Anda di halaman 1dari 13

Komplikasi Intrakranial

Komplikasi intrakranial sangat jarang ditemui, hanya 1 hingga 3 kali setiap tahunnya. Penggunaan antibiotik menurunkan insiden dari komplikasi ini. Komplikasi dari intrakranial meliputi : (1) meningitis (2) abses epidural (3) abses subdural (4) abses otak (5) trombosis sinus cavernosus

Patogenesis
Infeksi intrakranial bisa berkembang dari penyebaran luas melalui invasi dinding sinus menuju tulang yang terkontaminasi, dan kemudian ke struktur intrakranial melalui osteitis atau defek kongenital atau defek traumatik

Berbeda dengan infeksi orbital, metode tersering dari komplikasi intrakranial ini adalah melalui penyebaran emboli septik via vena diploik kalvaria dan tidak adanya katup pada sistem vena juga bertanggung jawab terhadap drainase dari wajah bagian tengah dan sinus paranasal.

Beberapa infeksi intrakranial muncul dari peradangan sinus yang spesifik. Meningitis sering muncul dari sinusitis ethmoid atau sphenoid. Thrombosis sinus cavernous juga berhubungan dengan sinusitis ethmoidalis atau sphenoidalis. Sinusitis frontalis paling sering berhubungan dengan perkembangan abses extra axial dan intracerebral.

Manifestasi Klinis
Sakit kepala (69 %) Demam >38,50C (60 %) Perubahan status mental (mulai dari kebingangan hingga obtundasi (41 %) Mual/muntah (30 %) Palsi nervus cranial (18 %) Kejang (14 %) Tanda neurologik fokal lainnya (hemiparesis/hemiplegia, aphasia, ataxia, deficit motor/sensoris ) (14 %) Kekakuan nuchal (10 %)

Diagnosis
CT scan merupakan modalitas imaging pertama untuk mengevaluasi dari komplikasi intrakranial yang berasal dari sinusitis. MRI memiliki resolusi yang lebih baik untuk patologi intrakranial dan memiliki akurasi diagnostik yang lebih tinggi dalam mendiagnostik infeksi intrakarnial.

1. Meningitis
Tampilan Klinis
sakit kepala Demam kaku kuduk Gjala lain : muntah, perubahan mental status, dan kejang Gejala palsi nervus karanialis

Bakteriologi
Tersering : S. pneumonia Lainnya : S. aureus, H. influenza, Neisseria meningitides dan bakteri aerob gram negatif

Diagnosis
Punksi lumbal dan analisa dari cairan serebrospinal (CSS) CT scan

Tatalaksana
Antibiotik pilihan pertama adalah generasi ketiga dari cephalosporin (cefotaxime atau ceftriaxone) IV dikombinasi dengan vancomycin untuk mengeradikasi S. pneumonia yang resisten.

2. Abses Otak
Tampilan Klinis
Sakit kepala dan demam gejala awal dari abses otak Mual dan muntah Perubahan status mental
Dianosis
CT scan MRI

Tatalaksana
Pemberian segera antibiotik parenteral spektrum luas. Antibiotik empirik pilihan yang sering digunakan adalah kombinasi dari generasi ketiga cephalosporin (cefotaxim atau ceftriaxon), penisilinase-resisten penisilin dan metronidazole. Vancomisin dapat digunakan sebagai pengganti penisilinase-resisten penisilin untuk melawan S. pneumonie
Drainase abses Drainase sinus yang terinfeksi

3. Abses Extra-Axial (Abses Subdural dan Epidural)


Tampilan Klinis abses subdural : sakit kepala Demam Meningismus Kemunduran status neorologik Kejang Tampilan Klinis abses epidural : Gejalanya mungkin tidak spesifik dan tumpang tindih dengan gejala sinusitis

Diagnosis MRI modalitas pertama untuk mendiagnosis abses epidural dan subdural CT scan dengan kontras digunakan sebagai pengganti MRI Tatalaksana drainase dengan operasi kraniotomi terapi konservatif telah disarankan untuk abses epidural yang kecil, menggunakan endoskopi untuk drainase sinus dan antibiotik intravena selama 6 minggu