Anda di halaman 1dari 7

Anamnesis

a. Identitas b. Keluhan utama

c. Riwayat penyakit sekarang (RPS)


d. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD

e. Riwayat Keluarga
f. Riwayat psychosocial (sosial)

Pemeriksaan fisik nervus cranialis :


a. N.I : olfaktorius (daya penciuman) : membedakan yang dirasakan (kopi, tembakau,alkohol, dll) b. N.II : optikus (tajam penglihatan) : periksa lapang pandang. c. N.III : okulomorius : tes putaran bola mata d. N.IV : trochearis (gerakan mata ke bawah dan ke dalam) e. N.V : trigeminal (gerakan mengunyah)

f. N.VI : abducend (deviasi mata ke lateral)


g. N.VII : facialis :senyum, bersiul, mengerutkan dahi, mengangkat alis maja, menutup kelopak mata

Lanj. Pf neuro
h. N.VIII : vestibulocochlearis (pendengaran dan keseimbangan)
i. N.IX : glosofaringeus : membedakan rasa manis dan asam (gula dan garam). j. N.X : vagus (refleks muntah dan menelan) k. N.XI : accesorius (gerakan otot trapezius dan sternocleidomastoideus) l. N.XII : hipoglosus : menjulurkan lidah.

Skor Siriraj

( 2,5 x derajat kesadaran ) + ( 2 x vomitus ) + ( 2 x nyeri kepala ) + ( 0,1 x tekanan diastolik ) ( 3 x petanda ateroma ) 12
Interpretasi skore Skor -1 = Infark, 1 = Hemoragik

CT-scan

Normal

stroke(tanda-tanda perdarahan (warna putih/hiperdens) atau tanda iskemia/infark (warna menurun/hipodens)

khas pada strok non-hemoragik

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Secara umum lebih sensitif dibandingkan CT-scan.


Kelemahan alat ini adalah tidak dapat mendeteksi adanya emboli paru, udara bebas dalam peritoneum dan fraktur.

Kelemahan lainnya adalah prosedur pemeriksaan yang lebih rumit dan lebih lama, hanya sedikit sekali
harga pemeriksaan yang sangat mahal tidak dapat dipakai pada pasien yang memakai alat pacemaker jantung dan alat bantu pendengaran

Diagnosis banding
Diagnosis banding penyebab stroke non haemoragik, yaitu thrombosis dan emboli . Ada beberapa penyakit yang memiliki tanda dan gejala yang menyerupai stroke, misalnya trauma kepala, tumor intracranial, meningitis atau virus.