Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH TERAPI KOGNITIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RSUP PROF.DR.R.D.

KANDOU MANADO

DISUSUN OLEH: FERLAN PONDAAG NIM : 06061020

BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah

Masalah psikologis khususnya perasaan takut dan cemas selalu dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan. Menurut Capernito (1999) menyatakan 90% pasien pra bedah berpotensi mengalami kecemasan. Selain itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan dari faktor pasien sendiri yaitu, tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, dan umur. Penelitian Makmuri et.al (2007) tentang tingkat kecemasan pra bedah menunjukkan bahwa dari 40 orang responden terdapat 16 orang atau 40,0 % yang memiliki tingkat kecemasan dalam kategori sedang, 15 orang atau 37,5 % dalam kategori ringan, responden dengan tingkat kecemasan berat sebanyak 7 orang atau 17,5 % dan responden yang tidak merasa cemas sebanyak 2 orang atau 5 %.

Dalam hal ini, peran perawat merupakan satu faktor yang penting dalam proses penyembuhan para pasiennya. Hal ini disebabkan oleh faktor komunikasi yang lebih dominan dilakukan oleh para perawat. Pesan terapi kognitif dari perawatlah yang membawa pengaruh positif berupa ketenangan (bersifat dukungan) untuk membantu mengatasi masalah kecemasan yang dialami oleh pasien pre operasi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka peneliti merumuskan suatu masalah yaitu : adakah pengaruh terapi kognitif terhadap kecemasan pasien pre operasi?

C. Tujuan Penelitian
1.

Tujuan Umum Diketahuinya pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat kecemasan pasien pra bedah Tujuan Khusus Diketahuinya terapi kognitif pada pasien pra bedah. Diketahuinya tingkat kecemasan pasien pra bedah. Diketahuinya pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat kecemasan pasien pra bedah

2.
a. b. c.

D. Manfaat

Penelitian

1.

Bagi Rumah Sakit

2.
3.

Bagi institusi pendidikan


Bagi perawat lain

4.

Bagi penelitian selanjutnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A.

Keperawatan Peroperatif
Tindakan operasi atau pembedahan merupakan pengalaman yang sulit bagi hampir semua pasien. Berbagai kemungkinan buruk bisa saja terjadi yang akan membahayakan pasien. Maka tak heran jika seringkali pasien dan keluarganya menunjukkan sikap yang tak terkendali dengan kecemasan yang mereka alami.

B.

Kecemasan
Kecemasan adalah respon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, interval, samar-samar atau konfliktual. Kecemasan merupakan perasaan individu dan pegalama subjektif yang tidak dapat diamati secara langsung dan perasaan tanpa objek yang spesifik dipacu oleh ketidaktahuan dan didahului oleh pengalaman baru (Stuart and Sundeen, 1995).

C.

Terapi Kognitif Terapi kognitif adalah suatu bentuk terapi jangka pendek yang teratur, yang memberikan dasar berpikir kepada pasien untuk mengerti masalahnya, memiliki kata-kata untuk menyatakan dirinya dan teknik-teknik untuk mengatasi keadaan perasaan yang sulit (Blackburn, 1998) Biasanya pasien pre operasi yang mengalami kecemasan membuat penilaian berlebihan terhadap kemungkinan terjadinya dan parahnya tindakan pembedahan yang akan dilakukan pada dirinya. Menurut Judith (1998) terapi kognitif ini berdasar pada satu prinsip bahwa pikiran-pikiran mempengaruhi suasana hati. Sehingga dengan terapi ini bisa memodifikasi pikiran negatif atau pikiran-pikiran otomatis yang menimbulkan kecemasan pasien sebelum pembedahan.

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI


OPERASIONAL
a.

Kerangka Konsep

Pengalaman pembedahan

Dukungan keluarga

Terapi kognitif

Menerima, memahami, melakukan

Kecemasan pra bedah

Keterampilan terapis

usia
Jenis pembedahan

pengetahuan

B. Hipotesis
Ho : Tidak ada pengaruh terapi terapi kognitif terhadap tingkat kecemasan pasien pra bedah di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado. Ha : Ada pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat kecemasan pasien pra bedah di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado.

C. Definisi Operasional
1.

2.

Terapi kognitif adalah terapi yang berbentuk diskusi antara perawat dengan pasien, serta latihan pernapasan yang diberikan oleh perawat untuk mengatasi masalah pasien yang disebabkan oleh kurangnya informasi atau masalah-masalah lain yang di alami pasien menjelang pembedahan yang dapat menimbulkan kecemasan yang dilakukan perawat selama 1x20 menit. Kecemasan pre operasi adalah suatu perasaan yang tidak tenang yang mengganggu pikiran dan perasaan pasien menjelang operasi menggunakan skala ordinal.

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN
A.

Desain penelitian
Penelitian ini akan menggunakan desain penelitian quasieksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian perbandingan kelompok statis (Static Group Comparison). Desain ini di rancang untuk meneliti pengaruh dari sebuah uji coba terhadap sekelompok objek penelitian dengan membandingkannya pada kelompok kontrol (Suyanto, 2008).

B. Tempat dan Waktu Penelitian ini akan dilaksanakan di RSUP Prof. Dr. Kandou pada tanggal 16 Juni 2010-14 Juli 2010.

C. Populasi dan Sampel


1.

2.

Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien pra bedah yang di irina A RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado. Sampel Sampel dari penelitian adalah 15 kasus yang mendapat perlakuan dan 15 kasus kontrol dari seluruh pasien pra bedah pada bulan Juli-Agustus 2010 yang dirawat di irina A RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan sistem purposive sampling. Dimana setiap pasien pre operasi yang ada mempunyai kesempatan untuk terpilih sebagai dari penelitian ini sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.

D. Instrumen
Pada penelitian ini akan digunakan kuisioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang terdiri dari 14 pertanyaan terbuka.

E. Etika
-

Peneliti memperkenalkan diri kepada pasien Diberikan kebebasan untuk menentukan kesediaan menjadi responden Nama responden tidak akan digunakan, hanya inisial. Menjamin kerahasiaan Tahap persiapan : Pengurusan surat izin Tahap pelaksanaan : pemberian terapi dan pengukuran kecemasan

F. Prosedur
1. 2.

H. Pengolahan dan Analisa Data


1.
2.

3.

4.
5.

Editing Koding Skoring Tabulasi Analisis Data

BAB V
HASIL PENELITIAN
1.

Analisis Univariat Berdasarkan umur Berdasarkan jenis kelamin Berdasarkan Tingkat pendidikan

2. Analisis Bivariat
value
terapi kognitif Variabel perlakuan kontrol Total N 15 15 30 Mean 11.07 19.93 Z -3.104 -3.104 0,002

BAB VI
PEMBAHASAN Dari hasil penelitian pada terapi kognitif yang di analisis dengan uji Mann Withney, terdapat pengaruh yang signifikan pada responden tersebut dengan nilai 0,002 (<0,05). Hasil itu juga di dukung oleh pendapat Judith (1998) terapi kognitif efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien karena menurutnya pikiran seseorang dapat mempengaruhi suasana hati. Para terapis menyakini, kecemasan terjadi akibat pikiran negative yang muncul secara konstan. Hal ini menunjukkan bahwa, terapi kognitif efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pra bedah

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
1.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa terapi kognitif efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pra bedah di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Dimana terjadi perbedaan yang signifikan pada kelompok yang di beri terapi kognitif dan kelompok kontrol.

2. Saran

Bagi institusi kesehatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi baru dalam penekanan materi terutama sebagai terapi modalitas dunia pendidikan keperawatan. Bagi praktik keperawatan Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat kecemasan pasien pra bedah maka diharapkan perawat dapat menjadi motivator dan fasilitator bagi pasien pra bedah demi membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien menjelang pembedahan. Bagi perawat lain Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan masukan untuk perawatperawat lain dalam melaksanakan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan kepada pasien dalam mempersiapkan pasien sebelum pembedahan. Bagi penelitian selanjutnya Hasil penelitian ini dapat di pakai sebagai bahan masukan bagi penelitian selanjutnya dengann topik dan ruang lingkup yang sama dengan penelitian ini untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya serta pengembangan ilmu keperawatan pada khususnya.