Anda di halaman 1dari 5

BAB VII CHORIOCARCINOMA

7.1 gambaran makroskopik kiki gambarku tidak ada, dan filenya pun t ad dgn sya,jadi cmn ket sja sya kshkan buatmu yah seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat dirumah sakit karena mengalami pendarahan vagina.

7.2

gambaran mikroskopik a. Pada sedian tampak hiperplasia dari: Sel atipik sinsitiotrofoblas Sel raksasa sinsitiotrofoblas dengan inti hiperkromatik atipik Sel atipik sitotrofoblast dengan nukleus yang tampak jelas. b. Pada sediaan, tampak sel tumor menginvasi daerah disekitar myometrium menghasilkan daerah nekrosis dan perdarahan c. Pada sel juga banyak ditemukan mitosis patologis Epidemiologi Penyakit trofoblas gestasional (PTG) adalah spektrum tumor yang berasal dari proliferasi abnormal jaringan trofoblas plasenta, mencakup mola hidatidosa (komplit dan parsial), mola invasif, koriokarsinoma, placental site trophoblastic tumor, dan epithelioid trophoblastic tumour. Keempat bentuk terakhir termasuk ke dalam kelompok tumor trofoblas gestasional (TTG) yang dapat menginvasi, bermetastasis, dan menyebabkan kematian bila tidak ditangani (tresa et al, 2011). Studi epidemiologi melaporkan variasi regional yang luas pada insidensi mola hidatidosa. Studi yang dilakukan di Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan Eropa menunjukkan insidensi mola adalah 0,57-1,1 per 1.000 kehamilan, sedangkan studi di Asia Tenggara dan Jepang menunjukkan insidensi yang tinggi yaitu 2 dari 1.000 kehamilan. Negara-negara dengan frekuensi mola hidatidosa tertinggi adalah Mexico, Iran, dan Indonesia. Sejumlah studi dilakukan untuk mencari hubungan antara insidensi mola hidatidosa yang lebih tinggi pada kelompok etnis tertentu dengan faktor

7.3

genetik dan berbagai faktor lingkungan seperti makanan, defisiensi vitamin A, kemiskinan, dan virus (tresa et al, 2011). Data tentang insidensi korio-karsinoma lebih terbatas karena koriokarsinoma lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan mola hidatidosa dan sulit membedakan koriokarsinoma postmolar dari mola invasif. Di Eropa dan Amerika Utara, koriokarsinoma terjadi pada 1 per 40.000 kehamilan2 dan 1 per 40 mola hidatidosa, sedangkan di Asia Tenggara dan Jepang angka kejadian lebih tinggi yaitu 9,2 dan 3,3 per 40.000 kehamilan (tresa et al, 2011). 7.4 Etiologi etiologi terjadinya koriokarsinoma belum jelas diketahui. Trofoblas normal cenderung menjadi invasive dan erosi pembuluh darah berlebihlebihan. Metastase sering terjadi lebih dini dan biasanya sering melalui pembuluh darah jarang melalui getah bening. Tempat metastase yang paling sering adalah paru-paru (75%) kemudian vagina (50%). Pada beberapa kasus metastase dapat terjadi pada vulva, ovarium, hepar, ginjal, dan otak. Koriokarsinoma selama kehamilan bisa didahului oleh mola hidatidosa, aborsi spontan, dan kehamilan etopik (mulyadi I, 2007). Patogenesis Koriokarsinoma adalah tumor epitel yang sangat ganas, dapat berkaitan dengan tipe kehamilan apapun, paling sering dengan mola hidatidosa komplit. Koriokarsinoma merekapitulasi diferen-siasi sel-sel sitotrofoblas pada kehamilan awal dan dapat timbul dari transformasi neoplastik sitotrofoblas. Sitotrofoblas neoplastik, mirip dengan sel sitotrofoblas yang normal, mem-pertahankan kapasitas untuk berdiferensiasi menjadi sinsitiotrofoblas dan trofoblas intermediet. Campuran dari sitotrofoblas, sinsitiotrofoblas dan trofoblas intermediet adalah karakteristik dari koriokarsinoma. Sitotrofoblas dan trofoblas intermediet cenderung untuk bertumbuh berkelompok dan membentuk lembaran, yang dipisahkan oleh sitotrofoblas, membentuk karakteristik pola pertumbuhan dimorfik. Pada koriokarsinoma, persentase dari trofoblastik intermediet bervariasi dari 190%. Penelitian memperkirakan bahwa translokasi -catenin ke nukleus berkontribusi terhadap proliferasi sel-sel trofoblas pada koriokarsinoma (tresa et al, 2011).

7.5

7.6

Tanda dan gejala peningkatan jumlah kadar -hCG a. kadar -hCG normal pada setiap umur kehamilan berbeda, dari 525 IU/ ml. b. kadar -hCG yang dianggap mola < 100.000 IU/urine 24jam c. kadar -hCG yang di anggap kanker adalah > 100.000 IU/urine 24jam >40.000 uml dalam interval lebih dari 4 bulan. Pendarahan per vagina Batuk berdarah dan sesak napas X-ray dada menunjukkan adanya pembesaran cairan di ujung kedua paru-paru Sakit kepala dan hemiplegi Sakit tulang belakang Perut bengkak dan sklera menjadi kuning (Bagus I,2006) Pemeriksaan fisik & penunjang a. pemeriksaan laboratorium menetapnya kadar -hCG pada empat kali penilaian dalam 3 minggu atau lebih tetap terdeteksinya -hCG sampai 6 bulan pasca evakuasi mola gambaran patologi anantomi adalah koriokarsinoma b. pemeriksaan penunjang uji sonde foto rontgen abdomen ultrasonografi (Bagus I, 2006). Penatalaksanaan a. Kemoterapi Koriokarsinoma merupakan tumor yang sensitif terhadap obat-obatan kemoterapi, dari hasil survey menunjukkan bahwa dengan kemoterapi pasien dengan koriokarsinoma mengalami kebesmbuhan 90-95%. Terapi dengan agen single methotrexate or actinomycin D Terapi ini digunakan untuk koriokarsinoma yang belum bermetastase meluas keseluruh tubuh atau dengan skala ringan

7.7

7.8

Terapi kombinasi EMACO (etoposide, methotrexate, actinomycin D, cyclosphosphamide dan oncovin) Terapi komplek ini digunakan untuk koriokarsinoma dengan skala sedang atau berat b. Hysterektomi Biasa dilakukan pada wanita dengan usia 40 tahun atau pada wanita yang memang menginginkan untuk dilakukan hysterektomi. Hysterektomi juga disarankan pada infeksi berat dan pendarhan yang tidak terkendali (Bagus I, 2006) 7.9 komplikasi dan prognosis a. komplikasi yang terjadi biasanya disebabkan karna metastase jauh karna sifat metastasenya hematogen paru 60-95% meliputi gejala 50% paru buram dan tak berfungsi, anemia, nyeri pada dada vagina 40-50% vulva, serviks 10-15% otak 5-15% hati 5-15% dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati dan pendarahan mendadak sampai fatal ginjal 0-5% (Bagus I,2006) b. prognosis pada umumnya kesembuhan koriokarsinoma, dengan kemoterapi mendekati 90%, sedangkan yang kesembuhannya kurang dari 50% dianggap mempunyai masalah dan digolongkan menjadi koriokarsinoma dengan metastase tergolong resiko tinggi pengobatan sulit dan sulit memerlukan kombinasi beberapa kemoterapi (Bagus I,2006).

Dapus Bagus I, 2006, Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan, EGC, jakarta. Tresa et all, 2011, Aspek Patobiologis Pada Penyakit Trofoblast Gestasional vol 10 no 2, bandung, diakses pada tanggal 12 april 2013 (http://www.Majour.maranatha.edukasi.vol10no2.pdf)

Mulyadi I, 2007, penyakit trofoblast ganas vol 9 no 4, fakultas kedokteran padjajaran, bandung, diakses pada tanggal 12 april 2013 (http://www.eprints.unpad.ac.id/vol10/no2/mulyadi.pdf )