadang ada yang kandas, dan itu suatu kesulitan tersendiri. Namun sampai dengan akhir desember tiang pancang di tengah laut telah terpasang semua, setelah pemancangan selesai maka konstruksinya adalah pemasangan kepala tiang, jadi di atas tiang pancang di ratakan bila masih ada yang tinggi tinggi, dan disana masih ada yang sedang di potong, di pasang balok di atas tiang tersebut dengan lebar 120 cm, tebal 60 cm, setelah selesai di balok maka sambil di pasang pondasi, untuk lantai ini telah di produksi di pabrik, lantai ini lebar 2, 4 m, tebal 35 cm, panjang 7 meter di buat dengan beton K 500 fc 32 dengan prestres, dan itu kesulitan tesendiri bagaimana kita menyusun lantai tersebut di atas balok balok tersebut. Setelah lantai selesai maka di lanjutkan dengan pekerjaan atas yaitu pemasangan rambu rambu lalu lintas, lampu jalan, marka jalan, aspal. Hal tersebut adalah tahapan dalam pembangunan jalan tol. Lalu disini akan di bangun jembatan tengah laut. Ada 3 gerbang tol. Lebar bentang 20 meter paling panjang 36 meter jembatan untuk jalan kapal. Muatan beban jalan tol nusa dua 50 ton mampu menahan kendaraan, untuk masalah gempa, sesuai dengan SNI 2008 menggunakan gempa yang 1000 tahun, sehingga mampu menahan gempa hingga 7 skala rikter